Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 7


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 7 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Siwon terdiam memandang seseorang yang berdiri di depannya sekarang, dia mengucek matanya, mungkin saja dia salah lihat, karena kebetulan dia baru saja bangun tidur. Dia sedang asik memeluk gulingnya tadi saat bel apartementnya berbunyi. “Donghae-ya…” ucapnya pelan, karena mashi tidak yakin melihat Donghae berada di depannya sekarang, “Donghae-ya!” ulangnya sedikit berteriak dan langsung memeluk tubuh Donghae meski pada akhirnya tubuh kekarnya didorong dengan kasar oleh Donghae.

“Sudah ku bilang kan, aku ke sini bukan untuk menemuimu,” ucap Donghae ketus.

Mianhae… masuklah, kamu sudah tahu di mana dia kan?” balas Siwon pelan dan mempersilahkan Donghae masuk untuk menemui Ryeowook.

Donghae masuk ke apartement Siwon dan langsung menuju kamar Ryeowook tanpa memandang sedikitpun ke arah Siwon. Siwon hanya tersenyum kecil menatap punggung Donghae, orang yang masih dicintainya.

“Fishy… kita mau menemui siapa?” Kibum yang mengekor di belakang Donghae bertanya sambil sedikit menoleh ke arah Siwon, “Dia siapa? Sepertinya dia bukan orang baik,” lanjutnya dan kemudian kembali mengikuti Donghae memasuki kamar Ryeowook. ‘Blush…’ Kibum merasakan angin kencang menerpa tubuhnya saat dia mulai melangkahkan kakinya ke dalam kamar Ryeowook, di langsung menghentikan langkahnya dan terdiam di sana.

Waeyo? Tidak mau ikut masuk?” tanya Donghae saat melihat Kibum terdiam di sana.

“Aku akan menyusulmu nanti,” jawab Siwon yang mengira Donghae sedang bicara dengannya.

“AKU TIDAK BICARA DENGANMU CHOI SIWON!”

Siwon terdiam mendengar teriakan Donghae, tidak bicara dengannya? Jadi Donghae bicara dengan siapa? Siwon mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut apartementnya. Jangan bilang ada setan di sini? Jangan bilang Donghae bisa melihat makhluk halus? Jangan bilang Donghae sekarang adalah seorang paranormal? Siwon menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran-pikiran anehnya, ‘Sudahlah…’ batinnya dan meninggalkan Donghae ke kamar mandi.

Donghae tersenyum sinis melihat Siwon yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandinya, dan kemudian kembali menatap Kibum, “Waeyo? Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu, mungkin dia bisa membantumu,” ucap Donghae dan menatap Kibum yang masih setia dengan kepala yang tertunduk.

“Aku tidak mau masuk, rasanya aneh, ruangan ini aneh,” jawab Kibum tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.

“Aneh?” tanya Donghae kurang yakin.

Ne… aku tidak suka.”

“Tapi kamu harus menemuinya, aku yakin dia bisa membantumu, tidak apa-apa, ada aku.”

“KAMU TIDAK MENGERTI FISHY,” Kibum berteriak, “Rasanya panas, aku tidak mau, aku di sini saja.”

Donghae terdiam sejenak sambil menatap Kibum yang terlihat sangat gelisah, sepertinya memang tidak akan baik memintanya masuk ke sana, “Baiklah, tunggu di sini, aku tidak akan lama,” ucap Donghae dan kemudian meninggalkan Kibum ke kamar Ryeowook.

“Fishy…” Kibum memanggil Donghae sebelum Donghae benar-benar masuk, “Jangan terlalu lama, aku tidak tahan,” lanjutnya sambil menatap Donghae.

Ne… aku tidak akan lama.” Donghae kembali melangkahkan kakinya dan segera menemui Ryeowook yang masih terbaring di tempat tidurnya, “Pagi…” sapa Donghae ramah, “Aku Donghae,” dia mencoba memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Dia tahu dia tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari Ryeowook, tapi dia pernah dengar kalau orang koma tetap bisa mendengarkan apa yang dibicarakan orang yang berada di dekatnya, dan itu bisa membantu kesembuhannya.

