Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 5


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 5 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Donghae sedang duduk manis di atas ranjangnya dan bersandar di tubuh Kibum yang duduk di belakangnya. Sekarang jam sepuluh malam, tapi Donghae masih belum mau tidur. Dia sedikit menolehkan pandangannya ke arah Kihae yang sekarang sedang tertidur pulas. Dia tersenyum dan menggenggam tangan Kibum yang sekarang melingkar di pinggangnya kemudian mencium pipi Kibum sekilas.

Kibum tersenyum dan semakin mempererat pelukkannya, “Hyung…” Donghae menoleh menatap Kibum saat Kibum memanggilnya seperti itu. “Biarkan aku memanggilmu Hyung untuk malam ini saja,” lanjut Kibum karena mengerti dengan keterkejutan Donghae.

Hyung…” kembali Kibum memanggil Donghae seperti itu, tapi Donghae hanya diam, “Aku rindu masa-masa aku memanggilmu seperti itu,” lanjut Kibum dan semakin mempererat pelukkannya. “Kenapa diam saja?”

“Tidak apa-apa,” jawab Donghae singkat. Dia juga merindukan masa-masa itu, dan sering mengingatnya.

Hyung…”

“Hm…”

“Aku lupa kapan sebenarnya kita pacaran?” tanya Kibum, karena jujur dia sendiri bingung sejak kapan mereka menjadi sepasang kekasih.

“Aku juga tidak tahu…” jawab Donghae karena dia juga bingung. “Mungkin sejak waktu itu…” ucap Donghae sedikit menolehkan pandangannya ke Kibum.

“Waktu itu?” tanya Kibum bingung.

“Waktu kamu menciumku, kamu ingat, itu pertama kalinya kamu menciumku.”

Kibum terlihat sedikit berpikir, dia tersenyum mengingat pertama kalinya mereka berciuman. Dua belas tahun lalu, di hari ulang tahun Donghae, saat itu Donghae marah dan mengurung diri di kamar karena Kibum sama sekali tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuknya, padahal sudah hampir jam dua belas malam dan berarti sudah hampir tanggal enam belas.

“Ulang tahun Hyung…” ucap Kibum dan Donghae mengangguk, “Hyung menangis hanya gara-gara aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun, aish… Hyung tahu, waktu itu Hyung benar-benar terlihat seperti anak kecil, tapi waktu aku mencium Hyung, Hyung langsung diam,” lanjutnya sambil terkekeh, membuat pipi Donghae merona merah. “Tapi ku rasa bukan waktu itu Hyung…”

“Jadi?” tanya Donghae heran.

Kibum mencium pipi Donghae sekilas dan tersenyum, “Mungkin sejak pertama kali kita bertemu.”

“Mana mungkin.”

Kibum tersenyum lagi dan kembali mencium pipi Donghae. “Ah sudahlah, ku rasa itu tidak penting, yang penting sekarang Hyung sudah menjadi istriku,” ucap Kibum. “Ah istri… aku mempunyai istri seorang namja,” lanjutnya membuat Donghae langsung memajukan mulutnya kesal. “Aigo, namjaku ini benar-benar manis.”

“Kenapa kamu selalu menggodaku Kim Kibum?” tanya Donghae dengan pipi yang sekarang kembali memerah setelah Kibum menyebutnya manis.

“Aku tidak menggodamu Kim Donghae, kamu memang manis, namjaku yang paling manis.”

Namjamu yang paling manis? Memangnya kamu punya berapa namja?” Donghae kesal mendengar ucapan Kibum atau mungkin lebih tepatnya dia cemburu. Suaminya mempunyai banyak namja.

“Emmm…” Kibum berpikir, “Appa… Donghwa Hyung… Kihae… ada banyak Hyung,” jawabnya yang langsung mendapatkan jitakkan di kepalanya. “Masih ada tiga belas lagi Hyung… Leeteuk hyung, Heechul hyung…” belum sempat dia selesai menyebut nama semua member Super Junior, Donghae sudah kembali memukul kepalanya.

