Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 11


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 11 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Appaeomma sakit ya?” Kihae menarik kemeja putih Kibum sambil mendongakkan kepalanya berusaha memandang wajah Kibum.

Anieomma cuman kelelahan,” jawab Kibum sambil sedikit memperbaiki posisi Donghae dalam gendongannya. Mereka baru saja tiba di Seoul dan sekarang mereka sedang berjalan melewati koridor menuju apartement mereka. Kibum menggendong tubuh Donghae yang sedang tertidur sedangkan Kihae mengikutinya di sebelahnya. Kibum berjalan dengan sangat pelan untuk menyeimbangi langkah kecil Kihae.

Kibum sedikit terkejut saat tiba-tiba Kihae berlari, Kihae berlari cukup kencang menuju apartement mereka dan melompat-lompat kecil saat mencoba mencapai mesin password untuk membuka pintu. “Appa… Kihae tidak bisa,” ucapnya sedikit berteriak karena tidak dapat mencapainya.

Kibum tersenyum dan segera menghampiri Kihae dan kemudian langsung menekan angka password apartement mereka. Saat pintu terbuka Kihae langsung berlari masuk tapi baru saja Kibum akan menyusul, Kihae sudah kembali berlari mendekatinya, “Bunny mana Appa?

Kembali Kibum tersenyum, ternyata Kihae sudah tidak sabar untuk menemui kelinci kesayangannya, “Ada di tempat Lee Ahjumma,” jawab Kibum singkat dan Kihae kembali berlari keluar menuju apartement tetangganya itu.

‘Tok… tok… tok…’

Kihae mengetuk pintu apartement nyonya Lee. Tidak lama pintu terbuka dan keluarlah seorang yeoja yang tersenyum saat melihat Kihae di depannya, “Ahjumma… Bunny mana?” tanya Kihae langsung.

“Ada di dalam.”

Kihae langsung berlari masuk ke apartement nyonya Lee dan langsung menghampiri sebuah kandang kecil dengan seekor kelinci putih di dalamnya. Nyonya Lee hanya tersenyum melihat Kihae. Kihae langsung mengambil kandang itu dan mendekati nyonya Lee, “Gamsahabnida Ahjumma,” ucap Kihae sambil tersenyum.

Nyonya Lee berjongkok dan mengusap kepala Kihae, “Ne…” jawabnya pelan sambil tersenyum, dan Kihae langsung kembali keluar dari apartement nyonya Lee untuk menuju ke apartementnya.

Setelah masuk ke apartementnya Kihae langsung mendekati kandang kelinci yang ada di dekat kamarnya. Dikeluarkannya Bunny dari kandang kecilnya dan memindahkannya ke kandang yang lebih besar.

‘Hup…’

Kihae terkejut saat tubuhnya seperti melayang yang ternyata Kibum sedang menggendongnya sekarang, “Anak appa mandi dulu eoh?”

“Sama Appa…” ucap Kihae manja.

Ne…” jawab Kibum dan langsung menggendong tubuh mungil Kihae ke dalam kamar mandi. “Tadi Kihae sudah bilang terima kasih sama Lee ahjumma?

Ne Appa…”

“Anak pintar,” puji Kibum membuat Kihae menggerak-gerakkan tubuhnya senang di dalam gendongan Kibum.

Kibum menurunkan tubuh mungil Kihae setelah berada di kamar mandi dan langsung melepaskan pakaiannya, “Eum, anak appa bau,” godanya sambil mencium lembut pipi Kihae.

Appa juga bau,” jawab Kihae membuat Kibum tertawa.

.

.

Eomma…” Kihae berlari mendekati Donghae saat dia keluar dari kamar mandi, ternyata Donghae sudah bangun dari tidurnya.

“Anak eomma sudah mandi, sekarang pakai baju eoh?” ucap Donghae lembut dan Kihae langsung berlari ke kamarnya untuk memakai bajunya.

