Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 2


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 2 update ^^

Ah… saya merasa chap ini sedikit membosankan, sama sekali tidak menyeramkan, haha… karena saya memang tidak bisa membuatnya. Huwa… tapi saya harap kalian tidak akan kecewa setelah membacanya.

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Kyu… dia ada di depan sekolah,” ucap salah seorang teman sekelas Kyuhyun dan Donghae, dia berucap dengan sedikit mengatur nafasnya, karena dia berlari dari gerbang sekolah sampai ke kelas mereka.

“Mau apa dia ke sini?” tanya Kyuhyun, yang mendapatkan gelengan dari temannya itu, “Aish…” sungutnya dan langsung bangkit dari duduknya sambil melepaskan pelukkannya dari pinggang namjachingunya, Donghae. Dia segera berjalan menuju ke gerbang sekolah dengan langkah yang sangat cepat.

Donghaepun bangkit dan berlari untuk menyusul Kyuhyun yang sudah cukup jauh meninggalkannya bersama teman-teman mereka yang lain.

“Ada apa?”

“Ini urusan manusia,” jawab Donghae saat Kibum bertanya padanya, dan langsung berlari meninggalkannya.

Kibum terdiam saat Donghae berucap seperti itu, baiklah… dia memang hanya roh, tapi bukankah perkataan Donghae tadi membuatnya terluka. Apakah roh bisa tersinggung? Mungkin, tapi itulah yang dirasakan Kibum sekarang.

‘Bugh…’

Kepala Donghae menubruk punggung Kyuhyun saat Kyuhyun tiba-tiba berhenti, “Gwaenchanha?” tanya Kyuhyun sedikit menoleh melihat Donghae yang sedang mengusap keningnya. Donghae hanya mengangguk dan segera berdiri di sebelah Kyuhyun. Mereka melihat seorang namja tinggi, tampan, dan dengan tubuh atletis berdiri di depan gerbang sekolah mereka.

“Dia siapa?”

Donghae terkejut saat Kibum sudah ada di sampingnya, mungkin inilah kelebihan roh, bisa menghilang dan muncul di manapun dan kapanpun dia mau, tapi ini benar-benar bisa membuat Donghae memiliki penyakit jantung gara-gara selalu terkejut karena ulahnya, roh ini menyebalkan.

“Dia Choi Siwon,” jawab Donghae.

“Aku tahu dia siapa Donghae,” ucap Kyuhyun yang menganggap Donghae sedang bicara padanya. Dan Donghae langsung manyun mendengarnya, ini semua gara-gara Kibum. Dan yang lebih membuat Donghae kesal adalah, saat dia melihat Kibum terkekeh di sebelahnya.

Kyuhyun berjalan ke arah gerbang sekolah dengan diikuti oleh Donghae di belakangnya. Kyuhyun tersenyum saat sudah berhadapan dengan Siwon, “Ada yang bisa aku bantu?” ucapnya sinis.

“Aish…” sungut Siwon sambil tersenyum sinis, dan tentu saja senyumnya itu tak seindah Kyuhyun, hingga akhirnya Siwon memutuskan untuk menghilangkan senyuman itu dari wajahnya, karena dia tidak akan bisa menandingi senyum evil seorang Cho Kyuhyun. “Malam ini aku yang akan jadi pemenang.”

Jinjja?” ucap Kyuhyun tetap dengan sinisnya, “Apa yang ingin kamu pertaruhkan?”

“Mobilku.”

“Hanya itu?”

Apartementku.”

Kembali Kyuhyun mengembangkan senyum evilnya, “Aku akan mendapatkan itu semua,” ucapnya dan langsung meninggalkan Siwon untuk kembali ke kelasnya.

Donghae masih berdiri sambil menatap Siwon dari ujung rambut sampai ujung kaki, dia ikut tersenyum sinis ke arah Siwon, “Kamu tidak akan menang Choi Siwon.”

“Kita lihat nanti,” jawab Siwon angkuh, “Bagaimana kalau kamu jadi milikku jika aku menang?”

“Aku?”

Ne…”

“Kamu akan menyesal,” jawab Donghae dengan menekan setiap kata yang dia ucapkan, dan kemudian berbalik meninggalkan Siwon.

