Posted in KiHae Couple

Memories – 1


Tittle : Memories

Pairing : KiHae

– isfa_id –

‘Tesh… tesh… tesh…’

Tetesan air hujan mulai turun mencoba membasahi setiap sudut kota Seoul, seorang namja yang sedang beridiri di depan sebuah gedung sekolah sedikit mendongakkan kepalanya membuat wajahnya terbasahi oleh air hujan yang masih rintik, ‘Aish… kenapa harus hujan?’ sungutnya, karena ini akan membuat dia harus membatalkan janji bersama teman-temannya untuk bermain.

Tadi dia sudah membuat janji dengan teman-temannya untuk bermain, ya sekedar sedikit jalan-jalan di taman sambil bermain skateboard sepulang sekolah. Tapi karena berhubung dia mendapatkan sedikit hukuman karena beberapa hari ini tidak mengikuti pelajaran, jadi dia akan pergi untuk menyusul teman-temannya di taman.

Tapi sepertinya cuaca sedang tidak bersahabat sekarang, lihat langit yang sangat gelap belum lagi air hujan yang sekarang mulai deras. “Hah…” dia menarik nafas panjang dan kemudian berlari. Dia memutuskan untuk langsung pulang setelah sebelumnya mengirimkan pesan ke salah satu temannya untuk meminta maaf karena tidak bisa menepati janji mereka.

Dia terus berlari menuju halte bis, dia berpikir sempat berlari meski harus sedikit basah daripada dia harus menunggu terus di depan sekolah. Tapi ternyata pemikirannya salah, karena hujan turun semakin deras dan ini bisa membuat dia bukan hanya sedikit basah, tapi sangat basah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti di sebuah toko kecil yang sedang tutup yang dilewatinya, sebelum dia benar-benar diguyur habis oleh air hujan.

“Aish…” dia kembali bersungut setelah berhasil berlindung di depan toko kecil tersebut. Disibakkannya rambutnya yang basah dan juga melepaskan jaket yang tadi dipakainya. Diperasnya sedikit ujung tangan jaketnya dan kemudian kembali memakainya.

“Ah, kenapa harus hujan?”

Namja tadi langsung menoleh saat didengarnya sebuah suara di dekatnya. Dia mengangkat kepalanya yang tadi sempat tertunduk dan menatap seseorang yang sekarang sudah berada di sampingnya. Dilihatnya seorang namja dengan rambut coklat gelap yang sedang merapikan dirinya sendiri dan menyibakkan rambutnya yang basah, sama sepertinya.

“Oh… aku tidak tahu ada orang di sini.”

‘Eh? Apa maksud namja ini?’ namja yang berpakaian sekolah tadi sedikit tidak suka mendengar ucapan namja yang baru saja sampai, mana mungkin dia tidak terlihat kan?

Namja berambut coklat itu segera mendekatinya dan menatapnya dari atas hingga bawah membuat namja berseragam sekolah itu bingung. “Donghae…” ucap namja berambut coklat itu sambil mengulurkan tangannya tapi kemudian menariknya lagi karena tidak disambut. “Kau masih sekolah?” tanyanya sambil memperhatikan seragam yang dikenakan namja tersebut hingga tiba-tiba matanya tertuju pada name tag yang ada di atas kantong baju seragam namja itu, “Kim Kibum…”

Kibum, namja berseragam sekolah itu langsung merapatkan jaketnya untuk menutupi name tagnya meskipun sudah terlambat karena Donghae, namja berambut coklat itu sudah mengetahui namanya. Kibum mengalihkan pandangannya dari Donghae yang terus tersenyum padanya, hingga dia menyadari hujan sudah mereda. Dia segera berlari dari tempat itu tanpa menoleh sedikitpun pada Donghae.

.

.

