Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 19


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 19 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

Kibum terus membelai wajah Donghae dengan kedua tangannya, dia sudah melakukan ini hampir selama satu jam. “Aku tidak apa-apa, pergilah,” ucap Donghae lembut sambil menyentuh kedua tangan Kibum yang masih setia berada di wajahnya.

“Benar tidak apa-apa?” tanya Kibum meyakinkan, yang dijawab Donghae dengan anggukkan. “Mianhae, aku tidak bisa menemani kalian,” ucapnya karena dia memang tidak bisa meninggalkan syutingnya.

“Aku tahu, tidak apa-apa,” jawab Donghae dengan diikuti sebuah kecupan di pipi Kibum.

Kibum tersenyum dan langsung memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Donghae, sudah beberapa hari ini mereka tidak melakukan itu.

Donghae juga ikut mengembangkan senyuman saat Kibum menciumnya.

Kembali Kibum tersenyum dan kali ini dia memberikan senyuman itu kepada Kihae yang terlihat sedang asyik dengan PSPnya. Didekatinya malaikat kecilnya itu membuat Kihae menekan tombol pause pada benda berwarna putih tersebut.

“Kihae jangan nakal eoh? Appa harus kerja, jangan menangis, arraseo?” Kibum berucap dengan sangat lembut pada Kihae.

“Ne Appa,” jawab Kihae pelan, “Tapi pulangnya jangan lama-lama,” lanjutnya membuat Kibum langsung menarik tubuh mungilnya ke dalam sebuah pelukkan hangat.

“Anak appa jadi manja eoh?” goda Kibum, “Seperti eomma,” lanjutnya yang membuat Donghae yang mendengar itu langsung memajukan mulutnya kesal meski sebenarnya dia sangat senang mendengarnya.

“Kihaeee…”

“Oh, lihat, ada Eunwon,” Kibum yang melihat Eunwon memasuki ruang rawat Kihae langsung menggendong tubuh mungil yeoja manis tersebut dan segera membiarkannya duduk di ranjang Kihae. “Eunwon jenguk Kihae?” tanyanya yang mendapatkan anggukkan dari Eunwon.

Donghae yang sekarang juga sudah duduk di ranjang Kihae lansung membelai rambut panjang Eunwon dengan sangat lembut, “Eunwon sama siapa ke sini?”

“Bersama denganku,” jawab seorang namja yang sekarang sudah berada di dalam ruang rawat Kihae.

“Sungmin Hyung,” Kibum tersenyum saat melihat Sungmin sudah masuk dan mendekati mereka, sedangkan Donghae hanya diam tanpa mau memandang sedikitpun ke arah Sungmin.

“Imo,” Kihae yang melihat Sungmin langsung memanggilnya sambil tersenyum membuat Sungmin langsung memeluknya dan memberikan sebuah kecupan di pipinya.

“Kihae sudah sehat eoh?”

“Ne Imo,” jawab Kihae singkat.

Kibum menoleh ke arah Donghae yang entah terlihat sangat enggan untuk menatap Sungmin, karena sekarang dia sibuk menundukkan kepalanya meski tangannya terus menggenggam tangan mungil Kihae. Segera didekatinya istrinya tersebut dan membelai wajahnya, “Hei,” ucapnya singkat membuat Donghae menatapnya, “Jangan seperti ini,” lanjutnya dengan sedikit berbisik.

Kembali sebuah senyum tergurat di wajah Kibum saat Donghae mengganggukkan kepalanya, dan dia segera memeluk istrinya tersebut, “Aku sudah harus pergi,” ucapnya dan kembali Donghae memberikan anggukkannya. “Kihae jangan nakal eoh? Appa harus kerja.”

“Ne Appa,” jawab Kihae mantap.

“Hyung, aku titip mereka,” kali ini Kibum berucap kepada Sungmin.

“Tenang saja, aku akan menjaga mereka,” jawab Sungmin membuat Kibum sangat berterima kasih dan langsung pergi setelah sebelumnya memberikan sebuah kecupan di pipi dua orang yang sangat dia cintai.

.

.

Sungmin berjalan mendekati Donghae yang sekarang sedang duduk di sofa membiarkan Kihae dan Eunwon bermain berdua di ranjang Kihae, entah apa yang mereka berdua mainkan, hanya mereka berdua saja yang tahu.

Sungmin segera duduk di sebelah Donghae dan sedikit tersenyum memandang wajah Donghae yang sedari tadi sudah menunduk, tak pernah menatapnya.

“Untuk apa Hyung kemari?”

“Untuk apa lagi? Aku ingin menjenguk Kihae,” jawab Sungmin saat Donghae bertanya padanya.

“Aku pikir Hyung tidak ingat dengan Kihae.”

“Donghae-ya, aku minta maaf karena baru sekarang bisa menjenguk Kihae.”

Donghae langsung beranjak dari duduknya dan mendekati Kihae dan Eunwon mengikuti apa yang sedang mereka mainkan. Sedangkan Sungmin hanya bisa terdiam melihatnya.

– isfa_id –

Seorang yeoja manis tengah duduk di bawah sebuah pohon rindang dengan ditemani seorang namja tampan di sebelahnya. Yeoja tersebut menyandarkan kepalanya ke pundak sang namja dengan tersenyum riang, sedangkan sang namja hanya terduduk diam dengan raut wajah penuh kesedihan, kebingungan, penyesalan, semuanya.

“CUT!”

‘Plak…’

Kibum menunduk menatapi sebuah gulungan naskah yang terjatuh tepat di depan kakinya setelah menyakiti kepalanya.

