Posted in KiHae Couple, Super Junior

Dream? – 5


Tittle : Dream?

Pairing : WonKyu / HaeBum

Kibum is Main Cast ^^

꿈 – kkum – mimpi

Hei Kibum, apa yang kau lakukan dengan Bummieku?” tiba-tiba Kibum mendengar suara Siwon dari luar kamarnya.

Blush…’ Kyuhyun segera merubah wujudnya menjadi kelinci lagi.

Apa?” tanya Kibum saat dia keluar dari kamarnya sambil menggendong kelinci Siwon.

Siwon segera mengambil kelincinya dan meninggalkan Kibum sendirian di depan kamarnya.

Kibum kembali memajukan mulutnya kesal, padahal dia belum selesai bicara dengan Kyuhyun.

Siwon tidak perduli dan segera masuk ke kamarnya sendiri lalu meletakkan kelincinya di atas dadanya karena sekarang dia sedang berbaring di tempat tidurnya.

Ah, Bummie, aku bertemu namja aneh itu lagi tadi. Aish, aku benar-benar kesal, belum lagi Kibum… ahhh… kenapa aku harus berurusan dengan mereka berdua?” Siwon berbicara dengan kelincinya.

Siwon… bisakah kau berhenti memanggilku dengan nama itu?’

– isfa_id –

‘Tok tok tok’

Siwon merasa tidur siangnya terganggu denan suara ketukan cukup keras di pintu kamarnya, siapa yang berani mengganggunya kalau bukan Kibum, itulah yang dipikirkannya sekarang. Dia masih sedikit malas membuka matanya dan tetap membelai bulu lembut Bummie yang sedang ada di atas dadanya sekarang. Tapi suara ketukan itu tidak mau berhenti, akhirnya dengan berat hati dia bangkit dan meletakkan kelinci kesayangannya itu di atas tempat tidurnya.

“Apa?” tanyanya setelah membuka pintu kamar dan mendapati Kibum sedang berdiri sambil memandangnya. Tatapan itu, kenapa tiba-tiba Siwon merasa mengenal tatapan itu, ‘Aish, apa yang aku pikirkan, itu tidak mungkin,’ batinnya. “Apa?” kembali dia bertanya karena dari tadi dia belum mendapatkan jawaban apaun dari Kibum.

“Itu…” ucap Kibum, “Ini…” lanjutnya.

“Itu? Ini? Apa?” Siwon mulai merasa enggan menanggapi Kibum dan ingin rasanya kembali berbaring di atas tempat tidurnya, dia lelah hari ini. Apalagi yang bisa membuatnya lelah selain emosinya tadi karena ulah namja aneh yang selalu mengikutinya. Dia selalu membuat malu dirinya sendiri di depan orang banyak hanya karena membentak namja aneh tersebut. Dan sekarang Kibum berbicara dengan ucapan yang tidak jelas, itu membuatnya semakin merasa lelah.

“Ini…” Siwon memperhatikan benda berbentuk kotak yang disodorkan Kibum ke depan wajahnya, dia tau benda apa itu, itu sama sekali tidak asing. Tapi kenapa Kibum memperlihatkannya padanya, dan dari mana Kibum mendapatkan itu? Kalau memang Kibum mempunyai itu kenapa dia tidak menghubungi orang tuanya, bukankah itu lebih cepat baginya menemukan cara untuk pulang?

“Apa?” kembali Siwon menanyakan hal yang sama karena dia tidak mengerti dengan tujuan Kibum memperlihatkan handphonenya itu.

“Tadi aku sedang memainkannya, tapi tiba-tiba mati,” jawab Kibum sambil terus menyodorkan handphonenya ke depan muka Siwon.

Siwon meraihnya dan memperhatikannya, “Dari mana kau mendapatkan ini?” tanyanya sedikit penasaran.

“Tadi Fis…” Kibum menghentikan ucapannya dan memandang mata Siwon, “Donghae yang memberikannya untukku,” lanjutnya lagi. Hampir saja dia salah menyebut nama Donghae dengan Fishy, hanya dia dan Kyuhyun yang memanggilnya dengan nama itu, sedangkan Siwon hanya mengenal seseorang dengan nama Donghae, Lee Donghae.