Kibum mengusap kepalanya yang sudah mendapatkan dua pukulan dari Donghae, “Mungkin aku satu-satunya suami yang selalu mendapatkan pukulan dari istrinya,” ucapnya sedikit dibuat kesal dengan maksud agar Donghae mengusap kepalanya dan menciumnya, tapi apa yang dia dapat? Donghae kembali memukul kepalanya, bahkan langsung tiga kali.

“Kenapa tidak menciumku?” tanya Donghae karena Kibum hanya diam sambil menatapnya, “Aku sudah memukulmu lima kali, berarti kamu harus menciumku lima kali,” lanjutnya, karena memang biasanya seperti itu, setiap kali dia memukul kepala Kibum, Kibum akan mencium pipinya.

Kibum langsung mencium pipi Donghae sebanyak lima kali, “Sudah…” jawabnya, dan itu sukses membuat pipi Donghae memerah, bahkan mungkin lebih merah dari tomat. Kibum terkekeh, “Hyung benar-benar manis.”

Kembali Kibum mempererat pelukkannya, begitu pula Donghae yang semakin menggenggam tangan Kibum lebih erat. “Hyunggomawoyo…”

“Hm?” ucap Donghae tidak mengerti.

Gomawo… karena sudah menjadi istriku, gomawo… karena sudah menjadi eomma Kihae, gomawo… untuk semuanya, aku tidak bisa menyebutkannya satu per satu.”

Donghae tersenyum dan mencium pipi Kibum sedikit lama, “Aku yang seharusnya berterima kasih dongsaengku…” godanya.

Kibum terkekeh.

Hyung…”

“Hm…”

Hyung belum mau tidur?”

Donghae menolehkan pandangannya ke Kihae, dilihatnya wajah manis malaikat kecilnya itu, “Dia mirip kamu,” ucapnya sambil memandang wajah Kibum.

“Menurutku dia lebih mirip kamu Hyung,” jawab Kibum dan kembali menciumi pipi Donghae. “Hyung…” Kibum memegang pipi Donghae membuat Donghae menolehkan pandangannya hingga kini mata mereka bertemu, perlahan Kibum mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Donghae. “Hyung benar-benar belum mau tidur?” tanyanya lagi, karena tadi Donghae tidak menjawab pertanyaannya.

“Aku mau tidur dengan Kihae,” jawab Donghae dan langsung turun dari ranjangnya. Dia segera berbaring di sebelah Kihae, dan Kibum langsung berbaring di ranjang Donghae sambil memperhatikan kedua namja manisnya.

– isfa_id –

“Anak appa sudah siap?”

Ne…”

“Kalau begitu sekarang kita pulang,” Kibum langsung mengangkat tubuh mungil Kihae ke dalam gendongannya.

Hari ini Kihae dan Donghae keluar dari rumah sakit dan itu membuat Kihae benar-benar senang. Tadi pagi dia bangun lebih dulu dari orang tuanya dan langsung membangunkan Donghae yang tidur di sebelahnya.

Eomma… cepat bangun, hari ini kita pulang,” ucapnya sambil mengguncang tubuh Donghae sampai Donghae bangun, “Kihae mau membangunkan appa,” lanjutnya dan langsung turun dari ranjangnya dengan bantuan Donghae. “AppaAppa… cepat bangun, hari ini kita pulang,” dia membangunkan Kibum sama seperti caranya membangunkan Donghae tadi, tapi sepertinya Kibum sedikit sulit dibangunkan, “EommaAppa tidak mau bangun, Kihae mau naik. Eomma… gendong Kihae,” ucapnya ke Donghae meminta digendong agar dia bisa naik ke ranjang tempat Kibum tidur.

Appa… cepat bangun, kita pulang… AppaAppa…” Kihae terus mengguncang tubuh Kibum saat dia sudah duduk di sebelah Kibum, tapi tetap saja Kibum belum bangun. “Mmmuuuaaahhh…” Kihae mencium pipi Kibum, “EommaAppa masih belum bangun, Appa… cepat bangun,” ucap Kihae dan kembali mengguncang tubuh Kibum. “Appa… hiks… hiks…”

Kibum bangun saat mendengar Kihae menangis, “Yeee… Appa bangun, cepat Appa, kita pulang.” Kibum memutar bola matanya dan menatap Donghae yang sedang terkekeh melihatnya, ternyata Kihae mengerjainya.

