Posted in KiHae Couple, Super Junior

To be a Parents


Tittle : To be a Parents

Genre : Romance / Humor (?)

Author : isfa_id

Rating : T (?) / M (?) sebenernya aku bingung ni FF masuk rated yang mana, tentuin sendiri aja ya… XD

Main Cast : KiHae

Other : SiHyuk / KyuMin / YeWook / SuJu Member

– isfa_id –

Dedaunan berjatuhan, hembusan angin menambah dingin cuaca di akhir musim gugur ini. Langit terlihat biru, ya, karena cuaca cerah hari ini. Tapi tidak dengan namja ini –Kibum, dia hanya dapat menunduk dan menatap dedaunan yang ada di bawah kakinya. Dia tidak berani mengangkat wajahnya, karena dia tidak sanggup menatap mata namja yang saat ini sedang menatapnya tajam. Entah karena marah, benci, atau karena dia melakukan kesalahan kepada namja itu.

“Oke, berhenti memandangiku seperti itu.” Akhirnya dia berani menatap wajah namja itu –Donghae. Kibum kembali memalingkan wajahnya, menengadah sedikit melihat langit. Sekali lagi dia memandangi namja yang duduk di sebelahnya, Donghae masih memandangnya tajam. “Wae? Mengapa dari tadi Hyung memandangiku seperti itu? Apa aku melakukan kesalahan, eoh?” Yang ditanya tetap tidak memberikan jawaban, dan tetap dengan tatapan tajamnya.

Hyung, berhenti memandangku seperti itu, aku takut.” Dia berusaha tersenyum, agar Donghae dapat merubah ekspresi wajahnya, diusapnya kepala namja itu. “Hyung sakit?” ucapnya sambil mencoba menyentuh dahi namja tersebut. Tapi Donghae menepis keras tangannya, membuat Kibum semakin merasa aneh dengan sikapnya.

Kibum kembali menunduk dan menatap dedaunan di bawah kakinya, sesekali dia menggaruk kepalanya karena masih tidak mengerti dengan sikap Donghae kali ini. Kibum mencoba mengingat apa yang sudah dia lakukan hari ini, kemarin, bahkan satu minggu yang lalu. Tapi dia tetap tidak menemukan kesalahan yang mungkin dia lakukan. ‘Jadi ada apa dengan dia?’ ujarnya dalam hati.

“Kibum…” akhirnya Donghae mengeluarkan suaranya. “Hm…” Kibum menatap wajah Donghae yang sekarang malah sedang menunduk menatap dedaunan yang jatuh, sama persis dengan yang dia lakukan tadi. “Aku…” Donghae mencoba bicara tapi sepertinya dia ragu. “Wae?” tanya Kibum tapi Donghae malah diam tidak melanjutkan kata-katanya. “Hyung…” panggil Kibum sambil menyentuh wajah Donghae lembut.

Donghae kembali menatap Kibum, tapi kali ini dengan tatapan sendu, matanya sedikit berair. ‘Dia menangis?’ Kibum kembali menyentuh wajah Donghae dan tersenyum, tapi Donghae kali ini benar-benar menitikan air matanya, dia benar-benar menangis. ‘Eh…? Kenapa dia menangis?’ Kibum menggaruk kepalanya. “Huwa…” tangis Donghae benar-benar pecah, dan langsung memeluk Kibum erat. Kibum mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ‘Ha… untung tidak ada orang’ leganya.

Donghae masih terisak dalam dekapan Kibum, Kibum hanya dapat membelai lembut rambut Donghae dan tetap dengan kebingungannya sendiri. Perlahan Donghae melepas pelukannya dan menghapus air matanya. Kembali dia tatap Kibum dengan mata yang masih sedikit berair, “Kibum… itu… aku…” dia masih berucap terbata. “Ne Hyung, waeyo? Apa aku melakukan kesalahan pada Hyung?

Ne, kesalahan yang besar,” ucap Donghae membuat Kibum kaget ‘Kesalahan yang besar?’ dia menatap Donghae dengan perasaan sedikit takut dan pertanyaan mengenai kesalahan yang diucapkan Donghae tadi. “Kibum… aku…” kembali Donghae menghentikan kata-katanya, dan Kibum masih tetap bingung dengan tingkah laku Donghae. Donghae menarik nafas sedikit panjang dan menatap Kibum, “Aku… aku… hamil…” ucapnya pelan dan langsung menundukkan kepalanya, membuat Kibum tidak terlalu begitu mendengar ucapannya, ‘Hamil? Apa aku tidak salah dengar?’

Hyung, apa yang kau ucapkan tadi?” Kibum mencoba meyakinkan apa yang sedang didengarnya tadi. “Aku hamil.” Jawab Donghae dan sekarang itu terdengar sangat jelas di telinga Kibum. “Eh…? Hyung, kau tadi bilang apa? Hamil? Hamil, eoh?” tanya Kibum lagi dan sekarang mencoba mengangkat wajah Donghae yang masih menunduk.

Dia perhatikan wajah Donghae dengan seksama, menatap matanya yang masih berair. Kibum tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya, “Hamil? Hamil? Hahahahaha… Hyung hamil? Hahahahaha…” tawa Kibum meledak, “Hahahahaha… Hyung hamil? Lucu Hyung, ini benar-benar lucu, hahahahaha…” Kibum benar-benar tidak bisa menahan tawanya kali ini.

“Hahahahaha… aku pikir tadi ada apa? Aku pikir Hyung marah sampai-sampai melihatku setajam tadi. Hyung…, kau benar-benar berhasil membuatku takut kali ini, dan Hyung benar-benar berhasil membuat lelucon aneh kali ini, hahahahaha… ah, aku tidak bisa berhenti tertawa, hahahahaha…” ucap Kibum panjang lebar, sedangkan orang yang ditertawakannya saat ini sedang menatapnya kesal. “Hahahahaha…” Kibum masih tetap saja tertawa.

“Hahaha… Hyung, ini… haha… ha… h…” Kibum menghentikan tawanya saat dia kembali melihat Donghae yang menatapnya tajam seperti tadi. “Wae?” tanyanya dengan raut wajah sedikit takut. “Kenapa kau tertawa? Aku sedang tidak bercanda, apa kau pikir ini lucu, eoh?” Donghae menekan setiap kata yang dia ucapkan. Kibum kembali menatapnya aneh. ‘Ada apa dengannya sebenarnya hari ini, kenapa dia jadi aneh seperti ini?’

Donghae mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan langsung memberikannya ke Kibum. “Ini apa?” tanyanya. “Kau ini bodoh atau apa? Itu test pack.” Jawab Donghae dengan wajah kesalnya. “Ne, aku tau ini test pack, tapi maksudnya apa? Terus, dua tanda merah ini apa?” Kibum bertanya sambil menatap Donghae dengan polosnya. ‘PLAK…!’ pukulan Donghae mendarat tepat di kepala Kibum “Ya! Kenapa Hyung memukulku?” protes Kibum. “Dasar bodoh!” sungut Donghae.

Kibum terus menggaruk kepalanya, “Hyung, ini apa?” tanyanya sambil menunjukkan kembali test pack yang tadi diberikan Donghae padanya. “Kenapa aku bisa mencintai orang bodoh seperti kamu?” ucap Donghae yang semakin kesal dengan tingkah kekasihnya ini. “Aigo, aku dikatakan bodoh. Jadi Hyung serius dengan kata-kata Hyung tadi, eoh?” tanya Kibum yang mendapat anggukan dari Donghae. “Tapi bagaimana bisa?” Kibum kembali bertanya.

Ya! Kau lupa apa yang sudah kau lakukan padaku waktu itu, eoh?” ucap Donghae dengan lebih kesal daripada yang tadi. Kibum terlihat sedang berpikir keras, ya, mencoba mengingat apa yang sudah dia lakukan, “He…” Kibum nyengir setelah ingat. “Tapi Hyung, apa iya karena itu?” Kibum masih mencoba meyakinkan.

“Memangnya kau pikir karena apa? Jadi kamu mau bilang ini bukan anak kamu?” ucap Donghae sambil memegang perut ratanya. “Bukan itu, tapi kita kan namja, mana mungkin Hyung bisa hamil. Dan lagipula kita baru melakukannya satu kali.” Kali ini Donghae benar-benar kesal dengan semua ucapan Kibum. “Mana aku tau!” Jawabnya.

