Posted in KiHae Couple

To be a Parents – END


Tittle : To be a Parents / 2

Genre : Romance / Humor (?)

Author : isfa_id

Rating : T (?) / M (?) sebenernya aku bingung ni FF masuk rated yang mana, tentuin sendiri aja ya… XD

Main Cast : KiHae

Other : SiHyuk / KyuMin / YeWook / SuJu Member

– isfa_id –

 

Kibum bergegas masuk ke dalam mobil, dilihatnya Donghae sedang tertidur, ‘Apa tidak ada yang bisa dia kerjakan selain makan dan tidur?’ Kibum kembali bersungut ria. “Dan kamu…” ucap Kibum sambil mengambil boneka kelinci dari pelukan Donghae, ‘Ah, sudahlah, lagipula ini hanya boneka,’ batinnya dan langsung melempar boneka kelinci itu ke jok belakang.

Donghae sedikit bergerak karena dia merasa tidurnya terganggu. Kibum segera membelai lembut wajah Donghae agar dia kembali terlelap. ‘Saranghae…’ Kibum mengecup kening Donghae lembut.

– isfa_id –

Kibum meggendong tubuh Donghae yang sedang tertidur di punggungnya menyusuri koridor apartement menuju dorm SuJu. “Kibum…” tiba-tiba Donghae memanggilnya. “Hyung, kau sudah bangun,” Kibum menghentikan langkahnya dan mencoba menurunkan tubuh Donghae. “Aku tidak mau turun!” ucap Donghae dan terus memeluk leher Kibum. Kibum bergerak sedikit untuk memperbaiki posisi Donghae dalam gendongannya dan kembali berjalan menuju dorm.

“Boneka kelinciku mana?” tanya Donghae setelah sadar dia sedang tidak memegangnya. “Ada di mobil, nanti aku ambilkan,” jawab Kibum. Sesampainya di depan pintu dorm Kibum segera menekan bel, tapi tidak ada yang membukakan pintu. Dicobanya membuka pintu tapi terkunci. “Hyung, mungkin yang lain belum pulang, jadi bagaimana?” tanya Kibum. Mereka tidak mungkin menunggu di depan dorm sampai member yang lain pulang. “Kita ke apartementku saja ya?” tawar Kibum. Donghae mengangguk pelan.

Hyung turun,” Kibum mencoba menurunkan Donghae dari gendongannya, tapi Donghae kembali mempererat pelukannya di leher Kibum. “Aku tidak mau turun,” ucap Donghae sedikit berbisik di telinga Kibum. Mau tidak mau Kibum kembali menggendong Donghae menuju tempat parkir. Setelah masuk ke mobil Donghae segera mengambil boneka kelinci yang ada di jok belakang. Dan Kibum segera melajukan mobil menuju apartementnya.

Setelah sampai Kibum segera membukakan pintu mobil untuk Donghae, “Ayo turun,” ujarnya saat Donghae masih saja duduk. Donghae menggeleng kecil sambil menatap Kibum dengan tatapan manjanya. “Arraso,” Kibum langsung berbalik dan berjongkok agar Donghae dapat naik ke punggungnya.

Kibum segera menurunkan Donghae ke sofa setelah masuk ke apartementnya. Segera dia menuju dapur dan mengambil sebotol air mineral dan menghabiskannya. “Hyung aku lelah, aku tidur dulu ya,” ucap Kibum menghampiri Donghae yang sedang asik mengobrol dengan boneka kelincinya. Donghae hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Kibum.

Kibum memiringkan kepalanya sedikit, ‘Apanya yang mirip aku?’ batinnya sambil melihat boneka kelinci di pelukan Donghae. ‘Aku jauh lebih tampan… ya iyalah itu hanya boneka, Kibum apa yang kau pikirkan?’ batin Kibum lagi sambil beranjak menuju kamar.

Sebelumnya dia menuju kamar mandi dan membersihkan wajahnya, dan kemudian mengganti pakaian dengan pakaian yang sedikit santai. Dibaringkannya segera tubuhnya, ‘Ah… punggungku sakit, kenapa dia bisa jadi seberat itu?’ batin Kibum sambil memijat-mijat punggungnya sendiri. Segera ditariknya selimut untuk menutupi badannya dan segera memejamkan matanya.

Baru saja Kibum mau mulai terlelap, Donghae tiba-tiba masuk dan menarik tangan Kibum. “Kibum, aku lapar,” ujarnya manja. “Hm… Hyung, aku lelah, Hyung lihat saja di kulkas ada apa, Hyung kan bisa masak sendiri, daging kemarin juga masih ada di freezer, aku mau tidur,” jawab Kibum tetap memejamkan matanya. Tapi Donghae terus menarik tangannya.

“Kibum, aku lapar, aku mau makan masakanmu,” lanjutnya dan tetap menarik-narik tangan Kibum. Kibum bangkit dari tidurnya. “Hyung, berhentilah bersikap manja seperti ini, aku benar-benar lelah, biarkan aku tidur, eoh?” ucap Kibum dan kembali membaringkan tubuhnya. ‘Plak…’ Donghae langsung memukul Kibum dengan bonekanya. “Kibum jahat, jahat,” ucapnya dan terus memukul Kibum.

YA! BERHENTI BERSIKAP SEPERTI ANAK KECIL, AKU LELAH,” tiba-tiba Kibum berteriak dan membenamkan kepalanya ke bantal tanpa memperhatikan wajah Donghae yang tiba-tiba berubah sedih. Donghae melempar boneka kelincinya tepat di kepala Kibum. “AISH,” sungut Kibum dan melempar boneka kelinci itu ke lantai.

Donghae segera meninggalkan Kibum dan membanting pintu kamarnya sekuat tenaga. Kibum membalik posisi tidurnya dan melihat pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat. ‘Dia marah?’ tapi Kibum tidak berniat menyusul Donghae dan tetap memutuskan untuk tidur.

Kurang lebih satu jam, Kibum terbangun dari tidurnya. Dilangkahkannya kakinya pelan keluar dari kamar, terlihat Donghae duduk di sofa sambil memeluk kakinya yang sedang ditekuk dan membenamkan wajahnya di atas kedua kakinya, ‘Apa dia seperti itu dari tadi?’. Kibum kembali ke kamarnya dan mengambil boneka kelinci yang tergeletak di lantai.

Hyung… kau marah?” tanya Kibum pelan dan meletakkan boneka kelinci Donghae di atas meja. Donghae tidak bersuara. “Hyung lapar? Mau aku masakan apa?” tanya Kibum lagi dengan lebih lembut dan membelai rambut Donghae. Donghae masih tidak menjawab. “Mianhaeyo, aku tidak bermaksud membentak Hyung tadi,” jelas Kibum.

Hening…

“Apa kau benar-benar lelah?” Donghae bersuara tapi tidak mengangkat wajahnya. Kibum diam. “Jadi kau benar-benar lelah? Kau lelah menjagaku? Lelah dengan sikap manjaku? Lelah dengan sifat kekanak-kanakanku? JADI KAU LELAH DENGANKU?” teriak Donghae tiba-tiba dan mengangkat wajahnya. Dia menangis, dan Kibum kembali hanya diam.

– isfa_id –

Donghae sedang duduk sambil menghadap tv di dorm, berkali-kali dia menekan remote mengganti channel tv, tapi tidak ada yang menarik. Tiba-tiba terlihat Sungmin keluar dari kamarnya diikuti Kyuhyun, “Ya! Dengarkan aku dulu, aku bukan bermaksud begitu,” terdengar suara Kyuhyun yang sedikit memelas, ‘Mereka bertengkar?’ batin Donghae. Sungmin terus menghindar dari Kyuhyun dan keluar dari dorm, “Ya! Minnie,” ucap Kyuhyun dan ikut keluar dari dorm.

