Posted in KiHae Couple, Super Junior

Our Little Angel [Little Kihae] – 22


Tittle : Our Little Angel

Pairing : KiHae

Chap 22 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Bukan di sana, di bawah lagi, bukan di sana.”

‘PLAK!’

“Tadi kamu bilang di bawah lagi.”

“Tapi bukan di sana.”

Donghae yang sedang kesal sekarang langsung membalik tubuhnya membelakangi Kibum. Bagaimana mungkin dia tidak kesal bila Kibum ternyata tidak menuruti keinginannya, di mana dia meminta sang suami untuk membelai perutnya, tapi Kibum malah membelai sesuatu yang lain yang mungkin tidak perlu saya jelaskan di sini.

“Sudah, tidurlah, ini sudah malam,” ucap Kibum yang kini langsung kembali membelai perut sang ‘istri’ tercinta yang masih setia memunggunginya.

Keheningan tercipta antara mereka berdua dengan Kibum yang semakin merapatkan tubuh mereka dengan tetap membelai perut Donghae. Karena itulah tugas baru Kibum sejak beberapa hari yang lalu, yaitu membelai perut Donghae setiap ‘istri’nya tersebut ingin tidur.

Semakin lama semakin tak ada suara yang terdengar dari keduanya, terlebih sekarang Kibum sudah memejamkan kedua matanya untuk tidur mengingat sekarang sudah lewat dari tengah malam, lebih tepatnya sudah jam dua pagi, dan berarti hanya tinggal beberapa jam saja dia sudah harus memulai aktifitasnya lagi sebagai seorang entertainer.

Terus, terus dan terus tak ada apapun yang terjadi hingga tiba-tiba suara Donghae menggema, membuat Kibum mau tak mau harus kembali membuka matanya, meskipun dia baru saja akan tertidur.

“Bummie, kamu tahu, tadi Wonhyuk menangis, dan Eunhyuk tidak bisa mendiamkannya, lalu aku menggendong Wonhyuk dan dia langsung diam, sepertinya Wonhyuk lebih menyukaiku daripada Eunhyuk,” ucap Donghae panjang lebar dengan gaya bicara yang sedikit membanggakan dirinya sendiri, “Pasti karena aku manis,” lanjutnya bangga dengan sedikit membalik tubuhnya untuk menatap wajah Kibum yang kini memberikan sebuah senyuman kecil padanya. “Aku manis kan?”

“Ne,” jawab Kibum singkat, karena memang itulah kenyataannya, Donghae adalah namja termanis bagi seorang Kim Kibum. “Tidurlah,” lanjutnya seraya menarik kepala Donghae untuk menyandar di dadanya dan Donghae menurut dengan tangannya yang sekarang melingkar di pinggang Kibum.

“Bummie.”

“Hm,” gumam Kibum yang mengerti dengan panggilan Donghae dan langsung kembali membelai perut ‘istri’nya tersebut.

Donghae tersenyum dengan sedikit melirik tangan Kibum yang berada di atas perutnya. Jemarinyapun bermain-main di atas perutnya sendiri hingga kini jemarinya itu menyentuh jemari-jemari Kibum dan memainkannya.

Donghae terus memain-mainkan jemarinya dan kini jemarinya tersebut sudah berpindah pada pipi chubby Kibum, dan yang dilakukannya kini adalah menekan-nekan pipi Kibum yang sama sekali tidak membuat Kibum merasa terganggu.

Dan hingga sekarang, setelah lima belas menit berlalu, Donghae tidak berhenti menekan-nekan pipi suaminya itu, karena dia sama sekali belum bisa tidur, tetapi sepertinya dia mulai bosan, dia ingin Kibum menemaninya, maksudnya Kibum tidak boleh tidur sekarang.

“Bummie, Bummie,” Donghae kembali memanggil Kibum dan kini sambil mengguncang-guncang tubuh Kibum karena dia ingin Kibum segera bangun walaupun sebenarnya Kibum sama sekali belum tidur.

“Waeyo?” tanya Kibum sedikit malas dengan mata yang masih sedikit terpejam.

