Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae]


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

– isfa_id –

“Ahhh… Bummie, jangan menggodaku, geli… ahhh…” desah Donghae saat Kibum menjilat dan menggigit kecil telinga kirinya.

“Ahhh… Bummie, ahhh… jangan main-main, ahhh…” desahnya lagi karena Kibum tidak mau berhenti melakukan itu terhadapnya.

“Bummie, geli, ennnggghhhhh…” desahnya sedikit panjang saat Kibum menggigit telinganya agak keras.

Donghae langsung mendorong tubuh Kibum sedikit menjauhinya, “Jangan main-main lagi Bummie,” ucap Donghae dengan raut wajah sedikit kesal karena dari tadi Kibum hanya mencoba menggodanya.

Donghae membuka kancing piyamanya, dia sudah benar-benar tidak ingin bermain lagi, apalagi sekarang dia merasa sedikit lelah. Tapi saat dia akan membuka kancing piyama yang kedua, Kibum langsung memegang tangannya, “Biar aku yang lakukan Donghae-ya,” ucap Kibum berbisik di telinga istrinya itu.

“Tapi aku tidak mau kamu goda seperti tadi, aku lelah,” ucap Donghae tetap dengan raut wajah kesalnya.

Kibum mengangguk dan segera melumat lembut bibir Donghae. Donghae segera melingkarkan kedua tangannya di leher putih suaminya itu dan membalas melumat bibir Kibum dengan sangat lembut.

Kibum semakin menekan kepalanya membuat ciuman mereka semakin dalam.

“Mmmppphhh…” desah Donghae di sela-sela ciuman mereka. Diremasnya rambut hitam Kibum sambil terus menikmati lumatan lembut Kibum yang sekarang menjadi sedikit liar.

Kibum menggigit bibir bawah Donghae sehingga Donghae membuka mulutnya dan sesegera mungkin Kibum memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Donghae yang hangat.

“Mmmppphhh…” Donghae kembali mendesah saat lidah mereka bertaut.

Kibum semakin memainkan lidahnya dengan liar dan sesekali menghisap lidah Donghae yang ikut bermain bersamanya. Donghae hanya dapat memejamkan matanya lebih kuat saat Kibum melakukan itu.

Kibum mulai menggerakkan tangannya untuk membuka kancing piyama Donghae tanpa membiarkan bibir Donghae terlepas sedikitpun dari lumatannya.

“Ahhh…” desah Donghae dan segera mendorong tubuh Kibum sedikit menjauhinya saat dia mulai merasa kehabisan nafas.

Kibum tersenyum melihat istri tercintanya itu tengah berusaha mengatur nafasnya, dan terus melepaskan kancing piyamanya satu per satu.

Setelah dilihatnya Donghae sudah mulai berhasil mengatur nafasnya lagi dia kembali melumat bibir Donghae dengan penuh nafsu.

“Mmmppphhh…” desah Donghae sedikit terkejut karena mendapatkan serangan mendadak. Kembali diremasnya rambut hitam Kibum dan membiarkan Kibum menguasai permainan mereka.

Kibum mulai menurunkan ciumannya ke leher Donghae dan sesekali menjilatnya.

“Ahhh… Bummie, jangan di sana,” ucap Donghae sedikit mendesah karena dia tidak ingin Kibum meninggalkan jejak cinta di leher putihnya. Dia tidak ingin orang lain melihat itu.

Ne, aku tidak akan melakukan itu jagi-ya,” jawab Kibum dan kembali melumat bibir Donghae.

Donghae benar-benar tidak tau harus melakukan apalagi selain membalas lumatan Kibum dan meremas rambut Kibum demi menahan sedikit gejolak yang sudah benar-benar membuatnya bergairah.

EommaAppa…”

Kibum langsung bergegas turun dari tubuh Donghae dan segera duduk di tepi tempat tidur mereka saat mendengar suara yang memanggil mereka berdua. ‘Bukannya tadi dia sudah tidur?’ batinnya.

Donghaepun melakukan hal yang sama, dia duduk di tepi tempat tidur, mengancingkan kembali piyamanya dan juga merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.

Dilihatnya malaikat kecilnya dan Kibum sudah berada di dalam kamar mereka.

“Kihae kenapa?” tanyanya lembut kepada anaknya itu.

Kihae langsung berlari mendekati Donghae, dan segera Donghae mengangkat tubuh mungil itu ke dalam pangkuannya.

“Kihae mau tidur dengan Eomma dan Appa,” ucap Kihae dengan nada polos seorang anak kecil berusia lima tahun.

Ye?” Kibum sedikit kaget mendengar ucapan malaikat kecilnya tersebut, “Kihae, tidur sendiri di kamar, eoh? Eomma dan appa harus melakukan sesuatu,” lanjut Kibum yang segera mendapatkan jitakan keras dari Donghae.