‘Eh…? Apa aku tidak salah dengar tadi, Kyuhyun memanggilnya Minnie?’ batin Donghae, dia memegangi perutnya, ‘Aku sedang mengandung anaknya, dan dia masih memanggilku hyung? Dan kemarin dia membentakku, KIBUM, KU BUNUH KAU…’ teriak Donghae dalam hati sambil melempar remote yang sedari tadi digenggamnya.

“Auw…” tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tidak lain adalah Ryeowook yang sedang menuju ke arah Donghae, kepalanya terkena remote yang dilempar Donghae tadi. Ryeowook mengusap keningnya sendiri dan Yesung segera mendekatinya, “Wookie, gwenchana?” tanyanya. ‘Mwo? Wookie? Bukankah mereka baru jadian satu bulan yang lalu? KIM KIBUM AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU!’ kembali Donghae berteriak dalam hati.

Gwenchana Hyung,” jawab Ryeowook sambil tersenyum. Yesung menarik tangan Ryeowook yang sedari tadi memegangi keningnya sendiri, “Apanya yang baik-baik saja, merah seperti ini,” ucap Yesung dan langsung menatap tajam ke arah Donghae, “Mwo?” sungut Donghae ditatap Yesung seperti itu. “Sudahlah Hyung, Donghae hyung juga tidak sengaja,” ucap Ryeowook menenangkan Yesung.

Donghae tetap duduk tenang seolah tidak terjadi apa-apa, dipeluknya boneka kelincinya erat-erat, ‘Kibum… aku benar-benar akan membunuhmu,’ rutuknya dalam hati, karena cemburu dengan panggilan yang diberikan Kyuhyun dan Yesung pada pacar mereka.

Yesung segera menarik Ryeowook dan mendudukannya di sofa di sebelah Donghae, “Kau tunggu di sini,” ucap Yesung dan Ryeowook mengangguk. Tidak lama Yesung kembali dengan kotak P3K yang baru saja diambilnya, dioleskannya salep di kening Ryeowook yang tadi terkena remote dan kemudian dipasangkan plester. “Sudah,” ucap Yesung sambil mencium kening Ryeowook tepat di tempat yang terluka tadi. ‘Aish, apa-apaan mereka ini?’ kembali Donghae bersungut.

Pintu dorm terbuka dan terlihat Kyuhyun dan Sungmin masuk, sepertinya mereka sudah berbaikan, ‘Apa yang dilakukan Kyuhyun sampai Sungmin hyung mau memaafkannya?’ tanya Donghae dalam hati. “Minnie,” panggil Kyuhyun sambil memeluk Sungmin dari belakang. “YA! Bisakah kalian menjauh dariku?” ucap Donghae sedikit berteriak, dia benar-benar cemburu sekarang.

Yang lain memandangi Donghae aneh, “Ya! Hyung, kau kenapa?” tanya Kyuhyun, Donghae tidak menjawabnya dan berjalan menuju kamarnya. Kembali mereka berempat memandang Donghae dengan aneh. “Aish, dasar orang aneh, dia bahkan tidak meminta maaf kepada Wookieku,” rutuk Yesung.

– isfa_id –

Donghae berbaring di kamarnya, “Donghae-ya,” tiba-tiba Eunhyuk memanggilnya, Donghae menatap Eunhyuk sesaat, “Jangan panggil aku seperti itu,” ucapnya dan membenamkan kepalanya ke bantal, “Wae? Aku suka memanggilmu seperti itu, Donghae-ya,” jawab Eunhyuk sambil tertawa kecil, “Aish, sudah ku bilang jangan panggil aku seperti itu,” rutuk Donghae dan langsung memukul kepala Eunhyuk dengan bonekanya.

Refleks Eunhyuk menarik boneka kelinci itu, dan… “Ah… Lee Hyuk Jae, bonekaku rusak,” rajuk Donghae karena tangan bonekanya sedikit tertarik oleh Eunhyuk tadi. “Mianhae, aku tidak sengaja, sini biar aku perbaiki,” ucap Eunhyuk seraya mengambil boneka dari tangan Donghae, tapi Donghae kembali menariknya. “Kau akan lebih merusaknya nanti,” sungutnya dan keluar dari kamar.

Donghae kembali ke ruang tv dan menjatuhkan tubuhnya di sofa, dia memajukan mulutnya kesal, “Bonekaku,” ucapnya pelan. Shindong melihat raut wajah Donghae yang menurutnya cukup sedih, “Donghae kenapa?” tanyanya ke Sungmin, “Ye?” ucap sungmin sedikit kaget karena dia sedang menyiapkan makan siang bersama Ryeowook di dapur.

Shindong menunjuk ke arah Donghae yang sedang duduk sendirian di sofa tetap dengan memeluk boneka kelincinya. Sungmin dan Ryeowook langsung mengarahkan pandangannya ke Donghae, mereka berdua mengangkat pundaknya tanda tidak tau. Lalu mereka melihat Eunhyuk mendekati Donghae, “Donghae-ya, mianhae, aku benar-benar tidak sengaja, sini biar aku perbaiki,” ucap Eunhyuk mencoba mengambil boneka kelinci dari pelukan Donghae.

Donghae memeluk boneka kelincinya lebih erat, “Aniya, nanti biar Kibum saja yang memperbaikinya,” jawab Donghae, “Dan sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu,” lanjutnya tanpa memandang sedikitpun ke arah Eunhyuk. Eunhyuk segera meninggalkan Donghae dan berjalan menuju dapur, “Kibum lagi, kenapa selalu Kibum?” rutuk Eunhyuk sambil membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral. “Waeyo?” tanya yang lain, “Ani,” jawab Eunhyuk singkat dan langsung meninggalkan mereka.

– isfa_id –

Agak sore sekitar jam lima Kibum datang ke dorm, dia baru saja selesai syuting, tapi dia mau menyelesaikan masalahnya dengan Donghae, dia benar-benar tidak bermaksud membentaknya kemarin, ‘Ah, pasti dia masih marah,’ batinnya saat berada di depan pintu dorm. Dia baru akan menekan bel tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundaknya. Dia menoleh, “Hyung,” ucapnya saat melihat Siwon sudah ada di sebelahnya.

“Sekarang kau sering sekali ke sini,” ucap Siwon, Kibum hanya tersenyum kecil dan menjauhkan tangan Siwon dari pundaknya. Dia sebenarnya masih sedikit takut karena kejadian saat Siwon menciumnya waktu itu. “Mianhae, aku tau kau marah karena waktu itu, aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba aku melakukannya,” jelas Siwon, “Ne Hyung, lebih baik kita lupakan saja, anggap tidak terjadi apa-apa,” ucap Kibum sedikit tersenyum.

“Kenapa ke sini?” tanya Siwon kemudian, “Oh… mau menemui Donghae Hyung,” jawab Kibum santai, ‘Donghae hyung lagi, kenapa selalu Donghae hyung?’ batin Siwon. Kibum segera menekan bel tidak memperdulikan apa yang sedang dipikirkan Siwon sekarang. Ryeowook segera membuka pintu dan mereka berduapun masuk. ‘Kibum…’ batin Donghae ceria saat melihat Kibum masuk tapi mukanya langsung berubah kesal saat Siwon ikut masuk.

‘Kenapa mereka bisa datang berdua? Apa mereka tadi pergi bersama?’ batin Donghae, dia selalu cemburu bila Kibum dekat dengan Siwon, karena dia sangat tau Siwon menyukai Kibum. Donghae segera pergi menuju kamarnya, ‘Ah, sepertinya dia masih marah,’ batin Kibum dan segera menyusul Donghae. “Hyung, kau masih marah, eoh?” tanya Kibum dan duduk di sebelah Donghae yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya. Donghae hanya diam, “Sayang, lihat eommamu marah, appa bingung harus melakukan apa?” ucap Kibum sambil mengelus lembut perut Donghae.

