Posted in KiHae Couple

Memories – 2


Tittle : Memories

Pairing : KiHae

– isfa_id –

“Lee Hyukjae, kau di mana? Aku sudah satu jam menunggumu di sini!” Kibum berucap dengan sedikit berteriak pada seseorang yang ada di seberang teleponnya. Dia kesal karena sudah satu jam menunggu sahabatnya itu di taman, tapi dia tidak datang juga. Kibum terus mengoceh sambil memain-mainkan skateboard yang dia injak dengan sebelah kakinya sekarang. “Ku bunuh kau!” teriak Kibum saat dia mendapati sahabatnya yang bernama Lee Hyukjae itu berkata ‘Aku sibuk Kibum’ padanya.

Kibum langsung menutup teleponnya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Eunhyuk, ya… Kibum selalu memanggil nama kecilnya kalau dia sedang tidak marah, tapi bila marah dia akan memanggil nama Eunhyuk lengkap dengan marganya. Lansung diangkatnya skateboardnya dengan sedikit kasar dan langsung beranjak pergi dari taman, ‘Kalau tahu seperti ini aku tidak akan ke sini tadi,’ kesal Kibum dalam hati.

“Sudah mau pulang?”

Kibum menghentikan langkahnya saat didengarnya seseorang berbicara padanya. Dia sedikit tidak yakin apa orang itu benar-benar sedang berbicara padanya atau tidak. Kibum membalikkan badannya dan melihat seorang namja dengan rambut coklat gelapnya berdiri di hadapannya sekarang, yang sebelumnya ada di belakangnya. Ditatapnya namja itu dari ujung rambut sampai ujung kakinya. “Bicara denganku?” tanya Kibum untuk meyakinkan.

Namja dengan rambut coklat itu tersenyum dan berjalan lebih mendekat pada Kibum, “Donghae…” ucapnya memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya pada Kibum.

“Oh… Kibum…” jawab Kibum sambil tersenyum dan membalas uluran tangan Donghae.

“Kenapa sudah mau pulang? Semakin sore di sini akan semakin ramai,” ucap Donghae setelah jabatan tangan mereka terlepas.

“Aku sudah di sini selama satu jam dan aku bosan,” jawab Kibum.

Mereka berdua tersenyum dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan percakapan mereka di sebuah bangku sambil memperhatikan beberapa orang yang ada di sana. “Kau bisa main skateboard?” tanya Donghae menghilangkan keheningan yang sempat menyelimuti mereka.

“Oh…” ucap Kibum untuk mengawali keterkejutannya karena tadi dia sedikit melamun, “Tidak, aku belum terlalu bisa,” lanjutnya.

“Bisakah kau mengajariku?” tanya Donghae sambil meraih skateboard Kibum dan kemudian meletakkannya di tanah sambil memainkannya dengan kakinya, didorong dan ditarik kembali.

“Mengajarimu?” tanya Kibum yang mendapatkan anggukan dari Donghae, “Aku tidak bisa, aku juga masih belajar sekarang,” jawab Kibum membuat wajah Donghae sedikit murung, “Bagaimana kalau kau belajar dengan temanku? Dia sangat pintar, tapi sayang tadi dia bilang dia sibuk. Tapi aku akan coba membujuknya agar dia bisa ke sini, tapi mungkin besok,” lanjut Kibum sedikit panjang. “Kami ke sini hampir setiap hari,” lanjutnya lagi karena Donghae hanya diam.

‘Ya… kau memang selalu ke sini setiap hari Kibummie.’

“Hei…” Kibum melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Donghae, karena dia melihat Donghae melamun.

“Oh…” ucap Donghae saat sadar, “Tadi kau bilang apa?”

Kibum mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Donghae, “Jadi kau tidak dengar? Aku akan meminta temanku untuk mengajarimu,” ucap Kibum membuat Donghae tersenyum dan menjawab ucapannya dengan kata ‘Ya.’

‘Tesh…’

Donghae mendongakkan kepalanya saat setetes air mengenai tangannya, “Hujan,” ucapnya pelan. “Oh…” dia terkejut saat tiba-tiba Kibum menarik tangannya dan mereka berduapun berlari mencari tempat berteduh. Donghae tersenyum sambil memperhatikan tangannya yang berada dalam genggaman Kibum dan terus mengikuti lari Kibum yang menurutnya cukup cepat. ‘Kau tau, aku sangat merindukan ini Bummie.’

