Posted in KiHae Couple, Super Junior

You! – 3


Tittle : You!

Pairing : KiHae

Fluff, special for Kibum’s Birthday August 21, 2012.

Happy Reading ^^

– isfa_id –

Donghae tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada semua member yang sekarang sudah pulang dari apartement Kibum, dia menutup pintu dan kemudian menoleh ke arah ruang tengah, sangat berantakkan di sana, tapi bukan untuk memperhatikan itu saat dia menoleh ke sana, dia ingin melihat Kibum tapi ternyata Kibum sudah tidak ada di sana.

Langkahnya tertuju ke arah kamar, karena dia sangat yakin Kibum berada di sana, dan… tepat, dia melihat Kibum sedang berdiri di depan lemari mengeluarkan beberapa pakaian dari sana, kemungkinan itu perlengkapan yang Kibum butuhkan saat syuting nanti. Segera didekatinya namjachingunya itu dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang tegas Kibum, memeluknya, “Kau marah?”

“Tidak,” jawab Kibum sambil meletakkan pakaian yang sudah dia ambil dengan sedikit kasar ke atas kursi yang ada di sebelah lemari. “Aku hanya sedikit kesal, kenapa mereka harus datang di saat yang tidak tepat,” lanjutnya dan menutup lemari juga dengan sedikit kasar, “Kau tahu? Sangat tidak nyaman di bawah sini,” lanjutnya lagi sambil menatap ke arah gundukkan yang berada di dalam celananya.

Donghae mengikuti arah pandangan Kibum, hingga membuat wajahnya memerah saat menyadari apa yang sedang Kibum pandangi sekarang. Donghae langsung mengangkat wajahnya dan menyembunyikan wajah merahnya di pundak Kibum, tapi kemudian dia langsung menarik Kibum ke arah tempat tidur setelah berhasil menyembunyikan rasa malunya.

Donghae duduk di sisi tempat tidur mereka dan menarik tangan Kibum untuk ikut duduk bersamanya karena Kibum masih berdiri sedari tadi. Setelah Kibum mengikuti keinginannya untuk duduk Donghae langsung menangkup wajah Kibum dengan kedua tangannya dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir namjachingunya tersebut, “Kita lanjutkan sekarang,” ucap Donghae sedikit merona.

Kibum terdiam mendengar ucapan Donghae, dan tak bergeming sedikitpun, hingga akhirnya Donghae berinisiatif membuka semua pakaiannya membuat dia full naked sekarang.

Donghae segera berbaring di atas tempat tidur dan mengulurkan tangannya menarik tangan Kibum, “Ayo,” ucapnya dan menarik tangan Kibum tersebut hingga kini tubuh Kibum berada di atas tubuh telanjangnya.

Kibum diam sambil memperhatikan wajah Donghae yang sedang tersenyum menatapnya sekarang. Disentuhnya dengan lembut wajah Donghae dan kemudian menanamkan sebuah kecupan di bibir indahnya. Hanya berlangsung beberapa detik dan Kibum segera melepaskan pagutan bibir mereka, “Lebih baik kau bersiap-siap, kita sudah terlambat.”

Kibum beranjak dari posisinya dan kembali menuju ke arah lemari untuk mengambil pakaian yang sudah dia siapkan tadi yang dia letakkan di atas kursi. Tapi tiba-tiba dia berbalik saat mendengar suara seperti seseorang yang melangkah cepat ke arahnya, karena ternyata Donghae yang melakukan itu, “Kau membuatku seperti namja murahan,” ucap Donghae kesal seraya mengambil handuk dari dalam lemari dan kemudian menutup lemari itu dengan sangat kasar.

Kibum menatap bingung Donghae yang sekarang terlihat kesal kepadanya, terus ditatapnya tubuh Donghae yang kini sudah terbalut handuk yang berjalan keluar dari kamar mereka, sepertinya dia menuju ke kamar mandi.

