Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 12


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 12 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Donghae mengerjapkan matanya saat dirasakannya sebuah sentuhan lembut di pipinya. Dibukanya matanya perlahan dan kemudian tersenyum setelah tahu siapa pelakunya, Kibum. “Emmm, aku masih mengantuk,” ucapnya pelan dan kemudian kembali memejamkan matanya sembari menggenggam tangan Kibum yang sekarang diletakkan di atas dadanya.

Kibum tersenyum dan mendekatkan wajah mereka berdua, dan sebuah kecupan lembut mendarat di pipi Donghae. “Tidak mau membantu eomma?” ucapnya sedikit berbisik di telinga Donghae, dan Donghae hanya menjawab dengan gelengan kecil. Kembali Kibum memberikan sebuah kecupan di pipi Donghae, “Kalau begitu aku pergi dulu, aku mau mengantar Kihae sekolah,” ucapnya dan langsung beranjak dari kamar mereka.

Tapi belum sempat kaki Kibum keluar dari kamar mereka, Donghae sudah berteriak, “AKU IKUT!” dan langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka. Tapi… ‘Brak’ “AUW…”

Kibum yang mendengar teriakkan Donghae langsung berlari menuju kamar mandi, wajahnya sontak terlihat sangat khawatir saat melihat Donghae yang sedang terkapar di sana, “Jagi-ya, gwaenchanha?

“Sakit…”

“Yang mana? Kaki? Tangan?”

“Perutku…” jawab Donghae sambil memegangi perutnya sendiri, “Sakit Kibummie… hiks… hiks… sakit…”

Kibum bergegas menggendong tubuh Donghae yang seketika menjadi lemah dan segera berlari keluar dari kamar mandi. Langkahnya terhenti sejenak saat dilihatnya ibu mertuanya sedang berdiri di depan kamar mandi sambil menggendong Kihae, “Waeyo? Donghae kenapa?” tanya ibu mertuanya itu terdengar sangat khawatir.

Gwaenchanha Eomma, aku akan membawanya ke rumah sakit,” jawab Kibum mencoba menenangkan nyonya Lee dan kemudian menatap Kihae yang terlihat sedih karena melihat Donghae yang sepertinya kesakitan, “Eomma tidak apa-apa, Kihae sekolahnya diantar halmeoni eoh?” ucapnya sambil melihat nyonya Lee yang mengangguk mengiyakan ucapannya tadi.

Kibum segera berlari keluar dari apartement mereka setelah mencoba menenangkan dua orang yang terlihat sangat khawatir itu, terlebih Kihae, Kihae selalu sedih setiap kali Donghae sakit. Kibum segera masuk ke mobil setelah sebelumnya menurunkan tubuh Donghae di bangku penumpang di sebelahnya. Dia segera melaju menuju rumah sakit walaupun dengan sedikit rasa takut, takut terjadi apa-apa dengan Donghae, dengan calon anak mereka, calon adik kecil Kihae.

Kibum terus melajukan mobilnya sambil sesekali memperhatikan Donghae yang menggeliatkan tubuhnya menahan sakitnya. Ingatan Kibum sedikit kembali ke saat Donghae masih mengandung Kihae dulu. Donghae juga sempat merasakan sakit diperutnya yang diakibatkan oleh jadwal yang terlalu padat, dan Donghae saat itu sangat takut kalau mereka akan kehilangan Kihae. Tapi sangat beruntung tidak terjadi apa-apa dengan kandungan Donghae waktu itu.

Tapi sekarang Kibum benar-benar khawatir, karena kali ini Donghae terjatuh, dan sepertinya akan sangat berpengaruh dengan kandungannya, apalagi mengingat kandungan Donghae yang masih sangat muda. “Kamu tahan eoh?” ucap Kibum sambil sedikit mengusap kepala Donghae sambil terus fokus mengemudi.

.

.

Setelah sampai di rumah sakit Kibum langsung keluar dari mobil dan langsung menggendong tubuh lemah Donghae. Dia menarik nafas sedikit panjang karena merasa bersyukur tidak terjadi apa-apa di jalan tadi, karena jujur, pikiran Kibum sangat tidak tenang tadi, bahkan sampai sekarang. Dia segera berlari menuju ruang UGD, dan mungkin Kibum berhak merasa sangat beruntung karena dr. Shin sedang berada di sana. “Hyung…”

dr. Shin yang melihat Kibum langsung mendekatinya dan membantu Kibum untuk membaringkan tubuh Donghae di salah satu ranjang di sana. “Biar aku periksa dulu,” ucap dr. Shin kepada Kibum yang terlihat sangat panik dan langsung memeriksa keadaan Donghae.

