Posted in KiHae Couple

Dream? – 9


Tittle : Dream?

Pairing : WonKyu / HaeBum

Kibum is Main Cast ^^

꿈 – kkum – mimpi

Aku tidak mau Oppa.”

Kenapa?”

Karena Fishy oppa tidak ada di sini,” jawab Sae Hee.

Tidak ada di sini? Bukankah tadi kamu bilang kamu bertemu dengannya?” tanya Kibum heran.

Iya, aku bertemu dengannya, tapi di Kkum, bukan di sini.”

Kkum?”

– isfa_id –

Sae Hee sibuk menatap dua namja yang ada di depannya sekarang. Dua namja ini sama sekali tidak saling pandang ataupun bicara, siapa lagi mereka kalau bukan Siwon dan Kibum. “Huh…” Sae Hee menghela nafas pelan sambil terus menatap mereka berdua. Berkali-kali dia memukul meja dengan sendok yang ada di tangannya, tapi dua namja tersebut masih tetap tidak berkutik. Dia bosan…

Op…

“Aku pergi,” ucap Siwon, yang berhasil membuat Sae Hee mengurungkan niatnya untuk bicara.

Siwon segera mengambil tasnya dan pergi kuliah, tanpa memandang sedikitpun ke arah Kibum dan Sae Hee. Kibum pun bangkit dan melangkah masuk kembali ke kamarnya. “Aku ikut…” teriak Sae Hee dan langsung mengejar Siwon yang baru sampai di depan pintu. Kibum pun yang baru masuk ke kamarnya langsung menyembulkan kepalanya mendengar teriakan adiknya itu.

“Sae Hee, kau mau ke mana?” teriak Kibum.

“Ikut Siwon,” jawab Sae Hee ikut berteriak.

“Kau tidak tau sopan santun? Aku ini lebih tua darimu, panggil aku oppa,” ucap Siwon sambil menatap Sae Hee sedikit tajam, “Ah… untuk apa kau ikut aku? Aku mau kuliah,” lanjutnya.

Sae Hee hanya tersenyum dan langsung menarik tangan Siwon, “Cepat…”

.

.

.

Siwon terus berjalan menuju kampusnya dengan tetap diikuti oleh Sae Hee di belakangnya. Tapi Siwon tidak terlalu memperhatikan Sae Hee, dia sibuk mengedarkan pandangannya ke setiap sudut jalan yang dia lewati, mencari sesuatu, ah, tepatnya mencari seseorang.

“Merasa kehilangan?”

Siwon langsung menolehkan pandangannya pada Sae Hee yang masih setia berada di belakangnya. Dia tersenyum kecil, dan kembali berjalan dan tetap berharap seseorang yang dicarinya tiba-tiba muncul di hadapannya. Sae Hee memperhatikan Siwon dari belakang, sedikit mengartikan senyuman kecil Siwon tadi. Siwon tersenyum, bukankah itu pertanda bahagia? Tapi Sae Hee tidak melihat itu di senyum Siwon, melainkan kesedihan.

Sae Hee terus mengikuti Siwon kemanapun dia pergi, meski Siwon tidak menganggapnya ada di dekatnya. “Oppa…” panggilnya yang akhirnya kembali tidak mendapat tanggapan apapun dari Siwon.

– isfa_id –

“Fishy…” Kibum terus menyebut nama Donghae, dari tadi dia berjalan entah ke mana, dan terus nama Donghae keluar dari mulutnya. Tadi dia pergi ke rumah Donghae, tapi apa yang dia dapat, dia hanya melihat sebuah halaman rumput luas, tidak ada bangunan sama sekali di sana. Tapi dia sudah tau kenapa rumah itu tiba-tiba hilang, karena memang dari dulu rumah itu tidak ada, bisa dibilang hanya sebuah halusinasi, agar orang yang mengenal Donghae menganggap Donghae benar-benar manusia.

Kibum berhenti saat melihat bangku kecil yang ada di taman, dia lelah dan memutuskan untuk istirahat sebentar. Seperti biasa, dia mendongakkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan menarik nafas sedikit panjang. Dipaksanya bibirnya untuk menyunggingkan senyum, tapi sangat berat.

