Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 18


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 18 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Kibum berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan menggendong Donghae yang sedang tertidur di atas pundaknya. Donghae tertidur bukan karena dia memang mengantuk, tapi karena dia sudah terlalu lelah, terlebih setelah mereka mendengar penjelasan dokter yang membuatnya tidak berhenti menangis, hingga akhirnya dia merasa tubuhnya lemah dan tertidur di dalam pelukkan Kibum dengan sedikit tarikan nafas beratnya.

“Terjadi pendarahan di sekitar sini,” Kibum dan Donghae terdiam sambil memperhatikan arah tunjukkan sang dokter pada sebuah photo scan yang merupakan milik malaikat kecil mereka. Sang dokter menjelaskan permasalahan yang terjadi yang menyebabkan rasa sakit yang dirasakan oleh Kihae. Kibum dan Donghae hanya bisa diam mendengar penjelasan sang dokter yang menggunakan istilah ilmu kedokteran yang sedikit tidak mereka mengerti. Mereka hanya tahu, terjadi pendarahan di otak Kihae dan untuk dapat menghentikannya harus melakukan operasi secepatnya. Tapi yang membuat mereka menjadi sangat sedih adalah saat sang dokter mengatakan pendarahannya terlalu dekat dengan syaraf-syaraf penghilahatannya, dan meskipun itu dapat sembuh setelah operasi, kemungkinan indera penghilatan Kihae tidak akan sempurna seperti biasanya, dan itu berarti Kihae harus menggunakan kacamata setelahnya. Dan bila operasi itu gagal, Kihae bahkan bisa kehilangan indera penglihatannya.

*saya kurang mengerti tentang ilmu kedokteran, bila terjadi salah penjelasan di atas saya mohon maaf*

Kaki Kibum terus melangkah hingga memasuki ruang rawat malaikat kecil mereka. Dibaringkannya tubuh Donghae di atas sofa dan kemudian menyelimutinya. Dikecupnya sekilas kening istrinya tersebut dan kemudian langsung menemui malaikat kecilnya yang sedang tertidur pulas dengan wajah pucatnya. Disentuhnya dengan lembut pipi chubby Kihae dan kemudian memberikan kecupan di kedua pipinya tersebut. “Anak appa harus kuat eoh?”

‘drrttt…’

Kibum langsung menegakkan tubuhnya saat dirasakannya getaran ponsel yang ada di saku celananya. Dirogohnya ponselnya tersebut dan menatap nama sang manager yang tertera di layarnya. “Huh…” ditariknya nafas panjang dan langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut, “Ne Hyung,” ucapnya sesaat setelah mengangkat teleponnya.

“Hyung… apa benar-benar tidak bisa ditunda lagi? Aku benar-benar tidak bisa sekarang.”

“…”

“Aku mohon,” suara Kibum memelas kepada sang manager untuk menunda syutingnya, paling tidak untuk hari ini. Mana mungkin dia meninggalkan malaikat kecilnya dan juga Donghae dalam keadaan seperti sekarang.

“Baiklah! Terserah kalian! Kalau memang kalian ingin menggantikanku, LAKUKAN SAJA!”

Kibum langsung menekan tombol reject dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Dihempaskannya punggungnya ke dinding dingin di belakangnya. Haruskah dia menangis sekarang? Tidak, dia tidak boleh menangis, ya, tidak boleh, dia harus kuat, untuk Donghaenya, untuk Kihaenya dan untuk calon adik kecil Kihae.

‘Klek…’

Kibum langsung menoleh saat mendengar suara pintu di sebelahnya terbuka, langsung diusapnya air matanya yang ternyata tadi menetes dari sudut matanya. “Kamu sudah bangun,” ucapnya lembut saat melihat Donghae berdiri di sebelahnya.

“Pergilah!”

“Ye?” ucap Kibum tidak mengerti dengan maksud dari kata singkat yang diucapkan oleh Donghae.

“Tidak apa-apa, pergilah, aku bisa menjaga Kihae sendirian.”

Kibum segera menarik tubuh lemah Donghae ke dalam pelukkannya, diusapnya dengan hangat punggung istrinya itu dan memberikan sebuah kecupan di pucuk kepalanya, “Aku tidak mungkin meninggalkan kalian,” ucapnya yang mendapatkan pijakan keras di kaki kanannya, “Auw, kenapa menginjak kakiku?” sungutnya.