Kibum membuka pintu rumahnya dengan malas, sepi, memang selalu seperti itu, karena dia memang tinggal sendiri. Dia lebih memilih untuk hidup sendiri di sini daripada mengikuti keluarganya yang pindah ke Amerika, karena ayahnya ditugaskan ke sana. Dia tidak mau meninggalkan teman-temannya, itulah alasan yang dia berikan waktu itu, karena jujur, dia bukan orang yang mudah beradaptasi, jadi dia sudah sangat nyaman dengan sahabat-sahabatnya sekarang.

Baru saja dia melepaskan sepatunya, pintu rumahnya sudah ada yang mengetuk. Didiamkannya terlebih dahulu, dia tidak perduli siapa yang berada di luar sana, paling sahabat-sahabatnya yang datang. Dia terus berjalan menuju kamarnya, melepas seragamnya yang basah dan menggantinya dengan pakaian yang sedikit longgar setelah sebelumnya dia membasuh mukanya di kamar mandi.

Dia berjalan keluar dari kamarnya, dan kembali dia mendengar suara ketukan pintu. Perlahan dilangkahkannya kakinya menuju pintu dan membukanya. Kibum sedikit memelototkan matanya saat melihat seorang namja yang berdiri di depannya. Dia…

“Hallo, apa aku boleh masuk?”

“Maaf, aku tidak mengenalmu, lebih baik kamu pergi,” jawab Kibum ketus.

“Belum kenal? Tadi kan aku sudah memperkenalkan diri, kamu lupa? Baiklah… Donghae…” ucap namja itu sambil mengulurkan tangannya sama seperti saat mereka berada di depan toko kecil tadi, dan sama seperti tadi juga, Kibum tidak menjabat uluran tangannya. Donghae tersenyum sambil menarik tangannya, “Ayolah Kibum, biarkan aku masuk, di sini sangat dingin.”

Kibum memperhatikan Donghae dari ujung rambut hingga ujung sepatu putih yang dia pakai, dia basah, jadi wajar kalau dia merasa kedinginan. “Bukan urusanku,” ucap Kibum kemudian dan langsung menutup pintu.

.

.

Kibum terbangun dari tidur sorenya, dilihatnya jam dinding di depannya, jam delapan malam. Dipegangnya perutnya saat perutnya mengeluarkan bunyi yang pertanda dia sedang lapar. Kibum melangkah menuju dapur dan membuka kulkas, tapi ternyata tidak ada apa-apa di sana, “Aku ingin makan ramyeon,” ujarnya dan kemudian menutup lagi kulkasnya.

Dia berjalan menuju kamarnya, mengambil dompet dan jaketnya. Segera dia keluar dari rumah untuk menuju mini market yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya, berjalan lima belas menit sudah cukup. Tapi langkahnya terhenti di depan pintu saat melihat Donghae, namja berambut coklat itu sedang duduk di kursi taman kecil rumahnya sedang bernyanyi sambil memeluk kedua kakinya yang tertekuk untuk menahan dingin.

Kibum memiringkan kepalanya memperhatikan Donghae dengan aneh, tapi kemudian kembali berjalan untuk menuju mini market sesuai dengan rencana awalnya. “Kau mau ke mana?” Kibum langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia saat Donghae tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya dengan sebuah cengiran, ‘Manis,’ batin Kibum, ‘Tapi aneh,’ batinnya lagi.

Kembali Kibum melangkahkan kakinya tanpa menjawab pertanyaan Donghae tadi, “Ikut,” kembali Kibum menoleh waktu Donghae mengucapkan kata itu. Sama seperti tadi, Kibum hanya diam dan melangkahkan kakinya menuju mini market terdekat.

“Ah, aku perlu mengganti baju, bajuku basah, sangat dingin,” Donghae mengoceh sepanjang perjalanan tanpa Kibum hiraukan sedikitpun. “Oh ya… kita mau ke mana?” kembali Kibum diam setiap kali Donghae bicara. “Hei… tunggu!” teriak Donghae saat Kibum meninggalkannya dengan langkah yang sangat cepat.

.

.

“Ini satu.”

