Posted in KiHae Couple

Twins


Tittle : Twins

Cash : Kibum / Kyuhyun / Eunhyuk / Donghae

Warning (?): Di sini KiHyun lebih tua dari EunHae.

Summary: Dua pasang anak kembar yang berkebalikan (?)

Kibum seseorang yang dingin tapi penuh perhatian kepada adik kembarnya EunHae.

Kyuhyun kembaran Kibum yang sangat sering menjahili adik kembarnya meskipun dia sangat menyayangi mereka.

Donghae adik kembar KiHyun yang sangat ingin dimanja oleh Kibum hingga dia mengatakan ‘Kibum Hyung hanya milik Donghae’.

Dan Eunhyuk kembaran Donghae yang selalu merasa iri pada Donghae karena dia merasa Donghae selalu mendapat perhatian lebih dari Kibum sedangkan dia tidak, dan dia paling membenci Kyuhyun.

– isfa_id –

Kibum melambaikan tangannya sesaat sebuah mobil Hyundai biru sudah melaju meninggalkannya yang berdiri bersama tiga orang lainnya di depan rumahnya, ya… yang membawa mobil itu adalah kedua orangtuanya yang harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, dan dia bersama ketiga saudaranya diminta menjaga rumah dengan baik, dan karena dia adalah anak tertua –mungkin, jadi dia yang diminta untuk menjaga adik-adiknya.

“Baiklah, sekarang kita ma…suk…” ucapnya terbata saat tidak melihat tiga orang yang tadi berada bersamanya.

“HUWAAA~”

Kibum yang mendengar sebuah tangisan dari dalam rumahnya langsung berlari masuk, karena sepertinya ketiga orang itu sudah berada di dalam dan… bertengkar.

“Huwaaa~”

“Itu punya Eunhyuk, kembalikan.”

“Siapa bilang ini punyamu, ini punyaku bocah nakal.”

“Huwaaa~”

“Itu punya Eunhyuk.”

“Ini punyaku!”

“Hiks… hiks…”

Kibum memijat kepalanya, tiba-tiba dia merasa pusing yang teramat sangat melihat tiga orang di depannya ini. Yang pertama Donghae yang menangis, tapi entah apa yang ditangisi oleh Donghae Kibum sama sekali tidak tahu, karena Donghae sudah menangis sejak awal dia masuk. Dan yang selanjutnya Kyuhyun dan Eunhyuk yang memperebutkan sebuah kotak hitam yang bernama PSP yang baru saja diberikan oleh kedua orang tuanya tadi malam, paling tidak untuk mengusir kebosanan mereka selama orang tua mereka itu pergi.

“Itu punya Eunhyuk Kim Kyuhyun!” sekarang Kibum semakin merasa sakit kepala saat Eunhyuk tiba-tiba berteriak pada Kyuhyun tanpa embel-embel hyung padahal dia adalah adik bungsu –sepertinya, di keluarga ini.

“APA?” Kyuhyun terlihat kesal.

‘Glab…’

Kyuhyun langsung menangkup wajah Eunhyuk dengan satu tangannya dan mendorongnya hingga Eunhyuk terjatuh dan…

“Huwaaa~” Eunhyuk menangis.

Kyuhyun yang melihat Eunhyuk menangis tertawa senang, karena akhirnya dia bisa menguasai PSP tersebut dari dua bocah yang sedang bergulat di lantai sekarang.

“Hiks… hiks… Bummie Hyung,” Donghae yang menjadi orang yang pertama kali dibuat Kyuhyun menangis langsung mendekati Kibum dan memeluk kakinya.

Kibum menunduk menatap adik kecilnya yang baru berusia tujuh tahun beberapa hari yang lalu itu dan kemudian segera berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka. “Adik Hyung kenapa menangis eoh?” tanya Kibum lembut sambil mengusap air mata Donghae yang masih saja menangis.

“Kyuhyun Hyung jahat hiks… PSP itu kan punya Donghae hiks…” jawab Donghae dengan isakkan-isakkannya.

“Bukan hiks… itu bukan punya Donghae, itu punya Eunhyuk hiks… hiks…” Eunhyuk yang sekarang juga sama terisaknya dengan Donghae mencoba mengoreksi setiap ucapan Donghae, karena dia merasa dialah pemilik PSP hitam yang ada di tangan Kyuhyun sekarang.

Sedangkan Kyuhyun? Dia sedang asik bermain dengan PSPnya tersebut di dalam kamar sambil berbaring dan sesekali mengambil kacang dari toples yang memang sudah dia siapkan di sana.