– isfa_id –

Kibum tersenyum melihat Donghae yang duduk di tempat tidur mereka sambil menyandarkan tubuhnya di bantal. Mereka baru saja selesai membereskan apartement mereka setelah keluarga mereka pulang. Ya, hanya sekedar berkumpul merayakan kepulangan Kihae dan Donghae dari rumah sakit.

Kibum naik ke tempat tidur dan duduk di sebelah Donghae, sedikit ditariknya kepala Donghae agar bersandar di pundaknya, “Kihae sudah tidur?” tanya Donghae sambil sedikit menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Kibum.

Ne…”

Kibum menggenggam tangan Donghae sambil sesekali mengusapnya, tubuh Donghae sedikit terasa dingin, dan berharap itu bisa memberikannya kehangatan. “Hangat,” desah Donghae membuat Kibum tersenyum, karena ternyata itu berhasil.

“Mau lebih hangat?”

“Hm?”

Kibum tersenyum dan mengangkat kepala Donghae dari pundaknya. Dikecupnya lembut bibir istrinya itu, “Hangat?”

“Aish…” sungut Donghae sedikit memukul dada Kibum, tapi kemudian menyandarkan kepalanya di sana.

Jagi-ya…”

“Hm…”

“Apa kamu lelah?”

Waeyo?” tanya Donghae sambil mendongakkan kepalanya menatap mata Kibum.

“Aku mau buat adik kecil.”

Donghae langsung menjauhkan diri dari Kibum. Dia segera berbaring dan menarik selimut menutupi seluruh badannya. “Aku mau tidur,” ucapnya dan langsung berbalik membelakangi Kibum.

– isfa_id –

Appa cepat…” Kihae menarik tangan Kibum yang masih belum menyelesaikan sarapannya, “Appa cepat, nanti Kihae telat,” dia kembali menarik tangan Kibum yang masih belum mau beranjak dan terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya, “Appa…”

“Kihae tunggu sebentar eoh? Appa belum selesai,” Donghae mendekati Kihae dan langsung menggendongnya.

“Kihae ke sekolahnya sama Eomma saja, Appa lama.”

Aigo, anak eomma ngambek eoh?”

Kihae mamajukan mulutnya sambil menggerak-gerakkan kakinya dalam gendongan Donghae. Hari ini hari pertamanya sekolah, jadi dia sangat senang. Tapi Kibum sedikit membuatnya ngambek karena Kibum makan dengan sangat lambat, padahal Kihae sudah benar-benar tidak sabar ingin sekolah. Apalagi ketemu Eunwon.

Donghae mencium pipi Kihae sambil tersenyum, dan kemudian menurunkan Kihae dari gendongannya, “Kihae pakai sepatunya dulu eoh?” bujuk Donghae dan Kihae menurutinya. Kihae langsung berlari menuju pintu dan langsung memakai sepatunya. Donghae tersenyum melihatnya dan langsung duduk di sebelah Kibum.

Dilihatnya Kibum yang sudah menyelesaikan makannya, tapi dia tidak bergerak sedikitpun, “Waeyo? Kamu marah eoh?” ucap Donghae lembut sedikit menarik baju Kibum, “Mianhae, tadi malam aku benar-benar lelah.”

Aniya, bukan masalah itu.”

“Jadi?”

“Ku rasa sebaiknya Kihae tidak usah masuk sekolah dulu, aku masih sedikit takut Donghae.”

Donghae tersenyum dan langsung memeluk Kibum, “Seharusnya aku yang berkata seperti itu, dan seharusnya kamu yang memelukku sekarang.”

Mianhae, aku sudah gagal menjadi suami dan appa yang baik.”

Ani… kamu suami dan appa terbaik, kamu tahu… aku menjadi kuat karena kamu, dan Kihae bisa menjadi anak yang kuat juga karena appanya.”

