Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 20


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 20 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Kihae tidak mau!”

Kibum meletakkan kembali frame kacamata ke atas sebuah etalase entah sudah yang keberapa kalinya. Sedari tadi Kihae menolak semua frame pilihannya, mulai dari yang berbentuk persegi, bulat, juga bahkan banyak warna frame yang sudah dia pilihkan tapi Kihae tetap saja menolak.

Kibum menundukkan kembali kepalanya melihat frame-frame kacamata yang ada di dalam etalase, mencoba mencari lagi mana yang Kihae inginkan.

“Biar aku saja,” potong Donghae saat Kibum akan memilih lagi sebuah frame.

Donghae menggerakkan bola matanya melihat setiap frame kacamata yang ada di sana, memilih yang mana yang Kihae inginkan, mulai dari bentuk hingga warnanya. Dan sepertinya sekarang dia menemukan apa yang dia cari. Ditunjuknya sebuah frame yang ada di dalam etalase dan seorang namja yang melayani mereka segera mengeluarkan frame tersebut dan memberikannya kepada Donghae.

Donghae tersenyum seraya mengambil frame tersebut dan kemudian memakaikannya pada Kihae, “Suka?”

Kihae terdiam sambil memperhatikan wajahnya di cermin yang ada di depannya. Sebuah frame berwarna hitam dengan ukuran lensa cukup besar yang sedikit melengkung di bawahnya, membuat pipi chubbynya terlihat semakin menggemaskan. Dia tersenyum dan kemudian menatap Donghae seraya mengangguk, diapun menatap Kibum dan berkata, “Kihae mau yang ini Appa.”

Melihat malaikat kecilnya itu tersenyum, Kibumpun ikut tersenyum seraya melepaskan frame kacamata tersebut dan memberikannya kepada seorang namja yang memang sedari tadi melayani mereka.

“Appa, Kihae mau yang itu,” rengek Kihae karena Kibum mengembalikan frame yang sudah sangat dia sukai.

“Iya, tapi lensanya harus dipasang dulu,” jelas Kibum membuat Kihae mengerjap-ngerjapkan matanya karena tidak mengerti. “Kacamatanya belum selesai, Ahjussinya harus membuatnya dulu, nanti kalau sudah selesai baru Kihae bisa pakai,” lanjutnya hingga membuat Kihae bisa mengerti.

“Ahjussi, cepat! Kihae mau pakai,” Kihae yang berpikir itu akan selesai dalam waktu cepat meminta namja yang melayani mereka untuk segera menyelesaikan kacamatanya sambil menggoyang-goyangkan kakinya yang menggantung karena dia sedang duduk di atas pangkuan Kibum.

“Tidak bisa sekarang adik kecil, dua hari lagi baru selesai,” jawab sang namja memberikan penjelasan pada keinginan Kihae.

Kihae yang mendengar itu langsung merengut dengan memajukan mulutnya.

“Aigoo~ anak appa kenapa?” tanya Kibum dengan sedikit menyentuh pipi Kihae yang mengembung, tapi Kihae langsung menepis tangan Kibum dengan tangan mungilnya membuat Kibum tersenyum karena sekarang sepertinya Kihae sedang ngambek. “Kan cuma dua hari, nanti Kihae sudah bisa pakai kacamatanya.”

Kihae diam mendengar Kibum berbicara hingga akhirnya dia bertanya, “Kihae sudah besar kan Appa?”

“Em?” ucap Kibum bingung meski akhirnya dia memberikan anggukkan atas pertanyaan Kihae.

“Ahjussi, Kihae sudah besar, Kihae sudah mau punya adik kecil, jadi jangan panggil Kihae adik kecil lagi.”

Tiga orang yang ada di sana, Kibum, Donghae dan namja yang melayani mereka tersenyum setelah menyadari bahwa Kihae kesal karena panggilan ‘adik kecil’ padanya. Sepertinya Kihae memang sudah besar eoh?