Donghae yang melihat itu hanya merengut kesal.

“Waeyo?” ulang Kibum dan sekarang langsung merubah sedikit posisi tidurnya menghadap Donghae dan itu berhasil membuat Donghae tersenyum, errr… bukankah Donghae sangat aneh? Tapi dia hanya ingin diperhatikan, tidak salah kan?

“Kau tahu tidak? Tadi Sungmin hyung membuatkan puding untukku, hanya untukku Bummie, dan rasanya sangat enak,” Donghae mulai bercerita, menceritakan apa yang terjadi tadi di kediaman WonHyuk.

“Aku tahu, tadi kamu sudah menceritakannya,” jawab Kibum, karena memang Donghae sudah menceritakan itu padanya tadi, bahkan sekarang sudah lebih dari lima kali dia mengatakannya.

“Ne,” jawab Donghae lemah, karena sepertinya Kibum sudah mulai lelah mendengar ceritanya. Tapi… “Tadi Kyuhyun juga…”

“Memberikanmu sebuah gantungan kunci nemo,” potong Kibum, karena sungguh, dia sudah sangat hapal akan cerita Donghae hari ini.

“Kau menyebalkan, aku hanya ingin cerita,” Donghae merengek dengan memasang wajah cemberutnya.

“Tapi kamu sudah menceritakan semuanya tadi,” ucap Kibum lembut, “Sekarang tidurlah,” lanjutnya dengan sebuah belaian yang dia berikan pada rambut Donghae dan juga kecupan pada pucuk kepalanyanya, “Anak appa juga harus tidur,” ucapnya lagi seraya membelai perut Donghae, “Jangan nakal, dan biarkan appa juga tidur, eoh?”

“Aku tidak mau tidur Bummie, aku belum mengantuk, dan aku masih mau cerita,” kembali Donghae merengek, karena memang dia sama sekali belum merasa mengantuk, dan bila dia harus terjaga sendirian dia tidak mau, dia ingin Kibum menemaninya, mendengarkan semua ceritanya hingga nanti dia merasa mengantuk, meski tidak tahu kapan.

“Hah…” Kibum menarik nafas dalam, kesabarannya sepertinya sudah mulai mengikis, sekarang sudah pagi, dan dia pasti benar-benar tidak akan bisa tidur, karena akan percuma, dia harus melakukan aktifitas syutingnya sebentar lagi, beberapa jam lagi.

Kibum bergerak, mengangkat tubuhnya, merubah posisinya, karena kini dia sudah memenjarakan tubuh Donghae di bawahnya, dengan kata lain, dia sudah menindih Donghae. “Kau benar-benar belum mau tidur?” tanyanya yang dijawab Donghae dengan sebuah anggukkan, “Kalau begitu kita bermain saja.”

“Ye?” ucap Donghae terkejut.

Kibum tidak terlalu memperdulikan keterkejutan Donghae, yang dia lakukan sekarang adalah mensejajarkan wajahnya dengan perut Donghae. Dibelainya dengan lembut perut Donghae, menyalurkan rasa cinta pada sebuah nyawa yang ada di sana, “Anak appa tidur saja, jangan lihat apa yang appa dan eomma lakukan eoh?” ucapnya dan memberikan sebuah kecupan di sana, dan dalam hitungan beberapa detik saja, langsung terdengar suara lenguhan kenikmatan dari bibir Donghae.

.

.

Kibum menarik selimut guna menutupi tubuh Donghae yang tengah tertidur sekarang, kelelahan sepertinya membuat Donghae mengantuk. Kibum tersenyum kecil dan memberikan sebuah kecupan di pipi Donghae yang masih terlihat memerah, karena aktifitas mereka memang baru berakhir beberapa menit yang lalu.

Mata Kibum tertuju pada jam handphonenya yang berada di meja kecil di dekat tempat tidur mereka, sudah jam lima pagi, dan dia sudah harus bersiap untuk menjalankan aktifitas keartisannya lagi, hingga kini dia langsung mengenakan kembali celananya dan bergegas menyiapkan apa saja yang harus dia bawa ke lokasi syuting.

.

.