“Jangan bicara macam-macam Bummie,” ucap Donghae sedikit melotot ke arah Kibum.

Sedangkan Kihae hanya menatap eomma dan appanya karena tidak mengerti apa yang dibicarakan orang tuanya itu.

“Donghae-ya, kita belum selesai,” ucap Kibum sambil mengusap kepalanya yang sakit. “Kihae tidur sendiri di kamar, eoh?” ucap Kibum lagi sambil mengusap lembut kepala malaikat kecilnya itu.

“Kihae mau tidur dengan Eomma dan Appa,” rengek Kihae. Dipeluknya erat tubuh hangat eommanya tetap dengan rengekan manjanya, “Kihae mau tidur dengan Eomma dan Appa.”

Ne… kita tidur sama-sama, iyakan Appa?” ucap Donghae sambil menatap Kibum hangat yang akhirnya membuat Kibum mengangguk.

“Dasar anak nakal,” ucap Kibum lembut sambil mencubit kecil hidung Kihae yang sudah melepaskan pelukannya dari Donghae.

EommaAppa bilang Kihae nakal,” Kihae kembali merengek kepada eommanya.

Ne, kamu memang anak nakal, tapi eomma dan appa benar-benar menyayangimu,” ucap Donghae dan memeluk malaikat kecilnya itu. “Sekarang kita tidur, eoh?” lanjutnya dan segera membaringkan tubuh Kihae di antara dia dan Kibum.

Kihae memejamkan matanya sambil menggenggam tangan Donghae dengan jemari mungilnya. Donghae dan Kibum mencium pipi Kihae dan ikut memejamkan mata mereka.

Tapi tiba-tiba Kihae membuka kembali matanya, “Eomma, Appa, tadi kalian sedang apa?” tanyanya polos.

Ye?” Donghae sedikit terkejut mendengar pertanyaan Kihae, bagaimana cara dia menjelaskannya?

“Kihae harus tidur sekarang, besok kan harus sekolah,” ucap Kibum mencoba mengalihkan keingintahuan anaknya itu, dan itu berhasil.

1 jam kemudian.

“Donghae-ya,” Kibum memanggil Donghae lembut sambil membelai wajah manisnya.

“Hm…” jawab Donghae masih dengan mata terpejam.

“Kita ke kamar Kihae,” ucap Kibum sedikit berbisik, takut membangunkan malaikat kecil mereka yang sedang tertidur dengan pulasnya.

“Mau apa?” tanya Donghae dan sekarang sudah membuka matanya, ditatapnya mata Kibum penuh tanya.

“Kita tidak mungkin memindahkan Kihae, nanti dia terbangun, jadi kita saja yang pindah ke kamarnya,” jawab Kibum sambil tersenyum.

Ye?” Donghae sedikit terkejut mendengar ucapan Kibum yang dia tau maksudnya.

Kihae sedikit bergerak, Donghae segera menepuk pundak Kihae lembut agar dia kembali tertidur.

“Sudahlah Bummie, lain kali saja, eoh? Aku lelah,” ucap Donghae setelah Kihae benar-benar kembali terlelap.

Kibum tidak menggubris ucapan Donghae dan bergegas turun dari tempat tidur mereka. Donghae berpikir kalau Kibum mungkin ingin ke kamar mandi atau ke mana, tapi ternyata Kibum malah mengangkat tubuhnya, “Harus sekarang jagi-ya,” ucap Kibum dan segera menggendong tubuh Donghae keluar dari kamar mereka menuju kamar Kihae.

Setelah sampai di dalam kamar Kihae, Kibum segera menurunkan tubuh Donghae dan membaringkannya di tempat tidur, “Bummie,” Donghae memanggilnya lembut.

“Hm…”

“Lain kali saja, eoh?” ucap Donghae pelan.

“Satu kali saja,” jawab Kibum dan segera membelai rambut istrinya itu.

Donghae sedikit terdiam sambil menatap mata Kibum dalam, dia terlihat sedikit berpikir, “Satu kali saja kan?” tanyanya, dan segera Kibum menganggukkan kepalanya.

Donghae mengangguk pelan memberikan izin kepada suaminya itu untuk melakukannya. Itu membuat Kibum tersenyum lebar dan segera berjalan menuju pintu kamar, menutupnya dan menguncinya. Dia tidak mau ada yang mengganggu mereka, meskipun tidak ada siapaun selain mereka di apartementnya ini. Tapi paling tidak untuk jaga-jaga, siapa tau Kihae bangun dan tiba-tiba masuk dan membuatnya kembali harus menghentikan kegiatan yang sedang dilakukannya.

Kibum kembali berjalan mendekati Donghae yang sudah terbaring di tempat tidur anaknya, tempat tidurnya agak kecil, tapi tidak apa-apa, mereka tetap bisa melakukannya. Kibum kembali tersenyum memandang wajah manis Donghae dan segera menindihnya.

