Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 8


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 8 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Bunny… Kihae lapar.”

Kihae membelai bulu putih kelinci kesayangannya yang sedang ada di pangkuannya sekarang, dia memajukan mulutnya sambil memperhatikan wajah kelincinya itu, “Bunny lapar tidak?” tanyanya sambil memberikan potongan wortel ke mulut Bunny, terlihat mulut kecil kelinci itu menggigit wortel itu, “Kihae lapar, tapi eomma masih tidur.”

Kihae tersenyum seperti mendapatkan ide cemerlang, dia segera memasukkan binatang berbulu putih itu ke kandangnya dan berlari ke arah dapur. Dia membuka kulkas sambil terus tersenyum, tapi tiba-tiba senyumnya hilang saat melihat isi kulkas, “Kihae kan bukan Bunny,” ucapnya pelan, karena dia hanya melihat sayuran mentah di sana. Ditutupnya kulkas itu dan berlari menuju ke sofa di mana Donghae sedang tidur, “Eomma… Kihae lapar,” rengeknya, tapi Donghae masih tidur dengan pulasnya.

Kembali Kihae memajukan mulutnya, tapi dia kembali tersenyum saat sebuah ide muncul di otaknya. Dia segera merogoh kantong jeans Donghae dan mengambil hanphonenya. Setelah mendapatkan handphone Donghae dia segera berlari ke arah pintu. Dia sedikit melompat untuk meraih pedal pintu dan segera membukanya. Kihae keluar dari apartement dan menuju ke apartement tetangganya.

‘Tok tok tok…’ dia mengetuk pintunya, tidak lama seorang yeoja keluar dari apartement tersebut, “Annyeonghaseyo Ajumma,” ucap Kihae ramah.

“Oh… Kihae, waeyo?” tanya yeoja tersebut.

“Kihae lapar, tapi eomma Kihae sedang tidur, kata eomma kepala eomma pusing,” jelas Kihae panjang lebar membuat yeoja itu tersenyum.

“Kihae mau ajumma masakkan sesuatu?” yeoja itu menawarkan niat baiknya.

Kihae menggeleng, dan langsung menyerahkan handphone Donghae yang ada di tangannya ke yeoja tersebut. Yeoja itu menatap Kihae sedikit bingung, “Kihae mau telepon appa, tapi Kihae tidak tau caranya Ajumma.”

Yeoja itu tersenyum dan langsung mengambil handphone dari tangan Kihae, dia segera membuka list kontaknya dan mencari nama Kibum, tapi dia tidak menemukannya, “Nama appa Kihae di sini siapa?” tanya yeoja itu lembut.

Appa Kihae, namanya Kibum,” jawab Kihae polos.

Yeoja itu semakin tersenyum lebar mendengar jawaban Kihae, dia bukannya tidak tahu nama Kibum, tapi dia tidak menemukan nama itu di handphone Donghae. “Oh…” ucap yeoja itu saat membaca nama yang dianggapnya sedikit unik, “Snow white itu siapa?” tanya yeoja itu.

“Snow white itu nama appa Kihae, kata appa, Heechul imo yang kasih,” jawab Kihae, “Kalau eomma Fishy,” lanjut Kihae walaupun yeoja itu tidak bertanya padanya.

Kembali yeoja itu tersenyum pada Kihae dan langsung menekan tombol panggil, sedikit susah, sudah terhubung tapi tidak ada yang mengangkat, dan yeoja itu mengulanginya lagi. Hingga yang ketiga kali baru ada yang mengangkatnya, “Ne Jagi-ya…” terdengar suara Kibum yang menerima telepon.

“Ini…” yeoja itu tidak menjawab ucapan Kibum tapi langsung memberikan handphone itu ke Kihae.

Kamsahabnida Ajumma,” ucap Kihae dan mengambil handphone itu, dia kembali berlari masuk ke apartementnya dan segera memposisikan handphone Donghae di telinganya, “Appa…” ucap Kihae sedikit manja.

“Oh… anak appa, waeyo?” tanya Kibum yang ada di seberang telepon.

“Kihae lapar Appa.”

“Lapar? Eomma ke mana?”

