Posted in KiHae Couple

Dream? – 8


Tittle : Dream?

Pairing : WonKyu / HaeBum

Kibum is Main Cast ^^

꿈 – kkum – mimpi

Kyuhyun menarik nafas sedikit panjang, ditatapnya dengan lebih hangat wajah Siwon, ‘Aku boleh kan melakukannya?’ Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Siwon dan mengecup lembut bibirnya, sama seperti kemarin malam, ada rasa manis yang Kyuhyun rasakan. Dipejamkannya matanya demi lebih menikmati sensasi hangat yang dia rasakan sendiri. Dilumatnya pelan bibir hangat Siwon, ‘Aku benar-benar mencintaimu,’ batinnya dan sedikit menghisap bibir bawah Siwon.

Dilepaskannya ciumannya dan ditatapnya Siwon yang masih sangat terlelap dalam tidurnya. ‘Maafkan aku karena aku melakukan ini, tapi aku benar-benar mencintaimu.’

– isfa _id –

Kalian pikir aku percaya? Kalian tadi bilang apa? Dunia Kkum? Itu aneh. Dan kau bilang dia Bummie, kelinciku?” tunjuk Siwon tepat di depan muka Kyuhyun.

Aish,” Kyuhyun langsung menepis tangan Siwon sedikit kasar, dia paling tidak suka ditunjuk seperti itu.

Donghae menatap Siwon dan Kyuhyun bergantian, mereka berdua sedang saling pandang dengan tatapan tajam masing-masing, Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ingin rasanya dia pergi dari sana dan membiarkan mereka perang, mungkin? Tapi itu tidak mungkin.

Baiklah, apa sudah selesai?” tanya Donghae setelah merasa ini sudah terlalu lama, apa mereka tidak bosan saling pandang seperti itu?

Diam!” Siwon dan Kyuhyun berteriak bersamaan.

Donghae membelalakan matanya kaget. Bukankah seharusnya dia yang berteriak seperti itu?

Donghae kembali diam dan memandang mereka berdua bergantian. Kalau ada Kibum di sini dia pasti sudah menangis. Kibum paling tidak suka melihat orang bertengkar.

Donghae benar-benar merasa bosan sekarang, sudah lebih tiga puluh menit mereka hanya diam dan saling pandang seperti itu.

Baiklah, terserah kau mau percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya Siwon,” ucap Donghae perlahan, tapi itu berhasil membuat Siwon memalingkan pandangannya dari Kyuhyun.

Bukankah kau sendiri bisa merasakannya?” tanya Donghae sambil menatap mata Siwon.

Apa?” tanya Siwon tidak mengerti.

Aku tau kau merasakannya, kau merasakan kemiripan Kibum dan Bummie, terlebih dari tatapan matanya kan? Bahkan kau pernah memeluknya untuk memastikan kalau Kibum itu benar-benar Bummie. Kau merasakan hangat tubuh mereka yang sama, kau merasakan hembusan nafas mereka yang sama, bukankah kau merasakan itu?” jelas Donghae panjang lebar.

Bagaimana kau tau?” Siwon benar-benar penasaran.

Kau juga pernah merasakan kalau tatapan mata Kyuhyun sama dengan Bummie, kelincimu,” jelas Donghae lagi.

Bagaimana dia tau semua itu? Aku bahkan tidak pernah menceritakan soal itu padanya?’

Aku tau Siwon, aku dapat membaca semua apa yang kau pikirkan,” Donghae kembali berbicara setelah mendengar apa yang dikatakan Siwon tadi, meskipun Siwon hanya berucap dalam hati.

Dasar orang aneh.’

Aku bahkan tau kau mengatakan aku orang aneh,” ucap Donghae lagi.

Siwon membelalakan matanya dan menatap Donghae tajam. Bagaimana Donghae tau apa yang sedang dipikirkannya? Ini benar-benar aneh. Tapi itu akhirnya membuat Siwon sedikit bisa mencoba menerima apa yang sedang dibicarakan oleh Donghae, meski dia tetap merasa ini sedikit aneh.

