Posted in KiHae Couple, Super Junior

Dream? – 6


Tittle : Dream?

Pairing : WonKyu / HaeBum

Kibum is Main Cast ^^

– isfa_id –

꿈 – kkum – mimpi

Kalau aku?”

Kamu?” ucap Kibum sambil menatap mata Siwon sedikit lama. “Jauh lebih baik darinya,” lanjut Kibum dan bergegas masuk ke kamarnya.

Jauh lebih baik…” ucap Siwon pelan masih tidak percaya dengan apa yang sedang didengarnya. Tapi kenapa tiba-tiba dia menjadi sangat senang mendengar ucapan Kibum itu, jauh lebih baik, kata-kata itu menjadi sebuah kata yang sangat berarti baginya. ‘Jauh lebih baik…’ Siwon tersenyum dan langsung melesat ke kamarnya dan segera berbaring dengan sebuah senyuman yang semakin mengembang, “Jauh lebih baik…” dia mengulang kalimat itu berkali-kali, hingga dirasanya ada sebuah sentuhan lembut di lengannya. “Bummie, apa kau tadi dengar apa yang dikatakan Kibum, aku jauh lebih baik daripada Donghae,” ucap Siwon dan mengangkat tubuh kelinci kesayangannya itu ke dalam gendongannya.

Siwon… jadi apa pendapatmu tentangku? Apa aku lebih baik dari Bummie? Apa aku bisa menjadi orang yang kamu inginkan? Apa aku bisa… Siwon…’

– isfa_id –

“Apa yang kau lakukan?”

Kibum terperanjat dan hampir saja menjatuhkan handphonenya. Ditatapnya sekilas wajah Siwon yang sekarang sudah duduk di sampingnya, dan kembali memandang bintang-bintang yang terlihat sangat indah malam ini. Kibum tersenyum kecil dan memejamkan matanya, ditariknya nafas sedikit panjang dan terus mengembangkan senyumnya. Dihembuskannya nafasnya perlahan sambil terus menikmati desiran angin malam yang sedikit dingin.

Siwon memandangi wajah Kibum yang sepertinya sedang sangat bahagia, apa karena Donghae? Mungkin itulah yang dipikirkan Siwon, mengingat tadi siang Kibum dan Donghae pergi bersama. Dilihatnya senyum yang terukir di bibir indah Kibum, sangat manis. Tapi, tiba-tiba seraut wajah manis menghampiri ingatannya. Kyuhyun? Ya, bukankah kemarin sore Kyuhyun melakukan hal yang sama di taman, menatap lurus ke depan dengan sedikit mendongakan kepalanya, memejamkan mata sambil tersenyum, menarik nafas panjang dan terus melebarkan senyumnya, dan Kyuhyun… jauh terlihat lebih manis di bawah cahaya matahari sore. Lebih manis? “AHHH…!”

“Siwon…” Kibum membuka matanya saat mendengar Siwon berteriak, ditatapnya mata Siwon penuh tanya, apa yang membuatnya berteriak? Pasti itu yang dipikirkan Kibum.

Siwon terdiam sesaat setelah sadar dengan apa yang baru saja terjadi, “Oh… maaf, sepertinya aku lelah, aku tidur saja,” jawab Siwon sekenanya dan berjalan meninggalkan Kibum sendirian di teras rumahnya.

Kibum terdiam sesaat melihat Siwon yang entah mengapa tiba-tiba dirasanya sangat aneh. Kibum ikut masuk ke dalam rumah, tapi bukan berniat menyusul Siwon, mungkin Siwon memang sedang lelah. Dia berjalan menuju ‘kandang’ Kyuhyun dan mengeluarkannya dari sana, “Kyu, temani aku,” ujar Kibum lembut dan membawa Kyuhyun ke luar, dan kembali duduk di teras depan sambil menatap bintang.

“Kyu…”

“Hm…”

“Apa kau lelah?”

“Apa maksudmu?”