“Kau merindukanku?”

“Iya…”

“Benar-benar merindukanku?”

“Hm…”

“Apa kau menyukaiku?”

Kibum mengangguk.

“Kalau begitu buka matamu.”

“Apa kau akan di sini kalau aku membuka mata?”

“Hei, Bummie, aku di sini.”

Kibum membuka matanya, tapi itu membuat dia menyesal, tidak ada siapapun di sana. Yang dia lihat hanya pohon-pohon dan bunga-bunga yang ada di taman itu, dan segerombol anak kecil yang sedang bermain.

“Fishy… aku merindukanmu.”

Kibum kembali memejamkan matanya, terlukis senyuman kecil di bibirnya, “Sae Hee… aku pulang.”

– isfa_id –

“Kenapa kau tersenyum, apa ada yang lucu?”

Sae Hee membuka matanya saat Siwon mengajaknya bicara, dia tersenyum kecil, “Tidak ada apa-apa,” jawabnya singkat. “Apa kita mau pulang?” tanyanya sambil berdiri dan menatap mata Siwon. Ada tujuan dari tatapannya, Sae Hee ingin tau apa yang ada di pikiran Siwon sekarang, tapi sepertinya sedikit sulit. Karena banyak yang sedang dipikirkan Siwon sekarang.

Siwon tersenyum dan langsung menarik tangan Sae Hee. Dia sudah meminta izin untuk tidak kerja beberapa hari, sepertinya dia perlu banyak istirahat.

Saat mereka sampai di rumah mereka tidak melihat Kibum di sana. Siwon hanya berpikir mungkin Kibum keluar, jalan-jalan. Ke rumah Donghae, pergi bersama Kyuhyun. ‘Ke mana Kyuhyun kemarin, kenapa dia tidak pulang? Apa dia di rumah Donghae?’ batin Siwon.

Sae Hee tersenyum setelah mendengar apa yang dikatakan Siwon, dia bergegas masuk kamar dan membaringkan tubuhnya. Senyumnya semakin terkembang mengingat apa yang Siwon pikirkan tadi, “Fishy oppa… apa itu berarti keinginanku akan terkabul?”

.

.

.

Jam 11 malam…

“Sae Hee, Bummie ke mana? Kenapa belum pulang?” Siwon masuk ke kamar Kibum dan mendekati Sae Hee yang sedang berbaring. Dari siang tadi dia sama sekali tidak keluar dari kamar.

“Kenapa?” tanya Sae Hee santai.

“Kau tidak khawatir dengan kakakmu sendiri?”

“Dia baik-baik saja, kau tidak usah khawatir seperti itu, lagipula sebenarnya kau juga tidak terlalu mengkhawatirkannya kan?” ucap Sae Hee dan berjalan keluar kamar meninggalkan Siwon yang masih terdiam karena ucapannya tadi.

Kenapa Sae Hee bicara seperti itu? Hei, Siwon sangat khawatir, wajar bukan kalau dia seperti itu, ini sudah hampir tengah malam dan Kibum belum pulang. Tapi kenapa Sae Hee bilang kalau dia tidak mengkhawatirkan Kibum, itu salah, salah besar. Karena kenyataannya Siwon sangat khawatir.

Siwon keluar dan melihat Sae Hee yang sibuk di dapur, sepertinya dia lapar. Siwon tidak memperdulikan apapun yang akan dilakukan Sae Hee dengan dapurnya. Dia berjalan menuju kamarnya, untuk apa dia mengkhawatirkan Kibum, adiknya sendiri tenang-tenang saja, jadi Kibum pasti baik-baik saja. Tapi langkahnya terhenti saat sampai di ‘kandang’ Kyuhyun. Siwon menatap kandang itu dan sedikit berjongkok, melihat isi yang ada di dalamnya. Hanya sebuah mangkuk kecil berisi air dan beberapa potong wortel. Siwon sama sekali belum membersihkan kandang itu.

“Kau merindukannya?”

Siwon menoleh dan menatap Sae Hee yang sudah ada di belakangnya. Siwon tidak menjawab pertanyaan Sae Hee dan berjalan menuju kamarnya.

