Posted in KiHae Couple

I’m Not Your Dongsaeng


Tittle : I’m Not Your Dongsaeng

Pairing : HaeBum

Hah… sebenernya saya g’ niat bikin FF ini, karena saya lebih suka KiHae daripada HaeBum. Tapi karena sudah terlanjur janji, akhirnya saya buat juga, meskipun saya tidak mendapatkan feelnya. Semoga ini tidak mengecewakan.

Happy reading ^^

– isfa_id –

Aku mencintaimu lebih dari seorang Hyung… sungguh… aku benar-benar mencintaimu. Jadi aku mohon jangan anggap aku dongsaengmu, karena aku tidak suka itu. Aku ingin kamu menjadi milikku, karena aku sudah sepenuhnya menjadi milikmu… cintai aku Hyung, sebagai seorang namja, bukan sebagai seorang namdongsaeng. Cintai aku!

.

.

Eomma… dia siapa?” seorang namja kecil berusia tujuh tahun bertanya tentang seorang anak manis yang digendong oleh ibunya.

“Ini namdongsaengmu jagi…”

Namdongsaeng Hae?” tanya namja kecil itu lagi tidak percaya.

Ne… mulai sekarang Donghae kecil Eomma sudah menjadi Hyung.”

.

.

Hyung…”

Donghae terkesiap saat mendengar seseorang memanggilnya, dia segera menyimpan file yang baru saja diketiknya dan langsung mematikan laptopnya. Dia menoleh ke arah seorang namja yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya dan tersenyum. “Waeyo?” tanyanya lembut.

Namja itu segera masuk dan duduk di sebelah Donghae dan memeluk tangannya erat, “Bummie mau tidur dengan Hyung, boleh?”

Donghae melepaskan pelukkan tangan Kibum dari tangannya dan memegang pundaknya, “Waeyo? Bummie mimpi buruk lagi?”

Kibum mengangguk mengiyakan, “Bummie takut Hyung.”

Donghae tersenyum melihat dongsaengnya ini, Kibum, ya… Kim Kibum. Anak yang diadopsi oleh ibunya tiga belas tahun yang lalu. Saat itu Kibum masih berusia dua tahun, dan dia adalah anak mungil yang sangat lucu dan manja. Sifatnya itu bahkan tidak berubah sekarang, meski usianya sudah lima belas tahun, dia tetap lucu, dan terlebih dia masih sangat suka bermanja dengan Donghae.

“Kalau begitu Bummie tidur dengan Hyung malam ini,” ucapan Donghae itu sukses membuat Kibum tersenyum lebar dan segera mencium pipi Donghae.

Saranghae Hyung…”

Nado…”

.

.

Kibum berbaring di tempat tidur dan memandang punggung Donghae yang tidur membelakanginya. Dia memiringkan posisi tidurnya dan kembali memandangi punggung Donghae, punggung yang menurutnya sangat hangat. Kibum menggeser tubuhnya perlahan hingga kini dia sudah benar-benar dekat dengan tubuh Donghae. ‘Hyungjeongmal saranghaeyo…’ ucapnya dalam hati dan melingkarkan tangannya di tubuh Donghae.

.

.

Donghae tersenyum melihat tangan yang melingkar di pinggangnya, disentuhnya perlahan tangan itu dan menggenggamnya erat. ‘Tetaplah menjadi namdongsaengku yang manis, saranghaejeongmal saranghaeyo…’

– isfa_id –

‘BRAKKK…’

Kibum langsung menutup pintu kamarnya kasar saat Donghae membawa seorang yeoja dan memperkenalkannya sebagai yeoja chingunya. Kibum marah, Kibum kesal, Kibum cemburu, Kibum tidak bisa menerima itu. Donghae itu hyungnya… bukan… Donghae adalah orang yang dia cintai.

Mianhae…” ucap Donghae ke Hyena.

Gwaenchanha… mungkin sebaiknya aku pulang,” jawab Hyena dan segera berjalan menuju pintu, hingga Donghae menahannya. “Tidak usah mengantarku, aku pulang sendiri saja,” ucapnya karena mengerti dengan niat Donghae.

Donghae hanya bisa tersenyum saat melihat Hyena masuk ke dalam taksi.

.

.

“Ada apa denganmu?” tanya Donghae kesal saat masuk ke kamar Kibum.