Kibum menarik nafas sedikit panjang sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia sedikit berpikir apa yang harus dia ucapkan, bahkan ucapan terima kasih pun belum cukup untuk membalas semua apa yang sudah Kyuhyun lakukan untuknya selama ini. Kyuhyun rela menjaga Siwon dengan wujud kelincinya, dia rela hanya dianggap peliharaan oleh Siwon. Apa yang harus Kibum lakukan untuk membalas semua itu?

“Terima kasih…” Kibum menghentikan sesaat ucapannya, apa hanya itu yang dapat dia katakan? Harus lebih dari itu, tapi apa?

“Kau sangat baik Kyu, kau sudah menjaganya dengan sangat baik, aku benar-benar berterima kasih padamu…” kembali Kibum berhenti berucap. Ditatapnya mata bening Kyuhyun yang sekarang masih berwujud kelinci itu.

“Apa yang harus aku lakukan untuk membalas semuanya?”

Kibum diam menunggu jawaban dari Kyuhyun, satu detik, dua detik… satu menit, dua menit… tiga puluh menit… Kyuhyun tidak memberikan jawaban apa-apa, hanya tatapan hangat yang diberikan Kyuhyun melalui mata kelincinya.

“Kyu…” Kibum memanggilnya lembut.

“Kau belum mau tidur?”

Kibum kembali terperanjat saat Siwon tiba-tiba muncul di depan pintu, ada sedikit gurat kecemasan dari wajah Kibum, apa Siwon mendengar semua yang sedang dia bicarakan dengan Kyuhyun, ah… lebih tepatnya hanya dia yang bicara. Tapi sepertinya Siwon tidak mendengar apapun.

“Tidurlah, ini sudah malam,” lanjut Siwon, dan itu membuat Kibum yakin kalau Siwon memang tidak mendengar apapun.

Kibum berdiri dan menyerahkan Kyuhyun, ups… Bummie kepada Siwon. Siwon mengambilnya dan mencium hidung kelincinya itu. Huft… tiba-tiba ada perasaan menyakitkan yang hinggap di hati Kibum, kalian lihat Siwon mencium hidung kelincinya, bukankah itu berarti Siwon sedang mencium Kyuhyun?

“Aku tidur duluan,” ucap Kibum pelan dan segera berlari menuju kamarnya.

“Dia kenapa?” ucap Siwon sedikit heran dengan sikap Kibum seperti itu. “Sudahlah, kau juga harus tidur Bummie,” lanjutnya. Kembali diciumnya hidung kelinci putihnya itu dan memasukkannya ke dalam kandangnya. “Selamat malam,” ucap Siwon sambil tersenyum ke arah Bummie. Apakah ini aneh? Menurut Siwon tidak, itulah yang dia lakukan setiap malam kepada binatang peliharaannya itu.

‘Selamat malam Siwon.’

– isfa_id –

“Aku di rumah,” Kibum terlihat berbicara dengan seseorang di telepon, ah… kita sudah bisa tebak siapa itu kan? Yups… Fishy…

“Baiklah,” dia menutup teleponnya dan kembali pada kegiatan awalnya, membuat sarapan.

“Haha,” dia tertawa sendiri melihat apa yang sedang dia masak sekarang. Jangan salahkan Kibum yang tidak bisa memasak, salahkan kehidupan dunia Kkum yang membuat semua hal begitu mudah. Apa yang mereka ingin makan? Apapun itu, mereka tinggal menjentikkan jari dan memejamkan mata, sekejap itu akan terwujud. Huft… itu menyenangkan. Ya, bila Kibum masih bisa melakukan itu, tapi sekarang apa yang bisa dia lakukan tanpa kekuatan sedikitpun. Meskipun ada, sekarang dia sedang di dunia manusia, apa layak dia memakai kekuatannya? Dia rasa tidak.

“Apa tidak ada yang bisa kau masak selain nasi goreng?” ujar Siwon saat sudah berada di meja makan dengan suguhan nasi goreng Kibum.

“Cuma itu yang bisa ku masak, yang lain tidak bisa,” jawab Kibum polos.

Siwon mengakui nasi goreng Kibum enak, tapi kalau memakannya tiap hari? Dia merasa bosan.