Donghae menyodorkan boneka kelincinya ke depan muka Kibum, “Hm…” Kibum menatap Donghae tidak mengerti. “Ini…” ucap Donghae karena Kibum hanya diam, Kibum meraih boneka kelinci itu, diperhatikannya, “Oh, sobek,” ucapnya setelah melihat sobekan di tangan boneka kelinci Donghae. Bergegas Kibum meminjam jarum dan benang ke Sungmin dan memperbaiki boneka kelinci itu.

Setelah selesai diberikannya lagi ke Donghae, Donghae terlihat senang, “Hadiah untukku mana?” goda Kibum sambil memonyongkan bibirnya di depan muka Donghae. Segera Donghae memukul kepala Kibum, “Aku masih marah,” ucap Donghae sedikit kesal. “Benarkah? Bagaimana kalau begini?” ucap Kibum dan langsung mendorong tubuh Donghae sehingga Donghae terbaring di tempat tidurnya dan segera Kibum menindihnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Donghae pelan, “Sedang memandangi wajah kekasihku dari dekat, ah… bukan, tapi calon eomma dari anakku,” jawab Kibum dengan senyum manisnya. Kembali Donghae memukul kepala Kibum, “Auw, sakit,” ucap Kibum dan segera bangkit dari tubuh Donghae, “Kenapa Hyung suka sekali memukulku?” tanyanya sambil mengusap kepalanya sendiri. “Bisakah kau berhenti memanggilku Hyung?” tanya Donghae dengan nada suara yang masih kesal.

Kibum memandangi wajah Donghae kurang mengerti, “Aku sedang mengandung anakmu, dan kamu masih memanggilku hyung, aku tidak suka, Kyuhyun saja memanggil Sungmin hyung dengan Minnie, dan Yesung Hyung memanggil Ryeowook dengan Wookie, padahal mereka baru jadian satu bulan yang lalu, tapi aku…” ucap Donghae panjang lebar.

Kibum terkekeh mendengarnya, “Hahaha… jadi gara-gara itu Hyung marah, bukankah panggilan Hyung lebih romantis, aku akan tetap memanggilmu Hyung,” jawab Kibum sambil mengusap kepala Donghae, Donghae manyun. “Baiklah, kalau tidak mau aku panggil Hyung lagi kamu harus jadi istriku,” ucap Kibum lembut, Donghae membelalakan matanya mendengar ucapan Kibum tadi, ‘Istri?’ batinnya.

– isfa_id –

Donghae meminta libur beberapa hari, meski awalnya sempat ditolak tapi akhirnya dia berhasil mendapat izin, semua member bertanya kenapa dia harus meminta libur tapi Donghae hanya menjawabnya dengan senyuman.

– isfa_id –

Mokpo, rumah Donghae.

YA! Dasar anak tidak tau diri, apa yang sudah kau lakukan dengan anak laki-lakiku?” nyonya Lee marah besar setelah Kibum selesai menjelaskan semuanya. Nyonya Lee terus memukul kepala Kibum, sedangkan Kibum menutup kepalanya dengan kedua tangannya. “Ahjumma, aku benar-benar minta maaf, berilah restumu untuk kami, eoh?” ucap Kibum memasang tampang manisnya di depan nyonya Lee dan sedikit nyengir.

“Aish, kau masih bisa-bisanya tertawa di saat seperti ini, anak nakal,” lanjut nyonya Lee dan terus memukuli Kibum. “Dasar anak nakal, bisa-bisanya kau membuat anak laki-lakiku hamil,” lanjut nyonya Lee dan tetap memukuli kepala Kibum. “Eomma…” Donghae bergegas memeluk Kibum, “Jangan pukul lagi,” lanjutnya.

“Aish, kau ini sama saja, kenapa kau bisa membiarkan dia menghamilimu, eoh?” Donghae hanya diam mendengar pertanyaan eommanya. “Ahjumma, restui kami. Aku janji akan menjaga Donghae dengan baik, eoh?” Kibum memecah keheningan. “Aish, kau…” kembali nyonya Lee akan memukul Kibum, tapi Donghae langsung memeluk Kibum erat. “Jangan pukul lagi Eomma,” ujarnya sambil menatap eommanya dengan puppy eyesnya.

“Ah… kepalaku,” desah nyonya Lee dan segera duduk di sofa, “Ah… kepalaku,” ulangnya terus memijat kepalanya sendiri. Kibum dan Donghae langsung mengapit nyonya Lee, Kibum di sebelah kiri dan Donghae di sebelah kanannya. Donghae meraih tangan eommanya dan meletakkannya di perut ratanya. Nyonya Lee langsung mengusap lembut perut Donghae dan menatap Donghae dengan penuh sayang.

Eomma, saranghae…” tiba-tiba Kibum bicara sambil memeluk tangan kiri nyonya Lee. “Aish, apa yang kau lakukan anak nakal?” ucap nyonya Lee langsung menarik tangannya dari pelukan Kibum. “Eomma…” Kibum menggoda nyonya Lee, “Eomma…” godanya lagi dengan lebih manja. “Diam!” bentak nyonya Lee.

Eomma…” kali ini Donghae yang memanggil eommanya dengan manja. “Aish, kalian berdua ini,” kesal nyonya Lee langsung menarik kepala Donghae dan Kibum, hingga kepala mereka beradu. “AUW…” teriak Kibum dan Donghae. “Sakit…” ujar mereka berdua bersamaan. “Dasar anak nakal,” ujar nyonya Lee langsung memeluk Donghae erat.

Eomma… aku juga mau dipeluk,” celetuk Kibum. Dengan segera nyonya Lee memukul kembali kepala Kibum, tetapi kemudian memeluknya erat. “Kau harus menjaga anak dan cucuku baik-baik, ARRASO?” ujar nyonya Lee tegas, dan Kibum mengangguk mantap mengiyakan.

– isfa_id –

Esoknya, Seol, rumah orang tua Kibum.

YA! Anak kurang ajar, apa yang sudah kau lakukan dengan anak laki-laki orang lain, bisa-bisanya kau menghamilinya. Anak kurang ajar,” nyonya Kim terus memukul kepala Kibum sama persis dengan apa yang dilakukan nyonya Lee kamarin. Donghae hanya bisa tertunduk diam melihat semua itu, sedangkan Kibum terus berusaha melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. “Eomma… sakit,” ucapnya pelan.

“Salahmu sendiri, kenapa kau melakukan itu, dengan… Donghae,” jawab nonya Kim yang menyebut nama Donghae sedikit pelan. “Ah… kepalaku, kenapa anakku bisa sampai melakukan ini?” ucap nyonya Kim terus memukuli Kibum.

Tuan Kim yang sedari tadi hanya diam dan memelototi Donghae akhirnya beranjak pergi. Tapi ternyata tuan Kim mengambil sebuah kayu yang lumayan panjang, dan nyonya Kim melihat itu. “Omo! Yeobo apa yang akan kau lakukan, jangan lakukan itu pada anak kita,” ucap nyonya Kim langsung menghentikan pukulannya terhadap Kibum, dan sekarang malah memeluknya erat.

Chagiya, jangan halangi aku, aku akan membunuhnya sekarang juga, bisa-bisanya dia membuat seorang namja hamil,” kesal tuan Kim. “Yeobo jangan,” jawab nyonya Kim lebih mempererat pelukannya pada Kibum. “Chagiya, cepat menjauh!” perintah tuan Kim kepada istrinya dan bersiap-siap memukul Kibum.

