Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 7


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 7 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Ahhh… Bummie… hentikan…”

Kibum mengangkat kepalanya dan menatap wajah Donghae, dilihatnya Donghae yang sedang menggigit bibir bawahnya dengan air mata di sudut kedua matanya. “Waeyo?” tanyanya lembut sambil menatap mata Donghae dalam.

Donghae membalas tatapan Kibum dengan mata berkaca-kaca. “Sakit…” rengeknya.

“Aish… luka sekecil ini sakit? Kihae saja tidak akan menangis kalau luka seperti ini.”

Donghae memajukan mulutnya saat Kibum mengatakan itu, dia langsung menarik tangannya dari genggaman Kibum dan membaringkan tubuhnya di atas sofa.

“Hei… sini biar aku obati dulu lukanya,” bujuk Kibum karena dia tahu Donghae marah padanya sekarang.

“Tidak usah, ini juga hanya luka kecil, nanti juga sembuh,” jawab Donghae dengan nada kesalnya sambil menyembunyikan tangannya yang luka di bawah badannya.

Kibum menarik tubuh Donghae hingga Donghae kembali pada posisi duduknya tadi, dipegangnya wajah Donghae dengan kedua tangannya, “Kenapa kamu selalu bersikap manja seperti ini denganku eoh?” tanyanya lembut tanpa melepaskan tangannya dari wajah Donghae.

“Karena aku istrimu… kalau aku istri Siwon, pasti aku bermanja dengan Siwon, kalau aku istri Kyuhyun, aku akan bermanja dengan Kyuhyun, kalau aku…”

“Hei…” potong Kibum dan menarik wajah Donghae semakin mendekat padanya. Donghae diam sambil menatap mata Kibum yang sekarang sedang menatapnya dengan sangat dalam dan hangat. “Aku tahu… semua ini karena kamu mencintaiku, tapi…” Kibum menghentikan kata-katanya dan semakin mendekatkan wajah mereka. “Tidak seharusnya kamu selalu bersikap seperti ini. Kamu tahu… tadi aku sangat khawatir saat kamu meneleponku dan mengatakan kamu terluka, aku sampai meminta izin pada sutradara untuk menunda syutingku, tapi ternyata… kamu hanya terluka sekecil ini. Dan kamu tahu… karena aku meminta izin hari ini, besok aku harus syuting dari pagi sampai tengah malam untuk membayar syutingku hari ini.” Kembali Kibum menatap mata Donghae, dan dilihatnya Donghae menangis mendengar ucapannya, “Uljima… aku mohon bersikaplah lebih dewasa.”

“Aku hanya ingin lebih sering bersama suamiku, apa itu salah?” ucap Donghae sedikit terisak. “Kamu terlalu sibuk, kalau bukan karena Kihae sakit, atau aku sakit, atau Kihae ada masalah di sekolah, kamu pasti jarang berada di rumah.”

“Memangnya kamu pikir untuk siapa aku melakukan semua ini? Ini semua untukmu, untuk Kihae…”

“Tidak usah bicara dengan nada seperti itu padaku!” potong Donghae saat Kibum berbicara dengan sedikit membentak, dia benci, dia tidak suka diperlakukan seperti itu oleh Kibum. Segera ditepisnya tangan Kibum yang ada di wajahnya, “Aku membencimu.”

Jagi-ya…”

– isfa_id –

Eomma…”

“Hm…”

“Ini benar tidak?” tanya Kihae sambil memperlihatkan pekerjaan rumahnya pada Donghae. Sebenarnya sudah sedari tadi Kihae bertanya, tapi Donghae tidak menjawabnya.

“Oh… sini eomma lihat,” ucap Donghae setelah sadar, entah apa sebenarnya yang dipikirkannya. Tadi dia bertengkar dengan Kibum yang akhirnya membuat Kibum memutuskan keluar entah ke mana. Donghae memperhatikan buku Kihae dan melihat apa yang baru Kihae kerjakan, “Yang ini salah,” ucap Donghae sambil menunjuk pekerjaan rumah Kihae yang salah, “Kihae kerjakan lagi eoh? Eomma ke dapur dulu.”

Ne…” jawab Kihae dan langsung memperbaiki perkerjaan rumahnya yang salah.

‘Klek…’

Appa…” Kihae berteriak dan langsung berlari menemui Kibum yang baru saja masuk.

