Posted in KiHae Couple

Memories – 3


Tittle : Memories

Pairing : KiHae

– isfa_id –

Kibum terbangun dari tidurnya, dia sedikit menggeliat dan kemudian benar-benar bangkit dari tidurnya. Dia melirik jam kecil di meja belajarnya membuat matanya terbelalak seketika, “AKU TELAT…” Kibum bergegas berlari menuju kamar mandi dengan tidak lupa membawa handuk yang dia gantung di dekat pintu kamar mandi.

Beberapa menit kemudian dia langsung keluar, sepertinya dia hanya mencuci mukanya karena tidak akan cukup waktu bila dia benar-benar harus mandi. Bergegas Kibum membuka lemari pakaiannya, mengambil seragam sekolah dan langsung memakainya. Setelah selesai dia langsung berlari ke depan pintu dan memakai sepatunya dengan sangat terburu-buru.

Kibum membuka pintu, tapi kemudian menghentikan langkahnya saat ingat dia harus membawa sesuatu. Dia berbalik dan mengambil skateboardnya yang ada di dekat sofa ruang tengah kemudian kembali berlari keluar dari rumahnya, dia sudah sangat telat untuk sekolah.

Kibum mengunci pintu dan kemudian berbalik bersiap untuk berlari menuju halte, tapi langkahnya terhenti saat melihat sebuah mobil berhenti di depannya. Dia memiringkan kepalanya sedikit memperhatikan siapa yang ada di dalam mobil hingga akhirnya namja yang mengendarai mobil itu keluar, “Eunhyuk,” ucapnya saat melihat Eunhyuk sudah berdiri di depannya.

Mata Kibum benar-benar tertuju pada Eunhyuk dan menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, “Kenapa kamu tidak pakai seragam, cepatlah, pakai punyaku saja, kita sudah telat,” ucapnya sambil menarik Eunhyuk untuk memasuki rumahnya guna meminjamkan Eunhyuk seragam sekolahnya, tapi Eunhyuk menarik tangan Kibum membuatnya menghentikan niatnya itu.

“Kita bolos saja,” ucap Eunhyuk membuat Kibum memandangnya dengan tatapan sangat tidak suka.

“Kalau mau bolos, bolos sendiri saja, aku pergi,” dan Kibum melepaskan genggaman tangan mereka dan kembali berlari, bila saja Eunhyuk tidak menarik kembali tangannya. “Wae?”

“Tidak mau aku ajari skateboard?”

– isfa_id –

Kibum sibuk dengan skateboardnya, dia sedang berlatih skateboard di taman mengikuti permintaan Eunhyuk untuk bolos sekolah, dia lebih memilih berlatih skateboard sepertinya. “Auw…” dia sedikit berteriak saat terjatuh tapi kemudian kembali bangkit dan melanjutkan untuk berlatih skateboard.

Eunhyuk yang melihat Kibum hanya dapat tersenyum dan melambaikan tangannya sesekali pada Kibum sambil terus memperhatikan permainan skateboard Kibum. “Hoi…” Eunhyuk menoleh saat seseorang memukul pundaknya.

“Oh… sudah datang,” ucap Eunhyuk saat melihat seorang namja berambut coklat di belakangnya.

“Maaf aku telat, ada sedikit pekerjaan,” ucap Donghae dan duduk di sebelah Eunhyuk.

“Aish kau ini, ini weekend dan kamu masih harus bekerja?” sungut Eunhyuk.

“Beberapa hari ini aku sudah izin karena menemaninya, jadi aku harus kerja saat weekend,” jawab Donghae sambil memperhatikan Kibum yang masih sibuk dengan skateboardnya. Tapi perlahan kepalanya tertunduk saat Kibum berjalan mendekati mereka berdua.

“Nugu?” tanya Kibum pada Eunhyuk.

Donghae segera berdiri mendengar pertanyaan Kibum dan menatapnya sedikit kesal, “Kau lupa? Aku Donghae,” ucap Donghae dengan nada sedikit kesal yang membuat Eunhyuk harus menyikutnya agar dia sadar. Donghae langsung kembali tertunduk saat dia ingat seharusnya dia tidak melakukan itu, tapi entah kenapa dia sedikit merasa kesal karena harus selalu memperkenalkan dirinya pada Kibum setiap hari, dan setiap hari juga Kibum melupakannya.