Kibum yang juga sudah keluar dari kamar mandi langsung mendekati Donghae dan memeluknya, “Kenapa bangun? Ini sudah malam, sebaiknya kamu tidur lagi eoh?”

“Ah Kibummie, lepaskan! Kamu membuatku basah,” ucap Donghae tanpa menjawab pertanyaan Kibum.

Tubuh Kibum memang masih sangat basah, mengingat dia memang baru saja selesai mandi, dan dia hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya, “Mianhae…” jawab Kibum dan memberikan kecupan di pipi Donghae.

Appa…” Kihae menghampiri Donghae dan Kibum.

“Kenapa belum pakai baju?” tanya Kibum segera berjongkok mensejajarkan tingginya dan Kihae.

“Piyama biru Kihae di mana Appa?

Aigoo… piyama biru Kihae ada di tas koper, tapi tas kopernya tadi appa titipin sama Leeteuk imo,” jawab Kibum mengingat kalau tadi semua barang bawaan mereka dia titipkan dengan member lain yang pulang lebih dulu. “Kihae pakai yang lain eoh?”

“Yang mana Appa?” tanya Kihae.

Kibum hanya tersenyum dan segera menggendong tubuh mungil Kihae untuk masuk ke kamarnya. Segera dibukanya lemari pakaian Kihae dan mengambil sebuah piyama berwarna coklat, “Pakai yang ini eoh?”

Ne Appa…”

Kibum berjalan meninggalkan Kihae yang sedang mengenakan pakaiannya dan dia sendiri langsung menuju kamarnya untuk menutup tubuhnya dengan pakaian santainya. Setelah selesai dia kembali menemui Donghae yang berada di dapur, “Waeyo?” tanya Kibum karena Donghae hanya memperhatikan isi kulkas. “Lapar?”

Aniya… aku hanya ingin membuatkanmu sesuatu, tapi aku bingung,” jawab Donghae dan masih memperhatikan isi kulkas.

“Aku tidak mau apa-apa, lagipula ini sudah malam, nanti aku gemuk,” ucap Kibum sedikit menggoda Donghae dan menutup pintu kulkasnya, “Kamu buatkan saja susu untuk Kihae eoh?”

Donghae mengangguk dan kemudian langsung membuatkan susu untuk malaikat kecilnya. Dia memasukkan beberapa sendok susu ke dalam cangkir berukuran sedang dan kemudian menyeduhnya dengan air panas, tapi tiba-tiba perutnya terasa mual, dipegangnya perutnya dengan satu tangan dan langsung berlari ke kamar mandi saat merasa akan memuntahkan sesuatu, “Hoeeek…”

Kibum segera berlari menyusul Donghae dan memijat tengkuknya, “Gwaenchanha?

“Baunya tidak enak,” jawab Donghae sambil terus mencoba memuntahkan isi perutnya, meskipun pada kenyataannya tidak ada yang keluar. Tubuh Donghae terasa lemah dan Kibum langsung membopongnya untuk masuk ke kamarnya. “Bau susunya tidak enak,” ucap Donghae setelah dia berbaring.

“Kamu istirahat saja, biar aku yang memberikannya ke Kihae.”

Kibum keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk mengambil susu Kihae, dia segera melangkah menuju kamar Kihae dan melihat Kihae yang sudah berbaring di ranjangnya, “Minum susu dulu baru tidur,” ucap Kibum membuat Kihae bangkit dari tidurnya. Segera Kihae mengambil gelas susu dari tangan Kibum dan menghabiskannya. “Sekarang tidur.”

Kihae segera membaringkan kembali tubuhnya, dan Kibum langsung menarik selimut hangatnya. Sebuah ciuman hangat mendarat di pipi chubby Kihae yang diberikan oleh Kibum.

Setelah benar-benar memastikan Kihae sudah tidur, Kibum segera keluar dan menuju kamarnya dan Donghae. Dilihatnya Donghae yang sudah tertidur pulas sambil memeluk gulingnya dan diapun segera memposisikan dirinya di sebelah Donghae dan memberikan pelukkan hangat di pinggang istri tercintanya itu.

