Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 3


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 3 update ^^

Galau SS4INA sudah selesai, kkk~ dan sekarang waktunya ngelanjutin FF, hehe…

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Hyung… aku tidak bisa,” Donghae merasa tangannya sudah sangat sakit karena sedari tadi dia berpegangan pada pintu mobil yang sudah terbuka, dan sudah beberapa kali terdengar seperti suara patah dari pintu itu pertanda pintu itu akan terlepas. “Hyung… aku takut,” Donghae menangis sambil tanpa berani melihat Sungmin yang ada di sebelahnya dengan nasib yang sama sepertinya.

Kamu bisa Donghae, dorong tubuhmu ke atas, hyung akan membantumu,” ucap Sungmin terus mendorong tubuh Donghae agar dia dapat naik dan menyelamatkan dirinya, ‘Kreeet…’ terdengar suara gesekan antar mobil dan jalan dan itu membuat mobil mereka semakin turun, bila tidak secepatnya mereka berdua akan segera jatuh ke jurang.

“HYUNG…” Donghae berteriak dan satu tangannya terlepas.

Jangan takut aku memegangmu,” ucap Sungmin mencoba menenangkan Donghae meski dia sendiri merasa sangat takut, apalagi saat melihat ke bawah, dia tidak akan selamat bila dia jatuh, batu-batu besar sudah menunggu di bawah. “Cepat…” lanjut Sungmin dan terus mendorong tubuh dongsaeng kesayangannya itu, hingga akhirnya Donghae berhasil naik dan menyelamatkan diri.

Hahhahhah…” Donghae menarik nafas, “Hyung… pegang tanganku,” ucap Donghae dan mengulurkan tangannya agar Sungmin dapat menggapainya, “Hyung… cepat…” Donghae benar-benar takut sekarang karena kembali mobil mereka bergeser dan membuat Sungmin semakin jauh untuk menggapai tangannya. “HYUNG…” Donghae berteriak dan semakin menangis dengan kencang, “HYUNG…”

“Donghae…” Sungmin mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Donghae dan ‘Hap…’ dia berhasil. Dia tersenyum kecil dan menggenggam tangan Donghae dengan sangat erat. Donghae segera menarik tubuh Sungmin, tapi…

HYUNG…”

“Hah… hah… hah…” Donghae menarik nafas saat terbangun dari tidurnya, “HyungHyung…” dia menutup mukanya dengan kedua tangannya, dia menangis, mimpi itu lagi, mimpi kejadian satu bulan yang lalu, kecelakaan itu. “Hyung…” desahnya dan tidak dapat berhenti menangis. Donghae menarik nafas panjang saat sudah sedikit tenang, dia mengusap wajahnya dan menjauhkan tanganny itu dari wajahnya, “HUWAAA…” dia menjerit saat Kibum sudah ada di depannya. “Kenapa kamu selalu mengagetkanku?” sungutnya.

“Bermimpi?” tanya Kibum tanpa menjawab pertanyaan Donghae tadi. “Mimpi apa?” tanyanya dan Donghae hanya memandanginya seperti orang bodoh, “Mimpi buruk?” tanyanya lagi. “Fishy…”

Jagi-yagwaenchanha?” Kyuhyun yang mendengar teriakkan Donghae langsung berlari ke kamarnya, dilihatnya Donghae yang hanya duduk terdiam di tempat tidurnya, “Mimpi buruk lagi?” tanyanya sambil membelai rambut Donghae.

Gwaenchanha…” jawab Donghae singkat dan menjauhkan tangan Kyuhyun dari kepalanya, “Kyu… bisa antar aku pulang,” pintanya, karena memang sekarang dia sedang ada di rumah Kyuhyun.

– isfa_id –

Siwon memutar handphone yang ada di tangannya, sudah lima belas menit dia menunggu, ini membosankan, bahkan lima menitpun sangat membosankan bagi Siwon bila dia harus menunggu. Dia bangkit dari duduknya dan berniat keluar, tapi pintu ruangan itu sudah terbuka sebelum dia mencapainya. “Sudah lama menunggu?” ucap seorang namja yang baru saja masuk.

“Menurutmu?”