Setelah beberapa saat dan Kibum sudah selesai mengepak semua keperluan syutingnya, Donghae kembali masuk ke dalam kamar dengan kondisi tubuh yang basah. Donghae berjalan kembali menuju ke arah lemari tanpa menatap Kibum sedikitpun. Dibukanya lemari tersebut dan mengambil pakaian, dia terpaksa memakai pakaian Kibum karena dia tidak membawa pakaian ganti saat kemari.

Donghae segera memakai pakaian Kibum yang dia ambil tadi dan kemudian langsung mengambil tasnya yang ada di atas meja, hingga akhirnya dia berjalan keluar kamar.

Kibum yang mengerti bahwa Donghae marah padanya langsung menyusul Donghae yang kini sudah bersiap untuk membuka pintu, “Lepaskan,” ucap Donghae saat Kibum sudah menarik tangannya.

“Biar ku antar,” Kibum berucap dengan lembut tapi Donghae langsung menarik tangannya dari genggaman Kibum.

“Aku bisa pergi sendiri,” ucap Donghae lagi dan kembali ingin membuka pintu dan kembali juga Kibum menariknya, “Lepaskan!”

“Jagi-ya, aku tidak bermaksud membuatmu berpikiran seperti itu,” ucap Kibum lembut saat mengingat ucapan Donghae tentang dirinya yang menganggap Donghae namja murahan.

“Sudahlah, aku tidak perduli lagi, sekarang lepaskan aku, aku sudah telat,” jawab Donghae tanpa memandang sedikitpun pada Kibum.

“Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu,” Kibum masih berusaha untuk membuat Donghae tidak marah lagi padanya.

“Lepaskan!” kembali Donghae meminta Kibum melepaskan genggaman pada tangannya, tapi Kibum sama sekali tidak bergeming, dia bahkan semakin mempererat genggaman tangannya, “Lepaskan! Atau kita putus!”

‘Brak…’

Kibum langsung mendorong tubuh Donghae ke dinding membuat Donghae meringis menahan sakit di punggungnya. Tanpa aba-aba Kibum langsung melumat bibir Donghae.

“Apa yang kau lakukan?” bentak Donghae saat dia berhasil mendorong tubuh Kibum menjauhinya. Tapi dengan cepat Kibum kembali melumat bibir Donghae dan kali ini sambil menekan tengkuknya agar Donghae tidak dapat melepaskan diri. Bahkan sebelah tangan Kibum yang lain menarik pinggang Donghae membuat tubuh mereka tak memiliki jarak sedikitpun.

“Mmpphhh,” teriak Donghae tertahan sambil terus mencoba melepaskan diri dari Kibum. Tapi percuma, karena tenaga Kibum jauh lebih kuat darinya, bahkan sekarang Kibum sudah membawa tubuhnya memasuki kamar mereka, menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, menindihnya dan langsung menyerangnya.

“ARRGGHHH!!!!!”

.

.

Kibum menatap wajah Donghae yang sedang duduk di sebelahnya dengan raut wajah yang masih sangat terlihat kesal. Dilepaskannya sabuk pengaman yang digunakan Donghae dan kemudian menyentuh wajah Donghae dengan sangat lembut, “Sudah sampai,” ucapnya lembut tapi Donghae sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun. “Maaf,” lanjutnya penuh penyesalan.

“Kau tega sekali Bummie, hiks… rasanya sangat sakit.”

“Maaf.”

“Kau memperkosaku.”

Kibum terdiam mendengar penuturan Donghae, ya… dia benar-benar memperkosa Donghae tadi. Tidak pernah selama ini dia memaksa Donghae melakukan hubungan badan dengannya, tapi tadi… dia bahkan memperlakukan Donghae dengan sangat kasar. “Maaf, aku janji tidak akan melakukan itu lagi, aku hanya takut saat kau mengatakan kata putus,” sesal Kibum dan mencoba menjelaskan alasannya melakukan itu. “Aku mohon maafkan aku.”

“Sudahlah, aku sudah telat,” ucap Donghae dan langsung membuka pintu mobil meski itu tidak terjadi karena Kibum menariknya.