– isfa_id –

Donghae terbangun dan sedikit menggeliat, dia bangkit tapi tubuhnya tertahan oleh tangan kekar Kibum yang memeluknya dari belakang. Dia menoleh ke belakang dan melihat kalau Kibum masih tertidur. Dia memutar tubuhnya menghadap Kibum sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur nyenyak suami tercintanya itu. ‘Cup…’ satu kecupan dia berikan di bibir Kibum dan kemudian membelai rambut hitamnya.

Donghae terus tersenyum menatap wajah Kibum dan terus membelai rambutnya, tapi tiba-tiba dia merasa mual. Dia segera bangkit dan berlari menuju kamar mandi, “Hoeekkk… hoeekkk…” dia berpegangan pada wastafel saat merasa tubuhnya lemah dan kemudian membasuh mulutnya. Donghae berjalan keluar tapi kemudian sedikit menghentikan langkahnya saat melihat Kibum di depan pintu. “Perutku mual,” ucap Donghae manja dan langsung memeluk Kibum dengan sangat erat. “Sepertinya adik kecil Kihae lebih nakal,” lanjutnya tetap dengan nada manja dan semakin mempererat pelukkannya, “Sama sepertimu, na-kal…”

Kibum yang mendengarnya hanya tersenyum sambil membelai punggung Donghae dan memberikan kecupan di pucuk kepalanya.

“Kibummie…”

“Hm?”

“Aku lapar.”

Kibum semakin tersenyum mendengar ucapan Donghae, sepertinya tidak akan ada kata lain selain kata ‘lapar’ yang keluar dari mulut Donghae.

“Aku mau makan masakkanmu.”

Kibum melepaskan pelukkan mereka dan menatap wajah Donghae dengan dua tangan yang menyentuh pipinya, “Mau aku masakkan apa?” tanyanya lembut.

“Terserah, yang penting masakkanmu.”

.

.

“Tidak mau…”

Donghae baru saja selesai makan dan sekarang Kibum sedang membujuknya untuk meminum susu, “Diminum, buat adik kecil, Kihae bujuk eomma eoh?” bujuknya sambil meminta tolong ke Kihae untuk membujuk Donghae agar mau meminum susunya.

Eomma kata appa eomma harus minum susunya… sudah appa…” ucap Kihae dan langsung turun dari kursinya berlari menuju ruang tengah, dia sudah tidak sabar untuk menonton film kartun kesukaannya.

Kibum yang melihat Kihae yang sudah meninggalkannya dan Donghae hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya, sepertinya dia memang harus berusaha membujuk Donghae sendirian. “Diminum eoh? Untuk anak kita,” Kibum terus membujuk Donghae.

“Aku tidak mau Kibummie, baunya tidak enak.”

“Hidungnya ditutup, dan susunya langsung diteguk.”

“Tidak mau…”

“Hah…” Kibum menarik nafas panjang, entah apalagi yang harus dia ucapkan untuk membujuk Donghae, meminta bantuan Kihae, pasti seperti tadi. “Kamu tidak sayang dengan calon anak kita?”

“Sayang…” jawab Donghae singkat sambil menjauhkan gelas susu yang ada di depannya, dia benar-benar tidak suka baunya.

“Kalau begitu minum susunya eoh?” bujuk Kibum dan mengambil gelas susu Donghae dan langsung menempelkan tepi gelasnya di mulut Donghae.

“Tidak mau Kibummie, baunya tidak enak,” ucap Donghae dan langsung mendorong tangan Kibum menjauhinya membuat sebagian susunya tumpah.

“Aish…” Kibum terlihat kesal, karena tumpahan susunya menumpahinya. “Terserah maumu apa,” bentaknya sambil meletakkan gelasnya di atas meja dan langsung meninggalkan Donghae ke kamar mandi.

