Posted in KiHae Couple

Dream? – 3


Tittle : Dream?

Pairing : WonKyu / HaeBum

Kibum is Main Cast ^^

Sebelumnya mau minta maaf bagi yg g’ suka sama pairing yg aku pake di FF ini, Mian *bow*

Buat yg suka, makasih ^^

Minta maaf juga kalo ceritanya gaje dan g’ sesuai harapan kalian semua, kkk~ maklumilah karena aku juga gajenya g’ ketulungan, hehe…

꿈 – kkum – mimpi

“Hei, kenapa kamu menangis?” Siwon terperanjat saat mendengar suara seseorang menyapanya. Ditatapnya namja yang lebih kecil darinya itu tetap dengan mata yang berair, dia masih menangis. Dia tidak mengenal namja itu, tapi senyumnya… senyumnya sangat indah. Namja itu mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan hangat Siwon, “Jangan sedih lagi, ada aku, aku akan menemanimu,” ucap namja itu lembut.

“Bummie, sudah waktunya kita pulang,” suara lembut seorang yeoja membuat namja itu menjauh meninggalkannya, “Aku akan datang lagi,” ucapnya seraya melambaikan tangannya ke arah Siwon.

“Hah…” Siwon menarik nafas panjang saat terbangun dari tidurnya, diliriknya jam kecil yang ada di meja dekat tempat tidurnya, jam dua malam. Dia bangkit sambil memijat kepalanya pelan.

“Bummie, siapa kau sebenarnya?” dia berucap pelan seraya bangkit dan keluar dari kamarnya, dia terus berjalan ke arah ruang tengah dan menjatuhkan tubuhnya di sofa. Perlahan diangkatnya kepalanya yang sedari tadi menunduk, hanya ada satu kata di otaknya sekarang, bukan, bukan kata, tapi sebuah nama, ‘Bummie.’

Diarahkannya matanya mengelilingi setiap sudut rumahnya, hingga matanya tertuju pada kamar tamu yang sekarang sedang ditempati Kibum, namja yang baru ditemuinya, namja yang baru dikenalnya, namja yang mirip seseorang yang pernah ditemuinya.

Pintu kamarnya terbuka, Siwon sedikit menghembuskan nafas dan bergegas menuju kamar Kibum untuk menutup pintunya. Tapi langkahnya terhenti saat melihat tubuh Kibum yang terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan tengkurap, dengan piyama yang dia pinjamkan.

“Kenapa dia tidak memakai selimut?” ucapnya pelan. Udara sekarang sangat dingin, dan Kibum sedang sakit. Siwon berjalan memasuki kamar itu dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Kibum. Ditatapnya wajah Kibum yang sangat tenang, tergurat sedikit senyuman di bibir Kibum, sepertinya dia sedang mimpi indah, itulah yang ada di pikiran Siwon sekarang.

Namja manis, ‘Apa kita benar-benar pernah bertemu?’ kembali pertannyaan itu hadir di otaknya. Siwon terus menatap wajah tenang Kibum, dia benar-benar seperti mengenal wajah itu, wajah lembut itu, wajah manis itu. Siwon semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kibum untuk melihat wajah itu lebih dekat dan meyakinkan apa yang dia rasakan.

‘Apa itu kamu?’ Siwon tersenyum kecil dan berjalan meninggalkan Kibum yang benar-benar terlelap dalam tidurnya.

Siwon kembali menjatuhkan tubuhnya di kursi, apa yang harus dia lakukan sekarang, dia tidak bisa kembali tidur. ‘Bummie,’ sekali lagi nama itu melintas di otaknya, segera ditatapnya Bummie, kelincinya, yang sedang asik bermain dengan makanannya, dia tersenyum, ‘Apa kelinci tidak perlu tidur?’ tanyanya dalam hati.

Perlahan dia berjalan mendekati kandang kecil itu, “Hei, Bummie,” ucapnya sambil membuka kandang tersebut dan segera menggendong kelinci kesayangannya itu. Disentuhnya hidung mungil kelinci itu dengan hidung mancungnya.

Siwon membaringkan tubuhnya dengan Bummie di atas dadanya, “Bummie, nama yang indah bukan?” dia berbicara dengan kelincinya, hei, ini tidak aneh bukan? ‘Bummie, Bummie,’ berkali-kali nama itu muncul di otaknya.