– isfa_id –

Kibum menghentikan laju mobilnya di depan sebuah rumah mewah. Sebuah rumah bergaya klasik dengan nilai seni tinggi dimana terlihat deretan ukiran menyerupai dedaunan pada pintu coklat mengkilatnya, belum lagi pegangan pintu yang mungkin bahkan lebih panjang daripada tangan sang pemilik rumah. Dan lihatlah betapa tinggi ukuran pintunya yang menempel kuat serta jangan lupakan betapa luas ‘taman kecil’ yang mengelilingi rumah tersebut. Tampak jelas di mata Kibum beragam bunga yang tumbuh di sana, tertata rapi, tersusun dalam bentuk yang cantik dan indah. Bahkan Donghae, yang memang berada bersamanya ikut terpukau meskipun ini bukan pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di sini, mengingat ini adalah rumah dari seorang Choi Siwon, sahabat mereka.

Mata Kibum tertuju pada dua orang yang duduk di sampingnya, karena memang mengingat mereka masih berada di dalam mobil. Ditatapnya wajah dua orang yang dicintainya itu sedang menikmati pemandangan indah di hadapan mereka. Bahkan Kihaepun, malaikat kecilnya, mengeluarkan kepalanya dari pintu mobil yang kacanya terbuka sambil tersenyum memandangi beberapa kumbang yang memang terlihat hinggap di beberapa bunga di dekat mereka sekarang.

“Ayo.”

Kihae mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang adalah Kibum sudah berdiri di depannya, ternyata Appanya itu sudah keluar dari mobil. Dia memasukkan kembali kepalanya ke dalam mobil karena Kibum akan membukakan pintu untuknya. Segera dia melompat keluar dari mobil dan berlari menuju pintu rumah dengan semangat.

Kibum dan Donghae sangat mengerti dengan kegembiraan Kihae hari ini. Bagaimana tidak, sudah satu bulan lebih Kihae ‘terkurung’ tanpa melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh anak seusianya, seperti bermain dan sekolah. Tiga minggu ‘terkurung’ di rumah sakit, dan meski setelahnya dia diperbolehkan pulang, dia masih belum bisa bebas karena masih harus terus berada di rumah untuk proses pemulihan. Jadi wajar bila dia terlihat sangat bersemangat sekarang, terlebih dia akan bertemu dengan sahabatnya, Eunwon.

Kihae melompat-lompat setelah sampai di depan pintu untuk menggapai bel yang menempel di dinding sebelah kanan yang letakknya memang cukup tinggi.

Kibum dan Donghae yang memang masih berada beberapa langkah di belakang Kihae segera berjalan menyusulnya dengan Kibum yang sekarang mencoba mengangkat tubuh Kihae agar malaikat kecilnya itu dapat menggapai bel yang harus mereka tekan agar sang pemilik rumah mengetahui bila mereka sudah sampai. Tapi belum sempat tangan Kihae menekan bel tersebut, Kibum kembali menurunkannya karena dia merasakan sesuatu yang bergetar di kantong jeans yang dia kenakan.

Kepala Kihae mendongak menatap Kibum yang sekarang tengah berbincang dengan seseorang yang menghubunginya, tapi kemudian bola matanya berputar memperhatikan kembali ‘taman kecil’ di depannya, meski sekarang yang ditatapnya bukanlah bunga ataupun kumbang yang ada di sana, melainkan sebuah mobil yang dia tahu siapa pemiliknya. “Eomma,” ucapnya sambil menarik jaket yang Donghae kenakan.

“Waeyo? Anak eomma kenapa?” Donghae bertanya setelah sebelumnya berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka.

“Itu mobil Kyu samchon,” ucap Kihae sambil menunjuk mobil yang dia maksud.

Donghae menoleh, memang ada beberapa mobil di sana, dan salah satunya memang mobil milik Kyuhyun seperti apa yang Kihae ucapkan. Hanya sebuah senyum kecil yang kini Donghae berikan pada malaikat kecilnya itu sembari memberikan usapan di kepalanya.

Kihae kembali mendongak saat dia merasakan usapan lain di kepalanya dan yang melakukan itu adalah Kibum, dan Donghae langsung berdiri setelah mengetahui pembicaraan Kibum di telepon sudah selesai.

