Posted in KiHae Couple, Super Junior

Dream? – 4


Tittle : Dream?

Pairing : WonKyu / HaeBum

Kibum is Main Cast ^^

꿈 – kkum – mimpi

Maaf…” ucap Kibum pelan. Namja itu membalik tubuhnya hingga Kibum dapat melihat wajahnya. Kibum terdiam melihat sosok yang ada di depannya saat ini, dia membelalakkan matanya, dia tidak yakin. ‘Kenapa dia ada di sini?’ batin Kibum.

Namja itu tersenyum melihat Kibum, dan Kibum masih mencoba meyakinkan apa yang sedang dilihatnya sekarang.

Fishy…?”

– isfa_id –

“Kenapa kau…”

“Donghae? Kenapa ke sini pagi pagi begini?” suara Siwon sukses membuat Kibum menghentikan kata-katanya.

Donghae hanya tersenyum dan memandang sekilas ke wajah Kibum kemudian langsung masuk menemui Siwon. “Dia siapa?” tanyanya sambil membelai kepala kelinci yang sedang ada di dalam gendongan Siwon. “Pagi Bummie.”

Kibum yang mendengar pertanyaan Donghae hanya diam dan segera ikut masuk. Dia mengambil Bummie dari pelukan Siwon. “Hei…” teriak Siwon sedikit kaget karena Kibum menarik Bummie cukup kasar.

Kibum sama sekali tidak memperdulikannya, dia terus berjalan menuju kandang Bummie, sedangkan Donghae dan Siwon segera duduk di sofa yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat Kibum sekarang. Kibum dapat melihat mereka dengan jelas bahkan dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.

“Dia siapa?” kembali Donghae menanyakan itu ke Siwon karena tadi belum mendapatkan jawaban. Siwon sedikit melirik ke belakang melihat Kibum yang sedang asik bermain bersama kelincinya.

“Kibum, Kim Kibum,” jawab Siwon singkat dan beranjak dari duduknya berjalan ke arah dapur, ya, Donghae perlu minum kan?

“Kibum? Namanya bagus,” ucap Donghae saat Siwon sudah kembali duduk bersamanya dan meletakkan secangkir minuman untuknya. “Namanya mirip seseorang,” lanjut Donghae sambil memandang mata Siwon.

“Seseorang?” tanya Siwon sedikit tidak mengerti.

“Hm… yang sering kamu ceritakan,” jawab Donghae tanpa melepaskan pandangan dari wajah Siwon. “Mimpi,” lanjut Donghae karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Siwon. Siwon hanya tersenyum kecil mendengar Donghae mengatakan itu.

Hei, dia juga sempat berpikir seperti itu, tapi itu aneh kan? Mana mungkin orang yang ada di mimpi kita ternyata benar-benar nyata. Itu tidak mungkin.

“Jangan bercanda Donghae,” ucapnya pelan.

Kibum memandangi mereka tanpa melepaskan pelukannya pada kelinci Siwon, Bummie, ah bukan, Kyu. ‘Hei ayolah, aku bisa mendengar apa yang kalian bicarakan,’ sungut Kibum dalam hati, sambil menatap Donghae yang kebetulan duduk menghadap padanya, sedangkan Siwon duduk dengan posisi membelakanginya. Dilihatnya Dongha tersenyum, ‘Aish…’

“Hei, itu Fishy kan?” tanya Kyuhyun.

“Bukan, itu Donghae, Lee Donghae,” jawab Kibum sekenanya, dia kesal.

Donghae tertawa kecil sambil terus memperhatikan wajah Kibum yang terlihat sangat kesal. Siwon memandang Donghae sedikit aneh dan menoleh ke arah pandangan Donghae. Dilihatnya Kibum yang masih asik bermain dengan kelincinya.

Dia kembali melihat ke arah Donghae yang masih berusaha menahan tawanya. “Ada yang aneh?” tanya Siwon sedikit penasaran.

“Oh… dia namja yang manis,” jawab Donghae singkat dan memandang Siwon dengan senyumannya. “Dia tinggal di sini?” tanya Donghae lagi.

Siwon menggeleng kecil, “Sebentar lagi dia juga pergi,” jawab Siwon singkat.

