Posted in Uncategorized

Dream? – 2


Tittle : Dream?

Cast : (?)

꿈 – kkum – mimpi

“Bummie, aku pergi, ah… aku sudah telat,” ucap seorang namja tinggi pada kelincinya.

Dia bergegas keluar rumah, mengambil tas yang tadi malam dia letakkan di sofa, dan memakai kacamatanya, itu membuatnya terlihat lebih tampan. Bayangkan, namja tinggi, tubuh tegap, dengan pakaian yang begitu rapi, dan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.

“Kenapa aku bisa bangun kesiangan?” desahnya sambil mengunci pintu dan bersiap pergi, bila saja dia tidak melihat siapa yang sedang berbaring di bangku di taman kecil rumahnya.

“Dia benar-benar tidur di sana tadi malam,” ujarnya pelan sambil memperhatikan punggung namja itu tanpa kedip, dilepasnya kacamatanya dan sedikit memiringkan kepalanya ke kiri tanda tidak mengerti dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang.

Dia mendongak sedikit melihat cahaya matahari yang sedikit menyilaukan, “Apa dia belum bangun? Matahari sudah seterik ini,” ujarnya lagi, “Ah… aku sudah telat,” dia bergegas berlari dan tidak lupa kembali memakai kacamatanya.

– isfa_id –

“Kenapa lama sekali?”

Namja tinggi itu tersenyum melihat sahabatnya. “Maaf, kau sudah lama menunggu?” tanyanya sambil mengatur nafasnya, karena dia berlari tadi.

“Sudahlah, ayo masuk,” jawab sahabatnya seraya menarik tangannya memasuki bis yang baru saja sampai.

Sekarang mereka sedang berada di sebuah resto, hanya sekedar makan, mengisi waktu luang mereka. Namja tinggi itu terlihat hanya diam sambil memutar gelas kopinya.

“Ada apa?” tanya sahabatnya seraya tersenyum kecil ke arahnya.

“Malam tadi dia tidak datang,” jawabnya singkat.

“Dia? Bummie?” tanya sahabatnya lagi.

“Hm…” jawabnya singkat.

“Kau benar-benar aneh, kenapa kau selalu memikirkan mimpi itu?” ucap sahabatnya heran karena dia selalu memikirkan mimpi yang selalu datang padanya setiap malam. Dan di mimpinya namja itu selalu datang, namja yang bernama Bummie. Dia sendiri bingung, kenapa selalu namja itu, bahkan dia sendiri tidak tau itu siapa.

“Entahlah, tapi rasanya sedikit aneh saat dia tidak datang ke mimpiku,” jawabnya pelan.

“Sudahlah, ayo sekarang kita pergi, katanya mau membeli makanan Bummie,” ucap sahabatnya setelah menyelesaikan makanannya. Namja itu menatap sahabatnya bingung.

“Hei, aku sedang membicarakan kelincimu,” lanjut sahabatnya saat melihat namja itu hanya diam. Namja itu tersenyum sedikit aneh karena dia sendiri bingung, kenapa dia bisa lupa dengan nama kelincinya sendiri.

Bummie, ya, kelincinya. Hampir setiap malam namja bernama Bummie datang ke mimpinya sehingga dia memberi nama kelincinya Bummie.

Bummie, yang selalu datang ke mimpinya adalah seorang namja yang manis, dengan senyuman yang sudah jelas semanis wajahnya. Dia sangat suka kelinci, karena itu namja tinggi itu membeli seekor kelinci dan memberinya nama Bummie.

Aneh, ya, aneh. Kenapa dia selalu ingin agar Bummie datang ke mimpinya, tapi tadi malam, dia tidak datang.

– isfa_id –

Namja tinggi itu berjalan menuju rumahnya setelah berpisah dengan sahabatnya di halte tadi. Dia mencari kunci di dalam kantong celananya, dan berniat membuka pintu rumahnya hingga tiba-tiba pandangannya tertuju kembali ke bangku di taman rumahnya.