– isfa_id –

Mereka sekarang sedang duduk di sebuah ruangan serba putih, ya, mereka sedang ada di rumah sakit. Mereka memutuskan untuk memastikan kehamilan Donghae. Kibum melihat sebuah papan nama kecil di atas meja, dr. Shin. Sedangkan Donghae sibuk meremas tangannya sendiri karena gugup, dia sedikit takut kalau dia benar-benar hamil, dia kan namja.

‘Klek…’ Kibum dan Donghae bergegas melihat ke arah pintu yang terbuka. Terlihat seorang namja dengan pakaian serba putih, dr. Shin. Dokter itu berjalan mendekati mereka dan duduk berseberangan dengan Kibum dan Donghae. Dokter itu memandangi Kibum dan Donghae bergantian, Kibum dapat melihat raut wajah dokter tersebut yang… ya, terlihat sedikit bingung. Terlihat juga dokter itu gugup, terlihat dari caranya memegang pulpen di tangannya yang selalu bergetar.

Donghae pun menatap dokter itu tapi tetap dengan kegiatan meremas tangannya karena gugup. Kibum menggenggam tangan Donghae karena dia tau apa yang sedang dirasakan kekasihnya saat ini. Donghae memalingkan pandangannya ke Kibum yang sedang tersenyum, dia pun ikut tersenyum kecil. Kembali Kibum menatap dokter yang ada di depannya kali ini, keringat mengucur deras dari wajah sang dokter. Sesekali dokter itu mengelap keringatnya dengan sapu tangan yang dia keluarkan dari kantong celananya. “Hu…” terdengar desahan dari sang dokter.

“Jadi bagaimana dokter?” Kibum pun memecahkan keheningan di ruangan yang tidak terlalu besar ini. “Oh… itu…” dokter itu berkata terbata. “Ye?” Kibum menatap wajah dokter itu tajam, dokter itu tertunduk dan terus mengelap keringatnya. “Itu…” dokter itu kembali menghentikan kata-katanya. “Ne, itu apa?” tanya Kibum tidak sabar. “Itu… istri anda, ah… suami anda… ah…” dokter itu terlihat stres memikirkan hal yang akan dikatakannya.

“Istri anda… suami anda… ah… dia hamil.” kata dokter itu sambil menunjuk ke arah Donghae. Donghae langsung menatap dokter itu tajam, ‘Oh tidak, jadi aku benar-benar hamil.’ batinnya. “Ye?” Kibum pun mengeluarkan suaranya sambil menatap dokter itu tajam, dia masih kurang percaya. “Ne, dia hamil.” ulang dokter itu meyakinkan, meski masih dengan raut wajah ketidakpercayaannya.

Kali ini Kibum dan Donghae yang saling berpandangan satu sama lain, “Kibum…” ucap Donghae lemah. “Ne Hyung…” ucap Kibum tidak kalah lemahnya. ‘Ah… aku akan jadi seorang appa sebentar lagi, appa dari seorang anak yang terlahir dari rahim seorang namja. Namja?‘ dia sibuk berkutat dengan pikirannya. ‘Oh tidak, aku akan menjadi seorang appaeommaeomma?’ Donghae pun tidak kalah sibuk berkutat dengan pikirannya.

‘Bruk…’ Kibum dan Donghae bergegas menoleh ke asal suara, apa yang mereka dapat? Mereka melihat dr. Shin pingsan di balik meja kerjanya. Terlihat wajah dokter itu yang pucat. Seorang suster masuk karena ikut mendengar suara jatuh sang dokter, “Dokter, anda tidak apa-apa?” ucap suster itu sambil menepuk-nepuk pipi sang dokter. Tidak lama dokter itu sadar, dan melihat ke arah Kibum dan Donghae yang masih ada di ruangan itu, ‘Dia hamil’ batin dokter itu, dan kembali pingsan. Kibum dan Donghae hanya bisa saling memandang, sedangkan suster tersebut sibuk menyadarkan sang dokter.

EommaAppa…’ Kibum dan Donghae sama-sama menggelengkan kepalanya agar kembali dari lamunan mereka, dan kembali saling memandang.

– isfa_id –

Ya! Kibum kembalikan, aku belum selesai.” Donghae terus mengejar Kibum yang membawa lari handphonenya. “Aniya!” ucap Kibum dan terus berlari mengelilingi ruang tamu apartementnya. Donghae berhasil menggapai tangan kiri Kibum, tapi Kibum mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin agar Donghae tidak dapat mengambil handphone di tangannya. “Ayolah Kibum, kembalikan.” Donghae melompat untuk meraihnya.

“Ayolah, aku sedang mengupload photo, itu belum selesai,” rayu Donghae dengan memasang tampang manisnya, “Aniya!” jawab Kibum tetap mempertahankan posisi tangannya. “Kenapa Hyung suka sekali twitteran, eoh? Apa itu menyenangkan?” lanjutnya yang mendapatkan kecemberutan dari wajah Donghae.

Hyung mau ini?” tanya Kibum sambil menyodorkan handphone ke muka Donghae, Donghae mengangguk senang. “Ambil saja,” ucap Kibum sambil melempar handphonenya ke sofa yang ada di depannya. Donghae memajukan mulutnya kesal. Donghae bergegas menuju sofa, tapi Kibum malah mendorongnya hingga terjatuh, dan kembali Kibum mengambil handphone Donghae dan melemparnya ke sofa seberangnya. Donghae kembali memajukan mulutnya dan memasang wajah kesalnya.

“Kibum, menjauh dari tubuhku, badanmu berat.” ujar Donghae, karena sekarang tubuh Kibum sedang berada di atas tubuhnya. Kibum hanya tersenyum tanpa bergerak sedikitpun. Perlahan Kibum merapihkan rambut Donghae yang sedikit menutupi matanya. “Kibum… kau mau apa?” tanya Donghae. Kembali Kibum hanya tersenyum tanpa mengucapkan apa-apa.

“Kibum…” kembali Donghae memanggilnya. “Hyung, diam saja.” ucap Kibum lembut. Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae. Donghae hanya diam, dia dapat merasakan detak jantungnya yang semakin cepat. Dilihatnya wajah Kibum yang semakin dekat, Donghae merasakan nafas Kibum yang menyentuh lembut pipinya yang sekarang mulai memerah. Perlahan Donghae menutup matanya. ‘Lembut.’ batinnya saat bibir mereka sudah bertaut.

Kibum melumat lembut bibir Donghae, sedangkan Donghae hanya diam merasakan kelembutan bibir Kibum. Perlahan Kibum melepaskan ciumannya, dan Donghae pun membuka matanya. Donghae hanya menatap wajah Kibum tanpa kedip, Kibum tersenyum. “Hyung, ada apa dengan wajahmu?” ucapnya sedikit terkekeh. “Eh…?” Donghae bergegas mendorong tubuh Kibum menjauh darinya.

Donghae langsung beranjak dan mengambil handphonenya. “Aku mau tidur.” lanjutnya dan bergegas menuju ke kamar Kibum, ya… karena sekarang mereka sedang ada di apartement Kibum. Kibum hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang dia tau sedang menahan malu.

Di dalam kamar, Donghae langsung melemparkan handphonenya ke atas tempat tidur, dan ikut membaringkan tubuhnya. Dia menyentuh bibirnya, wajahnya kembali merah mengingat apa yang baru saja terjadi. Donghae langsung menarik selimut dan menutup matanya, ‘Aku harus tidur.’ batinnya.

– isfa_id –

Tengah malam, Donghae terbangun. ‘Jadi aku benar-benar tertidur tadi.’ Dia sedikit terkejut melihat Kibum yang sudah tertidur di sebelahnya sambil memeluknya. Donghae memiringkan tubuhnya agar dapat melihat wajah Kibum yang terlihat sangat polos bila sedang terlelap seperti sekarang. Dia tersenyum sambil menyentuh wajah Kibum. Disentuhnya satu persatu bagian wajah Kibum, hingga akhirnya dia menyentuh bibir Kibum, dia kembali teringat dengan ciuman lembut yang dirasakannya tadi.

