Posted in KiHae Couple

Twins – 2


Tittle : Twins

Cash : Kibum / Kyuhyun / Eunhyuk / Donghae

Warning (?): Di sini KiHyun lebih tua dari EunHae.

Summary: Dua pasang anak kembar yang berkebalikan (?)

Kibum seseorang yang dingin tapi penuh perhatian kepada adik kembarnya EunHae.

Kyuhyun kembaran Kibum yang sangat sering menjahili adik kembarnya meskipun dia sangat menyayangi mereka.

Donghae adik kembar KiHyun yang sangat ingin dimanja oleh Kibum hingga dia mengatakan ‘Kibum Hyung hanya milik Donghae’.

Dan Eunhyuk kembaran Donghae yang selalu merasa iri pada Donghae karena dia merasa Donghae selalu mendapat perhatian lebih dari Kibum sedangkan dia tidak, dan dia paling membenci Kyuhyun.

– isfa_id –

“Eunhyuk jelek, buka pintunya!”

‘Brak… brak… brak…”

Donghae sedari tadi berteriak sambil menggedor pintu kamar mandi berkali-kali, dia kalah, ya… dia kalah, karena sekarang Eunhyuklah yang ada di dalam kamar mandi setelah mereka saling tarik dan dorong. “Eunhyuk buka! Donghae duluan,” terus Donghae berteriak hingga akhirnya teriakkannya terhenti saat dia merasa tubuhnya seperti melayang dan saat dia menolehkan kepalanya ternyata tubuhnya kini sudah berada dalam gendongan Kibum.

Diam, hanya itu yang Donghae lakukan saat Kibum membawanya menjauh dari kamar mandi hingga mereka berada di ruang tengah dengan televisi yang menyala membuat dia berteriak “NEMO!” karena melihat iklan film ‘Finding Nemo’ dan itu membuat Kibum tersenyum.

Sementara di ruangan lain, dapur, Kyuhyun sedang bersungut sambil meletakkan piring-piring dengan sedikit dibanting karena tidak terima kalau dia yang harus menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Kalau saja dia tidak perlu makan, dia pasti tidak akan mau melakukan itu.

Tinggalkan Kyuhyun, biarkan dia menggerutu dengan pekerjaannya sekarang.

Eunhyuk yang telah menyelesaikan kegiatan mandinya, keluar dengan handuk kecil yang menutupi bagian tubuh bawahnya langsung berlari menuju kamarnya setelah sebelumnya menendang kaki Kyuhyun membuat Kyuhyun semakin terlihat kesal. Tapi kini langkah Eunhyuk terhenti saat melihat KiHae di ruang tengah, dia memajukan mulutnya kesal saat lagi-lagi melihat Donghae yang sedang duduk di pangkuan Kibum, “Donghae menyebalkan,” gerutunya. Hingga kini dia berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya, tanpa menghiraukan Kibum yang memanggilnya.

“Sekarang Hae mandi,” ucap Kibum menurunkan tubuh mungil Donghae dari pangkuannya dan langsung menyusul Eunhyuk ke dalam kamar setelah Donghae berlari ke kamar mandi. Dia tersenyum saat melihat Eunhyuk yang berjinjit untuk mengambil seragam sekolahnya dari dalam lemari. Kibum melangkah perlahan mendekatinya dan menolongnya untuk mengambil seragam tersebut, “Kenapa?” tanyanya lembut saat Eunhyuk menatapnya sekilas dan kemudian memalingkan muka ke samping.

“Hyung tidak adil,” jawab Eunhyuk tanpa memandang sedikitpun pada Kibum, “Hyung hanya sayang pada Donghae.”

“Hei, siapa bilang hyung tidak sayang Hyukkie eoh?”

“Buktinya, Hyung selalu manjain Donghae, tapi Eunhyuk tidak,” jawab Eunhyuk masih dengan memalingkan wajahnya dari Kibum.

“Begitukah?” tanya Kibum yang mendapatkan anggukkan dari Eunhyuk, “Jadi Hyukkie mau apa?”

“Peluk.”

Kibum tersenyum dan langsung memeluk tubuh mungil Eunhyuk yang masih sedikit basah. “Tidak marah lagi?” kembali Kibum bertanya dan kembali Eunhyuk memberikan anggukkan.

Perlahan Kibum melepaskan pelukkannya pada tubuh Eunhyuk dan mengacak sedikit rambutnya membuat Eunhyuk tersenyum. “Sekarang pakai seragamnya eoh?”