“Pergi? Memangnya dia mau ke mana?” kembali Donghae bertanya.

“Bukan urusanku,” sungut Siwon.

“Tapi…”

“Baiklah, aku tau apa yang ingin kamu katakan. Ayolah, aku tidak mengenalnya, aku bertemu dia kemarin malam, dia namja yang aneh,” ucap Siwon dengan nada suara yang sedikit kesal karena semua pertanyaan Donghae tentang namja aneh itu.

“Hei, kau tau kota Kkum? Bisa kau antar aku ke sana? Kau tau, itu yang dia katakan.” Lanjut Siwon lagi.

“Kota Kkum?” tanya Donghae.

“Lihat, kau sendiri bingung kan? Apalagi aku, dan kau mau aku menolongnya, membiarkan dia tinggal di sini? Kau mau aku tinggal bersama orang aneh itu?” Siwon benar-benar terlihat kesal.

Kibum langsung menoleh ke arah Donghae dengan tatapan tajamnya, Donghae yang awalnya ingin tertawa langsung terdiam, ‘Ternyata dia juga punya tatapan mematikan seperti itu,’ batin Donghae.

“Memangnya kau tega membiarkan dia di jalan sendirian, kau kan tau dia tersesat, paling tidak bantu dia sampai dia tau bagaimana caranya pulang,” ucap Donghae lembut sambil menatap wajah Siwon yang masih terlihat kesal, dan memandang wajah Kibum sekilas yang terlihat marah. Dia tersenyum.

“Kalau begitu kau saja,” jawab Siwon singkat.

Donghae tersenyum dan menatap Siwon, ditatapnya mata Siwon sedalam mungkin, sehangat mungkin, dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Siwon sedikit risih ditatap Donghae seperti itu. Dia mencoba memalingkan pandangannya dari arah Donghae, “Siwonnie…” ucap Donghae pelan dengan nada sedikit memelas.

“Aish, kau ini terlalu baik Donghae, kenapa kau sampai memohon seperti itu untuk orang yang sama sekali tidak kau kenal?” sepertinya Siwon mengerti dengan permintaan Donghae.

‘Aku mengenalnya, sangat mengenalnya.’

“Kibum, apa kau mau ikut denganku?” Donghae berdiri sambil memandang ke arah Kibum.

“Hei, kau mau mengajaknya ke mana?” tanya Siwon yang ikut berdiri dan memandang ke arah Kibum.

“Memangnya kita mau ke mana?” tanya Kibum sedikit penasaran.

“Aku mau mengajakmu jalan-jalan, kau harus mengenal daerah ini,” jawab Donghae.

“Tidak perlu, lagipula sebentar lagi aku akan pergi,” ucap Kibum.

Donghae kembali menatap Siwon, “Tidak usah memandangku seperti itu Donghae!” sungut Siwon. “Baiklah, kau boleh tinggal di sini, sampai kau tau caranya pulang,” ucap Siwon pelan, sedikit tidak ikhlas. Dia melakukan ini juga karena permintaan sahabatnya.

“Benarkah?” Kibum langsung berlari mendekati mereka dan melepaskan Kyuhyun dari gendongannya. Itu membuat Kyuhyun sukses jatuh ke lantai tanpa persiapan apapun.

“Hei Bummie… auch kakiku,” ucap Kyuhyun.

Donghae menundukkan kepalanya, tertawa melihat nasib Kyuhyun seperti itu.

“Jangan menertawakanku Fishy,” sungut Kyuhyun.

Kibum tidak memperdulikan apa yang terjadi pada Kyuhyun.

“Bummie, aku akan membalasmu nanti,” ucap Kyuhyun sambil mengusap kaki kirinya dengan kaki kanannya, tentu saja dengan cara seekor kelinci.

“Benarkah? Aku boleh tinggal di sini?” tanya Kibum seraya memeluk tangan kiri Siwon, erat, sangat erat. Siwon berusaha menarik tangannya tapi gagal. “Terima kasih Siwon,” lanjut Kibum dan melepaskan pelukannya dari tangan Siwon.

Siwon merasa sedikit lega, tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba Kibum memeluknya. “Terima kasih, terima kasih,” ucap Kibum lagi dan mempererat pelukannya pada tubuh Siwon.