“Siapa yang kau rindukan? Kelincimu atau…” Sae Hee tidak melanjutkan kata-katanya saat pintu kamar Siwon sudah tertutup rapat dengan suara yang sedikit kencang, karena Siwon sedikit membantingnya. “Siapa sebenarnya yang kau cintai Siwon? Ups…” Sae Hee menutup mulutnya dengan telapak tangan kirinya, “Oppa…” ucapnya pelan, hanya sedikit membenarkan panggilannya untuk Siwon.

– isfa_id –

“Kau pulang.”

Kibum menatap sosok paruh baya yang mendekatinya, dia merindukannya, ya, sangat. “Kakek…” ucap Kibum pelan, dipeluknya tubuh yang sedikit renta itu, “Aku merindukanmu,” lanjut Kibum dan semakin mempererat pelukannya.

“Aku harap kau tidak akan pergi lagi.”

Hanya kata itu yang didapat Kibum dari kakeknya yang sekarang sudah pergi meninggalkannya. Kibum tersenyum kecil. Dia dan kakeknya memang sangat jarang bicara, tapi Kibum sangat tau kalau kakeknya sangat menyayanginya. Kibum berniat menemui eommanya yang dia yakin ada di dalam kamar, tapi langkahnya terhenti saat kakeknya memanggilnya.

Kibum menoleh dan melihat sang kakek tengah berjalan mendekatinya. Dirasakannya tangan hangat kakeknya menyentuh pundaknya, “Kau tau kan aku menyayangimu?”

Kibum mengangguk menjawab pertanyaan itu.

“Kau tau eommamu menyayangimu?”

Kibum kembali mengangguk.

“Kau tau Sae Hee menyayangimu?”

Kibum mengangguk lagi.

“Kau tau Kyuhyun menyayangimu?”

Anggukan kembali yang Kibum berikan.

“Kau tau Donghae juga sangat menyayangimu?”

“Iya aku tau itu semua,” jawab Kibum.

“Jadi ku rasa kau tau apa yang seharusnya kau lakukan,” ucap kakeknya dan sekarang benar-benar pergi meninggalkannya.

Kibum hanya menatap kepergian kakeknya itu dengan wajah penuh rasa penasaran, apa sebenarnya yang ingin dikatakan kakeknya? Tapi sepertinya Kibum tidak terlalu memikirkan itu, dia segera menemui eommanya yang benar-benar sedang berada di dalam kamar.

Eomma…” panggil Kibum.

Sang eomma langsung menghampiri Kibum dan memeluknya erat, “Kau pulang.”

“Hm… aku ingin menemui Fishy,” ucap Kibum saat pelukan mereka sudah terlepas.

“Fishy?”

Kibum mengangguk.

– isfa_id –

Siwon keluar dari kamarnya, dia tidak bisa tidur. Dia berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air minum, tapi matanya tertuju lagi pada ‘kandang’ Kyuhyun. ‘Aku merindukanmu Bum…’ Siwon menghentikan apa yang ingin dia katakan, ‘Kyuhyun…’ ya, mungkin nama itu yang benar-benar tepat disebutkan, dia merindukan Kyuhyun sebagai sosok aslinya, bukan sebagai kelinci kesayangannya.

Siwon terus duduk di depan kandang itu tanpa menyadari seseorang memperhatikannya, Sae Hee.

Sae Hee terus mencoba membaca apa yang ada di pikiran Siwon sekarang, dia tidak mengalihkan pandangannya sekalipun dari Siwon. Tapi ini tetap sulit, ada dua nama dipikirannya, Kibum dan Kyuhyun.

Oppa… aku mohon cepat putuskan, aku ingin Bummie oppa bahagia, aku sangat menyayanginya,’ batin Sae Hee lirih.

Siwon bangkit dan Sae Hee bergegas masuk kembali ke kamarnya. Ditutupnya pintu kamarnya perlahan agar Siwon tidak tau dia sedang memperhatikannya. Kembali Sae Hee membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur seperti yang dia lakukan sebelum dia melihat Siwon tadi. Dia memandangi langit-langit kamarnya dengan terus menyebut nama Kibum dalam pikirannya.

Oppa… apa kau baik-baik saja?”