Siwon tersenyum kecil, dia tidak menyangka sahabatnya itu akan sebaik itu dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal, rasanya itu bukan sifat Donghae. Hei, bayangkan saja, dengan Siwon yang sudah jelas-jelas menjadi sahabatnya dua tahun ini, Donghae tidak pernah memberikannya apapun, hadiah ulang tahun misalnya, sama sekali tidak pernah. Tapi kenapa dengan Kibum, yang baru ditemuinya hari ini dia bisa sebaik ini. Apa Donghae jatuh cinta padanya? Pertanyaan macam apa ini, ini sama sekali tidak masuk akal.

“Kau bisa memperbaikinya kan? Donghae pasti marah kalau dia tau aku merusaknya,” ucap Kibum dengan mata yang sedikit berair. Siwon menatap mata itu tanpa kedip, mata itu, tatapan itu, itu benar-benar mirip, ya, sama persis. ‘Bummie, apa aku benar-benar melihatmu sekarang?’ batinnya. Siwon menggelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran yang menurutnya sama sekali tidak logis. Itu hanya mimpi, tidak mungkin orang yang ada di mimpi kita itu benar-benar nyata.

“Siwon, kau bisa kan?” pertanyaan Kibum membuat Siwon tersadar dari lamunannya.

“Baterainya habis,” jawab Siwon singkat. Kibum memandanginya dengan tatapan penuh tanya, dia tidak mengerti apa yang sedang dikatakan Siwon.

“Apa?” tanya Kibum mencoba mencari tau lebih jelas apa yang sedang dikatakan Siwon.

“Iya, baterainya habis, jadi bukan rusak,” jawab Siwon sambil memandang mata Kibum, dia sedikit heran bagaimana mungkin Kibum sama sekali tidak mengerti dengan benda yang sedang dipegangnya sekarang. Tidak mungkin kan Kibum baru mengenal benda ini sekarang. Hei, memangnya Kibum tinggal di mana selama ini sampai dia tidak tau dengan handphone?

Chargernya mana?” tanya Siwon lagi. Kembali dilihatnya raut wajah Kibum yang sepertinya tidak mengerti dengan apa yang dia katakan. Apa dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Siwon? Sepertinya iya, dia memang tidak mengerti.

Siwon melangkahkan kakinya menuju kamar Kibum, sedangkan Kibum masih berdiri sambil menatap punggung Siwon yang sekarang sudah masuk ke kamarnya. Perlahan Kibum pun melangkahkan kakinya menyusul Siwon dan melihat Siwon sedang mencari sesuatu di sana. “Kotaknya mana?” tanya Siwon setelah tidak menemukan apa yang dicarinya.

“Kotak apa?” Kibum malah balik bertanya.

“Ini, kotaknya tidak kamu buang kan?” Siwon kembali bertanya sambil menggoyang-goyangkan tangannya yang sedang memegang handphone.

“Oh…” sepertinya Kibum sudah tau apa yang diinginkan Siwon. Dia segera membuka lemari kecil yang ada di sudut ruang kamarnya dan mengeluarkan kotak yang Siwon maksud, “Ini?” tanya Kibum karena takut dia salah, tapi dia tersenyum saat melihat Siwon menganggukkan kepalanya.

Siwon meraih kotak itu, membukanya dan mengambil sebuah benda yang Kibum yakin itulah yang namanya charger. Siwon memperlihatkan cara menggunakannya dan Kibum hanya mengangguk memberikan isyarat kalau dia mengerti dengan penjelasan yang baru saja Siwon berikan.

“Kalau ingin menghidupkannya, tekan ini,” jelas Siwon sambil menekan tombol merah yang ada di handphone Kibum itu sedikit lama, “Lihat, sudah hi…” Siwon menghentikan kata-katanya saat melihat apa yang terpampang di layar depan handphone itu, wallpapernya, entah kenapa tiba-tiba ada perasaan yang… entahlah, Siwon sendiri tidak mengerti.

“Kenapa?” tanya Kibum saat melihat Siwon terdiam.

