Posted in Super Junior

Gomawo – 2


Tittle : Gomawo

Pairing : SiBum / WonBum

Drabble

Ini lanjutan Drabble Gomawo, tapi isinya jadi g’ nyambung sama judulnya, ah, tidak apalah… hehe…

– isfa_id –

Kibum.

Namja manis itu terbangun dari tidurnya, atau lebih tepatnya memang dia tidak sedang tertidur. Dari tadi dia hanya memejamkan matanya, mencoba untuk tidur tapi tidak bisa. Padahal hari ini dia sangat lelah, dia baru pulang jam tiga pagi tadi, dan sekarang sudah jam lima. Sudah dua jam dia mencoba tidur tapi gagal.

“Hah…” dia menarik nafas pelan.

Dia mendongakan sedikit kepalanya menatap namja tampan yang sedang tertidur pulas di sampingnya sambil memeluk pinggangnya erat, dia tersenyum. Dia bergerak perlahan mensejajarkan wajahnya dengan wajah tampan di depannya, senyumnya semakin terkembang saat dia sudah benar-benar menatap wajah tampan itu.

Disentuhnya satu per satu bagian wajah tampan itu, dahinya, matanya, pipinya, hidungnya, bibirnya, dagunya. Dia benar-benar menyukainya. Dibelainya lembut rambut hitam pemilik wajah tampan itu, dan dikecupnya lembut dahinya, “Saranghae,” ucapnya sedikit berbisik karena tidak ingin membangunkannya.

Kembali disentuhnya wajah tampan itu, dan dikecupnya lembut hidung mancungnya, dia sedikit tertunduk malu dengan pipi yang sedikit merona merah, ‘Apa yang sedang aku lakukan?’ batinnya. Dia sedikit menahan tawanya, sedikit merasa aneh dengan apa yang sedang dia lakukan sekarang.

Dia terus melanjutkan kegiatannya menyentuh wajah tampan tersebut, dikecupnya hangat pipi sang pemilik wajah tampan itu, “Saranghae,” kembali dia berbisik dan kemudian mengecup lembut bibir pemilik wajah tampan itu, agak sedikit lama sampai dia benar-benar merasa puas dengan rasa manis –menurutnya– dari bibir itu. Kembali rona merah mewarnai pipi putihnya, ‘Aku benar-benar aneh,’ batinnya.

Tiba-tiba dia mendengar suara tawa –pelan– tapi dia bisa mendengarnya dengan jelas. “Apa yang kau lakukan Bummie?”

Kibum sedikit terkejut saat menyadari kalau ternyata namja pemilik wajah tampan itu tidak sedang tertidur, dia membuka matanya dan tersenyum, mungkin sedikit menahan tawanya. “Mana boleh kau melakukan itu pada seseorang yang sedang tidur,” lanjut namja tampan itu.

Kibum langsung mendorong tubuh namja tampan itu hingga membuat pelukan di pinggangnya terlepas. “Kau mempermainkanku Wonnie,” ucap Kibum dengan wajah kesalnya.

Siwon segera menarik kembali tubuh Kibum ke dalam pelukannya dan mengecup lembut bibirnya. “Kau tidak perlu melakukan itu diam-diam, aku akan memberikannya kalau kau meminta,” ucap Siwon lembut sambil mengusap bibir pink Kibum dengan jempolnya.

“Mengapa tidak tidur?” tanya Siwon lembut sambil membelai rambut hitam Kibum. Kibum hanya menggeleng kecil menjawab pertanyaan Siwon. “Tidurlah,” lanjut Siwon dan menyandarkan kepala Kibum ke dadanya.

Kibum menutup matanya dan menghirup aroma tubuh Siwon yang sangat dia suka, aromanya membuat kita merasa hangat dalam pelukannya. Kibum menyentuh dada Siwon dengan tangan kanannya dan sedikit mengelusnya lembut, “Aku tidak bisa tidur,” ucap Kibum dan tetap memainkan tangannya di dada bidang Siwon.

Disentuhnya kancing kecil yang ada di baju yang sedang dikenakan Siwon sekarang, “Kau sendiri kenapa tidak tidur?” tanya Kibum dan semakin menenggelamkan kepalanya di dada hangat Siwon.

