Posted in KiHae Couple, Super Junior

Always Here Never There


Tittle : Always Here Never There

Author : crazymaknae91

Original Story : English

Genre: Fluff/Drama

Rating: G

Pairings : Kibum dan Donghae (KiHae)

Other Characters: Shindong, Han Geng, Hyukjae

Sedikit terinspirasi oleh video ini: http://www.youtube.com/watch?v=ffrJ9XupXB0

Disclaimer: Aku tidak menulis semua 15 member dalam cerita karena itu akan menjauhkan dari plot, meskipun aku mencintai mereka ber-15. Aku juga tidak menganggap mereka seperti dalam cerita ini, ini hanya fan-fiction.

Summary : Semua orang seharusnya latihan dance tetapi tanpa Donghae mereka memutuskan untuk main-main. Banyak ketidaksenangan Donghae ketika dia datang dan mereka memutuskan untuk mulai berlatih

Terima kasih banyak kepada Lorelai beta (http://lorelai-walsh.tumblr.com). Dia pergi ke laut untuk membantu membuat ini. Aku benar-benar harus menempatkan dia sebagai co-author.

oOoOo

Aku tidak percaya aku terlambat lagi, jam alarm bodoh!’ pikir Donghae sambil berlari ke gedung latihan. Singkat cerita, dia memutuskan untuk tidur sebentar di antara aktivitas jadwal sebelumnya dan latihan dance tetapi dia malah tertidur cukup lama.

Dia akhirnya tiba di ruang latihan dan menemukan anak-anak sedang bermain-main, seperti biasa. Shindong, Hyukjae, dan Geng berada di tengah-tengah istirahat latihan dance. Speaker yang menggelegarkan lagu rock Amerika yang keras. Donghae menatapnya dengan kagum, dia benar-benar berharap dia tidak tertidur. Ketika Shindong mulai mencemooh lagu, Donghae mendengar tawa itu.

Tawa itu milik Kibumnya, yang telah memerhatikannya sepanjang waktu. Kibum melompat turun dari jendela dan berjalan menuju stereo.

“Akhirnya! Hei guys, kita bisa mulai sekarang,” Kibum berkata setelah dia memutar musik. Anak-anak yang lain mulai merenggang tetapi Donghae berdiri di sana sambil berpikir.

Kibum adalah satu-satunya yang menyadarinya. Dia menghampiri Donghae, “Ada yang salah?” dia berbisik di telinganya, melingkarkan tangannya di pinggangnya.

“Bukan apa-apa,” bocah itu menjawab sambil menusuk Kibum di bagian hidung dan menarik diri. Kibum melihat kekasihnya bergabung dengan yang lain. Dia tahu ada sesuatu yang salah, tapi dia memutuskan untuk membiarkan hal itu untuk saat ini. Ditariknya rambut panjangnya ke belakang, mengikatnya seperti ekor kuda dan bergabung dengan yang lain.

Ketika semua orang selesai melakukan pemanasan Hyukjae, Geng dan Shindong mengumumkan bahwa mereka telah mengkoreografikan tarian. Ternyata itu yang sudah mereka lakukan saat Donghae sampai.

Kibum bisa melihat Donghae sedikit kesal saat mereka terus menunjukkan koreografi mereka.

“Guys, bukankah itu akan terlihat keren kalau seperti ini?” Donghae mengusulkan langkah alternatif membuat tarian terlihat lebih halus.

Tidak Hae, kita ingin sebuah tarian yang membuat kita terlihat seperti bintang rock, bukan Michael Jackson!” jawab Shindong. Kibum melihat aliran air mata di pipi Donghae sebelum sang dancer itu berlari keluar dari studio.

“Itu benar-benar berarti Shindong,” ujar Kibum sebelum dia berlari mengejar Donghae.

“Apa? Itu hanya satu langkah!” Kibum mendengar teriakan Shindong saat pintu di belakangnya tertutup. Dia melihat sekeliling tapi Donghae tidak bisa ditemukan.

Aku berani bertaruh dia di atap,‘ sang aktor berpikir dan dia berlari menuju tangga menaiki beberapa anak tangga sampai ke atap. Dia membuka pintu menuju atap dan melihat Donghae terbaring di lantai, menatap langit.

Kibum menggelengkan kepalanya bertanya-tanya mengapa dia bersama dengan seseorang yang begitu dramatis. Dia menghampirinya dan duduk di samping sang dancer. Donghae duduk dan menatapnya. Air mata mengalir di wajahnya.

Mengapa dia begitu tidak sensitif? Aku menangis, air mataku keluar dan yang dia lakukan adalah menatap langit! Aku harus menamparnya!’ pikir Donghae. Menampar Kibum adalah hal yang sang dancer itu tidak akan pernah lakukan. Dia memilih untuk berteriak sebagai gantinya.

“Mengapa kamu mengikutiku kalau kamu hanya akan duduk saja?” Donghae masih terus terisak. Kibum tersenyum dengan senyuman pembunuhnya dan menggelengkan kepalanya. Dia menggerakkan tangannya yang lembut dari belakang dan mengusap air matanya, di wajah manis kekasihnya itu.

“Aigo, kamu sangat jahat!” Donghae berteriak. Dia marah melihat Kibum sedang mengalihkan perhatiannya dari kesedihannya itu dengan senyumnya yang hangat.

Siapa yang memberi dia hak untuk menjadi begitu indah dan sempurna?’ Donghae berpikir kemudian dia berdiri dan berbalik membelakangi sang aktor.