Dia kembali memiringkan kepalanya ke kiri, “Dia masih ada di sana, apa yang dia lakukan? Dasar namja aneh,” hanya itu yang dapat dia katakan. Bagaimana tidak, tadi malam dia bertemu namja itu, dan perkataan namja itu benar-benar aneh, kota Kkum, namja tinggi itu tersenyum sinis.

Dan sekarang? Dia melihat namja itu masih berbaring di sana, tidak bergerak sedikitpun. Hei, dia sudah tidur terlalu lama, namja tinggi itu melihat jam yang melingkar di jarinya, jam tiga sore. Bisa kalian bayangkan betapa lamanya namja itu tidur, apalagi kalau bukan ‘aneh’ namanya.

Kembali namja itu tersenyum sinis dan membuka pintu rumahnya, tapi tiba-tiba dia menghentikan langkahnya untuk masuk dan kembali menoleh ke arah namja yang dia anggap aneh itu. “Jangan jangan…” namja tinggi itu langsung berlari mendekatinya.

Bergegas dia mengguncang tubuh namja yang sedang tertidur itu, tidak ada reaksi. “Hei…” ucapnya sedikit berteriak dan ada sedikit nada kepanikan dari ucapannya itu. Dibaliknya tubuh namja itu, terlihat wajahnya yang pucat, dia menyentuh dahinya, panas, “Dia demam,” desahnya.

“Aish, apa peduliku,” namja tinggi itu berjalan menjauhinya dan berniat kembali masuk ke dalam rumahnya. Tapi sepertinya egonya tidak sebesar itu, dia kembali mendekati namja yang sedang tertidur itu dan mengangkat tubuhnya, “Paling tidak malam ini saja,” ujarnya pelan.

– isfa_id –

“Hah…” namja itu menarik nafas sedikit panjang saat dia terbangun dari tidurnya. Dirasanya ada yang menempel di keningnya, handuk kompres. Segera dilepasnya dan dia juga segera duduk. Kembali disentuhnya keningnya, ada plester yang menempel, “Siapa yang mengobati lukaku?” tanyanya heran.

Dia mengedarkan pandangannya, “Ini di mana?” dia terus mengedarkan pandangan matanya untuk mencoba mengetahui dia sedang di mana, dan jelas saja dia tidak tau jawabannya.

Tiba-tiba seseorang muncul, “Kau sudah bangun,” ucap namja tinggi yang sudah dia kenal meski baru wajahnya.

“Kau? Jadi aku sedang ada di rumahmu,” ucap namja itu pada namja tinggi yang sekarang sudah duduk di sebelahnya. Ditatapnya wajah namja tinggi itu tanpa kedip, dia terlihat lebih tampan daripada tadi malam, ya paling tidak itu yang ada di pikirannya sekarang.

“Makanlah,” ucap namja tinggi itu sambil menyerahkan semangkuk bubur yang tadi dibawanya, “Mungkin tidak terlalu enak, aku tidak terlalu bisa masak, tapi paling tidak bisa mengganjal perutmu yang kosong, dari tadi malam kau belum makan kan?” lanjut namja tinggi itu lembut.

Dia segera mengambil mangkok bubur itu dan memakannya, “Enak…” ucapnya sambil tersenyum. Dia terus menyuapkan bubur itu ke dalam mulutnya, namja tinggi itu hanya tersenyum melihatnya dan kembali beranjak untuk mengambilkannya minum.

“Terima kasih,” ucap namja itu ke namja tinggi yang sekarang sudah kembali duduk di sampingnya. Namja tinggi itu tersenyum seraya memberikan minuman yang baru saja diambilnya.

‘Kenapa sepertinya aku pernah bertemu denganmu?’

“Maaf…” kata-kata itu mampu membuat namja tinggi itu sedikit tersadar dari lamunannya. Ditatapnya namja yang ada di sampingnya yang sedang mengerjapkan matanya, mungkin karena aneh melihat dia yang hanya diam dari tadi sambil menatapnya.