– isfa_id –

Kibum duduk di sebelah ranjang di mana Donghae sedang berbaring di atasnya, digenggamnya tangan Donghae dengan sangat erat dan sesekali menciuminya. Ditatapnya wajah pucat Donghae yang sedang tertidur sekarang. Beruntung tidak terjadi apa-apa dengan kandungan Donghae, tidak perlu diadakan operasi atau semacamnya. “Eungh…” didengarnya Donghae sedikit mendesah dalam tidurnya, pasti Donghae merasakan sedikit sakit. Segera dibelainya wajah Donghae agar Donghae kembali tenang.

‘Klek…’

Kibum menoleh ke arah pintu saat pintu ruang rawat Donghae sekarang terbuka, “Eomma…” ucapnya pelan saat melihat ibu mertuanya masuk dengan menggendong Kihae. “Kenapa Kihae sudah pulang?” lanjutnya sedikit heran karena belum waktunya Kihae pulang sekolah sekarang. “Dia tidur?” tanya Kibum lagi setelah mendekati nyonya Lee, karena memang posisi Kihae dalam gendongan nyonya Lee adalah membelakangi Kibum.

Nyonya Lee menggeleng menjawab pertanyaan Kibum, “Dia menangis…” gumamnya tanpa suara.

Kibum langsung mengambil tubuh mungil Kihae dari gendongan ibu mertuanya, dilihatnya Kihae yang menangis tanpa suara. Dia tersenyum dan mengusap air mata Kihae, “Anak appa menangis eoh? Bagaimana nanti kalau adik kecilnya lahir? Nanti kalau adik kecil menangis, Kihae ikut menangis?”

Aniya Appa… hiks…”

“Kalau begitu jangan menangis lagi,” bujuk Kibum yang mendapatkan anggukkan dari Kihae meski dengan sedikit terisak. Dibawanya tubuh mungil itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan nyonya Lee sudah sedari tadi duduk di sebelah Donghae. “Sudah… kenapa masih menangis?”

Ne Appa… Kihae tidak menangis lagi,” jawab Kihae dan langsung memeluk tubuh Kibum.

“Kenapa Kihae tidak sekolah eoh?” tanya Kibum sambil membelai rambut hitam Kihae.

“Kihae mau lihat eomma.”

Eomma kan tidak apa-apa, nanti kalau eomma tahu Kihae tidak sekolah eomma pasti marah.”

“Kihae aduin ke Appa, nanti Appa marahin eomma.”

Kibum tertawa mendengar jawaban Kihae, Kihae selalu mengadu padanya setiap kali Donghae memarahinya, begitupun sebaliknya. Setiap kali Kibum memarahinya, pasti Kihae akan mengadu pada Donghae.

– isfa_id –

“Sudah Appa…”

“Belum, masih kotor, cuci lagi.”

“Sudah Appa…”

“Belum.”

Kihae mengerucutkan mulutnya lucu, sudah hampir satu jam dia dan Kibum berada di dapur. Kihae mendapatkan hukuman dari Kibum untuk mencuci piring sekarang, karena tadi dia bolos sekolah. Tapi setiap kali dia berkata sudah, Kibum selalu berkata kalau piring yang dia cuci belum bersih. Kihae hanya mencuci satu piring yang tadi dia gunakan saat makan, tapi sampai sekarang belum selesai karena menurut Kibum memang belum bersih.

Eommaappa menyiksa Kihae,” adu Kihae ke Donghae yang sedang duduk di sofa ruang tengah dari dapur.

Donghae yang mendengar rengekan Kihae hanya tersenyum sambil mengunyah makanan yang baru saja disuapkan oleh ibunya. Mereka memang sudah pulang dari rumah sakit karena Donghae tidak mau dirawat di rumah sakit. Dan dr. Shin juga mengizinkan dengan syarat Donghae benar-benar menjaga dirinya dan tentu saja Donghae menyanggupi dengan tambahan ucapan Kibum yang akan menjaga Donghae dengan sangat baik.

