Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 8


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 8 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Annyeong… maaf aku selalu mengganggumu, aku sangat berharap kamu cepat sadar, aku mohon bantu aku,” Kibum menghentikan kata-katanya dan langsung berlari keluar dari ruangan itu. Donghae yang melihatnya hanya diam, dia tahu Kibum pergi karena tidak ingin merasakan sakit, dia juga tidak mau melihat Kibum selalu kesakitan.

“Kami benar-benar mengharapkan bantuanmu Ryeowook-ah,” ucap Donghae mengakhiri obrolan mereka dan kemudian keluar untuk menyusul Kibum, tapi langkahnya terhenti saat seseorang memenjarakan tubuhnya dalam sebuah pelukan yang membuat Donghae merasa tidak nyaman. “Lepaskan!” Donghae mencoba bicara dengan nada lembut, tapi sepertinya dia salah melakukan itu. Didorongnya tubuh tinggi yang sedang memeluknya itu, tapi ternyata tenaganya tidak cukup.

“Biarkan aku memelukmu sebentar saja,” Siwon berucap dengan sangat lembut dan terus mempererat pelukkannya pada pinggang Donghae, dan entah kenapa tiba-tiba Donghae terdiam dan membiarkan Siwon memeluknya. “Aku benar-benar merindukanmu Donghae-ya.”

Keheningan menyelimuti mereka berdua, entah apa yang ada di pikiran Donghae sekarang hingga tiba-tiba dia menggerakkan tangannya dan melingkarkannya di pinggang Siwon dan menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang Siwon. Dihirupnya aroma tubuh Siwon yang selama ini sudah tidak pernah dia rasakan, rasanya hangat, sama seperti dulu, ya… Siwonnya tidak pernah berubah.

Siwon tersenyum saat merasakan apa yang sedang Donghae lakukan sekarang, dikecupnya lembut pucuk kepala Donghae, “Aku benar-benar masih mencintaimu, sangat,” kembali Siwon memberikan sebuah kecupan lembut di pucuk kepala Donghae dan Donghae hanya terdiam mendapatkan perlakuan lembut Siwon, rasa bencinya entah hilang ke mana sekarang.

“Aku tahu aku salah, aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, tapi aku bukan bermaksud seperti itu, aku hanya takut kehilanganmu, karena aku benar-benar mencintaimu, Lee Donghaeku,” lanjut Siwon dengan mengatakan seolah-olah Donghae adalah miliknya, tapi memang itu yang dia katakan dulu, saat Donghae masih menjadi namjachingunya, seperti itulah dia memanggilnya, Lee Donghaeku.

Donghae sepertinya benar-benar sudah hilang kesadaran, rasa bencinya benar-benar sudah hilang entah ke mana, padahal Siwon adalah orang yang paling dibencinya di dunia ini. Tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja mendengar ucapan Siwon tadi, dan sepertinya Siwon menyadarinya karena dia merasakan sedikit basah di dadanya dan mendengar isakan kecil Donghae.

Siwon mendorong tubuh Donghae perlahan dan melihat Donghae yang benar-benar sedang menangis, diusapnya air matanya dengan ibu jarinya, “Uljima…” ucapnya lembut dan terus mengusap air mata Donghae, “Semua ini salahku, aku berjanji akan menebusnya, aku tidak akan pernah menyakitimu lagi, uljima,” lanjutnya dan kemudian memberikan sebuah kecupan lembut di bibir Donghae yang sedikit bergetar karena tangisannya. Dilumatnya lembut bibir Donghae sambil mengusap pipi mulusnya dan Donghae hanya memejamkan matanya menerima sentuhan lembut bibir Siwon pada bibirnya, hingga tiba-tiba dia tersadar.

“Hentikan!” ucap Donghae sambil mendorong tubuh Siwon menjauhinya.

Siwon segera melepaskan tangannya dari wajah Donghae, ditatapnya Donghae yang sedang menundukkan kepalanya sekarang, “Mianhae…” ucapnya menyesal, “Aku tahu ini terlalu cepat,” lanjutnya sambil terus menatap Donghae.

“Aku harus pergi!” ucap Donghae tanpa menjawab permintaan maaf Siwon.

“Aku antar,” Siwon memberikan tawaran.

“Tidak perlu, aku bisa sendiri,” jawab Donghae dan langsung membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari apartement Siwon.

Mianhae…” Siwon kembali meminta maaf dan menarik tangan Donghae membuat langkah Donghae terhenti.

“Sudahlah Siwon, aku tidak mau membahasnya.”