“Hei… Bisa kau menjauhkannya dariku?” ucap Siwon ke Donghae.

– isfa_id –

“Masuklah,” ucap Donghae seraya membukakan pintu mobilnya.

Kibum menatap Donghae dengan penuh tanya, sedangkan Donghae hanya mengerjapkan matanya ditatap seperti itu. “Ini apa?” tanya Kibum dengan polosnya sambil menunjuk mobil Donghae.

Donghae terkekeh, “Ternyata kau itu jauh lebih bodoh dari yang aku pikirkan,” ucapnya yang mendapat jitakan dari Kibum.

“Aku serius Fishy, ini apa?” kembali Kibum bertanya.

“Mobil… ini namanya mobil,” jawab Donghae sambil mengusap kepala Kibum lembut.

“Mobil… baiklah, aku sudah tau,” ucap Kibum sambil tersenyum manis ke arah Donghae. Donghae benar benar suka melihat senyum Kibum itu, kembali diusapnya kepala Kibum.

“Waktu pertama aku ke sini, aku lihat mobil, tapi dia mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan, kenapa punyamu tidak?” kembali Kibum bertanya dengan wajah polosnya.

‘Kenapa kau begitu polos Bummie?’ tanya Donghae dalam hati. “Ini siang hari, jadi lampunya tidak perlu dihidupkan,” jawabnya.

“Lampu? Huwa… benda ini sangat keren,” kembali Kibum berucap dengan polosnya, Donghae sampai tidak bisa menahan tawanya, “Kenapa kau tertawa?” tanya Kibum lagi.

“Tidak apa-apa, masuklah,” jawab Donghae seraya mendorong tubuh Kibum untuk masuk ke dalam mobil.

Sedangkan Siwon hanya melihat mereka dari dalam rumahnya, ‘Mereka cepat sekali akrab,’ batinnya.

“Kita mau ke mana?” tanya Kibum saat mereka sudah berada di dalam mobil. “Oh, bergetar,” lanjut Kibum saat Donghae menghidupkan mesin mobilnya.

“Bummie, bisakah kau diam?” ujar Donghae sedikit membuat Kibum manyun.

Kibum diam sesuai permintaan Donghae, dan Donghae segera menjalankan mobilnya, “Oh, bergerak, lihat Fishy jalannya bergerak,” ucap Kibum saat melihat ke luar jendela mobil.

“Bukan jalannya yang bergerak Bummie, tapi mobil kita,” jawab Donghae sedikit menahan tawa.

Donghae tidak bisa menyalahkan kepolosan Kibum, itu wajar, karena Kibum tidak tau apapun tentang dunia manusia. Ini pertama kalinya dia ke sini, berbeda dengannya dan Kyuhyun yang dapat bebas kapanpun ke dunia manusia sesuai keinginan mereka.

“Memangnya kita mau ke mana Fishy?” tanya Kibum.

“Membeli kebutuhanmu,” jawab Donghae singkat dan terus fokus menyetir.

“Kebutuhanku? Apa?” tanya Kibum lagi.

“Sudahlah, nanti kau juga tau,” jawab Donghae lagi.

Mereka sampai di salah satu toko, Kibum menatap setiap sudut toko, kagum, dia terus mengedarkan pandangannya.

“Kenapa kau harus berbohong?” tanya Donghae disela sela mereka mencari pakaian yang cocok untuk Kibum.

“Berbohong? Kapan aku berbohong?” tanya Kibum kurang mengerti.

“Hei, kau tau kota Kkum? Apa kau bisa mengantarku ke sana? Kau tau? Aku sedang bermain bersama adikku, dan dia mendorongku, tiba-tiba aku jatuh ke sini, ini benar-benar aneh, aneh kan?” ucap Donghae mencoba mengikuti cara bicara Kibum ke Siwon waktu pertama kali mereka bertemu.

“Aku tau itu semua Bummie,” lanjut Donghae.

Kibum hanya tersenyum mendengarnya, “Aku tidak mungkin tiba-tiba minta tinggal di rumahnya dan bilang, aku Bummie, yang sering datang ke mimpimu,” jawab Kibum yang mendapat anggukan dari Donghae.

