Posted in Super Junior

Gomawo


Tittle : Gomawo

Pairing : SiBum / WonBum

Drabble

“Hu…” namja tinggi yang sekarang sedang berada di dalam mobilnya menarik nafas sedikit panjang, dia lelah. Jam di tangannya menunjukkan jam tiga pagi, dan ini menjadi hari yang melelahkan. Mungkin bukan baginya, tapi bagi namja yang sekarang sedang tertidur pulas di sampingnya.

Dia menyandarkan tubuhnya di kursi kemudi sambil menatap lurus melihat jalan malam kota Seoul. Dia ada di tempat parkir apartementnya sekarang. Dia sedikit malas keluar dari mobilnya karena udara pasti sangat dingin.

“Dia pasti sangat lelah,” dia sedikit menggeser posisi duduknya dan memandang namja manis yang ada di sebelahnya, mukanya terlihat sangat letih. Disentuhnya perlahan pipi mulus namja tersebut, dan dia menyunggingkan seulas senyum di bibirnya.

“Bummie,” panggilnya lembut.

Namja manis itu sedikit menggerakkan tubuhnya saat merasa ada sentuhan hangat di wajahnya. Dia membuka matanya perlahan dan tersenyum saat melihat wajah tampan itu di depannya. “Wonnie, apa kita sudah sampai?” tanyanya dengan suara pelan karena dia merasa sangat lelah hari ini.

Siwon tersenyum hangat menjawab pertanyaan Kibum, “Kita turun sekarang,” ucapnya dan segera keluar dari mobil.

Kibum ikut keluar sambil merapatkan jaket yang sedang dikenakannya, dia merasakan udara dingin menerpa tubuhnya. Ditutupnya pintu mobilnya dan Siwon segera menekan tombol pada remote mobil untuk menguncinya.

Dia berjalan perlahan tapi Siwon langsung menarik tangannya, dia berhenti dan menatap wajah tampan namjachingunya itu, “Wae?” tanyanya.

Siwon tersenyum dan segera berjongkok di depannya, “Aku bisa jalan sendiri Wonnie,” ucap Kibum pelan, tapi Siwon kembali menarik tangannya lembut, “Sudah, naiklah,” ucapnya.

Kibum menurutinya, dan naik ke atas punggung hangat Siwon, “Hangat,” desah Kibum sedikit berbisik di telinga Siwon. Siwon segera berdiri dan sedikit membenarkan posisi Kibum dalam gendongannya.

“Apa aku berat?” tanya Kibum karena Siwon belum berjalan juga, Siwon mengangguk, “Aku seperti sedang mengangkat satu ton beras,” jawabnya, dan mendapat jitakan lembut di kepalanya.

Siwon segera melangkahkan kakinya memasuki apartement mereka, dia berdiri di depan lift dan Kibum menekan tombolnya. Setelah pintu terbuka mereka segera masuk, tidak ada orang lain, hanya mereka berdua. Bagaimana tidak? Sekarang pukul tiga pagi, siapa yang masih punya aktifitas sepagi ini? Kibum menekan tombol angka 11, lantai apartement mereka.

“Wonnie…” panggil Kibum lembut dan mempererat pelukan di leher Siwon

“Hm…” jawab Siwon singkat.

Gomawo.”

“Untuk?”

“Karena kau sudah menjemputku hari ini.”

“Apa yang tidak untuk namja manisku ini,” Siwon mulai mencoba menggoda Kibum. Pipi Kibum bersemu merah mendengar ucapan Siwon tadi.

“Wonnie…” Kibum memanggilnya lagi.

“Hm…”

Gomawo.”

“Untuk?”

“Punggung hangatmu,” jawab Kibum dan semakin mempererat pelukannya pada leher Siwon.

“Hm…” jawab Siwon singkat, “Tapi, apa kau bisa tidak memelukku seerat ini, aku tidak bisa bernafas,” lanjut Siwon yang akhirnya kembali mendapatkan jitakkan lembut di kepalanya.

Pintu lift terbuka dan mereka segera keluar, Siwon sedikit menggerakkan tubuhnya untuk memperbaiki posisi Kibum dalam gendongannya, dan segera berjalan menuju apartement mereka.

Siwon menurunkan Kibum, dan segera membuka pintu, “Masih mau ku gendong?” goda Siwon, dan kembali Kibum menjitak kepalanya.

Kibum segera menuju kamar mandi dan membersihkan wajahnya, sedangkan Siwon menuju dapur untuk menyiapkan minuman hangat.

Sekitar sepuluh menit Kibum keluar dari kamar mandi dan segera mengganti pakaian. Dia menemui Siwon yang masih ada di dapur, “Minumlah,” ucap Siwon menyerahkan minuman hangat yang dibuatnya tadi.

Kibum segera menghabiskan minuman itu.

Siwon mengusap lembut kepala Kibum, “Sekarang kita tidur,” ucapnya dan menarik tangan Kibum memasuki kamar mereka.

Siwon segera menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua. “Wonnie…” Kibum memanggilnya lagi.

“Hm…” jawab Siwon.

Gomawo.”

“Untuk apa lagi?” tanya Siwon, karena sedari tadi Kibum selalu berterima kasih padanya.

“Perhatianmu,” jawab Kibum singkat.

Siwon tersenyum dan segera memeluk pinggang Kibum lembut, dan mengecup hangat kening Kibum. “Tidurlah,” ucapnya dan mempererat pelukannya.

Kibum mengangguk dan segera memejamkan matanya, seulas senyum menghiasi bibirnya. Dia sangat bahagia karena memiliki Siwon, orang yang sangat dia cintai dan juga mencintainya. Kibum ikut melingkarkan tangannya di pinggang Siwon dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Siwon.

Siwon membelai rambut hitam Kibum, “Bummie…” panggilnya.

Kibum sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Siwon, “Hm…” jawabnya.

Gomawo,” ucap Siwon lembut sambil terus membelai lembut rambut Kibum.

“Untuk?” tanya Kibum.

“Cintamu,” jawab Siwon dan segera mengecup lembut bibir Kibum.

Kibum memejamkan matanya dan membalas kecupan lembut dari Siwon.

Saranghae,” ucap Siwon setelah melepaskan ciumannya.

Nado, Wonnie-ya,” jawab Kibum dan memeluk Siwon dengan eratnya.

F.I.N

Advertisements

One thought on “Gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s