Sekitar tiga menit, Kibum keluar dari kamar mandi dan langsung menuju kamarnya tanpa melihat sedikitpun ke arah Donghae. Dia kembali keluar setelah mengganti pakaiannya dan menemui Kihae di ruang tengah, “Kihae jaga eomma eoh? Appa mau keluar sebentar.”

Ne Appa… beli eskrim,” jawab Kihae sambil mengatakan permintaannya.

Ne…” ucap Kibum dan mengecup pipi chubby Kihae dan kemudian berjalan menuju pintu keluar. Tapi belum sepat dia membuka pintu langkahnya terhenti saat seseorang memeluknya dari belakang.

Mianhae…” Donghae berucap dengan sangat pelan.

“Sudahlah, gwaenchanha, aku harus pergi sekarang,” jawab Kibum sambil melepaskan tangan Donghae yang melingkar di pinggangnya. “Mungkin aku akan pulang malam, tidak usah menungguku,” lanjutnya dan memberikan sebuah kecupan di kening Donghae, selanjutnya langsung beranjak pergi keluar dari apartement mereka.

Donghae terduduk lesu di depan pintu dengan kedua kaki yang tertekuk dan dengan tangan yang memeluk kakinya itu. Kibum tetap seperti biasa, selalu memberikannya sebuah kecupan saat akan pergi, tapi tidak ada senyum di wajahnya tadi, sepertinya Kibum benar-benar marah padanya. “Hiks…” Donghae terisak.

EommaEomma kenapa?” tanya Kihae yang ternyata sudah mendekatinya.

Donghae berdiri dan langsung masuk ke kamarnya tanpa menjawab pertanyaan Kihae tadi.

“Hiks…” kali ini Kihae yang terisak, “Hiks… hiks…” isaknya lagi dan langsung berlari masuk ke kamarnya, tapi kemudian keluar lagi dan mengeluarkan Bunny dari kandangnya, lalu masuk lagi ke kamarnya. “Bunny, Eomma jahat,” ucapnya pada kelinci kesayangannya itu.

– isfa_id –

Donghae berjalan menuju kamar Kihae, dia baru saja selesai menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Hari ini memang kebetulan Kihae libur, dan tadi sebenarnya Donghae ingin meminta Kibum mengajak mereka jalan-jalan, tapi karena insiden susu tumpah keinginannya itu harus dikubur dalam-dalam. Perlahan Donghae melangkahkan kakinya memasuki kamar malaikat kecilnya itu, dia tersenyum saat melihat tubuh mungil Kihae yang sedang tertidur di tempat tidurnya, tidak lupa kelinci putihnya yang berada di sampingnya.

Donghae mengangkat kelinci putih itu dan memindahkannya ke kandangnya. Kemudian dia kembali memasuki kamar Kihae dan segera membelai rambut hitam lebat Kihae, “Anak eomma bangun eoh?” dia berucap lembut sambil terus mengusap rambut Kihae yang kemudian berpindah ke pipi chubby Kihae. Perlahan dilihatnya Kihae yang bergerak dengan gerakkan yang sangat imut, tangan mungil Kihae mengucek-ngucek matanya yang masih terasa mengantuk dan itu membuat Donghae sadar kalau mata Kihae sedikit bengkak.

Donghae ingat dia tadi mengacuhkan Kihae, pasti Kihae menangis gara-gara itu, “Mianhaeyo, tadi eomma mengantuk, jangan marah sama eomma eoh?” ucap Donghae mencoba memberikan alasan, meskipun dia berbohong. Segera digendongnya tubuh mungil itu dan memeluknya, “Sekarang kita makan eoh? Kihae cuci muka dulu,” lanjutnya dan menurunkan tubuh mungil itu.

Kihae langsung mengikuti perintah Donghae dan berlari menuju kamar mandi, mencuci muka dan tangannya. Setelah selesai Kihae langsung menuju meja makan dan naik ke kursinya, dia menunggu dengan manis saat Donghae menyiapkan makanan untuknya.

“Mau eomma suapin?” tanya Donghae sambil duduk di sebelah Kihae.