“Oh… anak appa sedang apa?” tanya Kibum lembut sambil menggendong tubuh mungil malaikat kecilnya itu. “Kihae sudah makan?” tanyanya lagi sambil berjalan menuju ruang tengah tempat Kihae mengerjakan pekerjaan rumahnya tadi.

“Kihae sedang mengerjakan PR Appa, kata eomma masih ada yang salah,” ucap Kihae saat Kibum sudah menurunkan tubuhnya dan langsung kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya. Kibum tersenyum sambil mengusap kepala Kihae, “Appa… tadi Kihae sudah makan, masakan eomma enak,” lanjutnya menjawab pertanyaan Kibum tadi.

Kibum kembali tersenyum dan meninggalkan Kihae sendirian di ruang tengah apartement mereka, dia berjalan menuju dapur karena dia ingin menemui Donghae. Dilihatnya Donghae yang sedang sibuk menyusun makanan di meja makan, dia tahu Donghae menyiapkan itu untuknya. Segera didekatinya Donghae dan memeluknya dari samping dan sedikit mencium pucuk kepalanya.

Donghae tidak memberikan tanggapan apapun, dia hanya meneruskan pekerjaannya di meja makan meski dia sedikit terganggu karena Kibum terus memeluknya. “Kamu belum makan kan? Makanlah,” ucapnya dan segera menarik tangan Kibum melepaskan pelukkan di pinggangnya dan kemudian kembali menemui Kihae di ruang tengah. “Anak eomma sudah selesai?” tanyanya saat sudah duduk di sebelah Kihae.

Ne…”

“Coba eomma lihat…” Donghae mengambil buku Kihae dan memperhatikannya, dia tersenyum, “Anak eomma pintar, sekarang kita tidur eoh?”

Kihae mengangguk dan langsung berlari menemui Kibum di meja makan, “Appa… Kihae mau tidur, good night…”

“Oh… anak appa sudah pintar bahasa Inggris eoh? Kemari…” Kibum mengangkat tubuh mungil Kihae ke pangkuannya, “Cium appa dulu,” ucapnya dan Kihae langsung mencium kedua pipi Kibum. Setelah mendapatkan ciuman Kihae, segera Kibum menurunkan tubuh mungil itu dari pangkuannya, “Tidur sama eomma?” tanyanya yang mendapatkan anggukkan Kihae. Kibum tersenyum dan mencium pipi Kihae sedikit lama, “Good night…”

Kihae langsung berlari ke kamarnya dan melihat eommanya sudah duduk di atas tempat tidurnya, dia segera naik ke pangkuan Donghae dan memeluknya, “Eomma… nyanyikan lagu,” pintanya dan semakin memeluk tubuh Donghae dengan erat.

– isfa_id –

Kibum membereskan meja makan, dia sama sekali tidak menyentuh makanan itu, rasanya tidak enak makan sendirian. Dia berjalan mendekati kamar Kihae dan terlihat Kihae sudah tertidur dalam pelukkan Donghae, tapi Donghae masih melantunkan sebuah lagu agar Kihae benar-benar terlelap. Dia berjalan masuk dan segera duduk di sebelah Donghae membuat Donghae menghentikan nyanyiannya. Ditariknya perlahan kepala Donghae agar bersandar di pundaknya, “Mianhae…”

Donghae mengangkat kepalanya dari pundak Kibum dan segera membaringkan tubuh Kihae, dikecupnya kening malaikat kecilnya itu dan menarik selimutnya. Kemudian dia langsung keluar meninggalkan Kibum di sana. Donghae berjalan ke arah dapur tapi dilihatnya meja makan sudah rapi, “Dia pasti tidak makan,” desah Donghae sambil menoleh ke kamar Kihae. Segera dialihkannya pandangannya saat Kibum keluar dari kamar Kihae sambil menutup pintunya perlahan.

Kibum kembali mendekati Donghae dan memeluknya meskipun tidak mendapat balasan dari istrinya itu. Kibum semakin mepererat pelukkannya tapi tetap saja Donghae tidak membalasnya. “Kamu benar-benar jahat jagi-ya,” ucap Kibum sedikit berbisik di telinga Donghae. “Kenapa kamu tidak pernah membiarkan aku marah padamu? Kenapa kamu selalu membuatku merindukanmu? Kenapa kamu benar-benar membuatku jatuh cinta?” ucapnya tetap dengan berbisik, “Tapi kenapa kamu selalu marah padaku? Selalu bilang kalau kamu menbenciku? Selalu mengacuhkanku meskipun aku sudah meminta maaf?”