“Oh, maaf,” ucap namja tinggi itu dan memalingkan pandangannya. “Kau bisa tinggal di sini,” lanjutnya.

“Benarkah? Aku boleh tinggal di sini?” tanya namja itu kurang yakin.

“Hanya malam ini,” jawab namja tinggi itu singkat.

“Hm…” namja satunya menjawab dengan nada sangat ceria meski dengan jawaban yang sesingkat itu. Bagaimana tidak? Paling tidak malam ini dia tidak perlu kedinginan di luar sana.

“Maaf, aku merepotkanmu, padahal kita sama sekali belum kenal,” ucap namja itu pelan sambil mencoba menatap wajah namja tinggi itu yang sedang tertunduk.

“Oh, ya, Siwon, Choi Siwon,” ucap namja tinggi itu lembut sambil mengulurkan tangannya.

Namja itu tersenyum kecil sambil membalas uluran tangan namja tinggi itu, ‘Hangat, tangannya sangat hangat,’ batinnya. “Kibum, Kim Kibum,” ucapnya menyebutkan namanya.

“Nama yang bagus, Kibum.”

Kibum merasakan sesuatu yang lembut menyentuh kakinya, dia menolehkan pandangannya ke bawah mencoba mencari tau apa itu? Apa yang dia lihat? “Kelinci…” dia sedikit berteriak saat menyadari seekor kelinci dengan bulu putih bersih sedang bersandar di kakinya, dan segera diangkatnya. “Aku suka sekali kelinci,” ucapnya sambil menatap mata Siwon.

“Kau suka? Ini kelinciku, namanya Bummie,” ujar Siwon sambil mengelus kepala kelincinya lembut.

“Bummie…” Kibum berucap pelan.

Siwon beranjak pergi meninggalkan Kibum berdua dengan kelincinya. Dia mau menyiapkan kamar untuk Kibum, ‘Dia namja yang manis,’ batinnya, ‘Tapi kenapa aku merasa pernah bertemu dengannya?’ tanyanya dalam hati, “Hah…” dia menarik nafas pelan dan segera menuju kamar tamu yang akan dipakai Kibum malam ini.

Kibum terus sibuk bermain dengan kelinci Siwon, “Bummie…” desahnya, sebuah senyuman terlukis di bibir indahnya. Ditatapnya perlahan kelinci putih itu, bulu indahnya, mulut kecilnya, matanya yang bulat, kelinci ini sangat cantik, sangat indah.

Kibum kembali menatap kelinci itu lebih dalam, memandang mata bulatnya lebih hangat, senyuman semakin mengembang di bibirnya. “Kau merindukanku? Kyu?”

T.B.C

Taadaa, chap 2 update, pendek banget ya…

Huwa, akhirnya aku memutuskan siapa cast-nya, gimana2, memuaskan? Ada yang kurang setuju dengan cast-nya. Oke2, tapi mau bagaimana lagi, kkk~

Nah, sekarang yang jadi pertanyaan sebaiknya ini pairingnya siapa? WonKyu? SiBum? Atau KyuBum? Haha…

Atau mau dijadikan KiHae or HaeBum saja? *Ini mah maunya author a.k.a saya* hehe…

Ayo2, ada yang bersedia memberikan pendapat? ^^

Karena kemaren yang review ngasih saran WonKyu ada dua dan SiBum juga ada dua, jadinya tiga namja itu yang aku jadikan cast, tapi pairingnya belum aku tentukan. Ayo2 ada yang bersedia memberikan saran? WonKyu? SiBum? Atau KyuBum.

Sekali lagi kalo ada yang minta dijadiin KiHae or HaeBum akan sangat dengan senang hati, haha… #plak…

FYI – untuk sementara yg minta WonKyu ada 9, SiBum ada 6, KyuBum ada 5 dan HaeBum ada 1. ^^

Advertisements

2 thoughts on “Dream? – 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s