Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 4


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 4 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Fishy…”

Hyung… jangan bicara,” ucap Donghae sambil terus berlari menaiki tebing jurang yang sedikit curam, ini membuatnya sangat sulit, apalagi dia sedang menggendong tubuh terluka Sungmin di belakangnya. Dia tidak tahu cara apalagi yang harus dia lakukan selain ini, tidak ada siapa siapa di sini, hanya mereka berdua. Sudah berkali-kali dia berteriak, tapi tak ada satupun orang yang datang, dan yang lebih membuatnya benar-benar panik, di sini tidak ada sinyal handphone.

“Fishy…”

Hyung bertahanlah, kita akan ke rumah sakit sekarang,” Donghae terus berlari menaiki tebing itu, “Ahhh…” dia berteriak saat tidak sengaja kakinya terpeleset yang membuat dia terjatuh dan Sungmin pun ikut terjatuh dari gendongannya, “HyungHyung…” ucapnya khawatir dan kembali mengangkat tubuh Sungmin ke atas pundaknya, “Hyung bertahanlah.”

Kembali Donghae berlari, hingga akhirnya setelah lebih dari dua jam dia berhasil mendaki tebing itu, dia berhenti sejenak di pinggir jalan dan memperhatikan keadaan di sekitar, tidak ada satu kendaraanpun yang melintas, “Ahhh…” dia berteriak frustasi.

“Fishy… aku tidak bisa bertahan lagi,” desah Sungmin dengan ucapan yang terbata berbisik di telinga Donghae.

Hyung harus bertahan, harus!” ucap Donghae dan langsung memutuskan berlari ke sebuah arah, yang dia sendiri tidak yakin ke mana. Dia harus melakukan itu daripada dia hanya diam di sana dan menunggu ajal sang hyung datang. Dia terus berlari tanpa memperdulikan baju putihnya yang sudah berubah menjadi merah karena darah yang terus mengalir dari luka-luka yang ada di tubuh Sungmin, dia benar-benar tidak memperdulikan itu, nyawa hyungnyalah yang terpenting.

“Fishy… aku tidak sanggup lagi.”

“BERHENTI BICARA,” teriak Donghae dengan air mata yang mengalir deras, dan itu sudah sedari tadi terjadi. Pandangannya sudah mengabur karena air mata yang menggenang itu, tapi itu tidak menghentikan langkahnya untuk mencari bantuan. “Ahhh…” kembali Donghae berteriak saat tubuhnya jatuh karena kelelahan, “Ahhh… ah…” desahnya karena lututnya menyentuh jalan berbatu yang membuatnya terluka, darahnya mengucur dengan deras. Tapi dia tidak terlalu memperdulikan itu, “HyungHyung…” dia mengguncang tubuh Sungmin yang ikut terjatuh di sebelahnya.

“Kakimu terluka.”

Gwaenchanha… ini tidak apa-apa,” ucap Donghae dan kembali berdiri, “Ahhh…” desahnya saat merasakan sakit di kedua lututnya. “AHHH…” teriaknya saat tiba-tiba dia kembali terjatuh, dia bahkan tidak bisa berdiri sekarang. “Hyung…” desahnya dan mendekati Sungmin dengan cara menggeser tubuhnya tanpa berdiri sedikitpun, “Bertahanlah,” lanjutnya sambil memeluk tubuh Sungmin yang sekarang bahkan sudah tidak bisa mengatur nafasnya.

“Mungkin sekarang saatnya aku pergi,” desah Sungmin.

Aniyaaniya… jangan bicara seperti itu, aku akan menyelamatkanmu,” isak Donghae sambil berusaha duduk dan mengangkat tubuh Sungmin. Dia kembali mencoba berdiri setelah memposisikan tubuh Sungmin di pundaknya, tapi dia kembali terjatuh.

“Hentikan Fishy!”

Aniya… aku tidak akan berhenti, aku akan menyelamatkan Hyung.”

“Aku… aku…”

“Jangan bicara lagi Hyung, simpan tenagamu,” Donghae semakin terisak saat mendengar Sungmin semakin sulit untuk bicara.