Sae Hee memejamkan matanya, satu wajah terlintas di pikirannya, siapa lagi kalau bukan Kibum. Setetes air mata mengalir di sudut matanya saat bayangan Kibum menyunggingkan seulas senyum, senyum yang sangat manis. Sae Hee ingin senyum itu terus terukir di sana, dia sangat menginginkan itu.

.

.

.

“Sae Hee, ayo pulang.”

Sae Hee membuka matanya dan sedikit terkejut melihat Kyuhyun sudah ada di sampingnya. Dia segera bangkit, “Kyu Oppa…” ucap Sae Hee dengan nada terkejutnya membuat suaranya yang keluar lebih kencang dari yang dia pikirkan.

Kyuhyun segera menutup mulut Sae Hee, “Jangan berteriak,” ucapnya lembut. Sae Hee mengangguk kecil dan Kyuhyun segera melepaskan tangannya dari mulut Sae Hee. “Ayo, kita pulang,” lanjut Kyuhyun dan segera menarik tangan Sae Hee.

“Aku tidak mau,” Sae Hee langsung menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Kyuhyun.

“Semua orang mengkhawatirkanmu.”

“Aku tidak mau pulang sebelum aku mendapatkan kepastian.”

“Kepastian apa?”

Sae Hee terdiam, dia tidak tau apa yang harus dia katakan.

“Ayo cepat kita pulang, Bummie mana?” tanya Kyuhyun karena tidak melihat Kibum di sana.

“Bummie oppa pulang siang tadi,” jawab Sae Hee sambil terus mencoba melepaskan tangannya yang sudah kembali Kyuhyun genggam.

“Pulang?” tanya Kyuhyun kurang yakin.

Sae Hee hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan kecil. Kembali tangannya ditarik Kyuhyun dan tentu saja dia terus mencoba melepaskannya lagi.

Kyuhyun menatap Sae Hee dengan tatapan kurang percaya, kenapa Kibum pulang? Dan kenapa dia tidak tau soal itu? Siwon, apa itu berarti Kibum melepaskan Siwon? Aish, pertanyaan macam apa ini, mana mungkin seperti itu.

“Ayo Sae Hee, kita pulang sekarang,” Kyuhyun berucap dengan sangat lembut mencoba untuk membujuk adik kesayangannya itu. Ya, dia sangat menyayangi Sae Hee meski bukan adik kandungnya. Tapi Sae Hee adalah adik Kibum, sahabatnya, dan Kibum sangat menyayanginya, jadi Kyuhyun juga begitu.

“Aku tidak mau Oppa, aku harus mendapatkan kepastian,” jawab Sae Hee dan menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun.

“Kepastian apa?”

Sae Hee tidak menjawab dan langsung berlari keluar dari kamarnya, Kyuhyun pun segera mengejarnya, tapi langkahnya terhenti saat Sae Hee masuk ke kamar Siwon. Ingin rasanya Kyuhyun pergi saat itu juga, tapi dia tidak mungkin meninggalkan Sae Hee, dia harus membawa Sae Hee pulang sekarang juga.

Oppa…” Sae Hee memanggil seseorang yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya, siapa lagi kalau bukan Siwon.

Siwon terlonjak kaget dan segera bangkit saat melihat Sae Hee sudah duduk di tepi tempat tidurnya, “Sae Hee, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya, tapi dia tidak mendapatkan jawaban apapun, Sae Hee hanya diam. “Apa terjadi sesuatu dengan Bummie?” tanyanya lagi.

Kyuhyun yang berdiri di depan kamar Siwon merasa sedikit terpukul dengan pertanyaan Siwon, ‘Dia mengkhawatirkan Bummie,’ batinnya.

“Tidak terjadi apa-apa dengan Bummie oppa, dia baik-baik saja,” jawab Sae Hee dengan suara lembut.

“Jadi…”

“Aku perlu kepastian Oppa.”

“Kepastian? Tentang?”

“Aku tau ini berat bagimu, tapi aku mohon cepat putuskan,” ucap Sae Hee sambil menatap mata Siwon dengan genangan air matanya. “Aku sangat menyayangi Bummie oppa dan aku ingin dia bahagia, jadi aku mohon, beritahu aku sekarang, siapa yang kau cintai?”