Aku tau kau akan sangat sulit percaya ini, kami makhluk dari dunia Kkum. Tapi kami dapat dengan mudah memasuki dunia manusia sesuai keinginan kami. Kau tau, belum tentu semua orang yang kamu temui setiap hari itu adalah manusia dari duniamu, mereka bisa saja makhluk dunia Kkum seperti kami,” Donghae kembali mulai mencoba memberikan penjelasan kepada Siwon.

Bummie mencintaimu, itulah kenyataannya. Karena itu kami semua di sini, bersamamu.”

Donghae menjelaskan semuanya, tentang Bummie, tentang Kyuhyun yang terpaksa merubah wujudnya sebagai seekor kelinci agar dapat menjaga Siwon kaena Kibum tidak dapat melakukan itu sebelum umurnya tepat menginjak angka 25. Dan Donghae pun mengambil keputusan untuk mendekati Siwon sebagai sahabatnya agar dapat sedikit mengetahui bagaimana perasaan Siwon sebenarnya terhadap Kibum.

Sudah panjang lebar Donghae menjelaskan, tapi raut ketidakpercayaan tetap terpancar di wajah Siwon.

Siwon…” kali ini sepertinya Kyuhyun tidak bisa diam lagi, dia harus membuktikan apapun yang dikatakan Donghae itu benar.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas sedikit panjang. Tapi tiba-tiba tangannya digenggam Donghae. Dibukanya matanya dan menatap Donghae hangat, “Aku harus memperlihatkannya Fishy, agar dia percaya,” ucap Kyuhyun.

Kembali Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas, sedetik kemudian berubahlah tubuhnya menjadi sosok kelinci putih yang manis, kelinci mungil kesayangan Siwon.

Siwon benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk meyakinkan apa yang sedang dilihatnya sekarang hanya halusinasi. Tapi ternyata ini benar-benar terjadi, ya, Kyuhyun adalah Bummienya, kelincinya.

Donghae…” panggil Siwon pada Donghae dengan nada kebingungannya.

Donghae hanya tersenyum, dia memejamkan mata dan menarik nafas dan seketika menghilang dari pandangan Siwon.

Apa kau percaya sekarang?”

Yaich!” kaget Siwon saat tiba-tiba Kyuhyun sudah merubah wujudnya lagi. “Ke mana Donghae?” tanya Siwon. Terdengar sedikit rasa takut dari nada suaranya.

Fishy? Menemui Bummie,” jawab Kyuhyun santai.

– isfa_id –

Kibum merasakan sesuatu menyentuh pipinya, “Fishy, aku masih mau tidur,” ucapnya setelah sadar Donghae sedang mencium pipinya. Ditariknya selimut menutupi kepalanya, tapi Donghae kembali menariknya selimut itu.

“Cepat bangun,” Donghae menarik tangan Kibum sampai Kibum benar-benar bangun.

Kibum memasang wajah kesalnya karena merasa tidurnya terganggu, dia benar-benar masih mengantuk, tapi Donghae memaksanya untuk bangun. Dia duduk bersila dengan dua tangan yang menopang wajahnya. Dimajukannya sedikit mulutnya agar Donghae melihat kalau dia benar-benar kesal sekarang. Tapi sepertinya Donghae malah menikmati wajah Kibum yang terlihat manis kalau sedang seperti itu.

Kembali Donghae mencium pipi Kibum, tapi Kibum tetap cemberut, bahkan semakin memajukan mulutnya. Donghae tersenyum melihatnya, Kibum benar-benar terlihat lebih manis. “Ya sudah, aku ke rumah Siwonnya sendirian saja,” ucap Donghae dan berjalan meninggalkan Kibum yang masih duduk manis di tempat tidurnya.

Tapi baru saja Donghae berjalan beberapa langkah, tiba-tiba dilihatnya Kibum yang segera berlari ke arah kamar mandi. “Baiklah, cepat mandinya, kalau lama aku tinggal,” ucap Donghae sedikit berteriak agar Kibum yang sudah berada di dalam kamar mandi bisa mendengarnya.

– isfa_id –

“Fishy…” Kibum memanggil Donghae sambil terus menggenggam tangan Donghae dengan eratnya, ya, mungkin karena dia sangat senang akan bertemu lagi dengan Siwon. Walaupun hanya tadi malam Kibum tinggal di rumah Donghae, tapi dia sangat merasa senang akan kembali lagi tinggal di rumah Siwon, orang yang dia cintai.