“Kau… apa yang kau lakukan heoh?” Kibum hanya diam saat sutradara memarahinya dengan mendorong-dorong kepalanya, “Kau seharusnya tersenyum, kenapa kau… aish… istirahat tiga puluh menit,” ucap sang sutradara dan berjalan meninggalkan Kibum yang masih menunduk lesu di tempatnya.

.

.

“Anak appa tidak nakal kan?”

“…”

“Anak pintar.”

“…”

“Ne…” Kibum segera menutup teleponnya dan memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku celananya setelah menghubungi Kihae untuk sedikit mendapatkan kabar dari malaikat kecilnya, dan dia dapat menarik nafas lega karena tidak ada apa-apa yang terjadi.

“Kau lelah?”

Kibum mengangkat kepalanya saat seseorang mengajaknya bicara. Segera dia bangkit saat melihat siapa yang ada di depannya sekarang dan menundukkan kepalanya.

– isfa_id –

“Eomma, sudah,” Kihae yang baru saja menyelesaikan percakapannya bersama Kibum segera menyerahkan handphonenya kembali ke Donghae.

“Tadi Appa bilang apa?” tanya Donghae lembut setelah menerima handphonenya.

“Appa bilang Kihae tidak boleh nakal,” jawab Kihae dan kemudian memeluk tubuh Donghae, “Eomma, Kihae tidak nakal kan?”

“Ne, Kihae tidak nakal,” jawab Donghae dan membalas pelukkan Kihae, kemudian melepasnya dan membiarkan Kihae kembali bermain bersama Eunwon. Ya… Eunwon dan Sungmin masih berada di sana, karena kebetulan Sungmin juga memang tidak ada jadwal hari ini, dan Eunwon juga belum mau pulang karena Eunwon bilang dia masih ingin bermain bersama Kihae.

“Eomma…”

“Hm?”

“Kihae mau eskrim.”

“Kihae tidak boleh makan eskrim dulu eoh? Nanti saja kalau sudah sembuh,” ucap Donghae saat Kihae mengatakan kalau dia menginginkan eskrim sekarang.

“Kan Kihae sudah sembuh Eomma.”

“Nanti saja eoh? Nanti kalau kita sudah pulang Eomma belikan eskrim yang banyak.”

“Ne…” jawab Kihae semangat setelah membayangkan dia akan mendapatkan eskrim yang banyak setelah dia pulang dari rumah sakit nanti, “Eomma…”

“Hm?”

“Kihae lapar.”

Donghae tersenyum mendengar ucapan Kihae dan langsung mengambil sebuah roti yang ada di sebuah bungkusan yang ada di atas meja. Segera dipotongnya roti tersebut dan menyuapkannya untuk Kihae, tapi Kihae sama sekali tidak membuka mulutnya, “Waeyo? Kihae tidak mau makan roti?”

“Kihae mau yang coklat Eomma,” jawab Kihae karena roti yang ada di tangan Donghae sekarang adalah rasa keju.

“Yang coklat?” tanya Donghae dan Kihae mengangguk. Donghae tersenyum dan kembali mengambil bungukusan yang ada di atas meja dan mencari roti coklat di sana, tetapi tidak ada, “Yang coklatnya tidak ada, Eomma beli dulu eoh? Kihae tunggu di sini.”

“Ne Eomma.”

“Biar aku saja,” Sungmin yang melihat Donghae akan keluar langsung mencegahnya dengan menarik tangannya, tapi bukannya mengikuti ucapan Sungmin, Donghae malah menepis tangan Sungmin dan langsung berjalan keluar dari ruang rawat Kihae, membuat Sungmin hanya bisa diam dan kembali mendekati dua bocah manis yang ada di sana, “Kita main?”

– isfa_id –

“Sudah ku bilang aku tidak lapar, KELUAR!!!”

Leeteuk berjalan lesu keluar dari kamar Kyuhyun dengan membawa serta makanan yang tadi dia siapkan untuk Kyuhyun. Diletakkannya makanan tersebut di atas meja makan dan dia sendiri langsung menjatuhkan dirinya di salah satu kursi di sana. Diusapnya air mata yang keluar dari sudut matanya dengan menggunakan punggung tangannya.

‘Brak…’

Leeteuk langsung menoleh sesaat mendengar suara sebuah kursi yang jatuh, dan itu disebabkan oleh Kangin yang langsung berdiri saat melihatnya menangis, “Dia perlu diberi pelajaran!”

“Jangan,” cegah Leeteuk langsung menghentikan langkah Kangin dengan cara menarik tangannya.

“Lepaskan!” bentak Kangin dengan menepis tangan Leeteuk, dan karena tenaganya memang jauh lebih kuat itu membuat tangan Leeteuk langsung terlepas. Dia segera berjalan menuju kamar Kyuhyun dan membuka pintunya dengan paksa, “Keluar!” teriaknya seraya menarik tangan Kyuhyun, menyeretnya dan menghempaskannya di salah satu kursi di meja makan, “Makan!”

“Aku tidak mau!”

“MAKAN!!!”

“AKU TIDAK MAU!!!”

“Kyu…” Leeteuk memanggil Kyuhyun dengan sangat lembut, hari ini memang adalah tugasnya dan Kangin untuk menjaga Kyuhyun. Dipegangnya jemari Kyuhyun dan menggenggamnya, “Hyung mohon, makanlah, sudah beberapa hari ini kau tidak makan, kau bisa sakit.”