“Kalian masuklah,” ucap Kibum pada Donghae.

“Kamu mau ke mana?”

“Tadi manager hyung yang menelepon, dia bilang ada perubahan naskah untuk dramaku, jadi semua kru dan artisnya harus berkumpul sekarang untuk membahasnya,” ucap Kibum menjawab pertanyaan Donghae. Dan Donghae hanya bisa mengangguk mengerti dengan kesibukkan Kibum yang semakin bertambah sekarang, bahkan saat Kihae masih di rumah sakitpun Kibum jarang menemaninya karena harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab soal keuangan, terlebih mengingat Donghae yang sudah melepaskan beberapa pekerjaannya karena ingin menjaga Kihae, belum lagi kehamilannya yang ikut bermasalah selama kesakitan Kihae, tapi beruntung sekarang itu sudah bukan masalah lagi, karena tidak terjadi apa-apa pada kandungan Donghae.

“Appa,” Kihae memanggil Kibum sambil menarik kemeja putih yang Kibum kenakan sama seperti saat dia memanggil Donghae dengan menarik jaketnya. “Appa mau kerja?” tanyanya setelah Kibum menatap mata hitamnya. “Kihae ikut, boleh?”

“Kihae di sini saja eoh? Temani Eomma,” jawab Kibum. Tapi sepertinya Kihae tidak mau mendapatkan penolakkan dari Kibum karena sekarang dia malah berlari untuk kembali menuju mobil mereka.

Kihae menarik-narik pintu mobil untuk membukanya dan tentu saja itu tidak bisa dia lakukan karena Kibum menguncinya. “Eungh,” tapi Kihae tidak berhenti, dia terus berusaha membuka pintu tersebut.

“Bummie,” Donghae menggenggam tangan Kibum dan menatap Kibum dengan tatapan bahwa dia ingin Kibum mengajak Kihae sekarang, dan Kibum langsung menurutinya karena dia langsung menekan tombol pada remote kecil di tangannya membuat pintu mobilnya terbuka dan Kihae langsung melompat naik ke kursi penumpang.

Kibum segera menyusul Kihae yang sudah duduk di kursi penumpang dengan posisi kedua tangannya yang menyilang di depan dada dan pandangan yang lurus ke depan, itu menandakan bahwa Kihae benar-benar ingin ikut ke manapun Kibum pergi hari ini. Melihat malaikat kecilnya memasang pose seperti itu sudah sangat pasti membuat Kibum tersenyum, karena pose seperti itu juga yang Donghae pakai bila sedang marah pada Kibum.

Tangan Kibum terulur untuk memegang pundak Kihae dan kemudian memutar posisi duduknya hingga kini mereka berdua berhadapan, “Kihae tidak mau temani Eomma eoh?” tanyanya yang mendapatkan gelengan dari Kihae tapi itu sama sekali tidak membuat Donghae marah karena dia tahu Kihae sangat merindukan Kibum karena sudah sangat jarang mereka bersama.

“Tidak mau main sama Eunwon?” kembali Kibum bertanya dan kembali juga gelengan yang dia dapatkan dari Kihae. “Tidak mau bertemu Wonhyuk?” sekali lagi Kibum bertanya dan tetap mendapatkan jawaban yang sama, gelengan.

Kibum akhirnya berdiri dari posisi berjongkoknya saat dia berbicara pada Kihae tadi dan kemudian menutup pintu mobil dengan kaca yang sebelumnya dia buka. “Kihae tunggu di sini eoh? Appa antar eomma masuk dulu,” ucapnya dan kali ini Kihae memberikan jawaban yang berbeda dari sebelumnya, yaitu sebuah anggukan dan sebuah senyuman yang sangat manis.

Donghae segera merangkul Kibum saat Kibum sudah ada di sebelahnya, dan kemudian melambaikan tangannya pada Kihae yang mendapatkan balasan dari malaikat kecilnya itu.