“Aish, kau kasar sekali,” ucap Kibum dan kemudian meninggalkan mereka berdua dan kembali kepada skateboardnya.

“Aku pulang saja,” Donghae langsung berjalan pergi dari taman itu meninggalkan Kibum dan Eunhyuk, dia merasa percuma datang ke sini, karena Kibum sepertinya memberikan tanggapan kalau sepertinya dia sangat tidak penting.

Donghae selalu berharap sebelum tidur kalau Kibum akan mengingatnya esok hari, atau kalau Kibum tetap tidak mengingatnya sikap Kibum akan lembut padanya. Tapi keinginan Donghae tidak selalu terkabul, karena kadang Kibum akan bersikap dingin seperti ini padanya, seperti Kibum benar-benar tidak ingin mengenalnya.

Donghae menghentikan langkahnya saat berada di sebuah bangunan kecil, seukuran pos jaga. Tapi bangunan ini selalu kosong. Dia sedikit bersembunyi di balik bangunan itu dan memperhatikan Kibum dari sana, “Bummie, kapan kau akan mengingatku? Aku lelah, aku bosan,” ucapnya pelan. Tapi dia tersenyum saat melihat Kibum yang jauh darinya itu tersenyum.

“Hei, apa yang kau lakukan di sini?”

Donghae menoleh saat seseorang menyentuh pundaknya, “Kau mengikutiku?” ucap Donghae tidak suka saat melihat seorang namja tinggi di depannya sekarang.

“Apa yang kau lihat?” tanya namja itu tanpa memperhatikan raut wajah Donghae yang terlihat sangat kesal.

“Bukan apa-apa,” ucap Donghae dan menarik namja itu menjauh dari sana.

.

.

“Eunhyuk, aku mau melihatmu memainkannya,” ucap Kibum dan memberikan skateboardnya pada Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum dan langsung mengambil skateboard dari tangan Kibum dan segera memainkannya. Kibum tersenyum melihat permainan skateboard Eunhyuk yang memang sangat indah, dia bisa memainkan banyak gaya, Kibum sangat ingin bisa seperti itu.

Kibum menoleh ke belakang, dapat dilihatnya Donghae yang sekarang berjalan dengan seorang namja agak jauh dari tempatnya duduk sekarang, dia memiringkan kepalanya menatap Donghae yang semakin menjauh, “Ada apa?” Kibum tersentak saat tiba-tiba Eunhyuk sudah berada di sebelahnya.

“Bukan apa-apa,” jawab Kibum dan kemudian mengambil kembali skateboardnya dari tangan Eunhyuk, “Aku mau main lagi,” ucapnya dan langsung memainkan skateboardnya.

– isfa_id –

Donghae tersenyum saat dia mendapatkan secangkir minuman hangat yang baru saja diberikan oleh seseorang yang bernama Cho Kyuhyun, ya… namja yang bersamanya di taman tadi adalah Cho Kyuhyun. “Terima kasih,” ucapnya dan menyesap minuman yang sudah berada di tangannya sekarang.

“Maaf aku belum bisa menyelesaikan laporannya Kyu,” ucap Donghae setelah meletakkan cangkirnya di atas meja, “Tapi aku janji besok selesai, aku akan menyelesaikannya malam ini,” lanjutnya.

Kyuhyun hanya tersenyum mendengar ucapan Donghae, dia kadang berpikir kenapa Donghae selalu meninggalkan kantor hampir setiap hari tanpa alasan yang jelas. Dia tahu dia adalah pimpinannya dan Donghae adalah sahabatnya, tapi dia selalu merasa tidak enak dengan pegawai yang lain bila membiarkan Donghae seenaknya seperti itu, hingga mau tak mau Kyuhyun harus meminta Donghae bekerja saat weekend.

Itu adalah perusahaan orang tua Kyuhyun, dan Kyuhyun baru saja diberi kepercayaan untuk memimpin salah satu cabang yang baru beberapa bulan ini dibangun, dan dia langsung meminta Donghae untuk bekerja di sana.