Wae? Apa Hyung masih mau?” tiba-tiba Kibum bicara membuat Donghae kaget dan langsung bangkit dari tidurnya. Donghae duduk di tepi tempat tidur membelakangi Kibum, “Sejak kapan kau bangun?” tanyanya. “Aku belum tidur.” jawab Kibum santai dan ikut duduk. “Lalu kenapa pura-pura tidur?” tanya Donghae lagi. “Aku tidak pura-pura tidur, aku memang ingin tidur, tapi Hyung menggangguku.” ujar Kibum dan mendekati Donghae.

Dia memeluk pinggang Donghae dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Donghae. Donghae hanya diam membiarkan Kibum memeluknya. “Hyung…” panggil Kibum dan memutar posisi duduk Donghae hingga sekarang mereka berhadapan. Dia mencium bibir Donghae kilat, dan berbisik ke telinga Donghae.

Mwo?” Donghae langsung berdiri mendengar apa yang diucapkan Kibum tadi. “Aniya!” lanjutnya dan bergegas keluar dari kamar. Kibum hanya dapat diam melihat reaksi kaget Donghae.

Donghae menjatuhkan dirinya di sofa, dia memeluk kakinya yang sedang ditekuknya saat ini. ‘Apa-apaan dia itu, bisa-bisanya dia meminta hal seperti itu.’ Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Kibum keluar, Donghae tetap memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya di atas kedua kakinya. Perlahan Kibum mendekati Donghae, “Hyung, kau marah, eoh? Aku hanya bercanda tadi.”

Donghae mengangkat wajahnya dan memandang wajah Kibum yang sekarang sedang terkekeh. “Aish, kau ini.” ucap Donghae kesal. Kibum segera berbaring di pangkuan Donghae saat Donghae sudah tidak menekuk lagi kakinya. “Aku tidak bisa tidur, padahal besok harus bangun pagi,” ucapnya sambil menggenggam tangan Donghae.

Kibum tiba-tiba bangkit dan langsung menuju kamarnya, Donghae hanya menatapnya aneh. Tidak lama, Kibum kembali keluar dan kembali berbaring di pangkuan Donghae. Dia sibuk bermain dengan PSP yang baru diambilnya tadi. “Kenapa kau suka sekali bermain game, kau ini sama seperti Kyuhyun.” ucap Donghae segera mengambil PSP dari tangan Kibum. “Aish, jangan sama-samakan aku dengan bocah itu,” sungut Kibum dan kembali mengambil PSP dari tangan Donghae.

Kibum melipat kedua kakinya dan kembali sibuk dengan PSP nya. “Luruskan kakimu,” ucap Donghae, dan Kibum menurutinya. Sekarang giliran Donghae yang tidur di pangkuan Kibum. “Berhenti bermain!” ucapnya dan kembali merebut PSP dari tangan Kibum dan melemparnya ke sofa di seberangnya. Kibum tersenyum, dan langsung membelai rambut kekasihnya itu.

“Kibum, aku mau tidur,” ucap Donghae. “Hyung tidur saja dulu sana, aku belum mengantuk,” jawab Kibum, Donghae cemberut mendengarnya. “Oke, kita tidur sekarang, eoh?” ucap Kibum akhirnya yang mendapat senyuman dari Donghae. Bergegas mereka menuju kamar, tidur.

Ya! Kibum, cepat tidur, kenapa kau menggerayangi tubuhku,” nada suara Donghae terdengar sedikit marah. “Hyung, aku belum mengantuk, kita bermain sebentar ya.” Hening… “Ya! Kibum berhenti bermain, cepat lakukan,” sungut Donghae. “Kenapa sekarang jadi Hyung yang tidak sabar, eoh?” goda Kibum. “…..” Donghae hanya terdiam digoda seperti itu. “Hehe…” Kibum terkekeh. “Kibum… berhenti, sakit,” kembali terdengar suara Donghae tapi sekarang sedikit memelas. “Aish, mana bisa berhenti sekarang Hyung,” kembali Kibum menggodanya. “…..”

“Arrrggggghhhhhhhhhh….. KIBUUUMMMMM”

– isfa_id –

Kibum memijat kecil kepalanya “Ah… jadi semua gara-gara malam itu?” ujarnya setelah kembali dari lamunannya. “Malam apa?” Kibum terkejut mendengar suara seseorang yang sudah ada di sebelahnya. “Oh, Yoona…” ucapnya saat sadar Yoona yang ada di sebelahnya sekarang. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Kibum hanya menggeleng menjawab pertanyaan Yoona, “Bukan apa-apa.”

Seorang kru mendekati mereka berdua, “Syuting akan dilanjutkan lagi, kalian siap-siap.” Kibum dan Yoona mengangguk. Mereka bergegas kembali melakukan syuting, “Cut… oke…” ucap sang sutradara ketika mereka selesai melakukan pengambilan gambar. “Cukup untuk hari ini, kita lanjutkan lusa.” Lanjut sang sutradara.

Kibum bergegas menuju tempat parkir setelah membereskan barang-barangnya, tapi dia berhenti saat melihat Yoona. “Kau belum pulang?” tanyanya yang mendapat anggukan dari Yoona. “Tuan Ma sedang mengambil mobil,” ujar Yoona. “Oh ne,” jawab Kibum mengerti. “Kibum, apa bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin aku katakan,” lanjut Yoona. “Baiklah, kau mau bicara apa?” tanya Kibum. Yoona baru saja mau memulai bicara, tiba-tiba handphone Kibum berbunyi.

Ada pesan masuk, Kibum segera membukanya. “Kibum, apa syutingmu masih lama? Aku ada di apartementmu sekarang… Donghae.” Kibum memasukkan handphonenya kembali ke saku jeansnya, “Kita bicara lain kali saja ya, aku harus segera pulang.” Ucapnya dan langsung berbegas berlari meninggalkan Yoona yang hanya berdiri diam.

“Hah… hah… hah…” Kibum menarik nafas saat sudah hampir sampai di depan apartementnya, dia baru saja selesai berlari. Kibum dapat melihat seorang namja berdiri di depan pintu apartementnya, dia tersenyum dan berjalan perlahan tetap dengan nafas yang ngos-ngosan. “Hyung…” Donghae langsung menatap Kibum yang memanggilnya tadi. “Kau kenapa?” tanyanya karena melihat Kibum yang masih berusaha mengatur nafasnya.

“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit berlari tadi,” jawabnya sambil membuka pintu apartementnya. Bergegas dia menarik Donghae masuk setelah pintu terbuka. Kibum berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, sedangkan Donghae langsung duduk menghadap televisi di ruang tamu. “Kenapa Hyung ke sini?” tanya Kibum dan duduk di sebelah Donghae. “Hanya ingin bertemu kekasihku,” jawab Donghae membuat Kibum tersenyum.

Hyung, gwencana?” tanya Kibum sambil mengelus perut rata Donghae. “Gwencana, hanya tadi pagi sedikit mual,” jawab Donghae. “Ah… aku lapar,” lanjutnya setelah sibuk mengganti channel tv, tapi tetap tidak menemukan acara yang bisa menarik perhatiannya. “Lapar? Hyung tunggu di sini ya,” Kibum langsung bergegas menuju dapur, dia membuka kulkas tapi tidak menemukan apapun. “Tidak ada apa-apa di sini,” ucapnya pelan, tapi Donghae dapat mendengar jelas apa yang dia katakan.

“Kita makan di luar saja kalau begitu, kebetulan aku ingin makan daging panggang,” ucap Donghae menghampiri Kibum dan menarik tangannya manja. “Aigo, kenapa Hyung jadi manja seperti ini?” goda Kibum, Donghae hanya tersenyum mendengarnya. “Kajja!” lanjut Donghae sambil terus menarik tangan Kibum. “Changkaman!” ucap Kibum dan berlari menuju kamarnya, dan segera kembali dengan membawa jaket, “Di luar dingin, Hyung pakai ini,” lanjutnya dan memasangkan jaket ke tubuh Donghae.

– isfa_id –

“Kelihatannya enak,” ujar Donghae sedikit berteriak melihat makanan yang ada di depannya saat ini. “Ayo makan,” lanjutnya ceria. Kibum tersenyum melihat tingkah Donghae yang terkesan sangat manja ini. Donghae terus melahap daging panggang yang dipesankan Kibum untuknya, “Kau tidak makan?” tanyanya saat melihat Kibum hanya meminum kopinya. “Aniya, Hyung saja yang makan.” Jawab Kibum sambil mengusap kepala Donghae.