Eunhyuk mengangguk dengan penuh semangat dan langsung mengambil seragamnya dari tangan Kibum.

Kembali Kibum memberikan senyumannya saat melihat adik kecilnya itu memakai satu per satu pakaiannya hingga Eunhyuk berdiri tegap di hadapannya dan mengatakan “Sudah Hyung” padanya. Diperhatikannya seragam Eunhyuk dan kemudian sedikit merapikannya.

“Hiks…” tiba-tiba sebuah suara isakkan terdengar di telinga Kibum dan saat dia menoleh dia mendapati Donghae yang sedang terisak di depan pintu meski tanpa air mata. Kibum mengerjapkan matanya bingung melihat Donghae yang tiba-tiba terisak seperti itu.

Donghae menghentakkan kakinya dan kemudian langsung berjalan masuk, mendekati Kibum dan Eunhyuk, kemudian…

‘Brak…’

“Auw…” Eunhyuk menjerit kesakitan saat tubuhnya jatuh setelah didorong oleh Donghae.

“Donghae!” Kibum berteriak melihat Donghae yang tiba-tiba saja mendorong tubuh Eunhyuk tanpa alasan apapun, “Apa yang kau lakukan?” tanya Kibum kesal dengan nada sedikit membentak. Kibum segera mendekati Eunhyuk, meraih tangannya untuk membantunya kembali berdiri, tapi ‘Plak,’ Donghae langsung menjauhkan tangan Eunhyuk dan langsung memeluk Kibum.

“Kibum Hyung hanya milik Donghae,” rengeknya.

Kibum mendorong tubuh Donghae membuat pelukkan dari adik kecilnya itu terlepas, “Jangan manja!” ucapnya meski Donghae sama sekali tidak perduli dengan ucapannya. “Cepat pakai seragammu!” perintah Kibum, hingga mau tak mau Donghae langsung berjalan menuju lemari dan melompat untuk mengambil seragamnya yang letaknya sedikit tinggi.

“Auw…” Donghae menjerit saat terjatuh setelah berhasil mengambil seragamnya.

Kibum yang melihat itu langsung mengangkat tubuh Donghae karena dia juga baru saja merapikan kembali seragam Eunhyuk yang sedikit berantakkan karena didorong oleh Donghae tadi. “Hyukkie langsung sarapan eoh?” perintahnya yang langsung dituruti oleh Eunhyuk.

Setelah Eunhyuk keluar Kibum memperhatikan Donghae yang sudah selesai memakai seragamnya dengan asal-asalan. Baju yang belum dikancing dan juga jangan lupakan handuk yang masih melingkar di pinggangnya. Kibum melepaskan handuk tersebut dan langsung merapikan baju Donghae, dengan mengancingkannya dan memasukkannya ke dalam celananya. “Hyung tidak suka kalau Hae nakal,” ucap Kibum mengerti dengan Donghae yang marah padanya. “Jangan lakukan itu lagi, arraso!”

“Ne Hyung,” jawab Donghae dengan kepala tertunduk.

“Sekarang langsung sarapan dengan Kyuhyun Hyung dan Hyukkie.”

“Hyung?” tanya Donghae.

“Hyung mau membereskan kamar dulu,” jawab Kibum sambil mengambil handuk Eunhyuk yang tadi dia letakkan di kursi.

.

.

“Hei monyet kecil, cepat!” Kyuhyun yang sedari tadi sudah menunggu Eunhyuk berteriak memanggil adik kecilnya tersebut yang masih belum selesai memakai sepatunya. Dia memutar bola matanya kesal saat melihat Eunhyuk hanya menyilang-nyilangkan tali sepatu tanpa mengikatnya, “Bodoh,” rutuknya tapi kemudian langsung membantunya, “Seperti ini,” ucapnya menjelaskan cara mengikat sepatunya. Kyuhyun kadang kesal karena harus melakukan itu setiap hari dan Eunhyuk tidak pernah mengerti.

“Ahhh,” Eunhyuk berteriak saat tiba-tiba Kyuhyun mengangkat tubuhnya setelah membantunya mengikat tali sepatunya. “Eunhyuk bisa jalan sendiri,” ucapnya seraya mencoba turun dari gendongan Kyuhyun meski itu tidak berhasil.

“Kau lihat, mereka sudah jauh,” Kyuhyun berucap sambil menggerakkan dagunya guna menunjuk Kibum dan Donghae yang sudah berjalan mendahului mereka.