“Baiklah…” ucap Siwon lembut meski belum melepaskan genggaman tangannya pada Donghae. Terus digenggamnya tangan itu dengan hangat dan bermaksud mengantarnya hingga ke depan pintu, tapi langkahnya terhenti saat didengarnya sebuah suara memanggilnya.

Hyung…”

Siwon dan Donghae terkejut saat tiba-tiba mereka melihat Ryeowook yang membuka matanya dan memandang ke arah mereka berdua, tapi tentu saja rona keceriaan hadir di wajah keduanya, “Kibummie…” Donghae langsung teringat Kibum saat melihat Ryeowook sadar, dia harus segera memberitahukan berita membahagiakan ini dan langsung berlari meninggalkan Siwon yang terdiam karena sempat mendengar nama yang disebutkan oleh Donghae.

Caranya Ryeowook sadar g’ banget ya? Maaf… saya tidak kepikiran cara lain -_-“

Kibum : Isfa-ya *manggil saya*

Saya : *mendekat*

Kibum : Dasar anak durhaka! Kenapa kamu membiarkan dia mencium eommamu eoh? *toyor palak saya*

Saya : Hiks… *mewek*

Donghae : Sudahlah Kibummie, jangan buat anak kita menangis (?)

Saya : *peluk eomma*

Reader : *melototin saya*

Saya : *nyengir gaje bareng SiWookKyuMin* oke kita lanjutkan lagi.

– isfa_id –

Siwon terdiam sesaat sambil menatap punggung Donghae yang sekarang sudah menghilang, tapi kemudian dia langsung menemui Ryeowook yang ternyata sekarang sudah kembali terpejam. Digenggamnya erat tangan Ryeowook dan merogoh kantong celana jeansnya berniat mengambil handphonenya, tapi niatnya itu terhenti saat dia merasakan genggaman tangannya dibalas oleh Ryeowook.

Hyung…” Siwon mendengar Ryeowook memanggil namanya, dilihatnya mata Ryeowook terbuka meski terlihat sangat berat, “Ma…ta…ku… be…rat…” ucap Ryeowook terbata.

“Tutup saja matamu,” Siwon berucap dengan sangat lembut dan terus menggenggam tangan Ryeowook hangat.

Hyung… Wook…”

“Jangan bicara dulu,” Siwon tidak tega melihat Ryeowook yang kesulitan bicara, mungkin ini karena Ryeowook sudah terlalu lama tertidur hingga membuat syaraf-syarafnya belum bisa berfungsi dengan baik, “Hyung hubungi dr. Choi dulu, dia akan memeriksamu, sebaiknya kamu tidur lagi eoh?” lanjutnya dan terus menggenggam tangan Ryeowook erat, “Tapi kamu harus bangun, arra?” kali ini Siwon menitikkan air matanya, dia tidak mau kalau nanti Ryeowook kembali tidur, dia akan tertidur dengan lama lagi.

Dilihatnya Ryeowook mencoba mengukir senyuman di bibirnya, Siwon mengerti, mungkin Ryeowook merasa sedikit sakit melakukan itu, hingga senyum yang terukir di bibir Ryeowook sangat tipis, tapi itu sudah sangat membuat Siwon bahagia, pangeran tampannya sudah kembali. “Tidurlah,” ucapnya lembut dan menarik selimut untuk lebih menutupi tubuh Ryeowook.

Appa…” ucap Ryeowook dengan mata terpejam, sepertinya dia masih mau mencoba untuk bicara meski Siwon sudah memintanya untuk tidur. “Appahyung…”

Hyung akan menghubungi dr. Choi sekarang, tidurlah,” ucap Siwon pelan.

Appa…”

Hyung akan menghubungi appa sekarang,” ucap Siwon yang sebenarnya enggan menyebutkan panggilan appa untuk dr. Choi.

Nne…” jawab Ryeowook dan kemudian mengikuti perintah Siwon, yaitu tidur.

– isfa_id –

Donghae berlari keluar dari gedung apartement Siwon, dia mengedarkan pandangannya tapi tidak dapan menemukan sosok Kibum di manapun. ‘Dia di mana?’ batinnya dan terus berlari. Dia mengelilingi semua tempat yang berada dekat dari apartement itu, seperti taman, mall dan sebagainya tapi tetap tidak menemukan Kibum, “Memangnya apa yang akan dia lakukan di mall?” ucap Donghae ketika sadar apa yang dia lakukan adalah hal bodoh.

