Posted in KiHae Couple

Black Dragon vs Red Tiger


Tittle: Black Dragon vs Red Tiger

Cast:
– Black Dragon: Siwon, Donghae, Kyuhyun, Leeteuk, Kangin, Shindong, Henry, Zhoumi
– Red Tiger: Kibum, Eunhyuk, Sungmin, Heechul, Hangeng, Yesung, Ryeowook

Terinspirasi dari MV Blok-B – Nanrina.

Entahlah, saat melihat MV itu jadi terpikir untuk membuat FF ini, walaupun ceritanya tidak sepenuhnya mirip dengan MV tersebut.

Berharap kalian suka.

Happy reading ^^

– isfa_id –

Seorang pria berperawakan tinggi, bertubuh tegap sedang berdiri di depan sebuah tembok yang terdapat banyak coretan di sana. Pakaian serba hitam yang dia pakai menyamarkan keberadaannya di tengah gelapnya malam yang hanya diterangi cahaya yang berasal dari sebuah tong yang terbakar. Sebuah senyum sinis tergambar di wajahnya, belum lagi kedua telapak tangannya yang tersembunyi di dalam kantong jaket kulitnya, menandakan sesuatu yang besar akan segera terjadi.

Sementara di waktu yang sama di tempat yang berbeda, seorang pria berwajah tampan dengan kulit putih bersihnya sedang duduk di dalam sebuah pub menyendiri di depan meja bar hanya ditemani dengan sebuah koin yang berada di tangannya hingga seorang pria dengan wajah manis mendekatinya dan memberikan sebotol minuman padanya.

Segera diteguknya minuman tersebut guna menghilangkan rasa dahaga yang memang sudah sedari tadi menyiksanya, hingga kegiatannya itu terhenti saat mendengar suara seorang pria manis yang merupakan pria yang memberikan minuman kepadanya tadi sedang diganggu oleh seorang pria yang mengenakan jaket kulit hitam yang terjadi tidak jauh dari tempatnya duduk.

Dia tersenyum sinis dan segera memutar koin yang sedari tadi digenggamnya ke atas meja, hingga hanya dalam waktu beberapa detik saja, bahkan sebelum koin tersebut berhenti berputar, pria tampan itu sudah berhasil melumpuhkan pria berjaket kulit hitam tersebut dan kemudian pergi bersama beberapa orang yang diketahui adalah anak buahnya.

“Bukankah dia salah satu anggota Black Dragon?” seseorang sedikit menoleh ke belakang sambil menatap ke arah pria berjaket kulit hitam yang sedang tergeletak di lantai dengan tangan yang mencengkram perutnya sendiri guna menahan rasa sakitnya.

“Itu bagus,” ucap pria tampan tersebut tidak perduli dan tetap berjalan keluar dari pub tersebut.

– isfa_id –

Red Tiger

‘Plak…’

“Apa yang kau lakukan, heoh?” seorang pria berwajah manis tengah berdiri di depan seorang pria berwajah tampan yang sedang duduk di sebuah sofa hitam yang ditemani oleh sebuah buku tebal dengan cover berwarna merah. “Kau pikir kau bisa melakukan semua sesuka hatimu? Apa yang kau lakukan bisa menyulut pertarungan, KAU TAHU?”

“Aku tidak tahu,” ucap pria tampan itu seraya menutup buku tebalnya dan langsung berdiri, merapatkan tubuhnya dan pria manis di depannya, “Aku tidak tahu Heechul hyung, dan aku tidak pernah mau tahu,” lanjutnya dan kemudian bergegas keluar dari ruangan yang merupakan ruangan pribadinya, seharusnya.

“YA! KIM KIBUM!”

“Sudahlah,” sebuah tangan mencekal pergerakkan Heechul yang tadinya bermaksud menyusul Kibum keluar. Ditatapnya seorang pria tinggi yang ada di sampingnya sekarang sedang menatapnya seakan meminta dia untuk tenang, tapi dia tidak ingin melakukan itu.

“Lepaskan!”

“Chullie, biarkan dia sendiri, kau tahu bagaimana dia, dia tidak akan pernah mendengarkan kita bila moodnya sedang tidak baik.”