Dibelainya perlahan pipi mulus Donghae membuat Donghae sedikit tersipu malu, terlihat dari rona merah yang mulai menghiasi kedua pipinya. Kibum semakin tersenyum lebar melihatnya, itu membuat Donghae terlihat lebih manis. Dikecupnya lembut bibir Donghae yang membuat pipi Donghae merona semakin merah.

“Dua kali boleh?” goda Kibum membuat Donghae menatapnya tajam, “Aku bercanda,” lanjutnya.

Kibum menggenggam kedua tangan Donghae dan segera melumat bibirnya lembut. Perlahan Kibum melepaskan genggamannya dan membiar Donghae melingkarkan kedua tangannya di leher putihnya. Kibum menekan kepalanya sendiri guna memperdalam ciuman mereka. Dan Donghae hanya dapat menikmati sensasi hangat yang diberikan Kibum sambil sesekali membalas lumatan Kibum.

Kibum melepaskan ciuman mereka dan menatap Donghae dengan hangat, “Saranghae, Donghae-ya,” ucapnya dan kembali melumat bibir Donghae. Digigitnya bibir bawah Donghae membuat Donghae membuka mulutnya. Kibum memasukkan lidahnya dan mulai memainkannya di dalam rongga mulut Donghae yang terasa hangat.

“Mmmppphhh…” desah Donghae tertahan di sela-sela ciuman mereka.

Mendengar itu membuat Kibum semakin bermain liar dengan lidahnya, dan seketika itu juga Donghae meremas rambut Kibum sedikit kasar. Kibum menurunkan ciumannya ke leher putih Donghae dan menjilatnya perlahan, dia ingat kalau Donghae bilang jangan memberi tanda di sana, jadi Kibum sama sekali tidak melakukan itu.

Dibukanya satu per satu kancing piyama Donghae tanpa menghentikan cumbuan pada leher istrinya itu, “Ahhh… Bummie…” desah Donghae saat Kibum menyentuh nipple kirinya. Kibum tersenyum dan kembali melumat bibir Donghae penuh hasrat.

Kibum terus memanjakan Donghae dengan semua sentuhan mesra di tiap jengkal bagian tubuhnya, malam ini adalah milik mereka berdua, menikmati cinta yang mereka berikan pada pasangan mereka masing-masing, kenikmatan dunia yang benar-benar membawa mereka pada sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga.

– isfa_id –

Kibum tersenyum melihat wajah manis Donghae yang masih tertidur lelap dalam pelukannya. Dia bangkit perlahan tidak ingin membangunkannya, dan segera memakai piyamanya yang tergeletak di lantai. Dibukanya perlahan pintu kamar anaknya itu, tapi dia sedikit terkejut saat melihat anaknya sudah duduk di depan pintu sambil memeluk boneka kelinci putihnya, boneka kelinci kesayangan Donghae.

“Anak appa sudah bangun,” ucap Kibum dan langsung menggendong tubuh mungilnya.

Kibum menutup pintu kamar Kihae sambil terus menggendong tubuh mungilnya, “Kita mandi,” ajak Kibum dan segera menuju ke kamar mandi.

“Kihae mau mandi sama eomma,” jawab Kihae dengan nada manjanya.

Eomma masih tidur, mandi dengan appa saja, eoh?” ucap Kibum membujuk anaknya.

Kihae mengangguk, dan segera Kibum membawanya masuk ke kamar mandi dan memandikannya, diapun ikut mandi bersama.

Setelah selesai, Kibum segera memakaikan pakaian Kihae dan juga dia sendiri tentunya. “Kihae mau membangunkan eomma,” ucap Kihae setelah Kibum selesai memakaikan pakaian ke tubuh mungilnya.

Kibum mengecup lembut pipi malaikat kecilnya itu dan membiarkannya membangunkan Donghae. Dia sendiri segera menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

Donghae merasakan sentuhan di pipinya, sedikit basah. Dia membuka matanya dan menemukan Kihae sedang mencium pipinya. Dia tersenyum dan segera bangkit, mencium bibir Kihae lembut.

Eomma kenapa tidak pakai baju?” tanya Kihae polos saat melihat tubuh Donghae yang tidak ditutupi apapun, hanya selimut yang menutup bagian tubuh bawahnya.

“Oh… itu… tadi malam eomma kepanasan, jadi buka baju,” jawab Donghae sedikit bingung harus memberikan jawaban apa ke anaknya itu.

“Anak eomma sudah rapi,” lanjut Donghae sambil mencubit kecil hidung Kihae.

Ne, tadi Kihae mandi sama appa, terus appa yang memakaikan baju. Kihae tampan kan Eomma? Sama seperti appa kan?” tanyanya sambil memegang pipinya dengan kedua tangannya.

