Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 10


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 10 update ^^

Karena masih banyak yang meminta FF ini dilanjutkan, dan setelah saya pikir-pikir lagi #plak, akhirnya saya lanjutkan juga FF ini, kkk~

Happy reading

– isfa_id –

Eommaaa…” Donghae terbangun saat merasakan tempat tidurnya bergoyang dan sesuatu yang basah menempel di pipinya. Dia menoleh dan mendapatkan siapa pelakunya, malaikat kecilnya. “Eomma… mana adik kecil Kihae?” Donghae tersenyum mendengar pertanyaan Kihae dan merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur dan mengusap rambut hitam Kihae yang sekarang sudah duduk di pangkuannya dengan sangat manis. Dia juga melihat seseorang –Kibum, yang sedang berjalan mendekatinya dan kemudian naik ke atas tempat tidur, dan itu menandakan kalau Kibumlah yang menjemput Kihae dari kamar KangTeuk dan memberi tahunya tentang adik kecilnya.

Donghae melebarkan senyumnya setelah melihat dua orang yang sangat dia cintai itu dan kemudian segera diraihnya tangan mungil Kihae dan meletakkannya di atas perut ratanya, “Adik kecil Kihae ada di sini,” ucapnya lembut dan memutar-mutar tangan mungil itu di perutnya.

Kihae memajukan mulutnya sambil memandang perut rata Donghae, tapi kemudian dia berbalik menatap Kibum, “Appa bohong,” ucapnya. “Tadi Appa bilang adik kecil Kihae sudah jadi,” lanjutnya.

Kibum hanya tersenyum mendengar ucapan polos Kihae, “Adik kecil Kihae memang sudah jadi, tapi sekarang sedang tidur di dalam perut eomma,” jawab Kibum mencoba menjelaskan, tapi Kihae tetap dengan mulut panjangnya, dan itu membuat Donghae tersenyum.

Appa tidak bohong, adik kecil Kihae sedang tidur di dalam perut eomma,” kali ini Donghae yang mencoba menjelaskan, “Sama dengan adik kecil Eunwon yang ada di perut Eunhyuk imo,” lanjutnya.

“Jadi appa tidak bohong ya Eomma?

Ne…” jawab Donghae singkat.

Kihae langsung bangkit dari pangkuan Donghae dan pindah ke pangkuan Kibum, “Mianhaeyo Appa…” ucap Kihae pelan dan memeluk Kibum erat, “Jangan marah sama Kihae,” lanjutnya dan semakin mempererat pelukkannya.

Appa marah,” goda Kibum.

“Hiks…” Kihae menangis, “Hiks…”

Kibum dan Donghae mengira kalau sekarang Kihae sedang bercanda dengan mereka, karena Kihae selalu seperti itu bila takut dimarahi Kibum dan Donghae kalau dia melakukan kesalahan, dan saat Kibum atau Donghae bilang mereka tidak marah Kihae akan berteriak senang. Tapi ternyata… sekarang berbeda. Kihae langsung turun dari pangkuan Kibum dan kembali pindah ke pangkuan Donghae, “Hiks…” dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk tangan Donghae, “Hiks…” isaknya lagi dengan air mata yang mengalir dengan sangat deras, “Hiks… hiks…”

Donghae mengerjapkan matanya sambil menatap Kihae yang terus menangis dan kemudian beralih menatap Kibum, “Dia menangis?” Donghae menggerakkan mulutnya menyebutkan kata itu tanpa suara.

Kibum langsung mengangkat tubuh mungil Kihae dari pangkuan Donghae dan segera memangkunya, “Appa bercanda,” ucap Kibum lembut sambil mengusap air mata Kihae dengan ibu jarinya, “Aigoo… anak appa menangis, appa jadi ikut sedih,” lanjutnya tapi Kihae tetap saja menangis. “Mianhaeyoappa hanya bercanda tadi, Kihae mau kan maafin appa?

“Anak eomma kenapa diam? Appa kan sudah minta maaf,” ucap Donghae lembut sambil ikut mengusap air mata Kihae. Tapi Kihae sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun dan akhirnya Donghae mengangkat tubuh mungil itu kembali ke pangkuannya. “Kihae jangan menangis lagi eoh? Appa kan hanya bercanda,” kembali Donghae berusaha menghentikan tangisan Kihae dan sepertinya sekarang berhasil, karena tangisan Kihae mulai berhenti, hanya terdengar isakan sesekali. Donghae tersenyum melihatnya, “Eomma mau mandi, Kihae mau ikut mandi sama eomma?” tanya Donghae karena dia tahu kalau Kihae pasti belum mandi, karena Kihae tidak suka mandi bersama orang lain selain dia dan Kibum.