“Ahhh… kamu sangat manis,” Donghae menyentuh sedikit wajah Ryeowook dan kemudian menarik kursi yang ada di sana. Diapun menjatuhkan tubuhnya di kursi itu dan menggenggam tangan Ryeowook dengan hangat. “Oh ya… sebenarnya aku kemari bersama temanku, namanya Kibum,” Donghae mengusap tangan Ryeowook guna sedikit memberikannya kehangatan, karena Donghae merasa tangannya sangat dingin.

“Dia ada di luar, aku juga tidak mengerti kenapa dia tidak mau masuk, dia bilang ruangan ini panas, padahal ACnya menyala, hehe…” Donghae mencoba bercanda. Donghae menggaruk kepalanya sendiri, sebenarnya dia bingung apa yang akan dia katakan ke Ryewook, dia merasa seperti orang bodoh yang bicara sendirian.

“Sebenarnya…” Donghae menghentikan kata-katanya dan menatap wajah pucat Ryeowook, “Aku tidak yakin,” gumamnya, “Ryeowook-ah… apa kamu bisa membantuku? Membantu temanku? Dia…”

“Eungh…” Donghae mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar saat didengarnya suara desahan di sana, dia mengenal itu, suara Kibum. Segera dilepaskannya tangannya yang menggenggam tangan Ryeowook dan langsung berlari keluar dari kamar itu.

“Kibummie!” Donghae terlihat panik saat mendapati Kibum yang terkapar di depannya, tubuh Kibum menggeliat menahan sakit dengan tangan yang terus meremas dadanya, “Kibummie!” kembali Donghae memanggil nama Kibum, ‘Apa aku bisa menyentuhnya?’ batin Donghae, dia menggerakkan tangannya perlahan meski dengan ketidakyakinannya. Dia ingat dia bisa menyentuh Kibum kemarin, apa sekarang dia akan bisa menyentuhnya lagi? ‘Tep…’ Donghae berhasil. Segera diangkatnya tubuh lemah Kibum dan memeluknya erat, “Gwaechanha… aku di sini,” ucap Donghae mencoba menenangkan Kibum.

“Fi…shy…” Donghae mendengar Kibum menyebutkan namanya, meski dengan suara yang terbata karena menahan sakitnya, “Sa…kit…”

“Tenanglah, aku memelukmu sekarang, semua akan baik-baik saja,” ucap Donghae mencoba menenangkan Kibum. Donghae semakin mempererat pelukkannya dan perlahan dirasakannya tubuh Kibum mulai tenang. Dia segera melepaskan pelukkannya, dia tidak mau tersungkur seperti kemarin, itu memalukan.

“Aku mau pulang,” Kibum yang sudah merasa sedikit baikan langsung berdiri dan keluar dari apartement Siwon dengan cara menembus pintunya. Donghae menatapnya dan kemudian beranjak berdiri. Dia berjalan masuk ke kamar Ryeowook. “Aku pulang dulu, aku akan kemari lagi nanti,” ucapnya berpamitan pada Ryeowook.

“Kibummie, tunggu!” Donghae segera berlari keluar dari apartement Siwon tanpa melihat Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi.

‘Kibummie?’ batin Siwon karena tadi dia sempat mendengar Donghae menyebutkan nama Kibum. “Donghae-ya!” teriaknya dan ikut berlari keluar dari apartementnya. Tapi langkahnya terhenti saat ingat kalau dia hanya mengenakan handuk dan langsung kembali masuk ke dalam.

– isfa_id –

Kibum berjalan dengan langkah cepat yang diikuti Donghae di belakangnya, “Kibummie, tunggu!” ucap Donghae ngos-ngosan karena dia harus sedikit berlari. Dia tidak menyangka Kibum bisa berjalan secepat itu, bagaimana kalau berlari? Mungkin dia tidak akan bisa menyusulnya, “Tung…gu…” Donghae berucap terbata saat tangannya menembus tangan Kibum saat dia berniat menariknya, ‘Tidak bisa lagi,’ batinnya. Donghae terdiam sambil menghentikan langkahnya saat Kibum berbalik dan menatapnya sedikit tajam. “W-wae?” tanya Donghae gugup.

“Aku sudah bilangkan jangan terlalu lama? Kenapa kamu lama sekali di dalam sana?” tanya Kibum kesal.

Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali, baru kali ini dia melihat Kibum marah, “Tadi hanya tiga menit,” jawab Donghae sambil mencoba menatap Kibum tajam. Kibum terkekeh, “Kenapa tertawa?” tanya Donghae.