“Tapi kau tidak mengerti Hangeng, bila dia terus melakukan hal seperti itu, maka pertarungan besar akan terjadi,” ucap Heechul menekankan setiap kata yang dia ucapkan pada pria tinggi tersebut.

“Tapi kita semua tahu apa alasannya melakukan itu.”

“Iya Hyung, apa yang dikatakan Hangeng hyung benar, lebih baik kita biarkan Kibum sendiri dulu sekarang,” seorang pria manis yang menggunakan sebuah gelang berwarna pink juga ikut mencoba menenangkan Heechul yang sedang sangat tersulut emosi sekarang karena apa yang Kibum lakukan di pub tadi.

“Iya, aku setuju dengan Hangeng hyung dan Sungmin hyung,” lagi, seorang pria manis dengan suara sedikit cemprengnya juga mengeluarkan pendapat yang sama dengan apa yang baru saja diutarakan oleh Hangeng dan Sungmin, pria manis yang menggunakan gelang berwarna pink tersebut.

“Terserah kalian!” akhirnya Heechul menyerah dan langsung keluar dari ruangan tersebut untuk lebih memilih menyendiri di ruang pribadinya yang terletak di sebelah ruang Kibum.

.

.

Seorang pria dengan kepala yang sedikit besar sedang berdiri dengan cara menyandarkan tubuhnya di dinding dengan cat putih di depan sebuah pintu bercat hitam kelam tengah memperhatikan seorang pria yang sedang berdiri menyendiri di depannya. Cukup jauh memang, tapi dia tahu apa yang sedang pria itu lakukan, menyandarkan tubuhnya di samping sebuah mobil berwarna hitam, menengadahkan kepala memandang langit dengan tangan yang menyilang di depan dadanya dan juga sebelah kakinya diangkat dengan posisi telapak kakinya menyentuh ban mobil, meski bukan langsung telapak kakinya yang menyentuh ban mobil tersebut karena pria tersebut tengah memakai sebuah sepatu sport hitam dengan list putih di bawahnya. Ahhh… Mungkin sepertinya tidak terlalu penting dengan apa yang dikenakan pria tersebut.

“Yesung hyung, apa yang kau lakukan?”

Pria yang berdiri dengan menyandarkan tubuhnya di dinding tersebut segera membalik tubuhnya guna menatap seseorang yang baru saja menyapanya.

“Memperhatikan Kibum?”

Yesung hanya mengangguk menjawab pertanyaan tersebut dan kemudian segera menarik orang tersebut ke dalam pelukkannya seraya berbisik, “Jangan pernah meninggalkanku Ryeowook-ah.”

“Tidak akan pernah.”

.

.

Kibum memejamkan matanya seraya menengadahkan kepalanya ke arah langit yang berwarna hitam kelam. Apa sebenarnya yang dia lakukan sekarang? Berdiri tengah malam di luar rumah hanya dengan sebuah kemeja putih. Bukankah itu akan sangat dingin? Tapi dia tidak perduli.

(“Kibummie…”

Kibum tersenyum menatap seorang pria manis yang berlari mendekatinya, hingga… ‘Greb…’ pria manis tersebut memeluknya.

“Selamat ulang tahun,” ucap pria manis tersebut dan kemudian menanamkan sebuah ciuman di pipinya yang chubby.

“Jadi? Mana hadiahnya?”

“Eum…” pria manis tersebut tersenyum dan kemudian membuka tas yang dia bawa hingga akhirnya tampaklah sebuah kotak kecil berbungkus kertas kado kuning dengan gambar ikan-ikan kecil.

“Dasar anak kecil,” ucap Kibum membuat pria manis tersebut memajukan mulutnya.

‘Cup…’

Kibum mencuri satu kecupan di bibir pria manis tersebut yang akhirnya membuatnya mendapatkan jitakkan di kepalanya dari pria tersebut.

“Itu hadiah untukmu.”

“Aku hanya bercanda, cepat mana hadiahku?” tanya Kibum tersenyum dan kemudian langsung menarik kotak kecil yang masih berada di tangan pria manis tersebut.