Donghae sama sekali tidak bergeming, dibiarkannya Kibum terus memeluknya dan bicara sendiri. “Mianhae… aku tidak bermaksud membentakmu tadi siang,” lanjut Kibum yang jelas saja tidak mendapatkan jawaban apapun dari Donghae, “Tanganmu sudah tidak apa-apa kan?” tanyanya dan Donghae tetap saja diam. “Hei…” Kibum sedikit mendorong tubuh Donghae dan menatap matanya.

Donghae menangis, Kibum kadang bingung kenapa istrinya ini mudah sekali mengangis? Diusapnya air mata Donghae dan mencium kedua kelopak matanya dan kemudian kembali memeluknya, tapi Donghae mendorong tubuhnya. “Aku sudah bilang, aku menbencimu,” ucap Donghae dan langsung menuju ke kamar mereka.

Kibum berlari kecil menyusul Donghae dan dilihatnya Donghae sudah duduk di tepi tempat tidur mereka sambil terus mengusap air matanya, perlahan dia duduk di sebelah Donghae dan merangkulnya, “Mianhae…” sekali lagi Kibum mengucapkan kata maaf, dan Donghae masih sibuk menghapus air matanya yang masih saja mengalir. Tapi tiba-tiba Kibum tersenyum, mungkin trik dua belas tahun lalu akan berhasil, dan… ‘Cup…’ dia mengecup bibir Donghae.

Dan hasilnya… ya… cara ini berhasil, Donghae tiba-tiba saja berhenti menangis. Kibum tersenyum melihatnya, “Kamu ini tidak pernah berubah,” ucapnya dan Donghae malah menghadiahinya sebuah cengiran, Kibum mengernyitkan alisnya, apa ini artinya Donghae hanya mempermainkannya? “Kamu mempermainkanku?”

Ani…” jawab Donghae santai sambil mengusap sisa air mata di pipinya.

“Aish…” Kibum bersungut, “Aku akan memberimu hukuman,” ucapnya dan langsung melumat bibir Donghae. Donghae tersenyum sebelum membalas lumatan Kibum, dia siap mendapatkan hukumannya malam ini, sangat siap.

Tangan Donghae melingkar dengan cepat di leher putih Kibum membuat Kibum semakin menekan kepalanya dan menghasilkan ciuman yang lebih dalam lagi. Donghae meremas rambut Kibum sambil terus membalas lumatan hangat Kibum, “Mmppphh…” desahnya dan terus memainkan bibirnya mengikuti permainan bibir Kibum, “Bumhhhmhhiiiehh…” Donghae menyebut nama Kibum saat tidak sengaja pagutan bibir mereka terlepas, tapi dengan segera Kibum melumatnya lagi, “Mmmph…”

Kibum mulai menyelusupkan tangannya ke dalam piyama biru Donghae, dibelainya tubuh Donghae membuat Donghae sedikit menggeliat merasakan sensasi hangat ditubuhnya, belum lagi ciuman Kibum yang sudah turun ke lehernya, “Ahhh… Bummie…” desah Donghae dan menekan kepala Kibum semakin dalam di lehernya, “Ahhh…” dia kembali mendesah saat Kibum memberi satu gigitan kecil di lehernya dan sedikit menghisapnya.

Donghae mendorong tubuh Kibum menjauhinya, disentuhnya bagian lehernya yang dihisap Kibum tadi, “Kenapa dilakukan di sini, bagaimana aku menutupinya nanti?” ucap Donghae sedikit kesal, ya… karena memang selama ini dia meminta Kibum tidak memberikan kissmark di lehernya, karena dia tidak ingin orang lain melihatnya.

Mianhae…” ucap Kibum menyesal, dia sendiri selama ini tidak pernah melakukan itu, tapi entah kenapa malam ini dia tidak bisa untuk tidak melakukannya, kalau perlu dia ingin memberikan tanda cintanya di setiap jengkal tubuh Donghae sekarang. Kibum langsung membuka kancing piyama Donghae tapi tangannya ditahan oleh istrinya itu saat akan membuka kancing terakhir.