“Kamu mencoba menakutiku dengan tatapanmu itu ikan jelek?”

MWO?” Donghae langsung berlari mengejar Kibum yang ternyata sudah berlari terlebih dahulu ke seberang jalan setelah mengejek Donghae.

‘Ciiittttt…’

Donghae langsung terduduk lesu sambil menarik nafas berat saat sebuah mobil yang hampir saja menabraknya berhenti di depannya. Dia tertunduk dan memeluk pundaknya sendiri dengan kedua tangannya, dia gemetar, tiba-tiba wajahnya pucat, keringat bercucuran dengan deras.

“Fishy… Fishy…” Kibum yang melihat itu langsung mendekatinya, “Gwaenchanhayo?” tanyanya khawatir.

“HEI… CEPAT MENYINGKIR DARI JALANKU!” seorang namja yang mengemudikan mobil itu berteriak, tapi Donghae tetap saja diam.

“Fishy, ayo bangun, tidak apa-apa, tidak terjadi apa-apa,” Kibum mencoba mengajak Donghae bicara, tapi sepertinya Donghae sama sekali tidak mendengar apa yang diucapkan Kibum.

“Donghae-ya, ayo bangun,” Kibum mengangkat kepalanya saat melihat seorang namja yang berada di dekatnya dan Donghae sekarang, dia mengingat wajah namja ini, namja pemilik apartement yang baru saja mereka tinggalkan tadi, Siwon. Siwon mengangkat tubuh Donghae dan menuntunnya berjalan ke pinggir jalan, sambil sedikit membungkukkan badannya di depan namja pemilik mobil yang hampir saja menabrak Donghae tadi.

“Lepaskan!” Donghae langsung menepis tangan Siwon yang sedang membopongnya sekarang. “Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!” sepertinya Donghae sudah mulai sadar sekarang. Ditatapnya Siwon setajam mungkin, “Pergi! PERGI!”

“Donghae-ya…”

“PERGI!”

Kibum yang melihat mereka berdua hanya dapat diam, dia tahu bukan waktunya dia membuka suaranya sekarang. “Fishy…” Kibum memanggil Donghae sedikit berteriak saat Donghae tiba-tiba berjalan meninggalkannya, mungkin bukan meninggalkannya, tapi meninggalkan Siwon, “Waeyo?” tanya Kibum setelah berhasil menyusul Donghae. “Siapa dia sebenarnya? Kenapa kamu marah? Dia pemilik apartement tadi kan?”

“Diamlah!” hanya kata itu yang keluar dari mulut Donghae, hingga mau tidak mau Kibum mengikuti perintah Donghae dan sedikit berbalik menatap Siwon yang hanya terdiam di tempatnya berdiri. Kibum sedikit memiringkan kepalanya, ‘Dia pasti bukan orang yang baik,’ pikirnya.

– isfa_id –

“SIWONNIE…” Siwon terkekeh melihat raut kesal seorang namja manis di depannya, lihat betapa lucunya dia dengan mulut yang dibuat maju seperti itu!

“Aish… aku hanya bercanda Jagi-ya,” Siwon tersenyum dan memeluk Donghae dengan sangat erat. “Kamu ini benar-benar manja,” lanjutnya sambil lebih mempererat pelukkannya pada tubuh Donghae, “Auw…” dia sedikit berteriak saat dirasakannya sebuah cubitan penuh cinta di pinggangnya. “Aigoonamjachinguku benar-benar manis,” Siwon berusaha menggoda Donghae yang masih cemberut, ‘Cup…’ dia memberikan sebuah kecupan di bibir indah itu dan kemudian berlari saat dilihatnya Donghae sudah bersiap akan memukulnya.

Siwon mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, dia benar-benar merindukan masa-masa itu, di mana Donghae selalu bermanja dengannya, sebelum sosok Kyuhyun hadir membuat semuanya berubah. Kenapa harus Kyuhyun? Kenapa harus dia yang merebut Donghae darinya? Apa kelebihan Kyuhun dibandingkan dia?