“Oh… tidak apa-apa, kau sudah mengerti kan?” jawab Siwon seraya bertanya yang mendapatkan anggukan dari Kibum. Dia segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu dan menutup pintunya pelan. Dipegangnya sedikit dadanya, dia masih tidak mengerti dengan apa yang sedang dia rasakan sekarang. Kenapa tiba-tiba ada perasaan seperti tidak suka melihat itu, melihat photo Kibum dan Donghae yang dijadikan Kibum sebagai wallpaper handphonenya.

Apa dia cemburu? Tapi dengan siapa? Donghae? Apa dia menyukai Donghae? Menyukai sahabatnya? Siwon menggelengkan kepalanya dengan cukup keras, itu tidak mungkin. Lalu siapa? Kibum? Namja yang baru saja dikenalnya? Kembali Siwon menggelengkan kepalanya dengan lebih keras lagi. Itu benar-benar tidak mungkin.

‘Bummie,’ tiba-tiba nama itu terlintas di pikirannya, diputarnya sedikit tubuhnya dan menatap pintu kamar Kibum yang baru saja ditutupnya. ‘Aku harap itu kamu Bummie.’

– isfa_id –

Siwon melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Taman bunga kecil, yang hanya memerlukan waktu lima belas menit dari rumahnya. Dia berhenti dan duduk di bangku kecil yang ada di sana, ditatapnya bunga-bunga yang bermekaran. Sekarang jam lima sore, dan dia selalu akan menghabiskan waktu di sini sampai matahari terbenam.

“Kenapa kau selalu sendirian?” tiba-tiba dia mendengar suara seseorang menyapanya. Ditolehkannya pandangannya ke sosok yang sedang berdiri di depannya.

“Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain mengikutiku?” ucap Siwon sedikit ketus setelah mengetahui siapa namja yang tadi menyapanya, namja aneh itu, ya, dia sangat tidak menyukainya.

Namja itu berjalan mendekatinya dan duduk di sebelahnya, Siwon memandanginya dari samping sedangkan namja itu hanya memandang lurus ke depan sambil sesekali tersenyum dan memejamkan matannya saat dirasakannya sentuhan angin menerpa wajahnya. Siwon lihat namja itu sedikit menarik nafasnya dan menyunggingkan senyum yang lebih lebar lagi, ‘Dia manis,’ tiba-tiba kalimat singkat itu terlintas di otak Siwon.

“Ternyata kau menyukaiku,” tiba-tiba namja itu membuka matanya dan memandang Siwon yang sedari tadi memperhatikannya. Itu membuat Siwon sedikit terkejut dan segera memalingkan pandangannya dari wajah manis namja tersebut. Bukankah itu yang tadi Siwon pikirkan, namja itu manis.

“Kyuhyun, Cho Kyuhyun,” namja itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya dengan harapan Siwon akan menyambut uluran tangannya itu. Tapi ternyata tidak, Siwon malah bangkit dan berjalan meninggalkannya. “Baiklah, sepertinya memang belum waktunya kau mengenalku,” ucap Kyuhyun dan segera menghilang.

Siwon menghentikan langkahnya, entah apa yang membuatnya melakukan itu. Dia membalik tubuhnya, ada harapan kecil di hatinya semoga dia masih bisa melihat namja manis itu, tapi dia sedikit sedih mungkin, saat dia tidak melihat namja itu lagi, namja yang baru dia ketahui namanya setelah dua tahun ini dia merasa dibuntuti, Kyuhyun.

“Aish, kenapa tiba-tiba aku berpikir seperti itu?” Siwon berucap sambil menggelengkan kepalanya. Hei, dia membenci namja itu, dia selalu bilang kalau namja itu aneh, tapi kenapa tiba-tiba dia berpikir kalau namja itu manis. Tapi itu kenyataannya, cahaya matahari sore yang menyapu wajah namja itu membuatnnya terlihat manis, apalagi dengan senyuman yang selalu setia terukir di bibirnya yang sedikit tebal itu.

Siwon benar-benar tau, meski setiap kali mereka bertemu, mungkin lebih tepatnya setiap kali dia memergoki namja itu sedang membuntutinya, Siwon selalu membentaknya. Tapi setiap kali itu juga senyuman itu terlukis indah di wajahnya. Mungkin itu menjadi satu alasan Siwon tidak bisa benar-benar marah dan membuat namja itu sepenuhnya lenyap dari kehidupannya selama dua tahun ini.