Siwon terdiam sambil menatap mata Sae Hee hangat, diusapnya perlahan air mata Sae Hee yang tiba-tiba mengalir, dia tersenyum kecil, “Jangan menangis, aku yakin Bummie akan bahagia,” ucapnya.

Sae Hee menatap Siwon bingung, “Apa maksud Oppa? Jadi…”

“Aku mencintai Bummie…”

Dada Kyuhyun terasa ditusuk dengan ribuan jarum saat mendengar kata-kata yang baru terlontar dari mulut Siwon. Dia memegangi dadanya, terasa sangat sesak, sakit yang teramat sangat.

“Aku mencintai Bummie… kelinciku…”

Kyuhyun membelalakan matanya saat kembali didengarnya kata-kata Siwon, ‘Kelinciku…’ satu kata itu terus bermain di kepala Kyuhyun, apa dia tidak salah dengar? Tapi apa maksudnya?

Oppa…”

“Iya… aku mencintai Kyuhyun, mungkin ini aneh, tapi itulah kenyataannya. Ada yang berbeda dengan Bummie yang selalu ku temui di dalam mimpiku dan Bummie yang aku kenal sekarang. Mereka mirip, ya, karena mereka sama. Tapi rasanya beda Sae Hee, kau mengerti maksudku?” jelas Siwon panjang lebar, tapi Sae Hee hanya diam sambil terus menatap Siwon.

“Kau tau rasanya selalu dilindungi? Itulah yang aku rasakan setiap kali aku bersama Kyuhyun. Dua tahun ini dia yang melindungiku, meski aku tidak sadar. Tapi aku merindukannya saat dia pergi, seperti sekarang. Aku mencintai Bummie, ya, aku juga mencintai Bummie. Tapi Bummie yang selalu hadir di mimpiku, dan kenyataannya, Kyuhyunlah yang aku cintai, aku membutuhkannya.”

Oppa…”

“Tadi siang, saat di kampus aku bertemu Donghae, dan dia menceritakan semuanya. Tentang Bummie, tentang Kyuhyun, dan… tentangnya. Aku tau Bummie mencintaiku, tapi tidak sekarang, Donghae yang dia butuhkan, bukan aku. Dan Kyuhyun… dia mencintaiku, dan sekarang aku sadar aku juga mencintainya. Aku yakin, Bummie akan bahagia bila bersama Donghae, karena Donghae mencintainya.”

Sae Hee masih terdiam mendengar semua penjelasan Siwon.

“Bummie pulang kan hari ini?” tanya Siwon.

Sae Hee membelalakkan matanya, “Kenapa Oppa tau?”

Siwon tersenyum kecil. “Karena dia merindukan Donghae, aku tau itu. Dan ketenanganmu membuatku semakin yakin kalau Bummie pulang, karena tidak mungkin kamu tidak mengkhawatirkannya.” Ucap Siwon sambil mengusap lembut kepala Sae Hee.

Sae Hee tersenyum dan langsung memeluk Siwon dengan sangat erat, “Terima kasih Oppa…” ucapnya dan melepaskan pelukannya. Dia berlari keluar dari kamar Siwon, “Kyu Oppa, aku pulang sekarang,” ucap Sae Hee riang.

Siwon terbelalak saat Sae Hee menyebut nama Kyuhyun, dia keluar dari kamarnya dan melihat Kyuhyun yang masih berdiri terpaku di depan kamarnya, “Kyuhyun…” panggil Siwon lembut.

Kyuhyun diam sambil mundur beberapa langkah, digenggamnya tangannya dengan sangat erat, hingga mengeluarkan cahaya merah seperti api. Tapi itu bukan kemarahan, tapi dia sangat gugup sekarang. Siwon terus berjalan mendekatinya dan dia terus berusaha menjauhi Siwon, hingga akhirnya Siwon berhasil menggenggam tangannya membuat cahaya merah itu padam.

“Kyu…” Siwon mengangkat wajah Kyuhyun yang sedang tertunduk sekarang, disentuhnya dengan lembut wajah Kyuhyun dan mengecup bibirnya. “Ternyata memang kamu,” ucap Siwon saat melepaskan pagutan bibir mereka. Kyuhyun hanya menatap Siwon dengan penuh tanya, “Ciuman hangat ini ternyata milikmu,” lanjut Siwon dan kembali mengecup bibir Kyuhyun dengan sangat lembut.