Eomma tidur Appa, tadi kata eomma, kepala eomma pusing, jadi eomma tidur,” jawab Kihae sedikit panjang.

“Pusing?”

Ne…”

Kibum terdiam sejenak, “Kihae bisa tahan sedikit laparnya?” tanyanya kemudian, yang mendapatkan jawaban ‘Iya’ dari Kihae, “Kihae lihat eomma dulu, badan eomma panas tidak?”

“Kihae tidak tahu Appa…”

“Kihae pegang kening eomma,” ucap Kibum lembut.

Kihae langsung berlari menuju sofa tempat Donghae tidur dan memegang kening Donghae sesuai perintah Kibum, “Panas Appa…” jawab Kihae setelah merasakan tubuh Donghae yang panas.

“Kihae bisa bantu eomma?” tanya Kibum lagi. “Kihae anak pintar kan?” lanjut Kibum karena Kihae belum menjawabnya.

Ne Appa…”

“Kihae siapkan kompres untuk eomma, eoh?” ucap Kibum sambil menjelaskan apa yang harus Kihae lakukan.

Kihae berlari menuju dapur, mengambil baskom kecil dan mengisinya dengan air, kemudian dia berlari menuju sofa dan meletakkan baskom itu di atas meja, dia tidak sadar kalau air yang dia bawa tadi banyak yang tumpah, dia hanya mengikuti apa yang Kibum perintahkan. Kemudian dia berlari menuju kamar orang tuanya untuk mengambil handuk kecil, dia membuka lemari karena kata Kibum handuk kecilnya ada di sana.

Setelah mendapatkan handuknya Kihae kembali berlari menuju sofa, merendam handuknya ke dalam air dan meletakkannya di kening Donghae setelah memerasnya, tapi handuk yang dia letakkan di kening Donghae masih sangat basah, hingga airnya mengalir membasahi sofa, tapi Kihae tidak mengerti, yang jelas dia sudah mengerjakan apa yang Kibum katakan tadi, “Sudah Appa…” ucap Kihae setelah selesai, karena saluran telepon mereka belum terputus.

“Kihae tunggu eoh? Sebentar lagi appa pulang.”

Ne Appa…”

– isfa_id –

Donghae mengerjapkan matanya saat dia mulai terbangun dari tidurnya, disentuhnya keningnya dan mengambil handuk kecil yang ada di sana, kemudian langsung dilemparnya pelan ke atas meja, “Kenapa aku bisa basah kuyup seperti ini?” herannya saat menyadari rambutnya basah, bahkan sofa yang dia tiduri juga basah. Kemudian dia teringat dengan handuk yang tadi ada di keningnya, dilihatnya handuk yang sudah dilemparnya ke atas meja itu dan melihat baskom kecil berisi air di sana. “Siapa yang melakukannya?” ucapnya saat menyadari bahwa itu adalah handuk kompres, dan itulah alasan kenapa dia bisa basah kuyup.

Donghae memutar kepalanya mencoba mencari jawaban tentang pertanyaannya tadi, mencari siapa yang memasangkan kompres di keningnya, “Apa Kibum sudah pulang?” desahnya, tapi dia tidak melihat Kibum di manapun.

Appa kenapa belum pulang?” Donghae mendengar suara anaknya, dan itu dari arah pintu. Dia segera bangkit dan menuju pintu, dilihatnya Kihae yang sedang duduk sambil menopang wajahnya dengan kedua tangannya dan kaki yang bersila, wajahnya terlihat sedikit murung dengan mulut yang dibuat maju. Donghae tersenyum melihat anaknya yang benar-benar terlihat sangat manis sekarang, segera didekatinya dan memeluk tubuh mungil itu.

“Anak eomma kenapa?” tanyanya lembut, tapi Kihae hanya diam dan terus dengan wajah murungnya. “Kihae marah sama eomma?” tanya Donghae lagi dan Kihae tetap diam, “Anak eomma lapar eoh? Mianhae, eomma tidurnya kelamaan. Kihae mau makan apa?” Donghae memutar tubuh Kihae dan memangkunya, “Aigoo, anak eomma marah eoh? Eomma sedih,” ucapnya sedikit membujuk malaikat kecilnya itu.