Donghae tersenyum melihat ekspresi wajah Kihae yang sangat manis, “Ne, anak eomma sangat tampan, bahkan lebih tampan dari appa,” jawab Donghae dan kembali mencium bibir Kihae.

Eomma mau mandi dulu, eoh?” ucap Donghae dan menurunkan Kihae yang sejak tadi ada di atas pangkuannya.

Kihae berlari menuju dapur menemui appanya yang sedang menyusun sarapan mereka di meja makan. Sedangkan Donghae langsung berjalan menuju kamar mandi, dengan selimut yang menutupi tubuhnya.

Appa… tadi kata eomma Kihae lebih tampan dari Appa,” Kihae berucap gembira sambil menarik celana Kibum.

“Benarkah?” Kibum berjongkok untuk mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Kihae, ditatapnya wajah anaknya itu sedikit lama sambil tersenyum, “Ne, anak appa memang sangat tampan,” ucap Kibum dan menciumnya lembut.

Segera diangkatnya tubuh mungil Kihae untuk duduk di kursi, dan kembali mempersiapkan sarapan untuk mereka.

Sekitar 20 menit kemudian.

Eomma…” Kihae turun dari kursi dan berlari menemui Donghae yang baru saja keluar dari kamar. Donghae langsung menggendongnya dan berjalan menuju meja makan. Dia duduk dan membiarkan Kihae di pangkuannya. Kibum pun ikut duduk di sebelah mereka.

Mereka mulai memakan sarapan mereka, tapi tiba-tiba Kihae turun dari pangkuan Donghae, “Waeyo?” tanya Donghae heran.

“Kihae lupa memberi makan Bunny,” jawab Kihae dan bergegas menuju kandang kecil yang ada di depan kamarnya dan memberikan sepotong wortel untuk kelinci kesayangannya itu.

Setelah selesai dia kembali berlari menuju meja makan dan kembali ke pangkuan Donghae dan memulai lagi sarapannya.

Eomma…” ucapnya sambil menolehkan sedikit kepalanya untuk menatap wajah manis eommanya. Donghae segera membalik tubuh mungil itu. “Kihae sudah kenyang,” ucap Kihae sambil memegang perutnya sendiri.

Dia kembali turun dari pangkuan Donghae dan berlari ke arah sofa ruang tengah, dibukanya tasnya yang ada di sana dan mengambil selembar kertas. Dia kembali berlari menemui orang tuanya di meja makan, dan kembali naik ke atas pangkuan Donghae.

Eomma… Kihae kemarin menggambar ini,” ucapnya sambil memperlihatkan gambar yang ada di kertas yang baru saja dia ambil tadi, Donghae segera melihatnya.

Kibum yang baru saja selesai membereskan meja makan dan mencuci piring pun segera melihat gambar yang diperlihatkan Kihae.

“Ini Appa, ini Eomma, ini Kihae…” ucap Kihae sambil menjelaskan siapa yang ada di gambarnya. “Kata seonsaengnim gambar Kihae yang paling bagus,” lanjutnya dengan sangat ceria.

Kibum langsung mengangkat tubuh mungil Kihae dan memangkunya. “Anak appa pintar,” pujinya.

Eomma, Appa, kemarin Kihae juga menyanyi, dan kata seonsaengnim suara Kihae juga merdu, pasti karena Kihae anak Eomma,” ucap Kihae lagi.

“Kenapa cuma eomma, Kihae kan anak appa juga,” ucap Kibum sambil menatap mata Kihae lembut.

“Suara appa tidak merdu,” jawab Kihae.

Donghae segera tertawa mendengarnya.

“Lagu apa yang Kihae nyanyikan?” tanya Donghae lembut, tanpa memperhatikan wajah Kibum yang tertekuk.

Kihae langsung turun dari pangkuan Kibum dan berdiri di depan mereka berdua. “Cham Joheun Mal,” jawab Kihae dan mulai menyanyikan lagunya. *Kalian tau kan lagu itu? Itu lagu yang dinyanyikan Jeremy a.k.a Lee Hong Ki di drama You’re Beautiful.*

Saranghaeyo i hanmadi cham joheun mal

Uri shikku jago namyeon jugo banneun mal

Saranghaeyo i hanmadi cham joheun mal

Eomma Appa ilteo gal ttae jugo banneun mal

I mari johaseo onjongil shini najiyo

I mari johaseo onjongil immat najiyo

I mari johaseo onjongil gaseumi kongdak kongdak indeyo

Saranghaeyo i hanmadi cham joheun mal

Naneun naneun i hanmadiga jeongmal johayo

Sarang… saranghaeyo…

EommaAppasaranghae…” ucap Kihae sambil melengkungkan kedua tangannya di atas kepalanya setelah selesai bernyanyi.