– isfa_id –

Deru suara mobil yang sedang adu kecepatan sedang terdengar sekarang, tidak ada yang mau mengalah, bahkan yang sedang menontonnyapun tidak berhenti meneriakkan nama jagoan mereka, “Kyuhyun… Siwon…” mereka bahkan tidak memperdulikan jam yang sudah menunjukkan jam dua malam. Balapan liar memang harus tengah malam kan? Kalau tidak mereka akan diringkus ke kantor polisi segera.

Di sisi lain, di tempat yang cukup jauh dari hingar bingar suara mesin mobil, seorang namja manis sedang duduk sendiri sambil meremas-remas tangannya, dia takut.

“Kenapa di sini?”

Baiklah… dia tidak sendirian sekarang, tapi orang yang melihatnya akan menganggapnya sedang duduk sendiri, dia bersama sesosok roh sekarang. “Bukan urusanmu,” jawab Donghae tanpa memandang roh yang sedang berdiri di depannya sekarang.

“Tidak mau melihat namjachingumu sendiri?”

“Tidak.”

“Tidak mau memberinya support, paling tidak teriakkan namanya.”

“Tidak.”

Waeyo?

“Bukan urusanmu.”

Kibum diam, sambil menatap Donghae yang masih menunduk, dilihatnya tangan Donghae yang semakin  gemetar, dia tahu ada yang disembunyikan Donghae sekarang. “Waeyo? Kamu bisa menceritakannya padaku.”

“Kamu tidak akan mengerti.” Jawab Donghae tetap dengan menunduk sambil terus meremas tangannya, dia benar-benar takut sekarang.

Hening…

“Aku takut…” Donghae mengangkat kepalanya saat Kibum mengucapkan kata itu. “Ya… aku takut…” ucap Kibum lagi, “Aku bahkan takut melihat mobil sekarang, semenjak kecelakaan itu, aku benar-benar takut Fishy.”

Entah kenapa Donghae melihat kesedihan di wajah Kibum, apa roh bisa merasa sedih juga? Entahlah, tapi itulah yang diperlihatkan Kibum sekarang.

‘Ciiittttt……….’

Terdengar suara mobil berhenti dan sepertinya balapan sudah selesai. Donghae menatap Kibum sekilas kemudian langsung berlari ke lokasi balap. Dilihatnya Siwon yang sudah berdiri di samping mobilnya, ‘Apa Kyuhyun kalah?’ batinnya, ini bahaya, Kyuhyun sudah mempertaruhkan tiga mobil sportnya. Kemudian dilihatnya Kyuhyun turun dengan perlahan dari mobilnya, terlihat sebuah senyuman di bibirnya dan Donghae tersenyum melihat itu.

Kyuhyun segera mendekati Siwon dan mengambil kunci mobil yang ada di tangan Siwon, “Aku menang…” ucap Kyuhyun dan menadahkan tangannya untuk meminta kunci apartement Siwon. Siwon merogoh kantong jinsnya dan mengeluarkan sebuah kunci, dia memberikannya ke Kyuhyun tapi belum sempat Kyuhyun mengambilnya dia menarik tangannya. Kyuhyun tersenyum angkuh melihat itu dan langsung menarik kunci itu paksa, “Ini milikku sekarang Choi Siwon.”

“Hei… bawa mobilnya,” perintah Kyuhyun ke salah satu temannya dengan melemparkan kunci mobil Siwon ke temannya itu. Dan dia sendiri segera menghampiri Donghae yang berdiri sedikit jauh darinya, “Kita dapat mobil baru jagi-ya,” ucapnya dan langsung menarik tangan Donghae untuk masuk ke mobilnya. “Ah… sepertinya aku tidak perlu ini,” lanjutnya sambil memperhatikan kunci apartement Siwon.

YA…” Kyuhyun berteriak pada Siwon yang sudah berniat berjalan meninggalkan mereka, “Aku tidak memerlukannya,” ucapnya dan langsung melemparkan kunci apartement Siwon yang ada di tangannya. Siwon segera menangkapnya, “Kamu harus mengingat kebaikkanku,” lanjutnya dan langsung masuk ke dalam mobil. Sedangkan Siwon hanya tersenyum dengan raut wajah yang tidak senang atas perlakuan Kyuhyun.