‘Brak…’

“Auw…” Donghae berteriak saat dia tiba-tiba menubruk tubuh Kibum yang berhenti mendadak. Dia mendongakkan kepalanya dan menyadari sekarang mereka sedang berada di bawah pohon yang cukup rindang, ya… lumayan untuk berteduh dari hujan.

“Gwaenchanha?” tanya Kibum saat melihat Donghae menggosok keningnya sendiri.

“Ah, ne…” jawab Donghae sedikit terbata sambil merapikan rambutnya.

Kibum tersenyum sambil memperhatikan wajah Donghae yang terlihat kelelahan setelah berlari cukup jauh. Segera dilepaskannya jaket yang sedang dia pakai sekarang saat dilihatnya tubuh Donghae sedikit menggigil, “Pakai saja,” ucapnya dan memberikan jaket itu pada Donghae.

“Kamu?”

“Aku tidak apa-apa,” jawab Kibum sambil tersenyum.

Donghae membalas senyuman Kibum dengan sangat hangat dan mengambil jaket yang diberikan Kibum dan segera memakainya, ‘Huft… tubuhmu jauh lebih hangat,’ batinnya sambil memperhatikan Kibum yang sedang menatap lurus ke depan, entah apa yang diperhatikannya.

Lima belas menit berlalu dengan tidak ada sebuah kata yang terlontar dari Kibum maupun Donghae. Kibum sibuk menatap apa yang ada di depannya yang sama sekali Donghae tidak tahu. Dan Donghae? Dia sibuk memperhatikan wajah Kibum dari samping.

“Sudah reda,” ucap Kibum yang membuat Donghae terperanjat dan langsung mengalihkan pandangannya dari wajah Kibum.

“Oh, ne…” ucap Donghae tergagap. “A-aku pulang,” lanjutnya dan langsung berjalan meninggalkan Kibum kalau saja Kibum tidak menarik tangannya.

“Rumahmu di mana?” tanya Kibum.

“Tidak jauh dari sini,” jawab Donghae menunduk, memperhatikan tangannya yang sekarang kembali berada dalam genggaman Kibum, ‘Apa kamu tidak mau memelukku Bummie? Aku merindukannya.’

“Boleh aku mengantarmu?” tanya Kibum yang membuat Donghae mengangkat kepalanya dan memandang Kibum bingung, ada rasa bahagia yang bersarang di hati Donghae mendengarnya. “Tidak baik namja semanismu pulang sendirian,” lanjut Kibum yang membuat pipi Donghae langsung merona merah. Oke… Kibumnya tidak berubah, selalu bisa membuatnya tersipu.

.

.

“Oh ya, berapa umurmu? Sepertinya kamu jauh lebih tua dariku,” ucap Kibum saat mereka berdua berjalan menuju rumah Donghae.

“Dua puluh lima,” jawab Donghae singkat sambil merapatkan jaket Kibum di tubuhnya. Udara memang terasa dingin setelah hujan.

“Aku tujuh belas,” ucap Kibum memberitahukan umurnya, dan Donghae hanya bisa menjawabnya dengan sebuah senyuman getir.

“Sudah sampai,” Donghae menghentikan langkahnya saat sampai di depan rumahnya.

“Di sini?” tanya Kibum yang membuat Donghae mengangguk. Kibum mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, “Kau kenal dengan Eunhyuk? Rumahnya juga ada di sekitar sini,” tanya Kibum lagi.

“Eunhyuk?”

“Namanya Lee Hyukjae, tapi aku memanggilnya Eunhyuk,” Kibum menjawab kebingungan Donghae.

“Tidak,” jawab Donghae yang dijawab Kibum dengan ‘Oh.’

“Masuklah,” ucap Kibum dan Donghae menggeleng.

“Kamu pulang saja dulu,” jelas Donghae.

“Aku pulang, besok jangan lupa kita bertemu di taman kalau kau ingin belajar skateboard,” ucap Kibum dan Donghae tersenyum menjawabnya, hingga akhirnya Kibum membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Donghae.

Donghae terus berdiri di sana hingga Kibum menghilang dari pandangannya.