“Nanti aku jemput,” ujar Kibum dan memberikan sebuah kecupan di pipi Donghae.

“Hm,” jawab Donghae singkat dan langsung keluar dari mobil dengan tidak lupa menutup pintunya dengan hempasan yang sangat kuat. Tapi Kibum tersenyum melihatnya, karena dia tahu Donghae sudah tidak marah lagi padanya, karena tadi Donghae tidak menolaknya saat dia memberikan kecupan di pipinya.

.

.

Donghae berjalan perlahan memasuki sebuah gedung tempat di mana dia akan melakukan syuting. Perlahan, sangat perlahan dia melangkah menahan rasa sakit di bagian tubuh bawahnya, “Kibum menyebalkan,” sungutnya hingga tiba-tiba seseorang meneriakinya.

“DARI MANA SAJA KAU???”

“Hiks…”

Seseorang yang membentak Donghae tadi yang adalah managernya terlihat bingung saat tiba-tiba Donghae menangis, bahkan dia dapat melihat semua orang yang berada satu tempat dengan mereka saling tatap dan berbisik mempertanyakan apa yang sedang terjadi sekarang.

Tapi bukan hanya Donghae yang mendapatkan bentakan dari sang manager, karena Kibum di tempat yang berbedapun menerima perlakuan yang sama.

.

.

Donghae terus berputar-putar di depan gedung lokasi syutingnya, terus diliriknya jam yang melingkar di tangannya, ini sudah hampir dua jam. Tiba-tiba udara dingin menyentuh kulitnya, sebenarnya itu sudah sedari tadi dia rasakan, tapi sekarang menjadi sangat dingin, mungkin karena dia sudah terlalu lama berada di luar ruangan. “Menyebalkan,” sungutnya sambil menendang-nendang dinding, hingga akhirnya dia menghentikan kegiatannya tersebut saat melihat sebuah mobil berhenti di hadapannya.

Dilihatnya seorang namja yang keluar dari mobil tersebut yang adalah Kibum yang kini sedikit berlari mendekatinya, “Maaf, kau menunggu lama?”

Donghae tidak menjawab pertanyaan Kibum dan langsung mengambil tasnya dan kemudian langsung berjalan menuju mobil Kibum, masuk dan menutup pintunya dengan sangat kasar, dia kesal.

Kibum yang melihat itu hanya bisa menggaruk belakang kepalanya sendiri karena sepertinya Donghae marah lagi padanya karena dia terlambat menjemputnya. Dia segera menyusul Donghae memasuki mobilnya dan melihat Donghae dengan tampang kesalnya di sana. “Maaf, syutingku baru saja selesai,” ucap Kibum meski Donghae tidak memberikan tanggapan apapun, karena sekarang Donghae lebih terlihat ingin menghangatkan tubuhnya yang memang sangat kedinginan sekarang.

Kibum menyadari apa yang sedang dilakukan Donghae dan berusaha membantunya dengan meletakkan tangannya yang tadi sudah dia gosok-gosok ke wajah Donghae, “Hangat?” tanyanya dan Donghae memberikan anggukkan kecil membuat Kibum tersenyum, begitu mudahnyakah Donghae luluh setiap kali dia kesal dengan Kibum? tapi memang seperti itulah kenyataannya.

Terus Kibum memegangi wajah Donghae guna lebih memberikan kehangatan untuk namjachingunya tersebut, “Kenapa tidak menunggu di dalam?”

“Aku tidak mau!” jawab Donghae singkat dan Kibum tidak berniat untuk bertanya lagi karena dia tahu sifat keras kepala Donghae yang tidak bisa dibantah, bila dia sudah menginginkan sesuatu maka itulah yang akan dia lakukan.

Sekali lagi Kibum membelai wajah Donghae dan kemudian segera melajukan mobilnya, pulang.

.

.