Tiga puluh menit berlalu, dan Kibum telah menyelesaikan semuanya. Dan sekarang, tugasnya adalah membangunkan sang malaikat kecilnya, karena memang hari ini Kihae mulai kembali bersekolah.

Kibum melangkahkan kakinya menuju kamar sang malaikat kecil, dan terlihat di matanya Kihae yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya dengan berbalut selimut tebalnya.

“Hei, ayo bangun,” Kibum menepuk-nepuk pantat Kihae dari luar selimut untuk membangunkannya.

Kihae yang merasakan tepukkan tersebut membuka matanya dengan sedikit mengerjap-ngerjapkannya, hingga wajah Kibum tergambar jelas di matanya. Dia bangkit dari tidurnya, keluar dari selimut tebalnya, merangkak naik ke atas pangkuan Kibum dan kemudian memeluk leher sang appa.

“Oh… anak appa masih mengantuk eoh?” tanya Kibum dan Kihae hanya memberikan jawaban sebuah anggukkan kecil yang Kibum rasakan di pundaknya. Kibum tersenyum seraya menepuk-nepuk punggung malaikat kecilnya itu dan kemudian segera mengangkat tubuh Kihae ke kamar mandi.

Kibum meletakkan tubuh Kihae ke dalam bathup berisikan air hangat setelah membuka semua pakaian yang dikenakan Kihae. Mata Kihae masih terpejam meskipun kini tubuhnya telah terendam dengan air hangat dan juga usapan-usapan dari tangan sang appa.

“Hei, ayo bangun,” Kibum mengguncang-guncang tubuh Kihae hingga akhirnya mata Kihae terbuka, “Jangan tidur lagi, kan Kihae mau sekolah?”

“Ne…” jawab Kihae singkat dan Kibum segera melanjutkan acara mandi bersama dengan sang malaikat kecilnya.

.

.

Kihae berlari keluar dari kamarnya setelah selesai memakai seragam sekolahnya, “Appa…”

“Sudah selesai?”

Kihae mengangguk menjawab pertanyaan Kibum dan langsung naik ke kursi, menunggu Kibum menyiapkan sarapan untuk mereka. Tapi kemudian dia langsung kembali melompat turun, “Appa, Kihae mau bangunin eomma.”

“Tidak usah,” Kibum segera mengangkat tubuh Kihae untuk kembali naik ke kursinya, “Eomma baru saja tidur, jangan diganggu eoh?”

Kihae diam menuruti perintah Kibum meski dengan mulut yang sangat sangat maju membuat Kibum tertawa kecil.

.

.

Acara sarapan merekapun selesai, dan sekarang Kihae tengah berjalan ke ruang tengah untuk mengambil tasnya.

“Ayo,” ucap Kibum setelah dia menghampiri Kihae.

“Ne Appa, tapi, Kihae boleh pamit sama eomma?” tanya Kihae sebagai permintaan izin.

“Ne,” jawab Kibum dan segera menggandeng tangan Kihae untuk memasuki kamarnya.

Kihae segera melompat naik ke atas tempat tidur orang tuannya menghampiri Donghae, sang eomma yang masih tertidur, “Eomma, Kihae mau sekolah,” ucapnya yang tentu saja tidak mendapatkan jawaban apapun dari Donghae, “Mmuuaaacchhh,” Kihae mencium pipi Donghae seraya membisikkan sesuatu yang akhirnya membuat Kibum memandang sebuah angka yang tertera di layar ponselnya.

– isfa_id –

Kibum tersenyum seraya berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Kihae yang kini tengah berdiri menatapnya juga dengan senyum yang sama manisnya. “Kihae senang?” tanyanya yang mendapatkan anggukkan dari sang malaikat kecil.

“Ne Appa, Kihae bisa ketemu Dongwook sama Kangwoo,” jawabnya penuh dengan keceriaan.

Kibum mengusap wajah Kihae dengan sangat lembut, “Nanti duduknya di depan saja eoh? Biar Kihae bisa lihat apa yang seonsaengnim tulis,” ucapnya dan kembali Kihae memberikan jawaban berupa anggukkan pada sang appa.