Kibum yang sedang berdiri di belakang Kihae juga ikut tersenyum melihat Kihae yang terus berkutat dengan piring, sabun, sponge, dan air di tempat pencucian piring. Kibum bahkan semakin tersenyum saat melihat mulut Kihae yang sangat maju karena merasa kesal sedari tadi tugasnya mencuci piring belum selesai juga. Kibum hanya terus tersenyum dengan tangan yang menyilang di depan dadanya.

“Sudah Appa…” ucap Kihae sambil menyodorkan piring yang baru saja selesai dia cuci pada Kibum. Kibum meraihnya dan mengusap piring tersebut dengan tangannya, mencium baunya dan kemudian tersenyum.

“Sekarang temani eomma, eoh?” ucap Kibum lembut.

Ne…” jawab Kihae ceria dan langsung berlari menemui Donghae. Kihae langsung naik ke sofa dan duduk di sebelah Kihae, dia pun langsung naik ke atas pangkuan Donghae membuat Donghae meringis.

“Kihae jangan duduk di pangkuan eomma eoh?” ucap nyonya Lee membuat Kihae sedikit cemberut meski akhirnya turun dari pangkuan Donghae. Dia duduk di sebelah Donghae sambil memeluk tangan Donghae untuk bermanja. Donghae mengerti kenapa Kihae melakukan itu, karena Kihae tidak suka dilarang oleh nyonya Lee untuk duduk dipangkuannya tadi.

“Kihae capek?” tanya Donghae lembut sambil mengusap rambut Kihae dengan tangan yang sedang tidak Kihae peluk. Donghae tersenyum saat dilihatnya Kihae mengangguk tanpa melepaskan pelukkan di tangannya. “Mau tidur sama eomma?

“Kihae tidurnya sama halmeoni eoh?” ucap Kibum yang sudah mendekati mereka bertiga, “Kihae harus temani halmeoni,” lanjutnya yang membuat Kihae mengangguk kecil, karena sekarang dia sedang sedikit marah dengan halmeoninya itu.

.

.

Kibum menutup pintu kamar Kihae pelan, setelah melihat Kihae sudah tertidur di dalam dekapan ibu mertuanya. Dia berjalan mendekati Donghae yang masih duduk di sofa ruang tengah, dia tersenyum saat melihat Donghae sedang mengusap perutnya sendiri sambil mengucapkan sebuah kalimat yang tidak terlalu bisa Kibum dengar, sepertinya Donghae sedang mencoba mengajak calon anak mereka bicara.

“Belum mau tidur?” tanya Kibum mengusap kepala Donghae saat sudah duduk di sebelahnya. Donghae menoleh memandang Kibum dan tersenyum lembut kemudian kembali menundukkan kepalanya melihat perutnya sendiri.

Donghae tersenyum saat melihat tangan Kibum yang juga ikut membelai perutnya, “Apa adik kecil Kihae sedang tidur?” ucap Kibum membuat Donghae tersenyum mendengarnya. “Anak appa sedang apa eoh? Sedang bermain di dalam perut eomma?” lanjutnya sambil menyandarkan dagunya di pundak Donghae dan kemudian melingkarkan satu tangannya lagi di perut rata Donghae.

Kibum memejamkan matanya sambil tersenyum dan membelai perut Donghae dengan kedua tangannya, menyalurkan rasa cintanya pada calon anak keduanya bersama Donghae, “Anak appa harus tumbuh dengan sehat,” ucapnya, membuka mata dan kemudian memberikan satu kecupan pada pipi Donghae, “Eommanya juga.”

– isfa_id –

‘Drap… drap… drap…’

Kibum hanya terdiam di depan pintu saat seorang yeoja paruh baya langsung masuk begitu saja ke dalam apartementnya setelah dia membuka pintu.

“Menantu kesayanganku mana? Mana?” teriak yoeja itu yang adalah nyonya Kim, ibu dari seorang Kim Kibum.

Eomma…” panggil Kibum mendekati nyonya Kim setelah menutup pintu.

“Donghae masih tidur? Dia tidak apa-apa kan? Kandungannya baik-baik saja kan? Calon adik kecil Kihae tidak apa-apa kan? Donghae…”

Eomma…” potong Kibum saat nyonya Kim bertanya panjang lebar padanya.