“Tidak usah berlaku selembut itu padanya,” ucap Kangin membuat Leeteuk langsung memandangnya dengan tatapan meminta Kangin diam, yang langsung Kangin turuti, karena sekarang dia segera melangkah memasuki kamarnya dan langsung menutup pintunya, membiarkan Leeteuk untuk mencoba berbicara pada Kyuhyun.

“Kyu…” panggil Leeteuk lagi dengan sangat lembut. “Hyung mohon jangan seperti ini, kau membuat kami semua sedih.”

“Donghae hyung membenciku,” ucap Kyuhyun membuat Leeteuk menghentikan ucapannya, “Dia membenciku, dia sangat membenciku.”

“Dia tidak membencimu, dia hanya memerlukan waktu agar bisa menerima semuanya.”

“Dia membenciku Hyung, dia membenciku.”

“Kyu… dengarkan Hyung, Donghae…”

‘Brak…’

Leeteuk sontak menghentikan ucapannya karena sekarang tubuh Kyuhyun terjatuh, bahkan Kangin yang tadi mengurung diri di kamar langsung keluar saat mendengar suara tersebut dan langsung berlari mendekati Leeteuk kemudian segera mengangkat Kyuhyun yang pingsan ke dalam kamarnya.

– isfa_id –

Sungmin berjalan mengitari ruang rawat Kihae dengan sedikit cemas, ditatapnya jam yang melingkar di tangannya dan kemudian beralih menatap ke arah Eunwon dan Kihae yang sekarang sedang tertidur bersama di ranjang Kihae karena sudah terlalu lelah bermain. Didekatinya tubuh Kihae dan Eunwon dan menarik sedikit selimutnya. Tapi kembali dia melirik ke jam yang ada di tangannya, “Sudah satu jam, kenapa Donghae belum kembali?” gumamnya.

Ya… memang sudah satu jam Donghae keluar saat dia bilang akan membelikan roti untuk Kihae dan itu membuat Sungmin sedikit cemas, karena tidak mungkin Donghae akan keluar selama itu hanya untuk membeli roti, karena di dekat rumah sakit terdapat sebuah mini market dan hanya perlu waktu lima belas menit bila kita berjalan kaki, tapi ini sudah terlalu lama.

Kembali Sungmin melirik ke arah Kihae dan Eunwon dan kemudian langsung melesat berlari keluar setelah memastikan mereka tidak akan apa-apa bila ditinggal. Dia berlari menuju sebuah lift dan menekan tombolnya, tetapi dia semakin cemas karena liftnya sangat lama terbuka. “Aish,” sungutnya dan langsung berlari ke arah tangga, sepertinya akan lebih cepat dia turun menggunakan tangga daripada harus menunggu lift terbuka.

Dia terus berlari menuruni tangga hingga akhirnya dia berada di lantai pertama rumah sakit ini. Dia sedikit berhenti untuk mengatur nafasnya dan kemudian kembali berlari keluar dari rumah sakit, ‘Donghae,’ hanya ada nama itu dalam pikirannya sekarang. Sungmin terus berlari menuju tempat parkir sambil mengeluarkan kunci dari kantong jaket yang sedang dia gunakan. Setelah mendapatkan kuncinya dia langsung menuju mobilnya, tapi langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang sedang terbaring di samping sebuah mobil yang letaknya tidak terlalu jauh dari mobilnya yang ingin dia tuju.

“Donghae!” jerit Sungmin karena dia mengenali namja yang terbaring itu, segera dia mendekatinya dan mengangkat tubuh lemah Donghae.

“Eungh…”

“Tahan sedikit,” ucap Sungmin dan langsung mengangkat tubuh Donghae ke atas punggungnya.

“Roti Kihae,” Sungmin mendengar Donghae berucap dengan sedikit kesulitan karena menahan sakitnya. Dilihatnya sebuah kantong berukuran kecil yang dia yakin adalah roti yang baru saja dibeli Donghae untuk Kihae. Diambilnya kantong tersebut dan kemudian langsung berlari kembali memasuki rumah sakit dengan sedikit kesulitan karena harus menggendong tubuh Donghae.

– isfa_id –

“Bagaimana ini?”

Leeteuk yang baru saja menutup teleponnya terlihat sangat panik. Dia baru saja dihubungi oleh Sungmin yang memberi tahu keadaan Donghae.

“Pergilah! Temani dia,” ucap Kangin mencoba memberikan solusi untuk rasa panik Leeteuk. Dia tahu Leeteuk sangat menyayangi Donghae dan sangat sedih mendengar keadaan Donghae yang sangat tidak baik.

“Tapi Kyuhyun,” ujar Leeteuk ragu.

“Aku yang akan menjaganya,” jawab Kangin meyakinkan.

“Aku ikut!”

“Kyu…” Leeteuk langsung berdiri dari duduknya saat melihat Kyuhyun yang keluar dari kamarnya. Segera didekatinya tubuh lemah Kyuhyun dan merangkul tangannya.

“Aku ikut denganmu Hyung, aku tidak perduli meskipun nanti Donghae Hyung akan mengusirku.”

“Tapi Kyu…”

“Aku ikut!”

– isfa_id –

Leeteuk menggenggam tangan Donghae yang sedang tertidur dengan sangat erat, “Kenapa bisa seperti ini?”

“Tadi dia keluar untuk membelikan roti untuk Kihae, tapi sudah satu jam dia tidak kembali jadi aku berniat menyusulnya, tapi aku malah menemukannya sedang tergeletak di dekat mobilku,” jawab Sungmin menjelaskan apa yang terjadi dengan Donghae.