“Secepat ini?” tanya Donghae menggoda. Kibum tersenyum dan membuka kancing terakhir piyama Donghae dan langsung melepaskan piyama itu dari tubuh Donghae. Segera dibaringkannya tubuh istrinya itu, “Aku sangat berharap akan ada kehidupan baru di sini, malaikat kecil kita yang baru,” ucap Kibum sambil mengelus perut rata Donghae, membuat Donghae tersipu malu.

Kibum membaringkan tubuhnya di atas tubuh Donghae dan membelai rambut istri tercintanya itu, “Aku ingin anak laki-laki yang mungil,” ucapnya dan sedikit mengecup bibir Donghae.

“Kamu mau Kihae ngambek eoh?” tanya Donghae sambil sedikit menekan hidung Kibum, “Kamu harus memberikanku anak perempuan yang manis,” lanjutnya.

“Baiklah… aku akan membuat anak perempuan yang manis,” jawab Kibum dan langsung kembali memberi lumatan pada bibir pink Donghae. Donghae membuka mulutnya saat Kibum menjilat bibir bawahnya dan membiarkan lidah Kibum menjelajahi rongga mulutnya. Digerakkannya lidahnya seirama dengan lidah Kibum dan mendesah hebat, “Ennnggghhh…” dan kembali pada perang lidah mereka.

“Hah… hah…” Donghae kehabisan nafas, “Bummie…” panggilnya di sela-sela pengaturan nafasnya.

“Hm…”

“Besok aku ikut ke lokasi syutingmu,” ucap Donghae sambil memeluk pinggang suaminya itu. “Kalau tidak boleh, malam ini kita tidak usah melakukannya!”

Kibum tersenyum, istrinya berani mengancamnya sekarang, “Ne… tapi kamu pergi bersama Kihae eoh? Setelah dia pulang sekolah.”

Belum sempat Donghae menjawab, Kibum sudah kembali melanjutkan kegiatan mereka dengan cara menjilati leher Donghae. “Kamu benar-benar menggoda malam ini jagi-ya…” tangannya mulai menjelajahi tubuh Donghae dan menyentuh nipple kiri Donghae, “Ennngghh…” didengarnya Donghae mendesah saat dia melakukan itu.

“Ahhh…” Donghae mendongakkan kepalanya saat bibir Kibum sudah menggantikan posisi tangannya pada nipple kiri Donghae, “Ahhh… Bummie… ahhh… ennnggghhh…” Donghae mendesah hebat saat Kibum mulai menghisap nipplenya, diremasnya sprei ketika Kibum semakin menurunkan cumbuannya ke perut ratanya. “Bummie…” Donghae segera bangkit dan menahan tangan Kibum yang sudah akan melepaskan celananya.

Waeyo?” tanya Kibum heran.

Donghae menunjuk pintu kamar mereka, Kibum lupa, tadi dia belum menutupnya, “Kamu tidak mau kan para readers (?) melihat kita?” Kibum tersenyum dan langsung menutup pintu kamar sambil melambaikan tangan dengan senyum manisnya kepada para readers tercinta. (?)

Baiklah… kita jangan ganggu mereka.

– isfa_id –

Eommaappa mana?” tanya Kihae saat mereka baru sampai di lokasi syuting Kibum. Sesuai permintaan Kibum, Donghae datang ke sini setelah Kihae pulang sekolah. Donghae sudah lama tidak menemani Kibum di lokasi syuting, terlebih setelah Kihae lahir, dia rindu melihat akting Kibum secara langsung, karena itu dia ada di sini sekarang.

“Itu…” jawab Donghae saat melihat Kibum berjalan ke arah mereka.

Appa…” Kihae langsung berlari menemui Kibum, tapi, ‘Bugh…’ Kihae terjatuh, “Hiks… hiks…” dia menangis.

Omo!” Donghae terkejut melihat Kihae terjatuh dan langsung berlari menghampirinya, segera diangkatnya tubuh mungil anaknya itu, “Anak eomma tidak apa-apa kan?” ucapnya khawatir, tapi dilihatnya sebuah luka di kening Kihae, dengan darah yang cukup banyak. “Bummie…” ucap Donghae semakin khawatir sambil menatap Kibum yang sudah berjongkok di depannya.