Jemari Kibum menekan bel yang menempel di dinding di depannya sambil menatap ke sebuah alat semacam kamera kecil di sebelah bel tersebut, hingga akhirnya setelah menunggu hanya beberapa detik saja pintu itupun terbuka dan mereka segera masuk.

“Kibum samchon, Donghae imo,” baru beberapa langkah Kibum dan Donghae memasuki rumah tersebut, mereka sudah disambut dengan suara seorang yeoja mungil yang adalah Eunwon yang sudah menghampiri mereka berdua.

Eunwon mendongak menatap mereka kemudian memiring-miringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri secara bergantian, mencoba mencari seseorang yang mungkin bersembunyi di belakang Kibum dan Donghae. “Samchon, Kihae mana?” tanyanya setelah memastikan orang yang dicarinya ternyata tidak ada di sana.

“Di mobil…”

Belum sempat Kibum menyelesaikan ucapannya, Eunwon langsung berlari meninggalkan mereka berdua keluar rumah untuk menuju mobil di mana Kihae sedang berada sekarang.

Donghae tersenyum sambil memperhatikan punggung Eunwon yang kemudian menghilang di balik pintu, dan sekarang mereka kembali berjalan untuk lebih masuk lagi ke dalam rumah tersebut hingga akhirnya mereka tiba di ruang tengah yang berukuran sangat luas dengan sebuah karpet bulu halus yang terbentang, belum lagi sofa hitam yang terlihat megah menambah kesan mewah rumah ini semakin kentara.

“Oh, kalian sudah sampai,” ucap salah seorang namja yang berada di antara kerumunan yang memang sedang berada di sana, dan dia adalah Leeteuk.

Saat ini semua member Super Junior memang berkumpul di kediaman Siwon untuk merayakan kelahiran anak kedua dari Siwon dan Eunhyuk, Wonhyuk. Memang sepi, karena hanya member saja yang berkumpul. Sebelumnya keluarga Choi sudah melakukan pesta perayaan yang mewah dengan mengundang semua keluarga dan rekan bisnisnya, dan sekarang Siwon memutuskan untuk kembali melakukan perayaan kecil khusus untuk semua member.

Donghae tersenyum dan kemudian mengedarkan pandangannya ke beberapa sudut ruangan saat mendengar suara bayi, hingga akhirnya dia melihat Eunhyuk yang baru saja keluar dari sebuah ruangan yang diketahui adalah kamar utama rumah tersebut dengan menggendong bayi mungilnya yang memang baru saja terbangun. Dan saat melihat itu Donghae langsung berlari kecil menghampiri Eunhyuk dan segera membelai pipi lembut Wonhyuk.

“Boleh ku gendong?” tanya Donghae sambil terus membelai pipi lembutnya.

“Tidak boleh!”

Donghae yang mendengar jawaban tersebut dari Eunhyuk langsung kembali berlari ke arah Kibum, hingga kini dia tengah menarik-narik ujung baju Kibum dengan sangat manja dan memandang suaminya itu dengan tatapan berkaca-kaca seraya berkata, “Bummie, aku mau menggendongnya.”

“Aku hanya bercanda.”

Donghae langsung menghentikan kegiatannya menarik baju Kibum dan beralih menatap Eunhyuk yang sekarang sudah berdiri di depannya sambil memasang sebuah cengiran.

“Kau boleh menggendongnya.”

“Benarkah?” tanya Donghae antusias saat Eunhyuk mengucapkan kalimat itu dan tentu saja dia mendapatkan anggukkan dari Eunhyuk, hingga sekarang sang bayi mungil sudah beralih dalam gendongan Donghae membuat ikan kesayangan sang pangeran es ini tersenyum ceria sambil bermain dengan sang bayi mungil.

Kibum berjalan meninggalkan Donghae yang sedang asyik dengan kegiatannya dan berjalan menuju seseorang yang sedang sibuk berkutat dengan handphonenya sambil bersender di dinding dekat jendela. Dirangkulnya namja tersebut hingga akhirnya membuat namja tersebut yang adalah Kyuhyun langsung menghentikan kegiatan dengan handphonenya dan beralih menatap Kibum yang sudah berdiri di sebelahnya.