“Terus, pengemudi mobil itu?” tanya Donghae lagi. Dia tau kalau Kibum juga sempat bertanya seperti itu kepada seorang pengemudi mobil saat dia baru sampai di sini.

“Hehe… aku hanya latihan,” jawab Kibum terkekeh.

Donghae kembali mengangguk.

“Kau suka ini?” Donghae mengambil sebuah kaos berwarna hitam dan memperlihatkannya ke Kibum. Kibum mengangguk, “Ini?” Donghae mengambil sebuah kemeja biru muda, dan kembali Kibum mengangguk, “Ini?” tanya Donghae lagi, Kibum kembali mengangguk, “Ini?” Donghae bertanya lagi.

“Bisa kau belikan aku semua yang ada di toko ini?” tanya Kibum sedikit kesal dengan ulah Donghae.

“Aish,” sungut Donghae.

– isfa_id –

Donghae menyerahkan benda yang sedari tadi dipegangnya ke Kibum, Kibum menerimanya meski tidak tau apa itu.

Sekarang mereka sedang ada di taman setelah Donghae sedikit membawa Kibum berjalan-jalan untuk mengenal daerah ini.

“Ini apa?” tanya Kibum sambil menekan tombol-tombol yang ada di benda itu.

“Hei, bukan seperti itu,” Donghae langsung menarik handphone yang tadi dia berikan ke Kibum.

Donghae menekan beberapa tombol dan membuka daftar kontaknya, “Kau lihat, di sini ada namaku, jadi kalau kau perlu sesuatu tinggal hubungi aku, tekan tombol hijau ini,” Donghae berusaha menjelaskan caranya ke Kibum.

Kibum mengangguk mendengar semua penjelasan Donghae, “Nama Kyuhyun mana?” tanya Kibum, karena di kontak itu hanya ada satu nama, hanya nama Donghae.

“Hei, mana ada kelinci yang punya handphone,” jawab Donghae sambil terkekeh. Kibum hanya mengangguk.

Donghae menjelaskan semua yang bisa Kibum lakukan dengan handphone itu, tidak perlu waktu lama karena Kibum termasuk orang yang cerdas, dia dapat dengan mudah menghapal semua penjelasan Donghae. “Kemari,” Donghae menarik tubuh Kibum mendekatinya.

“Lihat ke sini,” lanjut Donghae sambil menunjuk ke arah kamera handphone, Kibum mengikutinya. Dan Donghae segera menekan tombol gulir di handphone itu.

Donghae segera menjadikan photo yang baru diambilnya sebagai wallpaper handphone Kibum, “Lihat, kau suka?” tanya Donghae dan menyerahkan handphone itu lagi ke Kibum.

Kibum mengangguk sambil tersenyum, “Apa nanti bisa diganti dengan photoku dan Siwon?” tanya Kibum antusias.

Donghae sedikit terdiam, tapi akhirnya dia mengangguk.

.

.

.

– isfa_id –

.

.

.

“Hei, berhenti mengikutiku!” Siwon membentak seorang namja yang sedari tadi mengikutinya. Dia kesal, bosan, marah, geram, yang jelas semua perasaan yang tidak mengenakkan ada di kepalanya sekarang. Dia benci karena selalu dibuntuti oleh namja tersebut, namja yang sama sekali tidak dikenalnya.

Hei, wajar kalau dia merasa seperti itu, siapa yang tahan dibuntuti setiap hari oleh orang yang sama sekali tidak kita kenal? Karena bukan hanya hari ini Siwon mengalami hal itu, tapi sudah dua tahun. Jadi, apa salah kalau dia marah sekarang?

Dan satu hal yang sudah pasti akan membuatnya sangat sangat sangat kesal, “Aku tidak mengikutimu, aku menjagamu,” ya, jawaban itu lagi yang Siwon dapat, selalu itu.

Siwon tersenyum sinis ke arahnya berharap dia akan pergi, meskipun Siwon tau itu tidak akan terjadi. Dia mengikuti kemanapun Siwon pergi, ke mall dia ikut, ke kampus dia ikut, ke tempat kerja paruh waktunya dia ikut –meskipun tidak ikut masuk, tapi yang melegakan, paling tidak dia tidak ikut saat Siwon ke toilet. Hei, apa yang akan dia lakukan di sana?