Ahjussi…” tiba-tiba Donghae memanggil tuan Kim, tuan Kim segera menghentikan niatnya dan menoleh ke arah Donghae. Terlihat Donghae masih tetap menunduk, Donghae kembali diam dan itu membuat tuan Kim kembali berniat memukul Kibum. Tapi tiba-tiba ‘Bruk’ Donghae pingsan.

Omo! Dia pingsan,” kaget nyonya Kim. Kibum langsung berlari mendekati Donghae, “Hyung…” Kibum mencoba menyadarkan Donghae, tapi Donghae masih tidak sadar. Akhirnya Kibum segera mengangkat tubuh Donghae ke dalam kamar dan membaringkannya di sana. Tidak lama nyonya Kim masuk dan membawa kompres. Diletakkannya kompres itu di kening Donghae.

“Kibum, appa mau bicara,” panggil tuan Kim, dan Kibum pun keluar dari kamar itu.

“Dasar anak nakal!” ucap tuan Kim seraya mengangkat tangannya untuk memukul Kibum, dan Kibum segera melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Tapi ternyata tuan Kim tidak jadi memukulnya. “Kenapa kau bisa melakukan itu? Apa kalian sering melakukannya?” tanya tuan Kim dan Kibum menggeleng menjawab pertannyaan appanya.

“Jadi, sudah berapa kali kalian melakukan itu?” tanya tuan Kim lagi. Kibum langsung mengangkat jari telunjuknya tanpa berani menatap appanya. “Mwo? Satu kali, dan Donghae sudah hamil?” kaget tuan Kim. Kibum mengangguk sambil tetap menunduk takut. “Aish, anak nakal,” rutuk tuan Kim lagi dan kembali berniat memukul Kibum, dan Kibum kembali mengangkat kedua tangannya untuk melindungi kepalanya.

“Kau harus menjaganya baik-baik, jangan sampai terjadi apapun dengan menantu dan cucuku, ARRASO?” ucap tuan Kim, “Kalau sampai terjadi apa-apa, kau yang akan ku bunuh,” lanjutnya. Kibum langsung tersenyum dan segera memeluk erat appanya. “Gomawoyo Appa,” ujar Kibum sambil mempererat pelukannya. Tuan Kim menepuk pelan pundak Kibum pertanda mengiyakan.

Kibum kembali ke kamar dan dilihatnya eommanya sedang mengganti kompres Donghae, “Eomma…” panggilnya. Nyonya Kim langsung menoleh dan sedikit tersenyum, “Apa dia memukulmu?” tanya nyonya Kim, Kibum tersenyum kecil dan menggeleng. “Eomma tidur saja, ini sudah malam, biar aku yang menjaganya,” ucap Kibum.

Nyonya Kim tersenyum, dan kemudian mengusap lembut perut Donghae, “Di sini ada cucuku, kau harus menjaganya baik-baik, arra?” ucap nyonya Kim, dan Kibum segera mengangguk.

– isfa_id –

Setelah mendapat restu dari orang tua mereka, merekapun melangsungkan pernikahan yang sangat sangat sederhana. Tidak ada yang tau kecuali keluarga mereka. Awalnya pendeta yang menikahkan mereka menolak untuk melakukannya, “Bagaimana mungkin aku menikahkan dua orang namja?” tolak pendeta itu. Tapi setelah dibujuk dengan berbagai rayuan manis dari semua keluarga mereka berdua akhirnya pendeta itupun setuju, dan resmilah Kibum dan Donghae menjadi suami istri.

– isfa_id –

Apartement Kibum.

Hyung…” Kibum memanggil Donghae. “Aish, berhenti memanggilku hyung, aku ini istrimu,” jawab Donghae sedikit kesal. “Arrachagiya…” goda Kibum membuat pipi Donghae merona merah. “Apa kau tidak ingin memberikan hadiah untuk suamimu ini?” tanya Kibum. “Apa?” Donghae balik bertanya. Segera Kibum menindih tubuh Donghae, Donghae terlihat sedikit kaget. “Dirimu…” jawab Kibum tersenyum.

Hening sejenak, Donghae menutup matanya mengerti dengan apa yang akan dilakukan Kibum. Kibum mengecup bibir Donghae berkali-kali, Donghae terlihat tersipu karena ulahnya itu, “Jangan mempermainkanku Kim Kibum,” ujarnya sambil menahan wajahnya agar tidak semakin memerah. “Ne, Kim Donghae,” goda Kibum.

Segera Kibum melumat lembut bibir pink Donghae, sedangkan Donghae melingkarkan kedua tangannya di leher Kibum seraya membalas ciuman lembut Kibum. Kibum menghisap bibir atas Donghae, dan sebaliknya Donghae menghisap bibir bawah Kibum. Donghae meremas rambut Kibum saat ciuman mereka semakin dalam.

Kibum menjilat lembut bibir bawah Donghae, meminta izin untuk memasukkan lidahnya. Donghae pun membuka mulutnya dan membiarkan Kibum bermain dengan lidahnya di sana. “Mmmppphhhhh……….” Donghae mendesah saat lidah mereka bertaut.

Perlahan Kibum melepaskan ciuman mereka karena kebutuhan oksigen. Dilihatnya Donghae yang berusaha mengatur nafasnya, begitupun dengan dia. Kibum membenamkan wajahnya di leher mulus Donghae setelah berhasil mengatur kembali nafasnya. Donghae terus meremas-remas rambut Kibum seraya menggerak-gerakkan kepalanya agar mempermudah Kibum menelusuri setiap inchi lehernya.

“Aaahhhhh………. Kibum,” desah Donghae pelan. Kibum semakin melumat leher Donghae penuh nafsu. Kibum menggerakkan tangannya membuka satu per satu kancing piyama Donghae sambil terus mencumbuinya. Dibelainya seluruh bagian tubuh Donghae setelah berhasil membuka piyama Donghae, diapun memberikan gigitan kecil di pundak Donghae dan menghisapnya.

Donghae mendorong tubuh Kibum, “Apa harus sekarang?” tanya Donghae. “Wae? Apa kau lelah?” Kibum balik bertanya. Donghae menggeleng, “Aku sedikit gugup,” jawab Donghae pelan dengan pipi yang semakin memerah. Kibum tersenyum mendengarnya dan kembali mencumbui leher Donghae. “Ahhh… Enghhh… Kibum,” desah Donghae dan kembali mendorong tubuh Kibum.

Wae?” tanya Kibum lagi karena dia harus menghentikan lagi kegiatannya. “Lakukan dengan pelan, aku sedang hamil,” jawab Donghae, Kibum mengangguk dan kembali membenamkan wajahnya di leher Donghae. “Enghhh… Kibum,” Donghae kembali mendesah dan kembali mendorong tubuh Kibum. “WAE?” Kibum terlihat kesal.

“Kenapa kau marah?” tanya Donghae cemberut. “Ne, mianhae,” ucap Kibum lembut karena tidak ingin Donghae marah, bisa-bisa dia tidak bisa mendapatkan hadiahnya malam ini. “Wae chagiya?” tanya Kibum lembut. “Tidak akan sakit kan?” Kibum mengangguk menjawab pertanyaan Donghae, “Aku akan bermain lembut,” jawabnya. Donghae mengangguk dan kembali Kibum menjelajahi leher Donghae dengan lidahnya.

“Ahhh… Enghhh…” desah Donghae, Kibum semakin bersemangat mencumbui leher istrinya itu. “Enghhh… Kibum,” Donghae kembali mendorong tubuh Kibum. “Hyung, kau bicara sekali lagi, ku buat Hyung tidak bisa berjalan berhari-hari!” ucap Kibum dengan nada bicara yang ditekan hingga membuat Donghae terdiam.