Donghae segera memeluk tubuh mungil anaknya itu, “Saranghae jagi-ya,” ucap Donghae dan mencium pipi anaknya itu. Kibum pun ikut melakukan hal yang sama seperti istrinya.

Kibum tersenyum sambil membelai kepala Kihae dan Donghae bergantian. “Sekarang kita berangkat sekolah,” ucap Kibum sambil menggendong Kihae, dan Donghae segera mengambil tas sekolah anaknya yang tadi tergeletak di sofa. Dan segera mereka pergi.

Di mobil.

Eomma…” panggil Kihae yang sekarang sedang duduk di pangkuan Donghae.

“Hm…” jawab Donghae. Kibum sedikit menolehkan pandangannya ke arah dua orang yang sangat dia cintai itu dan kemudian kembali fokus mengemudi.

Eomma, kemarin Eunwon bilang dia akan punya adik,” jelas Kihae sambil membalik duduknya hingga menghadap ke eommanya.

“Benarkah?” tanya Donghae lembut.

“Hm…” jawab Kihae sambil menganggukkan kepalanya. “Eunwon bilang, di dalam perut Eunhyuk ajumma ada adik kecilnya,” lanjut Kihae sambil memegang perut Donghae dengan kedua tangannya. “Apa di perut Eomma juga ada adik kecil?” tanyanya.

“Kihae mau punya yeodongsaeng yang manis seperti Eomma,” lanjutnya sambil terus mengelus perut Donghae dengan kedua tangan mungilnya.

“Di dalam perut eomma belum ada adik kecil,” ucap Kibum sambil tetap fokus menyetir, “Eomma dan appa baru membuatnya tadi malam, jadi adik kecilnya belum ada,” lanjut Kibum yang mendapat jitakan kecil di kepalanya. Siapa lagi yang melakukan itu kalau bukan Donghae.

“Kenapa Eomma memukul appa?” tanya Kihae heran.

“Tidak apa-apa,” jawab Donghae sambil tersenyum.

Kibum menghentikan mobilnya saat sampai di sekolah Kihae, dia keluar dari mobil diikuti dengan Donghae dan Kihae. Donghae dan Kibum mencium pipi Kihae. Kihae pun bergegas berlari memasuki sekolahnya sambil melambaikan tangannya ke eomma dan appanya.

Donghae dan Kibum bergegas kembali masuk ke mobil, mereka menuju ke salah satu stasiun televisi karena Donghae menjadi bintang tamu di salah satu acaranya.

“Aku pergi,” ucap Donghae dan berniat keluar dari mobil setelah sampai di depan gedung stasiun televisi yang mereka tuju. Tapi Kibum menarik tangannya. “Waeyo?” tanyanya sedikit heran.

Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae dan segera mengecup lembut bibirnya. Donghae tersipu malu sambil memperhatikan keadaan di sekitar mereka, takut kalau ada yang melihat.

Donghae segera keluar dari mobil, dan melambaikan tangannya saat Kibum mulai melajukan mobilnya menuju ke lokasi syuting dramanya.

– isfa_id –

Di sekolah Kihae.

“Eunwon, apa di perut eommamu benar-benar ada adik kecilnya?” tanya Kihae pada Eunwon yang sedang duduk di sebelahnya sambil memainkan pensil yang sedari tadi hanya dipegangnya. Dia sama sekali belum mulai menggambar.

Kihae dan Eunwon seumuran, Kihae hanya lebih tua lima bulan dari Eunwon.

Ne, kata appa di perut eommaku ada adik kecilnya,” jawab Eunwon masih bingung harus menggambar apa.

“Di perut eommaku belum ada adik kecil. Kata appa, mereka baru membuat adik kecilnya tadi malam, jadi adik kecilnya belum ada,” ucap Kihae sambil terus mewarnai gambarnya. Dia melihat kertas Eunwon yang belum ada garis sedikitpun. ‘Dia pasti tidak bisa,’ batin Kihae, karena dia sudah sangat tau kalau Eunwon paling tidak bisa menggambar. Tapi akhirnya dia melihat Eunwon mulai menggoreskan pensilnya.

“Eunwon, memangnya cara buat adik kecil bagaimana ya?” tanya Kihae lagi.

Eunwon menggeleng sambil terus menggoreskan pensilnya di kertas putih, yang masih sangat putih itu. “Aku tidak tau, tapi kata appaku, aku tidak boleh mengganggu kalau appa dan eomma sedang membuat adik kecil,” jawabnya dan terus mencoba menggambar.

Kihae mengangguk, “Ye, Kihae selesai,” soraknya setelah menyelesaikan gambarnya. Dia langsung berlari menuju meja seonsaengnim dan menyerahkan gambarnya.

“Ini siapa?” tanya seonsaengnimnya saat melihat gambar yang diserahkan Kihae.