YA…”

– isfa_id –

“Hah…” Donghae menarik nafas sedikit panjang saat membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia benar-benar merasa lelah. Diliriknya jam yang bertengger di meja belajarnya, jam empat pagi. Dia bangkit dan melepaskan jaket yang dia kenakan dan kemudian kembali berbaring, “Huwaaa…” dia berteriak saat Kibum sudah berbaring di sebelahnya. Baiklah, sepertinya Donghae mempunyai pendapat sendiri tentang Kibum, Kibum sama sekali tidak menakutkan sebagai roh, tapi menyebalkan.

Kibum memposisikan tangannya di atas wajah Donghae membuat Donghae berkedip sedikit heran dengan apa yang sedang dilakukan Kibum, “Apa yang kamu lakukan?” tanya Donghae penasaran.

“Kenapa kamu?”

“Apa maksudmu?” Donghae kembali bertanya tentang apa yang sedang ditanyakan Kibum.

Kibum diam dengan tangan yang tetap berada di atas wajah Donghae, “Aku merasa ini kurang cukup, kamu bisa melihatku, bisa mendengarku, bisa berbicara denganku,” ucap Kibum dan mendekatkan tangannya ke wajah Donghae, “Tapi kenapa aku tidak bisa menyentuhmu,” lanjutnya saat tangannya menembus wajah Donghae.

Donghae memejamkan matanya, ada rasa dingin saat tangan Kibum melewati wajahnya, “Dingin…” desahnya.

Kibum tersenyum, “Paling tidak kamu bisa merasakannya.”

Donghae bangkit dan menatap Kibum tajam, Kibum mengerjapkan matanya ditatap Donghae seperti itu. “Matamu bagus,” ucap Kibum sambil bangkit dan duduk menghadap Donghae, “Aku suka,” lanjutnya dan semakin menatap mata Donghae dalam, “Aku…”

“Aaaaaa…” tiba-tiba Donghae berteriak, Kibum semakin mengerjapkan matanya dengan sangat cepat mendengar itu. “Kenapa harus aku? Bisakah kamu mencari orang lain?”

Kibum teridam, ditatapnya Donghae dengan tatapan bingung, “Kamu tidak mau membantuku?” tanyanya dengan raut sedih. Baiklah… Kibum benar-benar roh yang menyebalkan.

“Aku tidak mau,” jawab Donghae dengan raut kesal.

“Ayolah, aku mohon bantu aku, hanya kamu yang bisa.”

“Cari orang lain, mereka juga pasti bisa membantumu.”

“Tapi mereka tidak bisa melihatku, tidak bisa mendengarku.”

“Aaaaa…” Donghae kembali berteriak. Dia kembali melirik jam yang ada di meja belajarnya, “Huwa… jam lima,” ucapnya sedikit berteriak, “Aku mau tidur, jangan ganggu aku!” lanjutnya sambil menatap tajam Kibum.

“Fishy…”

Donghae melempar bantalnya ke arah Kibum dan ‘Blush…’ bantal itu menembus badannya. “Sudah ku bilang jangan ganggu aku!”

“Kapan kamu akan mencari tubuhku? Ini sudah satu minggu, dan kamu belum membantuku sama sekali.”

“Aku tidak akan membantumu!”

“Fishy…”

“Aku tidak akan membantumu!”

“Fishy…”

“AKU TIDAK AKAN MEMBANTUMU!!!”

– isfa_id –

Kyuhyun sedang memperhatikan mobil Siwon yang sudah menjadi miliknya sekarang, mobil sport kuning, ‘Errr…’ dia tidak terlalu suka, “Lebih baik aku jual,” ucapnya sambil menutup pintu bagasinya. Dia berjalan menuju kamarnya dan segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur. “Apa dia sudah tidur?” desahnya saat melihat jam yang ada di meja belajarnya.

Kyuhyun mengambil handphonenya dan berniat menghubungi Donghae, “Aku tidak boleh mengganggunya,” ucapnya membatalkan niatnya itu. Kyuhyun memperhatikan wallpaper handphonenya dan tersenyum, di situ terlihat photo Donghae yang sangat manis dengan pose yang menggemaskan.