“Apa?”

Kibum terkekeh mendengar pertanyaan Kyuhyun, sebenarnya bukan karena pertanyaannya tapi karena nada bicara Kyuhyun yang terdengar kesal karena Kibum tahu kedatangannya berarti membuat Kyuhyun harus berhenti dengan kegiatan game online yang dia mainkan melalui handphonenya tadi.

“Tidak apa-apa, lanjutkan saja, aku harus pergi,” jawab Kibum setelah melepaskan rangkulannya pada Kyuhyun dan kemudian berjalan untuk kembali mendekati Donghae, tapi dia kembali menoleh kepada Kyuhyun saat Kyuhyun bertanya mau pergi ke mana. “Ke kantor,” jawab Kibum singkat yang Kyuhyun mengerti bahwa Kibum akan ke kantor management mereka untuk membicarakan soal pekerjaannya meski Kyuhyun tidak tahu pekerjaan apa tepatnya.

“Donghae hyung?”

“Jadi apa gunanya kamu ada di sini eoh?” ucap Kibum membuat Kyuhyun mengerti kalau Kibum ingin dia menjaga Donghae.

“Kihae?” tanya Kyuhyun lagi sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok sang keponakkan kesayangannya.

“Aku akan mengajaknya.”

Kibum yang melihat Kyuhyun kembali bergelut dengan handphonenya langsung berjalan mendekati Donghae yang duduk di sofa dengan tetap bermain-main bersama Wonhyuk. “Aku pergi,” ucapnya yang mendapatkan anggukan dari Donghae. “Hanya itu?” tanya Kibum karena Donghae sama sekali tidak menatapnya.

“Kim Donghae,” panggil Kibum karena Donghae sama sekali tidak memberikan jawaban apapun padanya, mengangkat wajahnyapun tidak, dia tetap saja sibuk bermain dengan Wonhyuk, mencubit hidungnya, membelai jari mungilnya, mencium pipinya, dan Kibum terabaikan.

“AKU PERGI!”

Donghae mendongak dan menatap punggung Kibum yang sekarang sudah berjalan menjauhinya. Ditatapnya semua member yang ada di sana bergantian, “Kenapa dia berteriak?” tanyanya polos dan entah pada siapa. Ada dua belas orang di sana, termasuk dirinya, dan dia bertanya tanpa memandang ke salah satupun dari mereka, karena dia sekarang sudah kembali menatap punggung Kibum yang baru saja beberapa detik lalu menghilang di balik pintu.

“Dia marah Hyung, kau mengacuhkannya,” jawab seseorang yang adalah Kyuhyun.

Donghae menatap Kyuhyun sekilas dan kemudian kembali bercanda dengan Wonhyuk, sepertinya dia tidak perduli dengan kemarahan Kibum hingga akhirnya dia merasakan handphone di kantong celananya bergetar. Segera dirogohnya kantong celananya tersebut dan mengeluarkan handphonenya dari sana, ternyata ada satu pesan masuk. Kibum, ya… pengirimnya adalah Kibum dan saat Donghae membuka pesan itu dan ternyata isinya hanya sebuah kalimat pendek, ‘Kau menyebalkan’, sepertinya Kibum benar-benar kesal eoh?

.

.

“Kihae, ayo turun,” Eunwon mendongak menatap Kihae yang berada di dalam mobil sambil terus mengajak Kihae untuk turun dari mobil. Dia sudah melakukan itu sedari tadi tapi Kihae bilang dia tidak mau.

“Kihae mau ikut Appa kerja,” jawab Kihae, dan itulah jawaban yang sedari tadi Kihae berikan pada Eunwon.

“Tapi kan Eunwon mau main sama Kihae.”

“Main apa?” tanya Kihae.

“Appa beliin Eunwon buku gambar baru, nanti kita gambar sama-sama. Appa juga beliin Eunwon puzzle, nanti kita susun. Semalam Eunwon sudah mainin puzzlenya tapi Eunwon tidak bisa,” jelas Eunwon menjawab pertanyaan Kihae.