Ani… Kihae tidak marah sama eomma, eomma jangan sedih,” ujar Kihae karena tadi Donghae bilang dia sedih karena Kihae marah, dan Kihae tidak pernah mau melihat eommanya itu sedih. “EommaEomma sakit ya?” tanya Kihae sambil memegang kedua pipi Donghae dengan tangan mungilnya.

Ani…” jawab Donghae singkat, “Tadi Kihae yang pasangin eomma kompres?” tanyanya yang mendapatkan anggukan dari Kihae.

“Tadi appa yang ajarin Kihae,” ucap Kihae memberi tahu Donghae siapa yang mengajarinya.

“Oh… jinjja?

Ne… tadi Kihae telepon appa, terus appa suruh Kihae kasih Eomma kompres, Kihae pintar kan Eomma?

Ne… tapi bagaimana Kihae menelepon appa?

“Kihae pakai Hp Eomma, terus… terus… Kihae minta tolong sama Lee ajumma,” jawab Kihae menyebutkan nama tetangga mereka.

“Lee ajumma?

Ne…”

“Kihae sudah ucapin terima kasih sama ajumma?

Ne Eomma…”

“Anak eomma pintar,” puji Donghae dan mencium kening anaknya itu.

Eomma…” Kihae kembali memajukan mulutnya saat dia memanggil Donghae dengan nada manjanya.

“Hm…” ucap Donghae sambil menatap wajah Kihae hangat.

“Tadi appa bilang appa mau pulang, tapi kenapa appa belum pulang?” tanya Kihae sedikit merengek.

“Kihae tunggu eoh? Appa masih kerja,” jawab Donghae membujuk Kihae dan itu berhasil karena Kihae mengangguk mengiyakan ucapannya tadi, “Kihae belum makan kan? Eomma masak dulu, tapi Kihae bantu eomma eoh?”

“Bantu apa Eomma?

“Kihae keringkan lantainya, tadi Kihae numpahin air kan?”

Ani…” jawab Kihae karena dia tidak merasa kalau tadi dia menumpahkan air saat membawa air untuk kompres Donghae. Donghae hanya tersenyum mendengar jawaban Kihae, tapi dia langsung menggendong Kihae dan memberikan kain pel agar Kihae segera mengeringkan lantainya. Kihae terlihat bingung tapi Donghae memberitahu caranya dan Kihae langsung mengerjakannya.

– isfa_id –

Kibum masuk ke apartementnya dengan sedikit raut panik karena tadi Kihae meneleponnya dan mengatakan kalau Donghae sakit, tapi saat dia masuk raut wajahnya berubah saat melihat Donghae sedang ada di dapur menyiapkan makan untuk Kihae dan dia melihat Kihae yang masih mengeringkan lantai dengan kain pel di tangannya. Segera didekatinya Kihae dan menggendongnya, “Anak appa sedang apa?”

Appa… Kihae belum selesai mengeringkan lantainya, nanti eomma marah,” rengek Kihae sambil menggerak-gerakkan kaki mungilnya dalam gendongan Kibum. Kibum tersenyum dan langsung menurunkan Kihae dari gendongannya, dan kemudian Kihae langsung kembali mengeringkan lantai yang sudah dari setengah jam tadi dia lakukan.

Appa bantu eoh?” ucap Kibum dan Kihae langsung mengangguk gembira. Kibum segera mengambil kain pel dari tangan Kihae dan mengeringkan lantai, tidak sampai tiga menit semuanya selesai, “Sudah selesai,” ucap kibum dan mengusap kepala Kihae.

Appa hebat,” ucap Kihae sambil melompat-lompat kecil karena pekerjaannya sudah selesai dengan cepat, tidak seperti dia tadi yang sudah setengah jam tidak selesai-selesai. Dia segera berlari menuju dapur dan menemui Donghae yang juga sudah selesai memasak. “Eomma sudah…” Kihae melapor kalau dia sudah menyelesaikan tugasnya.

“Siapa yang mengerjakan?” tanya Donghae sambil sedikit melirik ke arah Kibum.

“Kihae…” jawab Kihae sambil tersenyum.

Jinjja? Bukan appa?” tanya Donghae lagi.