“Hah…” Donghae menarik nafas saat selesai menyantap habis makanannya, “Sudah selesai?” tanya Kibum, Donghae mengangguk. “Kajja!” Kibum langsung menarik tangan Donghae, “Mau ke mana?” Kibum hanya tersenyum menjawab pertanyaan Donghae.

Kibum memasukkan semua belanjaannya ke dalam troly, sekarang mereka ada di sebuah mall, “Kenapa beli ini?” tanya Donghae seraya mengambil sekotak susu ibu hamil yang tadi Kibum masukkan ke dalam troly. “Itu baik untuk ibu hamil, meskipun Hyung namja, Hyung juga mesti minum itu, untuk anak kita, eoh?” jelas Kibum panjang lebar sambil mengelus perut Donghae, Donghae mengangguk.

Mereka sedang antri di kasir, tiba-tiba Donghae melihat sesuatu yang menurutnya lucu, “Kibum, aku ingin itu,” ujarnya sambil menunjuk sebuah boneka kelinci yang letaknya tidak terlalu jauh dari kasir. “Itu?” tanya Kibum meyakinkan. “Ne…” jawab Donghae dan segera menarik Kibum.

Donghae meraih boneka kelinci itu, “Lihat, wajahnya mirip kamu,” ujarnya sambil mensejajarkan wajah boneka itu dengan wajah Kibum. “He…” Kibum hanya nyengir karena banyak orang yang melihatnya. “Kita beli ini ya,” rayu Donghae lagi. “Arraso…” Donghae tersenyum mendengar jawaban Kibum.

Donghae tertidur saat perjalanan pulang menuju apartement Kibum, Kibum menatapnya sambil tetap fokus mengemudi. Perlahan Kibum menghentikan mobilnya, dia melihat Donghae yang benar-benar terlelap sambil terus memeluk boneka kelincinya. Kibum merapatkan jaket yang dikenakan Donghae dan mencium pipinya lembut sambil ikut mengusap perut Donghae. Setelah selesai dia kembali menjalankan mobilnya.

Perlahan Donghae membuka matanya, dilihatnya Kibum yang sedang tertidur di sampingnya, tapi tiba-tiba Kibum membuka matanya. “Oh… Hyung sudah bangun,” Donghae tersenyum. “Sudah berapa lama kita sampai?” tanyanya. “Lima belas menit,” jawab Kibum. “Kenapa tidak membangunkanku?” Kibum hanya mengusap lembut kepala Donghae, “Kita turun sekarang,” ujarnya.

Donghae keluar dari mobil tetap dengan memeluk boneka kelincinya, sedangkan Kibum sibuk mengeluarkan belanjaan dari bagasi, “Biar aku bantu,” ucap Donghae sambil mengambil beberapa kantong belanjaan. “Biar aku saja Hyung,” jawab Kibum mengambil kembali kantong belanjaannya.

Hyung masih mengantuk?” tanya Kibum setelah mereka masuk ke apartementnya, Donghae mengangguk lemah, karena dia memang masih mengantuk. Kibum menarik Donghae memasuki kamarnya dan membaringkan tubuh Donghae ke atas tempat tidur. Ditariknya selimut hingga menutupi tubuh Donghae hingga dadanya. “Tidurlah,” ucapnya sambil mengecup dahi Donghae lembut, “Hm…” Donghae mengangguk dan memejamkan matanya.

Kibum meninggalkan Donghae yang terlihat sudah kembali terlelap, dan membereskan belanjaannya tadi, dia memasukan daging ke dalam freezer, ya… karena tadi Donghae bilang dia masih ingin makan daging.

Setelah selesai dia langsung mengambil skrip naskah untuk lusa, dia harus berlatih sekarang. Dia membaca beberapa baris dialog yang ada di naskah itu dan mencoba menghayatinya. Tanpa dia sadari Donghae sedang memperhatikannya dari dalam kamar.

Donghae memang tidak tidur tadi, meski masih mengantuk. Dia mengusap perutnya, “Sayang, kamu lihat, itu appamu, dia sangat tampan kan? Eomma benar-benar mencintainya, eh… sebentar, eomma?” Donghae terlihat sedikit berpikir. “Ah, sepertinya aku memang harus siap dipanggil eomma nanti.”

Tiba-tiba Kibum mengalihkan pandangannya ke kamar dan melihat Donghae yang sedang berdiri memperhatikannya, Donghae terlihat sedikit kaget. Kibum berjalan mendekati Donghae, “Hyung kenapa bangun?” tanyanya. “Aku tidak bisa tidur,” jawab Donghae singkat.

“Aku lapar,” lanjutnya. “Ye? Lagi?” tanya Kibum kurang yakin. Donghae mengangguk mantap, dia memang benar-benar lapar sekarang. Kibum hanya tersenyum dan bergegas menuju dapur, ‘Sepertinya aku harus mulai belajar memasak sekarang? Dia jadi suka sekali makan semenjak hamil,” batinnya.

Donghae duduk sambil memeluk erat boneka kelincinya, diambilnya naskah yang tadi dihapalkan Kibum. ‘Bruk’ tiba-tiba Donghae membanting naskah itu di depan wajah Kibum yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuknya. “Wae?” tanya Kibum tidak mengerti. Donghae menunjuk pada naskah yang baru dia banting tadi, tepat di dialog yang membuat dia… bisa dibilang cemburu. “Kamu tidak boleh melakukan adegan ini!” ucapnya lantang.

Kibum memperhatikan dialog yang ditunjuk Donghae, di situ tertulis kalau dia akan melakukan adegan kissing dengan lawan mainnya, yang tidak lain adalah Yoona. Kibum terus memperhatikan naskah itu, sedangkan Donghae sudah meninggalkannya ke ruang tamu. Bergegas Kibum menyusul Donghae, “Hyung jangan marah, mau bagaimana lagi, itu tuntutan peran,” ujarnya mencoba menjelaskan. “Pokoknya tidak boleh!”

Hyung cemburu?” Kibum mencoba menggodanya, dengan harapan Donghae tidak akan marah lagi. “Ani! Kenapa aku harus cemburu?” kilah Donghae. “Lalu kenapa Hyung marah, eoh?” Donghae langsung menatap Kibum tajam karena pertanyaan Kibum tadi. “Eh…? Jangan bilang kalau Hyung akan membunuhku sekarang,” Kibum mencoba mencairkan suasana yang terasa sangat panas ini.

“Baiklah, kamu boleh melakukannya, tapi ingat hanya tuntutan peran, jangan pakai perasaan, eoh?” ucap Donghae melunak. “Arraso,” ucap Kibum tersenyum dan kembali ke dapur menyelesaikan pekerjaannya.

Setelah agak lama dia kembali menemui Donghae dengan makanan yang baru dia masak tadi. Donghae terlihat sedikit tidak suka dengan hasil masakan Kibum, “Wae? Hyung tidak suka?” tanya Kibum. Donghae mengangguk kecil, “Dagingnya gosong,” ucapnya sambil menunjuk daging yang ada di tangan kiri Kibum. “Hehe… mianhae, nanti aku janji akan belajar masak, eoh?” akhirnya Donghae mengangguk mendengar ucapan Kibum.

Hyung menginap di sini?” Donghae menggeleng kecil sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya. “Besok aku ada job, dan harus berangkat pagi,” lanjutnya dan kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kibum mengangguk, “Hyung, kau harus mengurangi dancemu, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita,” lanjut Kibum sambil mengusap perut Donghae, Donghae hanya mengangguk.

– isfa_id –

Kibum mengantar Donghae pulang, mereka berhenti di depan pintu dorm. “Aku pulang,” ujar Kibum sambil memberikan vitamin dan susu yang sempat mereka beli tadi kepada Donghae. Kibum berjongkong sedikit hingga wajahnya tepat berada di depan perut Donghae. “Sayang, appa pulang dulu, kamu jangan nakal, eoh? Jaga eommamu baik-baik,” ujarnya sambil mengusap perut Donghae lembut. Kibum berniat mencium perut rata Donghae hingga dia mendengar suara dua orang namja, hingga membuatnya membatalkan niatnya itu.