“Selesaikan malam ini juga, atau kamu ku pecat,” ucap Kyuhyun kemudian dan langsung pergi meninggalkan Donghae, membuat Donghae yang mendengarnya hanya bisa menarik nafas pasrah.

Donghae mengedarkan pandangannya menatap setiap pengunjuk café, ya… dia sedang berada di café sekarang dan baru saja ditinggalkan sendirian oleh Kyuhyun. Donghae bangkit dan keluar dari café tersebut, tapi langkahnya terhenti saat dirasakannya handphone yang ada di kantong celananya bergetar.

Diambilnya handphonenya itu dan memperhatikan nama yang tertera di sana ‘Bummie’. Donghae menggaruk kepalanya sendiri saat membaca nama Kibum di layar handphonenya. Tapi Donghae tahu siapa yang menghubunginya, bukan Kibum melainkan Eunhyuk. “Wae?” ucap Donghae ketus saat mengangkat teleponnya.

“Untuk apa aku ke sana? Aku tidak mau, aku harus menyelesaikan pekerjaanku malam ini,” ucap Donghae menjawab ajakan Eunhyuk yang memintanya untuk datang ke rumah Kibum. “Benar kau akan membantuku? Baiklah kalau begitu, tapi kalau aku tidak dianggap aku pulang,” lanjutnya dan kemudian menutup teleponnya.

– isfa_id –

Sore hari.

Kibum memandangi namja berambut coklat yang sekarang sedang berdiri di depannya tanpa berkedip sedikitpun. Ditatapnya namja tersebut dari ujung rambut hingga ujung kaki, dan setelah memperhatikannya dia langsung masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu.

“MWO?” teriak Donghae tidak percaya dengan apa yang dilakukan Kibum padanya, hei lihatlah, Kibum meninggalkannya begitu saja di depan rumahnya tanpa berucap apapun. *elus2 dada Donghae, ditendang Kibum*

Donghae sudah berputar untuk pulang, lagipula menurutnya tidak ada gunanya di sini, dia sudah diusir bukan? Dia berjalan menjauh dari rumah Kibum hingga ada yang menarik tangannya, “Sudahlah Eunhyuk, aku mau pulang,” ucap Donghae tanpa menoleh sedikitpun.

“Eunhyuk memintaku untuk mengajakmu masuk.”

Seketika tubuh Donghae berputar menghadap ke seseorang yang menarik tangannya tadi, dia terkejut saat mengetahui ternyata bukan Eunhyuk yang menariknya melainkan Kibum. Tapi dia langsung menarik tangannya dari genggaman Kibum setelah memberikan sebuah senyum getir dari wajahnya, “Katakan pada Eunhyuk aku pulang!”

“Aku bisa dibunuhnya kalau kamu pulang,” jawab Kibum dan kembali menarik tangan Donghae, kemudian langsung menarik tubuh Donghae ke dalam rumahnya dengan sedikit susah payah karena Donghae menahan tubuhnya sendiri membuat Kibum terkesan menyeretnya meskipun akhirnya tubuhnya tetap masuk ke dalam rumah Kibum dan terpaksa menuruti permintaan Kibum untuk duduk di sofa ruang tengah rumahnya ini.

Kibum menundukkan kepalanya sedikit dan berjalan meninggalkan Donghae, yang membuat Donghae kebingungan sendiri dengan sikap formal Kibum. Untuk apa Kibum melakukan gerakan kepala menunduk seperti itu padanya?

Tinggalkan Donghae sendirian di sana, lebih baik kita lihat apa yang ingin dilakukan Kibum.

Kibum berjalan menuju dapur di mana sedang berada Eunhyuk di sana. “Dia di ruang tengah,” ucap Kibum sambil membuka kulkas untuk mengambil sedikit minum, “Temani dia sana, biar aku yang memasak,” lanjutnya memerintah Eunhyuk untuk menemani Donghae.

“Apa? Tadi kamu bilang apa? Aku menemaninya? Tidak mau, kamu yang harus menemaninya!” jawab Eunhyuk langsung mendorong Kibum menjauhinya, hingga mau tak mau Kibum harus menjauh dari dapurnya dan kembali berjalan menemui Donghae.