“Makanlah, aku sudah bangun pagi pagi untuk membuatnya,” pinta Kibum dengan tatapan memelasnya, apa itu membuat Siwon tersentuh? Jawabannya ya, Siwon langsung memakan nasi goreng itu hingga habis dan bergegas berangkat kuliah.

“Oh, aku sudah mulai kerja lagi hari ini, mungkin pulang agak malam, jadi tidak usah menungguku,” ucap Siwon sebelum keluar dari rumah. Beberapa hari ini dia memang meminta libur dari tempat kerja paruh waktunya, hitung-hitung menemani Kibum di hari pertamanya tinggal di rumahnya. ‘Aish, apa yang aku katakan tadi? ‘Tidak usah menungguku.’ Kenapa aku berkata begitu?’ ucap Siwon dalam hati dan bergegas pergi.

Kibum bergegas masuk ke kamarnya, dibukanya lemari pakaiannya, “Dia minta aku berpakaian yang rapi, jadi aku harus pakai apa?” Kibum memperhatikan isi lemarinya.

“Memangnya dia mau mengajakku ke mana?” Kibum mengoceh sendiri sambil terus memilih pakaian apa yang cocok untuk dipakainya. “Kyu…” panggil Kibum, sepertinya dia perlu pendapat sahabatnya itu.

“Apa?”

“Yaich… kau mengagetkanku,” ucap Kibum saat Kyuhyun sudah di sebelahnya.

“Kau ini, kau yang memanggilku tadi, kenapa kaget seperti itu?” ujar Kyuhyun dan segera melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Kibum dan membaringkan tubuhnya.

“Aku harus pakai yang mana?” tanya Kibum sambil menunjukkan beberapa pakaian kepada Kyuhyun. “Fishy mau mengajakku jalan-jalan, tapi katanya aku harus menggunakan pakaian yang rapi,” lanjut Kibum sebelum Kyuhyun membuka mulutnya untuk menjawab.

“Tapi aku tidak tau dia mau mengajakku ke mana, tapi…”

“Berhentilah bicara,” potong Kyuhyun karena bosan mendengar kata ‘tapi’ dari Kibum. Dia menyerahkan sebuah baju ke Kibum. “Pakai ini saja,” ucapnya sambil memberikan kemeja putih, dan jaket abu-abu, “Pakai jeans saja,” lanjut Kyuhyun, dia tau apa yang akan Kibum tanyakan.

“Memangnya Fishy mau mengajakmu ke mana?”

Kibum sedikit kesal dengan pertanyaan Kyuhyun, bukankah tadi dia sudah bilang kalau dia tidak tau, ah sudahlah. Kibum secepat mungkin mengganti pakaiannya, dan pergi meninggalkan Kyuhyun tanpa memberikan jawaban. Tapi Kibum kembali lagi.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun heran.

“Kau tidak mau ikut?”

“Oh, tidak usah,” jawab Kyuhyun. Dia berpikir kalau dia ikut akan mengganggu mereka, Fishy menyukai Bummie, itulah yang Kyuhyun tau. Tapi bukankah ini rumit? Ya, sangat rumit.

Fishy mencintai Bummie, sedangkan Bummie mencintai namja lain, dan mereka tau siapa namja itu, Siwon. Tapi yang lebih merumitkan lagi, dia pun mencintai Siwon.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, “Pergilah,” ucapnya pada Kibum.

Kibum pun bergegas pergi setelah mendapatkan penolakan dari Kyuhyun. “Kyu…” Kibum memanggil Kyuhyun saat sudah berada di depan rumah. Kyuhyun pun segera berlari menemui Kibum.

“Apa?” tanyanya.

“Kau benar-benar tidak ingin ikut?”

Kyuhyun menggeleng kecil.

“Serius tidak ingin ikut?”

Kyuhyun menggeleng lagi.

“Benar?”

Kibum langsung berlari sebelum Kyuhyun berteriak.

– isfa_id –

Kibum menggoyangkan kakinya, dia bosan. Sudah lima belas menit dia menunggu di halte tapi Donghae belum datang juga. Tadi Donghae bilang mereka akan naik bis saja, sekalian agar Kibum terbiasa dengan kehidupan di sini. Kalau dia terus menjemput dan mengantar Kibum dengan mobilnya, Kibum tidak akan bisa –ya, bisa disebut mandiri.