Donghae hanya menanggapi ucapan Kibum dengan datar, dilihatnya Kibum yang meringis sambil mengusap kakinya yang mendapatkan injakan tadi. “Aku tidak mau mempunyai suami pengangguran, jadi pergilah!” ucapnya yang membuat Kibum menghentikan kegiatan mengusap-usap kakinya dan beralih memandangi wajahnya.

Donghae berjalan untuk lebih mendekati Kibum dan kemudian langsung memegang wajah suaminya itu dengan kedua tangannya. “Aku percaya padamu, Kihae percaya padamu, dan…” Donghae melepaskan satu tangannya dari wajah Kibum dan kemudian mengusap perutnya, “…dia juga percaya padamu,” lanjutnya, dan kembali memegang wajah Kibum dengan kedua tangannya. “Jadi? Jangan sia-siakan kepercayaan kami, arraseo?”

Kibum memiringkan kepalanya menatap wajah Donghae, sumpah demi apapun, meski dia memiliki IQ yang tinggi, tapi sekarang dia tidak dapat mengerti dengan apa yang sedang Donghae katakan.

“Aku tahu, kamu sangat mencintai kami, tapi bukan berarti kamu harus selalu berada bersama kami untuk membuktikan cintamu, kamu juga harus melakukan kewajibanmu,” Donghae mencoba menjelaskan apa yang ingin dia katakan. “Hish, bodoh,” sungut Donghae saat dia melihat mata Kibum yang mengerjap tidak mengerti dengan ucapannya, “Kita perlu uang Kim Kibum!”

Kibum segera menarik tubuh Donghae ke dalam pelukkannya, “Mianhae, aku hampir saja mengabaikan kalian semua,” ucapnya menyesal setelah mengerti apa yang Donghae maksudkan. “Tapi… apa kamu yakin tidak apa-apa menjaga Kihae sendirian?” sungguh, Kibum benar-benar khawatir untuk meninggalkan Donghae sendirian di rumah sakit untuk menjaga malaikat kecil mereka, meskipun pada kenyataannya Donghae memberikan anggukkan yang sangat mantap menjawab pertanyaannya tadi. “Aku akan meminta Heechul hyung menemanimu.”

– isfa_id –

“Joesonghabnida,” Kibum yang tadi baru saja menghentikan larinya segera menundukkan kepalanya meminta maaf kepada sutradara dan beberapa kru yang ada di sana. “Joesonghabnida,” ulangnya lagi dan terus menundukkan kepalanya. “Joesong…”

‘Plak…’

Kibum langsung terdiam sambil menegakkan tubuhnya dan menggosok-gosok kepala sendiri yang tadi mendapatkan pukulan yang semua orang tahu itu hadiah dari sang sutradara untuk keterlambatannya. Sang sutradara hanya memandang Kibum sekilas tanpa ekspresi sedikitpun, dia bahkan membalik tubuhnya sekarang memunggungi Kibum, “Sudah siap semua?”

Kibum terpaku mendengar ucapan sang sutradara kepada beberapa kru di sana, hingga akhirnya dia tersadar saat sang manager segera menariknya, “Cepatlah, syuting akan segera dimulai, kenapa lama sekali, kami semua menunggumu.”

“Hyung, jadi aku…”

“Cepat ganti bajumu!” perintah sang manager sambil mendorong tubuh Kibum untuk memasuki ruang ganti dan tersenyum, membuat Kibum yang melihat itu ikut tersenyum padanya dengan kepala yang sedikit mengangguk, karena dia tahu, bahwa peran ini adalah miliknya, ya, miliknya.

– isfa_id –

“Eomma…”

“Oh… anak eomma sudah bangun,” ucap Donghae saat mendengar Kihae yang baru saja terbangun dari tidurnya memanggilnya. Segera dilepaskannya sebuah selimut yang tadi ingin dia rapikan.

“Eomma…”

“Ne, waeyo?” Donghae segera mengangkat tubuh mungil Kihae dan langsung memangku serta memeluknya, “Anak eomma lapar?” tanyanya yang mendapatkan gelengan dari Kihae, “Haus?” dan Kihae kembali menggeleng, “Masih mengantuk? Mau tidur lagi?”

“Appa…”

“Kihae mau main sama appa?” Donghae kembali bertanya dan kali ini Kihae menjawabnya dengan sebuah anggukkan, “Appa sedang kerja, nanti kalau appa sudah pulang baru Kihae main sama appa eoh?”

“Ne…” jawab Kihae singkat dengan suara yang sangat pelan.