Kihae menggeleng menjawab pertanyaan Donghae dan Donghae segera meletakkan piringnya di depan Kihae dan melihat Kihae yang sudah mulai menyuapkan makanannya. Diusapnya kepala Kihae dengan sangat lembut dan memberikan satu kecupan di pipinya. Dia pun ikut mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan mulai makan bersama malaikat kecilnya.

.

.

“Anak tampan eomma sedang apa eoh?” tanya Donghae sambil mendekati Kihae yang sedang duduk santai di sofa ruang tengah. Sebenarnya Donghae tidak perlu bertanya apa yang sedang Kihae lakukan karena sudah dapat dilihat dari benda kotak yang Kihae pegang, PSP putihnya. Tapi Donghae hanya mencoba mengajak Kihae bicara, karena sedari tadi Kihae hanya diam dan tidak pernah menjawab pertanyaannya dan juga mengoceh seperti yang biasa dilakukan Kihae.

Donghae langsung duduk di sebelah Kihae dan mengangkat tubuh Kihae ke atas pangkuannya, ditariknya sedikit tubuh Kihae agar bersandar di dadanya, dan Kihae hanya diam menuruti kemauan Donghae tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari PSPnya, dia pun tidak menghentikan permainannya.

Donghae terus melihat Kihae yang terus saja memainkan PSPnya tanpa memperdulikannya sedikitpun, “Mau ajarin eomma?” kembali Donghae mencoba mengajak Kihae bicara, tapi Kihae tetap tidak menanggapinya dan terus dengan kegiatannya. “Eomma juga mau main,” sekarang Donghae mencoba jurus andalannya dengan mengeluarkan nada suara yang dibuat sedikit sedih.

Eomma mau main?” tanya Kihae membuat Donghae berteriak senang dalam hati, akhirnya anaknya menyerah juga.

Ne… tapi eomma tidak bisa,” jawab Donghae tapi dengan wajah yang masih sedikit dibuatnya sedih meskipun pada kenyataannya hatinya sedang tertawa dengan sangat kencang.

“Kihae ajarin,” ucap Kihae membuat Donghae semakin merasa melayang-layang.

.

.

Donghae terlihat sangat kesal dan menekan-nekan tombol benda yang berbentuk persegi yang sedang ada di tangannya sekarang dengan sangat kuat, dia kesal, ingin rasanya dia melempar benda ini jauh-jauh, “Kenapa tidak pernah menang?” sungutnya dan kemudian benar-benar melempar benda itu meski dia hanya melampar ke atas sofa yang dia duduki sekarang. “Menyebalkan,” sungutnya lagi.

Sudah hampir dua jam dia bermain PSP tapi tidak pernah bisa memenangkan permainannya, padahal niat awalnya hanya ingin membuat Kihae tidak marah lagi padanya, tetapi setelah main sekali dia terus ingin bermain, membuat Kihae sedikit ngambek tadi meskipun akhirnya Kihae lebih memilih untuk bermain game online dengan menggunakan laptop Kibum.

Jangan tanya apakah Kihae bisa menggunakannya atau tidak, tentu saja dia bisa, karena Kibum sendiri yang mengajarinya.

“Kihae main apa?” tanya Donghae yang sudah mendekatinya, “Eomma boleh coba tidak?” tanyanya lagi saat melihat Kihae sedang memainkan sebuah permainan sejenis balapan. “Eomma juga mau main,” kembali Donghae memakai nada sedih di setiap ucapannya membuat Kihae akhirnya mengalah dan membiarkan Donghae bermain.

Kihaepun akhirnya mengambil kembali PSPnya yang tadi Donghae lempar ke atas sofa dan memainkannya. Kihae duduk dengan sangat manis dan terus memainkan PSPnya dengan semangat. Dan Donghae? Dia sedang menekuk wajahnya karena tidak pernah dapat menang dari setiap game yang dia mainkan.