Kibum langsung berdiri, dan segera dua namja tadi sampai, “Oh… Kibum Hyung,” Kyuhyun langsung berlari mendekati Kibum dan Donghae, Kyuhyun segera memeluk Kibum erat, Donghae kesal. “Tumben ke sini?” tanya Leeteuk yang juga segera menghampiri mereka bertiga. “Ne Hyung, aku mengantar Donghae Hyung,” jawab Kibum. “Masuk dulu,” ajak Leeteuk sambil membukakan pintu. Kibum masih terlihat bingung dengan ajakan Leeteuk, tapi Kyuhyun segera menariknya masuk, dan itu membuat Donghae bertambah kesal.

Donghae langsung menutup pintu dengan keras, karena dia yang terakhir masuk. Kyuhyun segera memandang Donghae sambil memiringkan kepalanya tidak mengerti dengan tingkah Hyungnya itu. “Wah, boneka kelinci,” celetuk Sungmin yang ternyata ada di dalam. “Kau membelikan ini untukku?” tanyanya ke Donghae dan segera mengambil boneka kelinci itu dari pelukan Donghae. Donghae terlihat semakin kesal dan langsung menarik kembali boneka kelincinya dari tangan Sungmin.

Sungmin memajukan mulutnya, sebal dengan tingkah Donghae yang menurutnya begitu berubah total dari sebelum dia pergi tadi. Ya, Sungmin memang sudah berada di dorm bersama Donghae tadi sebelum Donghae memutuskan pergi ke apartementnya Kibum. “Kalian bertengkar?” tanya Sungmin ke Kibum, Kibum menggeleng sedangkan Donghae langsung masuk menuju kamarnya.

“Donghae kau sakit?” tanya Leeteuk saat melihat vitamin dan susu yang tadi sempat diletakan Donghae di meja, tentu saja susunya sudah tidak dengan kotaknya lagi karena Kibum dan Donghae tidak mau member lain tau soal kehamilan Donghae, itu pasti akan membuat gempar dorm Super Junior ini. “Ani,” jawab Donghae yang kembali keluar dari kamarnya, dan segera duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat Kibum dan Kyuhyun duduk.

Hyung, menginap di sini kan?” tanya Kyuhyun ke Kibum. “Kyuhyun benar, kau menginap di sini saja,” tambah Sungmin. Kibum menatap Leeteuk yang mengangguk mengiyakan perkataan Kyuhyun dan Sungmin. Donghae kembali memasang wajah kesalnya dan kembali masuk ke kamarnya. Kibum melihatnya, tapi yang lain tidak. Kibum tersenyum kepada yang lain dan bergegas menyusul Donghae ke kamar.

Hyung, waeyo?” tanya Kibum menghampiri Donghae. Donghae masih tidak bicara dan tetap memeluk erat boneka kelincinya, Kibum pun ikut diam. “Kau tidak usah menginap di sini!” ucap Donghae. “Wae?” tanya Kibum tidak mengerti. “Kalau kau menginap di sini, pasti kau akan tidur dengan Kyuhyun kan?” tanya Donghae sedikit kesal. “Oh… Hyung cemburu, eoh?” goda Kibum. “Arraso, aku akan tidur dengan Hyung nanti.” Lanjut Kibum yang mendapat senyuman dari Donghae.

Kibum beranjak keluar dari kamar Donghae, dan kembali berkumpul bersama Leeteuk, Sungmin dan Kyuhyun. Sedangkan Donghae masih tersenyum karena kata-kata Kibum tadi. Diusapnya perutnya, “Sayang, kau dengar tadi, malam ini kita akan tidur bersama appa, kau senang, eoh?” ujarnya sambil terus mengusap-usap perutnya yang masih rata itu.

– isfa_id –

Sekitar pukul delapan malam, semua member berkumpul karena semua kegiatan mereka sudah selesai. Mereka membicarakan semua hal yang terjadi hari ini, dan sesekali tertawa. Tapi tanpa disadari semua member, Donghae terlihat kesal dan hanya diam tanpa bicara sedikitpun. Dipandangnya Kibum yang sekarang sedang diapit oleh dua orang yang benar-benar membuatnya marah.

Kibum duduk di antara Siwon dan Kyuhyun, dan Siwon selalu saja merangkul pundak Kibum sambil terus tertawa. Sedangkan Kyuhyun sesekali memegang tangan Kibum saat dia sudah tidak bisa menahan tawanya karena kelakar dari Shindong dan Eunhyuk.

Donghae benar-benar kesal sekarang, “Kibum…” panggilnya. Kibum segera menoleh dan menyadari raut kesal Donghae, segera dilepaskannya kedua tangan namja yang sedang memeluknya sekarang dan bergegas mendekati Donghae. Kibum langsung merangkul Donghae dan tersenyum agar Donghae tidak benar-benar marah dengannya. Tapi Donghae masih terlihat kesal, Kibum mengusap-usap pundak Donghae lembut dan tetap tersenyum.

Ya! Donghae, kenapa kau diam saja dari tadi, dan ini apa? Boneka kelinci? Awawaw manisnya,” goda Eunhyuk sambil menarik boneka kelinci itu dari tangan Donghae. Donghae cemberut dan kembali menarik boneka kelincinya itu. “Eh…?” Eunhyuk memiringkan kepalanya melihat tingkah Donghae. Kibum terkekeh pelan, “Hyung, malam ini aku tidur dengan Donghae Hyung ya?”

“Terus aku tidur di mana?” tanya Eunhyuk, “Sudah, kau tidur denganku saja,” ucap Leeteuk yang sudah mendekati mereka, Eunhyuk mengangguk. “Tumben, biasanya kalau menginap di sini kau akan tidur dengan Kyuhyun,” lanjut Eunhyuk. Kibum tersenyum, “Tidak ada apa-apa, hanya ingin tidur dengan Donghae hyung saja malam ini.”

“Padahal ada yang ingin aku ceritakan dengan Hyung,” ucap Kyuhyun, Kibum menoleh ke Kyuhyun, “Oh ya sudah, kalau begitu malam ini…” belum selesai Kibum bicara, Donghae mencubit pingganggnya. “…Lain kali saja ya.” Lanjut Kibum sambil menatap Donghae yang lagi manyun.

Semua member sudah masuk ke kamar masing-masing, sekarang sudah jam sebelas, dan besok semua sudah harus berangkat pagi, jadi harus tidur lebih awal, begitupun dengan Donghae dan Kibum. Meskipun besok Kibum libur, tapi dia juga harus ikut tidur, karena Donghae bilang tidak mau tidur kalau dia juga belum tidur. Kibum memeluk Donghae yang sekarang sudah terlelap meski dengan boneka kelinci di tengah mereka, ‘Aish, kenapa aku cemburu denganmu,’ batinnya sambil menekan hidung boneka itu.

Sekitar jam dua malam Donghae terbangun, dilihatnya Kibum yang sudah terlelap sampil tetap memeluknya. “Kibum…” panggilnya sambil menepuk pipi Kibum lembut, “Kibum…” panggilnya lagi karena Kibum belum juga bangun, “Kibum…” panggilnya lagi. “Hmm…” akhirnya Kibum bangun juga, “Wae?” tanyanya sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.

“Aku lapar,” jawab Donghae. “Lapar?” tanya Kibum dan Donghae mengangguk. “Changkaman, aku ambilkan makanan dulu,” Kibum bergegas keluar kamar, “Aku mau makan daging,” ucap Donghae saat Kibum baru membuka pintu kamar mereka. ‘Daging, apa di sini ada?’ batinnya. Dia berjalan menuju dapur dan membuka kulkas, ‘Ah… tidak ada.’

Kibum kembali ke kamar, “Tidak ada daging Hyung, makan yang lain saja ya, di kulkas ada ramen, makan itu saja ya?” Donghae menggeleng mantap mendengar ucapan Kibum. “Aku mau makan daging,” ujarnya. “Tapi di kulkas tidak ada daging, yang lain saja ya, buah mau?” bujuk Kibum. “Aku mau makan daging!” jawab Donghae lagi. “Makan dagingnya besok saja ya, besok aku belikan,” Kibum mencoba membujuknya lagi. “Aku tidak mau, aku mau dagingnya sekarang,” Donghae tetap ngotot.

Kibum diam, mana mungkin dia keluar malam-malam begini untuk membeli daging. “AKU LAPAR KIBUM.” Tiba-tiba Donghae berteriak karena Kibum hanya diam. Bergegas Kibum menutup mulut Donghae dengan tangannya, “Hyung jangan berteriak, nanti yang lain bangun,” ujarnya. “Aku lapar…” ucap Donghae pelan.