“Bagaimana aku bisa tidur kalau dari tadi ada yang memandangi wajah tampanku ini,” jawab Siwon datar. Itu membuat Kibum segera mendongakan kepalanya dan menatap Siwon sedikit tajam, “Aku bercanda,” lanjut Siwon dan kembali menyandarkan kepala Kibum di dadanya. “Tidurlah,” kembali dia mengucapkan kata yang sama.

“Aku tidak bisa tidur,” kembali Kibum memberikan jawaban yang sama.

Siwon sedikit mendorong tubuh Kibum dan menatap matanya hangat. “Kenapa?” tanyanya lembut.

“Aku merindukan mereka,” jawab Kibum setelah diam beberapa saat.

Siwon tersenyum hangat menjawab ucapan Kibum, “Mereka juga merindukanmu Kibummie,” ucap Siwon lembut dan mengecup hangat dahi Kibum. Siwon benar-benar mengerti perasaan rindu Kibum pada sahabat mereka.

“Aku ingin bertemu mereka,” ucap Kibum lagi dan menatap Siwon dengan pandangan yang sedikit berkaca-kaca.

Siwon segera mengecup kedua kelopak mata Kibum saat air mata itu mengalir. “Uljima,” Siwon menghapus air mata yang mengalir di pipi Kibum.

Kibum segera mendorong tubuh Siwon menjauh darinya, “Kau yang membuatku menangis,” ucapnya kesal.

Ye?” ucap Siwon tidak mengerti.

“Kalau tadi kau tidak bertanya ‘Kenapa?’ aku tidak akan menangis,” lanjut Kibum sambil mengusap air matanya sendiri.

Siwon kembali menarik tubuh Kibum ke dalam pelukannya, “Ne, mianhae,” ujarnya lembut dan mengusap rambut Kibum dan membenamkan wajah Kibum ke dalam hangat dadanya.

“Wonnie…” panggil Kibum lembut.

“Hm…”

“Aku tidak bisa bernafas.”

Siwon segera melepaskan pelukannya dari Kibum dan melihat Kibum dengan wajah merahnya. “Hehe…” Siwon terkekeh.

“Kau mau membunuhku?” sungut Kibum menatap Siwon yang masih setia terkekeh menatapnya, itu sukses membuat Siwon menghentikan tawanya.

Kibum segera bangkit dan keluar dari kamar mereka, Siwon menatapnya dengan sedikit heran. ‘Mungkin dia hanya ke dapur, mungkin minum,’ pikir Siwon.

Siwon terus menunggu Kibum di dalam kamar, tapi sudah setengah jam Kibum belum kembali. Siwon segera bangkit dan keluar dari kamar. Dia berjalan menuju dapur tapi tidak melihat Kibum di sana, dia berjalan ke ruang lain dan tetap tidak menemukan Kibum.

Siwon berniat keluar dari apartementnya, karena dia pikir mungkin Kibum keluar. Tapi dia melihat pintu ke arah balkon apartementnya terbuka, jadi dia tau ke mana Kibum. Dia berjalan pelan menuju balkon dan dapat dilihatnya Kibum sedang berdiri di sana.

Langsung dipeluknya lembut pinggang Kibum dari belakang, membuat Kibum sedikit menggerakan badannya karena kaget.

“Kenapa di sini? Kau marah?” ucap Siwon sedikit berbisik di telinga Kibum, Kibum menggeleng.

“Matahari sudah terbit, aku malah mengantuk,” ujar Kibum dan membalikan tubuhnya hingga sekarang dia dan Siwon berhadapan.

Siwon mengecup sekilas bibir Kibum, “Kita tidur, eoh?” ucapnya lembut, Kibum mengangguk.

Siwon segera menarik tangan Kibum menuju kamar mereka dan segera memeluk lembut pinggang Kibum setelah mereka berbaring di tempat tidur, “Tidurlah,” ujarnya dan membiarkan Kibum kembali menyandarkan kepalanya di dada Siwon.

Biarlah walaupun orang lain memulai harinya sekarang, tapi Kibum dan Siwon ingin tertidur lelap sekarang.

F.I.N

Advertisements

One thought on “Gomawo – 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s