– isfa_id –

Appaaa…” Kihae berteriak dan langsung berlari ke arah pintu saat melihat Kibum masuk. Donghae yang mendengar teriakkan Kihae melihat ke arah jam, jam empat sore. Dia melihat ke arah pintu dan melihat Kibum yang sedang menggendong Kihae, dia sedikit berpikir, tadi Kibum bilang akan pulang malam, kenapa sekarang sudah pulang?

AppaEomma gangguin Kihae, dari tadi Kihae main game, eomma selalu gangguin, jadi Kihae tidak bisa main,” Kihae mengadukan kelakuan Donghae kepada Kibum, lihat saja sekarang, Donghae sedang memegang PSP putih Kihae dan duduk di depan laptop. “Appa… Kihaekan mau main,” rengeknya.

Donghae segera melepaskan PSP Kihae dari tangannya, berdiri dan segera mendekati Kibum, “Kamu sudah pulang,” ucapnya lembut.

Kibum menurunkan Kihae dari gendongannya dan Kihae langsung berlari, mengambil PSPnya dan kembali memainkannya, sekarang tidak akan ada lagi yang mengganggunya.

Kibum segera menarik tubuh Donghae, memeluknya dan memberikan kecupan di pucuk kepala Donghae, seperti biasanya.

“Tadi kamu bilang pulangnya malam, kenapa sekarang sudah pulang?” tanya Donghae setelah Kibum melepaskan pelukkannya.

“Jadi kamu ingin aku pulang malam?” tanya Kibum tanpa ekspresi.

Aniya… kenapa kamu marah? Mianhaeyo… aku benar-benar tidak sengaja tadi pagi,” ucap Donghae dengan wajah yang sedikit tertunduk.

“Aku bukan anak kecil, yang hanya gara-gara susunya tumpah langsung menangis,” ucap Kibum yang langsung membuat Donghae mengangkat kepalanya.

“Jadi kamu tidak marah?”

“Mana mungkin aku marah,” jawab Kibum dan sekarang mengeluarkan senyumannya.

“Eum…” Donghae bergumam dan langsung memeluk tubuh Kibum dengan sangat erat, “Kenapa mempermainkanku? Aku pikir tadi kamu benar-benar marah,” ucapnya manja dan semakin memeluk Kibum dengan sangat erat, “Oh ya… tadi kamu pergi ke mana?” tanyanya sambil merenggangkan pelukkannya dan mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Kibum.

“Aku menjemput seseorang,” jawab Kibum sambil membelai wajah Donghae.

“Siapa?” tanya Donghae penasaran.

Kibum hanya tersenyum dan kembali keluar, kemudian kembali ke dalam dengan seseorang yang mengikuti di belakangnya.

Halmeoni…” Kihae langsung berteriak dan berlari ke arah nyonya Lee yang baru saja masuk.

Nyonya Lee tersenyum melihat cucu kesayangannya itu dan langsung menggendongnya, “Aigoo… cucu halmeoni sudah besar eoh? Sudah mau punya adik,” ucap nyonya Lee dan mencium pipi Kihae lembut.

Eomma…” Donghaepun segera mendekati nyonya Lee dan memeluknya. “Donghwa hyung tidak ikut?” tanyanya sambil melihat ke arah pintu, siapa tahu ada yang masuk.

“Donghwa sedang sibuk, jadi eomma sendirian ke sini,” jawab nyonya Lee tersenyum dan memberi satu kecupan di kening Donghae, dia sudah sangat merindukan anaknya ini.

Kihae yang entah sejak kapan sudah turun dari gendongan nyonya Lee langsung berlari menemui Kibum, dan segera Kibum menggendongnya.

Nyonya Lee sedikit menunduk dan mengelus perut Donghae dan kemudian menciumnya, dia bangkit dan kemudian membelai rambut Donghae, “Jaga kesehatanmu, jangan terlalu kecapaian, kasihan calon anakmu,” ucap nyonya Lee menasehati Donghae yang dijawab Donghae dengan sebuah anggukkan dan senyuman.