‘Kibum? Bummie? Kibummie?’ Siwon langsung menolehkan pandangannya ke arah kamar Kibum. “Aish, mana mungkin,” desahnya dan kembali menatap kelincinya.

– isfa_id –

Kibum terbangun dari tidurnya, direntangkannya tangannya selebar mungkin. “Pagi…” ucapnya ceria, ya, dia hanya bicara sendiri karena itu sudah jadi kebiasaannya. Dia bergegas bangkit dan keluar dari kamarnya dan berniat menyiapkan sarapan untuk Siwon, karena tidak mungkin dia tidak melakukan apapun padahal Siwon sudah sangat baik mengizinkannya tinggal di sini.

Tapi langkahnya terhenti saat melihat Siwon tertidur di atas sofa, “Kenapa dia tidak tidur di kamar?” ucap Kibum sedikit heran. Dia merasakan sesuatu menyentuh kakinya, dilihatnya kelinci Siwon sedang mengelus kakinya dengan kepalanya, Kibum tersenyum dan segera mengangkatnya, “Pagi Kyu,” ucap Kibum sambil mencium hidung kelinci itu.

Kyu? Bukankah nama kelinci Siwon itu Bummie? Sepertinya Kibum belum mau menceritakannya. Kibum meletakkan kelinci itu di atas dada Siwon, “Jaga dia baik-baik,” ucap Kibum lembut dan segera menuju dapur.

Siwon merasa tidurnya sedikit terganggu karena mendengar suara ribut dari arah dapur, dia bangun dan melihat kelincinya masih berada di atas dadanya, “Hm, pagi Bummie,” ucapnya dan segera mengangkat Bummie dan memasukkannya ke dalam kandangnya.

Siwon berjalan pelan ke arah dapur, “Hei, Kibum apa yang kau lakukan?” tanya Siwon saat melihat Kibum sedang asik berkutat dengan pekerjaannya. Siwon berjalan mendekatinya karena Kibum sama sekali tidak menjawab pertanyaannya tadi.

“Hei…” ucapnya sambil menyentuh pundak Kibum, Kibum menoleh ke arahnya dan tersenyum, ‘Senyumnya sangat manis,’ itulah yang ada di benak Siwon sekarang. “Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya lagi.

Kibum mendorong tubuh Siwon menjauh dari dapur ke arah meja makan, “Kau tunggu di sini saja,” ucapnya saat Siwon sudah duduk, dan segera kembali lagi ke dapur.

Siwon hanya terdiam di tempat duduknya, menunggu Kibum menyelesaikan pekerjaannya di dapur, ‘Hei, kenapa aku menurutinya? Ini rumahku,’ batin Siwon sedikit protes, tapi itu tidak membuatnya beranjak dari duduknya.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Kibum datang, dengan membawa sepiring makanan, “Taadaa, sarapan siap,” ucap Kibum dengan nada yang sangat sangat sangat ceria. Dia meletakkan nasi goreng yang baru dia masak tadi di atas meja makan, “Makanlah,” lanjutnya saat melihat Siwon hanya melongo menatapnya dan nasi gorengnya bergantian.

“Oh, ya, terima kasih,” jawab Siwon sedikit tergagap dan segera mencicipi masakan Kibum, dia tersenyum, “Enak,” ucapnya singkat dan langsung melahap nasi gorengnya.

Kibum berjalan meninggalkan Siwon yang sedang asyik menyantap sarapannya, dia berjalan ke arah kandang kelinci Siwon, “Kau lapar Kyu?” tanyanya kepada kelinci itu seraya memberikan sepotong wortel, “Kau bosan makan ini?” tanyanya lagi karena kelinci itu sama sekali tidak menyentuh wortel tersebut.

“Kau mau makan daging? Haha…” ucap Kibum diikuti dengan tawanya yang sedikit dia tahan agar tidak terdengar oleh Siwon.

“Berhenti mengejekku Bummie,” protes kelinci itu. Hei, dia bisa bicara, tapi yang pasti hanya Kibum yang bisa mendengarnya. Kibum terkekeh mendengar protes dari kelinci itu.

“Hei, Kim Kibum,” kelinci itu sedikit berteriak.

“Oke, oke, Cho Kyuhyun,” jawab Kibum seraya menghentikan tawanya.

“Ada yang lucu?” tiba-tiba Kibum mendengar suara seseorang yang tidak lain adalah Siwon yang sekarang sudah berdiri di belakangnya.

