Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 6


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 6 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Siwonnie…” Donghae menyebut nama Siwon saat Siwon mengangkat teleponnya di seberang sana, “Aku takut…” Donghae berjongkok sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding rumah sakit tempatnya berada sekarang, “Aku benar-benar takut Siwonnie…” sekarang Donghae benar-benar menjatuhkan tubuhnya hingga terduduk di lantai dingin rumah sakit. Dipeluknya kedua kakinya sambil menangis meski terus mencoba berusaha berbicara dengan Siwon, “Aku… aku di rumah sakit…”

.

.

“Donghae-ya…”

Donghae langsung mengangkat kepalanya saat seseorang memanggilnya, ditatapnya sesaat sosok tinggi di hadapannya sekarang dan kemudian langsung berdiri dan berlari untuk memeluk tubuh tinggi itu, “Siwonnie… aku takut…”

Siwon sedikit mendorong tubuh Donghae dan memperhatikannya, beberapa bagian tubuh Donghae terdapat luka yang tidak bisa dibilang ringan, “Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Siwon khawatir, sambil terus memperhatikan setiap luka yang ada di tubuh Donghae.

“Aku… aku… kami…”

Waeyo?

“Sungmin hyung… aku takut Siwonnie… aku takut…”

“Ada apa dengan Sungmin hyung?” Siwon semakin penasaran karena Donghae berucap sedikit terbata dan terisak. “Apa yang terjadi dengannya? Dan kenapa kamu seperti ini?” Siwon akhirnya memutuskan membawa Donghae ke sebuah bangku yang ada di dekat mereka dan membiarkan Donghae duduk di sana, dan dia sendiri berjongkok di depan Donghae sambil menggenggam tangan Donghae. “Ceritakan pelan-pelan.”

Donghae terdiam sejenak dan kemudian mulai bercerita, “Aku takut Siwonnie… Sungmin hyung… aku takut terjadi sesuatu dengan Sungmin hyung…”

Waeyo?” Siwon bertanya dengan sangat lembut.

“Tadi… tadi kami kecelakaan, dan Sungmin hyung… sampai sekarang Sungmin hyung belum sadar, aku takut…” Donghae berusaha menjelaskan meski sedikit terbata.

“Kecelakaan?”

Donghae hanya mengangguk kecil sambil mempererat pegangan tangannya kepada Siwon.

“Bagaimana bisa?” kembali Siwon bertanya karena ingin mendapatkan info yang lebih jelas dari Donghae.

“Aku tidak tahu… tadi… tadi… aku tidak tahu…”

Siwon melepaskan genggamannya pada tangan Donghae, tapi kini beralih memegang wajahnya, “Kamu harus tenang, ceritakan padaku.”

Donghae menarik nafas sedikit panjang sambil menatap mata Siwon yang menurutnya sangat hangat, “Aku tidak tahu… tiba-tiba remnya blong… saat di tikungan, Sungmin hyung mencoba memelankan laju mobil kami, tiba-tiba aku melihat raut panik Sungmin hyung… dan… dan… dia… aku mendengar dia menggumam ‘Kenapa remnya tiba-tiba blong’ aku… aku…”

“Donghae-ya…”

Siwon dan Donghae serempak menolehkan pandangan mereka saat seseorang menyebut nama Donghae, mata Siwon terbelalak saat melihat seseorang di depannya.

“Kyuhyun…” Donghae langsung berdiri dan berlari untuk memeluk Kyuhyun.

“Di mana Sungminnie?” tanya Kyuhyun lembut, meski di dalam nada bicaranya terdengar sebuah kekhawatiran yang sangat besar.

Donghae tidak berucap apa-apa, dia hanya menunjuk ruangan yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Perlahan Kyuhyun melepaskan pelukkannya dan berjalan memasuki ruangan itu. Tidak terlalu lama setelah Kyuhyun masuk Siwon pun menyusul, tapi sebelum Donghae juga ikut menyusul masuk ke sana Siwon tiba-tiba sudah keluar lagi dengan wajah, yang entah kenapa Donghae melihat sedikit kemarahan di sana. “Siwonnie…” panggil Donghae lembut tapi Siwon tidak memperdulikannya dan terus melangkah menjauhinya.

Awalnya Donghae hanya berdiri terpana sambil menatap punggung Siwon yang semakin menjauhinya, tapi saat tubuh Siwon menghilang dia langsung berlari untuk menyusulnya. Setelah sedikit berlari Donghae menghentikan langkahnya setelah melihat Siwon di tempat parkir, Donghae melangkahkan kakinya perlahan untuk mendekati Siwon, tapi langkahnya terhenti saat mendengar Siwon berteriak.