“Itu adik kecil Kihae,” jawab Kihae ceria.

“Kihae mau punya adik kecil?” tanya seonsaengnimnya lagi.

Kihae mengangguk, “Tapi kata appa di perut eomma belum ada adik kecilnya,” jawab Kihae sambil sedikit menundukkan kepalanya.

Seonsaengnimnya tersenyum sambil melihat muka polos Kihae. Kihae pun mulai berjalan menuju bangkunya lagi dan melihat Eunwon yang masih belum menyelesaikan gambarnya.

– isfa_id –

“Huh… hampir saja telat,” ucap Donghae sambil sedikit menarik nafas. Dia berdiri di depan sekolah Kihae untuk menjemput anaknya itu. Dia harus menjemput Kihae sendiri karena Kibum masih belum selesai syuting.

Dilihatnya sebuah mobil berhenti di depannya, dia tersenyum karena tau siapa itu, “Kau menjemput Eunwon?” tanya Donghae saat Eunhyuk sudah keluar dari mobil. Eunhyuk mengangguk menjawab pertanyaan Donghae.

“Kau sendirian?” tanya Eunhyuk karena biasanya Donghae menjemput Kihae bersama Kibum.

Ne, Kibum masih syuting,” jawab Donghae.

Eomma…” mereka mendengar suara kedua malaikat kecil mereka. Kihae dan Eunwon berlari ke arah mereka berdua.

Donghae segera menggendong Kihae dan mencium pipinya.

Eomma, lihat, tadi Kihae menggambar ini,” ucap Kihae sambil memperlihatkan kertas yang sedari tadi di peganggnya, “Ini adik kecil,” lanjutnya sambil menunjuk gambarnya. “Gambar Kihae bagus kan Eomma?” tanyanya yang mendapatkan anggukan dan senyuman dari eommanya. “Gambar Eunwon jelek,” lanjutnya dengan nada polos sambil menunjuk kertas yang sedang dipegang Eunwon.

Eomma, Kihae bilang gambarku jelek,” rengek Eunwon ke Eunhyuk. Eunhyuk segera berjongkok mensejajarkan tinggi mereka.

“Sini eomma lihat,” ucap Eunhyuk sambil mengambil kertas yang ada di tangan Eunwon.

“Gambar Eunwon bagus, ini bebek?” tanya Eunhyuk.

Eunwon menggeleng, “Itu anjing Eomma,” jawab Eunwon sambil menundukkan kepalanya sedikit.

Ye?” ucap Eunhyuk heran. “Kenapa mirip bebek?” lanjutnya dengan nada yang sangat pelan.

Donghae tertawa kecil melihat raut wajah Eunhyuk yang sedikit bingung itu.

– isfa_id –

Donghae berjalan pelan sambil memapah Kihae, tadi Eunhyuk ingin mengantarnya tapi dia menolak. Dia berpikir untuk naik taksi saja, tapi sudah hampir satu jam mereka menunggu, tidak ada juga taksi yang lewat. Akhirnya Donghae memutuskan untuk naik bis saja, karena dia tidak mungkin minta jemput Kibum yang sudah jelas-jelas masih sibuk syuting sekarang. Ya, mau tidak mau hanya itu yang harus dia lakukan.

“Kihae capek?” tanyanya lembut.

Ani,” jawab Kihae lantang, karena dia memang tidak merasa capek walaupun sudah lima belas menit mereka berjalan menuju halte. Haltenya memang cukup jauh dari sekolah Kihae.

“Kyaaa…. Donghae Oppa… Donghae Hyung…” terdengar suara teriakan dari beberapa ELF yang ternyata tidak sengaja melihat Donghae sedang berjalan sendirian –maksudnya tanpa pengawasan dari manager Super Junior.

Donghae sedikit terkejut, sudah pasti semua orang akan mengenalnya karena dia tidak dalam penyamaran sekarang. Segera digendongnya Kihae sambil tersenyum ke arah ELF yang sudah mendekatinya.

Annyeonghaseyo Hyung… Annyeonghaseyo Noona,” sapa Kihae ramah sambil sedikit membungkukkan badannya dalam gendongan Donghae. Memang itu yang diajarkan Kibum dan Donghae, mereka selalu bilang harus menyapa semua orang yang ditemuinya dengan ramah.

Annyeong Kihae…” jawab ELF.

Donghae tersenyum dan kembali berjalan menjauh dari mereka semua. ELF juga sangat mengerti dengan privasi yang diperlukan Donghae. Hei, mereka bukan fans yang tidak memperdulikan perasaan artis idola mereka.

Mereka hanya melihat Donghae dari jauh dan sesekali mengambil photo dengan handphone, mereka memang mengikuti Donghae tapi tidak sampai membuat Donghae marah atau apapun, karena mereka juga tidak mau itu terjadi.

