Posted in Super Junior

Special Gift, Before Birthday


Tittle : Special Gift, Before Birthday

Pairing : KyuMin

Drabble

Sungmin langsung membuka pintu dorm dengan kuat, dilihatnya Leeteuk yang sedang duduk di ruang tengah masih menggenggam handphonenya. Sungmin tau, pasti Leeteuk sudah berada di sana saat dia menerima teleponnya tadi.

“Sungmin, kau sudah selesai siaran kan? Cepat pulang, Kyu agak aneh,” itu yang diucapkan Leeteuk padanya tadi saat dia baru saja selesai siaran di Sukira.

Hyung, dia di mana?” tanya Sungmin sedikit memperlihatkan wajah khawatirnya.

Leeteuk menunjuk ke arah kamar mereka, “Dia tadi menangis,” jelas Leeteuk.

Sungmin menyunggingkan seulas senyum ke arah Leeteuk dan segera masuk ke kamarnya dan Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun duduk di sisi tempat tidurnya sambil mengusap air mata yang masih saja mengalir.

“Kyu…” Sungmin memanggilnya lembut dan menutup pintu kamarnya dengan pelan. Dia berjalan mendekati Kyuhyun, tapi Kyuhyun sama sekali tidak menanggapi kedatangannya. Dia tetap menundukkan kepalanya.

Waeyo? Apa ada masalah?” tanya Sungmin khawatir.

Kyuhyun masih tidak bicara.

Sungmin mengusap air mata Kyuhyun dengan kedua tangannya, diangkatnya sedikit wajah Kyuhyun hingga mau tak mau Kyuhyun harus memandang mata Sungmin meski dia agak malas.

“Mana ada evil menangis?” goda Sungmin.

Kyuhyun langsung menepis tangan Sungmin dari wajahnya, “Aku benci Hyung,” ucapnya pelan tapi cukup membuat Sungmin merasa terhenyak mendengarnya.

“Kyu…” Sungmin kembali menyebut nama Kyuhyun lembut tapi sekarang dia juga ikut menitikan air matanya.

Kyuhyun sedikit terkejut melihatnya, baru kali ini dia melihat Sungmin menangis, dan itu karena kata-katanya.

Hyung, kenapa menangis?” tanya Kyuhyun dan menghapus air mata Sungmin.

“Kau membenciku,” jawab Sungmin dan terus menangis.

“Hehe…” Kyuhyun terkekeh.

Sungmin langsung mengangkat wajahnya dan melihat Kyuhyun yang sekarang sedang berusaha menahan tawanya, “Kenapa tertawa?” tanya Sungmin kesal.

Hyung, aku hanya bercanda,” jawab Kyuhyun dan mengusap air matanya sendiri dengan tangannya dan juga mengusap air mata Sungmin yang sekarang juga sudah berhenti menangis.

Sungmin segera menyandarkan tubuhnya di tiang tempat tidur Kyuhyun dan melipat kedua kakinya. Dia juga memeluknya dan membenamkan kepalanya di sana. “Aku benci kamu, aku benci Cho Kyuhyun,” ucap Sungmin sedikit berteriak.

Hyung…” panggil Kyuhyun sambil merangkul pundak Sungmin. Dia tidak mendengar suara isak tangis Sungmin tapi dapat dirasakannya pundak Sungmin naik turun tidak teratur.

Hyung…” panggilnya lagi.

Sungmin langsung melepaskan tangan Kyuhyun dan menatapnya dengan sangat tajam. “Kau jahat!” ucap Sungmin. “Kau tau betapa khawatirnya aku saat Leeteuk hyung meneleponku tadi? Aku pikir terjadi apa-apa denganmu, aku pikir kau sakit. Dan tadi kau bilang apa? Kau hanya bercanda! Kau jahat Kyuhyun… jahat…”

“Salah sendiri, Hyung yang memulainya,” ujar Kyuhyun yang membuat Sungmin menatapnya lebih tajam lagi.

Hyung yang mengacuhkanku, Hyung yang menjauhiku, Hyung yang membuat aku sedih, Hyung yang membuat aku menangis,” lanjut Kyuhyun dan ikut memandang Sungmin tajam.

“Kyu… kenapa kau bilang begitu? Aku tidak pernah mengacuhkanmu, aku tidak pernah menjauhimu,” ucap Sungmin pelan.

“Buktinya dari pagi tadi kau menghindariku,” jawab Kyuhyun ketus.

“Kyu… bukan maksudku seperti itu, aku hanya…” kata-kata Sungmin terhenti saat bibir Kyuhyun sudah melumat bibirnya lembut.

“Aku tau…” ucap Kyuhyun saat melepaskan ciumannya sambil terkekeh.

Sungmin memajukan mulutnya kesal, “Jadi, aku gagal…” ucap Sungmin sangat pelan.

Kyuhyun mengangguk, “Kau tidak akan pernah bisa mengerjaiku Hyung.”

“Padahal aku ingin membuat kejutan untuk ulang tahunmu minggu depan,” ucap Sungmin lagi dengan lebih pelan, tapi kali ini sambil menatap Kyuhyun hangat.

Kyuhyun tersenyum, “Hyung, apa kau menyiapkan hadiah yang spesial untukku?” tanyanya sambil mengusap lembut kepala namjachingunya itu.

“Aku belum memutuskan untuk memberimu hadiah apa, ku pikir aku bisa mengerjaimu, ternyata aku salah,” jawab Sungmin.

“Sepertinya kau harus menyerahkan hadiahnya sekarang,” ujar Kyuhyun.

Ye?” ucap Sungmin tidak mengerti.

Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin hingga terbaring di atas tempat tidurnya. “Kyu… kau mau apa?” tanya Sungmin sedikit gugup.

“Kelinci manisku tidak boleh lagi melakukan ini, eoh?” ucap Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin. Sungmin mengangguk kecil.

Mereka bertatapan agak lama, memandang dengan hangat mata masing-masing. Sungmin mengangkat kedua tangannya dan melingkarkannya di leher Kyuhyun, “Kyu, saranghae,” ucapnya lembut.

Nado Hyung,” jawab Kyuhyun dan segera melumat bibir Sungmin.

.

.

.

“Ahhh, Kyu, hentikan…”

“Mmpphhh… sedikit lagi Hyung.”

“Enghhh… Kyu.”

“Ahhh… agak susah Hyung.”

“Enghhh… Ahhh… Kyu.”

“Sedikit lagi Hyung…”

“AHHH… KYUHYUN…”

F.I.N

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s