.

.

“Bummie Hyung.”

Kibum yang tadi sudah berbalik untuk berjalan menuju kelasnya kembali berbalik menatap EunHae yang memanggilnya. Dia memandang kedua adik kembarnya seolah-olah bertanya kenapa dan kedua adik kembarnya itu tersenyum, sambil melambaikan tangannya dan kemudian berlari menuju ke kelas mereka.

Ya… mereka berempat bersekolah di tempat yang sama, karena sekolah mereka antara SD, SMP dan SMA bergabung, hanya berbeda gedung, jadi setiap hari mereka pasti pergi bersama.

“Ya! kalian berdua,” teriak Kyuhyun kesal karena EunHae hanya berpamitan pada Kibum dan tidak padanya.

Kibum yang melihat itu hanya tertawa dan langsung berjalan meninggalkan Kyuhyun, tapi tidak begitu lama tiba-tiba dia merasa tubuhnya berat karena Kyuhyun sudah melompat ke atas punggungnya, “Turun!” bentaknya.

“Tidak mau!” jawab Kyuhyun dan semakin mempererat pelukkannya pada leher Kibum membuat Kibum mau tidak mau memegang kaki Kyuhyun agar Kyuhyun tidak terjatuh, “Kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya Kyuhyun setelah merasa posisinya sedikit nyaman di atas punggung Kibum yang kini berjalan menuju ke kelas mereka.

“Kau pikir?” Kibum malah balik bertanya dan mendapatkan cengiran dari Kyuhyun karena Kyuhyun tahu Kibum belum menyelesaikan tugas sekolahnya karena dari kemarin siang dia selalu membuat ulah dengan menjahili kedua adik kembarnya membuat Kibum pusing. “Kau sendiri?” tanya Kibum lagi.

“Belum,” jawab Kyuhyun singkat, “Aku langsung tidur setelah kau tidur,” lanjutnya membuat Kibum mendengus kesal karena berarti Kyuhyun tidak mengurusi EunHae.

“Jadi?” tanya Kibum lagi.

“Atap sekolah!” teriak Kyuhyun dan segera turun dari gendongan Kibum kemudian mereka berdua langsung berlari menuju atap sekolah, bolos.

.

.

Donghae terus memajukan mulutnya kesal karena sedari tadi Eunhyuk selalu mengganggunya yang sedang memperhatikan penjelasan dari guru mereka. “Hae,” panggil Eunhyuk sambil menekan-nekan tangan Donghae dengan telunjuknya, tapi dengan cepat Donghae tepis. “Hish,” sungut Eunhyuk dan kemudian fokus dengan kertasnya.

Setelah beberapa saat Eunhyuk sudah selesai dengan apa yang dia lakukan pada kertas putihnya, dia segera meletakkan kertas tersebut di depan Donghae, membuat Donghae tertawa seketika, “Hahaha…”

“Ya! Kalian berdua, MAJU!” teriak sang guru pada Eunhyuk dan Donghae.

Eunhyuk dan Donghae berjalan ke depan kelas dengan kepala tertunduk.

“Seonsaengnim, kenapa Eunhyuk juga disuruh maju? Kan Donghae yang ribut,” ucap Eunhyuk yang mendapatkan injakkan kaki dari Donghae.

“Aku tertawa gara-gara kamu,” Donghae berucap kesal pada Eunhyuk, karena dia juga tidak akan tertawa bila tidak melihat gambar yang Eunhyuk tunjukkan padanya.

Guru mereka memandang mereka berdua bergantian hingga mereka berdua berhenti berdebat mencoba membela diri, “Jadi? Apa yang kalian tertawakan?” tanya guru mereka.

“Ini seonsaengnim,” jawab Donghae sambil memberikan kertas yang dia pegang kepada gurunya.

Eunhyuk berusaha menahan tangan Donghae sambil menatapnya seolah berkata ‘Jangan berikan itu,’ tapi sepertinya Donghae tidak mengerti dan tetap memberikannya pada guru mereka.

Guru mereka terdiam setelah melihat gambar yang ada di kertas tersebut, wajahnya memerah menahan marah, bagaimana tidak, Eunhyuk menggambar dirinya dengan ukuran badan yang sangat besar, kepala botak dan dengan kumis tebal, jangan lupakan tulisan yang ada di bawahnya ‘Badut’.

“BERDIRI DI DEPAN KELAS!”