‘Klek’ tiba-tiba pintu terbuka, Leeteuk masuk ke kamar mereka karena mendengar teriakan Donghae tadi, “Wae? Kenapa Donghae berteriak?” tanya Leeteuk, “Aku lapar Hyung,” jawab Donghae. “Ya sudah, makan saja, di kulkas masih ada makanan,” ucap Leeteuk. “Tapi aku mau makan daging,” jawab Donghae lagi. “Eh…?” Leeteuk memiringkan kepalanya.

“Hehe… sudah Hyung, Hyung kembali saja ke kamar, biar aku yang membujuknya.” Jelas Kibum dan segera mendorong Leeteuk kembali ke kamarnya.

Kibum kembali ke kamar Donghae dan melihat Donghae masih duduk di tempat tidurnya. “Hyung…” panggil Kibum, “Aku lapar…” ucap Donghae, ‘Apa tidak ada yang bisa dia katakan selain lapar?’ sungut Kibum. “Aku mau makan daging…” lanjut Donghae, ‘Apa tidak ada yang ingin dia makan selain daging?’ sungut Kibum lagi. “AKU…” Kibum segera menutup mulut Donghae saat Donghae sudah akan berteriak lagi.

Hyung makan yang lain dulu, besok baru aku belikan dagingnya, eoh?” Kibum kembali berusaha membujuk Donghae. “Aku belikan daging yang banyak untuk Hyung besok, eoh?” bujuknya lagi. Akhirnya Donghae mengangguk juga. Kibum segera menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk Donghae. Donghae menunggu sabar di meja makan sambil bermain dengan boneka kelincinya, ‘Aish, rasanya mau aku buang boneka itu,’ batin Kibum.

Kibum langsung membawakan makanan ke meja makan, dan Donghae langsung melahapnya, Kibum terkekeh melihatnya. “Kenyang…” ujar Donghae setelah menghabiskan makanannya, segera Kibum membereskan meja makan, dan kembali lagi mendekati Donghae setelah selesai. Diusapnya pelan perut Donghae, “Ternyata anak kita nakal ya,” godanya. “Hmm… sama seperti appanya,” jawab Donghae santai, Kibum tertawa.

– isfa_id –

“Hoek…” Kibum terbangun mendengar suara yang menurutnya sedikit mengganggu pagi-pagi begini, ‘Dia sudah bangun?’ ujarnya saat melihat Donghae sudah tidak ada. “Hoek…” sekali lagi Kibum mendengar suara itu, ‘Dari kamar mandi?’ batinnya. Dia keluar dan menuju kamar mandi, dilihatnya Donghae keluar dari kamar mandi dipapah Ryeowook. “Hyung, gwencana?” tanyanya dan membantu memapah Donghae kembali ke kamar.

Gwencana,” jawab Donghae, setelah berbaring. “Sepertinya kau demam,” ujar Yesung yang juga ikut masuk ke kamar Donghae, “Lebih baik kau istirahat saja,” lanjutnya. “Tapi kan hari ini…” Donghae tidak jadi melanjutkan kata-katanya karena Yesung sudah melotot.

“Kibum, apa kau bisa menjaga Donghae hari ini?” tanya Leeteuk yang juga sudah ikut masuk ke kamar Donghae. “Ne Hyung, hari ini aku libur.” Jawab Kibum yang mendapat senyuman dari member lain.

Semua member sudah pergi, Kibum kembali ke kamar, “Hyung, gwencana?” kembali dia bertanya. “Gwencana, aku dengar ibu hamil juga mengalami hal seperti ini, namanya morning…” Donghae menghentikan kata-katanya mencoba berpikir, “Ah… aku lupa namanya,” lanjutnya nyengir, Kibum terkekeh melihat wajah lucu Donghae.

“Aku lapar…” ucap Donghae, ‘Lapar lagi?’ Kibum mulai bersungut ria. “Ah… daging,” ucapnya ingat dengan janjinya tadi malam. “Aku mau eskrim,” potong Donghae, waktu Kibum ingin keluar membeli daging. “Eh…?” Kibum menatap Donghae bingung, ‘Apa itu artinya dia akan merengek minta eskrim seharian ini, sama seperti kemarin merengek minta daging?’ Donghae manyun karena Kibum masih berdiri diam di depan pintu.

“Kibum, eskrim,” Kibum terlonjak kaget, “Arra Arra, Hyung tunggu di sini ya.” Kibum bergegas berlari ke mini market yang tidak jauh dari dorm. “Ah… aku lupa, dia mau eskrim apa?” Akhirnya Kibum memutuskan membeli eskrim dengan berbagai rasa daripada bingung, lagipula handphonenya ketinggalan.

Kibum kembali ke dorm, tapi dilihatnya Donghae sedang tertidur di sofa ruang tengah, dia berjalan ke kamar dan mengambil selimut, dan bergegas ke dapur untuk menyimpan eskrim yang dia beli tadi ke kulkas, tapi tiba-tiba ada yang membuka pintu. “Oh Hyung,” ucap Kibum saat melihat Siwon yang masuk. “Kau masih di sini?” tanya Siwon sedikit kaget melihat Kibum masih ada di dorm. “Ne, aku mau menjaga Donghae Hyung,” jawabnya.

“Ada apa dengan Donghae?” Kibum menggeleng menjawab pertanyaan Siwon. Siwon berjalan mendekati Kibum, “Kenapa kamu membeli eskrim sebanyak ini?” tanyanya sambil menunjuk eskrim yang sedang dipegang Kibum, “Oh… tadi Donghae Hyung ingin makan eskrim, tapi dia malah tidur,” jelas Kibum, Siwon mengangguk.

Hyung kenapa ke sini? Yang lain sedang ada job, memangnya Hyung libur hari ini?” Kibum mencoba mencari tau alasan Hyungnya itu, karena tadi malam memang Siwon tidak menginap di dorm.”Hari ini aku libur, tadi ku pikir yang lain juga belum pergi, makanya ke sini,” jelasnya sambil tersenyum ke Kibum yang sedang menyusun eskrim di dalam freezer.

“Tapi kebetulan kamu ada di sini, ada yang ingin aku bicarakan,” lanjutnya. “Ye? Apa Hyung?” tanya Kibum sedikit bingung, Siwon langsung menarik tangan Kibum menuju ruang tengah, tapi dilihatnya Donghae sedang tertidur pulas di sana, kembali Siwon menarik tangan Kibum, tapi kali ini menuju kamar. “Hyung, apa yang ingin Hyung bicarakan?” tanya Kibum saat sudah duduk di tepi tempat tidur. Siwon tidak bicara apa-apa hanya menatap Kibum lekat-lekat. “Hyung waeyo?” tanya Kibum lagi.

Kibum membelalakan matanya saat tiba-tiba Siwon mencium bibirnya. Siwon melumat bibir Kibum penuh hasrat, ‘Hangat,’ pikir Kibum, tapi tiba-tiba dia sadar dan segera mendorong tubuh Siwon menjauhinya. “Hyung, apa yang kau lakukan?”

Mianhae, sebaiknya aku… pergi…” ucap Siwon terbata dan segera meninggalkan Kibum yang masih membatu di dalam kamar. Didengarnya pintu tertutup, ‘Sepertinya dia sudah pergi,’ batin Kibum. Beranjak dia keluar dari kamar dan dilihatnya Donghae sudah bangun, “Siapa yang ke sini tadi?” tanya Donghae yang ternyata terbangun karena suara pintu tadi. “Oh… itu… Siwon Hyung,” jawab Kibum gugup. “Waeyo? Apa ada masalah?” tanya Donghae melihat kegugupan Kibum.

Ani… oh… itu… tadi aku sudah beli eskrimnya, Hyung mau memakannya sekarang?” tanya Kibum masih sedikit gugup, Donghae mengangguk. Kibum bergegas menuju dapur dan mengambil eskrim, “Hyung mau rasa apa?” tanyanya sambil melihat eskrim eskrim yang dia beli tadi. “Memangnya kamu beli berapa banyak?” tanya Donghae bingung. “Aku bingung Hyung mau rasa apa, jadi aku beli semuanya,” jawab Kibum sedikit berteriak. “Coklat,” jawab Donghae juga sedikit berteriak.