Segera Kyuhyun meletakkan handphonenya di meja belajarnya dan mulai untuk tidur, ditariknya segera selimutnya menutupi seluruh badannya, “Selamat malam Donghae-ya…” ucapnya, ‘Eh?’ Kyuhyun tersadar, “Selamat pagi…” ulangnya dan segera memejamkan mata.

– isfa_id –

Siwon menutup pintu mobilnya dengan kasar. Mobil? Bukankah mobilnya baru dia berikan kepada Kyuhyun karena kalah balapan? Aish… Siwon tidak hanya memiliki satu mobil. Siwon bersungut sepanjang perjalanan menuju apartementnya, “Apa sebenarnya tujuannya mengembalikan apartementku?” sungutnya sambil memperhatikan kunci apartement yang ada di tangannya sekarang. “Huh…” Siwon menarik nafas panjang saat sudah sampai di depan apartementnya. Dia menyimpan kunci yang ada di tangannya tadi di dalam tas, dan mengambil sebuah kunci dari dalam celana jinsnya.

Dia membuka pintu apartementnya perlahan dan mulai masuk, diperhatikannya sebentar keadaan di dalam dan kemudian menutup dan mengunci pintunya, “Aku pulang…” ucapnya dan melepaskan sepatunya kemudian segera menuju ke dapur dan mengambil sebotol air mineral, “Auh… lelahnya,” dia mendesah setelah menghabiskan minumannya.

Siwon melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, segar terasa saat air hangat membasahi tubuhnya.

Setelah selesai dengan kegiatan mandinya, dia memperhatikan wajahnya di depan cermin, dia tersenyum, “Aish… mengapa aku tidak mempunyai senyum seperti dia?” sungutnya saat memperhatikan senyumnya sendiri di depan cermin. Dia ingin memiliki senyum evil seperti milik Kyuhyun, tetapi tidak bisa. “Ah… sudahlah…”

“CHO KYUHYUN MENYEBALKAN…”

Siwon mengacak-acak rambutnya sendiri mengingat apa yang sudah Kyuhyun lakukan tadi padanya.  Bukankah dia sudah memberikan apartementnya sesuai dengan perjanjian mereka? Tapi kenapa Kyuhyun mengembalikannya? Apa dia ingin terlihat gentel di depan banyak orang?

Kembali Siwon melangkahkan kakinya, tapi sekarang menuju kamarnya, dia membuka lemari dan mencari pakaian santai untuk dia kenakan. Dia mengambil kaos oblong putih dan celana pendek berwarna hitam dan kemudian memakainya, “Aku lapar…” desahnya dan kembali berjalan menuju dapur. Dia membuka kulkas dan mengambil sebuah apel dan langsung memakannya.

Siwon mengalihkan pandangannya ke sebuah ruangan yang ada di sebelah kamarnya, dia berjalan mendekatinya dan membuka pintunya perlahan. “Kamu masih tidur?” ucapnya saat masuk ke ruangan itu yang merupakan sebuah kamar. “Kamu tahu… hari ini sangat menyebalkan, aku kehilangan mobilku… lagi…” ucap Siwon pelan saat mengatakan kata ‘lagi’. Ya… karena bukan sekali ini Kyuhyun berhasil mengambil mobilnya.

“Tapi dia itu benar-benar menyebalkan, aku sudah menyerahkan kunci apartementku, tapi dia mengembalikannya lagi,” lanjutnya sambil sedikit merapikan kamar tersebut. “Apa? Oh… bukan apartement ini yang aku pertaruhkan, tapi yang satunya. Tidak mungkin aku memberikan apartement ini padanya, karena ada kamu di sini,” lanjut Siwon dan merapikan buku-buku yang ada di meja kecil di depannya.

Siwon berjalan menghampiri tempat tidur yang berukuran agak besar setelah selesai membereskan kamar tersebut, dia duduk di tepi tempat tidur sambil memperhatikan wajah seorang namja yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Di tatapnya wajah mulus namja tersebut sambil sedikit tersenyum. Dibelainya rambut hitam namja itu dan mengusap wajahnya, “Mengapa kamu tidur selama ini pangeran tampan?”