“Hm…” Donghae hanya menjawab dengan singkatnya, paling tidak untuk menutupi sedikit rasa sakit di hatinya. Kalau dia harus bicara banyak pasti nanti Kibum akan membahas masalah Siwon, bla bla bla… dia pasti akan membicarakan Siwon sepanjang perjalanan, Donghae akan benar-benar sakit hati.

“Fishy…” Kibum memanggilnya lagi karena kurang puas dengan jawaban Donghae yang hanya sebatas ‘Hm…’

“Hm…” jawab Donghae lagi dan terus mempererat genggaman tangannya pada Kibum, seolah-olah dia tidak mau melepas Kibum sampai kapanpun.

“Fishy!” Kibum memanggil Donghae lagi, tapi sekarang dengan nada sedikit membentak dan melepaskan tangannya dari genggaman Donghae. Kembali dia memasang wajah kesalnya seperti pagi tadi saat bangun tidur.

Donghae membalik badannya karena sekarang Kibum ada di belakangnya karena tadi dia mendadak berhenti berjalan dan melepaskan genggaman tangan mereka. Dia berjalan perlahan mendekati Kibum yang memasang tampang kesalnya. Ditariknya tubuh Kibum ke dalam pelukannya, “Maaf,” ucap Donghae lembut.

Kibum tersenyum sambil membalas pelukan Donghae, dia tidak bisa benar-benar marah pada Donghae, apalagi kalau Donghae sudah memeluknya seperti ini. “Masih marah?” tanya Donghae lembut tanpa melepaskan pelukannya, dirasakannya kepala Kibum menggeleng.

“Fishy…” Kibum memanggilnya lembut.

“Iya Bummie, ada apa?” jawab Donghae sedikit panjang takut Kibum kembali marah kalau dia hanya menjawab dengan ‘Hm…’

“Aku suka Fishy,” ucap Kibum sambil terus mempererat pelukannya.

Donghae tersenyum kecil mendengar ucapan Kibum, meski dia tau apa arti ‘suka’ yang Kibum katakan. Hanya sebagai sahabat, dia sangat tau itu. Tapi paling tidak itu bisa membuat Donghae sedikit bahagia mendengarnya.

“Fishy, apa kau tidak menyukaiku?” tanya Kibum sambil melonggarkan pelukkannya dan menatap mata Donghae.

“Aku menyukaimu, sangat menyukaimu,” jawab Donghae lembut sambil tersenyum manis yang segera mendapatkan ciuman hangat di pipinya.

– isfa_id –

Kibum segera bersembunyi di belakang tubuh Donghae saat Siwon sudah membuka pintu rumahnya. Dia masih takut kalau Siwon marah, meskipun tadi malam Donghae sudah bilang kalau Siwon sudah tidak marah lagi. Donghae menarik Kibum ke sampingnya, dan Kibum kembali sembunyi di belakang Donghae. Kembali Donghae menariknya, dan Kibum langsung kembali sembunyi di belakang Donghae. Donghae menariknya lagi.

“Kalian ini sebenarnya sedang apa?” tanya Siwon heran melihat tingkah mereka berdua.

Kibum terus menunduk di samping Donghae dan tetap menggenggam tangan Donghae erat, tapi genggamannya terlepas saat Siwon tiba-tiba memeluknya. Rasa hangat langsung menjalar di seluruh tubuh Kibum. Kibum hanya berdiri tak bergerak sedikitpun, membiarkan tubuhnya dalam dekapan hangat Siwon. “Ternyata ini benar-benar kamu,” ucap Siwon pelan, “Bummie…”

Donghae berjalan menjauh meninggalkan Kibum dan Siwon yang masih tetap dengan pelukan mereka. Ternyata rasanya sakit, sangat sakit. Melihat orang yang kita cintai dalam pelukan orang lain, itu sangat menyakitkan. Tapi tiba-tiba seseorang menariknya.

“Kyu…” ucapnya pelan saat melihat Kyuhyun di depannya.

“Rasanya sangat sakit kan?” Kyuhyun berucap dengan sangat pelan.

“Kyu…” Donghae kembali menyebut nama Kyuhyun dengan nada suara yang sangat lemah.