“Kihae Eomma, Appa cuma bantu Kihae.”

Donghae tersenyum dan segera menggendong tubuh mungil itu, “Ne…” ucap Donghae dan mecium pipi Kihae. “Sekarang cuci tangan dulu, baru nanti kita makan.” Kihae segera berlari ke kamar mandi saat Donghae sudah menurunkan tubuhnya, dan Donghae segera menemui Kibum yang masih sedikit membereskan ruang tengah apartement mereka. Segera dipeluknya tubuh hangat Kibum, “Kamu pulang cepat hari ini,” ucapnya manja.

Kibum mendorong tubuh Donghae dan menatap matanya dalam, “Kamu sakit?” tanyanya dan Donghae menggeleng. Kibum memegang wajah Donghae dengan kedua tangannya, “Jinjja?” tanyanya lagi dan kembali Donghae mengangguk, “Syukurlah kalau begitu,” lega Kibum meski wajah Donghae masih sedikit pucat dan tubuhnya masih sedikit panas.

Eomma… Kihae sudah selesai cuci tangannya, Kihae mau makan,” ucap Kihae yang sudah keluar dari kamar mandi.

– isfa_id –

‘Klek…’

Donghae menolehkan pandangannya saat didengarnya suara pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Kibum keluar dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya, dan dengan rambut yang masih basah. Donghae tidak berkedip menatapnya, meskipun ini sudah jelas-jelas bukan pertama kalinya dia melihat Kibum seperti itu, bahkan dia sudah tahu setiap lekuk tubuh Kibum yang sudah jelas-jelas berstatus suaminya itu. Tapi tetap saja, setiap kali melihat Kibum seperti itu dia merasa sedikit… errr… panas.

Waeyo?” tanya Kibum dan segera duduk di sebelah Donghae yang sedang duduk di tepi tempat tidur mereka. Donghae menjawab pertanyaan Kibum dengan senyuman, dan segera menggerakkan tangannya menyentuh dada Kibum dan kemudian turun ke perutnya. “Waeyo?” tanya Kibum lagi dan sekarang memegang tangan Donghae dan menuntunnya untuk memeluk lehernya.

Donghae menurunkan tangannya dari leher Kibum dan kembali menyentuh dada bidang Kibum, “Aku suka,” ucap Donghae dengan semburat merah yang ada di kedua pipinya. Dia mengangkat wajahnya dan memandang Kibum yang sedang tersenyum dengan sangat manis sekarang, membuat wajahnya semakin memerah. Donghae menundukkan wajahnya, “Jangan tatap aku seperti itu Bummie!”

“Kalau begitu jangan menggodaku.”

“Aku tidak menggodamu, aku benar-benar suka,” jawab Donghae sambil memainkan tanggannya di tubuh Kibum.

Kibum tersenyum sambil mengacak rambut Donghae, itu membuat Donghae persis terlihat seperti anak kecil. Kemudian dia bangkit dan segera menuju lemari untuk mengambil pakaiannya, tapi Donghae langsung menyusulnya dan memeluknya dari belakang. “Seperti ini saja,” ucap Donghae sedikit berbisik. Kibum berbalik dan menatap wajah Donghae, “Seperti ini saja,” ulang Donghae. Donghae sedikit mengangkat tubuhnya dan mencium pipi Kibum, cukup lama, “Seperti ini saja eoh?” pintanya.

– isfa_id –

Senyum terus terukir di bibir Donghae saat Kibum membelai wajahnya, ditatapnya wajah suaminya itu dengan tatapan hangat, sangat hangat. “Bummie…”

“Hm…”

“Lusa aku ke China, boleh kan?”

“Ke China? Berapa hari?” tanya Kibum tetap terus membelai wajah Donghae.

“Tiga hari, boleh kan? Aku tidak mungkin minta izin lagi, aku sudah tidak ikut ke Jepang, ke Thailand, ke Paris, jadi aku sudah tidak boleh minta izin lagi, boleh kan?”

