Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 15


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 15 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Kibum duduk di tepi tempat tidurnya sambil memperhatikan layar hitam ponselnya. “Huh…” nafas panjang itu sudah beberapa kali keluar dari mulutnya. Dia terus seperti itu tanpa menyadari Donghae yang baru saja selesai mandi masuk ke kamar mereka, hingga akhirnya suara Donghae mengejutkannya.

“Bummie, aku pakai baju apa?”

Kibum mengangkat kepalanya dan menatap Donghae yang sedang memilih pakaian di lemari. Ponsel yang sedari tadi digenggamnya langsung dia lepaskan dengan meletakkannya di atas tempat tidur. Kakinya tergerak untuk melangkah mendekati istrinya tersebut dan tangannyapun terulur untuk memeluk pinggang sang istri. Sebuah ciuman lembutpun Kibum daratkan di leher indah donghae yang sedikit basah, karena air yang menetes dari rambutnya.

“Bummie, aku pakai baju apa?” tanya Donghae lagi tanpa menghiraukan apa yang sedang Kibum lakukan padanya.

“Apa saja,” jawab Kibum singkat dan kembali memberikan sebuah kecupan di leher Donghae.

“Ini?” tanya Donghae sambil mengambil sebuah kemeja berwarna biru dan menunjukkannya kepada Kibum.

“Ne, kamu akan terlihat sangat manis,” jawab Kibum meski sebenarnya dia tidak memperhatikan apa yang Donghae perlihatkan padanya.

Donghae tersenyum mendengar ucapan Kibum, dia sangat suka saat Kibum sudah merayunya seperti itu, dia manis. “Benarkah?”

“Ne,” dan kembali sebuah kecupan diberikan Kibum di leher istrinya itu membuat senyum Donghae semakin mengembang.

Donghae menggerakkan tubuhnya guna melepaskan pelukkan Kibum, tapi Kibum sama sekali tidak bergeming dan terus memeluk Donghae, bahkan lebih erat. “Lepaskan,” ucap Donghae lembut.

“Kenapa? Tidak suka?”

“Aku mau pakai baju,” jawab Donghae sambil terus mencoba melepaskan diri.

“Nanti saja, aku masih ingin memelukmu.”

“Hiks,” Donghae langsung menangis membuat Kibum keheranan dan langsung melepaskan pelukkannya. Diputarnya tubuh Donghae hingga mereka berhadapan dan melihat wajah Donghae yang terlihat sedih meski air matanya tidak keluar, tapi isakannya terdengar sangat jelas.

“Kenapa menangis?” tanya Kibum bingung, dia bahkan kadang tidak percaya dengan perubahan Donghae yang semakin hari semakin cengeng. “Apa aku memelukmu terlalu erat eoh?”

“Hiks, kamu mau membatalkannya lagi kan? Hiks, kita tidak jadi ke taman bermain kan? Hiks… hiks…” jawab Donghae dengan isakkan isakkannya yang membuat Kibum terkekeh. “Kenapa tertawa?”

Kibum tersenyum dan membelai wajah Donghae dengan sangat lembut, “Sudahlah, cepat pakai bajumu, aku tunggu di luar,” ucapnya dan kemudian beranjak keluar dari kamar mereka.

.

.

“Bummie…”

Kibum yang tadi sedang duduk dengan santai di sofa ruang tengah langsung bangkit dan berlari mendekati Donghae saat Donghae keluar dari kamar mereka dengan sedikit berlari. Segera dihentikannya langkah Donghae dengan memeluk tangannya, “Jangan berlari,” ucapnya lembut. Dia khawatir? Iya, dia sangat khawatir. Donghae sangat sering hampir terjatuh meski saat dia berjalan dengan sangat pelan, apalagi kalau dia berlari, Kibum sangat tidak mau terjadi apa-apa dengan Donghae ataupun calon adik kecil Kihae.

Kibum menuntun Donghae untuk duduk di sofa, tapi Donghae menahan tubuhnya hingga membuat Kibum menghentikan langkahnya. “Aku mau ke taman bermain sekarang!” tuntut Donghae tidak mau menunda-nunda lagi hanya dengan duduk manis di sofa.

Donghae langsung melepaskan pegangan tangan Kibum dan berjalan menuju pintu, memakai sepatunya dan kemudian keluar dengan menutup pintu sedikit kasar. Kibum yang melihat itu hanya bisa menggaruk kepalanya sendiri dan kemudian langsung menyusul Donghae.