Entah mengapa setelah beberapa menit Kibum sama sekali belum beranjak dari posisinya, berjongkok di depan Kihae yang masih berada di depan gerbang sekolahnya. Mungkin masih terselip sedikit rasa kekhawatiran dalam benak Kibum mengingat ini hari pertama Kihae sekolah, dan dengan kata lain, ini hari pertama Kihae berada di luar pengawasan Kibum maupun Donghae setelah kepulangannya dari rumah sakit.

“Appa…”

“Hm?”

“Mmuuuaacchhh.”

Kibum kembali tersenyum setelah mendapatkan sebuah kecupan di pipi kanannya dan kembali juga dia mengusap wajah Kihae dengan sangat lembut, “Nanti Kihae di jemput Kyu samchon eoh? Appa harus kerja.”

“Ne Appa…”

“Ini,” Kibum memberikan sebuah benda tipis berbentuk kotak, sebuah kartu yang tadi sempat dia rogoh dari saku kemejanya, “Kihae mau beli sesuatu kan? Nanti berikan ini pada Kyu samchon, Kihae tinggal bilang ke Kyu samchon Kihae mau beli apa.”

“Ne,” kembali Kihae memberikan jawaban yang sama untuk apa yang Kibum katakan padanya. Dia meraih kartu yang Kibum berikan padanya yang adalah merupakan kartu kredit sang appa dan segera menyimpannya ke dalam kantong kecil yang berada di tasnya.

“Kihae…”

Kibum dan Kihae bersamaan menolehkan pandangan mereka saat sebuah suara yeoja kecil menggema di telinga mereka, hingga terlihatlah sosok Eunwon yang tengah berlari mendekati mereka berdua. Mereka juga dapat melihat supir Eunwon yang menunduk hormat kepada mereka, sepertinya Siwon dan Eunhyuk sedang sibuk hingga Eunwon harus diantar oleh supirnya.

“Annyeonghaseyo Samchon,” sapa Eunwon ramah pada Kibum, seperti biasa.

“Annyeonghaseyo Eunwon,” balas Kibum dengan senyuman dan kemudian langsung memerintahkan dua bocah tersebut untuk segera memasuki sekolah mereka.

– isfa_id –

Donghae tengah tersenyum sambil terus mengusap perutnya sendiri. Dia baru saja terbangun dari tidurnya dan kini dia masih duduk di tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya, sementara tubuh atasnya terekspos sempurna. Terus diusapnya perut buncitnya meski belum terlalu kentara itu dengan sangat lembut, “Anak eomma sedang apa?” bisiknya dan kembali tersenyum.

“Eomma haus,” lanjutnya dan kemudian segera mengenakan celananya yang berada di ujung tempat tidurnya. Dia segera berjalan menuju dapur dan menenggak sebotol air mineral. “Kita main berdua saja eoh?” dia kembali berucap, mengajak sang jabang bayi berbicara.

.

.

“Kihae~”

Dua orang namja kecil berlari mendekati Kihae yang baru saja melangkahkan kaki untuk memasuki kelasnya bersama Eunwon.

‘Greb.’

Mata Kihae langsung terbelalak saat dia mendapatkan pelukkan dari dua namja kecil tersebut.

“Kami merindukanmu.” Ucap dua namja kecil itu bersamaan.

“Uhuk, uhuk, Dongwook, Kangwoo, Kihae tidak bisa nafas.”

“Oh… eh…” Dongwook dan Kangwoo langsung melepaskan tubuh Kihae dan kemudian berdiri dengan sebuah cengiran, “Mianhae,” ucap mereka lembut tetap dengan cengiran yang masih setia berada di wajah mereka.

“Ne,” jawab Kihae singkat seraya sedikit merapikan seragamnya.

“Kihae sudah sehat kan?” Kangwoo memberikan pertanyaan yang mendapatkan anggukkan pasti dari Kihae, bahkan sekarang Kihae memberikan senyuman lebarnya, menandakan bahwa dia benar-benar sudah tidak apa-apa.