Kibum terus memandangi wajah Donghae yang sedang tertidur pulas di sebelahnya. Dibelainya dengan lembut wajah teduh itu untuk membangunkannya, “Hm,” gumam Donghae meski akhirnya dia tidak terbangun dan hanya merubah posisi tidurnya, yang tadi menghadap ke arah Kibum sekarang menjadi ke arah luar kaca mobil. Kibum hanya bisa tersenyum melihat Donghae yang seperti itu dan segera keluar dari mobilnya. Diapun berjalan memutar, membuka pintu bangku penumpang, melepaskan sabuk pengaman Donghae dan kemudian menggendong tubuh Donghae di pundaknya.

‘Cup…’

Kibum tersenyum saat Donghae memberikan kecupan di pipinya, “Aku tahu kamu tidak tidur,” ucap Kibum yang mendapatkan jawaban berupa pelukkan yang sedikit mengerat di lehernya dari Donghae.

Segera Kibum berjalan memasuki gedung apartement mereka setelah memastikan mobilnya terkunci dengan baik.

“Kau lelah?” tanya Kibum saat mereka berada di depan lift menunggu pintu lift itu terbuka.

“Hm,” jawab Donghae singkat.

Kembali Kibum tersenyum dan segera memasuki lift setelah pintunya terbuka.

Setelah beberapa saat, liftnya berhenti di lantai apartement mereka dan segera mereka keluar dengan tetap Donghae yang berada dalam gendongan Kibum.

“Bummie,” panggil Donghae dan sedikit lebih mempererat lagi pelukkannya di leher Kibum.

“Hm?”

“Kau tahu? Punggungmu sangat hangat.”

“Aku tahu,” jawab Kibum yang membuat Donghae mencibir karena menganggap Kibum terlalu percaya diri dengan jawabannya tersebut.

Keheningan sejenak menyelimuti mereka hingga akhirnya Donghae kembali bersuara, karena memang di antara mereka Donghaelah yang lebih banyak mengeluarkan suaranya.

“Kenapa apartementmu menjadi sangat jauh, sedari tadi kita belum sampai,” rengek Donghae dengan sedikit menggerak-gerakkan kakinya dalam gendongan Kibum.

Kibum hanya tersenyum mendengar rengekkan Donghae, karena sesungguhnya dia memang sengaja berjalan dengan santai agar waktu mereka bersama lebih lama, karena bila sudah sampai, mereka akan tidur, dan baru akan bangun esok hari.

“Aku perlu minum sesuatu yang hangat,” kembali Donghae bersuara, dan kembali Kibum hanya tersenyum mendengarnya.

Setelah sampai di depan apartement mereka Donghae semakin menggerak-gerakkan kakinya manja membuat Kibum sedikit kesulitan untuk membuka pintu karena dia harus menahan tubuh Donghae agar tidak terjatuh. “Hyung,” panggil Kibum akhirnya membuat Donghae berhenti.

Kibum menurunkan tubuh Donghae di atas sofa ruang tengah setelah mereka masuk, dan dia langsung menuju dapur untuk menyiapkan minuman hangat untuk Donghae, karena tadi Donghae bilang ingin meminumnya, tapi sebelumnya di menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Kibum segera berjalan menemui Donghae di ruang tengah setelah selesai menyiapkan minuman hangatnya, tapi dia malah melihat Donghae yang sedang tertidur di atas sofa hingga membuat dia hanya meletakkan minuman tersebut di atas meja. Segera Kibum mengangkat tubuh Donghae untuk memindahkannya ke kamar, tapi Donghae malah menarik lehernya membuat bibir mereka bertaut, “Kau mempermainkanku?” ucap Kibum dan Donghae hanya tertawa.

Donghae segera bangkit dan mengambil minuman hangat yang Kibum siapkan untuknya.

.

.

Donghae tersenyum sembari mempererat pelukkannya pada tubuh polos Kibum, dibelainya dengan lembut dada bidang hingga perut berotot Kibum dan kemudian memberikan sebuah kecupan di lehernya. “Bummie, tadi manager hyung memarahiku karena aku telat,” adu Donghae pada Kibum, menceritakan apa yang tadi dia alami di lokasi syuting. “Tapi manager hyung langsung berhenti memarahiku saat aku menangis.”