Kihae menggeleng, “Kihae mau mandi sama Appa,” jawabnya sambil menarik tangan Kibum pelan.

“Kihae duluan ke kamar mandi eoh?” ucap Kibum dan Kihae langsung menurutinya, dia berlari dengan kaki kecilnya menuju kamar mandi di dalam kamar hotel mereka. Ya… mereka masih beradi di hotel di Cina. Setelah Kihae masuk ke kamar mandi Kibum mengalihkan pandangannya ke Donghae dan kemudian memberinya kecupan.

APPA…” Kibum melepaskan pagutan bibirnya dan Donghae saat mendengar Kihae berteriak, itu pasti karena Kihae sudah tidak sabar untuk mandi.

“Anakmu sudah menunggu,” ucap Donghae sambil tersenyum dengan rona merah di kedua pipinya.

“Anak kita,” koreksi Kibum.

– isfa_id –

Appa… adik kecil Kihae yeoja apa namja?” Kihae bertanya sambil memegang wajah Kibum dengan kedua tangan mungilnya, sedangkan Kibum asyik menggosok tubuh mungil yang sedang berdiri di depannya di bawah aliran air shower. Kibum berjongkok untuk menyamakan tinggi badan mereka. “Appa… adik kecil Kihae yeoja apa namja?” kembali Kihae bertanya sambil terus memegang pipi Kibum.

Appa belum tahu, kan adik kecilnya baru jadi, jadi belum bisa dilihat,” jawab Kibum sambil terus menggosok tubuh mungil itu. Kibum tersenyum dan menyentuh wajah Kihae dan memberikan kecupan di pipi chubbynya, “Nanti Kihae harus sayang sama adik kecil eoh?”

Ne Appa…”

‘Brak…’

Kibum dan Kihae bergegas menoleh saat pintu kamar mandi terbuka dengan keras, mereka melihat Donghae yang segera berlari ke arah wastafel dengan satu tangan menutupi mulutnya dan satu tangan lagi memegangi perutnya, “Hoeeek… Hoeeek…” Donghae berusaha memuntahkan isi perutnya, dia merasa mual.

Kibum segera berdiri dan menghampiri Donghae dan menepuk pundak Donghae untuk membantunya. Perlahan Donghae mengangkat tubuhnya dan membasuh mulutnya, dia memegangi kepalanya karena merasa sedikit pusing, “Gwaenchanha?” tanya Kibum lembut sambil mengusap mulut Donghae yang basah dengan tangannya. Dilihatnya Donghae mengangguk sambil tersenyum manis ke arahnya.

EommaEomma sakit ya?” Kihae yang sudah mendekati mereka bertanya sambil menarik tangan Donghae.

Donghae segera berjongkok setelah mendengar pertanyaan Kihae dan mengusap rambut Kihae yang basah, “Eomma tidak sakit, adik kecil Kihae sedang nakal,” jawabnya.

Kihae segera menyentuh perut Donghae dengan kedua tangan mungilnya dan mengusapnya lembut, “Adik kecil jangan nakal, nanti Eomma sakit,” ucapnya lembut dan terus mengusap perut rata Donghae dan kemudian memeluk tubuh Donghae erat, “Eomma… nanti Kihae akan marahin adik kecil kalau adik kecilnya nakal lagi.”

Kibum tersenyum mendengar ucapan Kihae, dia sangat tahu kalau Kihae sangat sayang pada Donghae, dan tidak pernah mau melihat Donghae sakit, sedih apalagi. Segera digendongnya tubuh mungil itu, “Sekarang kita pakai baju eoh? Eomma mau mandi,” ucapnya dan segera keluar dari kamar mandi membiarkan Donghae di dalam untuk membersihkan tubuhnya.

.

.

Donghae keluar dari kamar mandi setelah lima belas menit dengan handuk yang melingkar di pinggangnya dan tidak lupa dengan rambutnya yang masih basah. Dilihatnya kedua orang yang disayanginya sudah rapi dengan kemeja putih mereka yang terlihat seragam. Kihae duduk di kasur sambil memainkan PSP putihnya sedangkan Kibum sibuk merapikan barang bawaan mereka, “Anak tampan eomma sedang apa?” tanyanya setelah mendekati Kihae dan membelai rambut hitamnya.

