Posted in KiHae Couple

Memories – 4


Tittle : Memories

Pairing : KiHae

– isfa_id –

“Apa-apaan ini? Aish…”

Eunhyuk, yang sedang berbaring di kursi langsung bangkit dan duduk, karena sesungguhnya dia sedang tidak tertidur. Ditariknya selimut yang menutupi tubuhnya tadi dan sedikit dilemparkan ke sebelahnya. Dia marah? Bukan. Hanya sedikit tidak terima dengan perlakuan Kibum padanya.

“Aku hanya diberi selimut, dan dia dibawa ke kamar, ku bunuh kau Kim Kibum,” gerutu Eunhyuk dan berjalan menuju kamar Kibum.

Tapi langkahnya terhenti saat melihat apa yang sedang terjadi di dalam sana, dia tersenyum, dan kembali berbaring di sofa tempat awal dia berbaring.

.

.

Donghae membuka matanya saat dirasakannya sebuah tangan jatuh ke tubuhnya, melingkar dengan indah di pinggangnya. Ditatapnya sejenak tangan yang selama ini sangat dia rindukan yang akan mendekapnya dan kemudian langsung membalik tubuhnya menghadap ke Kibum, pemilik tangan tersebut.

Ditatapnya wajah damai Kibum yang sedang tertidur pulas, terlihat sangat tampan, “Hei, kenapa kamu melupakanku heoh? Kamu benar-benar jahat!” ucap Donghae sedikit berbisik karena tidak ingin mengganggu tidur nyenyak sang ‘namjachingu’.

Disentuhnya perlahan setiap lekuk wajah Kibum, mencoba kembali mengenali bentuk wajahnya, yang sudah terlalu lama tidak dia sentuh. Tangannya terhenti saat dia menyentuh pipi Kibum, dibelainya cukup lama sambil terus menyunggingkan senyuman, meski pada kenyataannya dia sedang bersedih sekarang. Dia sangat merindukan ini, merindukan di mana Kibum memeluknya, tapi bukan di keadaan seperti ini. Dia ingin Kibum memeluknya dengan penuh kesadaran, dan juga penuh dengan cinta.

“Eungh…”

Donghae langsung menjauhkan tangannya dari wajah Kibum saat didengarnya sebuah lenguhan ke luar dari bibir Kibum, sepertinya Kibum terganggu.

“Eomma…”

Mata Donghae terbelalak saat mendengar Kibum memanggil eommanya, sepertinya bukan Donghae yang mengganggu tidur nyenyak Kibum, melainkan sebuah mimpi, yang sepertinya buruk.

“Appa…”

Donghae langsung bangkit dari tidurnya dan memperhatikan wajah Kibum yang sekarang terlihat sangat tidak tenang. Berkali-kali dia menggumam, memanggil eomma dan appanya. “Bummie,” Donghae menyentuh wajah Kibum dengan kedua tangannya berharap bisa memberikan sedikit ketenangan.

“Eomma… Appa…”

Donghae hanya bisa terdiam mendengar Kibum yang terus mengigau, dia tidak ingin membangunkan Kibum, bukan karena dia ingin membiarkan Kibum tersiksa dengan mimpi buruknya, tapi seandainya dia membangunkan Kibum dan Kibum melihat dia berada di dalam kamar ini, apa yang akan dipikirkan Kibum, karena sudah pasti Kibum tidak akan mengenalinya.

‘Glab…’

Tiba-tiba mata Kibum terbuka membuat Donghae terkejut dan sedikit mundur dari posisi duduknya. Kibum menatap Donghae yang sedang duduk di hadapannya sekarang, dan langsung menggenggam tangan Donghae. Dan Donghae? Dia hanya bisa terdiam meski berusaha melepaskan genggaman tangan Kibum yang sedikit menyakitinya, karena Kibum menggenggamnya dengan sangat erat.