“Ber… berjanjilah padaku Fishy, jaga Kyuhyun dengan baik.”

Aniya… jangan bicara seperti itu, Hyung yang akan menjaganya nanti, Hyung akan baik-baik saja.”

“Aku… aku… aku sudah tidak bisa, aku… benar-benar berharap padamu,” ucap Sungmin terbata sambil memegang dadanya yang terasa sakit. “Cintai dia… demi aku…”

“Aku tidak bisa… aku tidak bisa… aku tidak mencintai Kyuhyun…”

“Tapi aku mencintainya Fishy, sangat mencintainya, jadi aku mo… hon…”

Hyung akan baik-baik saja, Hyung akan baik-baik saja…”

“Aku mohon Fishy… a… ku…”

HYUUUNNNNNGGGGGGGGGG…”

– isfa_id –

“Kamu yakin?” Kyuhyun memandangi wajah Donghae dengan sangat khawatir, dia sebenarnya tahu apa yang dipikirkan Donghae sekarang. Rasa takut dan bersalahnya pada Sungmin masih sangat besar, dan dia tidak yakin Donghae akan sanggup membantu Kibum yang nasibnya bisa dikatakan sama dengan Sungmin, meski tidak semuanya. Mereka berdua sama-sama terjatuh ke jurang, hanya saja Sungmin benar-benar kecelakaan sedangkan Kibum ditabrak seseorang.

“Jangan terlalu memaksakan diri Jagi,” lanjut Kyuhyun dan memegang wajah Donghae dengan kedua tangannya. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar Donghae mencoba mencari sosok yang sama sekali tak dapat dia lihat, “Ya! Kibum, kamu di sini kan? Donghae tidak akan membantumu, jadi lebih baik kamu pergi…”

“Hentikan Kyu! Aku akan membantunya, kalau kamu tidak mau membantuku lebih baik kamu yang pergi sekarang.”

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Donghae, dia melakukan itu hanya karena tidak ingin Donghae terluka, tapi ternyata sepertinya dia salah. Dilihatnya Donghae yang menggerakkan kepalanya mengelilingi kamarnya sendiri, dan Kyuhyun tahu apa yang sedang dilakukan Donghae –mencari Kibum. “Waeyo? Apa dia tidak ada di sini?” tanya Kyuhyun lembut.

“Aku tidak melihatnya dari tadi,” jawab Donghae dan segera bangkit dari tempat tidurnya, “Kibummie… Kibummie…” panggil Donghae sambil berjalan keluar dari kamarnya. Dia terus berjalan meninggalkan Kyuhyun dan terus memanggil nama Kibum.

“Kamu memanggilnya terlalu mesra Hae…” desah Kyuhyun dan ikut bangkit meski dengan langkah yang sedikit enggan.

Perlahan Kyuhyun menghentikan langkahnya saat dilihatnya Donghae berhenti di depan tangga yang menuju ke bagian atas rumahnya. Ditatapnya Donghae yang menengadah menatap anak-anak tangga itu. Dia tidak berani untuk membuka suara, dia hanya dapat terus memandangi punggung Donghae. Tapi dilihatnya Donghae melangkahkan kakinya menaiki anak tangga yang pertama, dia tahu Donghae ragu.

‘Tap… tap…’ Donghae terus melangkahkan kakinya menaiki satu per satu anak tangga itu dengan sangat pelan, dan Kyuhyun mengikutinya di belakang dengan langkah yang tak kalah pelannya. Dilihatnya kembali Donghae berhenti saat sampai di sebuah ruangan –kamar Sungmin. Donghae hanya menatap pintu coklat itu tanpa bergerak sedikitpun, tapi perlahan tangannya menggapai pedal pintu itu dan membukanya perlahan, “Apa yang kamu lakukan di sini?” didengarnya suara Donghae, dan Kyuhyun yakin Donghae sedang berbicara dengan Kibum.

