Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 10


Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 10 update ^^

Akhirnya… FF ini update juga, kkk~ Adakah yang menunggu? Sepertinya tidak ada! *langsung diem* Sedikit peringatan sebelum kalian membacanya… “FF ini semakin aneh!” itu saja, XD.

Happy reading ^^

– isfa_id –

Donghae hanya terdiam melihat seorang namja tinggi berdiri di hadapannya sekarang. Ditatapnya namja yang bernama Choi Siwon itu sedikit lama dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Ini masih sangat pagi, tapi kenapa namja ini sudah berada di depan rumahnya, Donghae sendiri bahkan baru saja menyelesaikan kegiatan mandinya dan memakai seragam sekolahnya, dia bahkan belum memulai sarapannya.

“Siapa Kibum?”

.

.

Hingga di sinilah mereka berdua berada sekarang, di sebuah taman kecil yang tidak jauh dari rumah Donghae, yang akhirnya terpaksa membuat Donghae tidak mengikuti pelajaran hari ini, dia bolos.

“Siapa Kibum?” Siwon langsung bertanya dengan menatap wajah Donghae yang tertunduk. Jujur, Donghae sebenarnya sedikit malas untuk menatap wajah Siwon. Donghae sangat menyadari, rasa bencinya pada Siwon lebih besar dari rasa kasihannya, ya… kasihan. Dia sudah menyadari rasa cintanya bukan untuk seorang Choi Siwon lagi, melainkan…

“Siapa Kibum?” Donghae mengangkat kepalanya saat Siwon kembali bertanya padanya. “Aku pernah mendengarmu memanggil seseorang bernama Kibummie,” jelas Siwon saat Donghae hanya menatapnya tanpa berucap sedikitpun. “Apa dia?”

“Dia?” ucap Donghae bingung saat Siwon menghentikan kata-katanya hanya dengan kalimat pendek itu.

.

.

Sekarang Donghae berdiri di depan pintu kamar Sungmin dan menatap seseorang, ups, apa bisa Kibum disebut seseorang? Ya… Kibum sedang berada di dalam kamar Sungmin, berdiri dengan posisi membelakangi Donghae karena dia sedang melihat sesuatu dari jendela, dan Donghae tidak tahu sebenarnya apa yang dia lihat, karena mata Kibum hanya menerawang jauh lurus ke depan.

“Apa yang kamu lihat?” tanya Donghae sambil berdiri di sebelah Kibum yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan yang sama sekali tidak bisa Donghae artikan. Kibum menatapnya tanpa ekspresi sedikitpun, “Wae?” tanya Donghae lagi, tapi kini Kibum berjalan keluar dari kamar Sungmin meninggalkan Donghae yang masih berdiri dengan kebingungannya.

Tapi perlahan Donghae bergegas menyusul Kibum yang ternyata sekarang sudah berada di dalam kamarnya, “Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Tidak ada,” jawab Kibum singkat dan kemudian berjalan mendekati Donghae, hingga kini dia tepat berada di hadapan Donghae. Ditatapnya setiap lekuk wajah Donghae, tanpa melewatkan celah sedikitpun, “Aku hanya berpikir…” lanjutnya, meski akhirnya kalimatnya terhenti.

Beberapa detik, “Apa?” akhirnya Donghae berinisiatif untuk bertanya.

“Aku hanya berpikir… apakah ada yang akan menangisiku saat aku mati?”

“Apa yang kamu katakan?”

“Aku tidak mempunyai orang tua, hyungku, sampai sekarang aku tidak tahu dia di mana, bahkan aku tidak tahu apakah dia mencariku atau tidak, dan teman… aku tidak punya, terlebih orang yang mencintaiku. Jadi ku rasa tidak akan ada yang bersedih walaupun seandainya aku mati.” ‘Termasuk kamu,’ lanjut Kibum dalam hati.

Donghae terdiam mendengar ucapan Kibum, dia mencoba mencerna semua apa yang tadi Kibum katakan, “Kamu tidak mempunyai orang tua?” tanya Donghae hati-hati, takut menyinggung perasaan Kibum, dan Kibum hanya menjawab pertanyaan Donghae dengan sebuah anggukkan, sama dengan saat Donghae akhirnya bertanya apakah dia mempunyai hyung, ‘Jadi karena itu dia pernah memanggil hyung saat dia sakit?’ batin Donghae.