“Donghae…”

Donghae membelalakkan matanya saat Kibum menyebutkan namanya, dia terdiam, apa benar, Kibum mengingatnya sekarang. Tapi… tatapan Kibum, tatapannya seakan mengguratkan kebencian yang teramat sangat padanya, dan genggaman Kibum semakin erat pada tangannya, membuat Donghae sedikit ketakutan dan berusaha melepaskan genggaman tangan Kibum pada tangannya, meski itu sama sekali tidak berhasil.

Tapi perlahan genggaman tangan Kibum melemah, membuat Donghae dapat menarik tangannya, dan terlihat mata Kibum mulai kembali tertutup, “Aku membencimu,” desahnya, membuat Donghae langsung menunduk lesu.

“Mianhae, ini semua karena aku, mianhae.”

– isfa_id –

Kibum terbangun saat mendengar suara ribut dari luar kamarnya, dan sepertinya itu dari arah dapur. Dia bangkit sambil memijat-mijat kecil kepalanya, sedikit merasa pusing. Diliriknya sekilas jam yang bertengger dengan cantik di meja belajarnya, jam enam pagi. Dia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, “Eunhyuk?” ucap Kibum heran saat melihat Eunhyuk yang sedang sibuk dengan berbagai peralatan masak di dapurnya, “Apa yang kamu lakukan di sini? Lagipula ini masih pagi, dan… bagaimana kamu bisa masuk?”

“Oh… itu… pintunya tidak terkunci,” jawab Eunhyuk sekenanya, mencoba mencari alasan yang pas sebagai jawaban kenapa dia tiba-tiba bisa berada di dalam rumah Kibum.

“Benarkah? Mungkin semalam aku lupa menguncinya,” ucap Kibum membuat Eunhyuk menarik nafas lega karena Kibum sepertinya tidak menangkap nada kebohongan dari ucapannya. “Sepertinya hari ini aku tidak masuk sekolah,” lanjutnya sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan dan segera menjatuhkan tubuhnya di salah satu kursi.

“Kenapa?” tanya Eunhyuk masih sibuk dengan kegiatan memasaknya.

“Kepalaku pusing, kau berangkat sendiri saja,” jawab Kibum sambil menyenderkan kepalanya ke atas meja makan.

Eunhyuk tersenyum kecil melihat Kibum seperti itu, “Aku juga tidak akan sekolah,” ucap Eunhyuk, karena benar, dia tidak akan sekolah, terlebih hari ini hari Minggu. Lagipula meskipun ini bukan hari libur, dia tetap tidak akan sekolah bukan? Karena dia akan berangkat kerja. “Aku sebentar lagi selesai, kau langsung makan dan minum obat,” lanjutnya tapi sepertinya tidak ada tanggapan apapun dari Kibum.

“Dia tidur.”

Eunhyuk tersenyum mendengar suara seseorang yang sekarang sudah duduk di sebelah Kibum dengan posisi yang sama yaitu dengan menyandarkan kepalanya di atas meja makan, dia Donghae. Entah dari mana dia datang, yang jelas dia baru keluar dari tempat persembunyiannya tadi yang saya tidak tahu di mana. Awalnya dialah yang ada di dapur dan menyiapkan sarapan untuk Kibum, hingga akhirnya Eunhyuk yang menggantikannya saat Kibum tiba-tiba keluar dari kamarnya.

Donghae tersenyum menatap wajah Kibum yang sedang tertidur pulas, sepertinya dia benar-benar masih mengantuk hingga dia kembali tertidur dengan cepat, dan juga mungkin ditambah dengan rasa pusing di kepalanya. Diusapnya perlahan rambut hitam Kibum dan kemudian beralih ke wajah Kibum yang diusapnya dengan sangat lembut, ‘Kau sangat tampan,’ batinnya.

“Hae…”

Kembali Donghae menyunggingkan senyum di bibirnya saat Kibum menggumamkan namanya, sepertinya Kibum sedang bermimpi. Digerakkannya tubuhnya untuk lebih mendekat lagi kepada Kibum dengan kepala yang tetap menyandar di atas meja.