Dia berjalan menyusuri jalan menuju halte bis terdekat, beruntung dia tidak harus menunggu terlalu lama karena bisnya sudah datang. Dia memutuskan untuk pulang, ‘Dia pasti di san,’ batinnya, ya… Donghae mengira Kibum ada di kamar Sungmin di rumahnya, karena Kibum selalu berada di sana setiap kali dia merasa sedih, sakit, atau sebagainya. Bukankah tadi Kibum baru bertemu Ryeowook dan mungkin dia merasa sedikit sakit dan mencoba menenangkan dirinya di sana.

Setelah sampai, Donghae langsung berlari masuk ke rumahnya dan menuju kamar Sungmin. Dibukanya pintunya dengan perlahan dan dia melihat dengan jelas Kibum sedang duduk di tepi tempat tidur Sungmin, “Tadi aku mencarimu, ternyata kamu di sini,” ucap Donghae lembut dan duduk di sebelah Kibum.

Kibum diam, dia sama sekali tidak menanggapi apapun yang diucapkan Donghae, diremasnya tangannya dengan erat, “Waeyo?” tanya Donghae saat melihat apa yang dilakukan Kibum, “Kamu merasa sakit?” raut wajah Donghae mulai khawatir, dia berniat memeluk Kibum tapi tiba-tiba Kibum langsung berdiri dan keluar dari kamar Sungmin.

Donghae beranjak dari duduknya dan menyusul Kibum keluar dari kamar Sungmin. Dilihatnya Kibum yang sedang duduk di ruang tengah dan segera ikut duduk di sana. “Aku ada kabar bahagia,” ucap Donghae membuka pembicaraan karena sudah lebih dari lima menit mereka hanya diam. “Hei… kamu mendengarku? Aku ada kabar bahagia, tadi…”

“Tidak usah dikatakan, aku tidak suka,” potong Kibum.

“Mengapa aku tidak boleh mengatakannya? Kamu pasti sangat senang mendengarnya nanti Kibummie.”

“AKU BILANG TIDAK USAH DIKATAKAN!” tiba-tiba Kibum berteriak, “AKU TIDAK SUKA LEE DONGHAE!”

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kamu marah seperti ini?”

“AKU MEMBENCIMU.”

.

.

Donghae terdiam di ruang tengah rumahnya, dia sibuk memikirkan apa yang tadi Kibum katakan. Mengapa tiba-tiba Kibum marah seperti itu padanya? Padahal dia ingin memberitahukan kabar bahagia padanya. Dan sekarang dia bahkan tidak tahu ke mana Kibum pergi, tadi dia pikir Kibum akan kembali masuk ke kamar Sungmin saat tiba-tiba dia meninggalkan Donghae, tapi ternyata Kibum tidak ada di sana. Terus Donghae memikirkan Kibum, memikirkan apa yang membuatnya marah?

‘Brak…’

Donghae mengangkat kepalanya saat didengarnya suara gebrakkan meja dan melihat sebuat amplop coklat yang ada di sana. Dilihatnya Kyuhyun yang sekarang sedang berdiri di depannya dan berarti Kyuhyunlah pelaku yang melempar amplop coklat itu ke atas meja.

“Kamu menemukannya?” ucap Donghae dan menatap sebuah amplop coklat yang tadi Kyuhyun lempar ke meja di depannya yang sempat membuatnya sedikit terkejut. Donghae meraih amplop itu tapi gerak tangannya terhenti saat Kyuhyun tiba-tiba menariknya. “Auw…” Donghae sedikit berteriak saat Kyuhyun memaksanya untuk berdiri dengan cara menariknya dengan sangat kuat, “Waeyo?” tanya Donghae bingung.

“Kenapa kamu menyembunyikannya dariku? Kenapa? KENAPA?”

“Kyuhyun, apa yang kamu bicarakan?”

“Apa karena Siwon? Karena dia? Kamu bermaksud melindunginya? Kamu masih mencintainya? JAWAB AKU!”

“Kyuhyun lepaskan, sakit,” ucap Donghae sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun.

“Jawab aku! JAWAB PERTANYAANKU LEE DONGHAE!”

Donghae diam sambil terus berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun, ditatapnya wajah Kyuhyun yang sekarang sedang memberikan senyuman meremehkan padanya. “Jadi ini alasannya, ini alasannya kenapa kamu tidak pernah mencari Sungmin, ini alasannya KAMU TIDAK PERNAH MENCARI HYUNGMU SENDIRI?” ucapan Kyuhyun ini sontak membuat Donghae tersentak, dia tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan hal itu padanya.