Eunhyuk tersentak mendengar teriakkan guru mereka begitu juga dengan Donghae, tapi Eunhyuk benar-benar kesal pada Donghae, kenapa Donghae dengan begitu polosnya memberikan kertas tersebut pada guru mereka, sudah pasti guru mereka akan murka melihatnya. “Bodoh,” ucap Eunhyuk kesal pada Donghae saat mereka sudah berdiri di depan kelas mereka.

.

.

‘You Win!’

“YEAH!!!”

Kyuhyun melompat dari kursi tempat duduknya saat dia berhasil memenangkan sebuah level yang sudah cukup tinggi dari permainannya. Kibum yang melihat itu hanya tersenyum sejenak dan kemudian kembali memandang segelintir orang yang berlalu lalang dari atap sekolah mereka, ingat, mereka bolos.

“Apa yang kau lihat?”

Kibum berginjit terkejut saat tiba-tiba Kyuhyun sudah berdiri di sebelahnya, “Kau mengagetkanku,” ucapnya dan kembali menatap ke bawah.

Kyuhyun mengikuti arah tatapan Kibum yang ternyata sedang menatap dua orang anak kecil yang berdiri di depan kelas mereka dan tentu saja Kyuhyun mengenal mereka, mereka adalah EunHae adik kembarnya.

Gedung sekolah mereka membentuk seperti huruf U, di mana SD berada di depan gedung SMA tempat KiHyun berada sekarang sedangkan SMP berada di tengah. Jadi itu bisa membuat KiHyun menatap lurus ke depan untuk memperhatikan adik kembar mereka.

Ya… Kibum dan Kyuhyun adalah seorang siswa SMA berusia enam belas tahun, berbeda sembilan tahun dari Eunhyuk dan Donghae.

“Mereka dihukum lagi,” ucap Kyuhyun santai dan kemudian kembali ke tempat duduknya dan kembali memainkan PSPnya, atau lebih tepatnya PSP mereka berempat.

Orang tua mereka bukanlah orang tua yang pelit, mereka mempunyai alasan tersendiri mengapa selalu memberikan sebuah barang untuk mereka berempat, satu laptop, satu PSP, bahkan mereka berempat diletakkan di satu kamar meskipun di rumah mereka mempunyai beberapa ruang kosong, cukup untuk mereka berempat. Orang tua mereka hanya ingin mereka berempat bisa lebih berbagi, lebih dekat, meskipun pada kenyataannya mereka berempat sudah sangat dekat bahkah saking dekatnya mereka lebih sering bertengkar.

Tapi itu membuat mereka bisa saling mengerti diri mereka masing-masing, dan terlebih untuk Kibum dan Kyuhyun, itu agar mereka lebih bisa menjadi ‘hyung’ yang bisa membimbing kedua adik kembar mereka, dan pada kenyataannya sekarang Eunhyuk dan Donghae benar-benar bisa mengikuti apa yang kedua hyung mereka lakukan, salah satunya adalah selalu membuat masalah di sekolah. Bukankah itu persis dengan Kibum dan Kyuhyun yang selalu saja memilih untuk bolos saat belum menyelesaikan tugas mereka seperti sekarang. Mereka adik-adik yang patuh bukan?

‘Plak…’

Kibum menepis tangan yang memukul kepalanya, satu kali, dua kali, tiga kali dia mendapatkan pukulan itu, “Hentikan Kyu!” ucapnya meski pandangannya tidak beralih dari Eunhyuk dan Donghae di bawah sana yang terlihat seperti sedang berdebat, terlihat dari cara mereka yang saling menendang satu sama lain, sayang Kibum tidak bisa mendengar apa yang mereka berdua bicarakan.

‘Plak…’

“Ya!…”

Kibum menutup mulutnya dengan sebelah tangannya saat mendapati siapa yang berdiri di depannya sekarang, Kepala Sekolah.

“TURUN!!!”

.

.

Eunhyuk dan Donghae sedang asik menikmati makanan mereka di kantin. Eunhyuk asik memakan pisangnya entah sudah berapa banyaknya. Sedangkan Donghae malah asik menatap ikan di dalam tepak bekal mereka dengan perasaan iba.

Eunhyuk dan Donghae menikmati makanan mereka dengan senyuman cerahnya, mereka merasa sangat lapar, terlebih karena mereka merasa lelah berdiri di depan kelas sepanjang pelajaran berlangsung. “Eunhyuk, Donghae mau itu,” ucap Donghae menunjuk telur gulung yang ada di tepak Eunhyuk karena miliknya sudah habis.