“Hae…” Kibum kembali menggumamkan nama Donghae.

“Aku di sini,” ucap Donghae sedikit berbisik.

“Aku membencimu!”

“Hem, aku tahu, dan itu jauh lebih baik daripada kamu melupakanku. Benci aku saja, tapi jangan melupakanku.”

– isfa_id –

Kibum langsung menenggak segelas air putih setelah menelan beberapa obat yang diberikan Eunhyuk padanya. Awalnya dia menolak untuk meminum obat tersebut, karena… ada lima jenis obat yang harus dia minum, padahal dia hanya merasa pusing, tidak lebih. Tapi karena Eunhyuk menangis dengan sedikit menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, persis seperti anak kecil, akhirnya Kibum menurutinya juga.

*saya dipelototi Eunhyuk*

“Kenapa kau tidak sekolah?” tanya Kibum setelah meletakkan gelasnya di atas meja makan yang masih berantakkan dengan piring bekas mereka sarapan tadi.

“Karena kau juga tidak sekolah,” jawab Eunhyuk santai.

“Aish, kau ini,” sungut Kibum menerima jawaban tidak bermutu dari sepupunya itu.

“Untuk apa aku sekolah kalau kau tidak ada,” ucap Eunhyuk sambil sedikit merapikan meja makan mereka, “Kau tahu… aku belum mengerjakan PR,” lanjutnya sedikit berbisik di telinga Kibum dengan sedikit terkekeh.

“PR? Memang ada?” tanya Kibum bingung yang dijawab Eunhyuk dengan anggukkan, “Aku lupa,” desahnya sambil menggaruk-garuk kepalanya sendiri yang tidak gatal, tapi dia berpikir ini malah menjadi lebih baik mereka tidak masuk sekolah hari ini, karena mereka belum mengerjakan PR.

Kibum memang termasuk murid berprestasi di sekolah, tapi bukan berarti dia menjadi murid yang benar-benar tidak mempunyai cacatan kenakalan. Bolos sekolah, tidak mengerjakan PR, membuat beberapa guru menangis, itu sudah biasa baginya. Ya… paling tidak itulah yang bisa dia ingat sekarang, tidak lebih.

“Bagaimana kalau kita bermain skateboard hari ini?” Eunhyuk menawarkan sebuah permainan yang menyenangkan bagi Kibum, dan tentu saja Kibum langsung mengangguk mengiyakan.

Kibum segera berlari menuju kamar mandi, sedangkan Eunhyuk langsung membereskan meja makan setelah mengirim pesan kepada seseorang.

‘Temui kami di taman setelah pekerjaanmu selesai!’

– isfa_id –

Donghae memasukkan handphonenya ke dalam kantong celananya setelah membaca pesan dari Eunhyuk. Dia mengangkat kepalanya untuk menatap seorang namja yang duduk di depan meja kerja tempat dia berdiri sekarang, Cho Kyuhyun. “Apa ada masalah?” tanya Donghae penasaran karena sedari tadi Kyuhyun hanya membolak-balik lembar laporan yang dia berikan tanpa berucap sedikitpun.

“Tidak ada, ini sempurna,” jawab Kyuhyun yang membuat Donghae dapat bernafas lega, sepertinya dia harus berterima kasih kepada Eunhyuk atas pertolongannya tadi malam.

“Kalau begitu aku…”

“Ah… aku lapar,” ucap Kyuhyun membuat Donghae menghentikan ucapannya, “Aku belum sarapan tadi, kau juga belum sarapan kan? Ayo!” Kyuhyun melanjutkan ucapannya sambil berdiri dari posisi duduknya dan langsung menarik Donghae keluar dari ruangan tersebut.

.

.

Donghae menggigit sendok yang sedari tadi ada di mulutnya, dia tidak bergerak sedikitpun selain memandangi Kyuhyun yang melahap makanannya seperti orang yang sudah tidak makan berhari-hari, “Kenapa tidak makan?” tanya Kyuhyun dengan sedikit tidak jelas karena makanan yang ada di dalam mulutnya.