“Aish… Siwon, berhenti berpikiran yang tidak-tidak.”

– isfa_id –

“Kau dari mana?” tanya Kibum saat melihat Kyuhyun baru pulang setelah sekian lama dia menghilang. Tadi Kibum bermaksud mengajak Kyuhyun bicara tapi dia tidak menemukan Kyuhyun di ‘kandang’nya. Kibum langsung menarik tangan Kyuhyun yang sekarang bukanlah sosok seekor kelinci, karena tidak ada Siwon di sini, dan Kyuhyun tau di mana Siwon sekarang.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun saat mereka sudah berada di dalam kamar Kibum. Kyuhyun memejamkan matanya beberapa detik dan keluarlah sebuah cahaya putih transparan mengelilingi kamar kibum sekarang. Kibum tau apa itu, pelindung, ya pelindung yang dipasang Kyuhyun agar mereka bisa berbicara dengan bebas tanpa harus takut ada yang bisa mendengarnya.

Kyuhyun tersenyum sambil menatap Kibum yang masih sibuk memperhatikan cahaya putih transparan itu. Dia tau Kibum sedikit sedih dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang. Dia sangat tau Kibum juga ingin bisa melakukan hal tersebut, tapi apa yang bisa Kibum lakukan, dia harus bisa menerima kalau dia sama sekali tidak mempunyai kekuatan sedikitpun kecuali bisa masuk ke dalam mimpi seseorang.

Ya, itulah yang harus diterima Kibum setelah dia menerima izin dari kakeknya untuk memasuki dunia manusia. Kakeknya mengizinkan asal Kibum melepaskan semua kekuatan yang dia punya. Dia dan Donghae sudah pernah membujuknya untuk tidak melakukan itu, tapi sepertinya cintanya untuk Siwon mengalahkan itu semua, Kibum menyetujuinya.

Dilihatnya Kibum tersenyum, meski ada sedikit gurat kesedihan di wajahnya, “Kyu…” panggil Kibum lemah.

“Hm…” Kyuhyun menjawab pelan sambil berusaha memperhatikan wajah Kibum yang sekarang sedang tertunduk.

“Terima kasih, karena kau sudah menjaganya dengan sangat baik,” Kibum berucap dan langsung memeluk erat tubuh Kyuhyun, “Terima kasih Kyu,” lanjutnya dan terus mempererat pelukannya.

Kyuhyun terdiam membiarkan tubuhnya didekap erat oleh Kibum, oleh sahabatnya yang mungkin lebih tepat kalau dia menyebutnya saudara. Mereka dibesarkan bersama, bertiga bersama Donghae. Tapi entah mengapa tiba-tiba dia merasa sedikit sesak, bukan karena pelukan Kibum yang terlalu erat. Tapi karena ada rasa yang terlalu besar di dalam hatinya yang harus dia pendam, paling tidak agar Kibum tidak terluka. Perasaannya, perasaannya pada Siwon, cintanya.

‘Maafkan aku Bummie.’

– isfa_id –

“Kenapa diam saja, apa kau tidak suka?” Siwon terus memperhatikan tingkah Kibum yang sedari tadi sama sekali tidak menyentuh makanannya, mungkin lebih tepatnya tidak memakannya. Karena dari tadi Kibum hanya memutar sendok dan garpu bergantian di atas piringnya, tanpa menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.

“Apa mau aku masakan yang lain?” tanya Siwon lagi karena Kibum sama sekali tidak menjawab pertanyaannya tadi. ‘Aish, kenapa jadi aku yang repot?’ batin Siwon sedikit tidak ikhlas dengan kata-kata yang baru saja terlontar dari bibirnya.

“Tidak usah, aku hanya tidak lapar,” jawab Kibum sambil meletakkan sendok dan garpu yang sedari tadi dia putar-putar. “Aku mau tidur saja,” lanjut Kibum dan beranjak dari duduknya. Ditatapnya sebentar wajah Siwon yang seperti sedikit bingung, ya mungkin karena melihat perubahan sikap Kibum yang biasanya banyak omong sekarang malah lebih memilih untuk diam.