“Kau menangis? Hanya karena dimarahi manager hyung?” tanya Kibum tidak percaya.

“Hish, aku bukan menangis karena itu, tapi karena kamu,” jawab Donghae dengan mendongakkan kepalanya menatap wajah Kibum.

“Aku?” tanya Kibum lagi kurang yakin.

“Iya, kamu. Kamu tahu bagaimana rasa sakitnya? Aku harus menahannya dan berpura-pura tidak merasa sakit di hadapan semua orang,” ucap Donghae dan memukul dada Kibum.

“Maaf,” kembali Kibum meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan tadi pagi pada Donghae dan kemudian melepaskan pelukkannya pada Donghae, mengambil bajunya yang tadi belum sempat dia pakai saat ingin mengganti baju, tapi Donghae langsung menarik baju tersebut dan berucap, “Siapa yang memintamu memakai baju itu, aku sudah bilang, kamu harus tidur tanpa menggunakan baju.” Membuat Kibum akhirnya kembali berbaring, menarik selimut meski akhirnya selimut itupun Donghae jauhkan dari tubuhnya, “Juga tidak boleh memakai selimut.”

“Baiklah,” ucap Kibum mengalah dan kemudian langsung menarik tubuh Donghae, memeluknya dengan sangat erat, “Tapi aku tetap boleh memelukmu kan?” tanyanya yang mendapatkan jawaban “Memang harus seperti itu,” dari Donghae.

F.I.N

Ada yang nanya chap 3 nya kan? ini sudah dibuat chap 3 nya, dan… mereka berhasil NC-an! LOL

Kecewa??? XDDD

Oke, off, besok sudah harus kerja ^^

Advertisements

66 thoughts on “You! – 3

  1. ini kibum ato donghae sih yg tumben agak ‘ehem’???

    dan yg paling penting KENAPA NC NYA DISKIP ?????????? ga mau tau , pokoknya eonni wajib bikin side story pas nc nyaaaa *maksa amat*

  2. Chap 2’ny kox d’protec??da adegan terlarang yach??
    AISHHHH KEJAM’NY DIRIMU KIM KIBUM,KAU APAKAN OPPA AQ???HAHHHH

  3. Onnie ko NC’nya kaga diceritain onn?..*dijitak*

    Jiaaaaaaah akal-akaln si Ikan asin noh nyuruh Kibum kaga pake baju..bilang aja minta dipeluk, ribet amat dah *dimutilasi Donghae idup2*

    Tapi Donghae setia nunggu Kibum, kalo aku aja tuh disuruh nunggu selama itu bakalan pulang duluan trus habis itu marah besar-besaran #plaak..

    Kerennnnnnnnnnnnnn ^_<..

  4. Aduhhh gantian gini yang marah2nya…ckckckckck

    Kibum nakal maksa Hae… Kan kasian

    Dasar Jodoh,dua2nya d marahin ma Manajer masing2

    Hae jail godain Kibum…. ^^

  5. Baca part ini kenapa jadi keinget Moment2 di To be a Parent ya,pas Hae manja trus ketiduran dimobil,kibum gendong Hae ampe kamar..Kyaaaa jd kangen epep yang itu…. Itu Hae pas di siksa kenapa di Skip Chinguku sayang,errrrr….

  6. Knpa NCnya ga ditunjukinnn
    hae mkin lma mkin mnja ajh
    aduhh bummie sbar ya ngdepin sifat donghae….
    Ckckck

  7. Hehehe akhirny kesampaian jg keinginaan kibum, walau maksa dikit sih.
    Donghae emang manja bgt ya. Tp itulah salah satu daya tarikny.
    Lanjut…….

      1. eonni aku cho akhni

        oh y eon sekalan ak min yg it ya black dragon yah ga,, salah
        gomawo eoniku yg cantik gomawo tuk ijin baca ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s