“Kalau begitu ayo kita main!” Dongwook langsung menarik Kihae ke mejanya dan segera mengeluarkan beberapa mainan dari tasnya, hingga kini empat bocah itu segera bermain bersama teman-teman sekelas mereka yang lain.

.

.

Kibum tersenyum ramah dengan beberapa kali menundukkan kepalanya kepada beberapa kru yang sedang menyiapkan semua peralatan syuting mereka. Kibum baru saja menginjakkan kakinya di lokasi syuting tersebut dan segera menemui sang sutradara untuk membicarakan adegan apa saja yang akan mereka lakukan sekarang.

Diskusi terus mereka lakukan bersama beberapa artis yang lain, hingga akhirnya sang sutrada mengatakan sudah waktunya untuk mereka melakukan pengambilan gambar dan semua kru dan juga artisnya langsung bersiap-siap untuk itu.

– isfa_id –

Kihae, namja kecil itu berdiri sendiri di depan gerbang sekolahnya. Ini memang sudah waktunya dia pulang sekolah, dan teman-temannya yang lain sudah pulang dengan dijemput oleh orang tua masing-masing, begitu juga Eunwon, Kangwoo dan Dongwook yang pulang bersama menggunakan mobil Eunwon.

Hingga akhirnya sebuah senyuman terlukis di wajah Kihae saat melihat sebuah mobil berhenti di depannya terlebih saat seseorang keluar dari mobil tersebut, “Kyu samchon~”

.

.

Kyuhyun menyimpan sebuah kartu yang baru saja Kihae berikan padanya, yang kita tahu itu adalah kartu kredit Kibum yang tadi memang sempat Kibum berikan pada malaikat kecilnya itu. Sementara Kihae hanya diam duduk di sebelah Kyuhyun, di bangku penumpang, memperhatikan jalan dari dalam mobil dengan sebuah senyuman yang terus terkembang di wajahnya.

.

.

“Hah…” Kyuhyun menarik nafas berkali-kali dengan posisi tubuh menunduk dengan kedua telapak tangan yang bertumpu pada kedua lututnya.

“Kyu samchon cepat!”

“Hah…” Kyuhyun kembali menarik nafas saat tiba-tiba Kihae menarik tangannya.

Kyuhyun hanya dapat terus mengikuti langkah Kihae yang sepertinya benar-benar tidak terlihat lelah sedikitpun, padahal sudah satu jam mereka berkeliling di mall ini dengan Kihae yang berlari ke sana kemari hingga harus membuat Kyuhyun berlari untuk mengejarnya, yang akhirnya membuat Kyuhyun harus kehilangan nafasnya (?).

“Huh…” akhirnya Kyuhyun menarik nafas lega saat Kihae tiba-tiba berhenti, sepertinya setan kecil ini sudah lelah, paling tidak itulah yang ada di pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan perlahan mendekati Kihae yang sekarang tengah berdiri di depan sebuah etalase yang menampakkan beberapa bola kristal dengan berbagai warna yang memang terlihat sangat cantik.

“Kihae mau itu,” ucap Kihae pelan dan kemudian langsung berlari kembali memasuki stan penjualan bola kristal tersebut.

Kihae terus mendongakkan kepalanya menatap yang mana yang dia inginkan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli sebuah bola kristal putih dengan dua ekor lumba-lumba kecil di dalamnya yang terlihat tengah berenang ke sana kemari dengan riak-riak air yang tampak membuat sebuah gelombang, “Bagus, eomma pasti suka,” ucapnya saat bola kristal tersebut sudah berada di depan matanya.

“Ikan,” Kyuhyun berucap singkat.

“Bagus kan Samchon?”

“Ne, ikannya mirip eommamu,” jawab Kyuhyun sekenanya.

“Ini juga bisa untuk merekam suara kita, akan sangat bagus bila dijadikan hadiah,” ucap seorang pelayan wanita yang memang tengah melayani mereka. “Hanya tinggal tekan tombol ini dan suara kita akan tersimpan,” lanjutnya lagi yang membuat mata Kihae semakin berkaca-kaca bahagia.