“Keponakan samchon sudah bangun.”

Donghae dan Kihae sama-sama mengangkat kepala mereka dan memandang ke arah pintu, menatap seorang namja yang sedang berdiri di sana dengan sebuah bungkusan cukup besar di tangannya, “Hyung.”

“Samchon…” Kihae langsung mengangkat kedua tangannya meminta disambut oleh Donghwa –namja yang berdiri di depan pintu– yang tentu saja langsung dilakukan oleh pamannya tersebut. Donghwa langsung meletakkan bungkusan yang dibawanya tadi dan langsung menggendong tubuh mungil Kihae sambil memberi kecupan di pipi chubby keponakannya itu.

– isfa_id –

“Kenapa tidak memberitahuku? Kalau saja tadi Kibum tidak salah meneleponku, pasti aku tidak akan tahu tentang ini!” Donghwa berucap sambil memandang wajah Donghae yang menampakkan gurat kesedihan meskipun Donghae sedang tersenyum sekarang, diliriknya sekilas Kihae yang sudah kembali tertidur di ranjangnya.

Donghwa sangat terkejut saat menerima kabar dari Kibum yang mengatakan kalau Kihae sedang dirawat di rumah sakit sekarang. Awalnya Kibum ingin menghubungi Heechul untuk memintanya menemani Donghae menjaga Kihae, tapi ternyata dia salah, dia malah menghubungi Donghwa, yang akhirnya membuat dia harus menceritakan apa yang terjadi dengan malaikat kecilnya.

“Mianhaeyo Hyung,” sesal Donghae. Dia dan Kibum memang memutuskan untuk tidak memberitahu keluarga mereka soal ini, mereka tidak ingin orang tua mereka ikut khawatir terhadap malaikat kecil mereka.

“Kau tidak apa-apa kan? Bagaimana dengan kandunganmu? Dan Kihae… apa tidak ada jalan lain selain operasi?”

Donghae menggeleng menjawab semua pertanyaan Donghwa, itu menandakan dia tidak apa-apa, begitu juga dengan kandungannya, dan gelengannya juga berarti bahwa tidak ada jalan lain selain operasi yang akan dijalani Kihae.

“Hyung, eomma tidak tahu soal ini kan?” tanya Donghae penuh selidik, dia sangat berharap tidak ada orang lain yang tahu selain Donghwa, tapi ternyata dia salah saat melihat Donghwa menggeleng.

“Aku sudah memberitahu eomma, juga orang tua Kibum,” jawab Donghwa yang membuat Donghae menundukkan kepalanya. “Mana boleh kalian menyembunyikan masalah seperti ini, kita keluarga Donghae, dan Kihae adalah keponakanku, aku berhak tahu keadaanya, juga eomma dan orang tua Kibum, Kihae adalah cucu mereka, dan mereka juga berhak tahu apapun yang terjadi kepada cucu mereka.”

“Mianhaeyo Hyung, tapi kami…”

“Tidak ada yang akan merasa direpotkan,” potong Donghwa mengerti dengan apa yang akan keluar dari mulut Donghae, adik yang paling dia sayangi. “Kalau kalian diam saja seperti ini, kami akan sangat marah, karena kami merasa kami tidak diperlukan, kami tidak dibutuhkan.”

“Aku tahu, gomawoyo,” Donghae berucap dengan sedikit terisak karena sekarang dia sedang menangis.

“Jangan menangis, ada aku di sini,” Donghwa yang mengerti dengan kesedihan Donghae berusaha menghiburnya sekaligus memberikan kekuatan untuk Donghae. Dipegangnya pundak Donghae sambil tersenyum yang akhirnya membuat Donghae ikut tersenyum meski air mata masih mengalir dari mata beningnya.

“Kihae pasti baik-baik saja, dia mempunyai eomma dan appa yang sangat mencintainya hem?” ucap Donghwa yang membuat senyuman Donghae sedikit melebar.

– isfa_id –

Donghae terus menepuk-nepuk pundak Kihae yang sekarang sedang ada di atas pangkuannya, “Jangan menangis lagi,” ucapnya lembut. Dipeluknya dengan lebih erat tubuh malaikat kecilnya untuk memberikan kehangatan yang lebih agar malaikat kecilnya itu berhenti menangis.

“Sakit Eomma, hiks…”

Donghae menggerakkan tangannya untuk mengusap dengan sangat lembut kepala Kihae, “Nanti juga tidak sakit lagi, tidur eoh?”