Kibum benar-benar kesal sekarang, sudah setengah jam Donghae belum datang juga. Dia berjalan berniat untuk pulang…

“Baru tiga puluh menit Bummie,” suara itu mampu membuat langkahnya terhenti.

“Aku benci Fishy,” ujar Kibum saat Donghae sudah berada di depannya.

“Benarkah?” Donghae langsung mendekati Kibum dan memeluknya, “Kalau begini masih marah?” tanyanya. Dirasakannya kepala Kibum bergerak, sebuah gelengan, itu membuatnya lega.

Donghae melepaskan pelukannya, sedikit menunduk menatap wajah Kibum, *anggap Donghae lebih tinggi dari Kibum* “Baiklah, kita pergi sekarang,” ucapnya, dan kebetulan bisnya sudah datang.

Mereka segera naik ke bis, Kibum sedikit mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut bis ini, “Fishy… apa kita akan pergi bersama mereka?” tanya Kibum karena melihat banyak orang.

Donghae tersenyum, “Tidak, kita hanya pergi berdua,” jawabnya dan terus menggenggam tangan Kibum. Donghae berjalan ke arah bangku belakang, Kibum mengikutinya, lagipula tangannya ditarik Donghae.

“Terus kenapa mereka semua di sini?” tanya Kibum saat mereka sudah duduk di bangku belakang, dia terus membiarkan tangannya dalam genggaman Donghae. Lagipula mereka memang biasa seperti itu.

“Karena ini bis umum, jadi semua orang boleh naik, tapi tujuannya beda-beda,” Donghae berusaha menjelaskannya pada Kibum, Kibum mengangguk pertanda mengerti.

“Kita mau ke mana?” tanya Kibum, dia masih benar-benar penasaran ke mana Donghae akan membawanya.

“Ke taman bermain,” jawab Donghae sambil memandang jalanan dari balik kaca bis, itu membuat Kibum sedikit cemberut, dia tidak suka kalau Donghae bicara tanpa melihatnya.

“Aku benci Fishy,” ucap Kibum pelan dan melepaskan tangannya dari genggaman Donghae.

Donghae segera menoleh dan menyadari raut kekesalan Kibum, “Bummie, jangan marah,” Donghae berusaha membujuk Kibum dengan lembut. Tapi Kibum tidak memperdulikannya, dia hanya diam tetap dengan raut kesalnya. Digerakkannya kakinya, benar-benar terlihat seperti anak kecil. Donghae tersenyum melihat raut wajah Kibum yang terlihat lucu kalau seperti itu. Itu salah satu yang dia suka, karena Kibum terlihat sangat manis. Tapi bukan berarti dia senang kalau Kibum ngambek.

– isfa_id –

“Hm…?” Kyuhyun sedikit bingung melihat segelas cappucino yang mendarat di mejanya, ditatapnya seorang namja yang memberikan itu, siapa?

“Ini untukku?” tanyanya yang mendapatkan anggukan dari namja tersebut, “Terima kasih,” lanjutnya dan menyeruput cappucino itu.

“Aku harus kembali bekerja.”

“Siwon…” Kyuhyun memanggilnya saat Siwon sudah akan kembali ke meja kasir. Dia bekerja di sebuah café kecil, ya, itulah yang bisa membuatnya bertahan hidup sampai sekarang. Dia mampu membayar biaya kuliahnya juga dengan bekerja di sini meski harus sampai tengah malam.

“Hm…” jawab Siwon saat sudah membalikkan tubuhnya lagi menatap Kyuhyun.

“Tidak apa-apa, kembalilah bekerja,” ucap Kyuhyun.

Siwon hanya tersenyum dan mulai berjalan meninggalkan Kyuhyun. Siwon terus memandangi Kyuhyun dari meja kasirnya. ‘Apa yang sebenarnya dia lakukan?’ Siwon selalu bertanya setiap kali menatap Kyuhyun. Seharian ini Kyuhyun mengikutinya, sejak dari dia pulang kuliah, dan sudah lebih dari enam jam Kyuhyun duduk di sana. Siwon tidak mencoba bertanya, karena dia sudah tau jawabannya, ‘Aku melindungimu,’ itulah yang akan Siwon dapatkan.