Siwon menggelengkan kepalanya, bukan itu yang sekarang harus dia pikirkan. Segera dirogohnya kantong jeansnya dan mengambil handphonenya. Dia membuka daftar kontaknya dan segera menghubungi seseorang, “Apa dia baik-baik saja?” tanyanya setelah teleponnya diangkat, “Jaga dia dengan baik, aku tidak akan melepaskanmu bila terjadi apa-apa dengannya!” ancam Siwon dan langsung memutuskan sambungan telepon mereka.

Dilangkahkannya kakinya menuju kamar Ryeowook, “Pangeran tampan hyung masih tidur,” ucapnya lembut sambil memperbaiki selimut Ryeowook. “Apa Donghae tadi bicara banyak denganmu? Kamu ingat dia kan?” Siwon mengajak Ryewook bicara. “Ahhh… hyung lupa, kamu belum pernah bertemu dengannya, hyung hanya suka bercerita denganmu tentangnya. Dia namja yang manis kan? Hyung sangat mencintainya.”

– isfa_id –

“Aish… hentikan Kibummie!” ucap Donghae, karena sedari tadi Kibum terus menggerakkan tangannya di wajah Donghae, apa dia tidak tahu betapa dingin rasanya? “HENTIKAN!” bentak Donghae, tapi Kibum tetap saja melakukannya.

“Sekarang aku tahu, kamu hanya bisa menyentuhku saat aku merasakan sakit, baiklah… itu juga sudah cukup,” ucap Kibum menghentikan kegiatannya dan duduk manis di samping Donghae.

Donghae menatap Kibum dan memikirkan apa yang Kibum katakan tadi. Sepertinya benar, dia hanya akan bisa menyentuh Kibum saat Kibum mulai merasakan kesakitan. Tapi kenapa? Kenapa bisa begitu? Dan kenapa Kibum masih sangat sering merasakan rasa sakit? Dan… “Kibummie…”

“Hm…” jawab Kibum singkat.

“Jadi benar!”

“Apanya yang benar?” tanya Kibum bingung.

“Kamu ingat? Kamu merasa sakit saat kita berada di jurang itu, kamu juga merasa sakit saat kita ada di depan apartement Si…won…” jelas Donghae yang sedikit enggan menyebutkan nama Siwon, “Dan tadi… kamu juga merasa kesakitan saat berada di depan kamar Ryeowook,” lanjutnya.

Kibum hanya memandang Donghae heran, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang Donghae bicarakan.

“Yeee… akhirnya…”

Kibum semakin melongo melihat raut senang Donghae, apa Donghae merasa senang dengan penderitaan Kibum?

“Kita akan segera menemukan tubuhmu!”

– isfa_id –

Donghae berlari ke arah gerbang sekolahnya, tadi Kyuhyun menghubunginya dan memintanya menemuinya di gerbang sekolah. Beberapa hari ini Kyuhyun memang tidak masuk sekolah karena mencari seseorang bernama Kim Jongwoon seperti yang Donghae minta. “Kamu menemukannya?” tanya Donghae tidak sabar setelah berada di depan Kyuhyun.

Ne…” Kyuhyun mengangguk dan segera memberikan sebuah amplop coklat kepada Donghae, “Aku pergi, nanti kepala sekolah melihatku,” lanjut Kyuhyun dan segera berlalu pergi dengan mobil sportnya.

.

.

Donghae memperhatikan amplop coklat yang sedang ada di tangannya sekarang, dia masih ragu untuk membukanya, “Fishy… sudah…” Donghae membalik lembaran buku yang sedang Kibum baca sekarang, mereka berada di perpustakaan dan Kibum sedang sibuk membaca buku, dia bilang dia ingin belajar, dia sudah terlalu lama tidak mengikuti pelajaran, dan Donghaelah yang sibuk membalik tiap lembar yang Kibum baca sekarang. “Fishy…” Donghae kembali membalik lembaran buku Kibum, “Kenapa dibalik? Aku belum selesai,” ucap Kibum kesal. Donghae diam dan membalik lembaran buku Kibum ke halaman sebelumnya. “Waeyo?” tanya Kibum menghentikan sejenak kegiatannya, tapi karena Donghae tidak menjawab akhirnya dia memutuskan kembali pada niatnya untuk belajar.