– isfa_id –

Kibum menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan apartement yang merupakan dorm Super Junior. Dia melirik sekilas jam tangannya dan ternyata sekarang sudah jam delapan malam. Dia turun dan segera memasuki gedung tersebut dan langsung menuju dorm Super Junior guna menjemput Kihae yang berada di sana.

Kibum memang meminta Kyuhyun untuk mengajak Kihae ke dorm, bukan mengantarnya pulang, karena memang dia ingin pulang bersama Kihae guna memberikan sedikit kejutan pada Donghae.

“Appa…” Kihae langsung berteriak saat Kibum masuk ke dalam dorm dan segera melompat ke dalam gendongan sang appa. “Ayo Appa kita pulang, Kihae mau kasih hadiahnya ke Eomma,” ucap Kihae semangat dengan menggerak-gerakkan badannya membuat Kibum akhirnya segera berpamitan pada semua member yang ada di sana dan juga tidak lupa mengucapkan terima kasih karena sudah menjaga malaikat kecilnya terlebih kepada Kyuhyun yang terlihat paling menderita di antara yang lain.

.

.

Kihae bergegas berlari memasuki rumahnya saat Kibum sudah membuka pintu apartement mereka.

“Eomma~” dia berteriak memanggil Donghae dan segera berlari menemui sang eomma yang ternyata sedang berada di ruang tengah dengan memperhatikan tayangan televisi.

“Anak eomma sudah pulang, kenapa tadi tidak langsung pulang, eomma tidak punya teman,” ucap Donghae dengan sedikit merengek pada malaikat kecilnya itu.

“Kihae tadi main sama samchon dan imo, Eomma, jangan sedih,” Kihae mengusap-usap wajah sang eomma yang membuat Donghae langsung tersenyum.

Sebuah tangan melingkar di leher Donghae, memeluk tubuhnya dari belakang, dan Donghae tahu siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan sang suami, Kibum.

“Selamat ulang tahun,” bisik Kibum tepat di telinga kanan Donghae dan menyerahkan seikat mawar pada ‘istri’ tercintanya itu.

Donghae menerima bunga tersebut dengan senyuman yang sangat indah.

“Eomma,” Kihae kembali memanggil Donghae setelah Kibum melepaskan pelukkannya dan kini sudah duduk di sampingnya.

“Hm?” ucap Donghae.

“Kihae juga punya hadiah untuk Eomma,” jawab Kihae dan langsung memberikan sebuah kotak berwarna biru yang membungkus hadiahnya tersebut. “Ini,” ucapnya penuh dengan keceriaan.

Donghae membuka kotak tersebut, hingga terlihatlah sebuah bola kristal di mana dua ekor lumba-lumba terlihat tengah berenang di tengah riak ombak. Mata Donghae berkaca-kaca menandakan sebuah kebahagiaan yang sangat besar. Dia benar-benar tidak menyangka malaikat kecilnya akan memberikan hadiah padanya.

“Eomma suka?” tanya Kihae membuat Donghae mengangguk senang.

“Ini apa?” tanya Donghae memperhatikan sebuah tombol kecil di bagian bawah penyangga bola kristal tersebut dan kemudian segera menekannya hingga terdengarlah sebuah alunan musik yang sangat merdu. Tapi tiba-tiba mata Donghae semakin berkaca-kaca saat sebuah suara mengalun di antara alunan musik tersebut.

“Eomma… saengil chukae hamnida. Ini hadiah Kihae untuk Eomma…”

Suara itu menghilang dan kembali terganti dengan alunan musik, tapi kini suara itu kembali terdengar dengan sebuah alunan lagu yang dia dendangkan.

Saranghaeyo i hanmadi cham joheun mal
Uri shikku jago namyeon jugo banneun mal
Saranghaeyo i hanmadi cham joheun mal
Eomma Appa ilteo gal ttae jugo banneun mal

I mari johaseo onjongil shini najiyo
I mari johaseo onjongil immat najiyo
I mari johaseo onjongil gaseumi kongdak kongdak indeyo

Saranghaeyo i hanmadi cham joheun mal
Naneun naneun i hanmadiga jeongmal johayo
Sarang… saranghaeyo…

Sebuah aliran air mata keluar dari kedua mata Donghae mendengarkan lagu yang Kihae nyanyikan.