“Kamu bermaksud melindungi Siwon dari kesalahannya? Membiarkan dia bebas setelah hampir membunuhmu dan… AHHH…” Kyuhyun berteriak frustasi dan melepaskan cengkramannya pada Donghae yang sekarang sedang terduduk lesu di sofa ruang tengah rumahnya. Dia benar-benar tidak sanggup untuk menyebutkan nama Sungmin tadi.

“Kamu benar-benar tega Donghae, kamu bahkan lebih memikirkan setan tidak jelas itu daripada hyungmu sendiri. Kamu membantunya untuk menemukan tubuhnya tapi kamu tidak pernah mencari Sungmin. Katakan, apa karena kamu bermaksud melindungi Siwon? JAWAB!”

“Kamu tidak mengerti Kyu,” ucap Donghae pelan.

“APA YANG TIDAK AKU MENGERTI? RASA CINTAMU PADA SIWON?”

‘PLAK…’

Donghae langsung menampar Kyuhyun dengan sangat keras, dia benci saat Kyuhyun terus menyebutkan nama Siwon di depannya. “Kamu juga selama ini diam, kamu tidak pernah mencari Sungmin, kamu tidak pernah mencari orang yang kamu bilang sangat kamu cintai, DAN KAMU MENYALAHKANKU!” kali ini Donghae tidak akan diam dibentak seperti tadi oleh Kyuhyun. “Kamu pernah mencarinya? TIDAK, SELAMA INI KAMU DIAM CHO KYUHYUN!”

– isfa_id –

“Siwonnie, hanya sebentar saja,” seorang namja yang sekarang sedang menelepon Siwon sedang memohon sesuatu pada namja tersebut. “Aku tahu, baiklah, mungkin aku memang harus menunggu sampai minggu depan,” ucapnya pasrah saat Siwon menolak permintaannya. Segera ditutupnya teleponnya dan menyimpannya ke dalam kantong jeansnya. Dia tidak terlalu memperdulikan bahwa dia tadi sedang melakukan hubungan internasional, karena bukan dia yang akan membayar tagihan teleponnya tadi, tapi Siwon.

“Yesung-ssi…” dia berbalik saat didengarnya seseorang memanggilnya. Dia tersenyum dan langsung mendekati namja yang memanggilnya tadi. Namja tersebut sedang terbaring di ranjangnya dan Yesung melihat namja itu mencoba bangkit. Dia segera membantunya untuk duduk di sana, seperti biasa, setelah berhasil duduk namja tersebut mengedarkan pandangannya menatap ruangan yang serba putih tempat mereka berada sekarang, sebuah ruang rumah sakit. Yesung melihat dia tersenyum kelu, dia pasti sudah sangat bosan di sini. “Satu minggu lagi,” didengarnya namja itu mendesah.

Ne… satu minggu lagi kamu bisa pulang,” jawab Yesung sambil tersenyum manis, “Aku juga…” desahnya.

Mwo?” ucap namja itu karena tidak terlalu mendengar kata terakhir yang Yesung ucapkan.

“Bukan apa-apa,” jawab Yesung. “Kamu perlu sesuatu?” tanyanya sambil menatap mata namja itu.

Namja itu menggeleng.

Sejenak keheningan menyelimuti mereka berdua, mereka berdua sibuk berkutat dengan pikiran mereka masing-masing, hingga akhirnya Yesung memutuskan untuk membuka percakapan. “Sungmin-ssi…”

Ne?” jawab Sungmin pelan.

Yesung hanya tersenyum dan kemudian kembali keheningan menyelimuti mereka.

“Yesung-ssi…”

“Hm?”

“Aku sangat berterima kasih, karena kamu kondisiku bisa sebaik sekarang,” ucap Sungmin sambil menggenggam tangan Yesung, “Aku benar-benar tidak sabar menunggu minggu depan, dia pasti sangat terkejut melihatku.”

“Dia? Adikmu?” tanya Yesung yang mendapatkan anggukan dari Sungmin, dia tersenyum kelu dan menunduk, “Aku sangat merindukan adikku,” desahnya, tapi Sungmin dapat dengan jelas mendengarnya.

“Kenapa kamu tidak menghubunginya saja?” Sungmin bertanya sambil mencoba melihat wajah Yesung yang tertunduk. Kadang Sungmin heran kenapa Yesung tidak pernah menghubungi adiknya, tidak mungkin kan kalau Yesung tidak mempunyai nomor telepon adiknya sendiri, juga tidak mungkin dia memikirkan masalah biaya hubungan internasional yang akan dia lakukan saat menghubungi adiknya itu. Sungmin sangat yakin uang tidak menjadi masalah bagi Yesung, apalagi mengingat Yesunglah yang membiayai biaya rumah sakit dan terapinya.