“Rasanya sakit kan Fishy?”

“Kyu…”

“Ini sakit Fishy, sangat sakit,” Kyuhyun meremas dadanya sendiri.

“Jadi kau mau menangis?” tanya Donghae dengan senyum kecilnya.

“Tidak, aku bukan Bummie yang cengeng,” jawab Kyuhyun yang segera mendapat pukulan keras di kepalanya. “Aish,” sungut Kyuhyun tidak terima dipukul Donghae seperti itu.

“Aku pulang, jaga Bummie,” ucap Donghae dan bergegas pergi, lebih tepatnya menghilang dari pandangan Kyuhyun.

“Apa dia tidak salah, dia meminta aku menjaga Bummie, bukannya seharusnya dia yang melakukannya? Cinta macam apa itu?” sungut Kyuhyun kesal. “Lagipula ini bukan urusanku, sudah ada Siwon, lebih baik aku pergi.”

– isfa_id –

“Kyu mana?” tanya Kibum saat dia dan Siwon sudah masuk ke dalam rumah Siwon, Kibum bahkan tadi sempat bingung kenapa tiba-tiba Donghae menghilang.

“Tadi dia bilang mau jalan-jalan, kenapa?” jawab Siwon seraya bertanya dan duduk di sebelah Kibum yang sekarang sedang duduk di sofa ruang tamunya. Dia hanya mendapatkan sebuah gelengan kecil dari Kibum.

“Bummie…” panggil Siwon lembut dan melingkarkan tangannya di pinggang Kibum. Kibum sedikit bergidik karena kaget dan menatap Siwon sedikit gugup.

Siwon tersenyum melihat raut wajah Kibum seperti itu, dan segera dikecupnya lembut bibir Kibum. Ini salah satu cara agar dia benar-benar yakin kalau Kibum adalah Bummie. Kibum hanya terdiam dan memejamkan matanya menikmati sensasi hangat yang didapatnya dari bibir Siwon. Siwon melumat bibir Kibum lembut, rasanya sama seperti di dalam mimpinya, dan itu membuat dia yakin bahwa ini Bummie, yang selalu datang di mimpinya.

Ya, itu yang dirasakan Siwon, tapi entah kenapa rasa hangatnya berbeda, hanya kelembutan yang dia rasakan, apa karena ini dilakukan di dunia nyata, bukan di dalam mimpinya. Dilepaskannya perlahan ciuman mereka, Siwon menatap wajah Kibum yang masih memejamkan matanya. “Rasanya berbeda,” didengarnya Kibum bicara saat sudah membuka matanya.

Siwon menatap mata Kibum penuh tanya, kenapa Kibum juga berpikiran sama sepertinya. Ya, rasanya berbeda, memang berbeda. Kibum memegangi bibirnya, “Rasanya hangat, tapi tidak selembut saat itu,” lanjut Kibum lagi. Siwon semakin menatapnya penuh tanya. Dia malah merasakan yang lain, dia merasa itu lembut, tapi tidak sehangat saat di dalam mimpinya.

“Kau tidak benar-benar ingin melakukannya kan? Kau hanya ingin memastikan ini aku, Bummie, hanya itu yang ingin kau yakinkan, bukan karena ingin benar-benar menciumku. Aku tau, karena itu rasanya berbeda,” ucap Kibum sambil menatap mata Siwon sedikit tajam. Entah kenapa tiba-tiba terselip sedikit rasa benci di hati Kibum atas apa yang baru dia dapat dari Siwon.

“Kalau kau tidak percaya ini aku, aku akan pergi Siwon,” lanjutnya.

Siwon hanya diam sambil menatap Kibum. Apa yang dikatakan Kibum memang benar, dia melakukan itu hanya ingin meyakinkan kalau Kibum itu benar-benar Bummie yang dia temui di mimpinya. Dia belum dapat sepenuhnya yakin dengan apa yang dijelaskan Kyuhyun dan Donghae kemarin. Dia hanya ingin meyakinkan itu.