“KIM JONGWOON, APA YANG KAMU LAKUKAN, BUKANKAH KU BILANG HABISI KYUHYUN KENAPA KAMU MENCELAKAKAN ORANG LAIN, PERCUMA AKU MEMBAYARMU MAHAL, DASAR BODOH.”

.

.

Donghae mengusap wajahnya dan menarik nafas panjang berkali-kali dan kemudian mengangkat wajahnya memandang Kyuhyun yang sedang asyik dengan PSP di tangannya, ditatapnya tubuh Kyuhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki dan sepertinya Kyuhyun tidak sadar. “Kyuhyun…” Donghae memanggilnya pelan.

Kyuhyun menekan tombol pause dan kemudian memandang Donghae yang ada di depannya, “Waeyo?

“Boleh aku minta bantuanmu?”

“Tentu saja, aku akan membantumu kalau aku bisa,” jawab Kyuhyun semangat, mana mungkin dia tidak ingin membantu namjachingunya sendiri, walaupun sejujurnya dia tidak sepenuhnya mencintainya karena seseorang yang tidak lain adalah hyung Donghae, Sungmin.

“Aku minta kamu mencari seseorang,” ucap Donghae sambil memasang wajah seriusnya di depan Kyuhyun.

“Mencari seseorang? Kibum? Bukankah kita sedang mencarinya sekarang?”

“Bukan… bukan Kibum,” jawab Donghae, “Cari seseorang bernama Kim Jongwoon,” lanjutnya.

“Kim Jongwoon? Siapa dia? Setan?” tanya Kyuhyun seenaknya sambil tersenyum.

“Mungkin… yang jelas dia bukan manusia,” jawab Donghae semakin serius membuat Kyuhyun bingung, tidak seperti biasanya Donghae seserius ini.

“Memangnya dia siapa?” sekarang Kyuhyun merubah ekspresi wajahnya menjadi seserius Donghae, “Kita bahkan belum bisa menemukan tubuh Kibum, dan sekarang harus mencari dia, apa dia tahu sesuatu tentang Kibum?”

“Bukan tentang Kibum, tapi tentang Sungmin hyung,” jawab Donghae dan terus menatap Kyuhyun dengan sangat serius.

“Apa hubungannya dengan Sungmin?” Kyuhyun semakin penasaran.

“Cari dia, dan kita akan tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan Sungmin.”

“Ada apa Donghae? Apa hubungannya dengan Sungmin? Apa ini menyangkut kecelakaan kalian?” Kyuhyun benar-benar penasaran sekarang, terlebih Sungmin ada di dalamnya, Sungmin, orang yang sesunggunya dia cintai.

Ne… dia penyebab kecelakaan itu.”

– isfa_id –

Donghae berjalan lesu ke depan kelas saat Park seonsaengnim memanggilnya. ‘Plak… plak… plak…’ dia mendapatkan pukulan bertubi-tubi di kepalanya, “Tidur lagi?” tanya gurunya itu ketus dan terus memukul kepala Donghae.

Donghae terus menunduk sambil mengedarkan pandangannya ke seisi kelas, dilihatnya semua temannya mentertawakannya, terlebih Kyuhyun, ‘Ku bunuh kau Cho Kyuhyun!’ umpat Donghae dalam hati.

.

.

Donghae berkacak pinggang di depan Kyuhyun yang sedang mengunyah makanannya, “Wae?” tanya Kyuhyun santai dan terus memasukkan makanan ke mulutnya. Donghae diam sambil menatap semua orang yang ada di kantin satu per satu. “Wae?” Kyuhyun bertanya lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Donghae.

‘Plak…’

“Auw…” Kyuhyun mengusap kepalanya yang baru saja dihadiahi sebuah pukulan keras dari Donghae, tidak tanggung-tanggung, Donghae memukulnya menggunakan buku tebal yang ada di tangannya sekarang. “Kenapa memukulku?” tanya Kyuhyun sedikit berteriak dan bangun dari duduknya, dilihatnya semua orang yang ada di kantin mentertawakannya, termasuk ibu kantinnya.

“Begini sikapmu kepadaku Cho Kyuhyun?”

“Begini bagaimana?” tanya Kyuhyun bingung.

“Kenapa kamu selalu membiarkanku dihukum eoh?”

“Salahmu sendiri kenapa tidur di kelas,” jawab Kyuhyun santai.