“Hiks…”

Donghae tersenyum saat perlahan tangisan Kihae mulai menghilang dan tergantikan dengan dengkuran halus yang menandakan malaikat kecilnya sudah kembali tertidur pulas. Mereka hanya berdua saja sekarang, karena Donghwa sudah pergi beberapa jam yang lalu. Donghwa memang kebetulan berada di Seoul hari ini dan langsung menjenguk Kihae saat Kibum meneleponnya, tapi dia juga harus keluar kota untuk pekerjaannya dan terpaksa harus meninggalkan Donghae dan Kihae berdua saja.

‘Klek…’

Donghae mengangkat wajahnya yang tadi sibuk memandangi wajah malaikat kecilnya untuk menatap pintu yang terbuka, hingga akhirnya seseorang memasuki ruangan tersebut, “Heechul Hyung,” ucap Donghae tanpa suara, ya, dia hanya menggerakkan bibirnya untuk menyebut kata itu agar tidak mengganggu tidur Kihae.

Segera Donghae baringkan tubuh Kihae dengan pelan dan kemudian menyelimutinya, satu kecupan dia daratkan di kening Kihae dan langsung mendekati Heechul yang sedang meletakkan sesuatu di atas meja, yang Donghae tahu itu adalah makanan yang Heechul siapkan untuknya, karena Heechul sudah mengiriminya pesan singkat sebelum kemari.

“Kau belum makan kan? Makanlah!” Heechul berucap dengan sangat lembut sambil mengeluarkan makanan yang tadi dibawanya saat mereka sudah duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. “Ryeowook yang memasak,” lanjut Heechul memberitahukan siapa yang sudah menyiapkan makanan ini untuk Donghae.

“Aku tidak lapar Hyung,” Donghae memandang Heechul dengan tatapan sendunya dan kemudian langsung menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, dia terlihat sangat lelah.

“Kau harus makan, Kibum pasti membunuhku.”

“Dia tidak akan berani melakukan itu Hyung,” ucap Donghae sambil tersenyum kecil membuat Heechul sedikit tertawa. Heechul benar-benar tidak menyangka ternyata Donghae masih bisa bercanda di saat seperti ini. Tapi dia mengerti bahwa sesungguhnya Donghae hanya mencoba menyembunyikan kesedihannya.

“Ayolah!” Heechul kembali berucap dan sekarang sambil menarik tubuh Donghae membuat Donghae langsung memperbaiki posisi duduknya dan menerima sendok yang Heehcul berikan padanya. “Ryeowook pasti menangis kalau dia tahu kamu tidak memakan masakannya.”

“Bilang saja aku sudah memakannya,” jawab Donghae dan meletakkan kembali sendok yang ada di tangannya ke atas meja.

“Makanlah,” kembali Heechul mencoba membujuknya tapi Donghae tetap dengan ketidakmauannya, “YA!” akhirnya Heechul berteriak yang membuat Donghae langsung mengambil kembali sendoknya dan memulai makannya. Dan Heechul? Dia hanya mengeluarkan evil smirknya melihat Donghae seperti itu.

– isfa_id –

Donghae duduk diam di samping Kihae yang masih tertidur dengan pulas setelah menangis menahan rasa sakit di kepalanya tadi sebelum Heechul datang, dia baru saja menyelesaikan makannya dan Heechul, dia sedang berada di kamar mandi setelah merapikan meja dari sisa-sisa makanan Donghae.

Donghae menggenggam tangan mungil Kihae dan memberikan kecupan di punggung tangan malaikat kecilnya itu, “Anak eomma harus kuat eoh? Harus cepat sembuh, arraseo?” ucapnya sedikit berbisik dan sekarang beralih membelai wajah pucat Kihae dan kemudian memberikan sebuah kecupan di keningnya.

Heechul yang baru saja keluar dari kamar mandi yang memang berada di dalam ruang rawat Kihae tersenyum kecil melihat Donghae yang sedang mencoba memberikan kehangatan kepada Kihae. Dia sangat mengerti dengan apa yang Donghae rasakan sekarang, karena dia juga sangat menyayangi Kihae seperti anaknya sendiri.

Senyum Heechul menghilang saat tiba-tiba dilihatnya Donghae yang tengah menangis, dilihatnya tangan Donghae yang berusa menyeka air matanya yang terus saja keluar dari sudut matanya. Perlahan didekatinya tubuh lemah Donghae yang sekarang tengah menyandarkan kepalanya di sisi ranjang Kihae dengan tetap menggenggam tangan mungil malaikat kecilnya itu.