Siwon memasuki mini market yang letaknya tidak jauh dari rumahnya, karena memang tadi dia berniat membeli kebutuhan makanan, ya… sekarang dia perlu menyiapkan makanan untuk dua orang, “Aish, kenapa aku harus menampungnya?” sungutnya.

“Hei, kau sedang berbuat baik, jangan mengeluh,” ucap namja yang sedari tadi mengikutinya.

“Aku tidak perlu pendapatmu,” ucap Siwon ketus.

Namja itu memajukan mulutnya kesal, dan itu membuat Siwon tersenyum semakin sinis.

Siwon berjalan ke bagian mie instan, dia berniat membeli beberapa bungkus, paling tidak cukup untuk seminggu. Tapi belum sempat dia memilih mie instan yang dia inginkan, namja yang mengikutinya sedari tadi sudah mengambil beberapa kantong mie instan dan memasukkannya ke dalam troly.

“Aish,” Siwon kembali bersungut, tapi dia tidak mengeluarkan mie instan itu karena dia memang ingin membelinya. “Hah…” dia hanya menarik nafas sedikit panjang.

Sekarang Siwon beralih ke bagian minuman kaleng. Dibukanya kulkas untuk mengambil beberapa kaleng minuman, tapi dengan segera namja yang mengikutinya tadi mengambil dua kaleng kopi cappucino dan memasukkannya ke troly.

Siwon menatap namja itu dengan sangat tajam, seolah-olah matanya akan dapat menembus kepala namja tersebut. Dia tersenyum sinis dan mengembalikan kopi itu ke tempatnya, dan mengambil tiga kaleng kopi hitam.

“Bukankah kamu suka cappucino?” tanya namja itu.

“Tidak lagi,” jawab Siwon sinis, ‘Aish, kenapa aku harus menjawab pertanyaannya?’ sesal Siwon dalam hati.

Siwon berjalan ke arah kasir setelah dianggapnya belanjaannya sudah cukup.

Karena cukup banyak pembeli, jadi dia harus antri. Namja yang sedari tadi mengikutinya terlihat sedikit kesal karena lama menunggu, “Ah… aku tunggu di luar saja ya,” ucap namja itu sambil tersenyum menatap wajah tampan Siwon.

“Tidak perlu menungguku, pergilah!” ucap Siwon sedikit berteriak, hingga membuat semua orang yang sedang antri menatapnya tajam. Siwon menyadarinya, dan segera dia membungkukkan badannya, “Maaf, aku minta maaf,” ucapnya pelan sedikit menahan malu karena perbuatannya. ‘Aish, ini semua gara-gara dia,’ sungut Siwon sambil menatap punggung namja itu yang berjalan keluar dari mini market.

Setelah selesai membayar semua belanjaannya, Siwon keluar dengan langkah sedikit dibuatnya kecil dan pelan. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tidak dilihatnya namja itu, dan itu membuat Siwon dapat bernafas dengan lega.

Dia segera melangkahkan kakinya untuk pulang, tapi tiba-tiba seseorang merangkulnya. “Kenapa kau lama sekali?” tanya orang itu yang ternyata tidak lain adalah namja aneh yang sangat dibencinya.

Siwon segera menepis tangan namja itu dengan kasar, tapi namja itu kembali merangkulnya, “Kau mau pulang kan?” tanya namja itu dengan sangat lembut.

“Menjauh dariku!” teriak Siwon.

Tapi namja itu sama sekali tidak menggubris perkataan Siwon dan tetap merangkulnya erat. “Boleh aku ikut ke rumahmu?” tanyanya lagi.

“MENJAUH DARIKU!” Siwon benar-benar kesal sekarang.

Namja itu melepaskan rangkulannya dan sedikit menundukkan kepalanya, “Baiklah, aku pergi,” jawab namja itu langsung meninggalkan Siwon yang masih berdiri menahan malu karena ditatap oleh banyak orang.

“Ah… kenapa aku harus berurusan dengan dua namja aneh?” sungutnya. “AHHH…” dia berteriak tidak memperdulikan orang-orang yang sedang memperhatikannya.

Dia berjalan pulang sambil sedikit menundukkan kepalanya karena tidak ingin menatap wajah-wajah yang sedang memandangnya dengan tatapan aneh sekarang, dia terus menggerutu sepanjang jalan.