– isfa_id –

Eomma…” Sae Hee langsung menghampiri eommanya yang sedang asyik mengobrol dengan appa dan kakeknya. “Bummie oppa mana?” tanyanya.

Sae Hee segera pergi menyusul Kibum saat eommanya bilang kalau Kibum menemui Donghae. Dia tidak sabar ingin tau kabar bahagia yang sudah lama sekali dia tunggu. Sae Hee terus berlari menuju rumah Donghae, tapi dia tidak menemukan Kibum di sana, Donghae pun tidak ada. Awalnya dia pikir, kalau Kibum dan Donghae pergi bersama, tapi eomma Donghae bilang Donghae sudah pergi dari siang tadi. tiba-tiba rasa khawatir singgah di hati Sae Hee, dia benar-benar mengkhawatirkan Kibum.

.

.

.

“Ahhh… Wonnie, hentikan,” desah Kyuhyun sambil mendorong tubuh Siwon sedikit menjauhinya.

Siwon hanya tersenyum dan kembali melumat bibir Kyuhyun penuh hasrat sambil membelai seluruh bagian atas tubuh Kyuhyun yang sekarang sudah tidak mengenakan apapun. “Enghhh…” hanya itu yang keluar dari mulut Kyuhyun menerima kehangatan cinta yang diberikan Siwon.

Apa ini tidak terlalu cepat? Bukankah mereka baru menyatakan cinta mereka masing-masing beberapa jam yang lalu? Tapi ini cinta, jadi tidak ada salahnya kan?

“Wonnie, aku mohon hentikan,” desah Kyuhyun di sela-sela usahanya menahan hasrat yang terus diberikan Siwon. “Ini terlalu cepat,” lanjutnya. “Wonnie, ahhh… aku mohon hentikan, enghhh…”

Kyuhyun terus mencoba menghentikan semua kegiatan Siwon, tapi Siwon tidak menanggapinya, dia tetap sibuk mencumbui setiap bagian wajah dan tubuh Kyuhyun. Hingga tiba-tiba Kyuhyun mengepalkan tangannya dan mendorong Siwon sekuat tenaga, membuat Siwon terpental jatuh.

“Auw…” teriak Siwon yang sudah jatuh dari tempat tidurnya. “Kenapa kau memakai kekuatanmu?” sungutnya sambil mengusap pantatnya yang terasa sangat sakit.

Kyuhyun hanya tertawa melihat penderitaan Siwon karena perbuatannya. “Hahahahaha…” Kyuhyun tertawa dengan sangat puas melihat raut wajah Siwon yang benar-benar terlihat kesakitan.

– isfa_id –

Kibum terus berlari, mencoba mencari Donghae, dia tidak memikirkan jam berapa sekarang, lagipula apa yang akan terjadi dengannya, ini di Kkum, dan dia sangat mengenal dunianya sendiri. Lelah menghampirinya tapi itu tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencari Donghae, dia benar-benar ingin bertemu Donghae sekarang.

Dia terus berlari, walaupun tidak tau kemana tujuannya sebenarnya. Dia sudah pergi ke semua tempat yang mungkin akan didatangi Donghae, tapi dia tetap tidak menemukan Donghae di sana. Bila dia di dunia manusia, mungkin dia akan dengan mudah menemukan Donghae, dia hanya perlu pergi ke bandara, terminal, atau ke manapun, ke tempat di mana mungkin orang akan pergi jauh. Tapi di Kkum? Di mana dia bisa menemukan Donghae, karena di sini semua orang bisa dengan mudah menghilang dari mana dan ke manapun.

“Auw…” Kibum terjatuh, tangannya terluka karena dia mencoba melindungi wajahnya agar tidak menyentuh jalan. Dilihatnya tangannya yang mengeluarkan banyak darah, “Sakit…” ucapnya. Dia memejamkan matanya dan mengusap lukanya, “Aish Bummie, kau bodoh, kau sudah tidak mempunyai kekuatan apapun, lukamu tidak akan sembuh,” umpatnya pada diri sendiri. Kibum menangis sambil memeluk kakinya yang sedang ditekuknya sekarang.