Perlahan Donghae membuka amplop coklat yang ada ditangannya dan mengeluarkan isinya, dibacanya perlakan, Kim Jongwoon, seorang tekhnisi di sebuah bengkel yang tidak cukup besar di Seoul, dan sekarang sedang berada di Amerika. “Tidak ada photonya,” desah Donghae saat membolak-balik kertas biodata seseorang yang bernama Kim Jongwoon, “Tapi kenapa dia bisa di Amerika? Kalau dilihat dari pekerjaannya dia tidak akan sanggup ke sana,” desah Donghae lagi tanpa memperhatikan Kibum yang sedang menatapnya sekarang. “Jangan-jangan…”

Donghae langsung mengambil handhone di kantong celana sekolahnya, “Kyu… bisa bantu aku lagi? Arasso… aish… kamu juga tidak akan ketinggalan pelajaran, kamu bisa menjawab semua soal ujian walaupun kamu selalu tidur di dalam kelas… gomawosaranghae… hehe…” Donghae terkekeh sebelum akhirnya menutup teleponnya.

– isfa_id –

“Aku tidak mau masuk!”

“Ayolah Kibummie, kamu harus ikut aku masuk, bukankah kamu ingin menemukan tubuhmu secepatnya?”

Kibum hanya diam mendengar ucapan Donghae, dia benar-benar ingin secepatnya menemukan tubuhnya, tapi ini akan sangat sakit. “Kamu harus bertemu dengannya, dan bicara denganya,” ucap Donghae. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Kibum mengangguk juga dan itu membuat Donghae tersenyum senang.

Segera ditekannya bel apartement Siwon dan tidak terlalu lama tampaklah sosok tinggi Siwon di depannya, Donghae sama sekali tidak membalas senyum Siwon kepadanya dan langsung masuk menuju kamar Ryeowook. Dia sudah pernah bicara dengan Siwon untuk sering ke sini dan bertemu dengan Ryewook. Dia hanya beralasan untuk menjaga Ryeowook saat Siwon tidak ada, dan Siwon menyetujuinya.

“Kamu masih tidur?” ucap Donghae membuka percakapannya dengan Ryeowook setelah dia duduk dan menggenggam tangan Ryeowook dengan hangat. “Lihat, temanku ada di sini sekarang, dia ada di sebelahku,” lanjut Donghae dan mengusap tangan dingin Ryeowook.

Siwon yang melihat mereka dari luar kamar hanya dapat memandang heran pada punggung Donghae. ‘Teman? Siapa?’ batin Siwon. Baiklah… sekarang Siwon merinding, dia memegangi tengkuknya sendiri dan melihat bulu kuduknya berdiri, ‘Jangan bilang Donghae sekarang gila!’ Siwon menggelengkan kepalanya keras, apa yang dia pikirkan? Kemarin makhluk halus, dan sekarang… gila… “Tidak mungkin!” teriaknya tanpa sadar. Dia mengerjapkan matanya saat sadar dan melihat Donghae sedang menatapnya, “He… mianhae… lanjutkan saja! Aku harus pergi,” ucap Siwon dan bergegas keluar dari apartementnya.

Setelah mendengar suara pintu tertutup Donghae kembali menatap Ryeowook dan mencobanya mengajak bicara. “Aku ingin meminta bantuanmu,” ucapnya sedikit tidak yakin sambil menatap Kibum yang hanya tertunduk di sampingnya. “Bantu aku, kamu mau kan?” sekarang Donghae meletakkan tangannya di dada Ryeowook.

“Fishy…” Donghae mendengar Kibum memanggilnya, tidak… sepertinya rasa sakit kembali menyerang Kibum. Donghae melepaskan tangannya dari Ryeowook dan menatap Kibum penuh rasa kekhawatiran. “Aku… aku boleh bicara dengannya?” tanya Kibum, dan itu membuat Donghae sedikit tenang, berarti Kibum tidak sedang kesakitan sekarang. Donghae langsung mengangguk mengiyakan keinginan Kibum.

“An…annyeong…” sapa Kibum gugup. “Aku Kibum, Fishy bilang…” Kibum memandang Donghae yang ada di sebelahnya yang sekarang sedang tersenyum dengan sangat manis, “Fishy bilang kamu bisa memban…tu… eungh…” tiba-tiba Kibum merasakan sakit, sekarang bahkan lebih sakit dari biasanya, “Eunggghhhhh…” dia melenguh dan segera tubuhnya jatuh ke lantai.