Perlahan dia memasuki halaman rumahnya, dilihatnya seorang namja manis sedang berdiri di depan pintu, ya, siapa lagi kalau bukan Kibum, namja aneh berikutnya –menurut Siwon.

“Hah…” dia menarik nafas panjang untuk menyiapkan mentalnya –mungkin.

“Kau sudah pulang?” tanya Siwon saat sudah berada di depan Kibum.

Kibum mengangguk.

“Mana Donghae?” tanyanya lagi.

“Dia sudah pulang,” jawab Kibum singkat.

Siwon segera membuka pintu rumahnya dan bergegas masuk, Kibum mengikutinya.

“Siwon lihat, Donghae membelikanku ini,” ucap Kibum sambil memperlihatkan beberapa kantong belanjaan kepada Siwon.

“Aku juga membeli ini,” ucap Siwon sedikit malas sambil memperlihatkan kantong belanjaannya kepada Kibum.

Kibum memajukan mulutnya kesal, padahal dia sangat ingin memperlihatkan apa yang dibelikan Donghae untuknya.

Kibum segera berjalan menuju kamarnya dan menutup pintunya rapat, tapi tiba-tiba dia keluar lagi dan mengambil kelinci Siwon dari kandangnya dan membawanya masuk ke kamarnya.

Siwon menatapnya aneh sambil terkekeh kecil, ‘Dasar aneh,’ batinnya. “Hei, mau dia apakan Bummieku?” ucapnya saat sadar Kibum membawa kelinci kesayangannya.

Siwon tidak terlalu memikirkan itu, lagipula apa yang akan dilakukan Kibum pada Bummie, bukankah dia bilang dia suka kelinci, dan itu membuat Siwon berpikir tidak apa-apa membiarkan Bummie bersama Kibum sekarang.

Dia berjalan menuju dapur dan menyusun belanjannya ke dalam lemari dan kulkas. Sesekali dia mengalihkan pandangannya ke arah kamar Kibum, pintunya tetap setia tertutup rapat.

Apa yang dilakukan Kibum dengan kelinci Siwon?

“Kyu, lihat, Fishy membelikanku ini,” ucap Kibum sambil mengeluarkan handphone dari kantong belanja yang berukuran kecil yang dia bawa tadi. Sekarang Kyuhyun sudah tidak berwujud kelinci lagi. Dia menjadi dirinya sendiri, sosok seorang namja tampan dengan kulit putih pucat bersih.

“Oh ya?” ucap Kyuhyun, “Kau bisa menggunakannya?” tanyanya dan segera mengambil handphone itu dari tangan Kibum. Dilihatnya photo yang tadi dijadikan Donghae sebagai wallpaper, “Kalian terlihat serasi,” ucapnya seraya tersenyum manis.

“Kata Fishy nanti bisa diganti dengan photoku dan Siwon, aku akan mengajak Siwon berphoto bersama nanti,” ujar Kibum semangat.

“Hm…” jawab Kyuhyun singkat sambil mengangguk kecil.

“Hei Kibum, apa yang kau lakukan dengan Bummieku?” tiba-tiba Kibum mendengar suara Siwon dari luar kamarnya.

‘Blush…’ Kyuhyun segera merubah wujudnya menjadi kelinci lagi.

“Apa?” tanya Kibum saat dia keluar dari kamarnya sambil menggendong kelinci Siwon.

Siwon segera mengambil kelincinya dan meninggalkan Kibum sendirian di depan kamarnya.

Kibum kembali memajukan mulutnya kesal, padahal dia belum selesai bicara dengan Kyuhyun.

Siwon tidak perduli dan segera masuk ke kamarnya sendiri lalu meletakkan kelincinya di atas dadanya karena sekarang dia sedang berbaring di tempat tidurnya.

“Ah, Bummie, aku bertemu namja aneh itu lagi tadi. Aish, aku benar-benar kesal, belum lagi Kibum… ahhh… kenapa aku harus berurusan dengan mereka berdua?” Siwon berbicara dengan kelincinya.

‘Siwon… bisakah kau berhenti memanggilku dengan nama itu?’

T.B.C

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s