Donghae dan Kihae sampai di halte bis, dan Donghae segera duduk dan membiarkan Kihae duduk di atas pangkuannya. Masih dapat didengarnya teriakan-teriakan ELF yang meneriakkan namanya dan juga nama malaikat kecilnya itu.

Eomma, kapan adik kecilnya jadi?” tanya Kihae sambil memegang perut rata Donghae.

“Kyaaa…. Donghae Oppa sedang hamil,” teriak salah satu ELF yang sedari tadi mengikuti mereka.

Donghae langsung melambai-lambaikan tangannya sebagai ungkapan ‘tidak’ kepada semua ELF yang ada di sana, “Bukan, bukan seperti itu,” ucap Donghae dengan senyum kebingungannya.

Eomma, Kihae maunya yeodongsaeng yang manis seperti Eomma,” ucap Kihae tidak menyadari raut kebingungan dari wajah manis eommanya. Terus diusapnya perut Donghae dengan tangan kecilnya membuat teriakan ELF semakin menjadi karena menganggap Donghae benar-benar sedang hamil.

“Kihae jangan bicara lagi, lihat Hyungdeul dan Noonadeul salah sangka pada eomma,” ucap Donghae pelan.

Kihae yang sama sekali tidak mengerti dengan ucapan eommanya tetap saja mengoceh. Dia terus mengatakan apapun yang dia ingin katakan.

“Huh…” Donghae menarik nafas lega saat bisnya datang, dia segera naik yang diikuti dengan teriakan-teriakan ELF, “Semoga tidak ada berita apapun nanti.”

– isfa_id –

Appa…” Kihae langsung berlari mendekati Kibum yang baru saja pulang. Sekarang jam delapan malam.

Kibum langsung mengangkat tubuh Kihae dan menciumnya, “Eomma mana?” tanya Kibum saat sudah menurunkan kembali tubuh mungil Kihae.

“Di dapur,” jawab Kihae singkat dan langsung meninggalkan Kibum ke ruang tengah.

Kibum menatap tubuh mungil Kihae yang menjauhinya, dia sedikit heran karena biasanya Kihae pasti langsung menarik tangan Kibum untuk menemui Donghae kalau Kibum bertanya seperti tadi. Tapi kenapa sekarang malah dia ditinggal sendirian?

Tapi Kibum tidak terlalu memperdulikannya dan segera menghampiri Donghae yang sedang ada di dapur. Segera dipeluknya tubuh istri tercintanya itu dan mencium keningnya lembut. Tapi kemudian dia mengeluarkan handphonenya dan menyerahkannya ke Donghae, “Ini apa?” tanya Kibum.

Donghae memperhatikan handphone Kibum dan ternyata Kibum sedang melihat berita tentang kehamilan Donghae. Donghae tersenyum kecil, “Mianhae, tadi aku bertemu banyak ELF di halte, mereka pasti salah paham dengan ucapan Kihae tadi,” ucap Donghae mencoba menjelaskan.

Kibum tersenyum mendengar penjelasan Donghae dan membelai kepala Donghae, “Kau tidak marah kan?” tanya Donghae.

Ne, tapi lain kali harus hati-hati eoh?”

Donghae mengangguk.

Appa…” Kihae langsung menemui Kibum di dapur dan menariknya. “Lihat tadi Kihae menggambar adik kecil,” ucap Kihae saat mereka berdua sudah ada di ruang tengah dan memperlihatkan gambarnya.

“Kihae, ceritanya nanti saja, appa masih capek,” ucap Donghae lembut.

Kihae memasang wajah kesalnya dan segera pergi ke kamarnya.

“Kihae kenapa?” tanya Kibum heran.

“Dia marah denganku,” jawab Donghae.

“Gara-gara adik kecil?” tanya Kibum lagi dan Donghae mengangguk dengan mulut yang sedikit dibuatnya maju, mencoba bermanja dengan Kibum.

Kibum tersenyum melihat wajah Donghae yang benar-benar mirip dengan Kihae kalau sedang kesal seperti ini. Dia meletakkan kedua tangannya di wajah Donghae, “Kalian benar-benar mirip,” ucap Kibum lembut, dan Donghae semakin memajukan mulutnya, “Aigo, istri dan anakku benar-benar manis,” lanjut Kibum dan mencium bibir Donghae sekilas. Diusapnya kepala Donghae, “Nanti biar aku yang bicara dengan Kihae.”

1 jam kemudian.

Kibum masuk ke kamar Kihae, dan melihat Kihae sedang duduk di kursi belajarnya sambil menopang wajahnya dengan kedua tangan mungilnya. “Anak appa belum mau tidur?” tanya Kibum lembut sambil berbaring di tempat tidur Kihae. Kihae langsung berlari mendekati Kibum dan duduk di sebelah appanya.