“Eomma… saranghaeyo.”

Kata terakhir yang Kihae ucapkan bersamaan dengan berhentinya alunan musik dari bola kristal tersebut.

“Eomma kenapa menangis?” tanya Kihae seraya mengusap air mata yang mengalir di pipi Donghae.

“Terima kasih Jagi-ya, eomma sangat senang,” jawab Donghae dan langsung menanamkan sebuah kecupan yang cukup lama di bibir mungil Kihae dan kemudian memeluknya dengan sangat erat.

.

.

Kibum tengah memeluk Donghae yang kini tengah merengut duduk membelakanginya, “Hei.”

Donghae sama sekali tidak bergeming dari posisi duduknya, dia terlihat sangat kesal.

“Hei,” Kibum kembali mencoba memanggil Donghae tapi Donghae masih tetap tidak memberikan tanggapan apapun.

“Kamu lupa kan?” sebuah pertanyaan kini keluar dari mulut Donghae.

“Mana mungkin aku lupa ulang tahunmu,” jawab Kibum berkilah, karena sejujurnya dia memang lupa bila saja tapi pagi dia tidak mendengar Kihae membisikkan ucapan selamat ulang tahun pada Donghae.

“Kamu bohong, kalau kamu ingat pasti kamu sudah mengucapkannya kemarin malam,” ucap Donghae tetap dengan wajah yang merengut.

“Sungmin hyung saja ingat, dia bahkan membuatkan puding spesial untukku,” lanjut Donghae yang membuat Kibum tahu alasan mengapa Sungmin membuatkan puding hanya untuk Donghae menurut cerita Donghae kemarin malam. “Bahkan Kyuhyunpun memberikan hadiah gantungan kunci nemo padaku.”

“Ye? Jadi itu hadiah ulang tahunmu?” tanya Kibum dan Donghae mengangguk, “Dasar setan pelit,” rutuk Kibum, mana bisa Kyuhyun hanya memberikan sebuah gantungan kunci sebagai hadiah ulang tahun untuk Donghae.

“Biar saja, dia lebih baik daripada kamu yang melupakan ulang tahunku,” ucap Donghae bertambah kesal.

“Aku benar-benar tidak lupa, hanya saja kemarin malam kamu sangat berisik, dan aku tidak mempunyai kesempatan untuk mengucapkannya,” Kibum tetap berkilah.

“Bohong, kamu bahkan tidak mengucapkannya saat kita selesai melakukan ‘itu’, aku kan sudah tidak berisik,” ucap Donghae dengan sebuah mimik wajah yang sangat imut saat mengatakannya membuat Kibum akhirnya tersenyum dan semakin memeluk Donghae dengan sangat erat.

“Aku tahu, aku minta maaf, lain kali aku tidak akan lupa,” Kibum akhirnya mengaku bila dia melupakan ulang tahun sang ‘istri’.

“Hm.” Jawab Donghae singkat, meskipun dia kesal dengan lupanya Kibum pada ulang tahunnya, tapi dia tetap saja bahagia karena Kibum tetap memberikan ucapan itu dengan seikat bunga mawar yang sangat indah, itu tidak apa-apa meskipun terlambat. Apalagi dia juga mendapatkan hadiah yang sangat indah dari Kihae, itu sudah benar-benar membuatnya bahagia.

“Kalian belum mau tidur?” tanya Kibum pada Donghae sambil membelai perutnya yang membuat Donghae mengerti maksud dari kata ‘kalian’ yang Kibum ucapkan, itu adalah dia dan anak yang sedang berada dalam kandungannya.

“Kami mau tidur,” jawab Donghae dan langsung membaringkan tubuhnya.

“Eomma… Appa…”

Kibum dan Donghae langsung menolehkan pandangan mereka ke arah pintu dengan tubuh Donghae yang kembali duduk, dan mereka melihat Kihae yang berdiri di sana.

“Kihae mau tidur sama Eomma dan Appa.”

