Posted in Uncategorized

Dream?


Tittle : Dream?

꿈 – kkum – mimpi

“Auw…” teriak seorang namja saat tubuhnya jatuh, dan kepalanya menyentuh jalan. Dia menyentuh dahinya dengan punggung tangannya, “Aish, luka,” sungutnya saat melihat darah menempel di punggung tangannya itu.

Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dia sedikit bingung, “Aku di mana?” ucapnya pelan dan tetap mengedarkan pandangannya melihat semua yang ada di hadapannya sekarang. “Hei ayolah, aku di mana sekarang?” ucapnya benar-benar bingung dengan semua yang dilihatnya sekarang.

Sekali lagi dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, “Hei serius, ini di mana?” ucapnya lagi dengan nada penuh rasa bingung dan sedikit takut. Dia mencoba mengingat apa yang sedang dia lakukan tadi sebelum dia tiba-tiba jatuh di tempat ini.

“Baiklah… bukankah tadi aku sedang bermain dengan adikku, dan dia mendorongku. Berarti seharusnya aku jatuh ke kolam, tapi ini, ini apa? Sama sekali tidak ada air di sini. Oh baiklah, sekarang aku benar-benar bingung,” namja itu terus bicara sendiri.

‘Tiiinnnnn….’ Tiba-tiba dia mendengar suara yang membuatnya kaget. Dia sedikit memicingkan mata kirinya saat sebuah cahaya menerpa matanya, ditutupnya matanya dengan telapak tangan kanannya hingga dia terbiasa dengan cahaya itu. ‘Benda apa ini? Kenapa bisa mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan?’ batinnya berucap penuh tanya.

“Hei, apa yang kau lakukan di tengah jalan seperti ini? Kau mau mati?” tiba-tiba seseorang keluar dari benda tersebut. “Cepat minggir,” lanjut orang itu.

Namja tadi bergegas berlari mendekatinya, “Hei bisa kau bantu aku, aku bingung aku sedang di mana sekarang, kau tau kota Kkum, bisa kau antar aku ke sana,” ucap namja itu antusias karena dia merasa orang itu bisa menolongnya.

“Aku tidak mengenalmu, untuk apa aku menolongmu, lagipula tadi kau bilang apa? Kota Kkum? Mana ada nama kota seperti itu di sini,” jawab orang itu, dan kembali masuk ke dalam benda yang masih belum diketahui namanya oleh namja itu, dan segera pergi.

Namja itu terdiam, “Dia tidak tau kota Kkum, dasar orang aneh,” sungutnya sedikit kesal karena tidak bisa mendapat bantuan dari orang tersebut.

Dia akhirnya memutuskan berjalan meskipun dia bingung harus ke mana, “Lurus saja,” ucapnya pelan.

Dia menghentikan langkahnya saat melihat sebuah bangunan yang sangat tinggi, “Rumah ini sangat besar,” dia mendongakan kepalanya hingga dapat melihat ujung bangunan itu, tapi sepertinya tidak bisa karena kegelapan malam menutupinya. “Juga sangat tinggi,” lanjutnya.

Dilihatnya seseorang keluar dari bangunan tersebut, “Oh, dia pasti bisa membantuku,” dia langsung berlari mendekatinya, “Maaf…” seketika kata-katanya terhenti saat melihat sosok yang ada di hadapannya sekarang. Dia memiringkan sedikit kepalanya ke kanan, ‘Namja yang manis,’ batinnya mengagumi sosok namja di depannya ini.

Namja yang dipandanginya hanya mengerjapkan matanya tidak mengerti, dia melepaskan kacamata yang sedang dipakainya, ditatapnya mata namja yang memanggilnya tadi lebih dalam, dan ikut memiringkan kepalanya sedikit ke kiri. Dia menggerak-gerakkan tangannya di hadapan namja itu, tapi namja itu tetap tidak bergeming.