Errr… “Kamu juga sering tidur di kelas, tapi aku selalu membangunkanmu agar kamu tidak dihukum, kenapa kamu tidak melakukan itu padaku?”

“Hehe…” Kyuhyun terkekeh, “Mianhae Jagi-ya…”

‘Brak…’ Donghae menginjak kaki Kyuhyun dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang meringis kesakitan.

– isfa_id –

“Fishy…” Kibum berlari kecil menyusul Donghae yang asyik mendorong trolynya sambil mengambil beberapa barang dan memasukkannya ke sana. “Untuk apa kamu membeli semua ini?” tanya Kibum sambil memperhatikan isi troly dan menyebutkan namanya satu per satu. “Wah… wajah ikan ini mirip kamu,” celetuk Kibum tiba-tiba saat melihat ikan yang terbungkus pelastik yang baru saja Donghae masukkan ke troly, dan itu sukses membuat Donghae melotot. “Ahhh…” lanjut Kibum sambil menjentikkan jarinya, tidak menyadari raut kesal Donghae. “Pantas saja kamu dipanggil Fishy, ternyata wajahmu mirip ikan, haha…”

.

.

Kibum mengedarkan pandangannya ke sekeliling, diperhatikannya setiap benda yang ada di sana, walaupun hanya satu benda yang dia lihat, pintu, dan itu cukup banyak, karena sekarang mereka berada di sebuah gedung apartement. Kibum terus mengedarkan pandangannya sambil terus mengikuti langkah Donghae. “Fishy… kita mau ke mana?” tanyanya karena akhirnya dia benar-benar merasa penasaran. Sejak dari mereka keluar dari super market tadi Donghae selalu mendiamkannya, mungkin Donghae kesal karena disamakan dengan ikan, meskipun mereka memang mirip.

Donghae terus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan Kibum, yang menurutnya tidak perlu dia jawab, karena nanti Kibum akan bisa mengetahuinya sendiri. Sebenarnya dia masih belum yakin dengan pendapatnya, karena itu dia mengajak Kibum untuk ikut bersamanya, ya… walaupun tidak diajak Kibum pasti mengekor di belakangnya. Dia ingin benar-benar memastikannya, dan ingin agar semua ini cepat selesai agar dia bisa lebih memikirkan dirinya sendiri, memikirkan Sungmin. “Kita sampai…” ucap Donghae saat sampai di sebuah pintu apartement tujuannya.

“Hm?” ucap Kibum tidak mengerti sambil menatap lurus ke pintu coklat di depannya. “Ini apartement siapa?” tanya Kibum penasaran, “Ahhh… selingkuhanmu? Wahhh… Kyuhyun benar-benar kasihan, tapi tidak apa-apa, Kyuhyun juga tidak cocok denganmu.”

Errr… Donghae ingin sekali menggeplak kepala Kibum sekarang, seandainya saja dia bisa. Apakah Kibum benar-benar tidak tahu kalau Donghae melakukan ini untuknya, hingga rela datang ke tempat orang yang seharusnya benar-benar dia benci. Ya… mereka sedang berada di depan apartement Siwon sekarang. Sebenarnya Donghae sangat enggan kemari karena itu akan membuat dia bertemu dengan Siwon, tapi ini satu-satunya cara. Dia juga harus menepati janjinya kepada Kibum untuk membantunya menemukan tubuhnya. Dan Donghae merasa Ryeowooklah yang bisa membantunya, hingga akhirnya keputusan inilah yang dia ambil, meskipun sebenarnya dia sendiri belum terlalu yakin.

Donghae bergerak maju lebih dekat dengan pintu yang ada di depannya sambil sedikit melirik Kibum yang sekarang berdiri di belakangnya. Ditatapnya wajah Kibum yang menunduk, entah kenapa Donghae merasa ada yang berubah dengan Kibum, padahal beberapa detik yang lalu Kibum masih terlihat ceria dengan ucapan-ucapan yang membuatnya kesal. Sudahlah… Donghae sepertinya tidak terlalu perduli dan kembali melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat. Setelah merasa posisinya sudah cukup dekat dengan pintu itu Donghae melirik sebuah bel yang ada di samping pintu. Baru saja dia mau menekan bel itu dengan telunjuknya, tiba-tiba…