“Oh…” Kibum hanya menatap Siwon dengan sedikit rasa kaget tanpa mengucapkan apa-apa.

“Kau benar-benar menyukai kelinci?” tanya Siwon dan duduk di sebelah Kibum sambil memandangi kelincinya. Siwon mengeluarkan kelinci itu dari kandangnya, “Bummie, apa kau lapar?” tanya Siwon dan mengambil sepotong wortel yang tadi diberikan oleh Kibum ke kelincinya.

Kelinci itu menggigit wortelnya, Kibum menatapnya tajam, ‘Aish, tadi kau tidak mau makan,’ umpat Kibum.

Kibum beranjak menuju dapur, niatnya untuk membereskan meja makan tapi ternyata Siwon sudah melakukannya. Kembali dia menuju kandang Bummie, atau Kyu. Tapi dia tidak melihat Siwon dan Kyu ada di sana.

Dia berjalan mengelilingi rumah Siwon kemudian dia menatap ke luar rumah dari jendela kaca yang ada di dekat kamarnya, atau lebih tepatnya kamar tamu. Dilihatnya Siwon sedang bermain bersama kelincinya di taman belakang.

“Kau menjaganya dengan sangat baik, Kyu,” ucap Kibum saat melihat Siwon tertawa saat bercengkrama dengan kelincinya. “Terima kasih,” lanjutnya dan ikut tersenyum melihat pemandangan itu.

– isfa_id –

“Bummie, apa kau benar-benar menyukainya?” seseorang bertanya kepada Kibum saat mereka sedang berada di sebuah taman bunga yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Kibum.

Kibum mengangguk menjawab pertanyaan sahabatnya itu. “Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya dapat bertemu dengannya dalam mimpinya, hanya itu. Aku ingin benar-benar berada di sisinya, menemaninya, menjaganya, tapi aku tidak bisa,” ucap Kibum dengan kepala yang sedikit tertunduk.

“Tinggal dua tahun lagi Bummie,” ucap sahabatnya itu.

“Dua tahun, ya, tinggal dua tahun lagi, tapi aku merasa tidak bisa menunggu selama itu,” jawab Kibum masih dengan kepala yang tertunduk.

“Kau sudah menjaganya tiga tahun ini, menemaninya, menghiburnya, meski hanya lewat mimpi-mimpinya,” kembali sahabatnya mencoba memberikan penjelasan.

“Hei, sepertinya aku ketinggalan sesuatu,” tiba-tiba seseorang muncul di hadapan mereka berdua.

“Oh, Kyu,” ucap Kibum pelan saat menyadari Kyuhyun yang datang.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Kyuhyun sedikit bingung melihat raut wajah Kibum yang sedikit, mungkin bisa dibilang sedih.

“Dia sedang jatuh cinta,” jawab sahabatnya sekenanya.

“Jatuh cinta? Dengan siapa? Denganmu?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk muka sahabatnya itu tepat di hidungnya, yang tentu saja segera ditepis.

“Manusia,” jawab Kibum pelan.

“Mwo?” Kyuhyun benar-benar tidak percaya mendengar penuturan Kibum, “Manusia?”

“Aish, tidak usah sekaget itu Kyu,” sungut sahabatnya karena merasa suara Kyuhyun dapat memekakkan telinganya. Kyuhyun hanya memasang tampang innocent nya.

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun sambil merangkul pundak Kibum, Kibum mengangguk kecil mengiyakan pertanyaan Kyuhyun.

“Bagaimana bisa?” kembali Kyuhyun bertanya.

Kibum mengangkat pundaknya, “Entahlah, aku bertemu dengannya tiga tahun lalu, saat orang tuanya meninggal. Aku melihat dia menangis, dan aku tiba-tiba ingin menghiburnya. Aku melihatnya sendirian menangis tanpa ada orang lain di sampingnya. Aku ingin menemaninya Kyu,” jelas Kibum.

“Kalau begitu temui dia,” jawab Kyuhyun yang segera mendapatkan jitakan di kepalanya oleh sahabat yang satunya lagi.

“Oh, maaf,” ucap Kyuhyun ketika sadar apa yang diucapkannya salah. “Maaf Bummie, aku lupa,” lanjutnya.

Kibum hanya tersenyum kecil. ‘Mengapa dia harus menjalani hukuman ini karena orang tua mereka?’ itu yang selalu ada di pikirannya. Dia tidak bisa bebas untuk masuk ke dunia manusia seperti yang lainnya, seperti kedua sahabatnya ini. Dia hanya bisa bertemu di alam mimpi bila dia ingin menemui manusia, ya, hanya di alam mimpi.