Kibum melangkahkan kakinya perlahan berniat memasuki kamarnya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat dirasakan ada yang menggenggam erat tangannya. Tubuhnya sedikit berputar karena tangannya ditarik oleh orang yang menggenggamnya, siapa lagi kalau bukan Siwon. Dan seketika kepalanya mendarat tepat di dada Siwon yang terasa sangat hangat untuk Kibum.

“Siwon…” panggil Kibum pelan tanpa berusaha sedikitpun melepaskan pelukan Siwon padanya. Bukankah ini yang diinginkan Kibum? Dapat memeluk Siwon secara nyata, mencium aroma tubuhnya secara real, merasakan hangatnya tubuh Siwon yang benar-benar selalu dia inginkan. Dan ini bukan mimpi.

Siwon melepaskan pelukannya dari tubuh Kibum dan menatap mata Kibum dengan sangat dalam, ditelusurinya setiap titik-titik mata Kibum seolah mencari sesuatu yang mungkin bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan akan perasaannya selama ini, ‘Hangat, tubuhnya sangat hangat, aroma tubuhnya membuatku tenang, tatapan matanya, seperti penuh cinta setiap kali aku melihatnya, dan yang jelas, mereka sangat mirip, apa ini kamu Bummie?’

Kibum mengerjapkan matanya tidak mengerti dengan arti tatapan mata Siwon. Kibum perlahan melepaskan tangan Siwon yang sedari tadi memegang pundaknya, “Ah… tiba-tiba aku lapar, aku mau makan,” Kibum segera berlari menuju meja makan dan memakan makanan yang sedari tadi hanya dijadikannya mainan.

Siwon sedikit tersenyum melihat tingkah Kibum yang sedikit –dia rasa– malu, dan sepertinya sekarang Siwon pun mulai bisa menerima Kibum di kehidupannya, maksudnya menerima Kibum tinggal di rumahnya.

Tapi tanpa dia dan Kibum sadari, ada sosok yang terluka melihat apa yang baru saja terjadi, ‘Bummie, apa salah kalau aku merasa cemburu sekarang?’ ya, dia Kyuhyun. Tapi apa yang bisa dia lakukan dengan sosok kelinci yang sedikit membuat dia terkekang, yang membuat dia harus menahan dan menyimpan cintanya. Dan bahkan meskipun dia bukanlah seekor kelinci, dia tetap harus memendam cintanya demi Bummie, sahabatnya.

– isfa_id –

Siwon berlari keluar dari rumahnya, dia telat, “Aish, kenapa aku kesiangan?” dia mengoceh sendiri dan terus melangkahkan kakinya meninggalkan rumah. Dia berlari sekencang mungkin menuju halte bis hingga tanpa sengaja…

‘Brak…’

“Maaf, aku benar-benar minta maaf,” ucap Siwon seraya menundukkan kepalanya berkali-kali, seakan-akan dia benar-benar menyesal sudah menabrak orang yang ada di depannya sekarang. Siwon kemudian diam saat tidak mendapatkan reaksi apapun dari orang tersebut, ‘Apa dia marah?’ batin Siwon. Diangkatnya perlahan kepalanya dan itu membuat dia terkejut saat tau siapa yang ada di depannya sekarang.

Siwon tersenyum sedikit sinis, dan segera mengambil buku-bukunya yang berserakan di jalan karena tabrakan tadi. Dilihatnya orang yang ditabraknya tadi ikut mengambil buku-bukunya dan memberikannya sambil mengembangkan senyumnya, ‘Orang aneh,’ itulah yang dipikirkan Siwon.

“Kau mau kuliah? Sepertinya kau telat? Mau ku antar?” suara namja yang tadi ditabraknya terdengar seperti sebuah mukjizat bagi Siwon, dia memang telat dan ada yang menawarkan bantuan. Tapi… Siwon membenci namja ini dan itu membuat Siwon sekarang merasa kalau itu adalah musibah baginya.

“Tidak usah,” jawab Siwon dan segera berlalu pergi, “Dan jangan mengikutiku,” Siwon sedikit berbalik dan memandang namja itu sedikit tajam.