Kibum diam sambil terus menatap Donghae, apa dia harus memberikan izin pada Donghae untuk ke luar negeri, bagaimana dengan Kihae? “Kamu kan tahu, aku akan ke Jepang nanti,” ucap Kibum lembut tapi itu membuat Donghae murung. “Kalau kamu juga pergi bagaimana dengan Kihae, appa dan eomma sedang di Amerika, dan kita tidak mungkin membawa Kihae ke Mokpo.”

Donghae langsung membalik tidurnya membelakangi Kibum setelah Kibum mengatakan itu, dia tidak diberi izin oleh suaminya. “Jagi-ya…” Kibum memanggil Donghae lembut, “Bukannya aku tidak mau kamu pergi, tapi bagaimana dengan Kihae, aku juga harus ke Jepang untuk syuting dramaku,” ucap Kibum lembut sambil membalik posisi tidur Donghae.

Donghae memajukan mulutnya, dia sangat kesal, “Kenapa kamu lebih memilih syuting?”

Kibum hanya diam, dia tidak tahu harus menjawab apa.

“Bagaimana kalau aku ajak Kihae?” tiba-tiba Donghae mengajukan sebuah saran.

“Mengajak Kihae? Dia harus sekolah Jagi…”

“Hanya tiga hari Bummie.”

Kembali Kibum hanya diam, dia tidak memberikan jawaban apa-apa tentang apa yang diucapkan Donghae tadi dan itu membuat Donghae benar-benar kesal, “Bummie… sekali ini saja,” pinta Donghae tetap bersabar. Entah sudah berapa kali Kibum melarangnya untuk ke luar negeri, ya… meskipun alasan Kibum benar, ini semua demi Kihae, karena tidak akan ada yang menjaga Kihae kalau dia pergi.

“Baiklah…” akhirnya Kibum memberi izin, “Tapi harus jaga Kihae baik-baik eoh?” lanjutnya, dan Donghae langsung mengangguk senang.

Gomawo…” ucap Donghae dan mengecup bibir Kibum sekilas. Segera dibenamkannya kepalanya di dada hangat Kibum sambil terus menyunggingkan senyum di wajahnya, dia sangat senang karena sudah mendapatkan izin dari Kibum. “Bummie…” dia memanggil Kibum lembut dan mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Kibum.

Ne…”

“Kenapa kamu tidak ikut kami saja? Kenapa kamu lebih memilih syuting daripada ikut konser bersama kami? Kamu tahu kan, ELF juga ingin melihatmu,” ucap Donghae sambil menggeser sedikit posisinya agar benar-benar dapat menatap wajah Kibum, “Aku mau kamu ikut.”

Kibum menarik tubuh Donghae dan memeluknya erat, “Aku juga ingin ikut kalian, tapi…”

“Aku tidak mau dengar, aku tidak mau mendengar alasanmu, aku tidak mau mendengarnya Bummie.”

– isfa_id –

“Anak appa sudah siap?” Kibum masuk perlahan ke kamar Kihae dan melihat Kihae sedang memasukkan beberapa pakaian ke dalam tasnya, “Bukan seperti itu,” ucapnya saat melihat Kihae memasukkan bajunya asal, “Biar appa bantu eoh?”

Ne Appa…”

“Nanti anak appa jangan nakal eoh? Harus jaga eomma,” ucap Kibum sambil memasukkan pakaian Kihae ke dalam tas.

Ne Appa…” jawab Kihae sambil membantu Kibum dengan memberikan pakaian yang akan dibawanya, “Appa… kenapa Appa tidak ikut?”

Kibum menatap wajah polos Kihae yang sekarang sedang sibuk memberikan beberapa mainan kepadanya, karena dia mau membawa itu, “Appa harus kerja, jadi tidak bisa ikut,” jawabnya sambil mengusap kepala Kihae, “Kihae harus jaga eomma eoh? Jangan nakal, jangan ngerepotin samchon dan imo, eoh?”

Ne Appa…”

“Sudah…” ucap Kibum saat selesai dengan semua apa yang akan dibawa Kihae, “Ada lagi?” tanyanya dan Kihae menggeleng. Kibum tersenyum dan langsung menggendong tubuh mungil Kihae keluar dari kamarnya, “Tunggu di sini eoh? Appa mau bantu eomma dulu,” ucapnya dan menurunkan tubuh Kihae di sofa. Kihae hanya mengangguk dan duduk dengan manis di sana.