Donghae kembali terdiam beberapa saat sambil menatap wajah Kibum yang terlihat sangat sedih, “Kamu jangan pernah lagi bicara seperti itu,” ucapnya kemudian, membuat Kibum mengangkat wajahnya yang tadi sempat tertunduk dan menatapnya. “Aku yakin hyungmu pasti mencarimu, dan dia pasti sangat merindukanmu, dan teman… kamu mempunyai teman, aku,” lanjutnya membuat sebuah senyuman getir terlukis di wajah Kibum.

“Aku tidak mau hanya kamu anggap sebagai teman.”

“Kibummie…”

“Aku tahu, mana mungkin kamu mencintai roh sepertiku,” potong Kibum dan kemudian berjalan keluar meninggalkan Donghae yang hanya bisa terdiam sambil menatap punggung Kibum yang semakin lama semakin menjauhinya.

“Padahal aku ada kabar gembira untukmu,” gumam Donghae.

“Apa?”

“Huwaaa…” Donghae berteriak karena tiba-tiba Kibum sudah berada di belakangnya, “Bukankah tadi kamu…” ucapnya terpotong sambil menunjuk wajah Kibum, “Aku lupa,” bisiknya pada diri sendiri. Bukankah Kibum sangat sering melakukan ini, menghilang dan tiba-tiba muncul, entah ke mana dan dari mana, tapi itu selalu saja sukses membuat Donghae kaget.

“Donghae-ya, kabar gembira apa?” tanya Kibum sumringah.

Donghae memiringkan kepalanya menatap wajah ceria Kibum, apakah secepat itu mood Kibum berubah, bukankah tadi dia sangat terlihat sedih, bahkan sampai mengucapkan kata ‘mati’. “Donghae-ya…” panggil Kibum sambil menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Donghae, “Jagi-ya…” goda Kibum.

“Tidak ada,” jawab Donghae ketus dan langsung keluar dari kamarnya dengan Kibum yang berlari-lari kecil mengejarnya.

“Jagi-ya, ayo cepat katakan, ayo ayo ayo.”

“Sudah ku katakan tidak ada.”

“Tadi kamu bilang ada, kabar gembira kan? Apa?”

“Tidak ada.”

“Ada.”

“Sudah ku bilang tidak ada.”

“Ayolah beri tahu aku, apa itu?”

“Tidak ada apa-apa.”

“Donghae,” Kibum kesal karena Donghae tidak mau memberitahukan apa kabar gembira yang dia katakan tadi.

“Kibum,” balas Donghae iseng.

“Lee Donghae.”

“Kim Kibum.”

“DONGHAE.”

“KIBUM.”

“YA! LEE DONGHAE.”

“MWO?”

“Donghae.”

“Kibum.”

“Donghae.”

“Kibum.”

“Jagi-ya.”

“Jag… jangan panggil aku lagi seperti itu!” ucap Donghae yang hampir saja tadi juga memanggil Kibum dengan sebutan ‘jagi’, yang akhirnya membuat Kibum tersenyum.

“Aish, kamu benar-benar manis,” goda Kibum membuat wajah Donghae memerah seketika.

“Aku memang manis,” jawab Donghae kemudian sambil mencoba memberanikan diri memandang wajah Kibum yang sudah sedari tadi terkekeh karena melihat wajah merahnya. Dan Kibum? hanya bisa tertawa senang karena itu.

– isfa_id –

“H-yung…”

Siwon tersenyum saat mendengar Ryeowook memanggilnya, ditutupnya pintu apartement mereka dan langsung mendekati Ryeowook yang sedang duduk di ruang tengah. “Pangeran tampan hyung sedang apa?”

Ryeowook langsung mengerucutkan bibirnya saat mendengar Siwon memanggilnya seperti itu, dia tidak suka. Dulu dia memang sangat suka dipanggil seperti itu oleh Siwon, saat umurnya masih tujuh tahun, tapi sekarang dia sudah tubuh belas tahun, sudah sepuluh tahun berlalu, dan dia tidak menyukainya lagi, karena menurutnya dia bukanlah anak kecil lagi.