“Hei ayolah, kau tidak akan sampai tepat waktu kalau naik bis, biar ku antar,” namja itu menarik Siwon hingga mereka berada di sebelah sepedah motor besar, yang Siwon yakin itu milik namja ini. “Ayo naik,” ajak namja itu. Siwon sedikit berpikir, tapi menurutnya akan lebih baik seperti itu daripada dia harus melewatkan kelasnya hari ini.

Tidak terlalu lama mereka sudah sampai di depan kampus Siwon. ‘Secepat inikah?’ batin Siwon sedikit tidak percaya kalau dia sudah ada tepat di depan kampusnya. “Terima kasih… Kyuhyun…” ucap Siwon yang menyebut nama namja itu dengan suara sangat pelan.

“Hei, kau mengingat namaku, oh aku sangat senang,” ucap Kyuhyun sambil tersenyum manis ke arah Siwon. “Bukankah seharusnya sekarang kau masuk?” lanjut Kyuhyun saat melihat Siwon hanya berdiri sambil menatapnya.

“Oh, ne,” jawab Siwon dan segera berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih setia menyunggingkan senyuman di bibirnya.

“Kyu…”

“Yaich… Fishy, kau mengagetkanku,” Kyuhyun sedikit terlonjak saat ada yang memanggilnya.

“Kenapa di sini?”

“Tidak apa-apa,” jawab Kyuhyun singkat.

“Kau membiarkan Bummie sendirian di rumah?”

“Oh, ne, aku akan segera pulang,” Kyuhyun segera melajukan motornya.

– isfa_id –

“Kau ke mana tadi?” tanya Kibum saat melihat Kyuhyun memasuki kamarnya dengan sebuah senyuman yang sedikit sulit Kibum artikan.

“Sedikit jalan-jalan,” jawab Kyuhyun dan segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Kibum.

“Apa ada yang menyenangkan?” tanya Kibum lagi saat melihat senyuman itu masih setia menghiasi wajah Kyuhyun. Diapun ikut berbaring di sebelah tubuh Kyuhyun.

“Oh, sedikit,” jawab Kyuhyun sambil menatap mata Kibum hangat, tapi sekarang Kibum malah melihat senyuman itu hilang dari wajah Kyuhyun. Ditatapnya Kyuhyun dengan tatapan yang mengisyaratkan sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban yang secepatnya dari Kyuhyun. Kyuhyun menyadari itu dan memalingkan pandangannya, “Aku mau tidur,” ucap Kyuhyun singkat dan segera memejamkan matanya.

“Sepertinya aku tidak bisa membantumu Kyu,” ucap Kibum, terdengar sedikit nada kekecewaan dari ucapan Kibum itu, karena dia merasa Kyuhyun tidak ingin menceritakan apa yang sedang dirasakannya. Sudahlah, mungkin Kibum memang tidak harus tau itu, dan dia langsung melangkah keluar dari kamarnya, membiarkan Kyuhyun tertidur pulas di sana.

Kyuhyun membuka matanya saat Kibum sudah menutup pintu kamarnya, dan Kyuhyun tidak tau Kibum akan ke mana. ‘Bummie…’ Kyuhyun mendesah dalam hati sambil memegangi dadanya. ‘Apa aku salah kalau aku jatuh cinta? Apa aku salah kalau aku juga mencintai Siwon?’ setetes air mata jatuh dari mata beningnya. Terasa sakit yang teramat sangat di dadanya, cintanya, persahabatannya, ini membuatnya gila.

– isfa_id –

Siwon berjalan keluar dari kampusnya, tadi dia menolak ajakan Donghae untuk mengantarnya pulang, karena Siwon yakin alasan Donghae melakukan itu hanya ingin bertemu dengan Kibum, dia tidak suka. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara klakson yang sekarang dia tau dari mana asalnya. Siwon menatap seseorang yang sedang bersandar di sepeda motornya di seberang jalan yang sedang dia lewati.

Namja itu menghampiri Siwon, “Mau ku antar pulang?”

“Oh, tidak usah, aku naik bis saja,” tolak Siwon dengan nada lembut.

Tapi namja itu menariknya hingga dia tidak bisa menolak lagi. Siwon hanya dapat memandang punggung namja yang sedang fokus mengendarai sepeda motornya. Mata Siwon sedikit terbelalak saat dia sadar kalau ini bukan jalan pulang ke rumahnya, hei, ke mana namja ini akan membawanya?