Kibum tersenyum dan langsung mempererat pelukkannya, “Gomawoyo…”

AppaEomma… Kihae juga mau dipeluk,” ucap Kihae yang sudah ada di depan mereka.

Kibum langsung berdiri dan menggendong tubuh mungil Kihae dan mencium pipinya dan Donghae membelai rambut Kihae dan mengecup pipi sebelahnya. “Anak appa siap?”

Ne…”

– isfa_id –

“Lepaskan! Ini punya Eunwon…”

Ani… sekarang ini punyaku.”

“Itu punya Eunwon, punya Eunwon, hiks…”

Kangwoo yang merupakan teman satu kelas Eunwon dan Kihae, yang paling sering menjahili Eunwon merebut buku baru milik Eunwon. Belum lagi teman-temannya yang lain dan murid baru dengan badan gemuk yang juga sering menjahilinya, terlebih saat Kihae tidak ada seperti sekarang.

“Kangwoo, itu punya Eunwon, kembalikan,” ucap Eunwon sambil terus menangis. Dia berusaha merebut buku itu dari Kangwoo, tapi anak yang berbadan gemuk yang baru Eunwon tahu namanya kemarin, Dongwook, dia menghalanginya, “Hiks… hiks…”

“Kangwoo, Kihae minta bukunya.”

Eunwon yang tadi sempat tertunduk, langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara Kihae, “Kihae… dia mengambil buku Eunwon,” adunya ke Kihae.

“Ini punyaku,” ucap Dongwook yang sudah mengambil buku itu dari tangan Kangwoo.

“Iya, ini punya Dongwook,” ujar Kangwoo mengiyakan.

“Hiks…” Eunwon hanya bisa mengangis.

“Kembalikan!” Kihae langsung menarik buku dari tangan Dongwook, dan Dongwook juga ikut menarik hingga buku itu sobek.

“Hiks… hiks…” tangis Eunwon semakin menjadi.

– isfa_id –

“APA ANDA TIDAK BISA MENGAWASI ANAK DIDIK ANDA?”

“Wonnie…” Eunhyuk menarik tangan Siwon sambil menggelengkan kepalanya pelan sebagai tanda agar Siwon bisa sedikit tenang. Dia tahu seberapa besar rasa marah Siwon, karena dia juga begitu. Orang tua mana yang tidak marah melihat anaknya selalu diperlakukan seperti itu oleh teman-temannya, dan yang bisa dikatakan oleh pihak sekolah adalah ‘Maaf’.

Hyung, tenanglah,” Kibum yang juga ada di dalam ruang guru bersama mereka juga berusaha menenangkan Siwon, sementara Donghae hanya duduk diam tanpa mengatakan apapun, yang bisa dia lakukan hanya menggenggam tangan Kibum yang sekarang sedang berdiri di sebelahnya.

“ANDA TAHU, SETIAP HARI ANAKKU PULANG SAMBIL MENANGIS…”

Hyung…” Kibum langsung menarik tangan Siwon dan menariknya keluar dari ruangan itu meninggalkan Donghae dan Eunhyuk di sana. “Hyung, aku mohon tenanglah,” ucap Kibum saat mereka sudah berada di luar ruang guru.

“BAGAIMANA BISA BUMMIE, ANAKKU SELALU MENANGIS KARENA MEREKA, DAN KAMU MEMINTAKU UNTUK TENANG?”

“TIDAK USAH BERTERIAK PADAKU!!!” Kibum yang mulai emosi ikut berteriak pada Siwon.

Siwon terdiam dan kemudian tertunduk, “Mianhae…” ucapnya pelan.

“Aku juga marah HyungHyung tahu betapa sedihnya aku saat Kihae sakit? Melihat luka yang ada di tubuh Kihae? Apa Hyung tahu? Aku merasa menjadi seorang appa yang gagal karena aku tidak bisa melindungi anakku sendiri, rasanya sangat sakit Hyung… Tapi bukan begini cara menyelesaikannya.”