“Jangan ganggu Kihae Eomma…” jawab Kihae sambil terus fokus dengan permainannya, sepertinya sebentar lagi dia akan memenangkan permainannya itu, karena seperti itulah sikap Kihae setiap kali akan menang, dia tidak ingin diganggu.

Donghae hanya tersenyum dan segera mengambil pakaian yang sudah disiapkan Kibum, tapi baru saja dia mau memakainya tiba-tiba Kihae berteriak, “Yeee… Kihae menang!” ternyata benar tebakkan Donghae. “Appa… Kihae mau ke kamarnya Kyu samchon,” ucap Kihae langsung berlari keluar dari kamar hotelnya tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari Kibum.

Donghae yang melihat Kihae sudah keluar dari kamar hotel mereka langsung mengurungkan niatnya untuk memakai pakaiannya dan justru mendekati Kibum yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya mengepak barang bawaan mereka. “Waeyo?” tanya Kibum saat Donghae tiba-tiba memeluknya. Donghae hanya diam dan kemudian mendongakkan sedikit kepalanya dan memandang mata Kibum dengan sangat hangat. Dia tersenyum dan kemudian menutup matanya. Sepertinya Kibum mengerti apa yang diinginkan Donghae. Segera dikecupnya sekilas bibir lembut Donghae sambil membelai pipi mulusnya.

Kibum melihat wajah Donghae cemberut saat dia melepaskan pagutan bibir mereka, apa dia melakukan kesalahan? Apa Donghae bukan bermaksud meminta ciuman darinya? Dia menggaruk kepalanya sendiri saat melihat Donghae langsung melepaskan pelukkan di pinggangnya dan meninggalkannya ke dalam kamar mandi. Kenapa Donghae harus memakai pakaiannya di kamar mandi? Biasanya dia selalu melakukannya di depan Kibum?

Tidak terlalu lama, Donghae sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lengkap dan mirip dengan yang dipakai Kibum. Donghae sebenarnya enggan memakai itu saat di kamar mandi tadi, tapi dia tidak mungkin harus membuka kopernya lagi yang sudah jelas-jelas dirapikan oleh Kibum. Dia segera melangkahkan kakinya keluar kamar hotelnya tanpa melirik sedikitpun ke arah Kibum, membuat Kibum semakin bingung.

Kibum segera berlari menyusul Donghae yang ternyata sekarang sudah berdiri di depan pintu kamar hotel HanChul. ‘Mau apa dia ke sana?’ batin Kibum dan segera menarik tangan Donghae untuk kembali ke kamar mereka. “Waeyo? Kamu marah denganku? Apa aku melakukan kesalahan? Apa kamu bermaksud mengadu dengan Heechul hyung?” tanya Kibum setelah mereka duduk di sofa kamar hotel mereka.

Tidak ada jawaban apapun yang didapatkan Kibum dari mulut Donghae, Donghae hanya diam sambil memasang wajah kesalnya yang sekarang terlihat semakin kesal. Kibum hanya diam sambil memandang wajah Donghae dari samping dan kemudian merangkulnya sambil menyandarkan kepala Donghae di dadanya. “Kibummie…” didengarnya Donghae memanggilnya dengan sangat pelan.

“Hm?”

“Kamu sudah tidak menyayangiku?” pertanyaan Donghae sukses membuat Kibum melotot, kenapa dia mempertanyakan hal yang sudah pasti tidak mungkin, Kibum mana mungkin tidak menyayanginya lagi, bahkan sekarang rasa sayang Kibum bertambah besar berkat adik kecil yang ada di dalam perutnya.

Kibum mendorong sedikit tubuh Donghae dan menatap matanya yang masih tidak mau menatap Kibum, “Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kamu kan tahu kalau aku sangat menyayangimu,” jawab Kibum lembut dan mengangkat wajah Donghae, membuat mata mereka bertemu.

“Tapi kenapa tadi kamu hanya menciumku sebentar?” tanya Donghae membuat Kibum terkekeh pelan.

“Jadi mau lebih lama?” goda Kibum dan Donghae mengangguk dengan rona merah di pipinya.