Siwon mengerti dengan maksud bibir Ryeowook yang maju, tapi dia hanya tersenyum seolah-olah tidak mengerti apapun, “Pangeran tampan hyung sudah makan? Sudah minum obat?”

Ryoewook menggeleng, percuma bila dia harus bicara tentang ketidaksukaannya dengan panggilan itu, Siwon tetap akan memanggilnya seperti itu.

Siwon berjalan menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk mereka berdua, karena dia sendiripun belum makan.

Setelah selesai dengan semuanya Siwon langsung mendorong kursi roda Ryeowook ke meja makan. Dia memang tidak memerlukan waktu lama untuk menyiapkan makanan, karena dia memang tidak perlu memasak. Tadi dia sudah membelinya sebelum dia pulang.

Siwon kembali tersenyum melihat Ryeowook yang makan dengan lahap, dia sangat senang melihat keadaan Ryeowook yang sudah semakin membaik. Sungguh, dia tidak ingin melihat Ryeowook terbaring lagi.

“Su-dah,” ucap Ryeowook terbata setelah dia menyelesaikan makannya. Siwon yang mendengarnya langsung berdiri dan berjalan ke kamar Ryeowook untuk mengambil obatnya. Dia segera memberikannya ke Ryeowook setelah kembali ke meja makan dan Ryeowook langsung meminumnya dengan bantuan sedikit air.

“H-yung o-bat.”

“Ne, hyung juga akan meminum obat hyung nanti,” ucap Siwon mengerti dengan apa yang diucapkan Ryeowook.

“Se-ka-rang!” ucap Ryeowook seakan memerintah Siwon meski tetap dengan cara bicaranya yang masih belum lancar.

“Baiklah pangeran tampanku,” jawab Siwon membuat Ryeowook tersenyum dengan rona merah di pipinya.

Siwon segera masuk ke kamarnya, mengambil obat dan meminumnya di depan Ryeowook, “Sudah hem?” ucapnya yang dijawab anggukkan oleh Ryeowook.

“H-yung…”

“Hm?” ucap Siwon saat Ryeowook memanggilnya, dia kembali duduk di samping Ryeowook sambil menatap adik kesayangannya itu.

Ryeowook mengambil papan dan spidol yang memang selalu dibawanya ke mana-mana, mengingat dia masih sangat susah untuk bicara, apalagi bila kalimatnya sudah cukup panjang. Ditulisnya beberapa kata di sana, dan kemudian memperlihatkannya kepada Siwon.

Jongwoon hyung di mana?

Itu pertanyaan yang Ryeowook lontarnya, yang hanya bisa dijawab dengan diam oleh Siwon.

– isfa_id –

“Ya! Lee Donghae, cepat katakan!”

Kibum membuntuti ke manapun Donghae berjalan, ke kamar, dapur, kamar mandi, ruang tengah, bahkan sampai ke luar rumahnya dan kemudian masuk lagi. “KIM DONGHAE!”

‘Tuing…’

Sebuah bantal melayang ke arah Kibum yang tentu saja menembus tubuhnya, apalagi sebenarnya yang ada di pikiran Donghae hingga dia berpikir untuk melemparkan bantal untuk Kibum, itu tidak akan mungkin menyakiti Kibum.

“Margaku Lee, BODOH!”

“Kau yang bodoh,” balas Kibum santai yang membuat Donghae kesal, meski tidak sepenuhnya kesal.

“Donghae, cepat katakan, kabar gembira apa yang ingin kamu sampaikan untukku.” Kibum kembali mencoba meminta Donghae untuk mengatakan tentang kabar gembira yang tadi sempat Donghae katakan.

“Sudah ku bilang tidak ada.”

“Donghae,” kali ini Kibum mencoba berucap dengan nada memelas agar Donghae mau mengatakannya, tapi percuma, Donghae malah meninggalkannya ke dalam kamar. “LEE DONGHAE MENYEBALKAN!”