– isfa_id –

Kibum memutuskan untuk menginap lagi di dorm malam ini, karena tadi Donghae bilang kepalanya sedikit pusing, itu membuatnya khawatir, lagi pula besok dia syuting agak siang, jadi tidak ada masalah.

Masih sedikit sore, sekitar jam tujuh. Beberapa member baru pulang, dan Donghae sedang tertidur pulas di kamarnya ditemani Kibum yang juga ikut tertidur, karena dia merasa sedikit lelah menghadapi kemanjaan Donghae hari ini. Tiba-tiba Donghae terbangun, “Kibum…” panggilnya, Kibum masih tidur dengan pulasnya. “Kibum…” dia coba memanggilnya lagi, “Hmm… Hyung, biarkan aku tidur kali ini aku lelah,” jawab Kibum dan menggeser posisi tidurnya.

“Kibum…” kembali Donghae memanggilnya, tapi kali ini dengan nada suara yang sangat pelan, “Kibum…” panggilnya lagi, dan suaranya semakin pelan. Akhirnya Kibum bangun “Wae? Bolehkah aku tidur sebentar Hyung? Kalau Hyung mau makan eskrim ada di kulkas, Hyung bisa ambil sendiri, eoh?” ujar Kibum sambil melihat Donghae yang sedang menundukan kepalanya. ‘Oh, sepertinya aku salah bicara,’ batinnya.

Perlahan Donghae mengangkat kepalanya, matanya berair, “Kibum… perutku sakit…” ucap Donghae sambil meremas-remas perutnya. “Sakit… di mana…?” Kibum terlihat panik, “Perutku…” jawab Donghae pelan, Kibum melihat wajah Donghae yang pucat sambil menggigit bibir bawahnya menahan sakit.

Bergegas Kibum menggendong Donghae di pundaknya, “Hyung tahan, kita ke rumah sakit sekarang,” ujarnya sedikit khawatir. Kibum berlari keluar kamar, Eunhyuk yang kebetulan sudah pulang berlari mendekatinya. “Waeyo? Donghae kenapa?” tanyanya. “Perutnya sakit, aku mau mengantarnya ke rumah sakit,” jelas Kibum. Donghae masih menggigit bibir bawahnya menahan sakit, sambil mempererat pelukan di leher Kibum.

Ya! Hyung jangan peluk aku sekeras itu, aku tidak bisa bernafas,” sungut Kibum, tapi Donghae tidak mengindahkan perkataan Kibum, dia tetap sibuk menahan sakitnya, “Sakit…” desahnya. Kibum bergegas berlari menuju pintu diikuti Eunhyuk yang membantunya membuka pintu, “Biar aku antar,” ujar Eunhyuk. “Eh…?” Kibum kaget, “Tidak usah Hyung, Hyung juga baru pulang pasti lelah,” tolak Kibum tapi dengan nada lembut. Bagaimana mungkin dia membiarkan Eunhyuk ikut, mereka mau ke dokter kandungan, karena Kibum yakin sakit perut Donghae ini menyangkut kehamilannya.

Eunhyuk mengangguk, meski sebenarnya dia sangat khawatir melihat wajah Donghae yang sangat pucat, dia takut? Ya, dia takut. Takut terjadi apa-apa dengan orang yang dia cintai. “Kibum… sakit…” kembali Donghae mendesah, “Hyung kami pergi,” ucap Kibum dan bergegas meninggalkan Eunhyuk.

Eunhyuk masuk kembali ke dorm dengan perasaan sedikit cemas, ‘Semoga Donghae tidak apa-apa,’ batinya. “Donghae kenapa Hyung?” tanya Ryeowook yang baru saja keluar dari kamarnya. “Molla, tapi sepertinya dia benar-benar kesakitan tadi,” jawab Eunhyuk masih dengan raut kecemasannya. “Kita tunggu saja kabar dari Kibum, eoh?” ujar Ryeowook lembut membuat Eunhyuk sedikit tenang.

– isfa_id –

Di rumah sakit. Kibum berjalan sambil memapah Donghae, Donghae sudah terlihat sedikit tenang, jadi Kibum tidak perlu menggendongnya untuk masuk. Mereka berdiri sejenak menatap pintu yang ada di depan mereka, ada sedikit rasa ragu. Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan mereka.

“Masuk saja, kalian tenang saja, aku tidak akan pingsan lagi,” ucap seorang dokter yang ternyata, ya, dr. Shin yang mereka temui waktu itu. Mereka masuk dan segera dr. Shin memeriksa keadaan Donghae. Tidak terlalu lama, sekarang mereka bertiga sedang duduk berhadapan di meja kerja sang dokter. Dokter itu tersenyum, sepertinya dia sudah benar-benar tidak shock lagi.

“Kau tau kau hebat,” ucap dokter itu sambil memandang Kibum. “Ye?” ucap Kibum tidak mengerti. “Ne, kau hebat karena bisa menghamili seorang namja,” goda dr. Shin yang diikuti dengan tawanya. Donghae menunduk sedikit malu, sedangkan Kibum masih heran dengan reaksi dr. Shin yang berbeda 180 derajat dari waktu pertama kali dia tau kalau Donghae hamil. Dia masih sangat ingat wajah pucat sang dokter yang pingsan waktu itu.

dr. Shin, masih muda, dan lumayan tampan, ‘Ternyata dia suka bercanda,’ batin Kibum. “Jadi bagaimana dokter?” tanya Kibum serius, dokter itu segera menghentikan tawanya. “Tidak ada apa-apa, dia baik-baik saja, kandungannya juga baik-baik saja,” jelas dr. Shin. “Kandungannya memang masih lemah, jadi sedikit sakit itu wajar, karena itu kau harus lebih memperhatikan istrimu ini,” lanjut sang dokter. Kibum terdiam mendengar kata-kata terakhir dokter itu.

“Benarkan? Dia istrimu, di mana-mana yang hamil itu istri,” kembali dr. Shin menggoda mereka, Kibum hanya tersenyum kecut, dan Donghae masih tetap tertunduk malu. “Tapi apa karena terlalu banyak makan dokter? Soalnya sekarang dia suka sekali makan, sedikit-sedikit lapar,” tanya Kibum yang diikuti cubitan dari Donghae di pinggangnya. “Haha… Tidak ada hubungannya dengan itu, ibu hamil memang sering begitu, karena sekarang dia makan untuk dua orang sekaligus,” jelas dokter itu lagi.

– isfa_id –

Kibum menggendong Donghae yang sedang tertidur di punggungnya, ditekannya bel, dan segera seseorang membukakan pintu. “Donghae tidak apa-apa?” tanya Leeteuk, yang diikuti anggukan Kibum. Dia melihat semua member sudah berkumpul. Kibum masuk dan bergegas menuju kamar, dibaringkannya tubuh Donghae dan ditariknya selimut hingga menutupi tubuh Donghae. Kibum keluar dan melihat wajah semua member yang khawatir, “Donghae Hyung baik-baik saja, kalian tidak usah khawatir,” jelas Kibum.

Eunhyuk bergegas masuk ke kamar Donghae, dan melihat Donghae yang sedang terlelap. Diusapnya perlahan wajah pucat Donghae, ‘Kau tidak apa-apa kan?’ batinnya. Tiba-tiba Donghae terbangun, “Oh, Eunhyuk…” ucapnya lemah. Eunhyuk tersenyum, “Gwencana?” tanyanya, yang mendapat anggukan dan senyuman dari Donghae. “Kibum mana?” tanya Donghae, “Eh…?” ucap Eunhyuk bingung, ‘Kenapa dia menanyakan Kibum, padahal aku ada di sini,’ batinnya.

“Aku di sini Hyung,” ucap Kibum dan langsung menghampirinya. Donghae bergegas memeluk Kibum saat Kibum sudah duduk di sampingnya. “Gwencana, aku tidak akan kemana-mana,” ujar Kibum sambil membalas pelukan Donghae. Eunhyuk merasa sedikit terpukul melihat apa yang terjadi di depannya sekarang, ‘Ah, apa yang aku pikirkan?’ batinnya dan melangkah meninggalkan mereka berdua. Tapi dia sedikit terkejut melihat Siwon berdiri mematung di depan pintu. “Wae?” tanya Eunhyuk, “Oh, Ani,” jawab Siwon dan beranjak pergi.