Kembali Kibum memijat kepalanya, dia benar-benar pusing sekarang. Belum ada lima menit mereka ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka, tapi keributan sudah terjadi. Kibum tidak bisa membayangkan dia harus menghadapi ini selama satu bulan, karena memang orang tuanya harus berada di luar kota selama itu.

Ini memang bukan pertama kalinya Kibum melihat saudara-saudaranya ini bertengkar, bahkan dia dan Kyuhyunpun sangat sering bertengkar memperebutkan sebuah laptop, karena mereka berdua merasa paling memerlukan laptop tersebut, karena memang tugas sekolah mereka diberikan oleh guru mereka melalui website sekolah. Belum lagi kalau sudah menyangkut tugas yang memang harus diketik, itu akan membuatnya dan Kyuhyun akan seperti orang yang berani membunuh satu sama lain agar bisa mendapatkan laptop tersebut.

“Sudah jangan menangis lagi,” ucap Kibum mencoba untuk sabar meski dia sudah sangat merasakan pusing di kepalanya. Seandainya orang tuanya itu tidak pergi pasti orang tuanya yang akan menenangkan kedua adik cengengnya ini.

Kibum mengusap kedua air mata dari pipi kedua adik kembarnya hingga akhirnya Eunhyuk langsung memeluk Kibum erat, “Eunhyuk benci Kyuhyun Hyung,” ucapnya.

“Mana boleh Hyukkie bilang begitu.”

“Kyuhyun Hyung jahat,” jawab Eunhyuk, karena dia memang sangat tidak menyukai Kyuhyun yang selalu menjahilinya dan tidak pernah mau mengalah padanya.

“Hiks… hiks…” Donghae kembali menangis, padahal baru saja tangisannya itu terhenti.

“Hae kenapa?” tanya Kibum lembut.

“Donghae juga mau dipeluk,” rengek Donghae dan Kibum langsung menurutinya dengan menarik tubuh Donghae dan langsung memeluknya, sedangkan Eunhyuk yang melihat itu hanya menatap Donghae sedikit tajam karena dia tidak suka kelakuan manja Donghae yang selalu minta perhatian lebih dari Kibum hyung mereka.

Eunhyuk langsung memeluk tubuh Kibum lebih erat dari sebelumnya membuat tubuh Donghae sedikit bergeser dan itu membuat Donghae kembali menangis, “Eunhyuk jelek, awas,” ucapnya sambil menarik tubuh Eunhyuk agar menjauh dari Kibum.

Donghae terus menarik-narik tubuh Eunhyuk yang sekarang memang sedang menahan tubuhnya agar Donghae tidak dapat melepaskan pelukkannya pada tubuh Kibum, tapi Donghae tidak mau menyerah hingga akhirnya pelukkan Eunhyuk terlepas dan tubuhnya sedikit terhempas ke lantai, dan Kibum, dia hanya diam melihat kedua adiknya tersebut memperebutkannya.

Setelah Donghae berhasil melepaskan Eunhyuk dari tubuh Kibum, dia langsung memeluk Kibum dengan sangat erat, “Kibum Hyung hanya milik Donghae,” ucapnya penuh penekanan sambil menatap Eunhyuk yang sedang mengusap pantatnya yang sakit. “Kibum Hyung hanya milik Donghae,” ulangnya yang akhirnya membuat Eunhyuk kembali menangis.

.

.

Kibum tersenyum lega saat melihat EunHae sudah tertidur pulas dan kemudian menyelimutinya. Dia berjalan mendekati Kyuhyun yang masih asik dengan PSPnya dan kemudian segera merebut PSP tersebut dari tangan Kyuhyun. “Berhenti bermain!” ucap Kibum yang tidak dibalas apapun oleh Kyuhyun, dia malah langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi menyamping, memperhatikan kedua adik kembarnya.

“Kau tidak salah membiarkan mereka tidur di satu tempat tidur, kalau mereka bangun mereka pasti bertengkar,” ucap Kyuhyun dan kemudian merubah posisi tidurnya menjadi telentang.

“Kalau begitu menjauh dari sana,” perintah Kibum yang tidak dituruti sama sekali oleh Kyuhyun karena sekarang dia malah sibuk memeluk gulingnya dan memejamkan matanya.

Kibum hanya bisa menarik nafas pasrah melihat kelakuan Kyuhyun tapi kemudian beralih menatap kedua adik kembarnya. Sepertinya benar apa yang dikatakan Kyuhyun, mereka berdua pasti bertengkar saat mereka bangun nanti, karena memang kenyataannya mereka tidak tidur di satu tempat tidur meskipun mereka berada di satu kamar.