“Fishy…” didengarnya Kibum memanggilnya. Donghae membalik tubuhnya dan melihat Kibum yang sekarang sedang terduduk lesu di belakangnya. Donghae mengerjapkan matanya sedikit tapi kemudian kembali membalik badannya dan fokus dengan bel yang akan ditekannya. “Fishy…” kembali, sebelum dia jadi menekan bel itu, Kibum memanggilnya lagi dan itu membuat dia membalik kembali tubuhnya dan melihat Kibum yang masih terduduk di belakangnya, tapi sekarang dilihatnya kepala Kibum yang tertunduk dan juga tangan Kibum yang meremas dadanya sendiri. “Sakit…”

Donghae segera berjongkok setelah mendengar desahan Kibum, dicobanya untuk melihat wajah Kibum yang tertunduk sekarang hingga membuat dia harus memiringkan sedikit kepalanya. Donghae sedikit tersentak saat melihat wajah pucat Kibum. Baiklah… selama ini Kibum memang sudah sangat pucat, mengingat dia adalah roh, tapi sekarang wajahnya lebih pucat lagi, dan keringat mengucur dari dahinya. Donghae mengernyitkan alisnya saat melihat itu, keringat? Kibum bisa berkeringat? Mungkin benar kata Kibum, dia belum mati.

“Fishy…” Kibum mendesahkan nama Donghae sambil terus meremas dadanya yang benar-benar terasa sakit sekarang, “Sa…kit…” ucap Kibum terbata, dan sebuah aliran air mata keluar dari sudut matanya. Itu membuat Donghae semakin keheranan. “Fi…shy… eungh…” Kibum benar-benar merasa kesakitan sekarang, dia bahkan sudah tidak kuat untuk menopang dirinya sendiri dan langsung tergeletak. “Sa…kit…” kembali Kibum mendesah dengan terbata dan semakin meremas dadanya dengan sangat kuat, “Sa…kit… hhyung…”

Hhyung?” ucap Donghae kurang yakin dengan apa yang Kibum tadi katakan.

H-hyung… sakit… hyung…”

Hyung?” kembali Donghae tidak percaya dengan apa yang didengarnya, siapa yang Kibum panggil hyung? Dia? Tapi itu tidak mungkin.

Hyung…” Donghae kembali mendengar Kibum mendesah kesakitan, dan itu membuat Donghae benar-benar merasa kasihan, ingin rasanya dia memeluk Kibum sekarang juga, karena dia yakin itulah yang Kibum butuhkan sekarang. Tidak mungkin kan sesosok roh yang kesakitan dibawa ke rumah sakit?

Perlahan Donghae mengulurkan tangannya untuk mencoba menyentuh Kibum, dia ingin sekali menghapus air mata Kibum yang terus saja mengalir, ‘Tep…’ Donghae membelalakkan matanya tidak percaya, dia bisa menyentuh Kibum. ya… dia sedang menyentuh pipi Kibum sekarang, benarkah ini? Perlahan Donghae menggerakkan tangannya dan mengusap air mata Kibum dengan ibu jarinya.

Hyung…” Kibum bergumam saat merasakan sentuhan di wajahnya, perlahan dia membuka matanya yang sedari tadi tertutup karena menahan sakit, “Hyung…” ucapnya lagi saat dia sudah membuka matanya. Donghae tersenyum kecil saat menatap Kibum sekarang dan terus mengusap air matanya. Perlahan diangkatnya tubuh lemah itu dan mendekapnya dalam pelukkan hangatnya. “Hyung…” kembali didengarnya Kibum bergumam. “Sakit…”

Donghae hanya diam sambil terus memeluk Kibum, entah kenapa rasanya berbeda, dia serasa seperti sedang memeluk… Sungmin. Perlahan dirasakannya Kibum mulai tenang, dapat dia rasakan dari suara nafas Kibum yang mulai stabil, sepertinya rasa sakitnya sudah mulai hilang. Tapi tiba-tiba… ‘Bruk…’ tubuh Donghae jatuh tersungkur.

“Fishy… apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Kibum saat melihat tubuh Donghae yang tersungkur itu, “Mengantuk? Mau tidur? Kenapa di sini? Kamu tidak malu kalau dilihat orang lain?”

Errr… pertanyaan-pertanyaan Kibum itu sukses membuat Donghae kesal, tapi… kenapa tiba-tiba dia tersungkur? Donghae bangkit dan menatap Kibum yang berdiri di depannya sekarang, diulurkannya tangannya untuk menyentuh wajah Kibum, dan… ‘Blush…’ tembus. ‘Mengapa begini? Bukankah tadi aku bisa menyentuhnya?’ batin Donghae.

Waeyo?” tanya Kibum saat Donghae mencoba beberapa kali untuk menyentuhnya.