Tapi sebenarnya alasannya bukan hanya itu, tapi dia benar-benar ingin merasakan sentuhan Kibum di dunia nyata, ingin merasakan kehangatan dan kelembutan tubuh Kibum, ingin merasakan kehangatan dan kelembutan ciuman indah yang pernah dia rasakan dalam mimpinya, dan dia ingin merasakan itu semua secara nyata. Tapi entah kenapa yang dia dapatkan berbeda, rasanya memang berbeda.

– isfa_id –

Oppa…” Donghae menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya, dilihatnya seorang yeoja cantik sedang memandangnya sambil tersenyum dengan sangat manis. “Bummie oppa mana? Kau tidak pulang bersamanya?” tanya yeoja cantik itu.

“Bummie…” Donghae hanya menyebut nama Kibum pelan dan menggeleng kecil. “Sae Hee, maukah kau temani aku?”

Sae Hee tersenyum dan segera duduk di samping Donghae. Ditatapnya mata Donghae yang sedikit ada genangan di dalamnya. Segera digenggamnya erat tangan namja yang sudah dianggapnya seperti kakanya sendiri. “Apakah rasanya sakit?” tanyanya lembut.

Donghae tersenyum kecil dan dengan anggukkan yang tidak kalah kecilnya, “Rasanya sakit Sae Hee, sangat sakit,” jawab Donghae, dan kini tercipta aliran air bening di keduap pipinya.

“Aku akan lebih suka kalau Bummie oppa bersamamu,” ucap Sae Hee lembut dan memeluk erat tubuh Donghae. Dia sangat berharap Kibum bersama dengan Donghae, bukan Siwon seperti yang Kibum inginkan. Donghae bahkan jauh lebih mencintainya, dan Sae Hee sangat tau itu. Bahkan bukan hanya Sae Hee yang mengetahuinya, Kyuhyun, eommanya, juga sangat mengetahui itu.

‘Plak…’

Donghae langsung melepaskan pelukannya pada Sae Hee saat dirasakannya pukulan keras di kepalanya.

“Apa kau tidak malu menangis di depan seorang yeoja cantik?”

“Kyu? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Donghae kaget karena melihat Kyuhyun di depannya, bukankah tadi dia meminta Kyuhyun untuk menjaga Kibum?

“Kyu Oppa…” Sae Hee sedikit berteriak dan segera memeluk tubuh tinggi Kyuhyun. “Aku benar-benar merindukan Oppa.”

“Aku tidak,” jawab Kyuhyun yang membuat Sae Hee cemberut.

Kyuhyun mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan yang menghadap ke atas, Sae Hee hanya menatap tangan Kyuhyun itu tanda tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Seketika cahaya putih menyelimuti tangan Kyuhyun dan munculah sebuah boneka kelinci dengan ukuran kecil, hanya seukuran genggaman tangan.

“Untukku?” tanya Sae Hee yang mendapat anggukan dari Kyuhyun. Sae Hee langsung mengambil boneka itu dan kembali memeluk Kyuhyun, “Terima kasih, Oppa.”

“Fishy Oppa jahat, tidak memberikanku apa-apa,” ucap Sae Hee saat sudah melepaskan pelukannya pada Kyuhyun.

“Kau sudah mendapatkan air matanya kan?” goda Kyuhyun membuat Donghae langsung berdiri dan memukul kepala Kyuhyun, setelah itu langsung pergi. “Wajar saja Bummie tidak menyukainya,” ucap Kyuhyun pelan. Dia kembali melihat Sae Hee yang sekarang ternyata sedang memasang wajah marahnya pada Kyuhyun. Mana boleh Kyuhyun bicara seperti itu di depan Sae Hee yang jelas-jelas sangat berharap kalau Kibum itu mencintai Donghae.

“Baiklah, semoga harapanmu terkabul,” ujar Kyuhyun dan berjalan meninggalkan Sae Hee, ‘Aku sangat berharap itu benar-benar terkabul, agar aku juga bisa mendapatkan orang yang aku cintai,’ batin Kyuhyun. Mungkin ini sedikit terdengar egois, tapi tidak ada salahnya kan kalau Kyuhyun berharap seperti itu?

Oppa…” panggil Sae Hee sambil mengejar Kyuhyun yang sudah melangkah jauh meninggalkannya.