“Kibum?” tanya Kangin.

“Aku sudah mencoba menghubunginya, tapi handphonenya tidak aktif, manager Hyung juga tidak bisa dihubungi.”

“Apa dia tidak apa-apa? Kandungannya?” kali ini Leeteuk yang kembali bertanya.

“Dokter bilang kandungannya sangat lemah, tapi beruntung masih bisa diselamatkan, tapi Dokter juga bilang…” Sungmin sedikit menarik nafasnya, “…kita bisa saja kehilangan bayinya bila Donghae terus seperti ini.”

“Maksudnya?” tanya Kangin tidak mengerti.

“Kondisi tubuhnya sudah terlalu lemah Hyung, dia sudah terlalu lelah karena terus memikirkan Kihae, terlebih…” Sungmin sedikit melirik ke arah Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam, “…terjadi pendarahan di otak Kihae.” Lanjutnya yang membuat Kangin dan Leeteuk lemas, terlebih Kyuhyun yang sekarang langsung terjatuh ke lantai, meski dia tidak pingsan seperti di dorm tadi.

“Kyu…” Sungmin langsung mendekati tubuh lemah Kyuhyun dan memeluknya.

“Kihae…”

Sungmin hanya diam sambil terus memeluk tubuh Kyuhyun yang menggumamkan nama Kihae.

“Aku ingin melihat Kihae,” ucap Kyuhyun setelah beberapa saat dia terdiam dalam pelukkan Sungmin.

Kyuhyun segera berdiri, “Aku sendiri saja,” ucapnya saat tahu Sungmin ingin membantunya, “Kau temani Donghae Hyung saja,” lanjutnya dan kemudian langsung keluar dari ruang tersebut menuju ruang rawat Kihae, karena memang ruang tempat Donghae berada sekarang berbeda dengan ruang rawat Kihae.

.

.

“Hiks… hiks…”

“Kihae… Kihae kenapa? Kihae kenapa menangis, hiks…” ucap Eunwon saat melihat Kihae menangis yang malah membuat dia ikut menangis. “Imo… hiks… hiks…” tangis Eunwon.

‘Klek…’

Eunwon langsung melompat dari ranjang Kihae yang tidak terlalu tinggi dan langsung mendekati seseorang yang membuka pintu, “Im… Samchooonnnnn…” teriak Eunwon setelah hampir salah memanggil saat melihat Kyuhyun memasuki ruang rawat Kihae. “Kihae dari tadi menangis, hiks…” ucap Eunwon membuat Kyuhyun langsung melangkah mendekati Kihae yang sedang menangis di atas ranjangnya.

Kyuhyun segera mengangkat tubuh mungil Kihae dan langsung memeluknya.

.

.

“Gomabseubnida,” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya kepada seorang dokter yang baru saja selesai memeriksa Kihae, dan sekarang Kihae sudah kembali tertidur dengan pulasnya. “Gomabseubnida,” kembali Kyuhyun membungkukkan tubuhnya saat sang dokter meninggalkan ruangan.

“Hiks…”

Kyuhyun menoleh ke arah Eunwon yang masih menangis di sofa, “Jangan menangis lagi, Kihae sudah tidak sakit lagi.”

“Hiks… hiks…” Eunwon kembali terisak dan langsung memeluk tubuh Kyuhyun.

– isfa_id –

‘Brak… brak… brak…’

“Joesonghabnida… joesonghabnida… joesonghabnida…” Kibum meminta maaf dengan menundukkan kepalanya kepada beberapa orang yang ditabraknya. Dia kembali melanjutkan larinya dan kembali meminta maaf saat kembali dia menabrak seseorang, dan terus seperti itu hingga dia berada di depan ruang rawat Kihae sekarang, “Donghae-ya,” teriaknya, tapi kemudian terdiam saat melihat seseorang yang sedang memeluk seorang yeoja kecil yang sedang tertidur di atas pangkuannya, “Kyuhyun,” ucapnya pelan.

Kyuhyun hanya tersenyum menjawab panggilan Kibum, “Donghae Hyung di bawah,” ucapnya karena dia tahu Kibum ingin melihat Donghae sekarang.

.

.

Kibum membelai wajah Donghae yang terlihat pucat dan kemudian memberikan sebuah kecupan panjang di kening Donghae, “Mianhae,” sesalnya karena sudah membuat Donghae seperti ini. Tadi dia bahkan sempat merutuki dirinya sendiri saat mendapatkan pesan dari Sungmin yang ternyata sudah sedari siang tadi Sungmin mengirimnya. Handphonenya mati tadi sedangkan sang manager meninggalkan handphonenya di dalam mobil sehingga dia tidak mengetahui kabar ini.

Setelah membaca pesan dari Sungmin tersebut, Kibum langsung meminta izin dengan sangat memohon di hadapan sang sutradara agar dia dapat pulang lebih awal, hingga di sinilah dia berada sekarang, menggenggam tangan Donghae dengan sangat erat, “Mianhae,” sesalnya lagi.

“Dia tidak apa-apa,” ucap Kangin menenangkan dengan memegang pundak Kibum, membuat Kibum mengeluarkan sebuah senyuman kecil di wajahnya.

“Gomawoyo, kalian sudah menjaganya,” Kibum berucap dengan sangat pelan kepada tiga orang yang ada di ruangan tersebut, Leeteuk, Kangin dan Sungmin.

.

.