Disentuhnya kepala Donghae dengan sangat lembut hingga akhirnya Donghae mengangkat kepalanya dan menatap Heechul dengan mata yang berkaca-kaca, “Uljima,” ucap Heechul lembut. Mungkin sesungguhnya Heechul terlihat sangat keras di luar, tapi pada kenyataannya dia sangat lembut terlebih bila menghadapi Donghae yang terlihat sangat memerlukan perhatian seperti sekarang, perhatian yang lebih, seorang namdongsaeng yang benar-benar memerlukan penyemangat.

“Hei, sudahlah, berhenti menangis,” Heechul berucap lagi karena Donghae masih saja menangis.

“Hyung…” ucap Donghae kemudian dan langsung memeluk Heechul dengan sangat erat, “Gomawoyo, kamu selalu ada saat aku memerlukanmu,” lanjutnya dengan sedikit sesegukan karena tangisannya.

Heechul memang menjadi salah satu orang yang selalu berada di samping Donghae di saat dia sangat memerlukan seseorang, selain Kibum tentunya.

“Tentu saja, aku akan selalu ada untukmu, untuk kalian, begitu juga yang lain,” jawab Heechul seraya membalas pelukkan Donghae, tapi kemudian dia merasakan pelukkan Donghae yang melemah padanya, “Waeyo?” tanyanya saat Donghae sudah benar-benar melepaskan pelukkannya.

“Yang lain tidak seperti Hyung.”

“Apa maksudmu?” tanya Heechul bingung dengan ucapan Donghae.

“Mereka tidak ada untukku,” jawab Donghae yang membuat Heechul terdiam. “Mereka bahkan tidak menjenguk Kihae, padahal mereka semua menjenguk Eunhyuk. Kihae tidak berarti apa-apa untuk mereka, anakku tidak berharga untuk mereka. Mereka…”

“Hei…” potong Heechul, “Kau salah, mereka tidak seperti itu, mereka sangat menyayangi Kihae.”

“Mana buktinya? Mereka bahkan tidak menjenguk Kihae.”

“Mereka bukan tidak mau Donghae, mereka tidak bisa,” ucap Heehcul mencoba menjelaskan.

“Apanya yang tidak bisa? Mereka bisa menjenguk Eunhyuk, kenapa tidak dengan Kihae?”

“Dengar aku!” perintah Heechul sambil menyentuh kedua pundak Donghae membuat Donghae terfokus pada wajah Heechul yang terlihat sangat serius.

“Kyuhyun, kau membencinya?” tanya Heechul memulai ucapannya setelah sempat terdiam beberapa detik saat menatap wajah Donghae yang terlihat sedikit pucat karena kelelahannya.

Donghae hanya diam menjawab pertanyaan Heechul, lagipula pertanyaan itu tidak perlu dijawab, karena sudah pasti Heechul mengetahui jawabannya.

“Kau tahu betapa merasa bersalahnya Kyuhyun dengan apa yang terjadi pada Kihae, dia menyesal, sangat menyesal.” Heechul menarik nafas sejenak, “Kau tahu, bahkan sekarang keadaannya tidak jauh lebih baik darimu, dia bahkan sering ‘mengamuk’ tanpa sebab di dorm, terlebih setelah kemarin, saat dia tahu kau tidak mengizinkannya untuk bermain bersama Kihae.”

Heechul terdiam sejenak, “Yang lain juga bukan tidak mau menjenguk Kihae, tapi mereka mencoba menjaga perasaanmu yang tidak mau bertemu Kyuhyun, karena kemarin Kyuhyun bersama mereka, dan mereka juga tidak mungkin meninggalkan Kyuhyun sendirian saat mereka ingin menjenguk Kihae, karena Kyuhyun sedang dalam masa beratnya juga, sama sepertimu.”

Heechul semakin mempererat pegangannya pada pundak Donghae. “Kyuhyun sangat butuh perhatian sekarang, dan kami harus menjaganya bergantian. Kau tahu, bahkan kadang saat aku pulang, dorm dalam keadaan berantakkan karena Kyuhyun melempar semua barang yang ada di sana. Jadi aku mohon kau mengerti, kami semua menyayangimu, tapi kami juga menyayangi Kyuhyun. Dan… aku mohon maafkan Kyuhyun, dia sudah cukup menderita karena ini, karena rasa bersalahnya, jadi jangan siksa dia lagi dengan rasa bencimu padanya, hem?”