.

.

“Hah…” Donghae menarik nafas sambil menghempaskan tubuhnya ke sebuah sofa coklat senada dengan rambutnya.

“Bagaimana?” seseorang bertanya padanya dan berjalan mendekatinya, “Aish, aku juga mau duduk,” lanjut namja yang baru saja mendekatinya tadi membuat Donghae langsung duduk dan membiarkan namja itu duduk di sebelahnya.

“Seperti biasa,” jawab Donghae singkat.

“Emmm, sepertinya tidak seperti biasa,” ucap namja itu sambil memperhatikan jaket yang Donghae kenakan.

“Ini hanya kebetulan Eunhyuk,” sungut Donghae sambil melepaskan tangan namja yang ternyata bernama Eunhyuk itu dari jaket Kibum yang sedang dia kenakan. “Mengapa dia harus melupakanku?” ucap Donghae sedikit sedih dan kembali membaringkan tubuhnya sambil menendang Eunhyuk membuat Eunhyuk langsung berdiri. “Tapi kenapa dia mengingatmu?” tanya Donghae kesal dan menatap Eunhyuk seolah-olah dia ingin membunuh Eunhyuk sekarang juga.

Eunhyuk segera berdiri di depan wajah Donghae dan berpose dengan satu tangan di pinggang dan satu tangan lagi di kepala, “Huweee…” ucap Donghae yang membuat Eunhyuk terkekeh.

“Lihat! Aku tampan, tubuhku keren, jadi mana mungkin Kibum melupakanku,” ucap Eunhyuk yang membuat Donghae langsung bangkit dan kembali menatap Eunhyuk dengan tatapan membunuhnya.

“Aku manis, dan aku… namjachingunya…” ucap Donghae yang mengatakan kata ‘namjachingu’ dengan nada yang sangat lemah.

“Mungkin dia memang mau melupakanmu, dia sudah bosan denganmu,” jawab Eunhyuk seenaknya yang membuat sebuah pot kecil yang ada di atas meja melayang ke kepalanya. “Kenapa melempariku?”

“Kau menyebalkan Lee Hyukjae,” sungut Donghae dan langsung keluar dari rumah Eunhyuk.

Tadi saat Kibum sudah menghilang dari pandangannya, Donghae tidak langsung masuk ke rumahnya melainkan menuju ke rumah Eunhyuk yang letaknya tidak terlalu jauh.

“Lee Donghae…” teriak Eunhyuk yang membuat Donghae berbalik menatapnya.

“Apa?” tanya Donghae yang sudah berada di depan pintu.

“Dia sangat mencintaimu, kau tahu kan?”

“Ne… aku tahu,” jawab Donghae, “Aku pulang dulu,” lanjutnya dan menutup pintu rumah Eunhyuk.

– isfa_id –

“Ahhh…” Kibum berteriak sambil melemparkan skateboardnya setelah dia menelepon seseorang, “Sibuk? Mengerjakan PR? Sejak kapan dia serajin itu?” kesalnya pada Eunhyuk yang baru saja selesai dia telepon tadi dan Eunhyuk mengatakan dia tidak bisa datang karena terlalu banyak PR. “Dua jam aku menunggunya di sini, kenapa dia tidak memberitahuku dari tadi kalau dia tidak bisa datang?”

“Ini…”

Kibum terdiam saat seseorang mendekatinya dan memberikan skateboard yang baru saja dia banting tadi. Kibum tidak mengucapkan apa-apa dan langsung menarik skateboard itu dari tangan namja berambut coklat yang sudah kita tahu dia bernama Donghae.

Mereka berdua terdiam beberapa lama, tanpa mengucapkan sepatah katapun. “Donghae…” Donghae berinisiatif memulai pembicaraan dengan cara memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya pada Kibum, ‘Aku bosan melakukan ini Bummie,’ batin Donghae, ‘Setiap hari aku memperkenalkan diriku padamu, tapi kau selalu melupakannya.’

‘Brak…’

Kibum melemparkan kembali skateboardnya dan langsung meninggalkan Donghae tanpa mengucapkan apapun.

Donghae melihat Kibum yang berlari meninggalkannya, dia hanya bisa diam dan kemudian mengambil skateboard Kibum dan membawanya pulang. Bukan ke rumahnya, tapi ke rumah Kibum.