.

.

Kibum sedang memeluk tubuh Donghae dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak istrinya itu, mereka baru saja menyelesaikan makan malam mereka dan Kihae sudah mengantuk, dia tidur ditemani oleh nyonya Lee dan tinggallah mereka berdua yang masih terjaga, lagipula ini juga belum terlalu malam.

Donghae menggenggam erat tangan Kibum yang sedang memeluknya sambil menatap lurus ke depan, ke cahaya lampu dari gedung-gedung yang ada di sekitar mereka. Cahaya lampunya terlihat seperti bintang yang sedang berkerlipan di langit, terlihat sangat indah. “Kenapa kamu tidak bilang kalau eomma mau ke sini? Aku bisa ikut kamu menjemputnya tadi,” ucap Donghae memecahkan keheningan.

“Aku hanya ingin memberikanmu kejutan, kamu suka?” jawab dan tanya Kibum yang mendapat anggukkan dari Donghae.

“Tapi kenapa eomma tiba-tiba ke sini, dan tahu soal kehamilanku, kan aku belum memberitahu eomma?

“Tadi malam aku menelepon eomma dan memberitahu tentang kehamilanmu, dan eomma terdengar sangat senang, aku tidak menyangka ternyata eomma ke sini. Tadi pagi dia menelepon dan memintaku untuk menjemputnya di bandara,” jawab Kibum dan Donghae hanya bisa mengangguk kecil.

Eomma dan appa Kim?”

“Aku juga sudah menghubungi mereka, mereka baru bisa ke sini minggu depan,” jawab Kibum dan semakin mempererat pelukkannya.

“Kenapa eomma dan appa Kim harus ke sini? Mereka pasti sangat sibuk di sana,” ucap Donghae mengingat mertuanya yang sedang ada di Amerika.

“Mereka kan juga ingin melihat menantunya ini, dan juga calon cucu mereka,” jawab Kibum sambil mengelus perut Donghae yang masih rata. “Oh ya…” Kibum membalik tubuh Donghae menghadapnya, dibelainya dengan lembut wajah Donghae dan memberikan kecupan sekilas di bibir Donghae, “Kenapa kamu tadi mengganggu Kihae eoh?” tanyanya mengingat apa yang tadi diadukan Kihae padanya.

“Aku tidak mengganggunya, aku hanya ingin ikut main,” jawab Donghae manja.

Kibum hanya tersenyum mendengar jawaban Donghae, kembali dipeluknya tubuh Donghae tapi sekarang memeluknya dari depan. Dibelainya punggung Donghae dan kemudian turun ke pinggangnya, “Huh… kenapa aku punya istri semanja ini eoh?” ucap Kibum mencoba menggoda Donghae.

“Kamu tidak suka?” terdengar suara Donghae dengan nada sedikit kesal, Kibum tersenyum karena dia berhasil menggodanya.

“Aku sangat suka, sang-at su-ka…” jawab Kibum dan semakin mempererat pelukkannya, “Selalulah seperti ini eoh? Selalulah bermanja denganku, agar aku tahu kalau kamu benar-benar mencintaiku,” lanjutnya.

Ne…” jawab Donghae singkat dengan rona wajah yang memerah dan membalas pelukkan Kibum dengan sangat erat. “Kibummie…”

“Hm?”

“Aku mengantuk, aku mau tidur,” ucap Donghae dan mendongakkan kepalanya untuk menatap Kibum.

“Sekarang kita tidur,” jawab Kibum sambil membelai wajah Donghae dan segera menarik tangannya, tapi Donghae menahannya membuatnya menghentikan langkahnya, “Wae?” tanyanya bingung.

“Gendong…”

“Aish…” sungut Kibum.

“Tadi kamu bilang aku harus selalu bermanja denganmu, sekarang aku minta gendong,” ucap Donghae memasang wajah kesalnya dengan mulut yang dibuat sangat maju.