Mianhae…” ucap namja itu pelan dan segera duduk di depan Siwon, “Ada ap…”

“Aku perlu obat,” potong Siwon sebelum namja itu bertanya padanya, “Aku perlu obat,” ulang Siwon dengan penekanan dan menatap mata namja itu tajam.

Namja itu terdiam sejenak tapi kemudian langsung mengangkat telepon dan menghubungi seseorang, “Ne… aku perlu sekarang juga,” ucapnya sesaat sebelum mengakhiri pembicaraan mereka. Tidak sampai tiga menit, seorang yeoja yang merupakan suster rumah sakit di mana Siwon sedang berada sekarang masuk ke ruangan itu. “Gomawo…” ucap namja yang berada di depan Siwon sekarang setelah mendapatkan apa yang dia perlukan.

Siwon langsung menarik obat yang sedang ada di tangan namja itu dan berlalu pergi dari ruangan itu, tapi belum sempat dia benar-benar keluar dari sana suara namja itu menghentikan langkahnya. “Wonnie, biarkan dia dirawat di sini, agar appa bisa merawatnya.”

“Aku bisa…” jawab Siwon dan kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

“Tapi…”

‘Brak…’

Siwon menutup pintu itu dengan sangat kuat dan benar-benar pergi dari sana.

– isfa_id –

Donghae menutup pintu kamarnya tanpa menghiraukan Kyuhyun yang sedang berdiri diam di depan sana, “Jagiya…” Kyuhyun memanggilnya sambil mengetuk pintu kamar Donghae pelan, “Jagi-ya…” panggilnya lagi, tapi Donghae sama sekali tidak bergeming, dan sedikitpun pintu itu tidak terbuka. Kyuhyun mencoba membukanya tapi ternyata Donghae sudah menguncinya, “Jagi-ya…” Kyuhyun memanggilnya lagi.

“Pulanglah Kyu…” ucap Donghae pelan dari dalam kamar.

Kyuhyun tertunduk lemah mendengar ucapan Donghae, sejak kapan Donghae mengacuhkannya seperti ini? Selama ini tidak pernah, bahkan Donghae sangat suka bermanja dengannya, “Waeyo?” tanya Kyuhyun lembut sambil menyandarkan pundaknya di pintu kamar Donghae, “Waeyo Donghae-ya?”

“Pulanglah…” kembali hanya itu yang dikatakan Donghae.

Waeyo? Apa aku melakukan kesalahan eoh? Katakan padaku.”

“Pulanglah… aku sedang ingin sendiri sekarang,” jawab Donghae dengan suara yang sangat pelan hingga membuat Kyuhyun harus menempelkan telinganya di pintu kamar Donghae.

“Baiklah… aku pulang sekarang, istirahatlah, dan jangan terlalu memikirkan hal itu. Ingat… itu bukan salahmu,” ucap Kyuhyun dan segera melangkahkan kaki keluar dari rumah Donghae.

“PERGI!!!”

Baru beberapa langkah Kyuhyun keluar dari rumah Donghae, dia mendengar Donghae berteriak. Dia kembali berlari masuk dan segera menuju kamar Donghae, “PERGI!!!” kembali didengarnya Donghae berteriak. “Pergi… aku mohon pergi… jangan ganggu aku…” Donghae kembali berucap tapi sekarang dengan suara yang sangat pelan.

Jagi-ya…” panggil Kyuhyun sambil mengetuk pintu kamar Donghae kuat, dia sangat khawatir.

“Pergi… pergi…”

Jagi-ya…” Kyuhyun benar-benar khawatir mendengar suara Donghae.

“Pergi…” ucap Donghae lagi, dan kemudian suaranya menghilang.

“Donghae… Donghae… YA! LEE DONGHAE!!!”

– isfa_id –

“Aku pulang…” Siwon melepaskan sepatunya dan langsung berjalan masuk ke sebuah ruangan di sebelah kamarnya, ya… kamar seorang namja yang sedang terbaring. “Hei pangeran tampan… kenapa belum bangun?” ucapnya lembut sambil mengusap kepala namja tersebut lembut. “Aku sudah mengambil obat,” lanjutnya dan meletakkan obat-obat itu di dalam lemari, “Ah… sepertinya infusmu belum harus diganti.”