Kibum membuka kertas kado tersebut perlahan dan kemudian membuka kotak kecil berwarna coklat gelap. Diperhatikannya sebuah benda berwarna hitam yang ada di dalam kotak tersebut dan mengeluarkannya, “Apa ini?”

“Dasar bodoh,” sungut pria manis tersebut dan menarik benda berwarna hitam tersebut dari tangan Kibum. “Anak kecil saja tahu ini gelang,” lanjutnya dan langsung memasangkan gelang tersebut di tangan kiri Kibum. “Aku membuatnya sendiri, lihat,” pria manis tersebut meminta Kibum memperhatikan gelang pemberiannya, tapi bukan itu maksud sebenarnya, tapi dia ingin Kibum melihat sebuah nama yang tertera di salah satu sisi gelang tersebut.)

“Aku tidak pernah melepaskan gelang ini sesuai permintaanmu,” Kibum telah membuka matanya sambil memperhatikan gelang hitam yang melingkar di tangan kirinya. Dia tersenyum kelu dengan tidak melepaskan tatapannya pada gelang tersebut, “Selamat ulang tahun Kim Kibum,” gumamnya pada diri sendiri. “Apa kau ingat?”

– isfa_id –

Black Dragon

Seorang pria dengan wajah manisnya sedang duduk dengan mata terpejam di sisi tempat tidurnya, sebuah senyuman tergambar di wajahnya membuat kadar kemanisannya bertambah. Sebuah suara tarikan nafas terdengar sesaat dia membuka matanya dan kemudian menghembuskan udara dari mulutnya meniup sebuah api kecil dari sebuah lilin berwarna merah di depannya, “Selamat ulang tahun,” ujarnya.

“Hyung… Donghae hyung… kau di dalam?”

Donghae, pria manis yang baru saja meletakkan lilin merah ke atas sebuah kotak kue segera berdiri dari duduknya saat seseorang memanggil namanya. Dimasukkannya kembali kue tart di mana lilin merah tadi terletak di atasnya ke dalam kotak dengan ukuran sedang dan kemudian langsung berlari menuju pintu kamarnya seraya berujar, “Iya… sebentar.”

‘Klek…’

Terdengar suara pintu yang memang Donghaelah yang melakukannya membuat seorang pria yang juga berwajah manis sepertinya yang sedang berdiri di depan kamarnya segera berbalik, di mana tadi pria tersebut berdiri membelakangi pintu sekarang sudah berdiri menghadap Donghae yang sudah berdiri di depan pintu tersebut.

“Maaf Henry, ayo cepat, kita sudah telat,” ucap Donghae segera menuruni tangga, karena memang kamarnya berada di lantai dua.

“Kau yang membuat kita telat Hyung,” sungut Henry dan langsung menyusul Donghae menuruni tangga dengan sedikit menghentakkan kakinya kesal karena sudah terlalu lama menunggu Donghae tadi.

“Sudahlah, ayo cepat,” Donghae tidak ingin berdebat dengan Henry, karena itu tidak akan pernah selesai bila sudah terjadi, jadi dia lebih memilih langsung berjalan keluar dari rumah dan menunggu Henry yang masih harus mengambil tasnya di ruang tengah.

“Kenapa Siwon hyung harus memintamu untuk mengantarku ke sekolah,” Henry kembali mengeluarkan suaranya saat sudah berdiri di samping Donghae dengan sedikit membanting pintu rumahnya.

“Kenapa? Kau tidak suka? Kau lebih suka dia yang mengantarkanmu ke sekolah?”

Henry terdiam mendengar semua ucapan Donghae, dia menunduk dengan rona merah yang menghiasi pipinya mengingat kata ‘dia’ yang baru saja Donghae ucapkan, ya… ‘dia’… Henry memang lebih suka bila dia yang mengantarnya ke sekolah, seperti biasanya.

“Aish, kenapa? Dia ke mana?” tanya Donghae dengan sedikit menyenggol tubuh Henry dengan sikunya.

