Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Drabble

Hanya sebuah drabble singkat yang menceritakan kehidupan Kibum dan Donghae setelah memiliki seorang malaikat kecil yang sangat lucu dan manis. Masih ingat “To be a Parents” kan? Tidak? Berarti kalian belum baca, hehe… Dibaca ya, *sekalian promo*. Jadi ini drabble singkat dari FF itu. Baiklah, selamat membaca dan semoga kalian suka.

– isfa_id –

Seoul, jam tiga malam, udara sangat dingin ditambah dengan rintik hujan yang sedang turun sekarang. Tapi sepertinya kehangatan sedang menyelimuti keluarga kecil yang sedang terlelap dalam tidurnya di sebuah apartement ini. Sepasang suami istri dengan malaikat kecil mereka, sepertinya sedang bermain di dalam mimpi indah mereka masing-masing.

Tapi sepertinya hanya si malaikat kecil yang sudah benar-benar terlelap. Sementara appanya –Kibum, masih berusaha untuk tidur, karena dia baru pulang jam dua tadi. Dan eommanya –Donghae, baru saja mulai terlelap setelah lelah menjaganya seharian.

– isfa_id –

“Oeeekkkkk….”

Kibum terbangun mendengar suara tangisan bayi, “Hm… Donghae-ya, anakmu menangis,” ucap Kibum masih tetap memejamkan matanya. “Hm…” jawab Donghae pelan dan segera bangun. Baru saja Donghae turun dari tempat tidurnya, dia teringat sesuatu, ‘Dia tadi bilang apa? Anakku?’ batinnya. Donghae segera mengambil bantal dan melemparnya tepat di kepala Kibum. Kibum mengambil bantal yang dilempar Donghae tadi dan menutup mukanya dengan bantal itu.

Donghae berlari kecil menuju box bayi dan segera menggendong anaknya yang sedang menangis, “Sayang, kenapa menangis? Kamu lapar, eoh?” ucap Donghae sambil menimang Kihae dalam gendongannya. “Eomma buatkan susu dulu, jangan menangis,” ucap Donghae lagi dan berniat meletakkan kembali Kihae ke boxnya, karena akan sulit kalau dia membuat susu sambil menggendong Kihae.

“Biar aku yang gendong,” ucap Kibum yang ternyata sudah ada di belakang Donghae. “Kihae, sini ikut appa,” ucap Kibum lagi dengan lembut dan mengambil Kihae dari gendongan istrinya.

Donghae segera menuju dapur dan membuatkan susu untuk Kihae, dia masih dapat mendengar tangisan Kihae dari sana. Tapi perlahan Donghae mendengar tangisan Kihae yang memelan hingga akhirnya hilang. ‘Apa yang Kibum lakukan?’ batinnya.

Dia bergegas kembali ke kamar setelah selesai membuat susu, memang sedikit agak lama karena dia harus memasak air terlebih dahulu. Tadi sebelum tidur dia lupa, jadi air panasnya habis. Donghae berhenti di depan pintu kamarnya, tersenyum melihat apa yang sedang terjadi di depannya sekarang.

Kibum sedang tertidur dengan Kihae yang berada di atas dadanya. Kibum memeluk tubuh anak mereka itu dengan hangat, terlihat dari senyuman kecil yang terlukis di bibir mungil Kihae. Donghae meletakkan susu yang baru dibuatnya tadi di dekat box bayi dan berjalan ke arah tempat tidurnya. Ditatapnya sekali lagi wajah manis malaikat kecilnya yang benar-benar sedang tertidur pulas dalam dekapan sang appa.

Donghae melepaskan pelukan Kibum dari Kihae membuat Kibum terbangun, “Biar aku pindahkan,” ucap Donghae lembut.

“Tidak usah, biar dia tidur di sini,” jawab Kibum dan segera membaringkan Kihae di sebelahnya. Donghae tersenyum dan ikut berbaring hingga sekarang posisi Kihae adalah di tengah kedua orangtuanya.

“Bummie,” panggil Donghae.

“Hm…”

“Aku sangat bahagia,” jawab Donghae sambil membelai lembut wajah Kihae, yang membuat seulas senyum kecil tersemat di bibir mungil malaikat kecilnya itu.

“Aku juga sangat bahagia,” ucap Kibum dan ikut membelai wajah mungil Kihae dan mencium pipinya lembut. “Aku sangat bahagia memiliki kalian berdua, istri yang manis, dan seorang anak yang sangat lucu,” lanjut Kibum yang membuat pipi Donghae merona merah.

Kibum sedikit mengangkat tubuhnya agar tidak menindih Kihae dan mencium dahi Donghae lembut, dikecupnya sedikit lama, dan Donghae memejamkan matanya menerima kehangatan itu.

“Oeeekkkkk….”