“Pergi… aku tidak mau melihatmu,” ucap Kibum yang bukan merupakan jawaban yang Donghae inginkan.

“Panggil aku Hyung, Bummie!”

“Kamu bukan Hyungku…”

Donghae tersentak mendengar ucapan Kibum. Dia tahu dia bukan hyung kandung Kibum, dan Kibum juga tahu itu. Tapi selama ini Kibum tidak pernah berkata seperti itu padanya. Semarah-marahnya Kibum dia akan tetap mendengar Kibum memanggilnya hyung. Tapi kenapa sekarang seperti ini, ada apa dengan namdongsaeng manisnya. Ke mana Kibum yang lucu dan manis itu?

“Bummie…”

“Pergi… aku bilang pergi!”

“Bummie…”

“PERGI!”

– isfa_id –

“Bummie harus berjanji, Bummie akan menjadi dongsaeng yang manis untuk Hae hyung, eoh?”

Kibum terbangun, mengapa dia memimpikan itu, kejadian lima tahun lalu, kata-kata eommanya lima tahun lalu sebelum meninggal. Dia sudah berjanji menjadi dongsaeng yang manis untuk Donghae, tapi dia… dia… tidak ingin hanya dianggap sebagai dongsaeng, dia… ingin lebih.

Kibum bangkit dan berjalan keluar dari kamarnya, dilihatnya Donghae sedang berkutat dengan laptopnya, ‘Pasti tugas kuliah lagi,’ batinnya. Perlahan dia berjalan mendekati Donghae, “Huh,” dia menarik nafas saat sudah berdiri di belakang Donghae dan kemudian memeluk lehernya, “Hyungmianhae…”

Donghae tidak berkutik dan tetap bergelut dengan apa yang sedang dia kerjakan, “Hyungmianhae…” Donghae masih tidak bergeming, “Hyung…”

Kibum memajukan mulutnya kesal, hingga tiba-tiba ‘cup…’ Donghae mencium pipinya. Kibum tersenyum dan memeluk Donghae lebih erat.

.

.

Kibum duduk di sebelah Donghae sambil terus memandanginya. Donghae masih sibuk berkutat dengan tugas kuliahnya, dia tahu Kibum sedang memperhatikannya tapi dia tidak merasa terganggu selama Kibum diam. Kibum tersenyum memandangi setiap lekuk wajah Donghae, mata, hidung, bibir, pipi, dagu, dahi, semuanya dia suka.

Donghae menutup laptopnya setelah menyelesaikan tugasnya, “Lapar?” tanyanya ke Kibum yang masih setia tersenyum sambil menatapnya.

Kibum menggeleng.

“Mau tidur?”

Kibum mengangguk.

Donghae mengusap kepala Kibum sambil tersenyum kemudian membereskan meja dari semua buku tebalnya dengan bantuan Kibum. “Hyung… Bummie tidur dengan Hyung ya?” tanya Kibum setelah selesai membereskan meja yang mendapat anggukkan dari Donghae.

Dongsaeng Hyung tidak pernah berubah, eoh? Tetap manja.”

Kibum memajukan mulutnya membuat Donghae tersenyum lebar, “Hyung…”

“Hm…”

Saranghae…”

“Kamu tidak bosan mengatakan itu setiap hari?”

Ani… karena aku mencintai Hyung…”

Donghae tersenyum dan kembali mengusap kepala Kibum, “Nado… sekarang kita tidur, besok mau Hyung antar ke sekolah?”

Ne…”

– isfa_id –

Kibum segera berlari setelah mendapat pesan dari Donghae, Donghae bilang dia sudah menunggu di depan sekolah. Kibum benar-benar tidak menyangka Donghae menjemputnya, tadi pagi diantar dan sekarang dijemput, Kibum sangat senang.

Hyung…” teriaknya saat melihat Donghae di depan sekolahnya, tapi perlahan senyumnya menghilang saat melihat seseorang disamping Donghae, Hyena, yeoja yang dibencinya karena merebut cinta Donghae yang seharusnya hanya menjadi miliknya.