– isfa_id –

“Heechul Imo…” Kihae yang baru saja keluar dari kelasnya dan berjalan ke gerbang sekolahnya langsung berlari saat melihat Heechul sedang berdiri di sana, dia bahkan meninggalkan Eunwon yang berjalan di belakangnya. “Heechul Imo…” Kihae kembali berteriak setelah berada di depan Heechul dan langsung melompat ke dalam gendongan Heechul. “Heechul Imo jemput Kihae?” tanyanya sambil menggerak-gerakkan kaki kecilnya.

“Ne,” jawab Heechul singkat sambil membelai rambut Kihae, tapi kemudian matanya turun menatap Eunwon yang ternyata sudah berada di sampingnya dengan wajah yang sangat cemberut. “Eunwon kenapa?” tanya Heechul sambil menurunkan Kihae dari gendongannya.

Eunwon yang ditanya tidak memberikan jawaban apapun, tapi malah memajukan mulutnya sambil menghentak-hentakkan kainya.

“Kenapa?” tanya Heechul lembut dan berjongkok untuk mensejajarkan tinggi mereka.

“Eunwon marah sama Kihae, Kihae ninggalin Eunwon.”

“Ye?” ucap Heechul kaget, “Haha… hahaha… Eunwon ngambek sama Kihae eoh?” lanjutnya sambil menarik tubuh Eunwon lebih dekat padanya. Ditatapnya wajah Eunwon yang sangat kesal dan kemudian beralih menatap Kihae yang berdiri di sebelahnya, “Kihae minta maaf sama Eunwon eoh?”

“Kenapa?” tanya Kihae bingung kenapa dia harus meminta maaf kepada Eunwon.

“Tadi Kihae ninggalin Eunwon, Eunwon jadi ngambek,” jawab Heechul.

“Ne Imo. Eunwon, maafin Kihae,” ucap Kihae sambil mendekati Eunwon dan memberikan sebuah kecupan di pipi mulus yeoja kecil itu yang membuat Heechul membelalakkan matanya.

“Ne.” jawab Eunwon sambil menundukkan kepalanya membuat Heechul semakin membelalakkan matanya. ‘Ada apa dengan bocah-bocah ini?’ batinnya.

Heechul menggelengkan kepalanya, dan kemudian langsung membawa kedua bocah tersebut ke dalam mobilnya. Tadi Kibum memang meminta tolong Heechul untuk menjemput Kihae karena dia harus mengajak Donghae jalan-jalan dan Donghae tidak mau menunggu sampai Kihae pulang sekolah. Dan Eunwon? Saat dia mengetahui kalau Heechul yang akan menjemput Kihae -Kihae sendiri yang mengatakan soal itu padanya- langsung meminta supirnya untuk tidak menjemputnya karena dia bilang dia ingin ikut Kihae.

– isfa_id –

“Bummie, aku mau itu,” Donghae yang melihat sebuah stan yang menjual balon-balon, itu terlihat sangat indah, karena memiliki warna yang beragam, dan Donghae tertarik untuk memilikinya. Dia langsung berlari menuju stan tersebut dan Kibum langsung berlari menyusulnya dan menahan langkah istrinya itu.

“Jangan berlari,” ucap Kibum lembut.

Donghae langsung mengerucutkan bibirnya membuat Kibum yang melihatnya tersenyum.

Kibum dan Donghae sudah hampir dua jam berkeliling di taman bermain, mereka cukup bisa berjalan dengan tenang karena mereka melakukan sedikit penyamaran, meski pada kenyataannya tidak sedikit fans mereka yang dapat mengenali. Tapi mereka beruntung, karena fans mereka tetap ingin memberikan mereka prifasi tanpa terus membuntuti ke manapun mereka pergi.

“Bummie, aku mau yang kuning, hijau dan biru,” ucap Donghae setelah mereka sampai di stan penjualan balon tersebut. “Yang merah juga,” lanjutnya kepada paman penjualnya, “Yang ungu juga,” lanjut Donghae lagi, bahkan sebelum paman penjual balon itu mengambilkan empat warna balon yang dia inginkan tadi.

“Beli satu saja eoh?” bujuk Kibum sambil mengambil sebuah balon berwarna biru dari tangan paman penjual balon tersebut.

“Tidak mau, aku juga mau yang warna lain,” rengek Donghae membuat paman penjual balon tersebut terdiam melihat tingkah manja Donghae yang menurutnya kelewat batas untuk ukuran namja.

“Satu saja, atau balon nemo saja, yang besar itu?” bujuk Kibum lagi sambil menunjuk balon nemo yang berukuran paling besar di sana.