Siwon berjalan keluar dari kamar itu dan menuju dapur, dia mengambil baskom yang sudah diisinya dengan air hangat dan kemudian kembali ke dalam kamar. Dia membuka lemari pakaian dan mengambil handuk bersih di sana, direndamnya handuk itu di dalam air hangat dan memerasnya. Dia membasuh bagian tubuh namja tersebut dengan sentuhan yang sangat lembut, “Kamu akan terlihat lebih tampan nanti,” ucapnya dan terus membersihkan tubuh namja itu.

Aigoo… kamu benar-benar tampan,” ucap Siwon setelah menyelesaikan tugasnya, dia kembali keluar dari kamar tersebut dan mengembalikan baskom tersebut ke dapur. Dia membuka kulkas dan mengambil sebungkus ramyeon dan segera memasaknya, dia lapar. “Sepertinya aku perlu dua,” gumamnya dan mengambil sebungkus ramyeon lagi di kulkas.

Setelah ramyeonnya masak dia membawa ramyeon tersebut ke dalam kamar namja yang sedang terbaring tadi. Dia memutuskan untuk makan di sana, “Aku lapar,” ucapnya lembut dan menarik kursi yang ada di ruangan tersebut ke dekat tempat tidurnya.

– isfa_id –

Gwaenchanha?

Donghae bangun dari tidurnya dan berusaha untuk duduk, Kyuhyun segera membantunya setelah mengetahui niat namjachingunya itu, “Gwaenchanha?” tanya Kyuhyun lagi, dan Donghae mengangguk.

“Kamu mendobrak pintu kamarku?” tanya Donghae, meskipun sebenarnya dia sudah tahu jawabannya, karena tadi dia mengunci kamarnya dan sekarang Kyuhyun sudah ada di sana, bagaimana lagi caranya kalau bukan mendobrak.

Kyuhyun tersenyum sambil mengangguk kecil. Dia mengusap kepala Donghae lembut, “Waeyo? Kenapa kamu tadi berteriak?”

Donghae terkesiap, dia ingat apa yang terjadi tadi sebelum dia pingsan, ‘Semua gara-gara setan menyebalkan itu,’ gerutunya dalam hati sambil berkomat-kamit membuat Kyuhyun bingung. “Oh… bukan apa-apa…” ucap Donghae saat menyadari raut kebingungan Kyuhyun.

“Mau makan?” tanya Kyuhyun lembut.

Donghae menggeleng, “Lebih baik kamu pulang Kyu, aku tidak apa-apa,” ucap Donghae, “Sungguh… aku tidak apa-apa,” lanjutnya, karena dia tahu apa yang akan dikatakan Kyuhyun.

Akhirnya Kyuhyun mengikuti permintaan Donghae dan segera pergi dari sana.

– isfa_id –

‘Plak…’

Donghae merasakan pukulan keras di kepalanya, siapa yang mengganggu tidurnya sekarang? Donghae menggeser tubuhnya lebih menempel ke dinding dan menutup kepalanya dengan tas sekolahnya.

‘Plak…’

Kembali dia mendapatkan pukulan keras di kepalanya.

“Kyu… jangan ganggu aku…” ucap Donghae pelan dan kembali melanjutkan tidurnya.

YA! LEE DONGHAE, BANGUN!!!”

Donghae terkejut dan langsung bangun, matanya terbuka lebar saat melihat siapa yang sedang berdiri di depannya sekarang, “He…” dia sedikit mengeluarkan cengiran, “Shin Seonsaengnim…” ucapnya pelan. Kyuhyun yang duduk di bangku sebelahnya tertawa melihat itu, dan Donghae langsung melotot menatap Kyuhyun karena kesal.

“Berdiri!”

Donghae segera berdiri setelah diperintahkan oleh Shin seonsaengnim, “Mianhae Seongsaengnim, saya mengantuk,” ucap Donghae sambil sedikit menundukkan kepalanya.

“Mengantuk?” ucap Shin seonsaengnim sambil memukul-mukul kepala Donghae.

“Aish… berhenti memukul kepalaku!” ucap Donghae sedikit berteriak.

MWO?” ucap Shin seonsaengnim tidak percaya mendengar ucapan Donghae, “Seperti ini sikapmu terhadap gurumu? Kau tidak pernah diajari sopan santun? Berdiri di koridor, SEKARANG!!!”