– isfa_id –

Kibum berbaring di tempat tidurnya, ditatapnya langit-langit kamarnya, entah kenapa tiba-tiba perasaannya pada Siwon berubah. Apa mungkin secepat itu? Sejak kejadian ciuman itu Kibum merasa Siwon sedikit berubah. Tapi entah apa? Kibum benar-benar merasa itu berbeda.

“Huh…” Kibum menarik nafas panjang dan bangkit. Dia melangkah pelan keluar dari kamarnya. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Siwon duduk di depan kandang kelincinya. Siwon memutar wortel kecil di tangan kirinya dan tatapannya tidak lepas dari kandang tersebut. ‘Apa Siwon merindukannya?’ batin Kibum. Tapi merindukan siapa? Bummie kelincinya? Atau… Kyu…?

Kibum kembali masuk ke kamarnya dan berbaring di atas tempat tidurnya. Berkali-kali dia menarik nafas yang sedikit panjang, entah kenapa dia merasa sedikit gelisah. Banyak pertanyaan yang berkecamuk di otaknya. Kenapa Fishy tiba-tiba menghilang? Kenapa Kyuhyun belum kembali sampai sekarang? Bukankah tadi Siwon bilang dia hanya jalan-jalan? Dan… perasaannya pada Siwon, yang entah kenapa tiba-tiba berubah.

“Fishy…” Kibum mendesah, tiba-tiba dia merindukan sahabatnya itu. “Fishy…” desahnya lagi. Dipandanginya terus handphone yang sedari tadi digenggamnya, dilihatnya photo yang menghiasi wallpapernya, photonya dan Donghae. Dia belum mengganti itu sesuai keinginannya waktu itu.

‘Kalian terlihat serasi,’ tiba-tiba kata-kata Kyuhyun saat melihat photonya dan Donghae itu bermain di otaknya. Dia tersenyum, ‘Fishy sangat tampan,’ pikirnya.

Kibum bangkit dan duduk di tepi tempat tidurnya, “Aku rindu Fishy.”

– isfa_id –

“Kenapa kau pulang?”

Donghae diam mendengar Kyuhyun bertanya seperti itu, dia hanya sibuk menatap daun-daun yang sedang berguguran di bawah kakinya. Dia mendongakan kepalanya, menutup matanya dan menarik nafas sedikit panjang. Tapi entah kenapa dia tidak bisa tersenyum.

‘Cup…’ Kyuhyun mencium pipinya, tapi dia sama sekali tidak berniat membuka matanya. Donghae tetap dengan posisinya sekarang, diam, memejamkan matanya.

Kyuhyun terdiam melihat Donghae seperti itu, “Aku juga sakit Fishy,” ucapnya pelan dan menyandarkan kepalanya di pundak Donghae.

“Sejak kapan kau menyukainya?” tanya Donghae sambil menggenggam tangan Kyuhyun lembut, ditatapnya mata Kyuhyun yang sekarang sedang tertutup. Ada sebuah senyuman kecil di wajah Kyuhyun, tapi bukan senyum kebahagiaan.

“Aku tidak tau, tapi aku benar-benar mencintainya,” jawab Kyuhyun pelan, dia menarik nafas mencoba mengatur emosinya, dia tidak boleh menangis, tidak boleh. “Tapi ku rasa kau jauh lebih sakit dariku kan Fishy? Kau sudah mencintai Bummie sejak kita kecil,” lanjut Kyuhyun sambil menatap mata bening Donghae yang sudah mulai berkaca-kaca. “Kau mau menangis?”

“Tidak.”

“Tapi aku mau menangis Fishy,” ucap Kyuhyun dan langsung menangis di dalam pelukan Donghae.

– isfa_id –

Siwon sibuk memutar cangkir kopinya sedari tadi, tanpa meminumnya sedikitpun. Sedangkan Kibum sibuk mengaduk-aduk mie nya yang sudah mengembang sekarang. Saya yakin, itu sudah benar-benar tidak enak kalau dimakan. Keheningan menemani mereka berdua, tidak ada satupun yang ingin bicara, saling pandangpun tidak.

‘Ting tong,’ bel rumah Siwon berbunyi, Siwon bangkit berniat mau melihat siapa yang datang. Tapi Kibum segera berlari ke arah pintu, “Biar aku saja, pasti Kyu…” ucapnya sambil terus berlari. Siwon kembali duduk dan kembali memutar cangkir kopinya.