“Tidak mau, aku mau balonnya warna warni, tidak mau satu.”

Kibum yang sudah tahu apa yang selanjutnya akan terjadi pada Donghae terpaksa mengalah, karena bila dia terus berusaha membujuknya pasti Donghae akan menangis sekarang juga, “Baiklah, lima kan?” ucapnya dan Donghae langsung mengangguk senang. Kibum segera mengambil lima buah balon dengan warna yang berbeda sesuai dengan apa yang Donghae inginkan tadi. Dia segera memberikan uangnya dan menggenggam tangan Donghae untuk kembali berjalan, entah ke mana. Tapi baru saja beberapa langkah mereka berjalan, Donghae menghentikan langkahnya.

“Aku juga mau yang nemo.”

– isfa_id –

“Kyu samchon…”

Kihae berlari masuk ke dalam dorm Super Junior dan menghampiri Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamarnya. Sepertinya jadwalnya kosong hari ini.

“Kalian sudah sampai?” Sungmin yang kebetulan juga baru keluar dari kamar langsung mendekati Eunwon dan segera menggendongnya. Eunwon hanya mengangguk kecil seraya tersenyum dengan manis menjawab pertanyaan Sungmin tadi, sedangkan Heechul langsung berjalan menuju ruang tengah menemui Hangeng yang sepertinya baru saja pulang dari kegiatannya.

“Kau baru pulang?” tanya Heechul dan mendaratkan sebuah kecupan di pipi Hangeng.

“Hem,” jawab Hangeng singkat dan mengusap kepala Heechul.

*Saya merasa HanChul di sini KiHae banget ya? LOL*

“Kyu samchon, gendong Kihae,” rengek Kihae ingin digendong Kyuhyun sambil mengangkat kedua tangannya, sangat berharap Kyuhyun akan segera mengangkat tubuh mungilnya itu, tapi Kyuhyun malah memberikan jawaban dengan meninggalkan Kihae ke dapur, “Kyu samchon jelek,” ucap Kihae sambil mengerucutkan bibirnya.

Kihae langsung berjalan menuju kamar KyuMin dan menemukan PSP hitam Kyuhyun yang tergeletak dengan indah di atas meja. Dia segera mengambilnya dan memainkannya sambil berbaring di atas tempat tidur, setelah sebelumnya meletakkan tas sekolahnya di atas meja.

“Imo, Kihae mana?” tanya Eunwon saat sadar dia tidak melihat Kihae sekarang.

“Bukannya tadi sama Kyuhyun samchon?” Sungmin malah balik bertanya. Tadi dia langsung membawa Eunwon ke ruang tengah mendekati HanChul setelah menggendong yeoja mungil itu, tanpa memperhatikan apa yang sedang terjadi dengan Kyuhyun dan Kihae sehingga dia tidak tahu kalau Kihae sebenarnya sekarang sedang berada di kamarnya.

“Mungkin diculik,” ucap Kyuhyun seenaknya setelah dia menghabiskan minumnya di dapur tadi sambil ikut bergabung dengan yang lainnya di ruang tengah, “Hyung, aku hanya bercanda,” lanjut Kyuhyun saat Heechul memandangnya dengan tatapan kemarahannya. “Tapi di ke mana?”

“Yeee, Kihae menang!” terdengar teriakkan Kihae hingga membuat mereka semua tahu sekarang Kihae sedang berada di mana.

“MWO?” Kyuhyun berteriak.

– isfa_id –

Donghae terus berjalan dengan sangat riang, membawa balon-balonnya dan juga menggenggam tangan Kibum dengan tangan satunya. Dan Kibum hanya tersenyum melihat kebahagiaan Donghae. “Bummie, aku haus,” ucap Donghae sedikit menoleh ke arah Kibum saat dia mengatakan itu.

“Kita beli minum,” ucap Kibum sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari stan yang menjual air mineral.

“Kamu beli sendiri, aku lelah, aku duduk di sini saja,” jawab Donghae sambil langsung menjatuhnya tubuhnya di sebuah bangku kecil yang memang berada di dekat mereka berdiri sekarang.

Kibum hanya tersenyum dan langsung meninggalkan Donghae untuk membelikan minuman. Dia menarik nafas panjang beberapa kali saat berjalan, dia juga bahkan sangat lelah. Sedari tadi mereka hanya berjalan, berkeliling di taman bermain ini tanpa mencoba satu wahanapun, entah sebenarnya apa yang diinginkan Donghae. Untuk apa mereka ke sini kalau hanya untuk mengelilingi taman bermain yang berukuran sangat luas ini? Ini melelahkan. Tapi dia tidak bisa menolak keinginan istrinya ini, dia tidak pernah mau membuat Donghae kecewa. Sudah terlalu sering dia melakukan itu saat dia harus beberapa kali membatalkan janji mereka karena jadwal syutingnya.