Donghae berjalan gontai untuk keluar kelasnya dengan hadiah sebuah cengiran dari Kyuhyun, ‘Plak…’ dia mengambil penghapus dan melemparnya tepat di kepala Kyuhyun. “Awww…” dia mendengar Kyuhyun berteriak. ‘Hahaha…’ batin Donghae tertawa senang dan kemudian benar-benar keluar dari kelasnya.

– isfa_id –

“Berhenti mentertawakanku!” Donghae berucap dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya saat melihat Kibum sedang mentertawakannya karena dihukum oleh Shin seonsaengnim untuk berdiri di koridor kelasnya. “Apa kamu tidak pernah melihat murid yang mendapatkan hukuman?” sungutnya sambil terus menatap Kibum yang masih mentertawakannya.

“Ini lucu… sangat lucu… aku tidak pernah dihukum seperti ini,” jawab Kibum masih tetap dengan tawanya.

“Ah… aku tidak yakin,” jawab Donghae.

“Hei… aku ini murid teladan, dan aku pandai dalam setiap hal.”

“Teladan apanya? Melihat sifatmu seperti ini, aku yakin, kamu bahkan lebih tidak tahu apa-apa dibanding aku.”

Mwo?” ucap Kibum tidak percaya.

“Kalau kamu memang tahu segalanya, coba temukan tubuhmu sendiri, jangan meminta bantuan padaku.”

Mwo?

“Apa hanya satu kata itu yang dapat kamu ucapkan?” tanya Donghae membuat Kibum terdiam, Donghae terkekeh kecil.

‘Plak…’

Tiba-tiba Donghae mendapatkan pukulan keras di kepalanya dan itu hadiah dari Shin seonsaengnim, “Jangan berisik! Jangan mengganggu kelasku!”

Nemianhae…” jawab Donghae sambil tertunduk, dan itu berhasil membuat Kibum kembali tertawa puas melihatnya. “BERHENTI MENTERTAWAKANKU!!!”

YA LEE DONGHAE… KELILING LAPANGAN 50 KALI… SEKARANG!!!” bentak Shin seonsaengnim.

– isfa_id –

“Hah… hah… hah…” Donghae duduk di tengah lapangan setelah mengelilinginya sebanyak 50 kali. Keringatnya mengucur deras dan dia sedang mencoba menstabilkan nafasnya. “Bisa belikan aku air minum?” pinta Donghae ke seseorang yang duduk di sampingnya.

“Kamu pikir mereka bisa melihatku,” sungut Kibum menganggap Donghae sedang mempermainkannya sekarang.

“Ah… aku lupa, kamu sudah mati,” jawab Donghae santai sambil sedikit memberikan Kibum cengiran.

“Aku belum mati Fishy…”

“Oh ya… jadi apa?”

“Aku serius… aku belum mati, dan kamu akan membuktikannya kalau kamu sudah menemukan tubuhku.”

“Kamu terlalu yakin,” ucap Donghae meremehkan.

“Sangat sakit di sini,” ucap Kibum sambil menunjuk dadanya, “Ya… sangat sakit… karena itu aku yakin aku masih hidup.”

Donghae terdiam melihat Kibum yang sekarang sedang menunduk dan Donghae dapat melihat raut kesedihan di sana. Sepertinya dia bisa mengerti apa yang Kibum rasakan sekarang, kesepian… ya… mungkin itu salah satunya, dan hanya dialah yang dapat membantunya, tidak ada orang lain. “Minggu depan aku libur tiga hari,” ucap Donghae memecah keheningan, tapi Kibum tidak memberikan reaksi apapun. “Aku akan membantumu.”

Kibum langsung mengangkat kepalanya dan menatap mata Donghae, “Jinjjayo?” ucapnya kurang percaya, dan Donghae memberikan sebuah anggukan dan sebuah senyuman yang sangat tulus, “Gomawoyogomawoyogomawoyo…”

– isfa_id –

“Kyu jangan mentertawakanku, aku serius,” ucap Donghae saat Kyuhyun mentertawakannya setelah dia menceritakan semua tentang Kibum, apapun itu… mulai dari pertama kali dia melihat Kibum sampai dengan janjinya kemarin pada Kibum. “KYU… AKU SERIUS!!!”