“Dia pergi mencari pelaku pemukulan Kyuhyun tadi malam, Siwon hyung yang memerintahnya.”

“Oh…” Donghae hanya dapat ber‘oh’ ria mendengarkan penuturan Henry.

Sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti di depan mereka dan sedetik kemudian keluarlah seorang pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua dari Donghae yang merupakan supir Henry. Jadi kadang Donghae heran, mengapa Siwon selalu meminta seseorang untuk mengantar Henry ke manapun dia pergi padahal dia sudah memiliki supir pribadi. Tapi Donghae mengerti karena Siwon hanya ingin mencoba melindungi adiknya tersebut.

“Sebentar,” ucap Donghae saat Henry yang sudah berada di dalam mobil menarik tangannya.

“Apa Hyung? Aku sudah telat,” rengek Henry sambil menatap mata Donghae.

“Tunggu sebentar saja, aku segera kembali,” Donghae langsung berlari kembali memasuki rumah hingga hampir saja menabrak seorang pelayan yang bermaksud keluar dari rumah tersebut yang akhirnya membuat Donghae harus menunduk meminta maaf dan kemudian kembali berlari menuju lantai dua, ke kamarnya.

“Di mana?” ditelitinya satu persatu bagian di mana mungkin sesuatu yang dia cari berada, mulai dari tempat tidurnya, meja belajarnya, hingga akhirnya dia memasuki kamar mandi yang ada di kamarnya, tapi dia tidak menemukan apa yang dia cari. Dan sekarang dia sedang menunduk, mencoba memperhatikan bagian bawah tempat tidurnya, hingga dia melihat sebuah cahaya dari sebuah benda yang dia cari. Diulurkannya sebelah tangannya untuk menggapai benda tersebut dan kini benda tersebut sudah berada di tangannya.

“Hah,” dia menarik nafas lega. Segera dibukanya pengait kecil yang menyambungkan kedua bagian ujung benda tersebut dan kemudian melingkarkannya di lehernya. Ya… benda itu adalah kalung yang memang selalu dia pakai di manapun dan kapanpun, hanya saja tadi saat ingin mandi dia melepaskannya dan mungkin secara tidak sengaja benda tersebut jatuh hingga bisa berada di bawah tempat tidurnya.

Tapi sebenarnya bukanlah kalungnya yang penting, tapi sebuah benda yang menjadi liontin kalung tersebut. Sebuah cincin yang sekarang dia genggam, “Aku tidak akan pernah melupakanmu,” ucapnya dengan mata terpejam.

“HYUNG!!!”

“IYA!!!” teriak Donghae seraya berlari saat mendengar Henry berteriak memanggilnya.

“Heh? Mereka ke mana?”

Donghae bingung, bukankah tadi Henry berteriak memanggilnya, tetapi kenapa anak itu sudah tidak ada, bahkan mobil dan supir pribadinya juga menghilang, apa mereka langsung pergi karena terlalu lama menunggunya? Tapi Siwon akan memarahinya bila mengetahui hal ini. Segera Donghae merogoh kantong celananya dan mengeluarkan handphonenya.

.

.

Donghae berdiri diam saat melihat empat orang keluar dari mobil mewah berwarna hitam di depannya. Seorang pria yang bertubuh gemuk yang merupakan orang yang mengemudikan mobil tersebut, satu orang yang memiliki badan yang cukup besar meski tak sebesar pria yang pertama tengah mengenakan baju serba hitam, seorang pria yang manis dengan pakaian serba putih yang menggandeng tangan pria berpakaian serba hitam di sebelahnya, dan juga seorang pria tinggi yang merupakan pimpinan mereka, ya… bisa dibilang begitu.

“Hyung,” Donghae langsung berlari memeluk pria manis yang berpakaian serba putih, karena memang dia sangat dekat dengan pria tersebut.

“Di mana Henry?”

Errr… Donghae langsung memeluk tangan pria berpakaian serba putih yang tadi di peluknya, “Itu… tadi… aku hanya mencari sesuatu sebentar di kamar, tapi saat aku keluar dia sudah tidak ada,” jawab Donghae dan kemudian bersembunyi di belakang tubuh pria manis tersebut. “Leeteuk hyung…” rengek Donghae memanggil nama pria tersebut, meminta perlindungan.