Donghae semakin masuk ke ruangan itu dan Kyuhyun memutuskan untuk berdiri di balik pintu sambil mendengarkan apa yang sedang Donghae bicarakan, “Kamu merasa nyaman di sini?” kembali didengarnya suara Donghae, tapi dia tidak dapat mendengar jawaban dari sosok yang Donghae ajak bicara saat ini. “Ne…” Donghae kembali berucap dan Kyuhyun sama sekali tidak mengetahui apa yang diucapkan Kibum.

“Ini kamar hyungku, kamu menyukainya?” Kyuhyun sedikit mengintip dari balik pintu dan melihat Donghae yang sedang duduk di tepi tempat tidur Sungmin dengan sebuah senyuman tipis di bibirnya. Dilihatnya mata Donghae yang dia yakin sedang menatap Kibum sekarang. “Namanya Sungmin,” kali ini Kyuhyun melihat Donghae tertunduk setelah mengucapkan nama Sungmin. “Aish… kenapa aku menangis?” desah Kyuhyun karena tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja dari matanya. Diusapnya air matanya dan kembali menatap Donghae yang sekarang sudah mengangkat kepalanya sambil tersenyum manis.

‘Minnie… apa aku berhasil menjaga Donghae? Dia bahkan tidak tersenyum semanis itu saat bersamaku.’

– isfa_id –

“Kyu… boleh aku meminta sesuatu?” Sungmin yang sekarang sedang terbaring di ranjang rawatnya, di sebuah rumah sakit mengajak Kyuhyun bicara meski pada kenyataannya itu sangatlah sulit, dia bahkan kesulitan mengatur nafas meskipun sudah dibantu oleh alat bantu pernafasan. Nafasnya tersengal setiap kali dia ingin mengucapkan satu kata, tapi dia harus benar-benar mengatakan ini pada Kyuhyun.

Sungmin baru saja sadar setelah beberapa jam dia dirawat di rumah sakit ini, Donghae berhasil membawanya berkat bantuan seseorang yang melewati jalan yang sedang dia lalui. Donghae sangat senang saat melihat mata Sungmin perlahan mulai terbuka, tapi itu tidak cukup karena keadaan Sungmin sangatlah parah. Dokter mengatakan hampir seluruh tulang tubuhnya remuk akibat kecelakaannya itu dan yang paling parah adalah kakinya, dan kemungkinan besar Sungmin akan lumpuh.

“Apa?” tanya Kyuhyun lembut sambil menggenggam tangan Sungmin dengan sangat hangat, dia juga membelai lembut rambut Sungmin dan tersenyum dengan sangat mesra.

“Aku… aku…”

“Jangan terlalu dipaksakan, kita akan punya banyak waktu untuk berbicara, nanti saja,” ucap Kyuhyun karena melihat Sungmin yang kesulitan untuk mengatakan sesuatu.

Aniya! Aku… harus meng… ngatakannya sekarang…”

“Nanti saja, setelah kamu lebih baik.”

“Aku tidak ya… kin… kalau aku akan baik-baik saja Kyu, aku… ha… rus mengatakannya sekarang juga…” Sungmin tetap kekeh pada pendiriannya untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepada Kyuhyun sekarang juga, dia tidak mau menunda waktu, dia takut dia tidak punya waktu lain kali. “Jaga Donghae…”

Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Sungmin, dia tahu Sungmin sangat mencintai Donghae, adiknya. “Aku akan menjaganya, kita akan menjaganya bersama,” jawab Kyuhyun dengan nada yang sangat lembut dan terus menggenggam tangan Sungmin dengan sangat hangat.

“Tidak Kyu… aku tidak bisa menjaganya.”

“Hei… kamu bicara apa? Kita akan menjaga Donghae bersama-sama.”

“Tidak Kyu… aku tidak bisa… jadi aku mohon… jaga dia… demi aku…” Sungmin berucap sambil menatap mata Kyuhyun penuh harap, “Cintai dia… seperti kamu mencintaiku…”

“Apa yang kamu bicarakan?”