– isfa_id –

“Bummie,” panggil Donghae, “Hm…” jawab Kibum tetap fokus menyetir. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju dorm, libur Donghae sudah habis. “Berhenti,” ucap Donghae, Kibum menghentikan mobilnya, “Wae?” tanyanya lembut, “Aku mau itu,” jawab Donghae sambil menunjuk kue yang dijual di warung kecil yang ada di pinggir jalan.

Kibum tersenyum manis sambil mengusap kepala Donghae dan bergegas keluar dari mobil dan membelikan kue yang Donghae mau. Setelah selesai Kibum langsung kembali ke mobil dan menyerahkannya ke Donghae, Donghae terlihat sangat senang, ‘Istriku yang manja,’ batin Kibum. Tapi dia sangat senang dengan kemanjaan dari Donghae, ya… dia sangat menyukainya.

Kibum kembali melajukan mobilnya, tidak lama mereka sampai di dorm, “Aku masuk sendiri saja,” ucap Donghae waktu Kibum akan keluar dari mobil, “Kau yakin?” tanya Kibum, Donghae mangangguk, “Kau juga sudah telat, aku bisa masuk sendiri,” jawab Donghae. Donghae mendekatkan wajah mereka dan mengecup lembut pipi Kibum, meskipun akhirnya itu membuat wajahnya sedikit memerah.

Kibum tersenyum melihat Donghae, ‘Dia masih saja malu,’ batinnya. Kibum sedikit bergerak ke belakang mengambil boneka Donghae yang tadi diletakkannya di jok belakang, “Masuklah,” ucapnya lembut seraya memberikan boneka itu. Donghae mengangguk dan bergegas membuka pintu mobil, tapi tiba-tiba Kibum menariknya, “Wae?” tanyanya sedikit heran.

Waeyo?” tanya Donghae lagi karena Kibum hanya diam. Kibum sedikit menggeser duduknya dan merapatkan jaket yang dikenakan Donghae, “Aku pasti akan sangat merindukanmu beberapa bulan ini,” ucap Kibum. Donghae memang sangat sibuk menyiapkan konser bersama Super Junior dan menjadi bintang tamu di beberapa acara.

“Ah, kenapa istriku jauh lebih sibuk daripada aku,” lanjut Kibum, Donghae hanya diam sambil menatap Kibum. Kibum membelai lembut perut Donghae, “Sayang, kamu harus jaga eommamu baik-baik, eoh? Appa pasti akan sangat merindukan kalian,” ucap Kibum dan mencium lembut perut Donghae. “Masuklah,” lanjut Kibum dan menyentuh lembut pipi Donghae. Sekali lagi Donghae mencium lembut pipi Kibum dan segera keluar dari mobil.

Donghae melambaikan tangannya saat Kibum mulai melajukan mobilnya. Diusapnya lembut perutnya, “Sayang, kau pasti akan merindukan appa, eoh? Eomma juga,” ucapnya pelan dan segera melangkahkan kakinya menuju dorm.

Donghae berjalan memasuki dorm, ‘Sepi,’ batinnya, ‘Ah, mungkin semua sedang ada kegiatan, tapi kenapa pintunya tidak dikunci?’ lanjutnya. Donghae terus berjalan menuju kamarnya, dilihatnya seseorang tertidur di sana, tapi ternyata orang itu hanya berbaring, dan saat melihat Donghae dia langsung bangkit dan memeluk Donghae erat.

“Kenapa kau lama sekali, jeongmal bogoshipo,” ucap Eunhyuk dan memeluk Donghae dengan lebih erat. “Ya! Jangan peluk aku sekuat ini, aku tidak bisa bernafas Eunhyuk,” ucap Donghae sedikit terbatuk, Eunhyuk melepaskan pelukannya, “Mianhae, tapi aku benar-benar merindukanmu,” Donghae hanya tersenyum mendengarnya, “Aku lelah, aku mau tidur,” ucap Donghae kemudian.

Eunhyuk membiarkan Donghae terlelap di tempat tidur, diusapnya perlahan wajah mulus Donghae, ‘Aku benar-benar mencintaimu Donghae-ya,’ batinnya. Dia segera keluar dari kamar mereka dan menutup pintu kamar perlahan agar Donghae tidak terganggu.

Hyung, tadi Kibum hyung ke sini ya?” tanya Kyuhyun yang baru masuk ke dorm, Eunhyuk menggeleng, “Wae?” tanyanya. “Tadi sepertinya aku melihat mobil Kibum hyung,” jawab Kyuhyun dan segera menuju kamarnya. ‘Kibum? Kenapa Kibum ke sini? Tapi kenapa dia tidak masuk? Apa mereka berdua selama ini? Jadi Donghae meminta libur biar bisa bersama Kibum?’ Eunhyuk bertanya-tanya dalam hati.

– isfa_id –

Kibum sedang berada di lokasi syuting sekarang, tiba-tiba handphonenya bergetar, “Siwon Hyung?” ucap Kibum kurang yakin melihat nama yang tertera di handphonenya. “Yeoboseyo,” ucap Kibum saat mengangkat teleponnya. “Kibum, apa kau ada waktu hari ini? Ada yang ingin aku bicarakan,” ucap Siwon setelah mendengar suara Kibum.

“Aku sedang di lokasi syuting Hyung, dan mungkin selesainya agak malam, lain kali saja ya,” jawab Kibum lembut, “Aku ke lokasi syutingmu saja, bagaimana?” ucap Siwon seraya bertanya. “Memangnya tidak apa-apa? Hyung tidak ada kegiatan hari ini?” Kibum balik bertanya. “Ani,” jawab Siwon singkat, “Baiklah, aku tunggu,” ucap Kibum dan langsung menutup teleponnya.

Sekitar satu jam Siwon sampai di lokasi syuting Kibum, dia kembali menelepon Kibum, “Aku sudah sampai,” ucapnya saat Kibum mengangkat teleponnya. Dia menunggu sekitar lima belas menit di tempat parkir, “Hyung,” panggil Kibum sedikit berlari, “Mianhae, kau menunggu lama,” lanjut Kibum saat dia sudah di dekat Siwon.

Siwon tersenyum dan segera menggenggam tangan Kibum dan mengajaknya duduk di bangku yang ada di sana. “Apa yang mau Hyung bicarakan?” tanya Kibum sedikit penasaran. Siwon terdiam sejenak, “Ku rasa kamu sudah tau apa yang akan ku katakan,” ucap Siwon, Kibum memiringkan kepalanya sedikit dan memandang wajah Siwon penuh tanya, “Aku tidak tau Hyung,” ucap Kibum kemudian.

“Besok aku ke China, dan setelah selesai akan langsung ke Jepang,” ucap Siwon, Kibum semakin memandangi wajah Siwon lekat-lekat, “Oh… kalau itu aku sudah tau Hyung,” ya… Donghae sudah memberi tau semua jadwal mereka. Siwon kembali terdiam, “Hanya itu yang ingin Hyung katakan padaku?” tanya Kibum.

“Sebenarnya bukan itu yang ingin aku katakan,” jawab Siwon dengan nada suara sedikit lemah. “Jadi?” tanya Kibum penasaran, “Itu… sepertinya aku sudah tau jawabannya,” ucap Siwon dan kemudian kembali terdiam, “Jawaban? Jawaban apa Hyung? Memangnya aku pernah bertanya sesuatu kepada Hyung?” Kibum semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Siwon.