‘Tok…’ dia memukul dahi namja itu lembut, “Oh… ah… maaf…” ucap namja itu terbata.

Namja yang dipandanginya tadi kembali memakai kacamatanya, dia tersenyum melihatnya. “Oh… itu… apa kau bisa membantuku?” lanjutnya lagi dengan masih sedikit terbata.

“Membantumu?” ucap namja berkacamata itu sedikit bingung, “Baiklah, kalau aku bisa aku akan membantumu,” lanjutnya sambil tersenyum.

‘Senyumnya sangat manis, wajahnya tampan, dan dia juga sangat baik, dia mau membantuku,’ batin namja itu. “Itu… aku tidak tau sekarang aku ada di mana, tapi aku ingin pulang. Apa kau tau bagaimana caranya aku pulang?” tanyanya.

“Bagaimana cara pulang?” tanya namja berkacamata itu heran, “Rumahmu di mana?” tanyanya lagi meski sedikit bingung, ‘Namja aneh,’ pikirnya.

“Aku juga tidak tau, aku bingung kenapa tiba-tiba aku ada di sini. Kau tau? Aku sedang bermain bersama adikku, dan dia mendorongku, tapi tiba-tiba aku terjatuh di sini, ini benar-benar aneh, aneh kan?” dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi.

Namja berkacamata itu terkekeh kecil melihat raut wajah namja itu saat mencoba menjelaskan apa yang terjadi. ‘Dia sangat lucu,’ itu yang dia pikirkan.

“Kau tau kota Kkum? Bisa kau antar aku ke sana?” ucap namja itu membuat namja berkacamata itu sedikit sadar dengan apa yang sedang dia pikirkan.

“Kota Kkum?” tanyanya meyakinkan dan namja itu mengangguk. “Kkum?” ulangnya lagi dan kembali namja itu mengangguk. “Kalau kau mau ke kota Kkum, kau harus tidur dulu, baru bisa ke sana,” ucapnya sambil mencoba untuk tidak tertawa, karena dia takut namja itu tersinggung.

“Tidur?” ucap namja itu sedikit bingung.

“Iya, tidur, baru kau bisa ke kota Kkum –mimpi–” jawab namja berkacamata itu, karena dia menganggap Kkum yang dimaksud namja itu adalah mimpi.

“Baiklah, aku pergi, cepat tidur,” lanjut namja berkacamata itu dan berlalu pergi meninggalkan namja yang sedang kebingungan dengan penjelasannya tadi.

“Tidur? Tapi aku harus tidur di mana? Memangnya kalau aku tidur aku bisa langsung pulang?” ucap namja itu bingung, “Ah…” dia berteriak sambil menggaruk belakang kepalanya sendiri, “AH…!” dia berteriak lebih keras.

Namja berkacamata tadi dapat mendengar teriakannya, dia hanya tersenyum, ‘Namja aneh,’ batinnya.

– isfa_id –

“Bummie, aku pulang.”

Namja berkacamata itu langsung meletakkan tasnya di sofa ruang tamunya setelah menutup pintu. Dia berjalan perlahan menuju sebuah kandang kecil di sudut ruang dekat kamarnya.

“Kau merindukanku?” ucapnya dengan nada seperti bertanya, seolah-olah yang ditanya akan mengerti dengan yang dia ucapkan.

Dia menggendong makhluk berbulu putih itu menuju dapur, “Aku haus,” ucap namja itu, sambil menyentuh hidung makhluk berbulu itu dengan hidungnya.

Setelah meneguk habis minumannya, namja itu mengambil sepotong wortel yang terletak di dekat kandang kecil makhluk berbulu putih yang sedang di dalam gendongannya saat ini, –kelincinya.

“Kau tau Bummie? Aku hari ini bertemu namja aneh, haha… dia benar-benar aneh,” ucapnya dan meletakkan kelinci itu di sampingnya yang sekarang sedang duduk di tepi tempat tidurnya.