Kihae baru saja terbangun dari tidurnya dan kemudian langsung duduk sambil memeluk kakinya yang tertekuk, dan itu membuat Kyuhyun yang melihatnya tersenyum sambil membelai rambut Kihae dengan sangat lembut, “Kihae marah sama Samchon?”

“Aniya,” jawab Kihae singkat.

“Terus kenapa Kihae diam?”

“Kata Eomma, Kihae tidak boleh main sama Samchon.”

“Baiklah, samchon tidak akan ajak Kihae main,” ucap Kyuhyun sedikit tersenyum meski dia sebenarnya sedih karena tidak bisa bermain lagi bersama Kihae seperti dulu, meskipun pada kenyataannya mereka akan selalu bertengkar saat bersama, bahkan tidak jarang akan membuat keributan yang tidak akan pernah dilerai oleh siapapun yang melihatnya, karena semua orang tahu kalau mereka seperti itu karena mereka saling menyayangi.

– isfa_id –

Donghae mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali hingga akhirnya dia benar-benar terbangun, dirasakannya sebuah genggaman di tangannya membuat dia sedikit menolehkan pandangannya ke arah tangannya yang ternyata memang sedang diggenggam oleh seseorang yang sedang tertidur di sampingnya dengan posisi duduk.

Donghae mengangkat satu tangannya yang terbebas dan menggerakkannya untuk mengusap kepala Kibum, ya… karena Kibum yang sedang menemaninya sekarang. Diusapnya perlahan rambut hitam Kibum dan sedikit menggerakkan badannya merubah posisi tidurnya yang tadi telentang menjadi sedikit miring menghadap Kibum. “Bummie,” panggilnya, beberapa kali, hingga akhirnya Kibum terbangun.

Kibum langsung berdiri saat dilihatnya Donghae bergerak, dan langsung membantunya untuk duduk. “Kihae mana?” tanya Donghae sesaat setelah dia menelusuri setiap sudut ruangan dengan matanya dan tidak menemukan sosok Kihae di sana.

“Kihae di ruangannya,” jawab Kibum.

“Memangnya ini di mana?” tanya Donghae bingung.

“Ini ruang rawatmu, tadi kamu pingsan.”

“Benarkah?” tanya Donghae sedikit tidak percaya sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing, “Perutku sakit,” desahnya kemudian saat merasakan sedikit sakit di perutnya.

“Benar-benar sakit?”

“Aniya, sedikit,” jawab Donghae saat melihat kekhawatiran di wajah Kibum. “Kihae…”

“Kangin Hyung dan Leeteuk Hyung yang menjaganya,” ucap Kibum memotong ucapan Donghae karena dia tahu apa yang ingin diucapkan oleh istrinya itu.

“Mereka kemari?” tanya Donghae yang dijawab sebuah anggukkan oleh Kibum, “Sungmin Hyung?”

“Dia sudah pulang tadi jam delapan, karena dia juga harus mengantar Eunwon.”

“Ne…”

“Bummie…”

“Hm?”

“Mianhae.”

“Kenapa meminta maaf? Seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah membuatmu seperti ini,” ucap Kibum seraya memegang wajah Donghae dengan kedua tangannya dan sedikit mengelus kedua pipi Donghae dengan kedua ibu jarinya.

“Mianhae,” sesal Donghae lagi.

“Hei,” Kibum memotong ucapan Donghae sambil mengangkat wajah Donghae yang sedikit tertunduk untuk menatapnya.

“Mianhae, aku merusak hari ulang tahunmu, aku bukan ‘suami’ yang baik.”

“Ye? Hari ini ulang tahunku?”

“Kamu lupa?” tanya Donghae yang mendapatkan anggukkan dari Kibum, “Hish, untuk apa aku sedih kalau begitu,” sungut Donghae dan langsung melepaskan kedua tangan Kibum yang masih berada di wajahnya dan kemudian memalingkan wajahnya.

Kibum menggaruk belakang kepalanyanya, dan kemudian matanya jatuh kepada jam yang melingkar di tangannya, jam satu, belum lagi tanggal yang tertera di jam tersebut, dua puluh satu, sepertinya tadi Donghae sempat melihat jamnya saat dia memegang wajah istrinya itu. “Ini ulang tahunku,” desahnya membuat Donghae sedikit menoleh tapi kemudian memalingkan wajahnya lagi.

Kibum kemudian tersenyum dan langsung memeluk tubuh Donghae dari samping, “Kalau begitu mana hadiah untukku?”

“Tidak ada!” jawab Donghae ketus.

“Mana boleh begitu, seharusnya kamu menyiapkan hadiah untukku.”

Donghae hanya diam dan terus memalingkan wajahnya meski Kibum terus mencoba menarik wajahnya untuk memandangnya, hingga akhirnya dia menyerah dan menoleh menatap Kibum yang sedang tersenyum sekarang. Dia ikut tersenyum dan kemudian memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Kibum, “Aku hanya menyiapkan ini untuk hadiah ulang tahunmu.”

“Ini sudah sangat berharga untukku,” ucap Kibum dan kembali memeluk tubuh Donghae, dan kali ini dengan sangat erat seakan tidak ingin melepaskannya.

“Ahhh,” desah Donghae membuat Kibum langsung melepaskan pelukkannya, “Kamu menyakiti anak kita,” ucapnya sambil mengusap perutnya yang sedikit terasa sakit.

“Mianhae,” sesal Kibum dan kemudian menundukkan kepalanya untuk mencium perut Donghae, “Mianhae jagi-ya,” ucapnya lebut dan memberikan sebuah kecupan lagi di sana.