Tadi Donghae berniat menghubungi Henry saat dia mengeluarkan handphonenya, tapi ternyata handphonenya tidak aktif hingga akhirnya dia menghubungi yang lain, karena dia sedikit khawatir atas keberadaan Henry.

“Kangin, ikut aku!” perintah pria tinggi pada pria yang berpakaian serba hitam, “Dan kalian berdua, temani dia,” lanjutnya dan langsung memasuki mobil bersama Kangin.

“Huwa, aku lapar,” seorang pria yang berbadan gemuk memecah keheningan setelah dua orang pria tersebut pergi yang membuat Donghae dan Leeteuk langsung menoleh ke arahnya. Pria gemuk tersebut tidak perduli dengan tatapan dua pria di depannya ini dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah.

“Ya! Shindong, apa yang bisa kau lakukan hanya makan?” geram Leeteuk dan langsung menyusul Shindong ke dalam, sementara Donghae masih sibuk memperhatikan mobil hitam yang baru saja menghilang di salah satu tikungan.

.

.

“Tuan Ahn, bisa Anda tinggalkan kami berdua sebentar?”

Seorang pria berusia sekitar tiga puluh enam tahunan keluar dari mobil mewah berwarna silver, meninggalkan dua orang yang berada di jok belakang.

“Kau mau ke mana?”

“Aku mau turun, aku sudah telat,” jawab Henry saat sebuah tangan menghentikan niatnya untuk keluar dari mobil.

‘Greb…’

Henry tersenyum saat tubuhnya kini berada dalam pelukkan pria yang ada bersamanya. “Zhoumi,” panggilnya pelan.

“Aku tidak suka melihatmu bersama pria lain,” ucap pria yang bernama Zhoumi tersebut dengan tetap memeluk tubuh Henry.

“Kau cemburu? Aku hanya bersama Donghae hyung.”

“Bersama Siwon sekalipun aku tetap saja cemburu.”

Zhoumi perlahan menarik diri, sedikit membuat celah antara tubuh mereka berdua. Ditatapnya wajah Henry dan kemudian menanamkan sebuah kecupan di pipi sebelah kirinya, “Aku mencintaimu.”

“A… aku sudah telat,” ucap Henry sedikit tergagap dan langsung keluar dari mobil untuk segera memasuki sekolahnya. Tapi baru saja dia keluar, langkahnya terhenti saat melihat seorang pria tinggi di hadapannya, “Hyung.”

“Siwon?” Zhoumi yang juga sudah keluar dari mobil tersebut ikut menatap pria yang ada di depan mereka sekarang.

Siwon menatap Zhoumi sekilas dan kemudian beralih menatap Henry, dan Henry langsung berjalan memasuki sekolahnya karena dia mengerti dengan maksud dari tatapan hyungnya tersebut.

Kini tatapan Siwon beralih pada Kangin yang ada di sebelahnya meminta agar Kangin meninggalkannya berdua saja bersama Zhoumi yang langsung Kangin turuti. Dan kembali sekarang tatapannya beralih pada Zhoumi yang masih berdiri diam di depannya.

– isfa_id –

“Hyung, bukankah itu yang tadi malam?”

Sungmin menatap ke sebuah arah yang ditunjuk oleh Ryeowook, mereka sedang berada di sebuah super market sekarang untuk belanja kebutuhan mereka dan mereka melihat seorang pria yang merupakan pria yang mereka temui di pub tadi malam.

“Kau benar Wookie,” ucap Sungmin dan kemudian langsung berjalan mendekati pria tersebut yang diikuti oleh Ryeowook di belakangnya.

“Hei.”

“Oh… iya… kalian…” ucap pria itu sedikit terkejut saat melihat Ryeowook dan Sungmin di depannya, “Terima kasih untuk tadi malam,” lanjutnya karena tadi malam dia tidak sempat mengucapkan itu kepada mereka.

“Oh… tidak masalah,” jawab Sungmin seraya membenarkan posisi kerah kemejanya hingga akhirnya sebuah jitakkan dia dapatkan dari Ryeowook.