Namja itu menghentikan sepeda motornya saat tiba di suatu tempat, sebuah café kecil. “Aku lapar,” ucap namja itu saat melihat tatapan mata Siwon yang penuh dengan pertanyaan.

Kembali namja itu menarik tangan Siwon dan mengajaknya masuk ke café tersebut, “Tapi Kyu…” belum sempat Siwon meneruskan kata-katanya, Kyuhyun sudah menyuruhnya duduk dan memesan makanan. Apa lagi yang bisa Siwon lakukan sekarang? Hanya menerima.

“Maaf…” ucap Siwon pelan.

“Untuk apa?” Kyuhyun bertanya, sambil sesekali memainkan sebuah vas bunga kecil yang ada di atas meja.

“Selama ini aku selalu membentakmu,” jawab Siwon sambil berusaha menatap mata Kyuhyun yang sekarang sedang berputar menatap sekeliling ruangan café tersebut.

“Tapi itu karena kau selalu membuntutiku,” kali ini nada suara Siwon terdengar sedikit membentak, membuat Kyuhyun yang sedari tadi sibuk mengedarkan pandangannya menatap mata Siwon seketika.

“Sudah berapa kali ku bilang, aku tidak membuntutimu, aku melindungimu,” jawab Kyuhyun dengan nada datarnya.

“Melindungi? Aku sama sekali tidak mengerti dengan arti kata itu. Apa maksudmu melindungiku? Dan apa untungnya bagimu melakukan itu?” Siwon sepertinya perlu penjelasan sekarang tentang kalimat yang selalu dilontarkan Kyuhyun setiap kali dia memintanya untuk menjauhinya karena tidak mau dibuntuti oleh orang yang tidak dikenalnya.

“Silahkan,” seorang waiter datang membawakan pesanan mereka tadi.

“Ayo makan,” ucap Kyuhyun. Kyuhyun patut menarik nafas lega karena sepertinya sekarang dia tidak perlu memberikan penjelasan apapun pada Siwon. Tapi itu berbeda dengan Siwon yang sedikit kecewa, karena tidak mendapatkan penjelasan apapun.

Siwon terus memperhatikan wajah Kyuhyun disela-sela kegiatan makannya. Ditatapnya mata bening Kyuhyun yang dia yakin akan membuat semua orang tenang saat menatapnya. Mata bening itu… “Aish,” tanpa sadar Siwon sedikit berteriak, dia benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya sekarang sedang terjadi di hidupnya.

Bummie, yang selalu datang di mimpinya. Kibum, sosok yang dianggapnya sangat mirip dengan Bummie. Dan Kyuhyun, yang entah kenapa saat menatap matanya dia teringat akan Bummie, kelincinya.

Kyuhyun tertawa kecil saat melihat wajah Siwon yang benar-benar kebingungan, “Ada apa?” tanya Kyuhyun membuat Siwon sedikit terkesiap, sepertinya dia benar-benar tidak sadar kalau dia tadi berteriak.

“Hm…?” ucap Siwon sedikit kurang mengerti dengan pertanyaan Kyuhyun.

“Kenapa kau berteriak?” tanya Kyuhyun sambil terus terkekeh kecil.

“Memangnya tadi aku berteriak?” bukannya menjawab Siwon malah balik bertanya.

“Sudahlah, selesaikan makannya,” ucap Kyuhyun dan menyerahkan sendok Siwon yang tadi tidak sengaja dilepaskannya saat dia terperanjat dengan pertanyaan Kyuhyun.

“Apa kau mau pergi ke suatu tempat?” tanya Kyuhyun saat mereka sudah berada di luar café.

Siwon memandang Kyuhyun sejenak dan kemudian menggelengkan kepalanya, “Aku harus pulang,” ucap Siwon.

“Ya sudah, ayo,” ajak Kyuhyun yang sudah duduk manis di atas motor besarnya.