Appa mau tidur sama Kihae?” tanya Kihae saat melihat Kibum memejamkan matanya.

Ne,” jawab Kibum singkat dan segera menarik tubuh mungil Kihae ke dalam pelukkannya.

Eomma?” tanya Kihae lagi.

Appa marah sama eomma, tadi eomma bilang tidak mau buat adik kecil sama appa,” jawab Kibum.

Donghae yang mendengarkan dari balik pintu bersungut ria, “Membujuk seperti apa itu?”

Ne, Kihae juga marah sama eomma, tadi siang kan Kihae bilang ke eomma kalau Kihae mau punya yeodongsaeng yang manis seperti eomma tapi eomma malah menyuruh Kihae diam,” ucap Kihae dengan nada manjanya mencoba menceritakan apa yang tadi terjadi di halte.

Kibum tersenyum mendengarnya, diusapnya lembut wajah polos anaknya itu. “Tapi appa sayang sama eomma, Kihae sayang sama eomma?” tanya Kibum lembut.

Ne, Kihae sayang banget sama eomma,” jawab Kihae.

Eomma juga sayang sama Kihae. Kihae tau? Tadi eomma bilang eomma sedih gara-gara Kihae marah. Memangnya Kihae mau melihat eomma sedih?”

Kihae menggeleng menjawab pertanyaan appanya itu. “Kihae nakal ya appa? Kihae sudah membuat eomma sedih.”

Kibum bangkit dan segera menggendong tubuh mungil Kihae, “Kalau begitu kita buat eomma senang eoh?” ucap Kibum yang mendapat anggukkan dari Kihae, “Sekarang kita temui eomma,” lanjut Kibum.

Donghae yang sedari tadi berdiri di luar kamar Kihae segera berlari menuju kamarnya. Bergegas dia berbaring dan memejamkan matanya berpura-pura tidur. Perlahan dirasakannya tempat tidurnya sedikit bergerak pertanda ada orang yang naik ke atas tempat tidurnya itu. Dirasakannya sebuah ciuman kecil di pipinya yang dia tahu berasal dari anak kesayangannya, dan juga pelukan lembut yang diberikan Kibum di pinggangnya.

AppaAppa jangan di sana, tapi di sini,” ucap Kihae menunjuk tempat di sebelahnya, karena sekarang Kibum ada di sebelah Donghae.

“Tapi appa mau tidur sambil memeluk eomma,” jawab Kibum membuat Donghae tersenyum kecil dan terus berpura-pura tidur.

“Tidak boleh, Appa tidurnya di sebelah Kihae saja,” ucap Kihae sedikit ngotot. Dan akhirnya Kibum pindah ke sebelah Kihae, membuat posisi Kihae ada di tengah-tengah dia dan Donghae.

Donghae merasakan kepala Kihae bersandar di dadanya. Dia membuka matanya dan melihat Kihae yang sedang memeluknya erat, dia juga melihat Kibum yang sedang tersenyum menatapnya.

Kibum mengusap lembut pipi Donghae, “Tidurlah.”

Ne Appa…” ucap Kihae karena menganggap Kibum sedang bicara dengannya. Donghae yang mendengar itu langsung tersenyum penuh kebahagiaan begitu pula dengan Kibum.

– isfa_id –

Gimana, gimana, suka g’ sama ceritanya?

Mau dilanjutin apa udahan aja?

Tapi jujur, kalau mau dilanjutin aku belum tau kelanjutannya gimana, kkk~ *ditendang*

Advertisements

24 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae]

  1. Kihae km mau punya berapa adik? 2, 3 atau 4? pesen dulu gih sama appa dan eomma! 🙂 dgn senang hati appamu pasti ngasik! *plak… hehehe 😉

  2. ah kihae di poppo donghae mau juga donghae-ya /plakdigetokkibum/ itu kihae unyu unnie, pintar gitu X3 gemes /pengencubitpipikihae/
    kihae pengen adek perempuan kkk maniesnyaaa XDd

  3. Annyeong rena imnida
    Salam kenal ya ak reader bru loh d’sini 😀

    Abis ngubek2 d’ffn eh ketemu blog ini apalagi kihae couple ceritanya suka deh

    Itu kihae mau mnta adik lucu bngt sih, ayo donghae oppa n kibum oppa smngat terus ya buat adiknya kihae hehehehehehe

  4. obrak2 blognya eonnie #plak
    liat chapnya banyak amet jadi agak males baca #plakk *mianhae*
    eh baru setelah baca……. aku jadi…..
    suka ^^ *kenapa jadi curhat????* #plakk @g penting

  5. hai salam kenal aku pembaca baru eski udah ke ffn tapi akhirnya aku sempetin buat mempir ke sini, aku suka banget sama couple ini manis banget apalagi si kecil KiHae bikin gemes Thor >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s