Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 14


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 14 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Bummie… aku mau ke taman bermainnya sekarang!”

Donghae merengek, entah sudah yang berapa kali dia lakukan dari satu jam yang lalu. Kalimat yang dia lontarkan tidak pernah berubah, hanya satu kalimat itu. Sekarang kandungan Donghae sudah menginjak usia tiga bulan dan kemanjaannya semakin menjadi-jadi. Beberapa kali Kibum harus menjadi orang yang paling disalahkan bila keinginannya tidak terpenuhi, terlebih satu bulan ini karena nyonya Kim sudah pulang.

Biasanya meskipun Kibum tidak bisa memberikan apa yang Donghae inginkan nyonya Kim selalu bisa membujuknya agar dia tidak marah pada Kibum, tapi sekarang itu sudah tidak bisa lagi. Bahkan perlu diketahui, ada kejadian yang sangat parah yang membuat kepala Kibum harus terluka karena Donghae melemparinya sebuah pot kecil karena Kibum lebih memilih untuk syuting daripada menemani dia di rumah.

“Aku mau ke taman bermain,” Donghae berucap sambil menghentak-hentakkan kakinya persis seperti anak kecil. Andai saja dia berguling-guling di tempat tidur sekarang dia akan sangat sangat sangat terlihat seperti anak kecil. “Sekarang Bummie… Sekarang… Sekarang…” rengeknya karena sedari tadi Kibum menolak untuk membawanya ke taman bermain.

“Kamu sudah tidak sayang lagi denganku.”

Kibum, yang sedari tadi hanya diam sambil menyiapkan diri untuk berangkat ke lokasi syutingnya langsung menghampiri Donghae yang tetap setia menghentak-hentakkan kakinya karena kesal, “Hei, jangan bicara seperti itu,” ucap Kibum sambil menyentuh wajah Donghae dengan kedua tangannya.

“Kamu sudah tidak sayang lagi denganku.”

“Kita ke taman bermainnya minggu depan eoh? Hari ini aku harus syuting, dan sekarang aku sudah sangat telat. Manager hyung sudah sedari tadi meneleponku,” Kibum mencoba menenangkan Donghae sambil terus membelai pipi Donghae.

“Tidak mau! Aku maunya sekarang, sekarang, sekarang…”

“Jagi-ya, berhentilah bersikap seperti anak kecil,” ucap Kibum yang membuat Donghae menatapnya tajam.

Donghae langsung membalik badannya hingga sekarang posisinya adalah membelakangi Kibum, “Aku membencimu,” ucap Donghae.

“Hei,” Kibum berucap dengan sangat lembut dan memeluk Donghae dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Donghae. “Minggu depan aku libur dua hari, aku akan melakukan apapun yang kamu minta,” ucap Kibum dan memberikan satu kecupan di leher Donghae.

Donghae bergerak untuk membalik tubuhnya sehingga membuat Kibum melonggarkan pelukkannya pada tubuh istrinya itu. Donghae menatap wajah Kibum setelah posisi mereka sekarang kembali berhadapan. “Janji?” ucapnya dengan wajah yang sedikit dibuat sedih.

“Ne…” jawab Kibum singkat membuat Donghae langsung tersenyum dan memeluk tubuh Kibum erat.

‘drrrttt… drrrttt… drrrttt…’

Donghae melepaskan pelukkannya pada tubuh Kibum saat mendengar suara getaran handphone Kibum yang diletakkannya di atas meja. Kibum segera bangkit dan mengambil handphonenya, ada sebuah pesan masuk dari managernya yang meminta dia segera datang ke lokasi syuting. Setelah memasukkan handphone itu ke dalam kantong celananya, Kibum segera mendekati Donghae yang masih duduk di atas tempat tidur mereka.

“Aku pergi,” ucap Kibum yang mendapatkan anggukan dari Donghae. Dia segera berjalan untuk keluar dari kamar mereka kalau saja Donghae tidak menarik tangannya. Kibum menoleh dan menatap Donghae bingung, “Wae?” tanyanya.