Kibum menoleh menatap Donghae kesal saat tiba-tiba Donghae menyodorkan satu kopi kaleng kepada kasir, dia baru saja selesai membeli apa yang dia butuhkan dan tiba-tiba Donghae menambahinya dengan minuman kaleng itu. “Ini beda,” ucap Kibum pada kasir yang terlihat bingung, “Dia bayar sendiri,” lanjut Kibum.

“Jagi-ya…”

Kasir yang sedang melayani Kibum terkejut saat mendengar Donghae memanggil Kibum semesra itu, belum lagi beberapa pembeli yang langsung menoleh ke arah mereka berdua. “Aish… apa yang kamu lakukan?” sungut Kibum sambil menatap Donghae dengan marah.

“Aku tahu kamu marah denganku, tapi inikan hanya minuman kaleng, belikan satu untukku.”

Kibum langsung memberikan uang pada kasir tanpa tahu terlebih dahulu berapa jumlah belanjaannya, yang jelas uang yang dia berikan lebih dari jumlah belanjaannya. Dia langsung keluar dari mini market tersebut dengan kepala yang tertunduk menahan malu karena ditatap oleh semua orang. Mereka pasti berpikiran aneh setelah mendengar ucapan Donghae tadi.

“Jagi-ya? Dia pikir dia siapa? Dia mau membuat semua orang berpikir kalau aku tidak normal karena mempunyai pacar seorang namja?” gerutu Kibum sepanjang perjalanan.

“Kamu tidak mau?”

“Menjauh dariku!” teriak Kibum saat Donghae menawarinya minuman yang baru saja dibelinya tadi.

.

.

“Mau apa?” tanya Kibum ketus waktu Donghae merapatkan tubuh mereka berdua saat Kibum mau membuka pintu rumahnya.

“Masuk,” jawab Donghae santai sambil tersenyum.

“Pergi!” ucap Kibum sambil mendorong tubuh Donghae menjauhinya.

“Kibum… Kibummie…” Donghae menyebutkan nama Kibum dengan memasang wajah memelasnya.

Kibum tidak perduli, dia langsung masuk dan mengunci pintunya.

“Kibum… Kibum… Kibum…” Donghae berteriak di depan rumah Kibum membuat Kibum terpaksa membuka pintu rumahnya, “Diam!” bentaknya dan kembali menutup pintu.

“Kibummiiieeeee…”

Kibum mematikan lampu luar rumahnya.

“KIBUUUMMMMM…”

“BERISIK!!!”

Kibum langsung membuka pintu dan menarik Donghae masuk saat tetangganya berteriak, dia tidak mau mendapatkan ocehan dari tetangga-tetangganya karena membuat keributan walaupun bukan dia pelakunya. Donghae tersenyum dan langsung melangkahkan kakinya menuju sofa dan langsung menjatuhkan dirinya di sana, “Nyamannya,” desahnya sambil memejamkan mata tanpa menghiraukan raut wajah Kibum yang kesal.

Sudahlah, Kibum tidak terlalu mau memikirkan itu, perutnya sudah sangat lapar sekarang. Dia bergegas menuju dapur dan memasak ramyeon yang dia beli tadi. Setelah selesai dia langsung membawa mangkuk ramyeonnya ke meja makan dan bergegas ingin memakannya agar perutnya segera diam.

“Yang aku mana?” tanya Donghae yang ternyata sudah duduk di sebelah Kibum, “Aku lapar,” lanjutnya sambil menarik mangkuk ramyeon Kibum dan langsung menyuapkan ramyeon itu ke dalam mulutnya. Dan Kibum? Kibum hanya bisa melongo melihat tingkah laku Donghae yang dianggapnya sangat tidak sopan. Mereka bahkan belum berkenalan secara resmi, tapi Donghae sudah berlaku seperti mereka sudah benar-benar akrab.

“Keluar!” Kibum berucap sambil menarik Donghae untuk keluar dari rumahnya.

“KIBUUUMMMMM…”

‘Klentang…’

Kibum terdiam saat tetangganya sepertinya melemparkan sebuah panci, diketahui dari suaranya tadi.

.

.