Kibum segera memegang wajah Donghae dengan kedua tangannya, ditatapnya mata Donghae dengan sangat lembut dan memberikan senyumannya yang sangat manis. Dihilangkannya jarak di antara wajah mereka membuat Donghae langsung menutup matanya, bahkan sekarang Donghae sudah sangat jelas merasakan nafas Kibum yang menyentuh pipinya. Donghae segera melingkarkan tangannya di pinggang Kibum saat bibir lembut Kibum menyentuh bibirnya. Dirasakannya Kibum memberikannya lumatan-lumatan lembut di bibir atas dan bawahnya bergantian.

Kibum mulai menurunkan satu tangannya ke leher Donghae dan satu lagi di pinggangnya, ditariknya tubuh Donghae untuk lebih dekat lagi menghilangkan jarak di antara mereka. Tangan Donghaepun beranjak naik menyusuri perut, dada dan kemudian berakhir ke leher putih Kibum, dia benar-benar sangat menikmati setiap sentuhan bibir Kibum, “Eunghhh…” Donghae mendesah saat tidak sengaja pagutan bibir mereka terlepas dan Kibum langsung kembali melumatnya dengan lebih bergairah.

Donghae membuka mulutnya saat Kibum meminta izin padanya dengan cara menjilat bibir bawahnya, segera diremasnya rambut hitam Kibum yang sedikit panjang saat dirasakannya lidah terlatih Kibum menelusuri rongga hangat mulutnya. Kibum semakin menekan tengkuk Donghae agar dapat masuk lebih dalam lagi ke rongga mulut istrinya itu. “Eunghhh…” Donghae kembali mendesah saat lidah mereka berdua bertemu.

Perlahan Kibum mendorong tubuh Donghae hingga tubuh Donghae terbaring indah di atas sofa coklat yang sedang mereka duduki, tadi. Segera Kibum melanjutkan kegiatannya melumat bibir Donghae, tapi perlahan sekarang lumatannya turun ke leher Donghae, membuat Donghae menggeliat geli. “Kibummie…” Donghae menyebut namanya sambil terus meremas rambut hitamnya dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan guna lebih mempermudah Kibum menelusuri setiap inchi leher mulus itu.

“Apa kalian sudah si…ap…” Leeteuk terdiam saat melihat sebuah tontonan tidak senonoh di depannya, dia dapat dengan jelas melihat apa yang sedang dua orang lakukan di depannya sekarang. Lihatlah bagaimana keadaan Kibum dan Donghae sekarang. Pakaian mereka sudah tidak serapi tadi, kemeja putih yang mereka gunakan sudah acak-acakan, terlebih Donghae, mengingat posisi Donghae yang ada di bawah. Belum lagi rambut mereka, rambut mereka lebih acak-acakkan dibandingkan baju mereka, terlebih, tangan Kibum yang ternyata sudah siap untuk melepaskan celana Donghae. “APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN?”

Kibum dan Donghae langsung duduk dan merapikan diri masing-masing. “Apa tadi malam kurang puas?” tanya Leeteuk setelah mendekati mereka, dan KiHae hanya bisa tertunduk tanpa bisa menjawab pertanyaan Leeteuk. “Bagaimana kalau Kihae melihatnya? Kalian ini…” lanjut Leeteuk sambil mendorong kepala Kibum dengan cukup keras.

Hyung… kenapa memukulnya?” Donghae langsung memeluk Kibum sambil menatap Leeteuk dengan mata yang berkaca-kaca, bukan menangis, hanya mencoba sedikit puppy eyes, mungkin saja dengan begitu Leeteuk tidak akan memarahi mereka lagi.

“Memangnya aku salah mencumbui istriku sendiri?” Kibum mulai berani menatap Leeteuk.

“Tapi jangan lakukan di depanku!” jawab Leeteuk kesal, karena dia harus menyaksikan tontonan tidak senonoh itu.

“Kami tidak melakukannya di depan Hyung, salah sendiri masuk tanpa mengetuk pintu,” Kibum berucap dan langsung menarik Donghae untuk keluar dari kamar mereka.

Mwo? Aku yang salah?” ucap Leeteuk tidak percaya setelah Kibum menutup pintu.

.

.