“Jawaban tentang mengapa aku menciummu waktu itu,” jawab Siwon lembut, “Ye?” Kibum terlihat sangat kaget, “Bukankah kita sudah sepakat untuk melupakannya Hyung?” ucap Kibum kemudian. “Tapi aku tidak bisa melupakannya Kibum, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, itulah jawabannya,” jawab Siwon membuat Kibum terbelalak. “Haha… sudahlah Hyung, jangan bercanda,” ucap Kibum seraya tertawa mendengar semua yang dikatakan Siwon.

“Aku serius Kibum, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, aku tidak tau sejak kapan, tapi sejak kejadian itu aku benar-benar sadar, aku mencintaimu Kim Kibum, saranghae,” jelas Siwon panjang lebar. Kibum tersenyum mendengarnya, dia masih menganggap Siwon bercanda. “Kau tersenyum? Apa itu berarti kau juga mencintaiku?” tanya Siwon. “Ye?” Kibum sedikit kaget.

Hyung sedang bercanda, dan sangat lucu, jadi mana mungkin aku tidak tersenyum Hyung,” jelas Kibum. “Kibum, aku sudah bilang aku tidak bercanda, aku serius, jadilah milikku?” ucap Siwon menanggapi perkataan Kibum. “Kau mau kan?” lanjut Siwon dan menggenggam erat tangan Kibum, Kibum tetap diam, bergegas Siwon menarik tubuh Kibum dan menciumnya.

Kibum bergegas mendorong tubuh Siwon menjauhinya, “Hyung, ini sama sekali tidak lucu,” ucap Kibum sedikit membentak, “Aku sudah bilang aku sedang tidak bercanda Kibum, aku mencintaimu, sungguh,” jawab Siwon dan mencoba menarik kembali tubuh Kibum, tapi Kibum segera mundur. “Aku harus pergi,” ucap Kibum dan langsung meninggalkan Siwon.

– isfa_id –

Bummie, sekarang aku sudah di China, aku baru sampai hotel, melelahkan, aku merindukanmu… istrimu tercinta,” Kibum terkekeh membaca pesan dari Donghae. Kibum segera menekan tombol panggil, “Yeoboseyo,” Kibum mendengar suara Donghae, “Kau merindukanku?” tanya Kibum dengan maksud menggoda Donghae, “Hm…” jawab Donghae singkat dengan nada manjanya.

Sudah cukup banyak yang mereka bicarakan, “Istirahatlah, bukankah tadi kau bilang lelah,” ucap Kibum lembut, “Jangan lupa minum vitaminmu, eoh?” lanjutnya yang diiyakan oleh Donghae. Kibum menutup teleponnya, tapi dilihatnya ada satu pesan masuk, dibukanya, “Kibum, aku sedang di China sekarang, mianhae soal kemarin, aku harap kau tidak marah,” Kibum segera melempar handphonenya ke tempat tidurnya.

– isfa_id –

Sudah hampir satu bulan Kibum dan Donghae tidak bertemu, Donghae masih sibuk dengan konser-konsernya bersama Super Junior, sedangkan Kibum sibuk dengan drama terbarunya. Dan selama itu juga Siwon terus mengganggunya dengan pesan yang menurut Kibum sangat tidak penting.

– isfa_id –

Hari ini Super Junior tampil di sebuah acara musik di Seol, mereka baru pulang dari Thailand kemarin, hari yang sangat melelahkan terlebih bagi Donghae. Mereka dipercaya membawakan tiga buah lagu, dan sekarang mereka baru menyelesaikan lagu yang kedua. Mereka sedang berkumpul di backstage untuk penampilang berikutnya, tiba-tiba Donghae merasa perutnya sakit.

Gwenchana?” tanya Eunhyuk yang menyadari raut wajah Donghae yang sedang menahan sakit. “Gwenchana,” jawab Donghae singkat. “Hyung, itu pasti karena Hyung terlalu sering makan, lihat saja  perutmu terlihat sedikit gemukan sekarang,” ujar Kyuhyun blak-blakan, Donghae hanya nyengir sambil mencoba menutupi rasa sakitnya.

Seorang kru memanggil mereka, sudah saatnya mereka tampil lagi, ‘Untung sekarang lagunya slow,’ batin Donghae, dia masih berusaha menahan sakit perutnya. Eunhyuk memperhatikan Donghae dengan seksama, dia tau Donghae sangat kesakitan, tapi tadi Donghae bilang dia tidak apa-apa jadi Eunhyuk tidak bisa melakukan apa-apa.

Mereka baru saja menyelesaikan pertunjukkannya, dan segera kembali ke backstage, tapi baru saja mereka turun dari panggung tiba-tiba Donghae pingsan. Eunhyuk langsung menghampirinya, dilihatnya wajah Donghae yang sangat pucat, semua member lain pun ikut mendekatinya dan terlihat sangat khawatir. “Donghae-ya… Donghae-ya…” panggil Eunhyuk cemas.

– isfa_id –

Donghae sedang terbaring di ranjang, di ruang pemeriksaan rumah sakit. Leeteuk, Yesung dan Ryeowook ada di dalam menunggu penjelasan dari dokter yang memeriksa Donghae. “Ini agak sulit,” ucap dokter itu setelah selesai memeriksa Donghae, “Memangnya ada apa dokter?” tanya Leeteuk khawatir. “Sepertinya ada sesuatu dalam perutnya, dan itu hidup,” jawab dokter itu sedikit bingung menjelaskannya.

“Hidup?” ulang Leeteuk yang sedikit tidak mengerti dengan penjelasan dokter itu. “Cacing…” celetuk Yesung tiba-tiba, Leeteuk dan Ryeowook bahkan dokter itupun langsung menatap Yesung tajam. “Wae? Ada yang salah?” tanya Yesung dengan muka polosnya, “Jangan buat aku menyesal telah memilih Hyung menjadi namjachinguku,” ucap Ryeowook dan bergegas keluar dari ruang pemeriksaan itu.

Yesung segera menyusul Ryeowook, “Ya! Wookie kau kenapa?” tanya Yesung tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ryeowook terlihat kesal padanya, member lain yang sedang menunggu di luar ruangan melihat mereka berdua, “Mereka berdua kenapa?” tanya Shindong, semua member mengangkat bahunya tanda tidak tau.

Di dalam ruangan, Leeteuk masih menunggu penjelasan sang dokter, hingga tiba-tiba seorang dokter masuk, “dr. Park aku perlu tanda tangan Anda,” ujar dokter itu. Dokter itu melihat Donghae yang sedang terbaring, “Donghae…” ucap dokter itu pelan. “dr. Shin, Anda mengenalnya?” tanya dr. Park, “Oh… bisa dibilang dia pasienku,” jawab dr. Shin singkat.

“Berarti kau bisa menjelaskan apa yang terjadi padanya,” ucap dr. Park sambil menunjuk Leeteuk, “Oh… kau siapanya?” tanya dr. Shin seraya mendekati Leeteuk, “Aku temannya,” jawab Leeteuk singkat, “Oh…” ucap dr. Shin mengerti, “Kibum mana?” tanya dr. Shin lagi, “Kibum?” ucap Leeteuk kurang yakin.

– isfa_id –

Kibum bergegas berlari menuju dorm, tadi Leeteuk meneleponnya dan mengatakan kalau Donghae pingsan. Bergegas dia membuka pintu, dilihatnya semua member ada di sana, tapi dia tidak terlalu memperdulikan. Kibum segera berlari ke kamar Donghae dan melihat Donghae yang sedang tertidur lelap dengan wajah pucat dan kompres di keningnya.

Kibum mendekati Donghae dan membelai lembut wajah Donghae, “Kibum, kita perlu bicara,” ucap Leeteuk. Bergegas Leeteuk berjalan ke ruang tengah dan Kibum mengikutinya. Kibum melihat semua wajah semua member satu per satu, “Hyung, memangnya apa yang mau kau bicarakan, sampai-sampai meminta Kibum juga datang ke sini?” tanya Siwon dan kemudian menatap Kibum. Kibum sedikit mengalihkan pandangannya ditatap Siwon seperti itu.