Mereka berempat mempunyai satu kamar dengan dua tempat tidur, tempat tidur EunHae sekarang seharusnya adalah tempat tidur Kyuhyun dan Eunhyuk, sedang tempat tidur di mana Kyuhyun sedang berbaring sekarang adalah tempat tidur Kibum dan Donghae. Dan bila dia memindahkan Donghae untuk tidur di sebelah Kyuhyun sekarang, Donghae pasti langsung menangis saat bangun nanti karena Kyuhyun akan menindih tubuh mungil itu untuk menjahilinya. Dan sedangkan bila dia memindahkan Eunhyuk untuk tidur bersama Kyuhyun sekarang, pasti nanti Eunhyuk akan mengamuk karena dia tidak mau tidur di tempat tidur Donghae.

.

.

‘Brak…’

“Huwaaa~”

Kibum yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untuknya, Kyuhyun dan kedua adik kembarnya langsung berlari ke dalam kamar saat mendengar Donghae menangis.

Ditatapnya Donghae yang sedang menangis sesegukkan di atas lantai, dan kemudian menatap Eunhyuk yang terlihat kesal yang sedang duduk di tempat tidurnya, dan juga menatap Kyuhyun yang hanya duduk tenang di atas tempat tidur dengan kembali memainkan PSP yang tadi sempat Kibum sembunyikan, tapi sepertinya Kyuhyun menemukannya.

“Kyuhyun, kenapa kau diam saja melihat mereka berdua bertengkar?” teriak Kibum dan langsung mendekati Donghae, menggendong tubuh mungil itu, dan berusaha membuatnya diam.

“Aku kan sudah bilang padamu kalau mereka akan bertengkar saat mereka bangun nanti,” jawab Kyuhyun santai tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari PSPnya.

Kibum memutar bola matanya kesal mendapat jawaban seperti itu dari Kyuhyun, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi, karena Kyuhyun memang seperti itu. Sebenarnya dia juga tidak akan perduli dengan pertengkaran kedua adik kembarnya tersebut bila saja orang tuanya di sini. Kibum bahkan tidak pernah bergerak sedikitpun dari tempat tidurnya saat melihat EunHae saling memperebutkan pensil saat mereka mengerjakan PR, ataupun saat EunHae memperebutkan siapa yang duluan mandi dengan saling tarik-menarik. Tapi sekarang berbeda, karena kedua orang tuanya menitipkan adik kembarnya itu padanya, dan Kyuhyun karena dia merasa orang tuanya tidak meminta apapun padanya, jadi dia tidak perduli apapun yang terjadi pada adik kembarnya tersebut.

“Jadilah Hyung yang baik Kim Kibum,” ucap Kyuhyun mencoba mengikuti cara berbicara ibu mereka saat ibunya akan pergi tadi.

Kembali Kibum memutar bola matanya kesal, tapi dia tidak mau terlalu memikirkan perkataan Kyuhyun, sekarang lebih baik dia fokus pada Donghae yang masih terisak dalam gendongannya, “Hae kenapa?”

“Eunhyuk mendorong Donghae,” jawab Donghae manja.

“Hyukkie…” ucap Kibum penuh penekanan membuat Eunhyuk sedikit ketakutan, karena sesungguhnya Kibum lebih menakutkan daripada Kyuhyun saat dia marah. Kyuhyun memang terlihat seperti setan bagi Eunhyuk, tapi sang raja iblis adalah Kibum bila dia sedang marah.

“Dia tidur di tempat tidur Eunhyuk,” ucap Eunhyuk sambil menunjuk kesal ke arah Donghae, meski akhirnya dia langsung bersembunyi di bawah selimut saat melihat mata Kibum yang terbelalak menatapnya.

Kyuhyun yang melihat Eunhyuk ketakutan seperti itu hanya tersenyum, karena dia sangat tahu bahwa Eunhyuk memang sangat takut pada Kibum meskipun dia selalu ingin Kibum memanjakannya sama seperti Donghae.

“Sudah jangan menangis lagi, kita mandi saja eoh?” ucap Kibum mencoba menenangkan Donghae, karena memang sekarang masih jam lima sore meski tadi Kibum sudah menyiapkan makan malam untuk mereka.

“Ne… hiks…” jawab Donghae masih sedikit terisak.

“Eunhyuk juga mau mandi sama Hyung,” Eunhyuk yang sudah keluar dari selimutnya berucap dengan sangat manja pada Kibum dengan mata berkaca-kaca.