Ternyata tidak ada yang istimewa yang ingin dilakukan Kibum. -_-“

Kibum berjalan dengan sedikit enggan menuju ruang tengah rumahnya, dan duduk dengan sedikit terpaksa di sebelah Donghae.

.

.

Lima belas menit, keheningan menyelimuti mereka berdua, tidak ada satupun yang ingin memulai percakapan, hingga membuat Eunhyuk yang melihat mereka dari dapur hanya dapat menarik nafas panjang. Apa yang dilakukan oleh sepasang kekasih itu? Adakah sepasang kekasih yang hanya berdiam diri saat mereka berdua? Tapi sepertinya memang itulah yang terjadi dengan Kibum dan Donghae, karena bagaimanapun Kibum sama sekali tidak mengingat Donghae.

“Ehem.” Kibum berdehem ria dan kemudian meraih remote tv yang ada di atas meja. Segera dia menekan tombol untuk menyalakan tv dan mengganti-ganti channel tanpa memperhatikan terlebih dahulu acara yang sedang ditayangkan tersebut.

Donghae yang melihat itu hanya bisa diam, dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan, “Ehem,” diapun ikut berdehem ria sama seperti apa yang dilakukan Kibum tadi, yang membuat Eunhyuk tersenyum melihatnya, bahkan ingin tertawa.

Eunhyuk tersenyum sambil berjalan membawakan makanan untuk Kibum dan Donghae. Dia berdiri sejenak di depan mereka berdua sambil terus menahan tawanya yang sebenarnya sudah sangat ingin keluar.

“Ya! Lee Hyukjae, pergi, kau menghalangi pandanganku,” ucap Kibum sedikit berteriak karena Eunhyuk menutupi pandangan Kibum dari tvnya, meskipun pada kenyataannya dia tidak sedikitpun memperhatikan tayangan tersebut.

Eunhyuk kembali tersenyum dan kemudian meletakkan makanan ringan ke atas meja di depan Kibum dan Donghae lalu kemudian kembali berjalan ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga.

Donghae segera beranjak dari duduknya dan berniat menemui Eunhyuk di dapur, hingga akhirnya niatnya itu batal saat Eunhyuk berteriak, “KU BUNUH KAU LEE DONGHAE” padanya. Hingga akhirnya dia kembali duduk di sebelah Kibum dengan wajah kesal karena Kibum mentertawainya.

“Membunuh adalah hobinya,” ucap Kibum dengan sedikit terkekeh.

Sepertinya akan ada perkembangan dengan mereka berdua, apakah benar?

.

.

Makan dalam diam. Itulah yang sedang mereka bertiga lakukan sekarang. Eunhyuk terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sambil memperhatikan dua orang yang sedang saling menundukkan kepala masing-masing.

“Kita main sesudah makan,” ucap Eunhyuk memecah keheningan.

“Ye?” teriak Kibum dan Donghae bersamaan seraya mengangkat kepala masing-masing menatap Eunhyuk.

“Kompaknya,” goda Eunhyuk membuat Kibum dan Donghae kembali menundukkan kepala mereka.

.

.

“Mati kau Lee Donghae,” ucap Eunhyuk saat dia memenangkan permainan kartu mereka.

Donghae hanya dapat menarik nafas pasrah saat lagi lagi dia kalah dan harus melakukan hukuman seperti yang sudah mereka bertiga janjikan sebelum bermain, minum air dari gelas yang berukuran cukup besar.

Donghae mengambil cangkir yang sudah tersedia di tengah-tengah mereka dan meminumnya hingga habis, “Uhuk,” dia terbatuk dan memuntahkan air dari mulutnya, dia sudah tidak sanggup sepertinya karena dia sudah minum sepuluh gelas air, karena dia sudah sepuluh kali kalah tentu saja.

“Kau curang, minum lagi,” ucap Eunhyuk seraya menyodorkan segelas air ke Donghae, meski akhirnya Kibum mengambil gelas dari tangan Eunhyuk tersebut.