“Hiks… hiks… Eomma… sakit…”

Di rumah sakit.

“Anak pintar… sudah tidak sakit lagi kan?”

Ne…” Kihae menjawab dengan lantang saat dr. Shin selesai memakaikan perban di keningnya. “Kamsahabnida Ajussi.”

dr. Shin tersenyum sambil mengusap kepala Kihae dan kemudian berjalan ke mejanya di mana Kibum sudah menunggu, “Dia tidak apa-apa, berikan saja obat ini,” ucap dr. Shin sambil memberikan resep pada Kibum dan Kibum mengangguk mengerti. Donghae yang sudah menggendong Kihae segera mendekati mereka berdua, “Gomawoyo Hyung,” ucapnya dan Kibum bersamaan.

– isfa_id –

“Tidak apa-apa, aku dan Kihae pulang sendiri saja, kamu juga harus melanjutkan syutingmu lagi,” ucap Donghae lembut sambil tetap menggendong tubuh mungil Kihae, “Mianhae… padahal aku hanya ingin melihatmu syuting hari ini, tapi malah jadi seperti ini.”

“Kenapa harus meminta maaf,” ujar Kibum lembut, “Kamu yakin mau pulang sendiri?” tanyanya dan Donghae mengangguk, “Nanti tidak usah menungguku, aku akan pulang malam,” lanjutnya dan kembali Donghae mengangguk. “Kihae jangan nakal eoh?” sekarang Kibum beralih berucap pada Kihae.

Ne Appa… Kihae kan bukan anak nakal,” jawab Kihae yang membuat Kibum dan Donghae tersenyum.

Di dalam taksi.

Eomma… Kihae mau eskrim.”

“Eskrim?”

Ne…”

Donghae meminta supir taksi berhenti di salah satu mini market dan segera membelikan beberapa eskrim untuk Kihae. “Ini…” ucapnya sambil memberikan eskrim-eskrim itu ke Kihae.

– isfa_id –

“Aaa…” Donghae meminta Kihae membuka mulutnya untuk meminum obat, tapi Kihae menggeleng, “Biar lukanya cepat sembuh,” Donghae mencoba membujuknya, tapi Kihae tetap tidak mau meminum obat itu. “Kihae anak pintar kan?” ucapnya dan Kihae mengangguk, “Kalau begitu minum obatnya, kalau tidak eomma tidak mau memberi Kihae adik kecil.”

Mendengar kata adik kecil membuat Kihae langsung membuka mulutnya, “Aaa…” Donghae langsung memberikan obatnya dan Kihae langsung meneguknya dengan sedikit air minum, “Adik kecil Kihae mana Eomma? Sudah jadi ya?” tanyanya sambil mengelus perut Donghae, “Di sini ada adik kecil Kihae kan Eomma?” tanyanya lagi.

“Belum jadi, tapi Eomma sama appa sedang buat adik kecil, Kihae harus tunggu adik kecilnya jadi eoh?”

Ne Eomma…” jawab Kihae riang karena mendengar kalau orang tuanya sedang membuatkan adik kecil untuknya, “Kihae mau…”

Yeodongsaeng…” potong Donghae yang mendapatkan anggukkan dari Kihae, “Kihae tidak mau namdongsaeng?” tanyanya dan Kihae menggeleng kecil. “Memangnya kenapa?” tanya Donghae lagi.

“Nanti namdongsaeng Kihae lebih tampan dari Kihae.”

“Itu tidak mungkin, Kihae kan paling tampan, bahkan lebih tampan dari appa,” bujuk Donghae, paling tidak dia hanya ingin tahu perasaan Kihae, bagaimana kalau nanti dia malah memberikan namdongsaeng untuk Kihae.

Jinjjayo Eomma?

Ne… anak eomma ini paling tampan.”

Kihae mengangguk, “Kihae juga mau namdongsaeng… yeee… nanti Kihae punya dua adik kecil.”

Ye?” ucap Donghae kaget, dua?

“Kihae mau adik kecil kembar Eomma, yeoja sama namja…”

Donghae menggelengkan kepalanya, sepertinya dia salah bertanya, bagaimana caranya dia membuat anak kembar? Dia mengutuk dirinya sendiri sekarang, ‘Donghae babobabo…’ batinnya.

Eomma kenapa?” tanya Kihae polos.