Langkah Kibum kembali tertuju ke Donghae setelah dia mendapatkan apa yang diinginkan Donghae, air minum. “Minumlah,” ucapnya lembut seraya memberikan air mineral yang ada di tangannya.

“Kenapa cuma air mineral?”

“Maunya apa?”

“Eskrim.”

Kibum terdiam sesaat mendengar jawaban Donghae, tapi kemudian membelai kepala Donghae lembut, “Kamu bilang haus, kalau eskrim tidak akan menghilangkan hausmu, minum ini saja eoh?” ucapnya membuat Donghae mengangguk kemudian. Kibum harus sedikit bersyukur, karena Donghae tidak memaksakan keinginannya sekarang.

Donghae meraih botol minuman itu dari tangan Kibum, membuka tutupnya, dan meminumnya tanpa menyadari pegangan pada tali balon-balonnya terlepas, dia baru sadar saat dia sedikit mendongak saat minum dan melihat balon-balonnya sudah terbang. “Balonnya…” rengek Donghe sambil menunjuk balon-balonnya yang sudah berterbangan dengan jauh.

Kibum, yang juga tidak sadar saat Donghae melepaskan balon-balonnya langsung melihat ke arah tunjukkan Donghae dan mendapati kalau balon-balon Donghae itu sudah berterbangan sangat tinggi.

“Hiks… balonnya…”

“Sudah terbang, mau bagaimana lagi,” ucap Kibum santai tanpa memperhatikan rauh wajah Donghae yang benar-benar sedih sekarang.

“Hiks… hiks…”

“Aish, sudahlah,” ucapnya sambil memperhatikan wajah Donghae yang sudah berlinangan air mata *Donghae lebeh deh* “Itu hanya balon, tidak usah menangis seperti itu.”

“Hiks… aku mau beli lagi, hiks…” ucap Donghae terisak-isak dan langsung berdiri meninggalkan Kibum menuju stan yang menjual balon tadi.

Kibum mengacak-acak rambutnya sendiri dan kemudian langsung menyusul Donghae, hingga sekarang mereka berada di stan tempat di mana mereka seharusnya membeli balon, tapi lihatlah, balonnya tinggal satu, putih, dan sepertinya Donghae tidak menginginkan itu.

“Aku mau yang merah, Ahjussi,” ucap Donghae merengek seperti anak kecil kepada paman penjual balon tersebut.

“Tidak ada lagi, tinggal yang putih,” jawab paman tersebut.

“Bummie, hiks… hiks… aku mau yang merah.”

“Yang putih saja ya, hanya tinggal itu, sudah tidak ada lagi.” Seperti biasa, Kibum mencoba membujuk Donghae, walaupun kadang dia sadar, itu tidak akan berhasil.

“Tidak mau, belikan aku yang merah,” tepat seperti apa yang Kibum pikirkan, itu tidak akan berhasil, dia tidak akan bisa membujuk istrinya ini. “Bummie, aku mau yang merah, YANG MERAH!” Donghae berteriak sambil menjatuhkan dirinya a.k.a duduk di lantai stan tersebut, memeluk kedua kakinya yang tertekuk sambil terus sesegukan.

Kepala Kibum menoleh ke kiri dan ke kanan memperhatikan setiap pengunjung taman bermain yang memperhatikan Donghae yang sedang terduduk dengan sangat tidak indah di sana. Dia menarik nafas panjang dan kemudian berjongkok sambil memegang kedua pundak Donghae. “Jangan menangis, semua orang melihatmu, kamu tidak malu eoh?”

“Tapi aku mau balon yang merah Bummie, tidak mau yang putih,” jawab Donghae sambil menatap Kibum dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Balonnya sudah habis, kita beli lain kai eoh?”

“TIDAK MAU, AKU MAU BALON MERAHNYA SEKARANG!” teriak Donghae membuat Kibum tersentak, bahkan beberapa pengunjung sampai menghentikan langkah mereka sambil menatap Donghae dengan tatapan sedikit tidak suka karena membuat keributan di sana, terlebih paman penjual balonnya.

Kibum yang sudah terlihat tidak tahan lagi dengan kelakuan manja Donghae langsung menarik tangan Donghae membuat Donghae mendesah kesakitan karena Kibum menariknya dengan cukup keras. “Kita pulang!” ucap Kibum pelan tapi penuh dengan penekanan dan menarik Donghae paksa.