Kibum menggaruk kepalanya sendiri, dia sangat mengantuk sekarang, tapi coba kalian lihat, siapa yang sudah tidur dengan indahnya di tempat tidur Kibum? ya… dia Donghae.

Kibum mengacak-acak rambutnya sendiri, kesal.

‘Tuing… plak…’

“Aish…” Kibum bersungut, saat sebuah bantal mendarat di mukanya. “Apa yang kamu lakukan?” kesalnya sambil menatap Donghae yang sedang tersenyum meski dengan mata terpejam.

Donghae membalik posisi tidurnya membelakangi Kibum yang masih berdiri terpaku melihatnya. Ditutupnya mulutnya dengan sebelah tangannya untuk menahan tawanya sendiri.

‘Tuing… plak…’

Kali ini Kibum yang melemparkan bantal ke kepala Donghae karena kesal dan kemudian langsung keluar dari kamarnya sendiri.

Kibum berjalan menuju ruang tengah dan langsung menjatuhkan dirinya di sofa. Ditutupnya matanya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menyangga kepalanya sendiri. Ditolehkannya pandangannya sesaat ke arah kamarnya tapi kemudian kembali memejamkan matanya dan menutup matanya itu dengan tangannya.

Sebentar… Kibum langsung bangkit dan duduk sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, ‘Ini rumahku, kenapa harus aku yang mengalah?’ batinnya dan langsung kembali berjalan menuju kamarnya. “Bangun!” ucapnya sambil menarik tangan Donghae, tapi Donghae sama sekali tidak bergerak.

“Bangun!” Kibum terus berusaha menarik tubuh Donghae yang sama sekali tidak bergerak. “BANGUN!”

‘Prang… klentang… brang…’

“BERISIK!!!” teriak Kibum saat tetangganya kembali melemparkan benda-benda yang menurutnya sangat mengganggu pendengarannya.

Donghae yang mendengar Kibum berteriak langsung bangun dari tidur pura-puranya dan menatap Kibum dengan tatapan sedikit takut.

“Pergi!” bentak Kibum sambil melotot pada Donghae.

“Tapi ini sudah malam… biarkan aku tinggal di sini malam ini…” pinta Donghae dan memasang wajah memelasnya, “Eoh?” lanjutnya karena Kibum hanya diam.

“AHHH…” Kibum hanya bisa berteriak frustasi.

– isfa_id –

Padahal tadi niatnya mau ngelanjutin ‘Our Little Angel [Little Kihae]’ sama ‘I’m a Ghost’ tapi kenapa aku malah bikin FF ini? Nambahin utang aja… #plak *tabok diri sendiri*

Advertisements

16 thoughts on “Memories – 1

  1. Apaan ini? kibum cuekin donghae? GAK BISA ITU! GAK ADA DALAM KAMUS PER-KIHAE-AN!!!!!!!! lol.

    ih LEE DONGHAE! males bgt si lo gak punya malu nguntit orang. dasar ikan bau!! *geret donghae, lempar kibum, masukin kamar(?)

    MANA UPDATE NYA?? CEPATTTTTTTTTT~

  2. Huaaa author ini harus lanjut asap!! Kkk~
    Ceritanyaaa kereeeennn! Gak berbelit gampang di mengerti.. Hae kok lucu yaa kayaknya disini ;~~;

    Next chap asap!! /ganyante/ hehehe 😀

    1. keren? gampang dimengerti? horeee *lompat2 gaje bareng KiHae* hore hore hore XDDD

      update asap? huwaaa g’ bisa janji, otakku g’ bisa diajak kompromi biasanya…

  3. Hae ga tau diri hahaha…
    Aku klo jdi kibum pasti juga gitu..

    Aish ceritanya menarik, oke eon aku mau cau ke chap2 hhaha

  4. si donge nyebelin abis ya?-,- kalo aku jadi kibum pasti sama jengkelnya . Ehh tapi ini kelanjutan nya pasti lebih seru . Roman-roman nya ada yang benci jadi cinta ? Haha#ngasal next ke part selanjutnya deh ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s