Hening… Siwon tidak bisa berkata apa-apa untuk menjawab semua ucapan Kibum. Dia mengerti bagaimana perasaan Kibum, karena dia juga merasakan hal yang sama. Dan seharusnya ini memang harus diselesaikan tanpa emosi.

“Apa sebaiknya kita pindahkan saja mereka?” usul Siwon.

“Percuma Hyung, itu akan membuat mereka berdua tambah sulit, karena mereka harus kembali beradaptasi dengan lingkungan baru.”

Siwon diam, entah kenapa sekarang otaknya tidak bisa diajak berkompromi, tidak ada hal yang mungkin akan membuat anaknya tidak diperlakukan seperti ini lagi. Begitu pula dengan Kibum, dia tidak tahu harus melakukan apa. Kenapa harus mereka, anak-anak mereka? Ini terlalu berat untuk Kihae dan Eunwon.

Appa…”

Siwon dan Kibum langsung menoleh saat mendengar kedua malaikat mereka memanggil. Kibum langsung menggendong Kihae dan juga Siwon yang langsung menggendong Eunwon saat malaikat kecil mereka itu berlari ke arah mereka. Mereka berdua baru keluar dari ruang UKS.

AppaEomma mana?” tanya Kihae.

Kibum tersenyum, “Ada di sana,” jawabnya sambil menunjuk ruang guru. “Sakit?” tanyanya saat melihat luka di kening Kihae. Tadi Kihae mendapat lemparan penghapus dari Dongwook.

Ani…” jawab Kihae.

“Anak appa pintar, sekarang kita temui eomma eoh? Terus kita pulang.”

Ne…”

– isfa_id –

Annyeong Kihae…”

Annyeong Eunwon…”

Kihae dan Eunwon masuk ke mobil masing-masing bersama Eunhyuk dan Donghae. Kibum dan Siwon masih berdiri bersama di depan gerbang sekolah, “Hyung harus lebih tenang, apalagi sekarang Eunhyuk hyung sedang hamil,” ucap Kibum sambil merangkul Siwon, dan Siwon mengangguk.

Di dalam mobil Kibum.

Donghae cemberut melihat suaminya merangkul Siwon, bahkan sekarang mereka berpelukan. Dia memajukan mulutnya kesal, ah… mungkin lebih tepat kalau dibilang cemburu. Dia masih cemburu dengan Siwon? Dia menggelengkan kepalanya.

Eomma… kenapa appa lama sekali, Kihae lapar,” rengekkan Kihae membuat Donghae tersadar, dilihatnya Kibum dan Siwon sudah melepaskan pelukan mereka. Dia tersenyum dan memeluk Kihae yang sekarang sedang duduk di pangkuannya.

“Kihae tunggu sebentar eoh? Appa sedang bicara dengan Siwon ajussi.”

Kihae mengangguk.

Di dalam mobil Siwon.

Eunhyuk menghentak-hentakkan kakinya saat melihat Kibum memeluk Siwon, “Apa yang mereka lakukan?” sungutnya.

Eunwon hanya mengedipkan matanya tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan eommanya. “Eomma… Eunwon mau buku baru,” ujarnya karena bukunya tadi sobek.

Eunhyuk tidak mendengar ucapan Eunwon dan tetap sibuk dengan perasaannya sendiri.

Eomma…”

– isfa_id –

Donghae diam selama perjalan pulang, bahkan dia tidak mau menoleh sedikitpun ke arah Kibum. Yang dia lakukan hanya memeluk Kihae dan menggenggam tangan mungil anaknya itu dengan hangat, “Kihae mau makan apa nanti?” tanyanya lembut sambil mencium pipi Kihae dan sedikit mengusap luka yang ada di kening Kihae, “Sakit?”

Kihae menggeleng. “Eomma… Kihae mau makan Gimbap,” ucapnya menjawab pertanyaan Donghae sebelumnya.

Gimbap? Baiklah, nanti Eomma akan buat untuk Kihae.”

– isfa_id –

Donghae sibuk dengan bahan makanannya di dapur, dia sedang mengulung nasi dengan rumput laut, “Aish, kenapa Kihae mintanya Gimbap? Ini agak susah,” sungutnya karena dari tadi dia gagal menggulung nasinya dengan rapi.