Arraso…” jawab Kibum dan segera menggendong tubuh Donghae dengan bridal style, membuat Donghae tersenyum dan segera melingkarkan tangannya di leher Kibum dan menyandarkan kepalanya di pundak suaminya itu.

Donghae langsung menarik tubuh Kibum setelah Kibum membaringkannya di tempat tidur, dan langsung memeluknya saat Kibum sudah berbaring di sebelahnya. Dikecupnya sekilas pipi Kibum dan kemudian langsung menyandarkan kepalanya ke dada bidang Kibum dan tidak lupa tangan yang setia melingkar di pinggang suaminya itu. “Good night…” ucap Donghae membuat Kibum terkekeh.

Donghae menghadiahi sebuah cubitan penuh cinta di pinggang Kibum, “Jangan mentertawakanku Kibummie!”

Arra…” jawab Kibum singkat sambil mengusap pinggangnya sendiri yang tadi mendapatkan cubitan dari Donghae. “Sekarang tidurlah,” lanjutnya dan memeluk tubuh Donghae, memberikan kecupan di pucuk kepalanya dan kemudian ikut memejamkan mata, terlelap bersama dan berharap mimpi indah hadir dalam tidur lelap mereka.

E.N.D~?

Advertisements

26 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 11

      1. haha, betul banget onnie,
        btw, lanjut pa dah fin neh ??
        buat ff baru ajah onnie, tapi tetep tentang KIHAE
        hehe

  1. Wuaaahh,akhirnya entah untuk yg keberapa kali baca Our Little Angel,All Off Kihae jg dah abis dibaca,Can’t Waiting the Next Sql,Chingu Daebak..Cerdassss..Whaghting ya mbak Isfa…^-^

  2. APA INI? LAGI LAGI LAGI LAGI!!!!!!!!!
    POKONYA LAGI. *bawa banner, lempar” donghae.

    Hmm~ cubit donghae boleh ya?? manja banget? atau lempar boleh? banyak gaya ini bumil.. // Nyahahhaha..

  3. Aigoooo!!!!
    Donghae oppa!!!!
    Manis banget sihhh disamping Kibum oppa!!!
    Aku mau lagi,eon!!!!
    Sampe adenya Kihae lahir soalnya penasarannnn!!!!!
    Keep writting another Kihae’s fiction!!
    I love your fanfiction!!!!

    *nb: semoga suatu saat eon bisa bikinin wonkyu mpreg juga,amin!!* 😀

    1. sampe adeknya Kihae lahir? huwaaa… panjang banget tuh, tapi g’ apa2 sih, biar adek Kihae tambah banyak yang kenal, buwahahahaha…

      WonKyu? mpreg? bentar… eonni pingsan dulu, kkkkk~

      1. Yaaahhh….. Kak isfa…. 😦
        Aku padahal suka banget ff mpreg kakak…..
        Selalu unyu dan unyu….
        Sekali2 mpreg wonkyu,kak… *apa2an ini?! Pemaksaan!!* #plak *ditabok kak isfa*
        Tapi yaudah deh….
        Keep writting ya,kak!!! 😀

  4. DONGHAE OPPA SAYA MAKIN CINTA KEPADA MU.. LOPE LOPE <3<3

    ONNI ONNI ONNI ONNI….
    APA INI FIN. GATERIMA SAYA *LOH(?)
    POKONYA HARUS LANJUT AMPE DEDENYA KIHAE LAHIR. TERUS AMPE KIHAE SM DEDENYA SEKOLAH,NIKAH PUNYA ANAK DEH.

    mian caps jebol ketiban debu cintans KiHae XD

  5. gtw mau komen apa… yg jelas that’s very2 funny and sweeet.. aku mau kihaenya.. #culik kihae #dihajarKiHae

  6. Donghae bnr2 manja ya, tp knpa malah gangguin kihae main game trus????
    Apa jngn2 ngidam ya???ayo loh hati2 jngn trus main game nnti anaknya kaya kyuhyun lagi yg hobi bngt ngegame

    Hehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s