“Cium…” ucap Donghae manja.

Kibum yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan langsung memberikan sebuah kecupan di pipi Donghae.

“Kamu sudah tidak sayang lagi denganku?”

Kibum kembali tersenyum saat mendengar pertanyaan Donghae, dia segera mendekatkan wajahnya pada wajah Donghae dan memberi lumatan lembut pada bibir Donghae. “Saranghae,” ucapnya sedikit berbisik dan memberi kecupan sekali lagi di bibir indah istrinya itu. “Aku pergi eoh?”

Donghae mengangguk dengan rona merah di kedua pipinya.

Kibum segera berjalan keluar dari kamar mereka, tapi dia menoleh dan kembali menatap Donghae, “Tidak mau mengantarku?” tanyanya, karena biasanya Donghae akan mengantarnya sampai ke depan pintu kalau dia pergi, tapi sekarang Donghae hanya duduk di tempat tidur mereka.

Donghae menggeleng, “Aku mau tidur,” ucapnya dan langsung berbaring sambil menarik selimut menutupi setengah tubuhnya.

Kibum kembali mendekati Donghae dan membelai pipi mulusnya, “Ini masih pagi Jagi-ya, lebih baik kamu temani Kihae eoh?”

“Nanti,” jawab Donghae singkat.

“Sudahlah, kamu harus temani Kihae nanti, aku sudah harus pergi sekarang,” ucap Kibum dan langsung keluar dari kamar mereka.

Kibum berjalan ke arah pintu, lebih tepatnya sedikit berlari, dia sudah benar-benar telat. Tapi baru saja dia ingin membuka pintu, langkahnya terhenti saat malaikat kecilnya memanggil.

“Appa…”

Kibum menoleh dan langsung berjongkok untuk mensejajarkan tinggi mereka, “Wae?” tanya Kibum lembut meskipun sebenarnya dia sangat gelisah karena harus secepatnya sampai ke lokasi syuting.

“Apa mau ke mana?” tanya Kihae setelah sebelumnya menekan tombol pause pada PSP yang sedang dia mainkan.

“Appa mau kerja, Kihae jangan nakal eoh? Jaga eomma sama adik kecil,” jawab Kibum sambil membelai rambut hitam malaikat kecilnya.

“Ne Appa, nanti Appa pulangnya jam berapa?” jawab dan tanya Kihae.

“Appa tidak tahu, mungkin Appa pulangnya malam. Kenapa? Kihae mau Appa belikan sesuatu?”

“Ne…”

“Apa?” tanya Kibum tetap dengan nada lembut.

“Kaset game baru, sama… eskrim,” jawab Kihae semangat.

Kibum tersenyum dan langsung memberikan kecupan di pipi chubby Kihae, “Ne, nanti appa belikan, tapi Kihae harus janji Kihae akan jagain eomma sama adik kecil eoh?”

“Ne Appa.”

“Kihae temanin eomma sekarang, appa harus berangkat kerja.”

Kihae yang mendengar ucapan Kibum yang adalah sebuah perintah baginya langsung mengangguk dan langsung berlari menuju kamar orang tuanya untuk menemani eommanya seperti permintaan Kibum tadi, dan Kibum langsung berdiri dan langsung keluar dari apartementnya.

– isfa_id –

Kibum segera berlari setelah keluar dari mobilnya, dia berlari menembus kerumunan orang yang ada di sana, fansnya dan juga beberapa kru yang sudah bersiap-siap untuk memulai syuting sejak dua jam yang lalu. “Joesonghabnida,” Kibum berucap sambil membungkukan badannya di depan seseorang yang sedang duduk di belakang sebuah monitor kecil, sang sutradara.