“Sudahlah,” ucap Kibum lembut dan meletakkan gelas tersebut di sebelahnya, “Kita lanjutkan lagi mainnya,” lanjutnya sambil membagikan kartu-kartu yang ternyata sudah ada di tangannya saat Donghae berusaha menghabiskan minumnya.

.

.

“Mati kau Kim Kibum,” Eunhyuk berteriak senang saat Kibum kalah dalam permainan mereka kali ini.

Kibum langsung melemparkan kartu-kartunya dan mengambil air minum yang akan segera dia habiskan sebagai hukumannya, tapi baru saja bibir gelas itu menyentuh bibirnya Eunhyuk langsung menarik tangannya membuat airnya sedikit tumpah mengenai baju Kibum. “Aish,” sungut Kibum sambil sedikit menyibak bajunya untuk mengeringkannya, mungkin.

“Hukumanmu berbeda,” ucap Eunhyuk membuat Kibum mengernyitkan alisnya. Seulas senyum jahil tersemat di bibir Eunhyuk seraya dia meletakkan gelas itu di sebelahnya. Ditatapnya wajah Kibum kemudian beralih menatap wajah Donghae sedikit bingung dengan arti tatapan dan senyuman Eunhyuk. “Cium dia,” perintahnya kepada Kibum membuat Kibum dan Donghae memelototkan mata mereka. “Di bibir,” lanjut Eunhyuk membuat sebuah bantal melayang ke mukanya, hadiah dari Donghae.

‘Jangan macam-macam’ tatapan Donghae mengisyaratkan ungkapan itu pada Eunhyuk, tapi Eunhyuk tidak peduli, dia malah berucap “Cepat” pada Kibum.

“Hentikan saja!” ucap Kibum dan langsung beranjak dari duduknya, meski pada akhirnya dia harus duduk kembali karena Eunhyuk menarik tangannya. “Ini tidak sesuai perjanjian kita, lagipula kenapa aku harus menciumnya, aku tidak mau!” lanjutnya dan menarik tangannya dari genggaman Eunhyuk.

“Kau tidak boleh curang Kibum, kau harus menjalani hukumanmu.” Ucap Eunhyuk santai meski terus ditatap tajam oleh Donghae.

Donghae tahu maksud Eunhyuk melakukan ini semua, ini semua untuknya, dia bahkan sangat ingin merasakan sentuhan bibir Kibum, sudah sangat lama dia tidak merasakannya, dia merindukan sentuhan itu.

“Baiklah,” jawab Kibum akhirnya, “Di pipi,” lanjutnya, membuat Eunhyuk mengangguk meski sebenarnya Eunhyuk sangat ingin Kibum melakukan lebih dari itu.

“Baiklah, itu sudah cukup, cepat!” jawab Eunhyuk.

“Sabar sedikit,” ucap Kibum dan kemudian menghadap ke arah Donghae yang ada di sampingnya. Ditatapnya wajah Donghae yang sekarang sedang menunduk sangat dalam, dia bahkan juga melihat Donghae yang sedang menggenggam tangannya sendiri dengan sangat erat, Donghae sangat gugup, Kibum menyadari itu. “Maaf,” ucapnya lembut dan kemudian mendaratkan sebuah ciuman di pipi mulus Donghae, hanya sekejap, tapi itu sukses membuat wajah Donghae memerah.

“Ehem, aku keluar,” ucap Donghae dan langsung bangkit kemudian berlari keluar dari rumah Kibum.

.

.

Donghae duduk sambil menengadahkan kepalanya menatap gelapnya langit. Kenapa sekarang tidak ada bintang? Padahal dia sedang bahagia sekarang, meskipun sedikit. Kemudian kepalanya tertunduk dan tangannya tergerak untuk menyentuh pipinya, yang baru saja mendapatkan sebuah kecupan yang sudah sangat ingin dia rasakan, dari kekasihnya. Meskipun pada kenyataannya Kibum bukanlah menciumnya sebagai seorang kekasih, melainkan hanya menjalani hukumannya, tapi itu sudah sangat cukup bagi Donghae.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

Donghae mengangkat kepalanya dan menatap seseorang yang sudah duduk di sebelahnya, Kibum. “Maaf soal tadi,” ucap Kibum sambil menundukkan kepalanya. “Aku sangat tidak sopan kan, seharusnya aku tidak melakukan itu meskipun Eunhyuk memaksaku,” lanjutnya sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

“Tidak apa-apa,” jawab Donghae dengan wajah yang memerah tapi tersamar oleh gelapnya malam.