“Bukan kamu yang melakukannya Hyung,” sungut Ryeowook. “Eum… siapa namamu?” tanyanya kemudian pada pria manis di hadapannya sekarang.

“Hyukjae.”

T.B.C

Sebenarnya FF ini ingin dibuat Oneshoot, tapi ternyata sepertinya sedikit panjang, karena bagian ini saja baru perkenalan tokohnya, anggap saja seperti itu. Dan juga, sebenarnya ingin membuat FF ini untuk ulang tahunnya sang Ikan yang paling manis sejagat raya *lirik Donghae* karena sesungguhnya ide untuk membuat FF ini sudah ada dari pertama kali melihat MV Block-B beberapa bulan yang lalu, tapi baru bisa menjadikannya sebuah kalimat yang terangkai dalam sebuah FF sekarang. Jadi ceritanya dimulai saat ulang tahun sang pangeran es dan berakhir saat ulang tahun sang ikan manis, tapi melihat keadaannya, bahkan sekarang sudah tanggal 14 Oktober, jadi sepertinya ini tidak mungkin.

Playlist:
– A-Jax – One 4 U
– B.A.P – No Mercy
– B.A.P – Power
– B.A.P – Warrior
– Block-B – Nanrina (karena idenya dari MV ini)
– Nu’est – Face

Enam lagu yang diputar berkali-kali saat membuat FF ini, padahal biasanya mendengarkan lagu Rain, Super Junior dan FT Island saat membuat FF, karena kebetulan tiga itu adalah idola saya, kkk~ *banyak? ya, begitulah.*

Eum… dan untuk ‘I’m a Ghost’ saya meminta maaf karena belum bisa melanjutkannya, entah mengapa terasa sedikit sulit melanjutkan FF itu, maaf.

Advertisements

22 thoughts on “Black Dragon vs Red Tiger

  1. like it ^^ ah, gambar posternya~ hae cantik-polos-cute banget tuh kekekekekekekke pas di tengah2, berwarna, di antara kibum dan siwon lagi *eh kok malah bahas posternya -,-*

    wah berarti yang kibum pukul itu kyuhyun yah??? terus yang kyuhyun ganggu itu eunhyuk???? =,=”
    wahhh kihae nya~ bakalan angst nih ya????
    anyway update-nya jangan lama2 ya… *eh?* kekekekekekekekeke 😀

      1. uhm,,,, admin…. yang part 2 passwordnya apa?? alamat emailku masih ada gak?? *males cantumin, eh?*
        ya ya ya admin…kirim asap asap 😀

        okelah kalo dah ilang alamatnya kekekeke kawaii_jj@yahoo.com
        ditunggu… 🙂

  2. Kyaaa Castnya lengkap 13 + 2 it’s Perfect heee,baca berusaha Focus,apalagi past partnya KiHae,Main Castnya tetep KiHae kan?.Chara sama Pairnya masih blm eksplisit,truss KiHae knp terpisah?..penasaraaannn

  3. Eonniiieeee…. aku sukaaaa… aku sukaaaa… Bummie manly bgtttt…!!! 😀 tp kenapa perasaaan malah kaya Henry itu penting bgt..??!! Mian, bacanya buru-buruuuuu… u,u #kan katany suruh nyari inspirasi… XD wkwkwk…

  4. aahh awal aku sempat bingung, banyak deskripsinya, aku ga ngerti bagian mananya /ea lah, kebangun terus pegang hape di tengah malam :3 nyawa belum kumpul

    jadi ini ad 2 kelompok gt ya, hae di BD, kibum di RT, jd meu teu kenapa meraka ga sejalan begini ;;w;; itu mereka sempat menjalin hubungan kan ya, terus sekrang pisah gt ya,,, ish

  5. saat pertama kali baca judulny… dalam pikiranku FF ini bergenre fantasy atau supernatural.. tapi hanya sekedar nama geng toh… hehe.. 🙂
    tapi ceritanya bagus..
    maaf baru komen.. pulsa modem lagi nggak ada.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s