– isfa_id –

“Ne Appa, gwaenchanhayo,” Kihae berucap dengan ceria menggunakan handphone Donghae, karena memang sekarang dia sedang berbicara dengan Kibum di telepon. Kibum sedang berada di lokasi syutingnya sekarang, dan kembali harus meninggalkan dua orang yang dia cintai di rumah sakit.

“…”

“Ne Appa, Kihae tidak takut, kan ada Eomma, Imo sama Samchon,” kembali Kihae berucap dengan sangat riang saat Kibum berucap dia tidak perlu takut saat operasi nanti, karena memang hari ini adalah hari di mana Kihae akan dioperasi. “Appa… Kihae pasti kasih hadiah ulang tahun untuk Appa nanti,” lanjutnya dengan semakin ceria, “Rahasia,” lanjutnya lagi saat Kibum menanyakan apa hadiah ulang tahunnya. “Appa… kata Eomma Kihae harus siap-siap, saengil chukae hamnida Appa.” Ucapnya dan kemudian menutup teleponnya setelah Kibum mengatakan ‘semangat’ dan ‘saranghaeyo’ padanya.

– isfa_id –

Kibum tersenyum menatap layar hitam ponselnya, ‘Kamu harus kuat,’ batinnya mencoba memberikan semangat kepada Kihae meskipun dia tidak dapat menemani operasinya. Jangankan menemani operasinya, bahkan hari ini dia belum sempat melihat Kihae membuka matanya karena dia harus pergi saat Kihae masih tertidur pulas.

“Kim Kibum ssi, syutingnya akan segera dilanjutkan.”

Kibum segera bangkit saat seorang kru mendekatinya dan mengingatkannya bahwa waktu istirahatnya sudah selesai, belum lagi dia melihat sang managernya yang sudah berlari mendekatinya, dan itu membuat Kibum semakin bergegas menyiapkan dirinya.

“Semua orang mempunyai masalah yang harus dia hadapi di dunia ini, termasuk kamu, bahkan aku pun begitu. Managermu, sutradara, dan semua kru yang ada di sini juga mempunyai masalahnya masing-masing. Tapi kamu harus tetap menjalankan pekerjaanmu dengan professional, jangan membuat masalah pribadimu menghalangimu, aku yakin semuanya akan baik-baik saja.”

Kibum tersenyum mengingat sebuah kalimat panjang yang terlontar dari mulut seorang namja separuh baya yang dia temui kemarin. Kibum tidak mengenalnya, tapi dia sangat berterima kasih karena namja tersebut sudah memberikannya semangat, dia tahu semuanya akan baik-baik saja.

– isfa_id –

Donghae menggerak-gerakkan kakinya tidak tenang sambil terus menggenggam tangan Heechul yang sedang duduk di sampingnya sekarang, “Tenanglah,” ucap Heechul berusaha menenangkan Donghae.

Sudah satu jam operasi berjalan dan itu benar-benar membuat Donghae gugup, bukan hanya Donghae bahkan, tapi juga member lain yang ada di sana, Heechul, Hangeng, Shindong, Yesung, Ryeowook, Eunhyuk, Siwon, bahkan Eunwon pun berada di sana karena dia merengek kepada WonHyuk untuk ikut menemani Kihae.

Donghae berdiri saat tiba-tiba seorang suster keluar dari ruang operasi, tapi Heechul menariknya untuk duduk kembali saat suster tersebut berjalan menjauh dari ruangan tersebut.

Kembali Donghae menggerak-gerakkan kakinya gelisah, dan beberapa menit kemudian suster yang tadi keluar dari ruangan operasi kembali masuk ke sana, tapi selang beberapa detik suter tersebut kembali keluar sambil berlari seperti ada sesuatu yang tidak baik terjadi di dalam. “Kihae,” Donghae berucap dengan sangat takut.

“Tidak akan terjadi apa-apa, semua akan baik-baik saja, lebih baik kita berdoa,” ucap Siwon mencoba menenangkan, karena dia juga harus menenangkan istrinya yang juga terlihat sangat cemas.

Yesung yang mendengar ucapan Siwon mengangguk karena dia juga harus menenangkan Ryeowook.

Kembali Donghae berdiri saat melihat suter itu kembali masuk ke ruangan, “Kihae,” ucapnya benar-benar cemas, dan di detik selanjutnya sang suster kembali keluar, entah ini sudah yang ke berapa kali.

“Apa yang terjadi?” tanya Shindong ke suster tersebut saat sang suster menatap mereka semua.

“Dia kehilangan banyak darah, dan rumah sakit kehabisan stok darah. Kami juga sudah menghubungi Palang Merah, tapi mereka baru bisa mengantarnya kemari dalam satu jam ke depan. Kami memerlukan darah secepatnya, siapa di antara kalian semua yang bergolongan darah A?”

“Saya, saya bergolongan darah A, dan saya eommanya pasti darah saya cocok dengannya,” jawab Donghae langsung mengguncang tubuh sang suster.

“Maaf Donghae ssi, Anda sedang mengandung sekarang, kami…”

“Tapi…”

“Maaf,” sesal sang suster karena tidak bisa mengikuti keinginan Donghae yang ingin mendonorkan darahnya untuk Kihae.

“Kibum, Kibum, Kibum,” Donghae menggumamkan nama Kibum berkali-kali dan kemudian langsung mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Kibum. “Angkat teleponnya,” Donghae sangat panik karena Kibum tidak mengangkat teleponnya.