– isfa_id –

“HUWAAA…”

Donghae menjerit saat Kibum tiba-tiba ada di depannya. Dia sedang ada di kamar mandi sekarang. “KELUAR!!!” teriaknya sambil mengambil handuk yang menggantung di pintu kamar mandi, “KELUAR!!!” teriaknya lagi karena Kibum masih ada di sana.

Donghae segera berlari keluar dari kamar mandi setelah menutup tubuh bagian bawahnya dengan handuk. Kibum menyusulnya di belakang, “KAMU ITU MENYEBALKAN…”

“He…” Kibum terkekeh, “Kenapa keluar? Bukankah kamu belum selesai mandi?”

“Aku mana bisa mandi kalau kamu ada di dalam,” jawab Donghae kesal.

“Aku mau melihatmu mandi,” ucap Kibum asal.

YA!!! DASAR SETAN PERVERT…” Donghae semakin kesal sekarang. “Berhenti menggangguku!” lanjut Donghae dan kembali berjalan ke kamar mandi, “Jangan mengikutiku!”

“HUWAAA…” Donghae kembali berteriak, karena saat dia masuk ke kamar mandi ternyata Kibum sudah ada di sana. “Apa maumu?” tanya Donghae kesal.

“Aku hanya mau kamu membantuku, temukan tubuhku secepatnya.”

Donghae mendesah, “Bukankah sudah ku bilang, aku tidak akan membantumu, cari saja orang lain.”

“Tapi hanya kamu yang bisa.”

“Tapi aku tidak mau…”

“Fishy… aku mohon…”

“Berhenti memanggilku seperti itu!” perintah Donghae.

“Bukankah kamu yang waktu itu bilang kalau aku bisa memanggilmu Fishy?”

Donghae terdiam sejenak, mengingat saat dia memperkenalkan diri di tempat parkir sekolahnya, dia menggeleng tanda menyesali perkataannya waktu itu, “Terserah… sekarang keluar! Aku mau mandi,” ucap Donghae sambil memelototi Kibum.

“Itu sama sekali tidak menakutkan Fishy.”

“KELUAR!!!”

– isfa_id –

‘Tok tok tok…’

“Huwa…” Kyuhyun menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat dia terbangun dan sedikit menguap. “Siapa yang datang?” ucapnya pelan sambil bangkit dari tempat tidurnya. Dia sempat melirik jam di meja belajarnya, jam sembilan pagi, “Aku hanya tidur tiga jam,” desahnya, karena dia baru tidur jam enam pagi tadi.

Kyuhyun sedikit mengintip ke luar untuk melihat siapa yang datang, dia melihat punggung seorang namja yang sedang berdiri di luar sana, tapi dia sangat mengenalnya. Kyuhyun membuka pintunya dan segera memeluk tubuh itu erat, “Kenapa ke sini?” tanyanya sambil mengecup pipi Donghae.

“Tidak apa-apa,” jawab Donghae dan langsung melepaskan pelukkan Kyuhyun, dia segera masuk ke rumah Kyuhyun dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur Kyuhyun.

Kyuhyun segera menyusulnya dan ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Donghae, “Waeyo?” tanyanya lembut sambil melingkarkan tangan di pinggang namjachingunya itu.

“Aish… cepat mandi sana,” ucap Donghae sambil mendorong tubuh Kyuhyun menjauhinya.

Kyuhyun tersenyum dan langsung berjalan menuju kamar mandi.

Donghae mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar Kyuhyun, “KAMU TIDAK PERNAH MEMBERESKAN KAMARMU?” tanya Donghae dengan berteriak agar Kyuhyun yang ada di kamar mandi dapat mendengarnya.

“ITU TIDAK PENTING JAGI,” jawab Kyuhyun dari kamar mandi seraya menyirami tubuhnya dengan air hangat.

Donghae bangkit dan segera membereskan kamar Kyuhyun, merapikan tempat tidur, buku-buku, semuanya. Donghae membuka laci meja belajar Kyuhyun untuk meletakkan beberapa benda kecil di sana, seperti kertas note dan sebagainya, tapi gerakkan tangannya terhenti saat melihat sebuah album photo di sana.