“Baiklah… anggap aku percaya padamu, jadi apa yang akan kita lakukan?” tanya Kyuhyun mencoba mempercayai apa yang diucapkan Donghae meskipun pada kenyataannya dia sama sekali tidak mempercayai itu.

“Aku juga tidak tahu, aku hanya tidak yakin bisa membantunya sendirian,” jawab Donghae.

“Lalu kenapa kamu menjanjikan itu?”

“Karena hanya aku yang bisa Kyu, hanya aku…”

“Kenapa kamu begitu yakin hanya kamu yang bisa membantunya? Mungkin akan ada orang lain yang bisa membantunya?”

“Tapi kenyataannya hanya aku yang bisa melihatnya, dan sepertinya hanya aku juga yang bisa membantunya.”

“Terserahlah, aku hanya akan mengikuti apa yang kamu katakan, karena aku bahkan tidak bisa melihatnya,” ucap Kyuhyun mencoba menenangkan namjachingunya yang sedang terlihat bingung sekarang. “Apa dia di sini sekarang?” tanyanya mencoba meyakinkan bahwa Kibum yang Donghae ceritakan itu benar-benar ada.

“Dia di sebelahmu,” jawab Donghae sambil menatap Kibum yang sedang duduk di sebelah Kyuhyun.

“Oh…” jawab Kyuhyun singkat, “MWO?” teriaknya saat sadar dan langsung menoleh mencoba melihat seseorang yang duduk di sebelahnya meskipun tentu saja dia tidak dapat melihat itu, “Baiklah…” desahnya.

– isfa_id –

“Dia baik-baik saja,” ucap dr. Choi yang merupakan appa Siwon setelah memeriksa namja yang sedang terbaring di sebuah kamar di apartement Siwon.

“Anda yakin?” tanya Siwon kurang percaya. Jangan heran mengapa dia memanggil namja separuh baya yang merupakan appanya itu dengan sebutan ‘Anda’, karena dia tidak menyukai namja itu, dan dia tidak mau mengakui bahwa namja itu adalah appanya. Namja itu sudah terlalu banyak memberikan luka untuknya, terlebih setelah namja itu memutuskan untuk menikah lagi setelah eommanya meninggal, dan akhirnya menelantarkan anak-anaknya… itulah yang dirasakan Siwon.

“Dia sudah lebih baik dari sebelumnya,” jawab dr. Choi sambil mengecek infus namja yang sedang terbaring itu. “Tapi Wonnie…”

“Jangan panggil aku seperti itu!” potong Siwon membuat dr. Choi terdiam.

“Baiklah Choi Siwon… tapi apa tidak sebaiknya dia dirawat di rumah sakit saja, agar app… aku bisa merawatnya dengan lebih baik,” ucap dr. Choi merubah kata appa yang akan diucapkannya tadi menjadi aku.

“Tidak perlu, aku bisa merawatnya sendiri,” jawab Siwon datar dan tanpa ekspresi sedikitpun di wajahnya.

“Tapi…”

“Lebih baik Anda pulang sekarang, aku sudah mulai muak melihat wajah Anda, terlebih suara Anda.”

dr. Choi tertunduk, dia sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi agar anaknya ini bisa memaafkannya. Dia juga tahu selama ini dia sudah terlalu sering mengabaikan anak-anaknya, tapi ini semua dia lakukan untuk anak-anaknya juga.

Istrinya yang sekarang adalah anak direktur rumah sakit di mana dia bekerja, dan dengan begitu dia dapat menghidupi anak-anaknya dengan lebih layak. Meskipun dia tahu bahwa seorang anak bukan hanya membutuhkan materi dari orang tuanya, tapi juga perlu kasih sayang yang lebih dari itu. Tapi mau bagaimana lagi, bila dia menampakkan kasih sayang yang teramat besar kepada anak-anaknya maka dia sudah jelas akan kehilangan jabatannya sekarang juga, dan itu berarti dia tidak akan bisa menghidupi anak-anaknya lagi karena bila dia sudah keluar dari rumah sakit itu maka akan sulit untuknya mendapatkan perkerjaan yang lain.

“Aku pulang…” ucap dr. Choi lembut, “Jaga kesehatanmu, dan…”

“Silahkan,” potong Siwon dan segera membukakan pintu apartementnya.