Dia mengusap kepala kelincinya dan berjalan menuju kamar mandi. Dia masih tersenyum di dalam kamar mandi mengingat wajah namja yang ditemuinya malam ini, “Dia benar-benar aneh,” gumamnya.

– isfa_id –

“Tidur, tidur, tidur,” namja itu bergumam sendiri sambil terus menyusuri jalan, dia sendiri tidak tau dia sudah sampai di mana sekarang. “Tidur, tidur, tidur,” gumamnya lagi. “AH…!” kembali dia berteriak sambil menggaruk belakang kepalanya sendiri.

Tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sebuah rumah yang menurutnya sangat familiar, “Rumah? Aku sudah sampai rumah? Oh… aku pulang,” ucapnya benar-benar senang saat sudah berada di depan rumah yang dia anggap sebagai rumahnya.

Dia berlari menuju rumah tersebut sambil tersenyum lebar, tapi langkahnya terhenti saat melihat seseorang keluar dari rumah itu, “Oh…” ucapnya kurang percaya melihatnya.

“Kamu?” ucap namja yang baru keluar dari rumah itu, “Kau mengikutiku?” tanyanya kurang percaya karena melihat namja aneh ini di depan rumahnya.

“Kenapa kau di rumahku?” tanya namja itu heran, dan bergegas mau masuk ke rumah itu.

“Hei, Hei, apa yang kau lakukan?” namja pemilik rumah itu langsung menarik tangan namja yang akan masuk ke rumahnya. “Ini rumahku,” lanjutnya setelah berhasil menyeret namja itu menjauh dari rumahnya.

“Rumahmu?” ucapnya tidak percaya, dia mengelilingi pandangannya menatap rumah yang ada di depannya sekarang, ‘Ya, sedikit beda, tidak ada jendela di sana,’ batinnya saat melihat dinding sebelah kiri rumah itu, karena kalau rumahnya ada jendela di sana karena itu letak kamarnya.

“Oh, maaf, rumah kita mirip,” ucapnya pada namja yang masih tetap memegang tangannya erat, “Hm… bisakah kau lepaskan tanganku?” lanjutnya lagi.

Namja itu bergegas melepaskan tangannya, dan bergegas masuk ke rumahnya, dia tidak mau lama-lama berada berdua dengan namja aneh ini, padahal tadi dia berniat ke mini market dekat rumahnya untuk membeli mie instan, dia sangat lapar.

“Ah, bagaimana ini? Aku benar-benar tidak tau aku ada di mana sekarang? Apa yang harus aku lakukan? Dia sudah masuk, apa tidak masalah kalau aku mengetuk pintunya? Dia pasti tidak suka, dia pasti menganggapku tidak sopan,” dia bergumam sendiri di depan rumah itu.

Tiba-tiba lampu rumah itu mati, “Ah, dia pasti sudah mau tidur,” gumamnya lagi, “Jadi bagaimana?” kembali dia bergumam lagi.

Dia melihat bangku kecil yang ada di taman kecil di samping rumah itu, “Dia tidak akan marah kan kalau aku tidur di sini,” gumamnya lagi.

Namja itu langsung membaringkan tubuhnya di bangku itu, “Eomma… dingin…” desahnya saat udara malam yang dingin menerpa tubuhnya, “Aku juga lapar,” desahnya lagi. Dia terus mencoba untuk tidur sambil meniup tangannya untuk mendapatkan kehangatan.

Tanpa dia sadari seseorang dari dalam rumah itu memperthatikannya, ‘Siapa dia sebenarnya? Kenapa aku merasa pernah melihatnya?’

T.B.C

Haha, aku bingung sendiri baca ni FF, aku juga bingung nanti kelanjutannya gimana? Bagusnya siapa ya cast-nya? Aku juga bingung, *ni author apa2an sih dari tadi bingung mulu*

Advertisements

2 thoughts on “Dream?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s