Kibum duduk berhadapan dengan semua member yang sekarang sedang mengelilingi Leeteuk. “Aku perlu penjelasan, ah bukan… kami perlu penjelasan,” ucap Leeteuk seraya menyerahkan secarik kertas ke Kibum. Kibum memperhatikan kertas itu dengan seksama, di situ tertulis jelas kalau Donghae sedang mengandung, dan usia kandungannya hampir empat bulan. Kibum menatap Leeteuk dan semua member satu per satu.

“Aku rasa tidak ada yang perlu aku jelaskan Hyung, bukankah di sini sudah jelas,” ucap Kibum dan memberikan lagi kertas itu ke Leeteuk. “Jadi ini benar?” tanya Leeteuk dengan tatapan tajamnya, Kibum mengangguk kecil. “Memangnya ada apa Hyung?” tanya Shindong dan segera menarik kertas yang ada di tangan Leeteuk, Shindong membelalakan matanya seketika, “MWO? Donghae hamil,” ujar Shindong sedikit berteriak.

Mwo?” ucap yang lain dan bergegas menarik kertas itu dari tangan Shindong. Siwon ikut menarik kertas itu dan membacanya begitu pula dengan Eunhyuk yang ada di sebelahnya. Eunhyuk dan Siwon saling bertatapan, “INI TIDAK MUNGKIN,” ucap mereka berdua bersamaan. “Kibum katakan ini bohong,” ucap Siwon yang mendapat anggukan dari Eunhyuk. “Itu benar,” jawab Kibum singkat.

“Jadi yang di perut Donghae itu bukan cacing ya?” Yesung kembali berceletuk ria. Ryeowook segera menatapnya tajam, “Hyung, aku minta putus,” ucap Ryeowook pelan, “Ye?” ucap Yesung kaget, “Memangnya kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Yesung dengan tatapannya yang sangat sangat polos. Yesung menggenggam tangan Ryeowook erat, tapi Ryeowook menariknya.

Di lain sisi, Kyuhyun tiba-tiba tersenyum aneh sambil menatap Sungmin, “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Sungmin sedikit takut. “Minnie,” panggil Kyuhyun sedikit genit, “Aish, ada apa denganmu?” tanya Sungmin dan bertambah takut, ‘Donghae Hyung bisa hamil, berarti Minnie ku pasti bisa juga,’ batinnya, “Minnie,” panggil Kyuhyun lagi dan mengedipkan matanya, “Ya! Berhenti menatapku seperti itu,” ucap Sungmin. “YA! BISAKAH KALIAN BEREMPAT DIAM!” bentak Leeteuk.

“Bummie,” tiba-tiba ada yang memanggil Kibum, Kibum segera menoleh dan melihat Donghae sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Bergegas Kibum mendekatinya, “Kenapa kau bangun? Kembalilah tidur,” ucap Kibum lembut sambil membelai wajah Donghae. Donghae menggeleng, “Aku mau pulang,” ucap Donghae, “Pulang?” ucap member lain bertambah bingung.

“Nanti kita pulang, sekarang kamu kembali ke kamar dulu, eoh? Masih ada yang harus aku bicarakan dengan yang lain,” ucap Kibum dan segera membawa Donghae kembali ke kamarnya. Kibum segera kembali berkumpul bersama member lain di ruang tengah, “Ada yang perlu kamu jelaskan?” tanya Leeteuk dan menatap Kibum semakin tajam, “Kami sudah menikah Hyung,” jawab Kibum sambil menundukkan kepalanya. “MWO?” ucap member lain bersamaan.

‘Bruk…’ semua member termasuk Kibum langsung menoleh ke asal suara, terlihat Siwon dan Eunhyuk terbaring di lantai, pingsan. “Apa mereka berdua mati?” Yesung kembali berceletuk, “Hyung, aku benar-benar minta putus,” ucap Ryeowook dan segera mengurung dirinya di kamar. Yesung menyusulnya dan mengetuk pintu kamar mereka, “Wookie, ada apa denganmu? Apa aku melakukan kesalahan, eoh?” tanya Yesung tetap dengan polosnya.

– isfa_id –

Kibum menggendong tubuh Donghae di punggungnya, “Bummie…” panggil Donghae, “Hm…” jawab Kibum singkat, “Sakit…” desah Donghae dan mempererat pelukannya di leher Kibum. “Tahan ya, sebentar lagi kita pulang,” ucap Kibum mencoba menenangkan.

“Bummie…” kembali Donghae memanggilnya, “Hm…” jawab Kibum lagi, “Tidak akan terjadi apa-apa kan dengan anak kita?” tanya Donghae dengan nada pelan dan khawatir, “Tidak akan terjadi apa-apa,” jawab Kibum kembali mencoba menenangkan.

“Bummie…” Donghae memanggilnya lagi, “Hm…” jawab Kibum lagi, “Aku mau tidur,” ucap Donghae sedikit berbisik di telinga Kibum, “Tidurlah,” ucap Kibum dan sedikit bergerak memperbaiki posisi Donghae dalam gendongannya.

Kibum segera memasukkan tubuh Donghae ke dalam mobil saat mereka sudah sampai di tempat parkir, Donghae tertidur dengan pulas, ‘Dia pasti sangat lelah,’ batin Kibum. Kibum baru saja akan masuk ke mobil, tiba-tiba ada yang memanggilnya. “Hyung…” Kibum menoleh dan ternyata Kyuhyun yang memanggilnya. Kyuhyun mendekati Kibum dan memberikan boneka kelinci Donghae yang tadi ketinggalan. “Gomawo,” ucap Kibum dan segera akan masuk lagi ke mobilnya.

Tapi tiba-tiba ada seorang lagi yang memanggilnya, “Hyung,” ucap Kibum saat Yesung sudah menghampirinya. “Kau harus menjaga Donghae dengan baik,” ucap Yesung, Kibum mengangguk dan segera berpamitan dengan mereka berdua.

Kyuhyun dan Yesung melihat mobil Kibum yang melaju meninggalkan dorm mereka. “Kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanya Yesung saat melihat senyuman Kyuhyun yang terkesan sedikit licik. “Hyung, apa kau memikirkan hal yang sama denanku?” tanya Kyuhyun membuat Yesung sedikit bingung. Kyuhyun berbisik di telinga Yesung, “Mwo? Kau jangan berpikir yang macam-macam Kyuhyun, bisa-bisa Sungmin membunuhmu,” ucap Yesung.

“Aish, mana mungkin Minnie membunuhku, dia pasti juga mau menjadi eomma dari anakku.” Jawab Kyuhyun dan kembali tersenyum dengan aura liciknya. “Hyung juga mau kan punya anak dari Ryeowook hyung?” tanya Kyuhyun dan segera berlari meninggalkan Yesung karena Yesung sudah melotot.

– isfa_id –

Kibum membaringkan tubuh Donghae di tempat tidurnya, bergegas ditariknya selimut untuk menutupi tubuh Donghae agar tidak kedinginan. Dia berjalan menuju dapur dan menyiapkan kompres untuk Donghae.

Kembali dia memasuki kamarnya dan memasangkan kompres di kening Donghae. “Sayang, kamu jangan nakal lagi, eoh? Lihat eommamu sedang sakit sekarang,” ucap Kibum sambil mengelus lembut perut Donghae. Kibum dapat merasakan perut Donghae yang mulai membuncit.