“Biar ku bantu,” ucap Kibum dan memegang tangan Donghae untuk membantunya menggulung nasi itu, ini terlihat seperti Kibum sedang memeluknya dari belakang.

“Lepaskan! Aku bisa sendiri,” ujar Donghae langsung menarik tangannya dari genggaman Kibum.

Kibum terdiam dan kemudian membalik tubuh Donghae hingga kini mereka berhadapan. “Waeyo? Apa aku melakukan kesalahan eoh? Dari tadi kamu hanya diam, tidak mau bicara denganku.”

Donghae memajukan mulutnya dan menekan hidung Kibum, “Apa yang kamu lakukan dengan Siwon tadi?”

Ye?

Kibum terkekeh setelah mengerti dengan apa yang dimaksud Donghae, istrinya cemburu. Segera dipeluknya tubuh Donghae dan mencium pucuk kepalanya, “Istriku cemburu eoh?” Dirasakannya kepala Donghae bergerak, sebuah anggukan kecil. Dilonggarkannya pelukkannya dan menatap mata Donghae dalam, dia tersenyum dan mengecup bibir Donghae sekilas. “Saranghae…” ucapnya yang langsung membuat pipi Donghae merona merah.

Donghae menyentuh dada Kibum dan mengelusnya, “Jangan lakukan itu lagi di depanku, aku tidak mau melihatmu memeluk orang lain selain aku dan Kihae,” ucapnya dan terus mengelus dada Kibum.

Kibum tersenyum dan menyentuh kedua tangan Donghae yang masih setia berada di dadanya, dituntunnya tangan Donghae turun agar memeluk pinggangnya. Dikecupnya bibir Donghae berkali-kali dan kemudian melumatnya. Donghae segera mempererat pelukkannya di pinggang Kibum dan membalas melumat bibir Kibum, Donghae tersenyum di sela-sela ciuman mereka.

Donghae memindahkan tangannya ke leher putih Kibum saat Kibum menekan kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka.

EommaGimbap Kihae mana?”

Donghae langsung mendorong tubuh Kibum menjauhinya, dilihatnya Kihae yang sudah ada di depan mereka, “Oh… Ne… itu…” ucapnya bingung.

“Kita tunggu sambil nonton tv eoh?” Kibum langsung menggendong tubuh Kihae dan membawanya ke ruang tengah untuk menonton tv. Dan Donghae langsung melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

– isfa_id –

Appa… adik kecil,” Kihae menunjuk seorang bayi yang ada di tayangan televisi, bayi yang sangat lucu, “Appa… kapan Appa dan eomma buat adik kecil Kihae?”

Donghae yang kebetulan sedang meletakkan makanan di meja terdiam saat mendengar pertanyaan Kihae. ‘Adik kecil lagi,’ batinnya. Kibum sepertinya bisa membaca pikiran Donghae, dia hanya tersenyum sambil menatap Donghae yang terlihat sedikit kebingungan.

“Kihae mau adik kecil?” tanya Kibum dan memangku Kihae.

Ne… Kihae mau yeodongsaeng yang manis seperti eomma.”

“Kalau begitu, Kihae jangan ganggu Appa sama eomma kalau lagi buat adik kecil eoh?”

Ne…”

Donghae semakin terdiam mendengar ucapan Kibum, apa itu artinya malam ini mereka akan membuat adik kecil?

T.B.C

Huwe… pendek banget, chap yang mengecewakan.

Advertisements

10 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 5

  1. waah, siwonnie marah2, aish salah sekolah juga, masa ga bisa jaga anak muridnya, itu kan masih taman kanak2 masa ga ad pengawasan guru, juga ga ad pengertian buat murid yg buat masalah, kasian eunwon kan XC,
    Ahaha donghae-ya cemburu ama siwonnie, unyuk juga cemburu kkk, maniesnya XD

  2. Kihae n eunwon yg sabar ya jngn dengerin omngan orang2 deh

    Kayanya kihae bnr2 pngn pnya adek ya, ayo dong yg semangat ya buatnya hehehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s