– isfa_id –

Hari ini kembali Kibum hanya tinggal berdua dengan Donghae di dorm karena Leeteuk bilang Donghae masih harus istirahat. Tapi Kibum sedikit bingung karena dia harus syuting hari ini, “Aku ikut kamu saja ke lokasi syuting,” ucap Donghae pagi tadi saat Kibum bicara dengan Leeteuk. Tapi dia sedikit khawatir, bukan karena Donghae yang masih sakit, ya, sudah jelas sekarang Donghae sudah membaik, apalagi dia memang tidak apa-apa seperti yang dikatakan dr. Shin kemarin malam. Yang jadi masalah adalah mengenai adegan kissing yang akan dia lakukan hari ini.

Tapi mau apalagi, akhirnya mereka pergi ke lokasi syuting Kibum, “Hyung yakin mau membawa itu?” tunjuk Kibum ke boneka kelinci yang sedang dipeluk Donghae, “Hm…” jawab Donghae seraya mengangguk. Sekitar setengah jam mereka sampai di lokasi syuting, Donghae melihat Yoona yang sudah bersiap untuk pengambilan gambar.

Hyung tunggu di sini saja ya,” ucap Kibum sambil merapatkan jaket yang dikenakan Donghae, Donghae mengangguk dan duduk di sebuah kursi yang ada di sana. Segera seorang penata rias mendekati Kibum dan memakaikan make up. “Oke, syuting akan segera dimulai, sudah siap kan?” ucap salah seorang kru. “Hyung tunggu di sini ya,” ucap Kibum.

Donghae tersenyum melihat Kibum yang sedang berakting di depannya saat ini, diusapnya perutnya, “Sayang lihat, itu appa,” ucapnya pelan, karena tidak mau orang lain mendengarnya. “Cut…” terdengar suara sang sutradara. ‘Oh, sudah selesai,’ batin Donghae. “Oke, bersiap-siap dulu, lima belas menit lagi kita lanjutkan,” sambung sang sutradara.

‘Oh tidak, berarti sesudah ini adegan itu…’ pikir Kibum, dia bergegas mendekati Donghae. “Hyung, di sini dingin, tunggu di mobil saja, eoh?” rayunya. “Aniya, kau takut aku marah, eoh? Tenang saja, tidak apa-apa,” jawab Donghae dengan nada yang sangat meyakinkan. Kibum masih terlihat tidak percaya, tapi Donghae terus tersenyum membuat Kibum mencoba percaya dengan kata-katanya.

“Syuting akan dimulai lagi,” ujar seorang kru mendekati Kibum, Kibum mengangguk dan mengusap lembut kepala Donghae.

Donghae memperhatikan dengan jelas adegan yang terjadi di depan matanya sekarang. Perlahan Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, hingga akhirnya bibir mereka bertemu. Kibum melumat lembut bibir Yoona sambil terus menekan kepala Yoona agar memperdalam ciuman mereka, dijelajahinya setiap sudut bibir Yoona, dan Yoona membalasnya. “Cut… bagus…” terdengar kembali suara sang sutradara, “Kita lanjutkan besok,” lanjutnya.

Kibum menundukan kepalanya ke semua kru yang ada di sana dan bergegas mendekati Donghae. Dilihatnya Donghae sedang meremas-remas boneka kelinci dalam pelukkannya. “Ayo Hyung kita pulang,” ujarnya tapi tidak mendapatkan tanggapan apa-apa dari Donghae, “Wae?” tanya Kibum heran. “Dasar Kau!”

‘Plak!’ Donghae memukul kepala Kibum berkali-kali dengan boneka kelinci yang ada di tangannya sekarang. “Ya! Hyung, kenapa memukulku?” Kibum benar-benar tidak mengerti. “Dasar kau…” ucap Donghae dan terus memukul Kibum. “Ada apa dengan mereka?” Kibum dapat mendengar suara beberapa kru yang sedikit heran dengan apa yang terjadi sekarang.

Kibum segera menarik Donghae menuju mobilnya, dan segera dipaksanya Donghae untuk masuk mobil. Di dalam mobil Donghae tetap saja memukul kepala Kibum, “Ya! Kenapa kau menciumnya, dasar bodoh, ku bunuh kau sekarang,” sungut Donghae sambil terus memukul Kibum. “Ya! Tadi Hyung bilang aku boleh melakukannya,” jawab Kibum sambil menutup kepalanya dengan kedua tangannya. “Dasar bodoh, idiot, tidak berperasaan,” lanjut Donghae lagi.

YA!” Donghae langsung berhenti memukul Kibum karena Kibum tiba-tiba berteriak. Donghae langsung sedikit menciut melihat tatapan tajam Kibum dan memeluk boneka kelincinya erat-erat. Tanpa basa basi Kibum langsung melumat bibir Donghae, dijelajahinya setiap sudut bibir Donghae, dihisapnya bibir atas dan bawah Donghae bergantian, ditekannya kepala Donghae untuk memperdalam ciuman mereka. Perlahan Kibum melepaskan ciuman mereka, Donghae langsung tertunduk dan memeluk boneka kelincinya dengan lebih erat, mukanya merah, “Kau curang,” ucap Donghae lemah, Kibum terkekeh kecil mendengarnya.

‘Tok tok’ tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya, Kibum menurunkan kaca mobilnya, “Oh, Yoona,”

Annyeong Oppa,” sapa Yoona kepada Donghae, ‘Kenapa dia baru menyapaku sekarang, kenapa tidak tadi?’ batin Donghae, diapun tersenyum “Annyeong,” jawabnya pelan. “Kibum, apa kita bisa bicara?” tannya Yoona, “Oh ne, waktu itu kau bilang ada yang ingin kau bicarakan, baiklah, Hyung tunggu sebentar ya,” ujar Kibum dan bergegas keluar dari mobil.

Donghae melihat mereka berdua dari kaca spion, ‘Apa yang sedang mereka bicarakan?’ batinnya.

Mianhae Yoona, aku memang menyukaimu tapi hanya sebatas teman, tidak lebih,” ucap Kibum setelah mendengar apa yang dikatakan Yoona. “Aku bisa menunggu, bukankah awalnya memang selalu dimulai dari pertemanan,” ucap Yoona. “Tapi aku benar-benar tidak bisa, ada seseorang yang sudah aku cintai, dan aku tidak mungkin meninggalkannya,” jelas Kibum lagi. “Nugu? Apa aku mengenalnya?” tanya Yoona.

Kibum tersenyum, diusapnya pelan kepala Yoona, “Aku yakin akan ada namja yang lebih baik dari aku, dan yang pasti mencintaimu,” ujar Kibum lembut. “Sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, eoh? Kalau begitu aku pulang dulu, tidak enak dengan Donghae Hyung sudah menunggu lama,” lanjut Kibum dan bergegas meninggalkan Yoona.

“Kibum…” tiba-tiba Yoona memanggilnya lagi, Kibum menoleh. “Jaga Donghae oppa baik-baik,” ucap Yoona sambil tersenyum. Kibum pun tersenyum. Ya, Yoona tau siapa yang Kibum maksud, dan dia sudah lama tau itu, dia hanya ingin meyakinkan dengan mengungkapkan perasaannya ke Kibum hari ini. Walaupun sedikit menyakitkan, tapi yang penting dia sudah tau jawabannya.

Kibum bergegas masuk ke dalam mobil, dilihatnya Donghae sedang tertidur, ‘Apa tidak ada yang bisa dia kerjakan selain makan dan tidur?’ Kibum kembali bersungut ria. “Dan kamu…” ucap Kibum sambil mengambil boneka kelinci dari pelukan Donghae, ‘Ah, sudahlah, lagipula ini hanya boneka,’ batinnya dan langsung melempar boneka kelinci itu ke jok belakang.

Donghae sedikit bergerak karena dia merasa tidurnya terganggu. Kibum segera membelai lembut wajah Donghae agar dia kembali terlelap. ‘Saranghae…’ Kibum mengecup kening Donghae lembut.

– T.B.C –

Advertisements

17 thoughts on “To be a Parents

  1. Klo semua namja dibumi seperti donghae
    banyak Perempuan bakal jd perawan Tua..hahahha
    Tidakkj
    aku tak mauu

    Kak..
    aku ganti email Commnt..
    wordpress aku rusak..
    bisa ingat dari username kn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s