Nyonya Kim memang datang lebih awal dari rencananya karena khawatir dengan keadaan Donghae. “Kenapa Eomma tidak memberitahuku kalau Eomma sudah sampai? Aku bisa menjemput Eomma tadi. Dan kenapa Eomma datang secepat ini?” tanya Kibum sedikit heran.

Eomma langsung berangkat setelah kamu menelepon,” jawab nyonya Kim, “Donghae tidak apa-apa kan?” tanyanya kemudian yang dijawab Kibum dengan senyuman.

“Bummie…”

Nyonya Kim langsung berlari ke kamar Kibum saat didengarnya suara Donghae yang memanggil nama Kibum tadi, “Menantu eomma sudah bangun? Kau baik-baik saja kan? Anak kalian juga baik-baik saja kan?”

“Aku tidak apa-apa Eomma,” jawab Donghae pelan meskipun awalnya dia terkejut melihat ibu mertuanya itu tiba-tiba ada di depannya. “Eomma baru sampai? Appa mana?” tanya Donghae sambil sedikit melihat tangan ibu mertuanya yang sedang berada di pipinya sekarang.

Appa tidak ikut,” jawab nyonya Kim sambil terus mengusap wajah Donghae dengan kedua tangannyanya dengan penuh cinta dan juga rasa kekhawatiran pada kesehatan menantunya ini.

Nugu?

Kibum menoleh saat suara nyonya Lee menyentuh gendang telinganya, dilihatnya nyonya Lee yang berdiri di depan kamar Kihae, sepertinya dia baru bangun.

Eomma,” jawab Kibum singkat.

Eommamu?” tanya ibu mertuanya itu dan Kibum mengangguk mengiyakan.

– isfa_id –

“Sudah…” Donghae berucap sambil menjauhkan tangan Kibum yang mencoba menyuapinya. Sekarang mereka hanya berdua karena Kihae sudah berangkat sekolah dengan diantar oleh kedua halmeoninya.

“Sedikit lagi eoh?” bujuk Kibum.

Donghae menggeleng sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.

“Kalau begitu minum susunya.”

Donghae kembali menggeleng menjawab ucapan Kibum, entah kenapa beberapa hari ini dia sangat tidak menyukai bau susu, baunya sangat tidak enak baginya.

“Minum sedikit saja eoh?”

“Sedikit saja kan?” katanya Donghae meyakinkan, dia tidak ingin insiden susu tumpah terulang lagi sekarang, meskipun dia tahu walaupun Kibum marah tidak akan terlalu lama. Satu hari saling berdiam diri sudah terlalu lama bagi mereka berdua.

Donghae mengambil gelas dari tangan Kibum, dilihatnya sejenang susu itu dan kemudian beralih menatap Kibum yang memberikan tatapan ‘Cepat minum’ padanya. Donghae segera menutup hidungnya dan kemudian meneguk susunya, sedikit, seperti kata Kibum tadi, “Sudah…” ucapnya dan memberikan gelas itu ke Kibum. Donghae sedikit menjulurkan lidahnya bertanda kalau rasa susu itu sangat tidak enak baginya, tapi Kibum tersenyum sambil mengusap kepala Donghae.

Kibum beranjak dari duduknya dan langsung membereskan meja makan, membiarkan Donghae yang berjalan menuju ruang tengah untuk menonton televisi. Beruntung Kibum sudah mendapatkan libur beberapa hari dari managernya sehingga dia dapat menjaga Donghae.

“Bummie…” Donghae yang sedang menonton sedikit memalingkan badannya untuk melihat Kibum yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Kibum hanya tersenyum dan langsung mendekati Donghae, “Waeyo?

Donghae tidak menjawab apa-apa dan langsung bersandar di bahu Kibum yang membuatnya mendapatkan belaian lembut di pipinya dari suaminya itu.

“Bummie…” kembali Donghae menyebutkan nama Kibum dan sekarang sambil menarik tangan Kibum dan meletakkannya di perut ratanya.

Kibum mengusap perut Donghae sambil terus menyunggingkan senyum di bibirnya. Donghaepun ikut tersenyum dan kemudian sedikit menatap ke arah Kibum yang sedang memperhatikan perutnya dan langsung memberikan satu kecupan di pipi mulus Kibum, Donghae terus mendaratkan bibirnya di pipi mulus Kibum itu dalam waktu yang cukup lama yang berakhir dengan lumatan lembut yang diberikan Kibum di bibirnya.