“Oh… ani… Kihae mau apa sekarang?” Donghae balik bertanya.

“Kihae mau main sama Bunny,” jawab Kihae langsung turun dari tempat duduknya dan langsung mendekati kandang kelinci kesayangannya.

– isfa_id –

“BUMMIIIEEE…”

Kibum terkekeh mendengar Donghae berteriak, tadi Donghae menceritakan tentang keinginan Kihae untuk punya adik kembar, dan Kibum hanya menjawab ‘Kita buat saja,’ dengan santainya.

‘Plak… plak… plak…’ Donghae memukul kepala Kibum dengan bantal, dan tentu saja itu membuat Kibum semakin tertawa dengan sangat senang. Segera direbutnya bantal itu dari tangan Donghae dan melemparnya ke sembarang tempat, Donghae terdiam.

“Kita buat adik kembar sekarang?”

“Aku tidak mau!” jawab Donghae dengan memajukan mulutnya di depan wajah Kibum, “Kalau mau kamu saja yang hamil,” lanjutnya.

“Kalau begitu buat aku hamil sekarang,” goda Kibum.

Donghae kesal dan langsung berbaring, ditariknya selimut menutupi seluruh tubuhnya, Kibum tersenyum dan mengacak rambut Donghae dan ikut berbaring di sebelahnya. “Tidak mau membuatku hamil?” Kibum kembali menggoda Donghae, “Benar tidak mau?”

“Diamlah Bummie, ini sudah jam tiga pagi, aku harus tidur,” ucap Donghae mengalihkan pembicaraan Kibum.

Kibum menarik tubuh Donghae dan segera memposisikan tubuhnya di atas tubuh istrinya itu. Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae, dapat dirasakannya dada Donghae yang berdegup dengan sangat cepat, “B… Bummie… kamu mau apa? Kita baru melakukannya kemarin,” ucap Donghae gugup.

“Aish… aku hanya ingin menciummu,” jawab Kibum dan mengecup bibir Donghae sekilas, “Tidurlah,” lanjutnya dan segera turun dari tubuh Donghae.

– isfa_id –

Eomma… hari ini Kangwoo ulang tahun, Kihae mau kasih hadiah,” ucap Kihae saat mereka sedang sarapan.

“Kihae mau kasih apa?” tanya Donghae sambil menyuapkan makanan ke mulut kecil Kihae.

“Emmm…” Kihae berpikir yang membuat Kibum tertawa melihatnya, cara Kihae berpikir benar-benar seperti orang dewasa, dengan cara mengangkat kepalanya dan sedikit mendongak. “Pensil baru Kihae,” jawabnya.

“Tidak boleh,” Kibum segera melarangnya memberikan itu untuk kado ulang tahun Kangwoo, “Itukan hadiah dari appa buat Kihae,” lanjutnya sambil mengusap kepala Kihae, “Nanti kita beli kado dulu sebelum ke sekolah eoh?”

Ne Appa…”

Di sekolah Kihae.

“Kangwoo… saengil chukae…” ucap Kihae sambil memberikan kado yang tadi sempat dia beli bersama Kibum dan Donghae. “Ini buat Kangwoo,” lanjutnya karena Kangwoo belum mengambil hadiah pemberiannya. “Ini hadiah dari appa sama eomma Kihae.”

“Ini juga hadiah dari appa sama eomma Eunwon,” ucap Eunwon ikut memberikan hadiahnya pada Kangwoo.

Kangwoo mengambil hadiah itu dan berterima kasih kepada Kihae dan Eunwon, sekarang mereka memang sudah berteman dengan akrab.

Kihae melihat Dongwook yang duduk di bangkunya sendirian, dia berjalan mendekatinya dan memberikan sesuatu, “Dongwook, Kihae juga punya hadiah buat Dongwook, kata appa ini buat Dongwook,” ucapnya dan meletakkan hadiahnya di meja Dongwook.

Kihae berjalan meninggalkan Dongwook menuju bangkunya, “Kepala Kihae kenapa?” didengarnya Dongwook bertanya padanya.

“Kihae kemarin jatuh, sakit…” jawab Kihae sambil memegang luka di keningnya.