“Siapa lagi di antara kalian yang bergolongan darah A?” tanya sang suster karena dia sangat memerlukan darah itu secepatnya.

Heechul menggeleng, tidak ada di antara mereka semua yang bergolongan darah A. “Ahhh… kenapa Leeteuk Hyung dan Sungmin Hyung harus ke Jepang hari ini,” Yesung terlihat kesal saat mengucapkan kalimat itu.

“Kibummie, angkat teleponku,” Donghae masih berusaha menelepon Kibum, karena hanya dialah yang menurut Dongahe bisa membantunya, tidak ada lagi. “Kibummie,” Donghae semakin gelisah karena sama sekali tidak ada reaksi dari seberang sana.

“Aku bisa.”

Semua member langsung menoleh saat mendengar sebuah suara yang sangat mereka kenal berucap di sana, “Kyu…” Eunhyuk terlihat senang saat mengucapkan itu, ya… karena Kyuhyun bisa membantu Kihae, bahkan Siwon pun tersenyum saat melihat Kyuhyun di sana, semua member juga.

“Gunakan darahku suster,” ucap Kyuhyun saat dia sudah mendekati sang suster yang sedari tadi menunggu keputusan dari semua member.

“Tidak!” Donghae menolak, tapi sang suster tidak mendengarkan penolakkan Donghae dan langsung membawa Kyuhyun untuk diperiksa. “Tidak, tidak boleh, jangan Kyuhyun!” pekik Donghae ingin menyusul suster tersebut hingga langkahnya terhenti saat Siwon menariknya. “Lepaskan! Kyuhyun tidak boleh melakukan apapun pada Kihae, aku sedang menghubungi Kibum, Kibum yang akan melakukannya. Lepaskan!” Donghae berontak.

“Donghae,” ucap Siwon.

“Lepaskan!”

“Kim Donghae!” kali ini Heechul yang memanggil namanya dan langsung berdiri di depan Donghae sambil ikut mencoba menghalangi Donghae yang masih terus ingin mengejar sang suster. “Dengar! Kita tidak punya pilihan sekarang, walaupun Kibum bisa membantu itu tetap akan memakan waktu lama, karena dia sedang berada di lokasi syuting sekarang. Hanya Kyuhyun yang bisa membantu, jadi aku mohon, jadilah orang tua yang bijaksana, kau tidak bisa seperti ini, kau bisa membahayakan Kihae.”

“Ne… Heechul hyung benar Donghae,” ujar Shindong ikut menengahi. Sedangkan yang lain hanya bisa mengangguk, karena mereka sepakat dengan apa yang dikatakan Heechul.

Donghae menatap wajah semua member yang sekarang sedang mengangguk menyetujui ucapan Heechul yang akhirnya membuat dia juga harus menyetujuinya setelah sebelumnya memikirkan tentang kesembuhan malaikat kecilnya. Ya… dia harus melakukan itu, demi Kihae.

.

.

Sudah tiga jam operasi berlangsung, dan itu semakin membuat semua member cemas, terlebih Donghae. Sesekali Kyuhyun yang sekarang sudah bergabung bersama mereka melirik ke arah Donghae yang sibuk meremas-remas jari-jarinya. Dia berjalan perlahan mendekati Donghae dan kemudian duduk di sampingnya setelah sebelumnya Heechul yang dari awal duduk di sebelah Donghae berdiri mengerti dengan apa yang ingin Kyuhyun lakukan.

“Hyung…” panggil Kyuhyun yang tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Donghae. “Ini salahku, dan aku ingin menebusnya, aku harap aku bisa melakukan itu dengan darahku meski ku rasa tidak cukup. Tidak apa-apa bila Hyung ingin membenciku selamanya, aku…”

‘Glab…’

Kyuhyun langsung menghentikan ucapannya saat tiba-tiba Donghae memeluknya. Hening… tidak ada satu orangpun yang berani berucap, biarkan saja seperti ini.

“Donghae…”

Donghae langsung melepaskan pelukkannya pada Kyuhyun saat mendengar suara yang memanggilnya, “Eomma,” teriaknya saat melihat nyonya Lee berlari mendekatinya. Dia pun berlari dan langsung memeluk tubuh sang eomma dengan sangat erat.

“Bagaimana?” tanya nyonya Lee yang hanya dijawab Donghae dengan gelengan karena belum mengetahui kabar sang malaikat kecil yang masih berada di dalam sana.

Nyonya Lee tersenyum dan kemudian menuntuk Donghae untuk kembali duduk sambil memeluknya dan mengusap rambut sang anak tercinta, “Orang tua Kibum sebentar lagi sampai,” ucap nyonya Lee lembut yang mendapatkan anggukkan dari Donghae.

– isfa_id –

Hingga di sinilah Donghae berada sekarang, setelah enam jam bergelut dengan rasa cemas dan takutnya. Digenggamnya dengan sangat lembut tangan mungil Kihae dan memberikan kecupan di sana, “Anak eomma ternyata anak yang hebat eoh?” ucapnya dan memberikan sebuah kecupan di pipi malaikat kecilnya itu.

Sementara di luar ruangan tempat Donghae dan Kihae berada sekarang, berkumpul semua member dan juga orang tua Kibum dan Donghae.

“Hah… hah… hah…”

Semua mata menatap seseorang yang sedang berlari ke arah mereka dengan tarikkan nafas yang sangat panjang, Kibum. “Kihae di mana?” tanyanya setelah berada di antara semua member, “Eomma, Appa,” sapanya pada orang tuanya dan juga orang tua Donghae.