“Jadikan dia… namjachingumu Kyu…” jawab Sungmin dengan aliran air mata dari sudut matanya. “Demi aku…”

– isfa_id –

Kyuhyun melangkahkan kakinya perlahan memasuki kamar Sungmin, dia melihat Donghae yang sudah terlelap di sana, di tempat tidur yang biasanya ditempati Sungmin. Ditatapnya wajah damai Donghae yang sepertinya memang sudah benar-benar terlelap, dia bahkan bisa melihat segaris senyum di bibirnya. “Sepertinya kamu sudah lebih bahagia sekarang Hae… mianhae karena aku tidak bisa sepenuhnya mencintaimu, aku yakin kamu tahu alasannya kan? Tapi aku benar-benar tidak senang melihatmu selalu bersedih setiap kali memikirkan Minnie… tetaplah tersenyum seperti ini, kamu terlihat sangat manis, sangat manis.”

Hyung… dingin…” Kyuhyun mendengar Donghae mengigau, ditariknya selimut tipis untuk memberi sedikit kehangatan untuk Donghae. “Hyung…” kembali didengarnya Donghae mengigau, dan dia segera mengusap kepala Donghae hingga Donghae benar-benar kembali terlelap dalam tidurnya.

Kyuhyun berjalan menjauhi Donghae dan keluar dari kamar Sungmin, tidak sadar bahwa Kibum memperhatikannya sedari tadi, ya… sudah pasti dia tidak sadar, bahkan dia sendiri tidak dapat merasakan keberadaan Kibum. “Kenapa kamu tidak bisa mencintainya?” ucap Kibum lembut yang tentu saja tidak dapat ditangkap oleh indra pendengaran Kyuhyun, “Kamu menyia-nyiakan namja manis sepertinya,” lanjutnya dan kemudian duduk di sebelah Donghae dan memperhatikan wajah Donghae yang menurutnya sangat manis.

Kibum menoleh ke arah pintu saat terdengar suara pintu itu tertutup dan tandanya Kyuhyun sudah benar-benar meninggalkan mereka di kamar ini. “Fishy… apa kamu mencintainya?” tanyanya sambil terus memperhatikan wajah lugu Donghae yang sedang tertidur dengan sangat pulas.

– isfa_id –

“Kyu… Kyu…” Donghae bicara terbata dengan seseorang yang berada di seberang teleponnya, Kyuhyun. “Kyu…”

Waeyo?” tanya Kyuhyun di seberang telepon khawatir karena mendengar nada suara Donghae yang terdengar sangat panik, “Ada apa?” tanyanya lagi dengan sangat lembut.

“Sungmin hyung… Sungmin hyung…” ucap Donghae tetap dengan terbata, dia bingung apa yang harus dia katakan.

“Ada apa dengan Minnie? Dia tidak apa-apakan?” tanya Kyuhyun benar-benar khawatir sekarang setelah mendengar Donghae menyebut nama Sungmin.

“Sungmin hyung tidak ada… Sungmin hyung pergi… dia… dia…”

“Tenanglah… Kamu sedang ada di mana sekarang?”

.

.

Donghae langsung berlari memeluk tubuh Kyuhyun dengan sangat erat saat Kyuhyun sudah berada di depannya. “Kyu…”

“Ada apa? Mana Minnie?” tanya Kyuhyun sedikit mendorong tubuh Donghae dan menatap mata berair itu.

“Aku tidak tahu… hyung sudah tidak ada, aku… aku…” jawab Donghae terbata.

“Kamu sudah mencarinya? Sudah tanya suster?”

“Sudah… aku sudah melakukan itu, tapi semua suster tidak ada yang mau menjawab, mereka semua mengatakan kalau mereka tidak tahu apa-apa. Aku takut Kyu… Sungmin hyung ke mana?”

Kyuhyun tidak mengucapkan apa-apa, dia langsung menarik Donghae keluar dari ruang rawat Sungmin –seharusnya. Dia segera menemui dokter yang bertanggung jawab memeriksa Sungmin, dan dia bertanya ke mana Sungmin, tidak mungkin Sungmin akan hilang, apalagi pergi dengan keadaannya yang seperti itu. Tapi percuma, seperti yang Donghae bilang, semuanya menyembunyikan keberadaan Sungmin, mereka semua bilang tidak tahu.