MASIH MAU T.B.C~?

Baiklah… saya tahu cerita ini sangat membosankan, tidak ada konflik di dalamnya, dan terlebih chap ini sangat sangat sangat pendek, tapi saya mencoba sebaiknya, semoga kalian tidak kecewa…

Dan… sedikit cerita… kalian semua tahu? Saya diserang di FB dan di Twitter untuk diminta segera meng’update’ FF ini. Oh… betapa teganya mereka yang menyerang saya… buwahahahahaha…

Bagaimana? Yang merasa sudah menyerang saya, kalian puas? XDDDDD

Advertisements

24 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 12

  1. first coment yeeyy… O:)

    onni tbc tbc tbc. yayaya
    gmn kalo onni buat donghae (nyaris) keguguran yg harapan unt bayinya selamat cuma 30% . trs buat kibum cemburu sm minho (shinee) kan dia deket tuh sm donge. biar si snowwhite juga ngrasain cemburu gitu. seru kayanya.
    mian sok tau gini hehe ^^V

  2. Arrrrggghhh kenapa TBC,kan baru kangen2nan ma Little Kihae.Puassss..ketemu lg Couple yg sk bkn Readers senyum2 sendiri..Gomawo Chingu dah UpDate ,But jgn lama buat Chap 13 nya,ehehehehe

  3. seingat ku aku ga ikut nyerang lewat twitter kan *merasa tersindir*
    kalo tanya sama aku tbc ato end dengan lantang aku jawab TBC ajaa *digetok*
    eonnie kok member suju ga jenguk donghae ? teukchul gatau? sihyuk juga gatau? masa gatau sih *kepo amat -_-

    ini pokok nya harus lanjut terus ^^ kalo bisa ngalahin eps cinta pitri *eh

    1. ya… ada yg merasa kesindir deh, kkk~

      T.B.C? -__________-” jadi panjang banget kayaknya ni FF

      member SuJu belum ada yg tahu keadaan Donghae, jadi g’ jengungk… hehe…

    1. next chap cepetan diupdate? oke oke, diusahakan, kkk~

      kalo FF di FFn itu dihapus karena melanggar peraturan, sebenernya di FFn itu g’ boleh buat RPF (Real Person Fiction) jadi FF di situ g’ boleh pake orang nyata gitu castnya, dan juga di FFn itu g’ boleh ngepost FF NC, gitu… udah ngerti?

  4. KENAPA CERITANYA UNYU BANGET SIIIIH?????
    BIKIN SENYAM-SENYUM!!!!
    *jedotin pala ke abs kibum* #plak *ditabok donghae bolak balik*
    Seriusan,kak…. Mending kakak bikin novel Kihae dehhh!!! Aku ngefans banget sama ff Kihae kakak!!! *apalagi slight-nya wonkyu :p* #plak

    KEEP WRITTING!!! 😀

    1. kenapa ceritanya unyu banget? karena KiHae emang unyu2 XDDDDD

      novel? mau mau mau bikin novel, kkk~ sebenernya sekarang lagi nyoba bikin, tapi belum selesai, padahal cuman diminta 150 halaman, tapi g’ tau kenapa ni otak ngadat? -__________-“

      1. HUAAAA!!!!!! SERIUSAN KAKAK MAU BIKIN NOVEL??!!
        Kihae bukan??? Waaaa!!!!! *teriak histeris bareng kihae*
        Aku mau beli kalo kakak bikin novel!!!
        Apalagi kihae,trus slightnya wonkyu..
        Soalnya aku suka banget baca ff kaka yang dream? Ituuuu….. Udah gak keitung aku baca berapa kali tuh ff… 😀
        Pokoknya kaka hebat!! (Y)

      2. ne… untuk cast utamanya KiHae, terus untuk cast pembantunya ada KyuChul sama KangTeuk, kalau ada WonKyu nya… bentar saya bingung, kkk~

  5. donghae-ya jadi lebih manja kekeke, tp bummie sangat suka kalo hae manja /eaa/ XD/
    Kesian kihae dihukum appa mencuci piring, pdhl cuma 1 piring tp 1 jam g selse appa kejam eoh /plak

  6. Hufthhhhhhh
    Smpet deg2an pas tau donghae jatuh untung ga knpa2, lagian sih donghae pake lari2 segala jadi jatoh kan untung kandungannya baik2 aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s