Dia tidak bisa bebas pergi ke dunia manusia sebelum usianya 25 tahun, karena itu keinginan kakeknya, ya, kakeknya. Karena Kibum bukan seutuhnya makhluk dari dunia Kkum, ayahnya adalah manusia.

Ibunya jatuh cinta dengan seorang manusia, sebenarnya itu bukanlah kesalahan. Tapi yang jadi masalah adalah kakeknya, kakeknya tidak merestui hubungan itu, karena menurut kakeknya itu akan menghancurkan garis keturunan keluarga mereka. Meskipun pada akhirnya kakeknya memberi restu.

Tapi saat ibunya mengandungnya, ayahnya meninggalkannya begitu saja, tidak bertanggung jawab. Itulah yang membuat kakeknya benar-benar membenci manusia. Hingga itu membuat dia harus menjalani hukuman untuk tidak dapat masuk ke dunia manusia sebelum usianya genap 25 tahun.

Sebenarnya dia sama sekali tidak boleh masuk ke dunia manusia, tapi berkat permohonan ibunya kakeknya mengalah dan memberikan izin itu, tapi dua tahun lagi, itu terasa sangat lama bagi Kibum.

Sekarang ibunya sudah menikah lagi dan dia mempunyai seorang yeodongsaeng, meski bukan saudara kandung, dia sangat menyayanginya seperti adiknya sendiri.

“Hei, bagaimana kalau begini saja…” Kibum tersadar dari lamunannya saat mendengar suara sahabatnya yang mencoba memberikan saran padanya.

“Kau bisa kan Kyu?” Kyuhyun yang ditanya seperti itu hanya melongo tidak mengerti.

“Bagaimana caranya? Pasti akan aneh kalau tiba-tiba aku meminta untuk tinggal bersamanya,” ucap Kyuhyun mencoba menolak permintaan Kibum.

Kibum berbisik ke telinga Kyuhyun, “Kelinci?” tanya Kyuhyun kurang yakin, Kibum mengangguk mengiyakan.

“Hei, hei, kau ingin dia jadi kelinci?” tanya sahabat yang satunya, “Dia itu lebih cocok jadi serigala,” lanjutnya.

“Hei, berhenti mengejekku,” Kyuhyun tidak terima dengan perkataan sahabatnya.

“Kau mau kan Kyu?” tanya Kibum sedikit memelas, “Demi aku,” lanjutnya dengan mata yang berkaca-kaca. Kyuhyun tidak dapat berkata apa-apa melihat wajah sahabatnya itu.

Tapi tiba-tiba, “Tidak mau!” tolaknya dan bergegas menjauh, tapi tangannya ditarik dengan sangat kuat. “Lepaskan Bummie, aku tidak mau,” ucap Kyuhyun sambil mencoba melepaskan tangan Kibum, “Kau saja yang ke sana dua tahun lagi,” lanjutnya.

Kibum menggeleng dengan tetap memasang tatapan memelasnya, “Ayolah Kyu, aku mohon,” pinta Kibum.

– isfa_id –

‘Ting tong…’

Kibum mendengar suara bel rumah Siwon, dia bergegas berlari menuju pintu tapi sebelumnya dia masih sempat melihat Siwon di halaman belakang.

Kibum bergegas membuka pintu rumah Siwon, dilihatnya punggung seorang namja yang sedang berdiri di depannya saat ini. Diperhatikannya bentuk tubuh itu dari atas kepala sampai ujung kakinya. ‘Apa dia temannya Siwon?’ batin Kibum.

“Maaf…” ucap Kibum pelan. Namja itu membalik tubuhnya hingga Kibum dapat melihat wajahnya. Kibum terdiam melihat sosok yang ada di depannya saat ini, dia membelalakkan matanya, dia tidak yakin. ‘Kenapa dia ada di sini?’ batin Kibum.

Namja itu tersenyum melihat Kibum, dan Kibum masih mencoba meyakinkan apa yang sedang dilihatnya sekarang.

“Fishy…?”

T.B.C

Yosh! chap 3 is update, tapi mian masih pendek banget ceritanya, tapi di chap selanjutnya diusahain dibikin panjang – sepanjang panjangnya – kkk~

Gimana? g’ sesuai keinginan kalian kan? gaje kan? mian *bow*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s