“Kyu samchon Kyu samchon, Kihae punya adik kecil loh. Kata appa di perut eomma ada adik kecil,” Kihae bercerita pada Kyuhyun walaupun kenyataannya Kyuhyun sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun padanya, “Kyu samchon Kyu samchon, tadi adik kecil nakal, eomma jadi sakit. Tapi tadi Kihae sudah bilang ke adik kecil, kalau adik kecil tidak boleh nakal,” kembali Kihae bercerita dan Kyuhyun sibuk dengan PSP hitamnya. “Kyu samchon Kyu samchon…”

“DIAMLAH KIM KIHAE!”

Kihae memajukan mulutnya saat Kyuhyun membentaknya, “Kyu samchon jelek,” ucapnya dan berlari menemui Sungmin yang baru saja selesai mengganti pakaiannya. “Imo Imo, Kihae punya adik kecil loh,” dia bercerita ke Sungmin tentang adik kecilnya yang ada di dalam perut Donghae. Berbeda dengan Kyuhyun, Sungmin memberikan tanggapan yang sangat manis. Dia berjongkok untuk menyamakan tinggi badan mereka, dan mengusap lembut wajah Kihae.

Imo, tadi adik kecil nakal, eomma jadi sakit, tapi Kihae sudah bilang ke adik kecil, kalau adik kecil tidak boleh nakal,” Kihae melanjutkan ceritanya ke Sungmin yang membuat Sungmin tersenyum manis padanya.

“Kihae anak pintar, nanti kalau adik kecilnya lahir Kihae harus sayang sama adik kecil eoh?”

Ne Imo, tadi appa juga bilang begitu.”

– isfa_id –

Kihae sedang asyik menggerak-gerakkan tubuhnya di atas pangkuan Kibum, dan Donghae asyik menyandarkan kepalanya di bahu Kibum. Hal ini benar-benar membuat Kibum senang, dipeluknya tubuh mungil Kihae sambil sesekali melirik ke arah Donghae yang sepertinya benar-benar merasa nyaman dengan posisinya.

Sekarang mereka sedang berada di bandara untuk kembali ke Korea, member yang lain sibuk dengan obrolan mereka sendiri meninggalkan KiHae dan Kihae dengan dunia mereka sendiri. “Kibummie…” Donghae mengangkat kepalanya dan memandang Kibum yang terus memperhatikan Kihae di pangkuannya. “Aku lapar…” ucap Donghae pelan sambil menarik pelan tangan Kibum.

“Lapar? Tadi kita kan sudah makan sebelum ke sini,” ujar Kibum sambil menatap Donghae yang masih menarik tangannya.

“Tapi sekarang aku lapar lagi,” jawab Donghae dan terus menarik tangan Kibum manja.

“Sebentar lagi pesawat kita take off, makan di pesawat saja nanti eoh?”

“Aku laparnya sekarang Kibum,” Donghae mulai memperlihatkan wajah kesalnya ke Kibum, membuat Kibum mau tak mau harus menuruti apa yang Donghae mau. Kibum sangat ingat bagaimana Donghae waktu mengandung Kihae, dan sepertinya hal itu terulang lagi sekarang, sifat manja Donghae akan berlipat ganda, dan semua yang dia inginkan harus dipenuhi, bukan oleh orang lain, tapi oleh Kibum sendiri.

Kibum segera beranjak dan menurunkan Kihae dari pangkuannya, dia berjalan mendekati Leeteuk, “Hyung… aku dan Donghae mau ke resto dulu, sepertinya dia lapar,” ucap Kibum lembut.

Leeteuk melihat jam tangannya sekilas, “Sebentar lagi kita berangkat Kibummie, tidak akan sempat lagi, makan di pesawat saja nanti,” jawab Leeteuk mencoba menjelaskan.

“Donghae tidak mau Hyung, nanti kami ikut penerbangan selanjutnya saja, aku akan bicara dengan manager hyung nanti.” Jelas Kibum yang akhirnya membuat Leeteuk harus menganggukkan kepalanya.

.

.

Donghae sibuk melihat makanan yang ada di resto tempat mereka berada sekarang, resto yang ada di bandara. “Aku mau itu,” Donghae menunjuk sebuah roti dengan balutan coklat di dalam lemari kaca di depannya, “Dua,” lanjutnya dan Kibum langsung memesan dua roti kepada pelayannya.

“Kihae mau apa?” Kibum bertanya ke Kihae yang berdiri di sampingnya, tapi Kihae menggeleng, sepertinya dia tidak mau makan apa-apa, mungkin dia masih kenyang setelah makan sebelum mereka berangkat ke bandara, “Minum mau?” tanya Kibum lagi dan kali ini Kihae mengangguk. Kibum memesan tiga gelas orange jus dan segera meminta Kihae menyusul Donghae yang sudah terlebih dahulu duduk di kursi mereka.