“Kyu…” Donghae menarik tangan Kyuhyun saat dia mengingat sesuatu. “Eomma…” lanjutnya.

“Kamu yakin?”

Ne… aku yakin, pasti eomma yang sudah membawa Sungmin hyung, pasti… ayo cepat…”

“Tapi…” ucap Kyuhyun memotong ucapan Donghae, “Kamu yakin ingin menemuinya? Biar aku saja yang pergi, kamu pulang saja.”

Ani! Aku ikut, aku harus memastikan Sungmin hyung baik-baik saja.”

.

.

‘Plak…’

Donghae tertunduk dengan air mata yang mengalir, dipegangnya pipi kirinya yang baru saja mendapatkan tamparan keras dari seorang yeoja separuh baya, yang Kyuhyun tahu adalah eommanya. “Untuk apa kamu ke sini, pergi!” ucap yeoja tersebut sambil mendorong tubuh Donghae menjauh dari rumahnya.

Ajumma…” ucap Kyuhyun sambil menarik tubuh Donghae mendekatinya, dengan niat untuk melindungi Donghae dari semua hal yang mungkin saja bisa dilakukan oleh yeoja itu.

“Aku hanya ingin bertemu hyung… aku hanya ingin tahu keadaannya,” ucap Donghae terisak di belakang tubuh Kyuhyun.

“Dia tidak ada di sini, jadi pergilah,” ucap eommanya itu.

Eomma bohong…”

“Jangan panggil aku seperti itu, aku bukan eommamu.”

Eomma…” ucap Donghae pelan dan semakin terisak.

Ajumma…”

“Kamu juga, jangan pernah perlihatkan wajahmu di depanku,” ucap yeoja itu memotong ucapan Kyuhyun dan langsung masuk ke rumahnya dengan menutup pintu sekuat-kuatnya yang sukses membuat kepala Donghae yang tadinya tertunduk menjadi terangkat.

– isfa_id –

HyungHyung…”

Kibum tersentak saat didengarnya Donghae mengigau. Dia sedang berdiri di balkon kamar Sungmin –tempat Donghae tidur sekarang, sambil menatap bintang yang menurutnya terlihat sangat indah. Tapi sekarang pandangannya beralih ke Donghae yang terlihat tidak tenang dalam tidurnya, “Hyung…” kembali didengarnya Donghae mengigau.

“Apa yang harus aku lakukan?” desah Kibum bingung, “Kyuhyun…” desahnya lagi setelah ingat kalau Kyuhyun yang bisa membantunya untuk menenangkan Donghae sekarang. “Tapi bagaimana caranya? Dia bahkan tidak bisa melihatku, tidak bisa mendengarku.” Kibum benar-benar bingung.

HyungHyung…”

“Fishy…” ucap Kibum pelan sambil mencoba memegang wajah Donghae, ‘Ssshhh…’ Kibum langsung menjauhkan tangannya dari wajah Donghae saat dirasakannya hembusan angin menerpa tangannya, dan seketika Kibum melihat Donghae membuka matanya.

“Fishy… gwaenchanhayo?” tanyanya khawatir, saat Donghae duduk dari tidurnya.

“Memangnya ada apa denganku?” tanya Donghae polos.

Ye? Tadi kamu mengigau,” jelas Kibum dengan wajah yang sangat khawatir.

“Oh…” jawab Donghae singkat dan langsung keluar dari kamar Sungmin meninggalkan Kibum yang hanya dapat mengedipkan matanya bingung dengan tingkahnya.

.

.

Donghae memasuki kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur hangatnya. Dia tidak menghiraukan Kyuhyun yang tadi dia lihat sedang tertidur di sofa ruang tengah rumahnya ini. Dia langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya, ‘Hyung… aku merindukanmu.’