Tiba-tiba Donghae sedikit menggeliat dan terbangun, dipegangnya perutnya kuat. Kibum segera mengangkat tubuh Donghae dan memeluknya, “Gwenchana, aku ada di sini, semua akan baik-baik saja,” ucapnya dan memeluk Donghae dengan lebih erat, “Sakit Bummie,” ucap Donghae sedikit mendesah karena menahan rasa sakit.

Donghae sudah mulai tenang dan kembali tertidur lelap, Kibum mencium lembut kening Donghae dan segera berbaring di sampingnya. Kembali disentuhnya perut Donghae, “Apa kau marah dengan appa, eoh? Jangan nakal lagi, appa sekarang ada di sini.” ucap Kibum dan segera mencium lembut perut Donghae.

– isfa_id –

Siwon tersadar dari pingsannya dan begitu juga dengan Eunhyuk, mereka mengerjap-ngerjapkan mata mereka saat mereka saling berpandangan. “Ya! Kenapa kau…” Eunhyuk menghentikan kata-katanya dan mengedarkan pandangannya, “…di kamarku,” lanjutnya setelah sadar kalau sekarang mereka sedang berada di kamarnya.

Siwon terdiam sejenak, “Huwa… Kibumku…” ucapnya sedikit terisak, “Ini semua gara-gara Donghaemu,” lanjutnya sambil menatap Eunhyuk tajam. Eunhyuk menatap Siwon kurang mengerti, tapi tiba-tiba dia ingat apa yang terjadi sebelum mereka pingsan tadi, “Apa katamu? Ini semua gara-gara Kibummu,” ucap Eunhyuk tidak mau kalah.

Ya! Ini salah Donghaemu, Kibumku itu sangat polos,” bantah Siwon lagi, “Polos? Dia sudah membuat Donghaeku hamil,” Eunhyuk semakin ngotot, “YA! INI SALAH DONGHAEMU,” Siwon mulai berteriak, “MWO? INI SALAH KIBUMMU,” ucap Eunhyuk ikut berteriak dan segera melempar bantal ke muka Siwon. Itu membuat Siwon bertambah kesal, dan ikut melempar bantal ke muka Eunhyuk.

Mereka terus bertengkar di dalam kamar Eunhyuk sedangkan member lain sibuk menutup kepala mereka dengan bantal. “YA! BISAKAH KALIAN BERDUA DIAM,” teriak Shindong dari kamarnya, dan tentu saja tidak terdengar oleh Siwon dan Eunhyuk.

“Ini salah Donghaemu,” ucap Siwon dan terus memukul kepala Eunhyuk, “Salah Kibummu,” ucap Eunhyuk dan membalas memukul kepala Siwon. Mereka terus main pukul-pukulan dan main salah-salahan, hingga tiba-tiba mereka berdua terjatuh dengan posisi tubuh Siwon menindih tubuh Eunhyuk. Eunhyuk terdiam menatap wajah Siwon yang sangat dekat dengan wajahnya.

Hyung, kau mau memberikanku seorang anak?” ucap Siwon sedikit berbisik, sepertinya dia sudah benar-benar gila gara-gara memikirkan hal yang baru saja terjadi, Eunhyuk tetap diam mencoba mencerna ucapan Siwon. “MWO?” Eunhyuk berteriak setelah mengerti apa yang dikatakan Siwon, “ANIYA!

– isfa_id –

6 bulan kemudian.

Donghae menciumi malaikat kecil yang ada di gendongannya sekarang. Kibum duduk merangkul Donghae sambil menggenggam tangan mungil malaikat kecil mereka. Tuan Kim, nyonya Kim dan juga nyonya Lee terlihat bahagia dengan kelahiran cucu mereka. Tiba-tiba pintu ruang rawat Donghae terbuka, ya, mereka masih ada di rumah sakit sekarang.

Annyeong…” sapa Kyuhyun yang ternyata tidak datang sendiri. Dia bersama semua member termasuk Siwon dan Eunhyuk. Ah… mereka sudah bisa menerima keadaan. “Boleh aku menggendongnya?” tanya Leeteuk, Donghae segera mengangkat malaikat kecilnya itu dan memberikannya kepada Leeteuk. “Annyeong, ini Leeteuk hyung,” ujar Leeteuk, karena anak Kibum dan Donghae adalah namja.

“Aish, Hyung, anakku akan memanggilmu ahjussi nanti,” celetuk Kibum. “Mana boleh begitu, dia harus memanggilku hyung,” jawab Leeteuk sedikit ngotot. “Kihae… sini dengan appa,” ucap Kibum sambil mendekati Leeteuk dan menggendong malaikat kecilnya. “Annyeong ahjussi,” ucap Kibum sambil melambai-lambaikan tangan kecil Kihae. “Annyeong…” jawab semua member.

Sungmin segera mendekati Kibum dan menggenggam tangan kecil Kihae. “Minnie mau, kalau begitu nanti malam kita buat ya,” celetuk Kyuhyun tiba-tiba. Sungmin tersipu malu dan mencubit kecil pinggang Kyuhyun. “Sudah jangan bercanda lagi,” ujar Yesung sambil merangkul erat pinggang Ryeowook yang juga terlihat sangat senang dengan Kihae, entah bagaimana waktu itu Yesung membujuk Ryeowook agar mereka bisa berbaikan.

“Kalian juga mau kan?” goda Kyuhyun ke YeWook. Leeteuk segera mendekati Kibum yang sudah kembali ke ranjang dan membiarkan Donghae kembali menggendong malaikat kecil mereka. “Kihae… sebentar lagi kamu juga akan punya dongsaeng loh,” ujarnya sambil membelai lembut pipi Kihae. “Mwo?” Kibum dan Donghae kaget mendengarnya.

Eunhyuk tersenyum malu, karena dia tau siapa yang sedang dibicarakan. “Hyung?” tanya Kibum kurang yakin. Eunhyuk mengangguk sedikit malu, “Aku pikir satu-satunya namja yang bisa hamil hanya Donghae, ternyata Hyung juga,” ujar Kibum, “Tapi dengan siapa?” tanyanya.

Siwon segera terkekeh mendengar pertanyaan Kibum. “Mwo? Siwon?” semua member langsung tertawa pertanda mengiyakan. Segera Siwon memeluk erat Eunhyuk dari belakang.

‘Bruk…’ semua member segera menoleh ke asal suara termasuk orang tua Kibum dan Donghae. Apa yang mereka lihat? Mereka melihat seseorang jatuh di depan pintu, Kibum dan Donghae sangat mengenal siapa itu, dr. Shin. Mereka semua mendekatinya, kecuali Donghae yang masih duduk sambil menggendong Kihae di ranjangnya. “Dokter, Anda tidak apa-apa?” tanya Kibum. dr. Shin tidak menjawab dan memandangi Eunhyuk tanpa kedip.

Eunhyuk yang ditatap seperti itu menjadi bingung, dia menoleh ke arah member lain yang juga terlihat bingung. ‘Dia hamil, namja ini hamil,’ batin dr. Shin dan pingsan seketika.

– E.N.D –

Advertisements

16 thoughts on “To be a Parents – END

  1. Annyeong..Salam kenal Chingu,sumpah Isfa salah satu Author FF favorit saya khususnya Kihae couple,Daebak..keren,lucuu,Fress bgt FF nya,UpDate terus ya..

    1. annyeong… salam kenal juga ^^

      wah… makasih udah dijadiin author favorite, jadi malu, kkk~

      dan makasih juga ya udah mau baca dan comment ffku…

      oh ya… untuk ff ini ada sequelnya, bisa lihat di library ya…

      sekali lagi makasih ^^

  2. Wkwkwkwk sumpah koplak bnget eon.. Aku ga bisa berenti ketawa..
    XD

    Haduh cape #megang perut

    Yah kyu, yng dah punya niat duluan eh malah diselak ma siwon haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s