“Hyukkie mandi dengan Kyuhyun Hyung nanti,” tolak Kibum, karena dia tidak ingin nanti kedua adik kembarnya ini bertengkar di kamar mandi.

“Tidak mau, Eunhyuk tidak mau mandi sama Kyuhyun Hyung,” Eunhyuk juga menolak perintah Kibum.

“Baiklah,” ucap Kibum menyerah, karena tidak mungkin dia membiarkan Eunhyuk tidak mandi sore ini. Eunhyuk tidak akan pernah main-main dengan kata-katanya, bila dia bilang tidak mau maka dia benar-benar tidak akan melakukan itu, dan tidak akan ada yang bisa membujuknya nanti. “Tapi jangan bertengkar!” kali ini Kibum berucap dengan sedikit berteriak membuat EunHae mengangguk kecil mengiyakan karena rasa takut mereka.

.

.

Eunhyuk memajukan mulutnya tanpa menyentuh sedikitpun makanan yang ada di depannya sekarang, dia benar-benar tidak ingin makan karena melihat Donghae yang sedang tersenyum mendapat suapan dari Kibum, terlebih sekarang Donghae duduk di atas pangkuan Kibum.

“Waeyo? Hyukkie mau disuapin eoh? Sini, Hyung yang suapin,” ucap Kyuhyun sambil menjejalkan nasi ke dalam mulut Eunhyuk yang membuat Eunhyuk terbatuk, karena nasi yang Kyuhyun suapkan sangat banyak.

“Kim Kyuhyun!” Eunhyuk berteriak, dia sama sekali tidak berminat memanggil Kyuhyun dengan hyung.

‘Glab…’

Kyuhyun langsung membuat Eunhyuk diam karena sekarang dia sudah menangkup wajah Eunhyuk dengan satu tangannya dan mendorongnya, “Makan!” perintah Kyuhyun yang Eunhyuk turuti meski pada kenyataannya dia terus memandang kesal ke arah Donghae.

.

.

“Huwaaa~”

Kibum kembali memijat kepalanya saat mendengar suara tangisan dari dalam kamar, apalagi sekarang yang Kyuhyun lakukan yang membuat adiknya itu menangis, “Bummie Hyung…” adiknya yang menangis itu berlari keluar dari kamar dan langsung mendekatinya yang sedang duduk di ruang tengah bersama Donghae yang sedang mengerjakan PR.

“Ada apa lagi? Kau menangis lagi?” tanya Kibum kesal.

“Kyuhyun tidak mau mengajariku mengerjakan PR, dia bilang kerjakan sendiri hiks…”

“Hyukkie…” bentak Kibum, “Panggil dia Kyuhyun Hyung!”

“Tidak mau, Kyuhyun itu menyebalkan,” jawab Eunhyuk santai dan sekarang dia sudah tidak terdengar terisak lagi, cepat sekali dia diam. “Hyung, Eunhyuk mau mengerjakan PR dengan Hyung saja,” lanjut Eunhyuk setelah mereka terdiam beberapa saat karena Kibum langsung sibuk dengan tugasnya sendiri setelah Eunhyuk bicara tadi.

“Tidak boleh!” Donghae langsung menolak permintaan Eunhyuk, dia segera bangkit dari duduknya dan langsung naik ke pangkuan Kibum.

Kibum yang melihat Donghae seperti itu hanya diam, entah mengapa Donghae begitu manja padanya. “Kemari,” ucap Kibum saat melihat Eunhyuk yang manyun setelah Donghae melarangnya tadi. “Kita kerjakan PRnya sama-sama,” lanjutnya sambil menarik tangan Eunhyuk untuk duduk di sebelahnya, dan Donghae yang melihat itu semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Kibum yang sedang memangkunya sekarang.

Setelah Eunhyuk duduk di sampingnya Kibum kembali berkutat dengan tugas sekolahnya tanpa memperhatikan apa yang dilakukan oleh kedua adik kembarnya, meskipun dia sedikit kesulitan saat ingin menulis mengingat Donghae berada di atas pangkuannya, itu membuat dia sulit bergerak.

“Ini punya Donghae,” ucap Donghae membuat Kibum menolehkan pandangannya kepada kedua adiknya tersebut.

“Eunhyuk mau pinjam, pensil Eunhyuk patah,” rengek Eunhyuk, tapi Donghae tidak memberikannya, malah dia langsung menarik pensilnya yang sedang Eunhyuk pegang.