Kibum segera berjalan menuju kamarnya dan Donghae, terlihat Donghae yang masih belum selesai mengemas barang bawaannya, bagaimana mau selesai, karena sedari tadi Donghae hanya melihatnya tanpa melakukan apapun, “Waeyo?” tanya Kibum lembut dan mendekatinya. Donghae sama sekali tidak menjawab dan Kibum memutuskan untuk tidak bertanya apa-apa lagi dan segera membantu Donghae mengemas barang bawaannya.

“Tidak usah!” ucap Donghae menghentikan apa yang Kibum lakukan dengan menggenggam tangannya, “Aku tidak akan pergi,” lanjutnya dan segera naik ke tempat tidur mereka dan berbaring di sana.

“Hei… waeyo? Aku tidak marah, pergilah,” Kibum berucap dengan sangat lembut dan membelai rambut Donghae yang sedang berbaring membelakanginya, “Bukankah kamu akan mendapat hukuman kalau tidak ikut pergi kali ini?” tanyanya yang mendapatkan anggukan kecil dari Donghae, karena dia harus mengisi beberapa acara nonstop kalau dia tidak ikut kali ini, karena Donghae sudah terlalu sering meminta izin saat Super Junior ada kegiatan. “Kalau begitu cepat, nanti kita terlambat ke bandara, Kihae sudah menunggu.”

“Tapi aku mau kamu ikut Bummie,” ucap Donghae yang sudah duduk di sebelah Kibum, “Ikut kami eoh?” pintanya manja.

“Lain kali aku akan ikut, tapi sekarang tidak bisa, besok aku sudah harus pergi ke Jepang,” jawab Kibum sambil mengecup kening Donghae, “Aku janji, lain kali aku akan ikut kalian.”

– isfa_id –

“Kyu Samchon…” Kihae berteriak dan langsung berlari mendekati Kyuhyun, “Samchon… Kihae ikut loh,” ucapnya sambil menarik-narik celana Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun sudah mengomel kesal melihat wajah polos Kihae, hidupnya tidak akan tenang selama tiga hari ini. “Samchon… Kihae ikut loh,” ulang Kihae karena belum mendapatkan jawaban dari Kyuhyun, “Samchon…”

NE…” bentak Kyuhyun.

SamchonSamchon…” Kihae memanggil Kyuhyun sambil menarik tangannya membuat Kyuhyun berjongkok untuk mensejajarkan tubuh mereka. Kihae mendekatkan mulutnya di telinga Kyuhyun dan berbisik… “Samchon jelek… weee…” ucap Kihae dan langsung berlari mendekati Kibum untuk mendapatkan perlindungan dari appanya itu.

YA! KIM KIHAE…”

Kibum hanya tertawa melihat tingkah anaknya yang sekarang sudah ada dalam gendongannya. Mengapa Kihae dan Kyuhyun tidak pernah bisa akur? Kihae selalu saja membuat Kyuhyun kesal dengan semua kejahilannya, ‘Hahaha…’ batin Kibum tertawa. ‘Sepertinya si evil memang sudah mendapatkan lawannya.’

Appa…”

“Hm…”

“Kihae pasti kangen Appa,” ucap Kihae manja.

NeAppa juga pasti kangen Kihae, kangen eomma juga,” jawab Kibum dan mengusap kepala Donghae yang sedang berdiri di sampingnya.

– isfa_id –

Eomma…”

“Hm…”

Kihae menggerak-gerakkan kakinya hingga menendang tempat duduk di depannya, “Kihae jangan nakal, kakinya jangan digerak-gerakkan seperti itu, kasian Kyu samchon,” ucap Donghae karena memang Kyuhyun yang duduk di depan Kihae, dan Kihae memang sengaja melakukan itu, karena dia suka.

Eomma… kenapa appa tidak ikut?” tanya Kihae dan terus menendang tempat duduk Kyuhyun, membuat Kyuhyun yang duduk di depannya hanya bersungut ria.

Appa harus kerja,” jawab Donghae, “Ayo, kakinya tidak boleh begitu eoh?” lanjutnya dan menghentikan kaki Kihae dengan tangannya.