Kibum berjalan perlahan mendekati Donghae, dirangkulnya segera tangan Donghae dan mencium pipinya sambil menatap Hyena tajam. Donghae tidak menyadari tatapan Kibum dan hanya tersenyum sambil mengusap kepala Kibum. Kemudian Donghae membukakan pintu mobil untuk membiarkan Hyena masuk tapi Kibum langsung menyerobot dan duduk di jok depan.

Gwaenchanha, aku di belakang saja,” jawab Hyena. Dia tahu Kibum tidak menyukainya sejak dia ke rumah Donghae kemarin, ah salah… tapi sejak lima tahun yang lalu, saat mereka baru kenal.

.

.

Selama perjalanan Kibum terus mengoceh tanpa membiarkan Donghae bicara sedikitpun dengan Hyena. Dia memandang Hyena yang duduk di belakang dari kaca mobil, dan sepertinya Hyena menyadarinya sehingga dia hanya bisa tertunduk.

Kibum turun dari mobil setelah sampai di rumah dan langsung menarik Donghae. Dia membiarkan Hyena turun sendiri dari mobil tanpa membiarkan Donghae untuk membuka pintunya. “Hyung… aku lapar,” ucapnya saat mereka sudah ada di dalam rumah.

“Kamu ganti baju dulu, nanti hyung siapkan makan siang untuk kita bertiga.”

‘Bertiga?’ Kibum melihat Hyena yang berdiri di belakang mereka, dia tersenyum sinis dan langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya.

Setelah selesai mengganti pakaian Kibum segera keluar kamar dan menemui Donghae yang sedang berada di dapur. “Hyung… ada yang bisa aku bantu?” tanyanya manja sambil memeluk tangan Donghae.

“Tidak usah, kamu tunggu saja di meja makan,” jawab Donghae sambil terus berkutat dengan sayuran dan bumbu masak.

Kibum sedikit melirik Hyena yang sedang menyiapkan piring di meja makan, ‘Dia memintaku menunggu di meja makan bersama wanita itu?’ batin Kibum. “Ani Hyung, aku di sini saja menemani Hyung.”

.

.

Akhirnya makan siang mereka selesai, dan Donghae mengajak Hyena mengobrol di ruang tengah. Itu benar-benar membuat Kibum kesal, “Hyung… Bummie mau keluar,” ucap Kibum dan langsung keluar tanpa mendengarkan jawaban dari Donghae.

Kibum melangkahkan kakinya menyusuri jalan kecil di taman dekat rumahnya, dia memilih menyendiri daripada melihat hal yang benar-benar tidak ingin dia lihat. “Kenapa hyung mencintainya, bukan aku?” desahnya saat sudah duduk di kursi taman. “Aku mencintaimu hyung, sangat mencintaimu. Kenapa hyung tidak bisa mencintaiku.”

Air matanya mengalir seketika, dia merasa dia sangat aneh sekarang. Kenapa dia bisa mencintai hyungnya sendiri, ya, meskipun mereka bukan saudara kandung. Dan yang lebih aneh, kenapa dia bisa mencintai seorang namja. “Tapi aku mencintaimu hyung, sungguh…” ucapnya dalam isakannya.

“Kamu mencintainya?”

Kibum terkejut mendengar suara seseorang di belakangnya. Dia menoleh dan melihat seorang yeoja berdiri di sana, Hyena. Dilihatnya Hyena berjalan mendekatinya hingga kini Hyena duduk di sebelahnya. “Aku sudah tahu kamu mencintai Donghae, bukan sebagai seorang dongsaeng yang mencintai hyungnya, tapi lebih.”

Hyena menghentikan kata-katanya dan menatap Kibum yang terlihat sedikit bingung, “Aku tahu Bummie…”

“Jangan panggil aku seperti itu!”

“Baiklah… Kibum… aku tahu kamu mencintai Donghae, dan aku sudah lama tahu itu,” kembali Hyena menghentikan kata-katanya dan kembali menatap mata Kibum lebih dalam. “Aku pikir ini aneh, karena kalian berdua namja, tapi… apa yang bisa kita lakukan kalau cinta itu sudah tumbuh.”

Kibum menatap Hyena tanpa kedip, apa sebenarnya yang ingin dibicarakan wanita ini?

“Kamu tidak perlu cemburu padaku, aku bukan yeojachingu Donghae, kami hanya berpura-pura.”

“Apa maksudmu, bukankah kemarin Donghae hyung bilang kalian sudah berpacaran selama satu tahun?”