– isfa_id –

“Fishy…”

“Hm…”

Gomawoyo…”

“Kamu sudah mengucapkan itu tadi, jadi sekarang diamlah, aku harus tidur,” ucap Donghae sambil membalik tidurnya dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.

Kibum tersenyum menatap gundukan yang terlihat dari luar selimut itu, dia sangat berterima kasih karena akhirnya Donghae mau membantunya, karena memang Donghaelah yang bisa, karena hanya Donghaelah yang bisa melihat dan mendengarnya. “Gomawoyo…” ucapnya pelan dan mencoba menyentuh gundukan itu meski tangannya menembusnya.

“Dingin…” didengarnya Donghae mendesah dari balik selimut dan Kibum semakin menyunggingkan senyumnya mendengar itu. Kembali dia menggerakkan tangannya dan menembus gundukan itu, “Hentikan Bummie!” ucap Donghae sedikit membentak, karena dia merasakan sangat dingin saat tangan Kibum melewati tubuhnya.

“Huwaaa… kamu memanggilku Bummie,” ucap Kibum ceria.

Ye?” Donghae kaget dan membuka selimutnya sambil menatap Kibum, “Kamu tadi mengatakan apa?” tanyanya.

“Apa?” Kibum malah balik bertanya membuat Donghae kesal, “Aku hanya senang karena kamu memanggilku Bummie, jadi kamu sudah menganggapku teman kan?” lanjutnya sambil tersenyum.

Donghae terdiam mengingat ucapannya tadi, ya… secara tidak sengaja dia memanggil Kibum seperti itu. Apa itu tandanya dia sudah benar-benar menganggap Kibum sebagai temannya? Tapi itu tidak mungkin… dia manusia dan Kibum adalah roh, meskipun Kibum sangat yakin kalau dia belum mati.

Hening…

Selama beberapa saat suasana menjadi hening, Donghae sibuk dengan pikiran-pikirannya dan Kibum sibuk dengan rasa bahagianya sekarang.

Akhirnya Donghae memutuskan untuk kembali ke niat awalnya… tidur… dia menarik selimutnya lagi dan menutupi seluruh tubuhnya dan segera memejamkan matanya hingga akhirnya dia terlelap ditemani senyuman Kibum yang tidak pernah hilang dari wajah pucatnya.

– isfa_id –

“Hei pangeran tampan… kenapa kamu masih tidur? Cepatlah bangun.” Siwon tidak berhenti mengucapkan itu selama dia memandikan namja yang sedang terbaring di tempat tidurnya, ah… mungkin lebih tepatnya Siwon sedang membersihkan tubuhnya dengan sebuah handuk kecil, bukan benar-benar memandikannya. “Mengapa harus tidur selama ini? Bangunlah,” lanjutnya dan terus dengan kegiatannya.

Siwon segera mengangkat baskom berisi air itu ke dapur setelah selesai membersihkan tubuh namja itu, dan setelah itu dia kembali lagi ke kamar tersebut, “Aku boleh tidur di sini kan?” ucapnya dan berbaring di sebelah tubuh namja itu dan langsung memejamkan matanya. ‘Aku ingin kamu cepat-cepat bangun, pangeran tampanku.’

– isfa_id –

Kyuhyun memutar posisi tidurnya, tadi dia tidur dengan posisi miring dan sekarang dengan posisi tengkurap. Jangan tanya sudah berapa kali dia melakukan itu, karena sudah sangat sering, dia tidak bisa tidur, dan itu semua karena Donghae.

Dia memikirkan semua ucapan Donghae, dan masih belum bisa percaya sepenuhnya, karena dia sama sekali tidak dapat melihat Kibum, tidak bisa mendengar suaranya, jadi… bagaimana mungkin dia bisa percaya. Tapi melihat Donghae… melihat wajahnya… Donghae tidak berbohong dengan semua yang dia ucapkan, dan dia sangat tahu Donghae bukan orang yang pandai berbohong.

“Apa yang harus aku lakukan?” desahnya dan kembali membalik posisi tidurnya, sekarang dengan posisi telentang. Dia menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan dengan semua hal yang terjadi sekarang. Membantu menemukan tubuh seseorang yang bahkan sama sekali tidak dia kenal. Tapi dia harus membantu Donghae… namjachingunya.

T.B.C

Advertisements

2 thoughts on “I’m a Ghost – 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s