“Tidak!” ucap Donghae sedikit berteriak dan menepis tangan Heechul yang berada di pundaknya, “Itu hanya alasan mereka saja, mereka memang tidak mau menjenguk Kihae, mereka semua memang tidak pernah menyayangi Kihae.”

“Donghae-ya, dengarkan aku!”

“Tidak! Hyung tidak perlu menjelaskan apapun!” Donghae menutup telinganya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Heechul hanya bisa diam.

Heechul tahu betapa terlukanya perasaan Donghae sekarang, tapi dia juga tidak ingin Donghae terus membenci Kyuhyun karena hal ini. Dia juga sangat tahu betapa menderitanya Kyuhyun karena rasa bersalahnya.

“Donghae-ya.”

“Aku tidak mau dengar!”

“Eomma…”

Donghae langsung melepaskan kedua tangannya dari telinganya saat tiba-tiba dia mendengar suara malaikat kecilnya yang memanggilnya, “Waeyo?” Donghae langsung berbalik dan mengangkat tubuh Kihae untuk memeluknya. “Anak eomma kenapa? Mana yang sakit?” ucapnya terlihat benar-benar khawatir.

“Aniyo Eomma, Kihae tidak sakit,” jawab Kihae dengan kepala yang tersandar di dada Donghae dan tangan mungilnya yang kemudian melingkar di pinggang sang eomma.

“Kalau begitu tidurlah lagi,” Donghae mengusap lembut kepala Kihae dan memberikan sebuah kecupan di pucuk kepalanya.

Kihae diam dalam pelukkan Donghae, “Imo…” tapi akhirnya dia memanggil Heechul yang masih berdiri diam di tempatnya tadi.

Heechul tersenyum dan mendekati Kihae, disentuhnya dengan lembut pipi Kihae, “Waeyo?” tanyanya juga dengan penuh kelembutan.

“Imo jangan buat Eomma sedih, Kihae tidak mau melihat Eomma sedih.”

Heechul tertegun mendengar ucapan Kihae, tidak disangkanya Kihae sangat mewarisi sifat dewasa Kibum, meski dia adalah anak kecil yang belum benar-benar mengerti dengan apa yang sedang dilaluinya sekarang. “Ne, mianhae,” jawab Heechul pelan.

Donghae yang mendengar itu hanya bisa tersenyum meski air matanya menetes membasahi pipinya. Dipeluknya dengan lebih erat tubuh Kihae hingga akhirnya Kihae kembali terlelap dalam dekap hangat sang eomma.

– isfa_id –

Kibum berjalan sedikit gontai menyusuri koridor rumah sakit, dia baru saja menyelesaikan syutingnya dan langsung menuju ke sini. Diliriknya sekilas jam yang melingkar di tangannya, jam sebelas malam. Dia sedikit bersyukur syuting hari ini tidak terlalu menghabiskan banyak waktu, hingga dia bisa langsung menemui dua orang yang sekarang memang benar-benar membutuhkannya.

“HUWAAA…”

Kibum sedikit tersentak saat mendengarkan sebuah tangisan yang keluar dari ruangan yang berada tepat di depan dia berdiri sekarang, di ruang rawat malaikat kecilnya. Dia segera berlari dan membuka pintu dengan sedikit kasar. Segera didekatinya Kihae yang sedang berada di dalam pelukkan Donghae yang sedang meronta-ronta menahan rasa sakitnya.

Segera diraihnya tubuh mungil itu dan menggendongnya, “Anak appa jangan menangis, hem? Appa di sini,” ucapnya sambil menggerak-gerakkan tubuhnya agar Kihae bisa tenang.

“Appa…”

“Ne, ini appa, jangan menangis eoh?”

“Hiks… hiks…”

“Anak appa harus kuat, tidak boleh menangis!” Kibum terus berusaha menenangkan Kihae yang masih menangis dalam gendongannya.

Hingga akhirnya, setelah lebih dari setengah jam, Kihae kembali tertidur dengan posisi menyembunyikan wajahnya di leher Kibum. Kibum tersenyum dan kemudian mencoba membaringkan Kihae kembali ke ranjangnya, meski akhirnya itu tidak terjadi karena Kihae tiba-tiba mempererat pelukkan di lehernya, “Anak appa belum tidur eoh?” ucapnya mengerti dengan Kihae yang tidak mau melepaskan dirinya.