– isfa_id –

“Huh… aku bosan,” desah Eunhyuk yang sedang duduk sendirian di sudut ruang latihan, dia melihat semua member sedang berlatih untuk perform besok, dan dia sendiri yang hanya duduk sambil memperhatikan mereka semua. Tadi dia sudah siap untuk ikut latihan hingga tiba-tiba Siwon memelototinya dan memintanya untuk duduk di sana, “Kamu sedang hamil jagi, kamu lihat kami saja,” itu yang Siwon ucapkan tadi. “Bosan… Bosan… Bosan…” ucap Eunhyuk sedikit berteriak.

Semua member langsung menghentikan kegiatan mereka dan melihat ke arah Eunhyuk, Eunhyuk menyadarinya dan hanya tersenyum, “Lanjutkan saja,” ucapnya dan bangkit dari duduknya. Dia berjalan keluar ruang latihan, Siwon melihatnya dan segera menyusulnya.

Akhirnya member yang lain memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil menunggu Siwon kembali, mereka tahu sekarang Siwon pasti sedang membujuk Eunhyuk. “Donghae… Kihae baik-baik saja kan?” tanya Leeteuk yang mendekati Donghae yang sedang duduk membelakangi kaca besar. Donghae mengangguk mengiyakan pertanyaan Leeteuk tadi.

Heechul ikut mendekati mereka dan mengusap kepala Donghae, dia duduk di hadapan Donghae sambil menggenggam tangannya, “Waeyo?” tanya Heechul lembut karena melihat Donghae yang sedikit murung, “Apa Kibum membuatmu kesal?” tanyanya lagi.

Aniya Hyung… aku hanya sedikit lelah saja,” jawab Donghae sambil mengambil minuman di tasnya dan segera meminumnya. “Hyung… apa aku boleh pulang duluan?” tanyanya sambil melihat ke arah Leeteuk. “Aku mau menjemput Kihae,” lanjut Donghae memberikan alasannya.

Ne…” jawab Leeteuk mengizinkan. “Sebaiknya kamu juga memberitahu Siwon dan Eunhyuk agar menjemput Eunwon,” lanjut Leeteuk dan Donghae mengangguk.

Ne Hyung…” jawab Donghae dan segera bangkit keluar dari ruang latihan. Dia melihat Siwon dan Eunhyuk ada di depan, sepertinya Siwon sudah berhasil membujuk Eunhyuk. Donghae menghampirinya dan mengatakan kalau sudah waktunya mereka menjemput anak mereka di sekolah dan akhirnya mereka pergi bersama untuk menjemput Kihae dan Eunwon.

– isfa_id –

EommaEomma kenapa?” tanya Kihae karena Donghae hanya diam selama perjalanan pulang, Donghae hanya tersenyum menjawab pertanyaan Kihae dan segera menggendong tubuh mungil Kihae untuk masuk ke apartement mereka.

“Kihae langsung ganti baju eoh?”

Ne Eomma…” jawab Kihae dan langsung berlari menuju kamarnya.

Donghae menjatuhkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya sambil memijat kecil kepalanya, entah kenapa dia merasa sedikit pusing.

Eomma…” Kihae yang sudah selesai mengganti pakaian langsung menghampiri Donghae, “Eomma kenapa?” tanya Kihae saat melihat wajah eommanya yang sedikit pucat, “Eomma sakit ya?” tanyanya lagi dan Donghae hanya menjawabnya dengan senyuman kecil.

Eomma tidak apa-apa, eomma cuma pusing, eomma tidur dulu eoh? Kihae belum lapar kan?” tanyanya, karena dia benar-benar merasa tidak sanggup kalau harus menyiapkan makan siang untuk Kihae.

Ne Eomma…” jawab Kihae sambil memegang wajah Donghae dengan kedua tangan mungilnya.

Donghae tersenyum melihatnya dan mengusap kepala Kihae, diciumnya kedua pipi Kihae dan mulai memejamkan mata.

T.B.C

Advertisements

12 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 7

  1. aahhh tanda tandanya tuh ade baby buat kihae XDd, appa kibum hebat wkwkwk /plak/ tp kihae keinginan mu macam2 saja nak, dikira orang ade baby bisa dipilih2 begitu kkk

  2. Jngn2 donhae hamil ya???????
    Itu tnda2nya udah keliatan deh

    Kihae ada2 aja ya masa mnta buatin adik kembar sih, buat satu aja susah apalagi dua repot dong wkwkwkwkwkwkwk

    Semangat terus deh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s