Sang sutradara, yang tadi sibuk membolak-balik naskah yang ada di tangannya langsung mendongak dan menatap Kibum tanpa ekspresi sedikitpun, “Dua jam,” kalimat pertama yang keluar dari mulut sang sutradara membuat Kibum tertunduk menyesal. “Padahal aku sudah meminta untuk memakai aktor lain, tapi mereka tetap ingin memakai aktor yang tidak professional seperti ini,” lanjutnya tanpa memandang sedikitpun ke arah Kibum dan kembali sibuk membolak-balik naskahnya.

Kibum hanya dapat diam mendengar ucapan sutradara karena dia tahu dia yang salah, semua orang sudah bersiap dari dua jam yang lalu sedangkan dia baru saja menginjakkan kakinya di sini. Kalau saja tadi malam dia tidur lebih awal, mungkin dia tidak akan kesiangan. Tapi dia tidak bisa bicara apa-apa lagi, dan dia juga tidak mungkin menyalahkan Donghae yang sudah membuat dia harus tidur jam empat pagi karena harus mencari makanan yang Donghae inginkan.

“Joesonghabnida,” hanya kata itu yang dapat terlontar dari mulut Kibum.

“Joesonghabnida,” Kibum menoleh saat dia mendengar suara seseorang yang juga meminta maaf kepada sang sutradara. Dilihatnya seorang namja yang diketahui adalah managernya, yang sekarang sedang menatapnya seolah-olah dia akan segera dibunuh sekarang. “Joesonghabnida,” sekali lagi managernya meminta maaf dan langsung menarik Kibum menjauh dari sana, menuju ke ruang ganti.

.

.

“Mianhaeyo Hyung, tapi aku baru tidur jam empat pagi karena Dong…”

“Jangan mencari-cari alasan,” potong managernya membuat Kibum mau tak mau harus diam. “Kau tahu bagaimana dia membentakku tadi karena mempunyai aktor yang tidak professional sepertimu?” lanjutnya.

“Hyung, kau tahu kan kalau Donghae sedang hamil, dan dia…”

“Sudahlah, aku tidak mau mendengar alasan apapun darimu, dan jangan bawa-bawa Donghae dalam hal ini, karena ini adalah kesalahanmu,” ucap managernya yang membuat Kibum kembali terdiam, “Lebih baik kau tidak melakukan ini lagi, kalau tidak kau akan kehilangan peran ini, kau tahu?”

“Ne Hyung, Mianhae…” ucap Kibum penuh penyesalan.

.

.

“CUT!”

Kibum langsung diam dan menghentikan aktingnya saat sutradara meneriakinya. Dilihatnya sang sutradara mendekatinya dengan naskah yang digulung hingga akhirnya ‘Plak…’ kepalanya mendapatkan pukulan yang tidak bisa dibilang pelan karena kepala Kibum sangat sakit sekarang. “Kau tidak bisa akting? Lalu bagaimana kau bisa menjadi aktor? Aku benar-benar tidak mengerti mengapa mereka semua harus memilihmu?” ucap sang sutradara meremehkan Kibum.

Kibum hanya bisa diam mendengar semua ocehan sutradara itu. Entah kenapa dia jadi tidak bisa konsentrasi saat akting, apalagi saat mengingat ucapan managernya yang mengatakan kalau dia akan kehilangan peran ini kalau dia melakukan kesalahan, hingga akhirnya membuat dia sangat gugup, “Joesonghabnida,” ucapnya.

“Sedari tadi kau selalu meminta maaf, aku bosan mendengarnya,” sang sutradara semakin emosi mendengar ucapan Kibum, “Ku rasa hubungan antar namja memang membuat seseorang menjadi aneh.”

“Aku mohon jangan sangkut pautkan ini dengan kehidupan pribadiku,” ucap Kibum yang sekarang malah menatap sang sutradara tajam.

“Kau berani memandangku seperti itu?” kembali sang sutradara mengeluarkan kata-kata yang akhirnya membuat Kibum kembali menunduk. “Bereskan semuanya, batalkan saja syuting hari ini, aku sudah tidak mau melanjutkannya,” perintah sang sutradara kepada semua kru dan kemudian berjalan meninggalkan Kibum yang masih hanya bisa berdiri diam di tempatnya.