Siwon terdiam sejenak dan kemudian naik ke atas motor Kyuhyun, kembali ditatapnya punggung Kyuhyun saat Kyuhyun mulai melajukan motornya. Mereka hanya diam sepanjang perjalanan pulang, tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mereka berdua. Siwon pun enggan untuk memulai berbicara, karena dia belum sepenuhnya menerima Kyuhyun sebagai temannya. Teman? Ya, apalagi kalau bukan teman.

Dia benar-benar tidak menyangka bisa dekat dengan Kyuhyun yang nota bene adalah orang yang benar-benar dibencinya, namja aneh yang selalu membuatnya kesal setiap kali mereka bertemu. Seorang namja yang selalu membuntutinya ke mana pun dia pergi, seorang namja yang membuatnya selalu emosi saat bicara. Tapi sekarang, entah kenapa Siwon merasa tenang saat bersamanya, apalagi saat memandang mata beningnya.

Tapi Bummie, nama itu tidak akan pernah lepas dari ingatan Siwon. Bummie, seorang namja yang benar-benar ingin Siwon kenal. Bummie, seorang namja yang Siwon harap bukan hanya orang yang selalu datang di dalam mimpinya. Bummie, seorang namja yang benar-benar ingin Siwon temukan. Bummie, seorang namja yang mungkin sebenarnya dia cintai meski dia tidak tau di mana sosok Bummie sebenarnya, selain di dalam mimpinya.

“Sepertinya banyak yang kau pikirkan?” pertanyaan Kyuhyun membuat Siwon sadar dari lamunannya.

“Kita sudah sampai?” tanya Siwon saat sadar mereka sudah berada di depan rumahnya.

“Sudah lima belas menit,” jawab Kyuhyun.

Ye?” Siwon segera turun, “Kau mau masuk?” ajak Siwon, tapi Kyuhyun menggeleng dan itu pertanda kalau dia menolak.

“Baiklah, terima kasih,” ucap Siwon.

Kyuhyun hanya tersenyum dan langsung melesatkan sepeda motornya.

Baru saja Siwon ingin masuk ke rumahnya, terdengar deru mesin mobil yang berhenti di belakangnya, dia menoleh dan dilihatnya Donghae keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk… “Kibum?” ucap Siwon sedikit tidak yakin dengan apa yang dilihatnya, “Mereka pergi berdua?” ucapnya lagi dengan nada keheranannya.

“Siwon, aku pulang,” ucap Donghae sedikit berteriak dan kembali masuk ke mobilnya. Dilihatnya Kibum yang melambaikan tangannya saat Donghae mulai melajukan mobilnya.

“Kalian dari mana?” tanya Siwon saat Kibum sudah berada di sebelahnya.

“Jalan-jalan,” jawab Kibum singkat dan segera masuk, karena kebetulan pintu rumah Siwon sudah terbuka.

“Sepertinya kalian sangat akrab,” ucap Siwon dengan nada… mungkin bisa dibilang kesal.

“Dia baik,” jawab Kibum kembali dengan singkatnya.

“Menurutmu seperti itu?”

“Hm…” Kibum mengangguk.

“Kalau aku?”

“Kamu?” ucap Kibum sambil menatap mata Siwon sedikit lama. “Jauh lebih baik darinya,” lanjut Kibum dan bergegas masuk ke kamarnya.

“Jauh lebih baik…” ucap Siwon pelan masih tidak percaya dengan apa yang sedang didengarnya. Tapi kenapa tiba-tiba dia menjadi sangat senang mendengar ucapan Kibum itu, jauh lebih baik, kata-kata itu menjadi sebuah kata yang sangat berarti baginya. ‘Jauh lebih baik…’ Siwon tersenyum dan langsung melesat ke kamarnya dan segera berbaring dengan sebuah senyuman yang semakin mengembang, “Jauh lebih baik…” dia mengulang kalimat itu berkali-kali, hingga dirasanya ada sebuah sentuhan lembut di lengannya. “Bummie, apa kau tadi dengar apa yang dikatakan Kibum, aku jauh lebih baik daripada Donghae,” ucap Siwon dan mengangkat tubuh kelinci kesayangannya itu ke dalam gendongannya.

‘Siwon… jadi apa pendapatmu tentangku? Apa aku lebih baik dari Bummie? Apa aku bisa menjadi orang yang kamu inginkan? Apa aku bisa… Siwon…’

T.B.C

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s