“Sakit Bummie,” ucap Donghae yang sama sekali tidak membuat Kibum berhenti menariknya. “Bummie, hiks…” dan Kibum tetap menyeretnya hingga mereka sampai di tempat parkir.

Kibum membuka pintu mobilnya dan langsung mendorong Donghae untuk masuk, kemudian langsung menutup pintunya dengan kasar. Dia kemudian berjalan sedikit memutar, membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Donghae, di kursi kemudi. “Berhenti menangis!” bentak Kibum saat melihat Donghae yang terus menangis, membuat Donghae langsung diam meski masih mengeluarkan suara isakannya.

Kibum sudah berniat menghidupkan mesin mobilnya saat tiba-tiba ponsel di celana jeansnya bergetar yang membuat dia mengurungkan niatnya itu. Diliriknya sesaat Donghae yang sedang sibuk mengusap air matanya sendiri, ‘Apa aku terlalu kasar?’ batinnya, tapi kemudian langsung merogoh kantong jeansnya karena ponselnya tidak berhenti bergetar. Ditatapnya sesaat nama Heechul yang tertera di layar ponselnya, “Hah…” dia menarik nafas panjang, entah sudah yang ke berapa kalinya untuk hari ini. “Ne Hyung, waeyo? Apa Kihae melakukan sesuatu?” tanya Kibum saat dia mengangkat teleponnya. “MWO?”

T.B.C

Bentar… ngakak dulu, buwahahahahaha… cerita macam apa ini? Dan itu apa? Donghae kenapa jadi kayak anak kecil banget?

Advertisements

32 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 15

  1. Kenapa pendek oenni???hehehe….

    Haduuu donghae knp manjanya ga ketulungan gt sih,kasian bummie…. *lebeysangat

      1. Hahaha gpp oenn…yg penting chap 16 buruan..hehehe *ketagihan*

        Oenni,bikin part pas kihae ultah dong..jd tar yg di perhatiin kihae mulu,trus donghae cemburu makin menggila deh…hehehe

        *kasian bummie ku* *peluk&cium2 bummie*

  2. PENDEK u,u tapi gapapa lah ^^ masih untung eonni mau nyempetin update padahal lagi sibuk kuliah /*sok tau amat dah -,- *peluk eonnie*

    aishh donghae makin manja , pulangin ke rumah orang tua ku ajaa deh *ngomong sama bummie*

    KIHAE AYOK KITA NIKAH *eonnie asah piso*

    kali ini beneran ga nagih im ghost lho eonn *plak*

    1. Kalo donghae buat chingu,brati bummie buat aku….

      Horeeee…. Yuk bummie kita pulang,tinggalin donghae *ngomong sama kibum* ditabok sama donghae

  3. annyeong hasseo.
    Kim seo jin aka kimmy imnida.
    Aku mampir kesini ne..
    Di FFN linknya gk bisa ke buka atau blm bisa kebuka.

    Uwaa, itu bum kasian bgt. Anak Hae yeoja kali ya. Makanya manja bgt.
    *sotoy

    Omo, Kihae knp?
    What’s going on?
    Oke, kurang panjang isfa-ssi.

    Lanjut ne.
    Hwaiting!

  4. Donghae kelewat manja ‘-‘
    ahhh lagi enak-enak baca kok keputus sih… Itu kihae kenapa?
    Sebelumnya mian, aku baru nemu nih blog, dan baca part ini aja, jadi komenya disini doang hehehe..
    Salam kenal chinguuu~ 😀

  5. hwaaa… haeppa childies abiss
    -,-
    ‘tpi ttp suka ja sma couple ini..
    ditunggu eo next part,, don’t so long time.. *chup to kihae #plakk 🙂

  6. ya ampun>< knpa kau(?) jadikan hae seperti itu yg suka merengek2 ky anak kecil bahkan anaknya jauh lebih mandiri.ckckck, kasihan bumie.. iisshh-___- mmbyangkan hae yg dibentak bumie , jd ga tega juga.. aigooo..

  7. kkk kiWon imut ne kkk, tuh kan kyuhyun itu samchon kesayangannya kihae kkk, yg duluan di cari pasi kyu kkk walo berdua itu cocok jadi rival daripada paman dan ponakan wkwkw
    ahh bummie kenapa kasar dengan donghae, dia sedang hamil dan sensitif XC, kasian hae, pasti dia sedih XC..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s