“Aku kenyang melihatmu makan seperti itu,” jawab Donghae jujur, sangat jujur, karena dia langsung kehilangan selera makannya saat melihat cara makan Kyuhyun.

Donghae langsung meletakkan sendoknya ke atas meja, “Aku pulang, lanjutkan saja makanmu,” ucapnya sambil sedikit menundukkan kepalanya, sedikit memberi hormat kepada atasannya meskipun Kyuhyun adalah temannya.

Kyuhyun terdiam dan menghentikan kegiatan memasukkan makanan ke dalam mulutnya saat memandang punggung Donghae yang semakin lama semakin menjauhinya.

– isfa_id –

‘Brak…’

Kibum terjatuh saat mencoba mengangkat skateboardnya, dia mencoba satu trik yang Eunhyuk ajarkan, tapi gagal.

“Kau tidak apa-apa?”

“Eh?” Kibum sedikit terkejut saat melihat seorang namja mendekatinya dan memegangi tangannya, membantunya untuk berdiri, “Gomawoyo, aku tidak apa-apa,” ucap Kibum setelah dia berdiri dengan sedikit membersihkan sisi celananya yang sedikit kotor.

“Donghae,” namja tersebut memperkenalkan dirinya kepada Kibum yang masih terlihat bingung.

“Ye?” Kibum semakin bingung, dia hanya memandangi tangan Donghae yang terulur ke arahnya.

“Dia temanku,” Eunhyuk yang sudah mendekati mereka berdua langsung merangkul Kibum guna menghilangkan kebingungan pada diri sepupunya itu.

“Oh,” hanya kata itu yang keluar dari mulut Kibum setelah mendengar ucapan Eunhyuk yang memperkenalkan Donghae sebagai temannya.

.

.

Donghae sibuk memutar-mutar handphone yang sedari tadi ada di tangannya, sedangkan Kibum sibuk memaju-mundurkan skateboardnya dengan menggunakan kaki kanannya. Mereka sudah melakukan itu sejak satu jam yang lalu. “Kau ke mana?” Donghae sedikit menoleh ke arah Kibum saat didengarnya Kibum menggumamkan sesuatu.

Mereka memang sengaja ditinggalkan oleh Eunhyuk dengan alasan ingin membeli minum untuk mereka bertiga tanpa mereka berdua sadari bahwa Eunhyuk sekarang sedang tertidur lelap di dalam kamarnya sendiri. Bahkan Eunhyuk sengaja mematikan handphonenya hingga membuat Donghae tidak bisa menghubunginya.

“Aku…”

Donghae dan Kibum sama-sama terdiam saat mereka bersamaan ingin mengucapkan sesuatu.

Kibum langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan pada orang yang baru saja ditemuinya satu jam yang lalu ini. Tapi sesekali dia menoleh dan menatap Donghae yang sangat setia dengan kepalanya yang tertunduk, tidak berubah sedikitpun sedari tadi, hanya sibuk memandangi handphone yang dia putar-putar di tangannya.

Perlahan Donghae mengangkat kepalanya dan memasukkan handphonenya ke dalam kantong celananya, “Aku harus pergi,” Donghae berucap sambil berdiri dan langsung berjalan meninggalkan Kibum, meski pada akhirnya langkahnya terhenti saat Kibum menarik tangannya. Dia menoleh dan memandang Kibum yang sedang menatapnya sekarang.

“Mau ke mana? Sebentar lagi Eunhyuk pasti datang, kalau dia tidak melihatmu dia pasti bertanya padaku.”

“Aku harus ke suatu tempat,” jawab Donghae sedikit memberikan senyuman pada Kibum.

Donghae memang berencana untuk mendantangi sebuah tempat hari ini, tapi dia memutuskan untuk menemui Kyuhyun untuk menyerahkan pekerjaannya dan sedikit menemui Eunhyuk dan Kibum di taman ini, tapi dia tidak menyangka kalau Eunhyuk akan meninggalkan mereka berdua seperti sekarang. Donghae sangat tahu kalau Eunhyuk tidak akan kembali lagi, dia sangat tahu kalau Eunhyuk memang sengaja melakukan ini, karena ini bukan pertama kalinya.