Sae Hee berniat menghampiri Kibum, karena Sae Hee berhasil menemukan Kibum dan sedari tadi dia mengikutinya. “Oppa…” ucapnya pelan dan melangkah untuk mendekatinya, dia mau mengobati luka Kibum. Tapi niatnya itu terhenti saat dia melihat sosok yang berdiri agak jauh di depannya. Sae Hee bersembunya di belakang pohon yang ada di dekatnya sekarang dan terus menatap sosok itu.

Sae Hee tersenyum saat melihat sosok itu sudah mendekati Kibum, dan segera menghilang dari sana, membiarkan Kibum bersama sosok yang sudah benar-benar dia yakin bisa membuat Kibum bahagia.

“Sudah ku bilang jangan menangis lagi.”

Kibum langsung mengangkat wajahnya dan memperhatikan wajah yang ada di depannya sekarang, “Fishy…” ucapnya pelan. Penglihatannya masih sedikit kabur karena genangan air matanya.

Donghae tersenyum lembut, diangkatnya tangan Kibum yang terluka dan mengusapnya hingga lukanya menghilang. “Jangan menangis lagi, aku tidak suka melihatmu menangis,” ucap Donghae lembut dan mengusap air mata Kibum, tapi itu malah membuat Kibum semakin menangis hebat.

“Kenapa kau pergi? Kenapa kau meninggalkanku? Apa kau membenciku?” tanya Kibum sambil terisak. “Fishy…” lanjut Kibum dan langsung memeluk Donghae dengan sangat erat.

Donghae mendorong Kibum lembut membuat pelukan Kibum sedikit melonggar, “Jangan menangis lagi,” ucap Donghae lembut dan segera mengecup bibir Kibum. Kibum terdiam. Perlahan Donghae melepaskan ciuman mereka dan menatap Kibum dengan senyuman yang sangat manis, “Ah… akhirnya kau berhenti menangis juga,” ucapnya.

“Fishy…”

“Jangan menangis lagi, eoh?”

“Hm…” jawab Kibum sambil mengangguk kecil dengan senyuman yang sudah tersemat di bibirnya.

.

.

.

“Apa kau benar-benar rela melepaskan Siwon untuk Kyu?” tanya Donghae saat mereka pulang. Donghae menceritakan semuanya, soal perasaan Kyuhyun kepada Siwon.

“Aku mempunyai kamu,” jawab Kibum.

Donghae tersenyum mendengarnya, ya itu berarti Kibum tidak apa-apa kan? Itu berarti Kibum rela, dan itu juga berarti Kibum menginginkannya. Donghae semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Kibum, dia tidak akan mungkin mau melepaskannya.

“Fishy…”

“Hm…”

“Rasanya lembut…” ucap Kibum sambil terus membalas genggaman Donghae. “Juga hangat…” lanjutnya dan menyentuh bibirnya dengan tangan kanannya yang jelas saja tidak digenggam oleh Donghae.

Donghae menghentikan langkahnya dan memegang pundak Kibum, ditatapnya Kibum sedikit lama dan terus menyunggingkan senyuman. “Kau menyukainya?” tanyanya yang mendapatkan anggukan dari Kibum, “Masih mau?” tanyanya lagi yang membuat pipi Kibum bersemu merah. Donghae tersenyum dan langsung memeluk tubuh Kibum, “Kita akan sering melakukannya nanti, asal kau tidak menangis lagi.”

“Hm… aku janji tidak akan menangis lagi, asal kau tidak meninggalkanku,” jawab Kibum sambil ikut memeluk tubuh Donghae.

“Fishy… aku menyukaimu.”

“Aku mencintaimu, seharusnya itu yang kau katakan,” ucap Donghae.

“Fishy… aku mencintaimu,” ujar Kibum dengan wajah yang semakin memerah dalam dekapan hangat Donghae.

“Aku juga mencintaimu Bummie.”

E.N.D

Ending macam apa ini? Yang baca pasti kecewa banget… ah… aku benar-benar minta maaf atas kekecewaan kalian, maaf, maaf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s