Donghae terus berjalan menuju rumah Kibum dan sepertinya Kibum tidak pulang, dan Donghae yakin kalau Kibum ke rumah Eunhyuk sekarang. Donghae berdiri sedikit lama di depan pintu rumah Kibum dan kemudian merogoh kantongnya untuk mengambil sebuah kunci. Dia segera membuka pintunya dan kemudian masuk. Jangan tanya kenapa dia memiliki kunci rumah Kibum, karena Kibum sendiri yang memberikannya. Dan inilah alasan Donghae bisa pulang dengan mudah saat dia sempat menginap di rumah Kibum sebelum Kibum terbangun.

Donghae masuk dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, ruang tamu, dapur, kamar mandi, semua dia masuki hingga akhirnya berujung di kamar Kibum, dan juga bisa dibilang kamarnya.

.

.

“Lee Hyukjae!” Kibum berteriak setelah masuk ke rumah Eunhyuk.

“Kibummie, kau sudah pulang sekolah?”

“Ne Imo,” jawab Kibum saat seorang yeoja paruh baya menyapanya, dan dia adalah ibu dari Eunhyuk. Kibum dan Eunhyuk adalah sepupu, tapi Kibum lebih suka menyebut Eunhyuk sebagai temannya, karena dia bilang dia malu mempunyai sepupu seperti Eunhyuk yang selalu membuat Eunhyuk marah. Itu dia katakan karena Eunhyuk selalu membuat masalah di sekolah, dan dia merasa malu saat seseorang bilang ‘Mereka sepupu tapi sangat beda ya’ karena Kibum tidak pernah membuat masalah apapun di sekolah.

“Imo, Eunhyuk mana?” tanya Kibum setelah dia masuk ke kamar Eunhyuk dan tidak menemukannya di sana.

“Eunhyuk belum pulang ker… sekolah,” jawab nyonya Lee setelah dia hampir salah mengucapkan sebuah kata.

“Belum pulang?” tanya Kibum dan nyonya Lee mengangguk.

“Kenapa?”

“Dia bilang dia akan mengajariku bermain skateboard hari ini, tapi dia tidak datang, padahal aku sudah menunggunya dua jam di sana,” jelas Kibum, “Aku pulang saja Imo,” lanjutnya dan berniat keluar dari rumah Eunhyuk bila saja nyonya Lee tidak menahannya.

“Makan dulu,” ucap nyonya Lee yang dituruti oleh Kibum, karena dia memang tidak pernah bisa menolak permintaan adik dari ayahnya itu.

Nyonya Lee langsung berjalan menuju meja makan yang diikuti oleh Kibum, “Duduklah, biar Imo siapkan dulu,” ucap nyonya Lee dan Kibum hanya mengangguk dan segera menuruti perintah nyonya Lee, “Kalau dia tidak datang, seharusnya kau langsung pulang, tidak usah menunggunya selama itu,” ujar nyonya Lee sambil menyiapkan makanan untuk Kibum.

“Ne Imo, tapi aku benar-benar ingin belajar skateboard,” jawab Kibum sambil memainkan sendok yang baru saja nyonya Lee letakkan di atas meja.

“Kau tahu kan, Eunhyuk suka sekali membatalkan janji seenaknya, jadi kau jangan terlalu percaya padanya, makanlah,” jelas nyonya Lee dan segera meminta Kibum makan setelah dia memberikan makanan yang sudah dia siapkan pada Kibum.

Kibum tersenyum dan segera memakan makanannya, “Enak,” ucapnya membuat nyonya Lee tersenyum.

“Kau baik-baik saja kan?” tanya nyonya Lee sambil mengusap rambut hitam Kibum.

“Ne Imo, aku tidak apa-apa,” jawab Kibum dan terus menyuapkan makanannya ke dalam mulut.

“Imo pikir lebih baik kamu tinggal di sini, daripada harus tinggal sendirian di sana.”

“Tinggal di sini? Bersama Eunhyuk? Aku tidak mau!” jawab Kibum membuat nyonya Lee tertawa, dia tahu Kibum dan Eunhyuk tidak pernah bisa akur walaupun mereka berdua sangat akrab.