“Dia di dalam bersama Donghae,” jawab tuan Kim sambil memegang pundak Kibum, membuat Kibum tersenyum dan langsung masuk ke dalam ruangan yang dimaksud tuan Lee setelah sebelumnya seorang suster memberinya izin untuk itu.

Setelah memasuki ruang rawat Kihae, Kibum langsung memeluk tubuh Donghae yang masih duduk sambil menggenggam tangan malaikat kecil mereka, “Kau dari mana saja, aku menghubungi dari tadi, tadi… Kihae…”

“Ne mianhae, jeongmal mianhaeyo,” ucap Kibum menyesal karena dia sangat mengerti Donghae yang sangat khawatir saat dia kebingungan harus mencari darah yang cocok untuk Kihae. Ya… Kibum tahu itu karena saat di perjalanan tadi dia sempat menelepon Heechul dan mendapatkan cerita darinya.

Kibum menarik dirinya dan kemudian mengusap air mata Donghae, “Mianhae, aku sudah sangat membuatmu khawatir, aku janji aku tidak akan melakukan itu lagi.”

“Ne…” jawab Donghae dan kembali memeluk Kibum. “Kamu tahu, Kihae menepati janjinya,” lanjutnya yang membuat Kibum melepaskan pelukkan padanya dan menatap wajahnya penuh tanya. “Kamu tahu kan, dia akan memberikan hadiah ulang tahun padamu?” tanyanya, dan Kibum mengangguk, “Dia sudah memberikannya, dia sudah berjuang di ruang operasi, dan sekarang dia bisa memberikan hadiahnya, kesehatannya, dirinya.”

Kibum menangis, ya… dia menangis sekarang, dia sangat tidak menyangka malaikat kecilnya memperjuangkan hidupnya demi hadiah ulang tahunnya, “Gomawoyo,” bisiknya di telinga Kihae, karena sekarang dia tengah memeluk tubuh Kihae yang masih tertidur pulas di ranjangnya, “Anak Appa adalah hadiah paling berharga untuk Appa, gomawoyo.”

T.B.C

Huwaaa… panjang g’ sih ni FF? hah… *narik nafas* akhirnya selesai juga.

Untuk chap ini saya buat khusus untuk ulang tahun Kibum yang sangat saya sayangi, LOL *ditendang Donghae* berharap kalian suka, dan ini juga chap terpanjang yang pernah dibuat untuk FF ini, karena selama ini setiap cap selalu pendek. XDDD

H A P P Y   B I R T H D A Y   K I M   K I B U M

Advertisements

28 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 19

  1. Huaaahh..tetep blm bs jauh2 dr kata sedih…

    Tp lega juga,di saat kibum appa ultah,kihae sukses operasinya…. *komen apa ini coba*

    Chukae kihae….

    Buat appa…saengil chukka…

  2. *ambil kue* sangeil cukkhae kibumie *cium kibum*
    kyaaaa~~ kihae sembuh *peluk kihae* eunwon jangan dekat2 kihae eoh 😐 *eunwon ngangguk*

    ini aku komen ato ngerusuh sih -____-

  3. saengil chukkae hamnida my rival aka kim kibum 😀
    jaga terus suamiku disana eoh?? jangan sibuk syuting terus !!

    alhamdulilahh sujud syukur anakku sehat ^^
    gomawo eomma ku sayang, 😀

  4. Hae dah agk luluh yach hehehe
    Aq pikir hae lgsug ngamuk wkt kyu dketin dy n blg ky gt,hehe ternyata lgsug d’peluk.
    Panjang???klu aq msh kurg panjang hehehe klu bsa mah sepanjang-panjangnya xixixixi *banyak mw’ny hahahahaha

  5. Hae dah agk luluh hehe
    aq pikir hae ngamuk,wkt kyu dktin dy n blg ky gt.ternyata lgsg d’peluk^_^
    panjang???klu al msh kurg panjang (-_-) hahahahaha *reader kurang ajar*
    klu bsa mah sepanjang-panjangnya (-_-) xixixixi *pinjem ktw heechul*

  6. huwaaaaaaaaaaaaaaaa #mata berkaca2
    akhirnya operasinya lancar.. hae baikan ama kyuhyun.. kihae hebat. demi hadiah ulng tahun appanya..huhuhu
    semoga kihae selalu sehat n bayi yang ada dikandungannya donghae juga

    Happy Birthday Kibum Oppa.^^ langgeng2 aja ya ama donghae kekekek


  7. Kyaaa ahirnya kihaenya slmt,,
    part ini sgt mengharu biru 😥 *lebeh..
    Mianhae bcanya telat #plakk
    Ckkk
    Smoga next cpt publish ‘n makin panjaaang.. 😀
    ‘Figting!!

  8. unnie XC, kasian kihae, tapi dia kuat,,
    Maaa donghae memaafkan kyu kah unnie, kasian kyu, dia udh depresi ga bisa dekat2 ama kihae huhuhu, apalgi pas donghae nolak kyu buat jd donor XC, pasti kyu ngerasa jatuh banget dibenci sampai segitunya..
    Nee aku suka kata2 yg di ucapkan namja tk dikenal ke kibum, memangkan dunia bukan beputar didiri kita tapi kita yag berputr pada dunia, hingga kehidupan kita menyakut juga di kehidupan orng lain XC,

  9. admiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    admiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!
    admiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    #nyari anak ilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s