Siwon segera mengganti seragam kerjanya saat jam kerjanya sudah berakhir, ditemuinya Kyuhyun yang ternyata sekarang sedang tertidur. Ya, Kyuhyun menunggunya.

“Kyuhyun…” Siwon sedikit mengguncang tubuh Kyuhyun agar terbangun, ya, itu berhasil.

“Oh, sudah selesai?” tanya Kyuhyun dengan suara pelan khas orang bangun tidur.

Siwon tersenyum dan mengangguk kecil.

Kyuhyun segera bangkit dan segera mereka pulang. Sekarang jam satu malam, dan mereka berjalan kaki. Tadi Kyuhyun tidak membawa motornya, meskipun sebenarnya dia tinggal menjentikan jarinya maka motornya akan segera muncul. Tapi bukankah itu akan benar-benar membuat Siwon curiga?

Mereka terus melangkahkan kaki, karena bis juga sudah tidak ada. Siwon melihat sedikit keletihan di wajah Kyuhyun, digenggamnya tangan Kyuhyun, paling tidak bisa memberikan kehangatan, apa itu berhasil? Siwon tidak tau, tapi yang jelas dia merasakan Kyuhyun membalas genggamannya.

Mereka sama sekali tidak bicara sedikitpun. Bisu, hening, entahlah. Sepertinya mereka berdua sama-sama malas untuk memulai bicara. Hanya genggaman tangan mereka yang bicara.

Tiba-tiba Siwon melepaskan genggaman tangannya, ‘Aish, ada apa denganku?’ Dia merasa sedikit aneh dengan kedekatan mereka yang mungkin bisa dibilang sangat cepat. Bahkan dia dan Donghaepun yang sudah jelas sahabatnya tidak pernah bergenggaman tangan saat mereka sedang berjalan berdua. Dan sekarang dia menggenggam tangan Kyuhyun? Ini aneh, sangat aneh.

“Maaf…” entah kenapa kata itu terlontar begitu saja dari bibirnya. Mengapa dia harus meminta maaf? Bukankah Kyuhyun senang dengan apa yang dia lakukan tadi? Buktinya Kyuhyun membalas genggaman tangannya.

Kyuhyun hanya tersenyum menjawab permintaan maaf Siwon. Untuk apa Siwon meminta maaf, dia sangat senang dengan apa yang dilakukan Siwon tadi. Bahkan dia menginginkannya lagi sekarang. Entah kenapa tidak ada Bummie dalam ingatannya sekarang.

Sepertinya Siwon menyadari itu, Kyuhyun tidak marah, bahkan menyukainya. Hingga perlahan digenggamnya lagi tangan Kyuhyun dengan lebih erat. Huft… ada kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Dan Kyuhyun juga merasakan itu.

Kembali keheningan merajai perjalan mereka. Sepertinya memang tidak perlu banyak bicara untuk mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Perasaan apa? Entahlah, yang jelas Kyuhyun yang sudah mendapatkan jawaban itu, sementara Siwon masih sibuk dengan hidupnya yang semakin hari semakin dirasakan aneh.

Mereka terus menapaki jalan menuju rumah Siwon, kadang Siwon berpikir, ke mana Kyuhyun pulang? Tapi dia enggan bertanya.

Sudah tiga puluh menit mereka berjalan, sedikit kelelahan dirasakan Kyuhyun, dia berhenti membuat tubuh Siwon yang berjalan sedikit di depannya tertarik, karena mereka masih bepegangan tangan. “Kenapa?” tanya Siwon lembut.

Kyuhyun menggeleng, “Hanya sedikit lelah,” jawab Kyuhyun dan segera duduk di pinggir jalan.

Siwon pun ikut duduk sambil menatap lurus ke depan, dilihatnya sebuah bangunan tinggi. Tiba-tiba dia teringat pertama kali bertemu dengan Kibum, ya, di depan gedung ini.