“Tapi Kihae mau ikut Appa,” kembali jawaban itu yang keluar dari mulut Kihae.

Eunwon menolehkan pandangannya saat dia mendengar suara derap langkah mendekati mereka karena di halaman rumahnya ‘ditaburi’ batu-batu kecil hingga saat seseorang berjalan maka akan terdengar suara gesekan sepatu pada batu-batu tersebut.

Kihaepun menoleh dan menatap seseorang yang berjalan mendekati mereka yang adalah Kibum langsung tersenyum, karena berarti dia sudah akan pergi ke tempat kerja sang Appa. “Eunwon, Kihae pergi,” ucap Kihae melambai-lambaikan tangannya meskipun Kibum sama sekali belum memasuki mobil mereka.

“Kihae pergi dulu, mainnya lain kali eoh?” ucap Kibum sambil mengusap rambut hitam panjang Eunwon.

“Ne Samchon,” jawab Eunwon sambil mengangguk dan kemudian melambaikan tangannya pada Kihae sembari kembali berlari memasuki rumahnya.

Kibum segera masuk ke dalam mobilnya setelah memastikan Eunwon sudah masuk ke dalam rumahnya dan segera menghidupkan mesin mobil, tapi kemudian dia mematikannya lagi saat handphonenya bergetar karena ada pesan yang masuk, ‘Marah?’ hanya satu kata itu yang tertera di layar ponsel Kibum saat dia membuka pesannya. Segera dimasukkannya kembali handphone itu ke dalam kantong celananya tanpa membalas pesan tersebut dan kemudian segera menghidupkan mesin mobil dan menuju ke kantor managementnya.

.

.

“Ish~” Donghae bersungut karena pesan yang dia kirim sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Kibum.

– isfa_id –

Kibum menghentikan laju mobilnya di depan sebuah kantor seorang penulis, ya… dia berada di kantor penulis skenarionya, karena setelah dia datang ke kantor managementnya sang manager langsung memintanya datang ke kantor sang penulis karena ternyata sang penulis tidak dapat datang ke kantor managementnya hingga akhirnya semua kru dan artis harus berkumpul di kantor sang penulis sekarang.

Kibum berjalan memasuki kantor tersebut dengan menggandeng Kihae yang terlihat ceria, karena sudah terlalu lama dia tidak berada di luar rumah seperti sekarang. “Appa,” panggil Kihae sambil menarik tangan Kibum yang sedang menggandengnya.

“Waeyo?”

“Tempat kerja Appa banyak,” jawab Kihae dengan polosnya, karena memang bukan kali ini Kihae ikut saat Kibum bekerja, dan setiap kali dia ikut pasti tempatnya selalu berbeda. Dia tahu jika orang tuanya adalah artis, dan setiap saat Kibum dan Donghae selalu menjelaskan tentang pekerjaan mereka dan Kihae mengerti itu, hanya saja dia selalu saja mengatakan hal itu setiap kali dia datang ke ‘tempat kerja’ orang tuanya yang berbeda.

Kibum tersenyum mendengar ucapan Kihae dan kemudian mengangkat tubuh malaikat kecilnya itu ke dalam gendongannya, “Nanti jangan nakal di dalam eoh?” ucapnya yang mendapatkan anggukan dari Kihae.

Hingga sekarang di sinilah mereka berada, di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menampung sekitar sepuluh orang, dan bila dilihat dari susunan kursi yang ada di dalamnya sepertinya ruangan ini adalah ruang rapat. Dan sepertinya itu benar saat Kibum sudah melihat beberapa orang yang merupakan kru dan lawan mainnya di drama yang sedang dia mainkan sekarang ada di dalamnya.

Hanya ada enam orang di sana dan mereka semua terlihat sibuk membaca, terlihat dari cara mereka membolak-balik kertas di tangan mereka yang Kibum yakin adalah naskah baru untuk dramanya. “Maaf, saya telat,” ucap Kibum menundukkan kepalanya membuat Kihae juga ikut melakukan hal itu.