“Memang… kami sudah berpacaran selama satu tahun, tapi itu hanya untuk menutupi perasaan Donghae. Dia tidak mencintaiku, tidak pernah. Aku hanya menjadi orang yang membantunya untuk menutupi keanehannya.”

Kibum masih tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Hyena.

“Dia mencintaimu Kibum… meskipun dia tidak pernah mengatakannya, tapi aku bisa melihatnya dengan jelas. Dia mencintaimu lebih dari sekedar seorang hyung kepada dongsaengnya, sama sepertimu. Dia hanya tidak ingin orang lain tahu, terlebih kamu, karena dia merasa dia orang aneh karena mencintai seorang namja.”

.

.

Hyung…”

Kibum memanggil Donghae saat dia sudah masuk rumah, tapi dia tidak menemukan Donghae. Dia mencoba mencarinya di kamar tapi juga tidak menemukannya. “Hyung…” dia memanggilnya lagi. Kibum berniat keluar rumah untuk mencari Donghae, tapi tiba-tiba pintu rumahnya terbuka. Donghae berjalan masuk dan saat melihat Kibum dia langsung memeluknya.

“Kamu dari mana, hyung mencarimu.”

Mianhae Hyung, Hyung mengkhawatirkanku?”

“Tentu saja, dari tadi siang kamu keluar dan baru pulang sekarang,” jawab Donghae, ya, karena sekarang sudah jam sebelas malam.

Mianhae,” ucap Kibum menyesal.

– isfa_id –

Kibum berdiri mematung di depan pusara kedua orang tua angkatnya, ya, meskipun dia hanya mengenal eommanya karena appa Donghae sudah meninggal saat dia diadopsi.

“Kenapa diam saja? Kamu tidak mau menyapa eomma dan appa?” tanya Donghae saat melihat Kibum hanya berdiri diam.

“Oh ne…” jawab Kibum dan segera duduk di sebelah Donghae, “Annyeong EommaAppa…”

Donghae merangkul pundak Kibum dan tersenyum, “Eomma… coba lihat, sekarang Bummie kecil eomma sudah besar… AppaAppa juga bisa melihatnya kan?” ucap Donghae sambil tersenyum di depan pusara orang tuanya itu.

Eomma…”

Donghae menghentikan kata-katanya sesaat dan menarik nafas sedikit panjang, “Eomma… aku mencintai Kibum…” dia kembali menghentikan kata-katanya dan kembali menarik nafas, “Bukan sebagai seorang hyung, aku benar-benar mencintainya Eomma, aku harap Eomma dan Appa merestui kami.”

Ne EommaAppa…” ucap Kibum singkat, meminta restu yang sama kepada orang tuanya itu.

.

.

Kibum dan Donghae berjalan menyusuri jalan untuk pulang, mereka naik bis tadi. Donghae sedari tadi menggenggam tangan Kibum dengan sangat erat, dan Kibum hanya dapat membalasnya sambil tersenyum.

“Bummie…”

Ne…”

Mianhae karena selama ini Hyung membohongimu, Hyung hanya tidak yakin kalau kamu juga mencintai Hyung.”

Aniya Hyung, Bummie yang seharusnya minta maaf, karena Bummie pikir Hyung tidak pernah mencintai Bummie…”

Donghae menghentikan langkahnya dan menatap Kibum hangat. Diusapnya kepala Kibum sambil tersenyum. “Saranghae…” ucapnya yang membuat Kibum tersenyum. “Kenapa diam saja?” tanyanya sambil tersenyum melihat pipi Kibum yang merona merah.

Nado Hyung…”

Donghae langsung memeluk tubuh Kibum dan mengecup pucuk kepalanya.

E.N.D

Huwa… saya benar-benar tidak mengerti kenapa saya membuat ini, feelnya benar-benar g’ kerasa. Saya merasa ini aneh, banget malah… saya tidak sanggup membuatnya lebih panjang dari ini.

Advertisements

6 thoughts on “I’m Not Your Dongsaeng

  1. kerasa banget kok, manis banget
    lucu ngeliat kibum cemburu kayak gitu *cubit pipi kibum

    dan dari dulu pengen nyari kibum yg jadi uke-ny

    hehehehe

    gomawo…. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s