– isfa_id –

Seorang namja manis tersenyum sambil melingkarkan tangannya di leher namja yang sedang menggendongnya sekarang, dia sedikit menunduk untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya, meskipun pada kenyataannya namja yang menggendongnya itu dapat melihat rona merah itu dengan sangat jelas. Hanya keheningan yang menyelimuti mereka berdua, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.

“Gomawo.” Akhirnya kata itu keluar juga dari mulut sang namja manis, Sungmin saat namja yang menggendongnya tadi, Yesung sudah menurunkan tubuhnya ke atas kursi rodanya.

“Tidak usah sungkan, ini memang tugasku,” jawab Yesung dan kemudian langsung mendorong kursi roda Sungmin setelah menundukkan kepalanya ke seorang pramugara yang tadi membantunya untuk mengangkat kursi roda Sungmin saat dia menggendong tubuh namja itu.

Yesung terus mendorong kursi roda Sungmin, dan Sungmin hanya bisa diam sambil sesekali mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Banyak orang, tentu saja, mereka sedang di bandara sekarang. Baru beberapa menit yang lalu pesawat mereka mendarat.

Yesung menghentikan kursi rodanya dan meminta Sungmin untuk menunggu saat dia harus melakukan pemeriksaan sama seperti apa yang sudah dia lakukan tadi, setelah selesai Yesung kembali mendorong kursi roda itu untuk keluar dari bandara, setelah mengambil barang-barang mereka tentu saja. Untungnya barang bawaan mereka tidak terlalu banyak, hanya satu tas ransel meski cukup besar.

Mereka berhenti setelah berada di luar bandara, Yesung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat di depan mereka dan segera kembali menggendong tubuh Sungmin untuk membawanya masuk ke dalam taksi, yang akan membawa mereka ke sebuah tempat yang sudah sangat ingin Sungmin datangi setelah mereka kembali ke sini, Negara mereka, Korea.

– isfa_id –

Siwon menutup pintu kamar Ryeowook setelah benar-benar memastikan adik kesayangannya itu tertidur dengan sangat pulas. Dia tersenyum sebelum pintu kamar itu benar-benar tertutup rapat.

Dilangkahkannya kakinya menuju ruang tengah dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa yang berada di depan tv. Tapi kemudian perlahan dia membaringkan tubuhnya di sofa itu, menatap langit-langit apartementnya. “Jadi kamu merindukannya.” Desahnya setelah mengingat pertanyaan terakhir Ryeowook sebelum dia tidur, soal Jongwoon.

Siwon sedikit mengalihkan pandangannya ke atas meja di dekatnya saat menyadari lampu handphonenya menyala pertanda ada yang menghubunginya. Dia duduk sejenak dan kemudian mengambil handphonenya sambil memperhatikan siapa yang menghubunginya, “Ne.” ucapnya singkat saat mengangkat telepon itu, “Baiklah.” Lanjutnya.

– isfa_id –

Donghae terbangun dari tidurnya, diusapnya perlahan wajahnya dan kemudian bangkit keluar dari kamarnya. Diliriknya sekilas jam yang menempel di dinding kamarnya sebelum dia benar-benar keluar, jam tiga sore. “Tumben dia tidak menggangguku?” ucapnya pada diri sendiri saat menyadari kalau Kibum sama sekali tidak mengganggu tidur siangnya, biasanya dia tidak akan mempunyai kesempatan untuk tidur siang, karena Kibum selalu mengganggunya dengan mulutnya yang tidak pernah berhenti untuk bicara.

“Kau sudah bangun?”

“Haaa…” Donghae tersentak saat Kibum tiba-tiba sudah ada di sebelahnya.

“Aku menunggumu dari tadi, memangnya apa kabar gembiranya?”

Donghae memandangi Kibum lekat-lekat, ternyata Kibum masih penasaran dengan kabar gembira yang ingin dia sampaikan, “Bukankah tadi sudah aku bilang tidak ada.”

“Ayolah Donghae, apa kabar gembiranya?”

Donghae terkekeh melihat wajah memelas Kibum, “Baiklah, aku beritahu, tapi… besok.”