“Aku tidak bisa menyentuhmu,” jawab Donghae sambil terus menggerak-gerakkan tangannya di wajah Kibum.

“Aku juga tidak bisa menyentuhmu,” ucap Kibum sambil ikut menggerakkan tangannya di wajah Donghae.

– isfa_id –

Donghae duduk di sofa ruang tengah rumahnya sambil menatap Kibum yang sedang duduk di depannya. Mengapa mereka ada di rumah Donghae? Karena ternyata tidak ada siapa-siapa di apartement Siwon. Tadi dia sudah menekan belnya, tapi tidak ada yang membukanya dan itu menandakan kalau Siwon sedang tidak ada di sana.

Donghae terus memperhatikan Kibum yang entah sekarang sedang melakukan apa. Dia hanya melihat Kibum memainkan jemarinya sambil entah menggumamkan apa? “Kibummie,” panggil Donghae pelan.

“Hm?” Kibum hanya menjawab dengan singkat tanpa memandang sedikitpun pada Donghae.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu?”

“Apa?” tanya Kibum dan sekarang sambil menatap mata Donghae.

Donghae mengerjapkan matanya saat Kibum menatapnya seperti itu, Donghae merasa tatapan Kibum sangat dalam padanya saat ini. “Itu…”

“Itu?” ucap Kibum karena Donghae menghentikan kata-katanya begitu saja.

Sejenak keheningan menyelimuti mereka, tapi kemudian Donghae mulai membuka suaranya, “Apa kamu sering merasakan sakit seperti tadi?” tanyanya sambil menunjuk dada Kibum.

Kibum terdiam dan perlahan menggerakkan tangannya untuk menyentuh dadanya, dia mengangguk kecil dan sedikit meremas dadanya itu, “Kamu tahu… rasanya sangat sakit Fishy,” ucap Kibum tertunduk, “Malam itu… aku merasakan sangat sakit, karena itu aku pergi.”

“Malam itu? Saat kita…”

Ne… saat kamu berniat mencari tubuhku di jurang itu,” ucap Kibum memotong apa yang akan dikatakan Donghae. Itulah alasannya kenapa tiba-tiba Donghae tidak bisa menemukannya saat malam di mana dia berada di tepi jurang tempat Kibum terjatuh setelah mendapatkan hantaman keras dari mobil yang sedang melaju kencang.

“Kamu pergi ke mana malam itu?”

“Aku di sini,” jawab Kibum singkat.

“Di sini?”

Ne… di kamar Sungmin hyung.”

Donghae tersenyum mendengar jawaban Kibum, dia sangat ingat waktu Kibum bilang kalau dia merasa nyaman saat berada di dalam kamar Sungmin. “Lalu tadi…” kembali Donghae menggantung kata-katanya, membuat Kibum harus menatapnya. “Tidak apa-apa,” lanjut Donghae dan beranjak meninggalkan Kibum ke kamarnya.

Gomawo…”

Langkah Donghae terhenti saat didengarnya Kibum mengucapkan sesuatu. Dia berbalik dan menatap Kibum yang sekarang sedang tersenyum melihatnya.

Gomawo… karena kamu rasa sakitku berkurang, gomawo karena sudah memelukku tadi.”

‘Dia ingat?’ batin Donghae.

“Fishy…”

“Hm?”

“Bisakah kamu terus menemaniku seperti sekarang? Berada di sisiku agar aku tidak merasa kesepian? Memelukku saat aku mulai merasakan sakit?”

Donghae tersenyum dan berjalan mendekati Kibum, “Seandainya aku bisa Kibummie,” jawab Donghae sambil mencoba menggenggam tangan Kibum yang tentu saja gagal. “Kamu lihat, ini tidak bisa.”

“Tadi bisa,” ucap Kibum mengingatkan Donghae apa yang terjadi di depan apartement Siwon tadi.

“Tapi sekarang tidak bisa Kibummie.”

“Terserahlah… yang penting kamu harus menemaniku,” ucap Kibum tersenyum dengan sangat manis.

– isfa_id –

Tidakkah kalian merasa ini sangat aneh? *memang aneh… untuk apa lagi saya bertanya* -_-“

Huweee… kenapa saya tidak bisa membuat setiap chap lebih panjang? Chap ini juga sangat pendek, otak saya mampet (?)

Advertisements

4 thoughts on “I’m a Ghost – 6

    1. aniyo, gwaenchanhayo ^^

      tapi eonni bingung, kenapa kamu commentnya di ff ini? bukan di little kihaenya… kkk~

      makasih ya udah mau baca ff eonni ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s