Tiba-tiba Kihae terbangun dan kembali menangis, Donghae langsung turun dari tempat tidur mereka dan mengambil susu yang tadi diletakkannya di dekat box bayi, sedangkan Kibum langsung mengangkat tubuh mungil Kihae ke dalam gendongannya, “Anak appa lapar, eoh?” ucapnya sambil menimang-nimang Kihae.

Donghae kembali duduk di atas tempat tidur mereka dan segera menggendong Kihae. Diberikannya susu yang dibuatnya tadi. Terlihat bibir mungil Kihae yang mengemut dotnya, sangat manis. Kibum tersenyum melihat pemandangan di depannya ini, disentuhnya lembut pipi Kihae.

Susunya sudah habis, tapi ternyata Kihae tidak mau tidur lagi, “Kihae mau main sama appa, eoh?” ucap Kibum dan kembali menggendong Kihae, membiarkan Donghae kembali ke dapur untuk mencuci dot Kihae. “Kihae mau main apa?” tanya Kibum sambil mencium kecil hidung mungil Kihae.

Terdengar suara tawa kecil dari mulut Kihae, tawa khas seorang bayi, “Oh, anak appa senang, eoh?” ucap Kibum ikut tertawa melihat Kihae tertawa seperti itu. Tangan mungil Kihae menyentuh pipi Kibum seolah dia mengisyaratkan bahwa dia benar-benar senang. “Anak appa pintar,” lanjut Kibum dan mencium pipi Kihae.

Kembali terdengar suara tawa Kihae saat Kibum menciuminya, Kibum benar-benar senang melihatnya, rasa lelah setelah syuting sampai jam dua tadi sudah tidak dia rasakan. Kihae terus menyentuh pipi Kibum dengan kedua tangan mungilnya membuat Kibum benar-benar merasa bahagia memiliki malaikat kecil yang lucu, dan manis ini.

Donghae kembali ke kamar setelah selesai dengan pekerjaannya dan melihat kedua orang yang sangat dicintainya itu sedang saling bermanja. “Itu eomma,” ucap Kibum saat melihat Donghae masuk ke kamar mereka. “Kihae mau digendong eomma?” tanya Kibum lembut dan Donghae segera duduk di samping mereka.

Kihae kembali tertawa sambil memajukan kedua tangannya minta disambut sang eomma, Donghae segera menggendong dan menciumnya. Kembali tawa kecil itu terdengar, Donghae tersenyum sambil melihat Kibum yang juga sedang tersenyum melihat wajah gembira anak mereka.

Tapi perlahan terlihat Kihae mulai mengerjapkan matanya pertanda dia mulai kembali mengantuk. Donghae menyanyikan sebuah lagu untuk membuat Kihae segera terlelap, dan tidak lama Kihae pun sudah terlelap dengan seulas senyum kecil di bibirnya.

Donghae membaringkannya ke dalam box bayi, ditariknya selimut tipisnya agar Kihae dapat merasa sedikit hangat. Donghae sedikit membungkukan badannya dan mencium kening malaikat kecilnya itu. “Hm…” ucap Donghae pelan saat Kibum sudah memeluknya dari belakang.

Kibum melepaskan pelukannya dan mencium pipi Kihae lembut, tapi setelah itu dia kembali memeluk Donghae. “Waeyo?” tanya Donghae sambil membalas pelukan Kibum. “Aku benar-benar beruntung memiliki kalian berdua,” jawab Kibum sambil melonggarkan sedikit pelukan mereka dan mencium pipi kiri Donghae.

“Aku juga beruntung memiliki kalian berdua,” ucap Donghae dan mengecup pipi Kibum lembut.

Saranghae,” ujar Kibum dan mengecup lembut bibir pink Donghae.

Donghae sedikit menundukkan kepalanya setelah Kibum melepaskan ciuman mereka, meski itu sudah jelas-jelas bukan yang pertama bagi mereka, tapi Donghae tetap saja merasa malu setiap kali Kibum menciumnya.

“Kita tidur lagi,” lanjut Kibum dan segera menarik Donghae ke tempat tidur mereka.

“Bummie,” panggil Donghae saat mereka sudah berbaring.

“Hm…”

Nado saranghae,” ucap Donghae dan memeluk Kibum dengan sangat erat.

F.I.N

Advertisements

18 thoughts on “Our Little Angel

  1. Huaaa….udah berulang ulang baca ni ff…

    Suka banget n ga bikin bosen..

    Paling suka genre kek gini…

    Lanjutkan chingu… *ciumin authornya :*

  2. ungg manies banget :3, kebayang donghae ama kibum ters gendong baby aishh keluarga kecil yag tampan2 uks, manies banget unnie X3

  3. Kyaaaaa~ aku dah baca ini dffn..
    Dn skrang aku coba baca lagi…

    Sumpaaaah eon dri awal baca pe abis, ampe sekarang malah senyumku ga ilang” nih..

    Uuh mereka manis banget siih eon kyak aku hahaha

    Daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s