“Ya! Lee Dong…”

‘Tok tok…’

Kibum menghentikan ucapannya saat tiba-tiba dia mendengar suara ketukan dari pintu depan. Kibum dan Donghae saling memandang satu sama lain dan kemudian sama sama menatap pintu. “Buka!” perintah Donghae yang membuat Kibum menatapnya tajam, yang akhirnya membuat Donghae tertawa.

Donghae berjalan menuju pintu depan dengan diikuti Kibum di belakangnya, diintipnya sekilas seorang namja berdiri membelakangi pintu rumahnya dari balik gorden jendela kecil yang ada di sebelah pintu, “Nugu?” tanyanya pada diri sendiri karena tidak mengenal siapa namja yang berdiri itu.

Perlahan Donghae memutar knop pintu yang membuat pintu itu akhirnya terbuka, kembali ditatapnya punggung namja yang masih berdiri membelakanginya itu, “Nuguseyo?” tanyanya, yang membuat namja itu langsung berbalik menatapnya.

“HYUNG?”

Donghae langsung menoleh ke arah Kibum yang berteriak di sampingnya, dia memiringkan kepalanya saat melihat sebuah ekspresi yang tidak benar-benar bisa dia artikan dari wajah Kibum. Kibum mengangi, tapi bibirnya tersenyum, sangat lebar bahkan.

“HYUNG!!!” Kibum kembali berteriak.

T.B.C

Astaga… FF ini udah lama banget updatenya, pendek lagi, belum lagi ceritanya yang semakin aneh. Huwaaa… *jedotin pala ke dinding* oke hentikan, ternyata sakit, XD.

Advertisements

24 thoughts on “I’m a Ghost – 10

  1. hwa update *spechless* im a ghost udah update trus little kihae nya kapan?? *plak << ini perasaan tiap komen nagih ff mulu yak ^^v

    ah eonn semakin kesini(?) donghae yg rapuh ga kelhatan yaa , inget pas chap2 awal hae kaya bergantung bgt sama kyuhyun ,,, tapi sekarang kibum lebih sering nongol ma hae *angkat banner kihae*

    1. ‘Little Kihae’? mian belum bisa lanjut :(((

      Donghae emang udah keliatan tegar ko’, lagian kalo dia masih rapuh g’ mungkin dia sanggup ke apartement Siwon meskipun cuman buat ngeliat Ryeowook, kkk~ kan Kibum udah ada sama dia tiap saat, XD.

  2. TBC lagi chingu!!!,kabar apa?.apa?..Aisshhh..ada Yemin trs Kyu?Wookie?..siapa hyungnya Bumppa? siapa?siapa?,hayolahhh Chagi”Eh Lho” jgn buat aku penasaran,cepat temukan tubuh Bumppa,buat Kihae segera jadian,terus Yadongan,jangan naek gunung cari Ilham kelamaan Ne!! “Readers Bawel”

    1. IYA SAYANG… MANA MUNGKIN AKU MISAHIN KIHAE, TAPI GIMANA KALO AKU BUAT KIBUM MATI DI SINI, BUWAHAHAHAHAHA… *ending yg udah ada di otakku seperti itu*

      FF LAIN? YG MANA YA?

  3. huaaa akhirnya ffnya update jg^^.tp emg sdkt pendek sih unnie._. tp tambah seru tuh >w< .unnie chap 11 cpt update ya! hwaiting!!^^

  4. aaaaaaaakkkkkkhhhhiiirrrrrnnnnnyyyyaaaaa uuuuupppppddddaaaattteeeee jjjuuuuugggaaaaaa…… ><
    lanjut don onni yaya *puppyeyea ala dongek*

      1. coment ku bertypo ria rupanya -_-
        pokoknya lanjut yg cepet ya isfa onni yg tantik XD /slap
        kalo ngga aku nikahin itu kihae kopel sekarang juga XP

  5. ya ampun,, ni FF lma amat terbitnyaaa.. ampe lumutan gw-__-
    pokoknya jgn buat kibum mati,, huhu kihae harus bersatu , happy ending,, tp endingnya masih lama kah???

  6. Akhirny slesai jg bca smua’ny…
    Keren…
    Lanjutanny jgn lma” yach,secepat’ny…
    Smuany…
    Our little angel,memories,i’m a gost aq tggu xixixixixi
    #maksa~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s