Ini sebuah rumah sakit yang cukup besar, waktu itu dia berniat menjenguk teman kuliahnya yang katanya sakit. Tapi saat dia sudah sampai, ternyata temannya sudah pulang. ‘Apa aku dipermainkan?’ itulah yang dia pikirkan.

Donghae yang saat itu memintanya untuk datang ke rumah sakit, ku rasa kita tau alasan Donghae melakukan itu, agar Kibum dan Siwon dapat bertemu. Tapi yang jelas Siwon tidak tau itu.

“Apa yang kau pikirkan?” Kyuhyun mulai bertanya karena dari tadi dilihatnya Siwon hanya diam.

Siwon tersenyum kecil dan menggeleng, “Bukan apa-apa,” jawabnya.

“Ayo pulang,” ucap Kyuhyun. Dia sudah merasa baikan sekarang.

Siwon kembali menggenggam tangannya dan merekapun kembali menyusuri jalan menuju rumah Siwon.

Tinggal beberapa langkah lagi mereka akan sampai di depan rumah Siwon, tapi tiba-tiba Kyuhyun melepaskan tangannya, “Kenapa?” tanya Siwon heran.

“Oh… tidak apa-apa, aku mengantarmu sampai sini saja, aku pulang,” jawab Kyuhyun dan segera meninggalkan Siwon yang terpaku sendirian memperhatikan punggung Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh.

Kyuhyun berbelok di simpang jalan, dan segera kembali menuju rumah Siwon melalui jalan belakang. Dia memejamkan matanya beberapa detik dan kemudian dia sudah berada di dalam rumah Siwon. Segera dirubahnya kembali wujudnya menjadi sosok kelinci kecil kesayangan Siwon. Tapi sebenarnya bukan hanya karena dia ingin segera berubah menjadi kelinci agar Siwon tidak curiga kenapa tiba-tiba kelincinya menghilang, tapi karena ada sesuatu yang dia lihat di depan rumah Siwon.

“Kibum, sedang apa kau di luar?” tanya Siwon saat melihat Kibum duduk di teras sendirian tengah malam seperti ini.

“Aku menunggumu,” jawab Kibum singkat dan segera berdiri.

“Bukankah sudah ku bilang tidak usah menungguku…” Siwon menghentikan ucapannya dan memperhatikan Kibum, dilihatnya Kibum masih berpakaian sangat rapi, bukankah ini hanya di rumah? Kenapa dia berpakaian serapi itu?

“Kau dari mana?” tanya Siwon sedikit penasaran.

“Tadi siang aku jalan-jalan dengan Donghae, dan baru pulang satu jam yang lalu,” jawab Kibum.

“Kalian jalan-jalan selama itu?” heran Siwon karena sekarang sudah jam dua lewat, apa saja yang dilakukan Kibum dan Donghae?

“Jadi dari tadi kau duduk di luar?” tanya Siwon lagi.

Kibum hanya mengangguk kecil.

Siwon segera membuka pintu dan masuk diikuti Kibum, segera ditemuinya kelinci kesayangannya yang sedang terlihat bermain dengan makanannya di dalam kandang. “Bummie, aku pulang telat, apa kau merindukanku?” Siwon segera mengeluarkan Bummie dari kandangnya dan membawanya ke dalam kamar.

Kibum sedikit –cemburu? Mungkin. Itu Kyuhyun, dan Siwon akan tidur berdua dengannya. Tapi apa yang harus dilakukan Kibum? Dia segera melangkahkan kakinya dengan sedikit gontai ke kamarnya. Setelah membersihkan mukanya dan mengganti pakaian Kibum segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Dia berniat tidur hingga handphonenya berbunyi, ada pesan masuk.

Apa kau sudah tidur, Bummie?” Kibum tidak membalasnya dan segera pergi tidur.

Di kamar Siwon.

“Bummie, kau tau, hari ini aku bisa dibilang menghabiskan waktuku bersama Kyuhyun. Ah… kau tidak mengenalnya, dia belum pernah ke sini, kau hanya tau Donghae kan? Oh ya, Kibum juga. Kapan-kapan aku kan mengajaknya ke sini,” Siwon berbicara kepada kelincinya.