“Oh ya, apa yang kamu lakukan di sini?” Kibum kembali mengulang pertanyaannya tadi.

“Tidak ada, hanya sedikit merindukan seseorang,” jawab Donghae, meski dia sedikit berbohong dengan kata ‘sedikit’ yang baru saja dia ucapkan, dia bahkan sangat merindukan orang tersebut.

“Siapa? Pacarmu?” tanya Kibum yang dijawab Donghae dengan sebuah anggukkan. “Oh,” ucap Kibum sedikit kecewa. Kecewa? Kenapa? Entahlah. Yang jelas tersirat dengan jelas nada kekecewaan dari kata ‘oh’ yang baru saja dia ucapkan, meskipun Donghae tidak menyadari itu.

“Kau sendiri, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Donghae.

“Menemanimu.”

Donghae terpaku mendengar jawaban Kibum, ‘Menemaniku?’ batinnya heran.

“Kau tidak suka?” tanya Kibum membuat Donghae langsung mengalihkan pandangannya yang tadinya terfokus pada wajah Kibum menjadi menatap kakinya sendiri. “Kalau begitu aku masuk,” lanjut Kibum membuat Donghae langsung berinisiatif menahan Kibum dengan menarik tangannya.

“Temani aku.”

“Baiklah.”

.

.

Tiga puluh menit. Cukupkah mereka saling berdiam diri sekarang? Ini sudah terlalu lama.

“Apa yang mereka berdua lakukan?” desah Eunhyuk dari dalam rumah yang sedang sibuk memperhatikan dua orang yang hanya saling berdiam diri sekarang. “Apa masih ada yang kurang? Apalagi yang harus aku lakukan sekarang?” ucapnya bicara pada diri sendiri.

Apa yang belum Eunhyuk lakukan hari ini? Menjemput Kibum dan mengajaknya bermain skateboard di taman, menelepon Donghae untuk ikut ke taman meski pada akhirnya Donghae pulang. Meminta Donghae untuk datang ke rumah Kibum, membuat mereka duduk berdua sambil memperhatikan tv yang entah apa yang tayang di sana. Mengajak mereka bermain bersama dan memberikan hukuman untuk Kibum mencium Donghae. Meminta Kibum menemani Donghae di luar. “APA LAGI???” teriaknya frustasi, tapi kemudian dia menutup mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya setelah sadar kalau dia bisa saja merusak moment KiHae sekarang.

.

.

“Kau tidak merasa dingin? Kita masuk saja,” ajak Kibum yang mendapat anggukan dari Donghae.

Eunhyuk yang melihat Kibum dan Donghae berjalan untuk masuk langsung berlari ke ruang tengah dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, berpura-pura tidur.

‘Plak’

Kibum menendang kepala Eunhyuk saat melihat Eunhyuk terbaring di sana.

“Aish, kenapa menendang kepalaku?” rutuk Eunhyuk tidak terima dan langsung memukul kepala Kibum.

“Aish, kenapa memukul kepalaku?” sekarang giliran Kibum yang bersungut.

KiHyuk terus saling memukul kepala masing-masing membuat Donghae tersenyum.

“Hentikan!” teriak Eunhyuk setelah dia melihat Donghae yang tertawa dengan sangat puas. “Bukankah kau bilang ada yang harus kau kerjakan?” tanya Eunhyuk yang membuat Donghae sadar kalau dia harus mengerjakan laporannya secepatnya kalau tidak dia akan kehilangan pekerjaannya.

“Apa? Tugas sekolah? Aku bisa membantu!” ucap Kibum menawarkan bantuan.

“Oh… itu… tidak perlu, aku bisa mengerjakannya bersama Eunhyuk saja,” jawab Donghae. Tidak mungkin dia membiarkan Kibum membantunya untuk menyelesaikan laporannya. Kibum pasti heran melihat anak sekolah yang mengerjakan laporan bulanan mengenai penjualan barang.