Kibum langsung turun dari tempat tidurnya dan segera menghampiri Kihae, menggendong tubuh malaikat kecilnya itu dan kembali berbaring dengan Kihae yang dia baringkan di tengah-tengah dirinya dan Donghae.

Kita tinggalkan tiga orang yang tengah menyalurkan kasih sayang satu sama lain itu, karena kini, di waktu yang sama meski berada di tempat yang berbeda, tengah ada seorang namja paruh bayah yang tengah duduk di sofa hitam di depan sebuah televisi yang menyala ditemani oleh seorang yeoja yang berusia sekitar tiga tahun lebih muda darinya tengah memeluknya dan menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.

“Yeobo, lihatlah, itu dramamu,” ucap sang yeoja yang terus memeluk tubuh sang namja paruh baya tersebut seraya memperhatikan sebuah drama yang tengah ditayangkan, di mana sekarang adalah penayangan episode pertama dari drama tersebut.

Pria paruh baya tersebut yang adalah tuan Park hanya bisa terdiam memperhatikan apa yang sedang ditayangkan di layar televisi yang tengah dia saksikan. Benarkah? Benarkah ini dramanya? Karyanya? Pertanyaan itu terus berputar di otak tuan Park, meski kini bibirnya tertarik ke atas menampakkan sebuah senyuman yang sangat indah.

T.B.C

Saya tahu ini sangat telat, tapi chap ini saya khususkan untuk ulang tahun sang ikan termanis di dunia, karena rasanya sangat tidak adil bila Kihae tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada sang eomma padahal dia memberikan hadiah ulang tahun berupa kesehatannya pada sang appa. Jadi? Ya beginilah.

Aneh?

Advertisements

28 thoughts on “Our Little Angel [Little Kihae] – 22

  1. hmm… Haeppa jd manja bngt ne sm Kibumppa.masa kibumppa bs lupa ultah haeppa.? Kan dy jnius?hehe *plak ga da hub’y x…
    D lnjt unnie,kpan haeppa lahiran ? Dah ga sbr neh..

  2. ah, kasihan si tuan park… 😦
    kekekeke terus terang aku agak gregetan kalo hae lagi manja ishh.. ahahahaha
    kasian kibum…

  3. eonni kadang aku pengen deh masukin hae ke gudang (?) yaampuuun kibum cape juga nyrocos ngomong mulu u,u kasian tau

    kihae kapan gedenya sih eonn >< cepet gede dong :)) biar cepet nikah sama aku ^_________^

    next chap cepet ya eonn ^^'

  4. ya ampun berdua nie manies banget seh hubungannya aaahhhhh mau

    Ups, kibum lupa ultah hae, ckck, apa saking sibuknya dia sampe lupa /dia bahkan ga sempat tidur ._. Kesian/ sampe2 gunain cara halus buat ingatin bummie kkk, tp ttp lupa, malah Kihae yang ingat ahaha, kibum kalah 1 langkah dari kihae,,, aahh mau klo ad hadiah yg diberikan kihae buat hae, bagus bangetttttt

    ga sabar next chap kkk /Klo sempat cepat baca orz

  5. Aduh kihae kamu tuh udah baik,lucu,pnurut lagi bnr2 anak yg patut d’bnggakan sama ortunya

    Kibum bisa lupa gitu sama ultahnya donghae, tp msih inget aja ngelakuin itu upsssss 😀

    Ini msih berlanjutkan????
    Jngn end dong, kan adiknya kihae blom lahir
    Buat smpe kihae n eunwon dewasa ya trus mreka nikah deh amiennnnnnnnn 😉

  6. huweeee~ chap 23 nya mana??
    sumpah aku suka banget sama ff ini~
    tapi aku baru bisa review sekarang, soalnya selalu gangguan inet -_-”
    mianhae~ tapi aku suka banget sama ff ini~ lanjutannya yahhh??
    /bbuingbbuing/

  7. TUHAN INI MANIS BANGET FFNYAAAAA!!!!!!!!

    AKU SUKA BANGEEEET

    KAKAK UPDATE YAAAAAA

    MAAF langsung komen dichap ini hehehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s