“Kyu, kau dari mana sa…” Kibum terdiam saat melihat siapa yang ada di depannya sekarang.

“Halo Oppa.”

“Sae Hee, apa yang kau lakukan di sini?”

Sae Hee tidak menjawab pertanyaan Kibum dan langsung masuk.

“Sae Hee…” ucap Kibum sedikit berteriak dan mengejar adiknya itu.

“Halo, kau pasti Siwon. Aku Sae Hee, adik Bummie oppa, aku mau menginap di sini, boleh kan? Ah… itu kamar Bummie oppa kan? Aku mau istirahat dulu, sampai jumpa,” ucap Sae Hee cepat tanpa membiarkan Siwon menjawab sedikitpun. Dia bergegas ke kamar Kibum dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

Siwon diam sambil menatap Kibum.

“Maaf, aku akan bicara dengannya,” ucap Kibum sedikit membungkukan badannya dan bergegas menyusul Sae Hee ke kamarnya. Entah kenapa mereka menjadi canggung seperti itu.

“Sae Hee, apa yang sebenarnya kau lakukan di sini?” tanya Kibum dan duduk di sebelah Sae Hee yang sedang asyik berbaring.

“Tidak ada apa-apa, hanya ingin bertemu Oppa, tidak boleh?” jawab Sae Hee seraya bertanya. Dia bangkit dan duduk menghadap Kibum, ditatapnya mata Kibum hangat mengisyaratkan rasa rindu yang teramat sangat. “Aku merindukanmu Oppa,” lanjut Sae Hee.

Kibum tersenyum dan mengusap lembut kepala Sae Hee, “Aku juga merindukanmu,” ucapnya.

“Aku mau tidur,” ucap Sae Hee dan kembali berbaring, tapi Kibum menariknya.

“Kau tidak boleh tidur di sini,” ucap Kibum.

“Kenapa?”

“Pokoknya tidak boleh.”

“Tapi aku mengantuk Oppa, aku mau tidur,” jawab Sae Hee dan kembali berbaring.

Kibum kembali menarik tangan Sae Hee, mau tak mau Sae Hee kembali bangun. “Kau tinggal bersama Fishy saja, eoh? Aku antar,” ucap Kibum lembut. Mana mungkin dia membiarkan Sae Hee tinggal di sini, dia merasa tidak enak dengan Siwon, apalagi sekarang mereka sedang ada masalah, ya, bisa dibilang begitu.

“Aku tidak mau, aku mau di sini,” jawab Sae Hee.

“Ayolah, kamu tinggal dengan Fishy saja,” ucap Kibum lagi dan menarik tangan Sae Hee.

“Aku tidak mau Oppa.”

“Kau ini kenapa?”

Kibum menatap mata Sae Hee hangat, dengan senyuman yang tidak kalah hangatnya. Adiknya ini selalu saja manja seperti ini kalau sedang bersamanya.

“Memangnya kenapa kau tidak mau tinggal bersama Fishy? Kau kan sangat akrab dengannya.” tanya Kibum lembut.

Sae Hee hanya menggeleng kecil. Kibum mengusap kepala adiknya itu dengan sangat lembut dan kembali tersenyum dengan sangat manis.

“Aku sudah bertemu Fishy Oppa,” ucap Sae Hee pelan.

“Kau sudah bertemu dengannya? Lalu kenapa tidak mau tinggal bersamanya? Apa kalian bertengkar?” tanya Kibum lagi. Dan kembali Sae Hee menggeleng kecil. “Apa dia marah karena kamu ke sini?” tanyanya lagi, dan Sae Hee menggeleng lagi. “Sudahlah, ayo aku antar,” ucap Kibum dan menarik tangan Sae Hee lembut berniat mengantarnya ke rumah Donghae.

“Aku tidak mau Oppa.”

“Kenapa?”

“Karena Fishy oppa tidak ada di sini,” jawab Sae Hee.

“Tidak ada di sini? Bukankah tadi kamu bilang kamu bertemu dengannya?” tanya Kibum heran.

“Iya, aku bertemu dengannya, tapi di Kkum, bukan di sini.”

“Kkum?”

T.B.C

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s