“Kibummie…” Donghae langsung memeluk tubuh Kibum tanpa ragu lagi apa dia bisa menyentuhnya atau tidak.

“Eungggghhhhhh…” Donghae semakin mempererat pelukkannya dan merasakan pelukkan Kibum yang juga semakin mengerat di tubuhnya, sepertinya Kibum benar-benar merasa kesakitan sekarang. “Eunnnggggghhhhhhhhhhh…”

“Kibummie, gwaenchanha, aku memelukmu,” Donghae benar-benar khawatir karena Kibum benar-benar memeluknya dengan sangat erat. Rasa sakit yang Kibum rasakan sepertinya bertambah besar disbanding sebelumnya, ‘Apa karena dia bertemu Ryeowook secara langsung?’ batin Donghae tanpa melepaskan pelukkannya pada Kibum. “Gwaenchanha,” kembali Donghae mencoba menenangkan Kibum.

“Euuunnnggggghhhhh…”

.

.

“dr. Choi… pasien di kamar 303 mengalami kejang,” seorang suster berucap dengan nafas yang ngos-ngosan di ruang kerja dr. Choi. dr. Choi yang mendengar itu langsung bangkit meskipun sedang berbicara dengan seseorang.

“Maaf…” ucap dr. Choi dan segera keluar dari ruangannya.

Seorang namja tinggi yang menjadi teman bicara dr. Choi tadi segera bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Dia bergegas berjalan meninggalkan rumah sakit tempat dia berada sekarang, sudah waktunya dia pulang, lagipula memang sudah tidak ada yang ingin dia bicarakan dengan dr. Choi itu. Dia sudah menceritakan semua keadaan tentang adiknya, dan dr. Choi bilang dia akan memeriksanya minggu depan. Ya… dia Siwon.

Siwon segera menuju mobilnya yang ada di parkiran, dia masuk dan segera menyalakan mesinnya tapi kemudian mematikannya lagi saat dirasakannya handphone di celana jeansnya bergetar, “MWO?” Siwon berteriak sesaat setelah mengangkat teleponnya. “Kamu yakin dia baik-baik saja? Jaga dia dengan baik,” suara Siwon mulai tenang setelah mendengarkan berita yang cukup baik di gendang telinganya dan kemudian segera melajukan mobilnya untuk pulang.

.

.

“Jaga dia dengan baik!” perintah dr. Choi ke beberapa suster yang ada di kamar 303 sekarang.

Ne… dokter…” jawab suster-suster itu serempak, dan segera dr. Choi keluar dari kamar tersebut. Dia melangkahkan kakinya memasuki ruangannya, “Si…” dia menghentikan kata-katanya saat tidak melihat Siwon di sana. Dia hanya mengangkat pundaknya dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangannya, dia memutuskan untuk pergi ke taman di belakang gedung rumah sakit.

.

.

“Sudah merasa lebih baik?” tanya Donghae saat melihat Kibum mulai merasa tenang.

Ne…” jawab Kibum sambil mencoba berdiri, “Fishy…” Donghae memanggil Donghae.

Waeyo?” tanya Donghae setelah ikut berdiri di sebelah Kibum.

Kibum tidak menjawab pertanyaan Donghae, dia hanya mengarahkan telunjuknya pada namja yang terbaring di depannya. Donghae mengikuti arah tunjukkan Kibum dan betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah gerakkan dari tangan Ryeowook, hanya gerakkan kecil, tapi sepertinya ini adalah tanda besar baginya. Dia segera mendekati Ryeowook dan menggenggam tangannya, “Kamu bisa mendengarku?” tanya Donghae, dia dapat merasakan jari Ryeowook yang bergerak di dalam genggaman tangannya.

Donghae benar-benar senang melihatnya, meskipun hanya sebuah gerakkan jari kecil. Ditatapnya wajah Ryeowook yang masih memejamkan matanya, sepertinya Ryeowook belum sepenuhnya sadar, tapi ini adalah sebuah keajaiban, “Kibum… kamu senang?” tanya Donghae ceria pada Kibum yang membuat Kibum tersenyum. Sepertinya sebentar lagi penantian Kibum berakhir, dia akan segera menemukan tubuhnya. Ya… segera.

T.B.C

Pendek-pendek aja ya updatenya… hehe…

Advertisements

2 thoughts on “I’m a Ghost – 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s