Dikeluarkannya album photo berwarna hijau itu dan membukanya perlahan. Dia tersenyum melihat semua photo yang ada di sana hingga matanya tertuju pada photo seorang namja manis, Sungmin. Air matanya tiba-tiba menetes. Sungmin… dia adalah hyung Donghae, ya… hyung yang sangat dia sayangi. Mereka bertiga sangat akrab meskipun Sungmin jauh lebih tua dari dia dan Kyuhyun.

Hyungmianhae…” desah Donghae sambil membelai photo Sungmin yang ada di album photo tersebut. Donghae segera menutup album photo itu dan kembali memasukkannya ke dalam laci. Sudah satu bulan ini dia tidak melihat wajah Sungmin, karena semua photo yang ada di rumahnya sudah dia buang, karena dia tidak mau mengingat kejadian itu, karena itu akan membuatnya semakin merasa bersalah.

‘Gleb…’

Donghae merasakan seseorang memeluknya dari belakang, “Oh… sudah selesai?” ucapnya sambil menghapus air matanya.

Uljima… itu bukan salahmu,” ucap Kyuhyun sambil mempererat pelukkannya pada tubuh Donghae.

Ne…”

– isfa_id –

Siwon mengerjapkan matanya saat dirasakannya sinar matahari menyentuh sudut matanya, dia bangun dan melihat seseorang yang masih terpejam di sebelahnya, “Oh… aku tertidur di sini,” ucapnya kaget karena dia tidak sadar kalau ternyata dia tidak tidur di kamarnya sendiri.

Dia segera bangkit dan langsung membereskan tempat tidur itu dan menarik selimut untuk lebih menutup tubuh namja yang terbaring tersebut, “Mianhae… aku tidur di sini tadi malam,” ucapnya. Siwon berdiri dan mengecek botol infus, “Sepertinya aku harus menemuinya lagi hari ini, infusmu sudah habis,” lanjutnya saat memeriksa lemari dan tidak menemukan botol infus lagi di sana. “Aku malas menemuinya.”

Siwon keluar dari kamar itu dan berjalan menuju kamar mandi, dia harus segera menemui orang yang paling dibencinya di dunia ini, ayahnya.

Choi Siwon, seorang putra dokter terkenal di Seol, karena itu dia bisa mendapatkan obat-obatan yang dia perlukan dengan mudah untuk menolong namja yang sedang terbaring di salah satu kamar apartementnya sekarang.

“Biarkan dia dirawat di rumah sakit,” itu yang ayahnya katakan waktu itu, tapi Siwon menolaknya karena dia tidak akan bisa melihatnya dengan mudah kalau dia dirawat di rumah sakit. Jadi dia lebih memilih merawatnya di apartementnya dan ayahnya akan mengeceknya seminggu sekali untuk mengetahui perkembangannya.

“Aku pergi, aku sangat berharap kamu bangun saat aku pulang nanti,” ucap Siwon berpamitan dengan namja yang terbaring itu.

– isfa_id –

“PERGI DARI HIDUPKU!!!”

‘Suaraku bisa habis, kalau terus-terusan berteriak seperti ini,’ batin Donghae setelah berteriak pada Kibum. “Aku mohon tinggalkan aku,” Donghae memohon kepada Kibum dengan sungguh-sungguh. “Aku benar-benar tidak bisa membantumu, jadi aku mohon tinggalkan aku,” Donghae benar-benar tidak bisa membantu Kibum karena setiap dia mendengar cerita Kibum akan mengingatkannya pada Sungmin, itu membuatnya sakit.

“Tapi Fishy, hanya kamu yang bisa, hanya kamu yang bisa melihatku, mendengarku, bicara denganku,” pinta Kibum. “Kalau memang ada orang lain aku tidak akan mengganggumu, tapi tidak ada, orang lain itu tidak ada, jadi aku mohon padamu.”

“Tapi aku tidak bisa, aku benar-benar tidak bisa.”

“Aku mohon, tolong aku sekali ini saja,” Kibum terus berusaha memohon pada Donghae. “Aku mohon, hanya ini yang aku bisa, aku mohon, bantu aku, eoh?”

T.B.C

Semua cast sudah keluar di chap ini, bagaimana? Mengecewakan?

Advertisements

4 thoughts on “I’m a Ghost – 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s