Kibum hanya bisa menoleh, melihat semua kru yang sudah membereskan semua peralatan syuting, entah kenapa tubuhnya seakan tidak bisa digerakkan sekarang. Dia hanya terdiam di sana sambil sesekali membungkuk meminta maaf kepada semua kru yang berjalan di depannya, “Joesonghabnida, joesonghabnida, joesonghabnida,” ucapnya penuh penyesalan.

– isfa_id –

Kibum melangkah gontai memasuki apartementnya, dia tersenyum kecil saat melihat malaikat kecilnya berlari ke arahnya, “Appa, Appa sudah pulang, kaset game sama eskrim Kihae mana?” tanya Kihae membuat Kibum langsung memeluk tubuh mungil yang ada di depannya sekarang.

“Mianhae, Appa lupa, lain kali eoh?”

“Ne Appa,” jawab Kihae.

Kibum selalu merasa beruntung memiliki malaikat kecil sepintar dan semengerti Kihae, Kihae tidak pernah memaksakan apapun yang dia inginkan pada Kibum ataupun Donghae, bila orang tuanya memang tidak bisa memberikan Kihae tidak pernah menuntut.

“Eomma mana?” tanya Kibum sambil membelai pipi chubby Kihae.

“Aku di sini,” ucap Donghae yang sudah sedari tadi ada di dekat mereka.

“Aku tidak melihatmu,” ujar Kibum dan langsung berdiri tapi kemudian menunduk menatap Kihae, “Kihae main sendiri di kamar eoh?” ucapnya yang langsung dituruti Kihae.

Donghae yang sudah melihat Kihae masuk ke kamarnya langsung mendekati Kibum, ditatapnya wajah Kibum yang sedikit menampakkan kalau dia sedang ada masalah, “Kamu sudah pulang, apa syutingnya memang cepat selesai hari ini?” tanya Donghae.

“Ne,” jawab Kibum singkat.

“Apa ada masalah?”

“Aniya, hanya saja syutingnya ditunda,” jawab Kibum dan tersenyum meski senyumnya sangat terlihat dipaksakan.

“Tidak mau cerita?”

“Tidak ada apa-apa,” jawab Kibum dan memeluk Donghae sejenak dan kemudian langsung berjalan masuk ke kamar mereka.

Donghae yang melihat Kibum sudah masuk ke kamar mereka langsung menyusulnya, langkahnya terhenti sejenak di depan pintu saat melihat Kibum yang berbaring di atas tempat tidur mereka. Dia melangkah perlahan mendekati dan kemudian naik ke tempat tidur dan duduk sambil mengangkat kepala Kibum dan membaringkannya di pahanya.

Kibum mendongak untuk menatap wajah Donghae dan kemudian menarik tangan Donghae dan diletakkan di atas dadanya. Dan Donghae hanya bisa memberikan senyum manisnya dan membelai rambut Kibum dengan satu tangannya yang tidak sedang berada dalam genggaman Kibum.

.

.

Tidak terasa sudah satu jam posisi Kibum dan Donghae tidak berubah sedikitpun, keheningan yang menyelimuti mereka berdua membuat Kibum tertidur dengan pulas sambil terus menggenggam tangan Donghae yang berada di dadanya. Donghae terus membelai rambut hitam Kibum dan kemudian melepaskan genggaman tangan Kibum perlahan. Diangkatnya juga kepala Kibum dari pahanya dan menggantikannya dengan bantal.

Perlahan Donghae keluar dari kamar mereka dan menemui Kihae yang sedari tadi berada di kamarnya. Didekatinya Kihae yang masih sibuk bermain dengan PSPnya, “Anak eomma sedang apa?” tanya Donghae lembut dan membelai rambut hitam Kihae.