Kibum duduk di atas ranjang Kihae, di samping Donghae yang sedari tadi tidak bergerak sedikitpun. Terus diusapnya rambut hitam Kihae dalam gendongannya, tapi kemudian beralih mengusap wajah Donghae, “Uljima,” ucapnya tanpa suara.

Kihae yang memang belum tertidur menggerakkan tangan mungilnya untuk menggenggam tangan Donghae, membuat Donghae langsung memandang wajah Kihae yang sedang menyandarkan kepalanya di dada Kibum.

Donghae tersenyum dan kemudian menggerakkan tangannya untuk menyentuh wajah Kihae, “Anak eomma sudah tidak sakit lagi eoh?” tanyanya yang mendapatkan anggukkan kecil dari Kihae. Segera dipeluknya tubuh mungil Kihae dan mencium pipinya.

Kibum ikut tersenyum melihat dua orang yang dia sayangi sedang berada dalam pelukkannya, karena memang terlihat seperti itu, Kihae yang sedang berada dalam pelukkannya, dan Donghae yang menciumi malaikat kecil mereka.

Kibum segera membaringkan tubuh Kihae meski awalnya Kihae tidak mau sampai Kibum berucap, “Appa tidak akan ke mana-mana,” hingga membuat Kihae melepaskan pelukkan pada lehernya. “Kita tidur sama-sama,” lanjutnyanya sambil meminta Donghae ikut berbaring di sebelah Kihae.

Kihae mengangguk kecil dan langsung membalik tubuhnya menghadap Donghae yang sudah berbaring di sebelahnya. Segera dilingkarkannya tangannya pada pinggang sang eomma dan kemudian diikuti dengan tangan Kibum yang menyentuh dengan lembut tubuh mungilnya, hingga akhirnya mereka bertiga terlelap bersama, meski berada di sebuah ranjang yang tidak cukup besar sesungguhnya untuk mereka bertiga.

– isfa_id –

“Eungh…”

Kibum terbangun saat mendengar sebuah suara seperti erangan yang menahan rasa sakit, ditatapnya Kihae yang masih tertidur tenang di sampingnya, bukan Kihae, siapa? “Eungh…” kembali suara itu terdengar dan Kibum baru sadar tidak ada Donghae di samping mereka. Segera dia berdiri dan bermaksud mencari Donghae, tapi langkahnya terhenti saat matanya sudah menangkap sosok Donghae yang sedang berjongkok di sebelah sisi ranjang berlawanan dengannya.

Segera didekatinya tubuh Donghae yang sekarang dibanjiri keringat, sangat terlihat betapa kuatnya Donghae mencoba menahan rasa sakitnya, “Waeyo?” tanya Kibum lembut meski nada bicaranya terdengar penuh kekhawatiran.

“Sakit…” jawab Donghae sambil meremas perutnya sendiri, “Benar-benar sakit.”

.

.

Kibum duduk dengan menggenggam tangan Donghae yang tertidur di sebuah ranjang yang ada di ruang pemeriksaan. Ya… Kibum langsung membawa Donghae saat melihat Donghae yang benar-benar kesakitan. Dia segera menemui seorang dokter jaga. Tadi dia bermaksud untuk menemui dokter Shin, dokter kandungan yang biasa memeriksa Donghae, tapi ternyata dia sedang tidak bertugas malam ini.

Kibum sedikit menoleh saat dirasakannya sebuah sentuhan di pundaknya. Dia mengangguk mengerti dengan maksud dokter yang ingin bicara padanya. Segera dilepaskannya genggaman tangannya pada Donghae dan kemudian mengikuti sang dokter yang sudah duduk di balik meja kerjanya. Kibum pun duduk di kursi seberangnya, dengan perasaan cemas untuk mendengarkan apa yang akan sang dokter katakan padanya.

“Dia terlalu lelah, untuk saat ini tidak apa-apa, tapi kandungannya benar-benar lemah sekarang, dia tidak bisa terlalu kelelahan, apalagi stres, jadi saya harap Anda bisa menjaganya dengan baik.”

“Ne, gomabseubnida,” hanya kata itu yang dapat Kibum ucapkan dan kemudian kembali berjalan mendekati Donghae yang terlihat sangat pucat. “Mianhae,” ucapnya pelan dengan penuh penyesalan karena sudah membuat istrinya seperti ini, “Kamu harus tumbuh dengan sehat,” kali ini Kibum mencoba berbicara dengan calon anak mereka dengan mengusapkan tangannya pada perut Donghae.