Apa perlunya Siwon melakukan itu, memperkenalkannya dengan Kyuhyun? Dia sedang berbicara dengan Kyuhyun sekarang. Diciumnya hidung kelinci kesayangannya itu. Huft, seandainya Kyuhyun sekarang bukan berwujud kelinci mungkin pipinya akan merona dengan sangat merah.

‘Siwon, aku benar-benar mencintaimu.’

“Bummie, kau tau, entah kenapa saat berada di dekatnya aku merasa ada sebuah kehangatan? Kau tau, matanya mirip denganmu,” Siwon kembali sibuk bercerita dengan kelincinya.

“Ah, sudahlah, aku ingin tidur,” diletakkannya kelincinya itu di sebelahnya dan mulai memejamkan matanya.

Siwon dengan cepat tertidur pulas, mungkin karena lelah seharian ini, kuliah dan bekerja. Dia berbeda dengan Donghae yang berlimpahan harta, mobilnya bagus, sedangkan dia, dia harus bekerja keras untuk mencukupi kehidupannya sendiri, dan sekarang dia juga harus menghidupi Kibum. Sepertinya dia memang harus bekerja lebih keras lagi.

Kyuhyun segera merubah kembali wujudnya menjadi sosok yang sebenarnya, ditatapnya wajah Siwon yang tenang. Entah kenapa tiba-tiba ada pikiran yang aneh dalam otaknya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Siwon, ditatapnya wajah tampan itu dan mengecup bibirnya sekilas. Ada rasa manis yang dia rasakan. ‘Aku mencintaimu.’

Siwon terlihat tersenyum, tapi sepertinya bukan karena ciuman yang diberikan Kyuhyun, itu karena mimpi indahnya.

Hei Bummie, kau sedang apa?

Bummie hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Siwon. Mereka berdua sedang berada di sebuah taman bunga, sangat indah. Dan Bummie sedang duduk membelakanginya.

Siwon berjalan mendekatinya dan menyentuh pundak Bummie dengan kedua tangannya, diputarnya posisi duduk Bummie hingga sekarang mereka berhadapan. Siwon terpaksa menundukkan kepalanya begitupun dengan Bummie yang terpaksa mendongakkan kepalanya. Karena sekarang Siwon sedang berdiri dan Bummie sedang duduk.

Siwon sedikit memicing matanya, mencoba melihat wajah itu dengan sangat jelas, kenapa dia tetap tidak bisa melihat wajah itu dengan jarak sedekat ini?

Siwon terus mencoba mengenali wajah itu, dia ingin benar-benar melihat rupa namja yang terus masuk ke mimpinya ini, tapi tetap tidak bisa. Dia hanya dapat melihat tatapan mata yang indah, yang menyiratkan sebuah cinta yang sangat besar, cinta yang ditujukan padanya.

Terus dipandanginya wajah itu, hingga dia sedikit menyerah, mungkin belum saatnya dia mengetahuinya, itulah yang dipikirkannya. Disentuhnya lembut wajah namja itu membuat sebuah senyuman manis bertengger di bibir indahnya. Siwon pun ikut tersenyum. Entahlah, senyumnya terlihat sangat indah, dan juga pandangan matanya memberikan kehangatan tersendiri bagi Siwon.

Siwon mendekatkan wajah mereka berdua, dan sekarang wajah mereka sudah sangat dekat. Dan yang aneh, Siwon masih tidak bisa melihat dengan jelas wajah itu, wajah yang benar-benar ingin dia ketahui, wajah manis itu. Ya, Siwon yakin akan dengan kata ‘manis’ yang baru saja dia ucapkan di hatinya. Ya, namja itu sangat manis.

Semakin lama wajah mereka semakin mendekat, hingga perlahan Siwon pun dapat merasakan hembusan nafas yang menyentuh wajahnya. Dia tersenyum sesaat dan mengecup lembut bibir namja tersebut. Ini aneh? Ya, sangat aneh bahkan.

Ini mimpi, tapi entah mengapa terasa begitu nyata. Karena dalam kenyatannya Kyuhyun lah yang sedang mencumbunya.

T.B.C

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s