“Main Eomma,” jawab Kihae singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP putih di tanganya. Tapi setelah beberapa detik Kihae menekan tombol Pause dan menatap Donghae dengan mata beningnya. “Eomma…”

“Hm?”

“Kihae mau game baru,” jawab Kihae sambil naik ke atas pangkuan Donghae.

Donghae tersenyum dan langsung memeluk tubuh mungil Kihae di atas pangkuannya, “Nanti eoh? Nanti kalau appa sempat, pasti appa beliin Kihae game baru,” ucap Donghae lembut untuk membujuk malaikat kecilnya.

“Ne Eomma,” jawab Kihae membuat Donghae tersenyum.

Kihae terus bermanja-manja di atas pangkuan Donghae sambil memeluk tangan Donghae dengan sangat erat, “Eomma, kapan adik kecilnya lahir?” tanya Kihae kemudian dan membelai perut Donghae.

“Nanti, adik kecilnya masih mau tidur di dalam perut eomma,” jawab Donghae sambil ikut menyentuh perutnya sendiri.

“Eomma, Kihae lapar,” ucap Kihae lagi dan memandang wajah Donghae.

“Lapar?” ucap Donghae memastikan dan Kihae mengangguk, ‘Aku juga lapar, aku mau makan bulgogi,’ lanjut Donghae dalam hati. Donghae langsung menurunkan Kihae dari pangkuannya dan langsung berlari ke kamarnya. Dia segera naik ke atas tempat tidurnya di mana Kibum masih tertidur pulas di sana, “Bummie, Bummie,” panggil Donghae untuk membangunkan Kibum, “Bummie,” panggilnya lagi sambil mengguncang tubuh Kibum.

“Eeemmm,” Kibum membuka matanya.

“Bummie,” Donghae menarik tangan Kibum, membuat Kibum langsung merubah posisi tidurnya menjadi duduk. “Bummie, aku lapar,” ucap Donghae saat Kibum sudah duduk dengan sedikit mengucek matanya yang masih mengantuk.

“Makan saja kalau lapar,” jawab Kibum masih dengan mata yang sedikit sayup karena dia masih sangat mengantuk.

“Aku mau makan bulgogi.”

“Masak saja,” jawab Kibum lagi denan mata yang masih enggan terbuka sepenuhnya.

“Tidak ada daging.”

“Beli saja kalau begitu,” kembali Kibum menjawab tanpa memandang Donghae.

“Kalau begitu cepat, belikan aku bulgogi,” ucap Donghae sambil menarik-narik tangan Kibum manja.

“Aku mengantuk Jagi-ya, biarkan aku tidur dulu, nanti saja kalau mau ku belikan bulgoginya,” ujar Kibum dan kembali membaringkan tubuhnya, meski akhirnya dia kembali duduk karena Donghae menariknya.

“Sekarang Bummie, aku lapar,” rengek Donghae.

“Nanti saja, aku tidur dulu,” ucap Kibum dan berbaring kembali, dan Donghae kembali menariknya, tapi kali ini Kibum menarik tangannya sendiri dari tangan Donghae yang sedari tadi menariknya. “Biarkan aku tidur eoh?” ucapnya dan langsung memejamkan mata.

“Kalau kamu tidur aku bagaimana? Aku lapar,” ucap Donghae manja dan mengguncang-guncang tubuh Kibum.

“Jagi-ya, kamu tahu kan kalau aku baru tidur jam empat pagi, jadi sekarang biarkan aku tidur dulu eoh? Aku benar-benar mengantuk.”

“Kamu belikan aku bulgogi dulu, baru nanti kamu tidur lagi,” Donghae terus merengek dan terus mengguncang-guncang tubuh Kibum.

“Jagi-ya…”

“Kamu sudah tidak sayang lagi denganku?”

“Berhenti mengucapkan kalimat itu!” Kibum berucap sedikit membentak.

Donghae memajukan mulutnya dan kemudian langsung keluar dari kamar mereka.

.

.