Donghae kembali tersenyum melihat Kibum yang masih terdiam menatapnya, “Kau mau ikut?”

– isfa_id –

“Hoam…”

Eunhyuk menguap saat dia baru terbangun dari tidur nyenyaknya. Tiba-tiba dia tersenyum setelah memikirkan sesuatu, “Apa yang mereka lakukan?” desahnya dan kemudian langsung mengambil handphonenya yang diletakkan di meja di dekat tempat tidurnya.

Eunhyuk segera mengaktifkan handphonenya, dan tiba-tiba saja beberapa pesan singkat masuk. Dia kembali tersenyum lebar, karena dia sudah tahu siapa pengirim tiga puluh pesan singkat tersebut, dan semua kalimatnya sama. Dan jelas saja seperti perkiraannya, pengirim pesan tersebut satu orang, Donghae, dan pesannya satu, ‘Kau di mana Lee Hyukjae?’

Terus ditekannya tombol gulir ke bawah untuk melihat pesan yang lain yang mempunyai kalimat yang sama, tapi tiba-tiba gerakkan jarinya terhenti saat ada satu pesan baru yang masuk, ‘Aku mengajaknya ke suatu tempat, kau tidak perlu khawatir.’

“Aku percaya padamu,” ucap Eunhyuk pelan dan meletakkan kembali handphonenya ke atas meja, “Eomma, aku lapar,” dia berlari keluar dari kamarnya dan langsung menemui nyonya Lee yang sedang santai membaca sebuah majalah di ruang tengah, merengek meminta dibuatkan makanan pada ibunya tersebut.

– isfa_id –

Kibum mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ditatapnya dengan sedikit bingung tempat yang baru saja dia dan Donghae datangi ini. Dia bukannya tidak tahu ini di mana, tapi dia sedikit mengernyitkan alisnya serasa tidak percaya bahwa orang yang baru saja dikenalnya ini mengajaknya ke tempat ini. “Mengapa mengajakku ke makam?” akhirnya Kibum memberanikan diri untuk bertanya kepada Donghae.

“Aku ingin kau menemui seseorang, ah, salah, dua orang,” jawab Donghae pelan sambil terus berjalan melewati gundukkan-gundukkan tanah di tempat tersebut.

“Siapa?”

“Nanti kau juga tahu, aku yakin mereka juga sudah sangat merindukanmu dan ingin bertemu denganmu.”

Kibum hanya diam mendengar ucapan Donghae dan terus mengikuti langkah Donghae hingga akhirnya mereka berhenti di hadapan dua buah makam. Kibum memperhatikan nama yang tertera di dua makam tersebut, “Kim, margamu Kim?” tanya Kibum penasaran, karena memang saat Donghae memperkenalkan dirinya tadi dia tidak menyebutkan marganya.

“Bukan, aku Lee,” jawab Donghae sambil berlutut di hadapan dua makam itu.

“Ahjumma, Ahjussi, aku datang, bersamanya,” Donghae berucap dengan nada yang sangat lembut, terlebih saat mengucapkan ‘bersamanya’ hingga membuat Kibum tidak begitu mendengarnya.

Kibum memperhatikan Donghae yang berlutut di sana dan kemudian kembali memperhatikan makam tersebut. Diperhatikannya dengan seksama nama yang tertera di nisannya tapi dia tidak dapat membacanya dengan cukup jelas karena sedikit tertutupi oleh rumput yang sedikit panjang, jadi dia hanya bisa melihat marganya, tanpa bisa melihat namanya.

“Mianhaeyo, ini semua karena aku, tapi aku berjanji, aku akan menjaganya, karena aku mencintainya, kalian tidak perlu khawatir di sana, dia baik-baik saja, kalian bisa melihatnya kan?”