“Tapi Imo mengkhawatirkanmu,” ucap nyonya Lee dan terus mengusap kepala Kibum.

“Aku tidak apa-apa Imo, Imo tenang saja, lagipula kalau ada yang aku perlukan aku pasti akan langsung memberitahu Imo.”

“Baguslah kalau begitu, Imo jadi tenang.”

– isfa_id –

Kibum berjalan lesu memasuki rumahnya, dilepaskannya sepatunya dan berjalan lebih masuk lagi, tapi langkahnya terhenti saat melihat papan skateboardnya ada di dekat sofa ruang tengah rumahnya, ‘Bukannya tadi aku meninggalkannya di taman?’ batinnya sambil menggaruk-garuk kepalanya sendiri.

Kibum terus berjalan menuju ke arah kamarnya dan membuka pintunya. Diletakkannya tasnya di atas tempat tidurnya dan melangkah menuju lemari untuk mengganti pakaian. Dia terus melakukan kegiatannya tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikannya yang sedang bersembunyi di bawah tempat tidurnya, ya… Donghae.

‘Bummie… kau tahu betapa aku sangat merindukanmu?’ Donghae menutup mulutnya agar isakkannya tidak terdengar. ‘Aku benar-benar merindukanmu.’

Donghae melihat kaki Kibum yang melangkah mendekatinya, lebih tepatnya mendekati tempat tidur. Dia tahu sekarang Kibum sudah berbaring di atas tempat tidur, dia terus bersembunyi di sana, sambil terus menahan isakannya.

.

.

Setengah jam, waktu yang sudah Donghae habiskan dalam persembunyiannya. Perlahan dia keluar dari bawah tempat tidur Kibum, dia berdiri dan menatap Kibum yang sedang tertidur lelap di depannya. Dipandanginya wajah tampan Kibum yang menurutnya sangat polos bila sedang tertidur seperti ini.

“Hei… aku Donghae,” ucap Donghae dengan air mata yang tiba-tiba mengalir di pipinya, “Kau ingat kan? itu kata yang pertama keluar dari mulutku saat kita berkenalan,” lanjutnya dan mengusap air matanya. “Tapi mengapa kau melupakannya?”

“Aku mohon ingat aku, paling tidak ingat namaku, apakah itu terlalu berat untukmu Bummie?” Donghae terus berucap sambil menangis di hadapan Kibum yang jelas tidak akan mungkin mendengarnya karena Kibum sedang benar-benar terlelap dalam tidurnya. “Aku Donghae, Lee Donghae, namjachingumu, mengapa kau harus melupakanku? Delapan tahun, ini sudah terlalu lama Bummie, dan kenapa hanya aku yang kau lupakan? Kenapa hanya aku?”

T.B.C

Sudah bisa tebak kan apa yang terjadi dengan Kibum? Dan kenapa Donghae SKSD banget sama Kibum?

Advertisements

14 thoughts on “Memories – 2

  1. kenapa donghae sksd ke kibum udah terjawab 🙂 tapii ‘apa yg terjadi dgn kibum’ sama sekali beloom eonnie :((
    kibum amnesia kaya nya gamungkin *sotau* masa tiap hari kenalan sama donghae , tiap hari lupa juga 😮 ato kibum punya penyakit ??? *kepo bgt dah ~_~*
    kaya nya next chp bisa jelasin semua nya deh *reader bawel*

  2. Wae wae wae? O.O kibum amnesia ya? ingatan nya terputus cuma smpe sblum dia ktmu hae ya? Jd ingatan stelah itu (trmsuk kenal hae) ilang? Huwe! Cupcuphae

    1. di next chap bakalan diceritain ko’…

      kalo bukan next chap berarti next chapnya lagi, kalo g’ ya next chapnya lagi…

      buwahahahahaha *ditendang*

  3. Omonaaa! Kok kibum bisa lupa sama hae doang? Uuh kasian hae..
    #peluk hae

    Aku mau lngsung lari ke chap 3 ah..
    Jaaaa.. Eoni hehe

  4. haha tebakan ku salah di part pertama si donghae sok akrab, di kira belum kenal sama kibum, ehh ternyata dia namjachingu nya? OMO!~ kibum hilang ingatan kah? Tapi kenapa cuman donghae yang gak dia ingat?-,- go ke part selanjutnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s