– isfa_id –

“Hah… membosankan,” sungut Siwon dan langsung mematikan tvnya, sedari tadi dia hanya berada di depan televisi dan menyaksikan tayangan-tayangan yang menurutnya sangat membosankan, tidak ada satupun tayangan yang dapat menarik perhatiannya.

Dia bangkit dari duduknya dan langsung menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal dan juga otaknya yang sudah diajaknya berpikir seharian ini. “Apa kabarmu Lee Donghae?” ucapnya sambil tersenyum membayangkan wajah manis Donghae. Dia langsung menarik bantal dari belakang kepalanya dan langsung menutup wajahnya karena malu. Entah pada siapa dia malu, mungkin pada dirinya sendiri karena membayangkan Donghae ada bersamanya sekarang. “Aish… kenapa aku memikirkannya sekarang?” sungutnya dari balik bantal.

Siwon bangkit dan memukul wajahnya dengan kedua tangannya, “Sadar Siwon…” ucapnya pada diri sendiri. Dia menggelengkan kepalanya guna menghilangkan wajah Donghae dari pikirannya, “Ahhh…” teriaknya karena tidak berhasil, bahkan wajah Donghae terlihat semakin nyata baginya. “Kenapa kamu harus mencintai setan jelek itu?”

“CHO KYUHYUN… AKU MEMBENCIMU!”

Siwon mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamarnya saat dia sadar kalau baru saja dia berteriak, “Aih…” dia mengacak-acak rambutnya sendiri.

Dia langsung keluar dari kamarnya, sepertinya keputusannya untuk tidur malah membuatnya semakin memikirkan hal yang tidak-tidak. Dia berjalan menuju dapur dan mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas. Segera dihabiskannya air mineral itu dalam sekali tegukan, dia benar-benar haus sepertinya.

Setelah melempar botol air mineral yang kosong itu ke kotak sampah, dia segera melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar di apartementnya ini. “Hei pangeran tampan, apa tidak ada yang kamu pikirkan sekarang?” ucapnya dan duduk di sebelah namja yang sedang terbaring tenang di sana. “Apa kamu pernah jatuh cinta? Ahhh… pasti belum pernah, kamu terlalu lugu,” lanjutnya sambil menarik selimut tipis untuk lebih menutupi tubuh namja itu.

“Oh ya… aku libur tiga hari, tapi ada sesuatu yang harus ku lakukan, mungkin aku tidak akan menemanimu, tapi kamu tenang saja, dr. Choi akan datang ke sini untuk melihat keadaanmu. Tidak apa-apa kan? Ada sesuatu yang harus aku lakukan selama tiga hari itu, dan ini sangat penting. Tapi setelah itu aku akan langsung pulang dan kembali menemanimu,” ucap Siwon panjang lebar sambil menatap wajah manis namja tersebut.

“Aku benar-benar berharap kamu secepatnya bangun, karena sudah terlalu banyak hal yang kamu lewatkan selama tidur panjangmu ini.”

Kembali Siwon menarik selimut tipis yang menutupi tubuh namja itu dan kemudian mengecek infusnya, “Baiklah… aku juga harus tidur sekarang, selamat malam,” ucapnya dan berjalan keluar dari kamar tersebut. “Ahhh…” ucapnya dan berbalik setelah merasa melupakan sesuatu, “Kalau kamu sudah bangun ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, jadi cepatlah bangun eoh? Pangeran tampanku.”

T.B.C

Baiklah… saya sudah tidak tahu apalagi yang harus saya tuangkan untuk FF ini, jadi untuk sementara T.B.C dulu sampai sini, sampai saya mendapat inspirasi lagi. Saya sudah dapat untuk cerita akhirnya, hanya ingin lebih membuatnya sedikit lebih panjang sebelum ini berakhir, *tapi berharap tidak terlalu panjang* (?)

Review please ^^

Advertisements

4 thoughts on “I’m a Ghost – 4

  1. Mwo? Jdi mereka pacaran karna sungmin toh, bkan karna saling mncintai.. Pantesan mereka ga terlalu mesra n agak cuek.. Ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s