T.B.C

Taraaa… saya datang lagi, LOL

Awalnya chap ini mau dipost tepat di hari ulang tahun Kibum, tapi… karena ada satu orang yang menyebalkan minta ini dipost secepatnya sambil merengek-rengek, jadi saya post sekarang *celingak celinguk* orangnya tidak ada kan? aman… XDDDDD

Karena dipost lebih awal, saya T.B.C-kan sampai di sini, karena belum waktunya Kibum ultah, kkk~

Dan untuk chap berikutnya, entah akan dipost kapan, pas ulang tahun Kibum atau tidak, dan ada perubahan cerita atau tidak, entahlah. Karena saya tidak mendapatkan ide untuk membuat FF baru sebagai persembahan (?) untuk ultahnya *mojok* yah begitulah…

Advertisements

20 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 18

  1. hwaaaaaaaa eonni jahat bgt deh -,- calon suamiku *baca: kihae* kenapa ga sembuh2 😦 malah ada pendarahan pula -____-

    yaampun ga tega liat kibum 😮 kihae nya belom sembuh eh donghae nya ikutan sakit :'[

    eonni bilang kihae cuma punya eunwon *gaikhlas* tapi masa eunwon cuma jenguk kihae sekali doang -_-

    1. hiks, eonni dibilang jahat *manyun, lari ke pelukan Rain* lol

      Eunwon lagi sibuk sama adek kecilnya, tapi entar bakalan jenguk kekasih tercintanya ko’ (?)

  2. Huh aku ikut kesindir gr2 buru2in eonni…hahahahaha

    Ya ampuunn kihae kapan kamu sembuh..imo khawatir..mana hae eomma kynya mulai sakit jg gr2 kandungannya…

    Waaaa eonn..tp jangan lama2 ya next chapt… *lirik2 eonni*

      1. Ga di suruh cepet kok eonn….

        2 hari ckup kan?? Kan?? Kan??

        HUAHAHAHAHAHAHA *ketawa GJ liat eonni setres di kejer2 FF next chapt*

  3. APA HUH? APA??? SAYA TERSINGGUNG DENGAN UCAPAN ANDA!!! SIAPA YG SURUH BURU”? Gak ada :p

    HUwahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!! isfa jahat. kasian kihae masa masih mungli udh dikasih sakit separah itu? KEJAM! (==)
    tapi iya loh isfa bner, pndarahan di kepala, ntarnya klo gak buta yg matanya jdi minus and gak bisa disembuhkan. temenku gitu soalny.

    itu kihae? sumpah kasihan. panggilkan dokter anastesi fa, kasian klo sakit trus kya gtu (;___;)/ cup cup kihae. sini mama peluk?

    apalagi ya? ITU MANAGER AWAS YA KALO AMPE KIBUM GAK ADA PEKERJAAAN?? /siapin piso.

    dan DONGHAE BENAR! KIBUM! KAMU GAK BOLEH GAK PUNYA DUIT! NTAR ANAK MU MAKAN APA HUHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! enak aja (==)

    seterusnya?
    LANJUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!
    cepat lah~ pake tunggu bday segala sih? udah update tiap hari aja ampe hari H bday? 😀

  4. Kihae…..Cepet ya….

    Donghae masih marah ya Kyu??

    Aduh kasian Kibum,Kayanya cape bgt antara Syuting sama Ngurus Donghae na Kihae d RS.

  5. Tuh khan…
    Hae cemburu,,,
    ky’ny kyu bnr” menderita klu dgr kt heechul td,mesti d’jagain jg tuh.nti dy frustasi trus bunuh diri *jgn lah ya

  6. anakku (baca:Kihae) cepet sembuh jagiya T^T
    eommaaaa jangan siksa anakku eoh ?? kasian T^T
    si epil juga setress tuh, kasian kasian TT^TT
    lanjyut ^^

  7. waaaa unnie kenapa harus ad pendarahan dalam XC, kasian kihae kesakitan XC, kasian kyu juga huks jangn bikin dia depresi XC….
    Aahh unnie kenapa kejam donghae kenapa dibuat sakit /plak/klorealjugagitukali/

  8. Kihae kpn smbuhnya ya, kasian bngt deh kalo liat anak kecil sakit T_T
    Kasian jg sama donghae knpa hrus ikut2an sakit sih
    Kyu jg kasian smpe depresi bgtu jadinya huweeeeeee

    Jngn buat mereka mnderita lagi dong buat yg happy2 aja ya 😀

    Kasian bngt liatnya 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s