Kihae diam dan langsung melanjutkan lagi permainan dengan PSP putihnya, karena memang itu yang dia lakukan sebelum mengganggu Kyuhyun dengan tendangan-tendangan kecilnya itu. Dan itu membuat Donghae tersenyum.

Donghae memalingkan pandangannya dari wajah Kihae, dia menatap awan putih dari jendela pesawat yang baru saja sepuluh menit tadi lepas landas. ‘Seandainya kamu juga ikut,’ batinnya. ‘Tuk…’ Donghae merasakan sesuatu di pundaknya, dan ternyata Kihae sedang tertidur dan kepalanya terjatuh di pundak Donghae. Donghae tersenyum dan langsung memperbaiki posisi tidur Kihae agar dia merasa lebih nyaman, ditatapnya wajah polos anaknya itu yang menurutnya benar-benar mirip Kibum meskipun Kibum selalu bilang kalau Kihae mirip dia.

– isfa_id –

Donghae berjalan di belakang Heechul saat mereka menuju kamar hotelnya, Heechul sedang menggendong tubuh mungil Kihae yang sedang terlelap, “Kihae benar-benar manis eoh?” ucap Heechul pada Hangeng yang sedang berjalan di sebelahnya sambil membawa koper mereka, dan Hangeng hanya tersenyum mendengarnya, begitu pula dengan Donghae. Mereka sampai di depan kamar Donghae dan Donghae segera membuka pintunya, “Biar aku saja Hyung,” ucap Donghae sambil menggantikan Heechul menggendong Kihae, “Gomawoyo, kamar kalian di mana?” tanyanya setelah memperbaiki posisi Kihae dalam gendongannya.

Hangeng mengedarkan pandangannya mencari kamar mereka dengan melihat nomor yang ada di kunci yang sedang dipegangnya, “Hanya beda dua kamar,” jawabnya sambil menunjuk kamarnya dan Heechul, “Istirahatlah,” lanjutnya sambil tersenyum ke arah Donghae dan segera menarik tangan Heechul untuk masuk ke kamar mereka.

Setelah melihat HanChul masuk ke kamar mereka Donghaepun segera masuk dan membaringkan tubuh Kihae di tempat tidur, diciumnya kedua pipi Kihae dan menarik selimutnya.

Di kamar HanChul.

“Chullie…”

“Hm…”

“Aku gugup… sudah lama aku tidak tampil bersama kalian semua,” ucap Hangeng, karena ini pertama kalinya dia kembali tampil bersama member Super Junior yang lain.

“Kamu pasti bisa,” jawab Heechul dan mengecup bibir Hangeng sekilas, “Kita sudah sangat lama mengharapkan ini, begitu pula ELF, kamu pasti bisa,” lanjutnya yang mendapatkan pelukan erat dari Hangeng.

Kembali ke kamar Donghae dan Kihae.

Kamu sudah sampai?

Donghae membaca pesan yang dikirim Kibum melalui situs chatting, “Ne… aku sudah sampai,” Donghae mengetikkan jawaban dan menekan tombol Enter.

Kihae?”

“Dia sedang tidur.”

Ah… syutingku sebentar lagi dimulai, kita lanjutkan nanti eoh? Jaga dirimu baik-baik, Kihae juga, aku akan sangat merindukan kalian, saranghae…”

Nado saranghae…” balas Donghae dan log out dari situs chattingnya.

T.B.C

Tadaaa… saya kembali datang, dengan chap yang sangat sangat sangat membosankan. Huwaaa… di sini saya buat Hangeng kembali ke SuJu, karena saya memang berharap seperti itu.

Advertisements

8 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 8

  1. yaaa ko mereka pisah, pasti kangen banget XC, aahh namanya juga kerja huwe..
    Aih kihae pintar banget sih, /kecuppipikihae/ tp nakal juga, suka ganggu kyu kkkk

  2. Kihae baik n penurut bngt ya anaknya, bnr2 ikutin perintah ortunya suka deh imut bngt sih

    Donhae knpa jd ngambekan bgtu sih sama kibum, manja bngt melebihi kihae nih 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s