“Aku…” ucap Yesung terbata, “Aku sudah berusaha menghubunginya, tapi tidak bisa, mungkin dia sibuk,” lanjutnya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Sungmin. “Kamu sendiri, kenapa tidak menghubungi adikmu?” tanyanya.

“Aku ingin memberikannya kejutan,” jawab Sungmin ceria.

– isfa_id –

Kyuhyun terdiam sambil menggaruk-garuk kepalanya dan memandang Donghae yang sedang sibuk memperhatikan kertas-kertas yang ada ditangannya. Kyuhyun beranjak dan melangkahkan kakinya ke dapur dan mengambil dua gelas air minum. Diteguknya air minus dari gelas yang ada di tangan kirinya dan menyerahkan gelas di tangan kanannya pada Donghae tapi Donghae hanya mengambilnya dan meletakkannya ke atas meja tanpa memandang Kyuhyun sedikitpun.

“Ayolah, jangan diam seperti ini,” ucap Kyuhyun langsung memeluk tubuh Donghae dan sedikit mencoba bermanja pada Donghae. “Ayolah, ayolah, kamu terlihat sangat jelek kalau mendiamkanku seperti ini,” lanjutnya dan semakin memeluk Donghae dengan erat, “Jagi-ya…”

‘Plak…’

Donghae memukul kepala Kyuhyun dengan kertas-kertas di tangannya, “Aish…” sungut Kyuhyun dan memasang wajah kesalnya di depan Donghae, tapi sekarang itu membuat Donghae terkekeh pelan.

“Kenapa aku tidak pernah bisa membencimu Kyu?”

“Hah…” Kyuhyun menarik nafas lega. Sebenarnya dia sudah sangat tahu kalau Donghae tidak akan pernah bisa marah lama kepadanya. Dia tersenyum senang dan menarik kertas-kertas yang Donghae pegang sedari tadi. “Apa yang akan kita lakukan?” tanyanya sambil membaca deretan-deretan kata di kertas tersebut, “Kim Jongwoon, Amerika, transfer uang dari Siwon, tekhnisi,” Kyuhyun membaca info-info penting seseorang bernama Kim Jongwoon itu. “Ini sudah sangat jelas kalau Siwon di balik semua ini,” ucapnya dan memandang Donghae.

“Aku tahu,” ucap Donghae pelan.

Waeyo? Apa kamu masih mencintai Siwon?”

Donghae menatap Kyuhyun saat Kyuhyun mempertanyakan itu, dia terdiam sambil menyentuh bibirnya. Apa itu artinya dia masih mencintai Siwon? Dia menggeleng, “Kurasa ini belum cukup Kyu.”

Ne… kita harus menemukan Kim Jongwoon dulu agar bisa meminta penjelasannya dan dapat membuktikan kalau Siwon yang berada di balik semua ini, tapi Amerika…” Kyuhyun menghentikan kata-katanya dan terlihat sedang berpikir.

“Ku rasa kita tidak pernu mencari Kim Jongwoon, cukup tanyakan langsung ke Siwon,” ucap Donghae membuat Kyuhyun langsung menoleh padanya.

“Maksudmu?”

“Sebenarnya…” Donghae menghentikan kata-katanya sambil memandang Kyuhyun, “Tapi kamu jangan marah,” lanjutnya.

“Baiklah,” jawab Kyuhyun tidak yakin.

“Aku masih sering bertemu Siwon.”

MWO?

T.B.C

Hayaaa… FF ini membuat saya pusing -_-“ misterynya g’ dapet, romancenya g’ banget, ahhh… *teriak frustasi*

Chap ini pendeknya juga minta ampun, dan itu apa? Kenapa saya membuat SiHae kissing? Ngahhh…

Advertisements

13 thoughts on “I’m a Ghost – 8

      1. gpp onnie, makin gaje makin bagus , bwahahaha
        oiya, minta pasword buat my sweet bride donk >,<, cerita tentang siapa onnie???

  1. wahhh…..
    makin seru, kirain cuma kibum,donghae,kyuhyun ama siwon aja cast-nya ternyata……
    ada
    Sungmin kakak Donghae, Ryeowook adik Siwon, dan Yesung…..??
    sapa adiknya yesung….??? *tarik Kibum

    lanjut….??? ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s