Donghae terus memandangi punggung Kibum yang sekarang sedang berbaring membelakanginya, sejak Kibum membentaknya tadi mereka sama sekali tidak bicara sedikitpun, di meja makan pun mereka juga tidak mengobrol apapun, hanya sesekali menjawab semua pertanyaan yang Kihae lontarkan kepada mereka berdua.

Mulut Donghae sudah sedari tadi maju karena kesal, dan bukan satu atau dua kali dia memanggil Kibum tapi Kibum sama sekali tidak menyahut.

“Bummie, kamu marah?” tanya Donghae dan sama seperti sebelumnya Kibum sama sekali tidak menjawab. Donghae semakin memajukan mulutnya tapi perlahan mulai menggerakkan tangannya untuk menyentuh tubuh Kibum.

Donghae menyentuh punggung Kibum dengan jari telunjuknya, dia memain-mainkan telunjuknya di sana, menggerak-gerakkannya seolah dia sedang menulis sesuatu, ‘Mianhae’ kata pertama yang ditulis Donghae di punggung Kibum dengan telunjuknya dan Kibum masih belum memberikan tanggapan apapun, ‘Saranghae’ kata berikutnya yang Donghae tulis dan Kibum belum juga memberikan tanggapan.

‘Hap…’ Donghae kesal dan akhirnya langsung memeluk Kibum, “Ya sudah kalau kamu marah, aku mau tidur,” ucapnya dan mempererat pelukkannya di pinggang suaminya itu.

Kibum sedikit menunduk melihat tangan Donghae yang melingkar di pinggangnya, disentuhnya tangan Donghae dan sedikit mengelusnya, “Tidurlah,” ucapnya dan dia dapat merasakan anggukkan Donghae di punggungnya.

.

.

Donghae terbangun dari tidurnya dan menyadari Kibum yang sudah tidak berada di sebelahnya, dia melirik jam sebentar dan melihat kalau sekarang jam dua malam. Dia keluar dari kamarnya dan menemukan Kibum yang sedang duduk sendiri di ruang makan dengan secangkir minuman hangat yang ada di atas meja. Donghae berjalan mendekatinya dan kemudian segera duduk di sebelahnya, “Waeyo?” tanyanya lembut sambil mengusap punggung Kibum. “Ada masalah?” tanyanya lagi.

“Tidak apa-apa,” jawab Kibum dan kemudian menyesap minumannya.

“Bummie.”

“Tidak apa-apa, ini hanya masalah kecil,” ucap Kibum mengerti dengan kekhawatiran Donghae. Dia sedikit tersenyum melihat Donghae yang memajukan mulutnya, selalu saja seperti itu. Kibum langsung menarik tubuh Donghae ke dalam pelukkannya, “Tidak apa-apa, hanya ada sedikit masalah tadi di lokasi syuting,” ucap Kibum akhirnya menceritakan masalahnya.

“Apa?” tanya Donghae sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kibum.

“Gara-gara kamu yang membuat aku tidur jam empat pagi, jadi aku bangun kesiangan dan terlambat ke lokasi syuting. Sutradara marah padaku dan akhirnya menunda syutingnya,” jawab Kibum.

“Hiks… jadi gara-gara aku.”

Kibum yang mendengar isakan Donghae langsung mendorong tubuh Donghae dan menatapnya, “Aigoo, kenapa menangis?”

“Kamu mendapatkan masalah karena aku,” jawab Donghae sedikit terisak.

“Kenapa kamu menjadi lebih cengeng sekarang? Sudahlah tidak usah menangis, aku tidak apa-apa,” ucap Kibum sambil mengusap air mata Donghae.

“Tidak apa-apa, kalau kamu mau marah denganku marah saja, kalau kamu mau membentakku bentak saja,” ucap Donghae sambil menyentuh kedua tangan Kibum yang berada di wajahnya.

Kibum tersenyum dan kemudian memberikan sebuah kecupan di bibir Donghae, “Apa aku bisa marah denganmu? Kalau aku bisa marah, aku sudah marah sedari tadi.”