“Ini punya Donghae, Eunhyuk tidak boleh pinjam,” Donghae langsung menyembunyikan pensilnya di bawah buku tebal milik Kibum yang ada di atas meja dan kemudian menekan buku itu dengan kepalanya. “Weee…” dia menjulurkan lidah ke arah Eunhyuk.

“Donghae pelit,” Eunhyuk terlihat kesal dan kemudian menarik-narik ujung baju kaos Kibum membuat Kibum menolehkan pandangannya ke adiknya tersebut. “Hyung, pensil Eunhyuk patah,” adunya sambil menunjukkan pensilnya yang patah.

“Hm,” jawab Kibum singkat setelah melihat pensil tersebut.

“Hyung,” Eunhyuk merengek sambil terus menarik-narik baju Kibum.

“Minta tolong Kyuhyun Hyung,” ucap Kibum tanpa menoleh sedikitpun ke arah Eunhyuk dan kembali berkutat dengan tugas sekolahnya, “Hae turun eoh?” pintanya pada Donghae karena dia sangat merasa kesulitan karena Donghae yang terus saja berada di pangkuannya.

Donghae turun dari pangkuan Kibum dengan wajah cemberut dan Eunhyuk yang melihat itu tertawa sambil menjulurkan lidahnya kepada Donghae sebagai balasan darinya. Dan kemudian Eunhyuk langsung berlari ke kamar meminta bantuan Kyuhyun untuk meraut pensilnya, tapi…

“Huwaaa~” Eunhyuk kembali menangis.

Kibum membenturkan kepalanya beberapa kali ke atas meja, kepalanya sangat pusing karena sedari tadi adik-adiknya ini selalu bertengkar. Apalagi yang dilakukan Kyuhyun sekarang sehingga membuat Eunhyuk menangis lagi.

“Kim Kyuhyun!” Kibum berteriak saat dia berada di depan pintu kamar, karena dia memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di dalam kamar.

Kibum membentur-benturkan kepalanya ke pintu kamar mereka saat melihat apa yang dilakukan Kyuhyun kepada Eunhyuk. Kyuhyun sedang menangkup wajah Eunhyuk dengan satu tangan sedang tangan lainnya sedang menulis di sebuah buku yang Kibum ketahui kalau Kyuhyun sedang mengerjakan tugas sama sepertinya.

“Dia menggangguku, jadi kalau seperti ini dia akan diam,” ucap Kyuhyun santai dan kemudian mendorong wajah Eunhyuk menjauhinya.

“Hiks… hiks…” Eunhyuk yang baru saja selamat dari cengkraman Kyuhyun menangis sambil berbaring di lantai, membuat Kibum benar-benar bingung harus melakukan apa.

“Terserah kalian!” ucap Kibum kemudian dan langsung naik ke atas tempat tidurnya, karena sepertinya dia lebih baik membiarkan mereka semua bertengkar daripada harus mengurusnya, dia lebih baik tidak menjadi hyung yang baik seperti yang ibunya inginkan, karena itu membuat dia lelah. “Selamat malam,” lanjutnya dan langsung memejamkan matanya di dalam selimut hangatnya.

~E.N.D?

T.B.C~?

Advertisements

26 thoughts on “Twins

  1. haaa??? WTH ,, ckckckck aku juga bkalan pusing kalo ngadepin mreka,,aigoooo,, eh yaaa tu si kihyun umurnya brpa sih???

  2. haahhaahah !
    kalau ngadepin 3 adek yang gitu smua kapan tenang.a ya ??
    kasiannn kibum , merana menjadi abang prtama ! jangan nangiss ya bum !
    *peluk yesung (?)*

    nyehehehheeheeh *ketawa setan (?)*
    donghae slalu mengeluarkan aura childrish di beberapa ff author ~
    aku sukaaa banget ! dia jadi manja – manja imut gimana gitu xD

    ini END ya ? Ngak TBC ?
    jiahhhhhh sayang deh kalau end . . . . padahal kan blu masih mau liat lanjutan.a !
    pastii makin seru !

    Lanjut yaaaaa ??? *pasang pose imut donghae :D*

  3. wkwkwkwkw ngakak baca chap ini ahahaha…
    tapi kasian juga sih sama kibum…hae….hyuk…tp tidak untuk kyu…dasar evil… kkkkk~ >.<

  4. Hwahaha
    Jgn sampe punyaa saudara kyuhyun
    bisa gila…
    Hahahahahah

    Kak
    Aku ganti username n email Aku..
    yg sebelumnya Vheylee14..
    masih ingat kan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s