Kibum diam mendengarkan Donghae yang berbicara pada dua makam di depan mereka, dia tidak ingin mengganggunya.

“Hei, kau tidak mau menyapa mereka?”

Kibum langsung tertunduk saat Donghae bertanya padanya, “Aku?” tanya Kibum tidak percaya sambil menunjuk pada dirinya sendiri yang dijawab Donghae dengan anggukkan, “Apa yang harus aku katakan?” tanyanya bingung. “Oh… baiklah.”

Kibum segera berlutut menyamai apa yang Donghae lakukan, “Ahjumma, Ahjussi, Kim Kibum imnida,” ucapnya sedikit menundukkan kepalanya, “Aku… teman Donghae,” lanjutnya meski sedikit tidak yakin saat mengatakan kata ‘teman’, mereka bahkan belum banyak bicara setelah mereka bertemu tadi.

Kibum terdiam, dia menggaruk kepalanya sendiri karena tidak tahu harus berkata apa. Ditatapnya Donghae yang diam di sebelahnya, tapi kemudian kembali menatap dua makan didepannya, “Ah… aku tidak tahu apa yang harus aku katakan,” desahnya.

“Kita pulang,” Donghae sedikit menarik tangan Kibum membuat Kibum langsung berdiri dari posisi berlututnya.

“Ahjumma, Ahjussi, kami pulang, lain kali aku akan ke sini lagi, bersamanya,” ucap Donghae, tapi kali ini dia mengucapkan kata ‘bersamanya’ sambil menatap Kibum.

“Aku?” Kibum benar-benar bingung.

“Ne, Kim Kibum,” jawab Donghae dan langsung menarik Kibum pergi dari tempat tersebut.

T.B.C

Advertisements

16 thoughts on “Memories – 4

  1. eonniiiieeeee i need a flashback (?) ayolah eonn 🙂 aku ga ngerti kibum kenapa? kecelakaan ato pikun usia dini (?)
    eonn baru kali ini baca ff kihae tapi tangan gatel pengen jitakin kibum -,- saran aku mending kibum ga usah tidur ._. drpd tiap bangun tidur kenalan ma hae mulu 😮

    eonnieeeee litle kihae kapaaaan ?????? update update update update *kasih ceban*

    1. flashback? entar ada ko’, tapi belum tau di chap berapa, *ditendang*

      omo, jangan jitakin Kibum dong, dia g’ salah apa2, tu si ikan *dipelototin Donghae*

      bener juga ya, tu si Kibum mendingan g’ usah tidur aja, kkk~

      Little Kihae, mudah2an bisa dipost pas tanggal 21, mudah2an bisa selese ^^

  2. eon si kibum benci sama hae gara2 kematian orangtuanya ya??
    saking sedihnya dia jd benci sama hae,trus jd lupa sama hae??
    sbnernya apa hubungan hae sama kematian ortunya kibum eoniiii???
    cepat up dateeeeeee !!!

    oya utang masih ada eonniiii,,,,lanjutin dong
    hehehehe

  3. Wahhhh udh d’post…
    Hae sedih bgt,sni al peluk #plakkk *d’tabokfishy
    kibum tega bkin hae sedih,al aduin ke jungsoo umma (-_-)
    ummaaaaa hahahahahahaha
    *kabur ah sblm d’hajar heechul ahjumma (-_-)

  4. Author… Please donk lanjuti chap ff ini… uda lama nunggu-nya, tp jgn sedih2 nya,,,, nggak pengen hae sedih terus2an…hahahhaha (lebay.com)
    tp aku serius suka cerita ini… deg2-an, karena penasaran dan juga takut klo donghae semakin menderita… (waduh… siapa saya…)
    😛

  5. Apa kematian ortu kibum karena hae? Jdi kibum benci hae karena itu?

    Aissh tragis bnget sih kisah mereka hiks…

    Trus klo kibum sekolah gimana tuh? Apa tetep sekolah kyk biasa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s