.

.

Donghae tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang menyandar di atas meja, sedangkan Eunhyuk tertidur dengan sangat elit di atas sofa.

Kibum yang memang sudah sedari tadi mengintip apa yang Eunhyuk dan Donghae lakukan dari kamarnya bergegas keluar sambil membawa sebuah selimut. Diselimutinya tubuh Eunhyuk yang terlihat sedikit kedinginan dari caranya yang menggenggam tangannya dan meletakkannya di dada. Dia kemudian beralih menatap laptop Donghae yang masih menyala.

Kibum memiringkan kepalanya melihat halaman Excel yang tampil di layar monitor itu. “Tugas anak kuliah sepertinya sangat berat,” ucapnya pelan setelah memperhatikan wajah Donghae, dan menurutnya wajah Donghae sangat cocok dengan anak kuliah, bukan anak sekolah lagi sepertinya, meskipun pada kenyataannya umur mereka sama.

Dia segera menekan tombol CTRL + S untuk menyimpan file tersebut dan kemudian mematikan laptopnya. Setelah merapikan barang-barang yang ada di atas meja, dia segera menggendong tubuh Donghae, membawanya ke kamarnya, membaringkannya ke tempat tidur, menyelimutinya dan kemudian mengucapkan “Selamat malam” seraya ikut berbaring di sebelahnya.

T.B.C

Advertisements

24 thoughts on “Memories – 3

  1. begini ya nona author? saya mau bilang kalo? SAYA GAK SUKA T.B.C.
    KATA APA INI? HUH HUH? AYO LANJUT GAKKK? /asah golok.

    by the way bus way? AWAS KALO KIBUM GAK INGET INGET? KU BANTING DIA KE TEMBOK.
    kan kasihan Donghae. Donghae yang malang? kenapa hidupmu begitu tersiksa (T,.T) /cium Donghae.

    oh iyaa~ itu Hyuk kedinginan ya? ga deh kayanya? soalnya tiap malam aku peluk peluk? Bwahahahhahah~

    OK LANJUTTTTTTTTTT..
    GPL aka GAK PAKE LAMA.

    1. APA? G’ SUKA SAMA KATA2 T.B.C? END, SELESAI KAN, BUWAHAHAHAHAHA…

      HEI, KALO KIBUMNYA DIBANTING DONGHAE TAMBAH KESIAN TAHU… DAN? JANGAN CIUM2 DONGHAE!!!

      AH… AKU G’ TERLALU PERDULI DENGAN EUNHYUK XDDDDD

  2. eonn , bikin moment yg paling menyedihkan dong ^^ kibum pergi jauh *tapi ntar balik lagi* ato kibum marah besar (?) sma donghae *digampar kihae shipper*
    biar para kihae shipper pada deg2an dulu *digampar lagi*
    bilangin ke kibum kalo dia ga inget juga sama donghae 😮 donghae aku tidurin *plak

  3. eon, bikin si kibum ga inget sama donghae selamanyaaaa, diundur ajah ingetannya kibum, aku ingin melihat donghae menderita !! haha
    oke oke oke,..

  4. hiks, jahat sekali kau eon TT^TT

    *larilari ke pelukan haeppa, “Haeppa, eon ga merestui hubungan kita :”( “

  5. GAAH! udah nunggu lama banget ini ff, eh akhirnya apdet juga ;; tapi kenapa harus secepat itu tbcnya?!! *bawa golok* apdet apdett!! ><

    moment kihaenya kurang hot(?) ;A;

  6. Huwaaaa ada kemajuan..
    Tpi tetep aja baca ini tuh menyesakkan TAT oh goooood~

    Pasti hae rindu banget benget benget tuh.. #peluk hae..

    Oke aku mau ngacir ke chap4 hehehe
    Daaaah~ eonni

  7. penyakit kibum apa sih un? hilang ingatan? Kayanya bukan deh, kasian bangeet yah si donge.. Kibum chagi cepat ingeeeet jebaaal kalo engga ikan nya buat aku :p
    Suka moment pas nyium di pipi gemes liatnya eunhyuk baik deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s