“Ini,” ucap Eunhyuk sambil meletakkan sepotong telur gulung ke tepak Donghae, “Tapi Eunhyuk minta itu,” lanjutnya sambil menunjuk potongan kecil dari daging yang Donghae potong-potong tadi.

“Ini,” jawab Donghae dan memberikan beberapa potongan daging pada Eunhyuk.

Mereka terus berbagi bekal masing-masing hingga akhirnya bekal mereka habis dan sekarang mereka sibuk membereskan tepak mereka yang sudah kosong.

“Hei Lee.”

Eunhyuk dan Donghae langsung mengangkat wajah mereka saat seseorang menyapa mereka. Mereka menatap seorang namja tinggi yang mereka kenal. Namja tersebut salah satu teman sekelas hyung mereka, Choi Siwon.

“Ayo!” ucap Eunhyuk menarik tangan Donghae setelah sebelumnya memasukkan tepak mereka ke dalam tas.

“Hei Lee, kalian sudah selesai,” ucap Siwon membuat Eunhyuk dan Donghae berhenti melangkah.

“Kami Kim!” Eunhyuk berucap sinis pada Siwon, karena memang kenyataannya dia sangat tidak menyukai Siwon, rasa bencinya pada Siwon lebih besar daripada rasa bencinya pada Kyuhyun, karena dia paling benci saat Siwon memanggilnya dengan Lee, karena baginya dia dan Donghae adalah Kim.

“Oh, benarkah Lee Donghae?” ejek Siwon.

“AKU EUNHYUK!” teriak Eunhyuk karena Siwon salah menyebut namanya. Oke, ingat mereka anak kembar, dan banyak orang yang salah mengenali mereka.

Siwon terdiam mendengar teriakkan Eunhyuk, belum lagi saat melihat semua orang yang berada di sana mentertawakannya karena dia mendapatkan bentakkan dari anak SD, bukankah itu sangat memalukan?

“Oh Lee Eunhyuk,” ucap Siwon dengan nada sombong guna menutupi rasa malunya. Siwon menatap Eunhyuk yang terlihat kesal karena panggillannya dan kemudian menatap Donghae yang hanya menunduk sambil terus mempererat genggaman tangannya pada Donghae, “Hei Lee Donghae, kenapa kau diam?”

“Nama Donghae Kim, bukan Lee,” akhirnya Donghae mengeluarkan suaranya saat Siwon memanggilnya dengan begitu menyebalkan.

“Kalian berdua benar-benar menggemaskan Lee,” Siwon tetap memanggil mereka berdua dengan Lee meskipun sedari tadi Eunhyuk dan Donghae selalu menjawab kalau mereka Kim, bukan Lee.

“Hiks…” akhirnya Donghae menangis, “Nama Donghae Kim, hiks…” isaknya dan tangannya tergerak untuk menghapus air matanya yang sudah keluar dari matanya dengan satu tangan yang tidak digenggam oleh Eunhyuk, “Kim… hiks…”

Eunhyuk yang melihat Donghae menangis langsung menatap kesal ke arah Siwon, “Kau menyebalkan,” ucap Eunhyuk dan menendang kaki Siwon tepat di tulang keringnya membuat Siwon meringis menahan sakit. Kemudian dia langsung menarik tangan Donghae menjauh dari tempat tersebut dan meminta Donghae untuk berhenti menangis.

“YA!!!” jerit Siwon.

T.B.C

Saya melanjutkan FF ini, karena memang belum mempunyai ide untuk FF yang lain.

Advertisements

16 thoughts on “Twins – 2

  1. eonniee aku kok bingung yah -___- sebenernya kihae itu kim ato lee? diawal juga ga disebutin jelas marga mrk kan? trus lagian siwon manggil lee pasti ada alesannya 🙂

    chap 3 cepet ya eonn ^^ sekalian ff little kihae-KU juga eoh ^^v

    1. untuk marga mereka sebenernya udah disebutin di chap kemaren, ada bagian pas Eunhyuk manggil Kyuhyun dengan ‘Kim Kyuhyun!’

      Little Kihae? belum selesai :(((

  2. Loh loh kok siwon mngl eunhae, lee?

    Ap jngan” kihyun ma eunhae bkn sodara kandung?

    Kyaaa #ngibrit ke chap selnjutny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s