“Kami juga baru datang,” jawab salah seorang yang ada di sana yang merupakan salah satu lawan main Kibum di drama ini.

Kibum tersenyum dan segera duduk di sana untuk bergabung dengan yang lainnya dan dia meminta Kihae untuk duduk di kursi yang ada di sudut ruangan agar Kihae tidak mengganggunya. Dan karena Kihae sudah berjanji tidak akan nakal, maka dia langsung menuruti perintah appanya itu.

Sebuah naskah yang terletak di hadapan Kibum langsung menarik perhatiannya. Segera Kibum mengambil naskah itu dan membalik tiap lembarnya, membacanya dengan seksama, hingga akhirnya dia mendengar suara pintu yang terbuka dan menampilkan sosok seorang namja paruh baya.

Kibum tersentak saat menatap seseorang yang masuk ke sana hingga dia langsung berdiri, “Tuan? Anda?”

T.B.C

Taraaa… akhirnya saya update FF juga, sudah satu bulan FF ini terabaikan, juga FF saya yang lain, ‘I’m a Ghost’ dan ‘Memories’, kalau ‘Twins’ masih baru ya, jadi belum ada yang bertanya, xDDD. Untuk dua FF yang lain sedang dipikirkan kelanjutannya, karena beberapa waktu yang lalu saya terserang ‘sutreeesssss’ LOL, jadi? Ya, beginilah. Maaf.

Dan terima kasih untuk dua orang *perlu disebutkan namanya?* saya rasa tidak perlu *ditendang sama tu orang dua*. Mungkin sudah ada yang tahu dua orang yang saya maksud. Terima kasih untuk saran dan kritiknya, kkk~ *atau perlu dicolek-colek orangnya?* xDDD

Advertisements

18 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 20

  1. Doh tu akhirannya kenapa gt??huaaaa lanjutiiiiiiinnn….

    Fiuh..akhirnya ga ada keributan,kesedihan lagi…(?) *bahasanya gaje bgt!

    Bener2 kangen KiHae & kihae…kapan lahiran tu si donghaenya???

  2. Akhirnya Update juga. Eh siapa namja yg dateng ??,Donghae kpn lahirannya,Next Chap ya?.trus knp Kihae mesti pake kacamata,aihh terlalu pendek Chingu,Penasarannnnn .Up Date Asap ya.

  3. ahahah, kibum kesian di cuekin ama donghae ahaha, ternyata bummie bisa ngambek juga :3

    Hubungan si kyu ma hae udah baikan kan unnie? Keliatannya udah ga bermasalah lagi, ih kihae pake kacamata XD aish pasti tampan, seperti appanya :*, ntr main bareng nonna ya XDd, apa karena benturannya jadi kihae mesti pake kacamata ya unnie, benturannya kuat gt,

    Si tampan dia ikut appa ke ketempat kerja, ntr dilirik sutradara loh kihae, ntr jadi artis muda XD,

    Jngn2 orng itu yg kasih nasihat ama bummie ya, apa dia produsernya, :3

  4. wooh ini ,,,,, akhirnya update juga *tebar garem ._.

    woo lama ga update semoga eonni tak lupa kalo kihae adlh CALON SUAMI saya *dijitak*

    kemaren oprasi kihae sukses kirain gaperlu kaca mata 😮 oo hae ga bilang sama kihae kalo kihae boleh maen sama si epil lg? doh padahal moment kyu vs kihae seru lhoo u,u

    wah eon im a gosh sama memories apa ya? *pura2 lupa* itu ff ato lagu baru *dijitak*

    next chap gapake lama eoh ^^ kasian kan kihae (?) gabisa berduaan sama eunwon « garela nulis ini 😥

  5. eh, ya ampun, aku tu baru sadar kalo hyuk itu istrinya siwon…ckckck #gubrakk
    sneng bgt psti dia, dpt org yg kaya raya,,,kekekek 😛

    ealaah, KiHae tu yaaa, ada aja,,kk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s