“Tadi kamu marah,” ucap Donghae membuat Kibum mengernyitkan alisnya.

“Kapan?”

“Tadi… kamu tidak mau bicara denganku, dan tadi siang kamu membentakku,” jawab Donghae sambil memajukan mulutnya membuat Kibum terkekeh, “Kenapa tertawa?”

“Kamu sangat manis kalau cemberut seperti ini,” godanya dan kembali memberikan sebuah kecupan di bibir Donghae dan kemudian menarik tubuh Donghae ke dalam pelukkan hangatnya, “Oh ya… besok mau ke taman bermain?”

“Besok? Bukannya kamu bilang minggu depan baru bisa?”

“Tadi manager hyung meneleponnya, dan katanya syutingnya ditunda sampai tiga hari ke depan, karena lawan mainku tidak bisa syuting selama tiga hari ini, jadi besok sampai tiga hari ke depan aku libur, mau?”

“Ne, aku mau,” jawab Donghae semangat.

E.N.D~? *ditendang*

Hayaaa… saya kembali melanjutkan FF ini dan menelantarkan dua FF saya yang lain *melirik ‘I’m a Ghost’ sama ‘Memories’*. Maaf, entah kenapa otak saya tidak bisa diajak kompromi untuk melanjutkan dua FF itu, lain kali ya, XD.

Hah… dan entah kenapa juga saya tidak bisa membuat setiap chap lebih panjang, selalu saja pendek, salahkan otak saya, buwahahahahaha

Baiklah… chap ini kembali membosankan, saya tahu itu, tapi masih saja saya mempublishnya. Sudahlah…

Advertisements

20 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 14

  1. Aigoo, suamiku qo manja banget eoh sama bummie?? sinih sinih sama aku aja manja”annya biar bummie bisa kerja, bwehehehehe

    lanjut eon !!
    jangan lupa hutang !!
    hehe

  2. wah??? calon suamiku pengertian amat sama appa-nya *cipok kihae*
    grrr~~donge manja tingkat RT deh -_- *ditabok*

    mau di-end? mau aku cubit lagi eoh? *dicubit duluan*
    eonn im a ghost sama memories manaaa 😥

  3. yaa pendek bgt *plak
    baru kali ini bisa komen biasanya kalo mau komen suka telat aja(?) mianhae ya onnie :p
    jgn tamat2 ya bikinnya lucu liat tingkah kihae nya..
    Tp dsini karakter kihae nya kurang hidup(?)

    next chap dtunggu ya onnie-ya

    1. pendek banget ya? *emang pendek, sok nanya lagi* kkk~

      ne gwaenchanha, makasih ya udah mau baca FF eonni ^^

      jangan tamat? oke, emang ini masih bakalan dilanjut, tapi jangan minta updatenya cepetaaannnnn!!!!!!!!!! hehe…

      karakter Kihae kurang hidup? di sini emang Kihaenya dikit banget, next chap mudah2an Kihaenya mau main lama2 di FF, kkk~

    1. waaahhhhh sampe dibaca dua kali *senyum2 gaje*

      keren? makasih, walopun aku sadar ini g’ sekeren itu XD

      maaf belum bisa dilanjut sekarang…

      1. Seriusan oenni…makanya buruan update next chap dunk….

        Udah kangen sama si kihae…KiHae juga!!!terutama suamiku kibummie *dilempar pot sama donghae

  4. kkk donghae makin manja ya, untung kibummie ga nyalahin donghae, ah mau suami kea kibum =3=, baik banget, kihae juga penurut, masalahnya ga jadi besar dirumah XD
    Aah foto poster yg dibawah unyuu unnie X3

  5. Tuhkan donghae gara2 manja terus sama kibum jadinya kibum d’marahin deh sama sutradaranya 😦

    Mknya jngn manja2 bngt ya kan kasian kibum, tp kihae bnr2 anak pengertian ya, anak baik n penurut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s