“Donghae, berhenti bertingkah seperti anak kecil dan katakan apa yang salah, apa yang kamu pikirkan setengah jam lalu,” Kibum berbicara dengan jelas dan tenang. Itu hanya membuat Donghae kecewa lagi.

Tidak!” dia berteriak, “Kamu seharusnya sudah tahu kenapa aku marah!” Dengan itu Kibum mendesah dan memutar kepalanya kembali.

Dia bahkan tidak menangis lagi. Dia hanya bersikap keras kepala dan dramatis. Aigo, aku tidak hebat dalam hal ini,’ pikir Kibum sambil berdiri dan menarik ikatan ekor kuda dari rambutnya. Dia menghampirinya dan memeluk kekasihnya itu dari belakang, menyandarkan dagunya di bahunya.

Lepaskan aku, Aku marah denganmu,” Donghae berkata dengan tidak begitu meyakinkan karena dia terlena di dalam pelukan sang aktor. Kibum memberikan jejak berupa ciuman di leher bocah itu.

“Aku tidak bisa memperbaikinya jika kamu tidak mengatakan padaku mengapa.” Donghae menutup matanya, tenggelam dalam ciuman sang aktor. Kibum berhenti karena tahu dia sudah menang. Dia melepaskan kekasihnya dan memutar tubuhnya.

“Baik,” ucap Donghae sambil menghentakkan kakinya beberapa kali untuk menunjukkan bahwa ia masih belum merasa baikan.

“Aku selalu melewatkan kesenangan,” katanya seolah-olah itu hal terburuk yang dia dapat di dunia.

“Apakah kamu marah karena kamu terlambat?” Kibum membelai pipi sang dancer. Donghae selalu mempunyai keinginan yang harus diikuti. Jika group melakukan sesuatu dia harus berada di sana dan jika tidak dia selalu marah.

“Kamu bodoh,” Kibum berkesimpulan tidak begitu berarti mengatakan itu dengan kencang, tapi menyesali perbuatannya. Sang dancer menggembungkan pipinya dan menggerutu. Kibum berpikir itu hal yang paling manis yang pernah dilihatnya, yang dilakukan Donghae, tapi dia menggunakan keahliannya untuk menahan tawa.

“Kamu tahu, mereka mungkin bersenang-senang tanpamu sekarang,” ujar Kibum tidak membantu menyelesaikan situasi apapun.

Donghae menginjak kakinya dan berjalan menuju tangga. Kibum berteriak kesakitan tapi entah bagaimana caranya dia berhasil meraih tangan Donghae.

“Baby, kamu tahu aku tidak bermaksud seperti itu. Kamu benar-benar senang berada di sana. Kadang-kadang kamu ada di sana dan itu bagus. Kadang-kadang kamu tidak ada. Itu tidak berarti bahwa semua orang membencimu. Itu hanya berarti kamu tidak ada di sana. Semua orang tidak akan merasa sedih setiap kali kamu pergi. Jangan terlalu berharap,” Kibum berkata dengan cepat sambil terus menatap  matanya.

“Aku yakin kamu akan merasa senang tanpaku,” Donghae berharap Kibum akan mengatakan hal yang benar, hanya sekali saja. Kibum mungkin menghafal dialognya secara keseluruhan setelah mempelajarinya selama beberapa menit tapi ketika saatnya tiba untuk menuliskan kata-katanya sendiri dia selalu terlihat bingung.

Kibum tahu bahwa dia sama sekali tidak membantu dan tidak ada hal tersisa yang bisa dipikirkannya. Dia menarik Donghae lebih dekat dan mentautkan bibir mereka. Donghae langsung meleleh, menggerakkan tangannya meremas rambut indah hitam panjang sang aktor. Kibum mengeluarkan sihirnya untuk mengingatkan sang dancer betapa dia mencintainya. Donghae tersenyum, ciuman mereka menandakan bahwa kekasihnya telah memberinya sebuah harapan dan kemudian Kibum menarik diri.

“Aku tahu aku tidak pintar berkata-kata. Andai saja aku bisa. Maafkan aku,” ucap Kibum, membuat Donghae merasa bersalah karena bersikap kasar padanya. Sang dancer mengetahui kekasihnya punya banyak kualitas. Dia sudah berkencan dengannya selama beberapa tahun karena suatu alasan.

“Kamu benar. Aku seharusnya tidak terlalu tersinggung,” ucap Donghae sambil menyelipkan sehelai rambut Kibum di belakang telinganya.

“Bisakah kita kembali ke bawah dan membuat bocah-bocak konyol itu untuk mendengarkan saranmu sekarang? Saranmu benar-benar jauh lebih baik,” Kibum berkata sambil berkedip kepada Donghae dengan senyuman pembunuhnya yang begitu dicintainya, sehingga membuat Donghae meleleh untuk kesejuta kalinya.

“Nah, kamu seharusnya mengatakan hal seperti itu lebih sering.” Donghae berkata sambil memegang tangan sang aktor dan menariknya ke pintu keluar atap.

Mereka pergi menuruni tangga untuk menemui anak-anak lain yang masih saja bermain. Kibum memeluk Donghae dari belakang.

“Lihat bagaimana sengsaranya mereka tanpamu? Mereka harus iri padaku. Aku harus menghabiskan semua waktu denganmu sendirian saja dan mereka tidak diajak,” katanya membuat sang dancer tertawa.

E.N.D

Advertisements

10 thoughts on “Always Here Never There

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s