.

.

Kibum tersenyum sambil melihat Donghae menggigit kecil rotinya, “Eomma… Kihae mau,” ucap Kihae sambil menunjuk roti yang sedang dimakan Donghae. “Appa… Kihae mau,” kali ini Kihae bicara dengan Kibum karena Donghae tidak memberikan tanggapan padanya.

“Kihae mau itu?” tanya Kibum dan Kihae langsung mengangguk. Kibum segera berdiri dan memesan roti yang sama seperti Donghae untuk malaikat kecilnya. Dia segera memberikannya ke Kihae setelah mendapatkannya. “Makan pelan-pelan eoh?” ucapnya sambil mengusap rambut Kihae lembut.

“Kibummie… aku tidak mau,” Donghae bersuara dan menyodorkan piring rotinya ke Kibum. Kibum memperhatikan dua buah roti yang hanya Donghae makan beberapa gigitan saja, “Aku mau yang keju,” lanjutnya.

“Tadi kan kamu sendiri yang memilih rasa coklat, kamu makan eoh? Sayang, kita sudah membelinya,” ucap Kibum lembut dan menyodorkan kembali piring roti itu ke arah Donghae.

“Aku tidak mau Kibummie, rasanya tidak enak,” jawab Donghae dan kembali mendorong piring itu menjauhinya, “Aku mau yang keju.”

“Yang ini juga belum kamu habiskan…”

“Kamu saja yang habiskan, aku tidak mau,” potong Donghae, membuat Kibum mendesah. “Kamu sudah tidak menyayangiku lagi?” tanya Donghae.

“Kenapa bertanya seperti itu lagi?” tanya Kibum karena Donghae mempertanyakan apa yang sudah dia tanyakan tadi di hotel.

“Kamu sudah tidak sayang lagi denganku!” ucap Donghae dengan tatapan sendunya dan kemudian mendaratkan kepalanya itu ke atas meja, “Kihae… appa sudah tidak sayang lagi sama eomma,” ucapnya ke Kihae, tapi sepertinya Kihae lebih peduli dengan roti coklatnya, “Kihae juga sudah tidak sayang sama eomma,” lanjut Donghae melihat reaksi Kihae seperti itu.

“Hei… kenapa kamu berkata seperti itu?” sekarang Kibum mengusap rambut Donghae membuat Donghae mengangkat kepalanya.

“Kamu sudah tidak sayang lagi denganku! Kihae juga!”

“Aku sangat menyayangimu, Kihae sayang kan sama eomma?” tanya Kibum ke Kihae.

Ne… Kihae sayang banget sama Eomma,” jawab Kihae meskipun setelah itu dia kembali fokus ke roti coklatnya.

“Kalau begitu aku mau roti keju.”

“Kamu habiskan yang ini dulu eoh?” Kibum tetap berusaha membujuk Donghae, karena dia tidak mungkin memakan roti coklat Donghae tadi, dia masih sangat kenyang.

“Aku mau yang keju Kibummie!”

“Iya… nanti kita beli yang keju, tapi kamu habiskan dulu yang ini.”

“AKU MAU YANG KEJU!”

Kibum terperanjat mendengar Donghae berteriak, dilihatnya semua pengunjung resto melihat ke arah mereka, dia bahkan melihat ELF yang berdiri di luar resto terdiam mendengar Donghae berteriak, padahal tadi mereka berteriak menyebutkan nama Kibum, Donghae dan Kihae.

E.N.D~?

Advertisements

10 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 10

  1. mohahaha penderitaan kibummie dimulai, kkk, kesian sekali, mungkin wktu tidurnya akan hilang, karena permintaan2 donghae-ya, cup cup yg sabar ya kibummie, kkk
    Rasanya kihae sayang sekali sama kyuhyun ya, orng yg pertama dia cari itu kyuhyun wkwkwk walo akhir2nya dia ngeganggu kyu kkk

  2. Penderitaan kibum d’mulai lagi nih, yg sabar ya oppa ngadepin donghae namanya jg orng hamil psti emosinya labil deh

    Tp bnran ya donghae manjanya bngt bngt bngt, melebihi anaknya sndiri 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s