Posted in KiHae Couple

Black Dragon vs Red Tiger – 3


Tittle: Black Dragon vs Red Tiger

Cast:

– Black Dragon: Siwon, Donghae, Kyuhyun, Leeteuk, Kangin, Shindong, Henry, Zhoumi
– Red Tiger: Kibum, Eunhyuk, Sungmin, Heechul, Hangeng, Yesung, Ryeowook

Terinspirasi dari MV Blok-B – Nanrina.

Entahlah, saat melihat MV itu jadi terpikir untuk membuat FF ini, walaupun ceritanya tidak sepenuhnya mirip dengan MV tersebut.

Berharap kalian suka.

Happy reading ^^

– isfa_id –

(Seorang pria manis tengah terduduk di sudut gang dengan beberapa kardus yang tergeletak tak beraturan. Gemetar, tubuhnya bergetar dengan sangat hebat menandakan sebuah ketakutan yang sangat besar, “Jangan, jangan,” dia terus bergumam dengan gugup sambil memeluk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya di sana.

“Arrghh,” dia berteriak saat sebuah tangan kekar menariknya, menyeretnya dengan kasar.

‘Bugh.’

“Ahhh,” pria manis itu kembali berteriak saat sebuah suara pukulan terdengar di telinganya. Sadar akan cengkaraman yang terlepas darinya, dia segera kembali berlari ke sudut gang dan kembali dengan posisinya semula, memeluk kedua kakinya yang tertekuk.

‘Prank, bugh, brak.’

Suara-suara tindak kekerasan itu terus menggema di telinga pria manis tersebut hingga kini dia menututp kedua telinganya dengan telapak tangannya dan juga menutup rapat matanya dengan terus menyudut, merapatkan tubuhnya pada dinding yang terlapisi lumut-lumut yang mengeluarkan bau yang cukup tidak sedap, tapi itu tak tercium oleh indra penciumannya karena rasa takut yang sudah teramat sangat. Hingga tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya, “Ahhh,” dia berteriak histeris.

“Hei,” tangan itu mengguncang tubuhnya, hingga akhirnya pria manis tersebut membuka matanya, dan tampaklah di matanya yang sembab karena sedari tadi menangis, kedua orang yang mengganggunya tergeletak dengan kucuran darah di wajah dan tangan mereka.

Perlahan pria manis tersebut menolehkan kepalanya, menatap seseorang yang duduk di hadapannya, seorang pria yang tengah memegang pundaknya. Tersenyum dengan tetesan-tetesan keringat yang mengalir di pelipisnya.

Kegugupan akibat rasa takut masih terlihat jelas pada pria manis tersebut, karena tubuhnya masih bergetar hebat dengan kedua tangan yang terkepal, juga raut wajah ketakutan yang terlihat jelas. Hingga akhirnya pria yang memegang punduknya itu berujar, “Tidak apa-apa, sudah tidak apa-apa.”)

.

.

Kibum terdiam memperhatikan semua sahabatnya sedang bercengkrama bersama anggota baru ‘keluarga’ mereka, Lee Hyukjae, tapi sepertinya mereka semua mempunyai panggilan tersendiri untuk anggota baru mereka tersebut, Eunhyuk, ya… mereka lebih suka memanggilnya seperti itu, nama kecilnya.

Eunhyuk memang memutuskan untuk ‘bergabung’ bersama mereka. Dia sendirian, tidak ada siapapun, keluarga sekalipun. Bahkan diapun tidak mempunyai teman dekat, walaupun punya itu hanya sebatas rekan kerjanya di pub, tidak lebih dari itu. Tapi setelah bertemu dengan Sungmin dan Ryeowook di supermarket dia merasa memiliki teman karena mereka bertiga terbukti sangat cepat akrab, terlebih saat mengenal Heechul, Hangeng dan Yesung, dia bahkan bisa merasakan memiliki hyung-hyung yang sangat baik padanya.

Dan Kibum? mungkin hanya dia yang belum bisa Eunhyuk dekati. Kibum terlampau tertutup, paling tidak menurut Eunhyuk yang memang baru mengenalnya, meskipun semua sahabat-sahabat barunya mengatakan Kibum adalah orang yang hangat, tapi sepertinya Eunhyuk belum menemukan itu. Walaupun sebenarnya diapun pernah merasakan kehangatan Kibum saat Kibum menggenggam tangannya membuat ketakutannya akan ‘pertarungan’ antara MinWook dan dua orang yang mereka temui saat mereka selesai berbelanja hilang seketika, tapi sepertinya itu belum cukup bagi Eunhyuk untuk mengakuinya.

Kibum bahkan tidak akan menampakkan reaksi apapun saat berhadapan dengannya, jangankan tersenyum, tatapan matanyapun tidak berbicara, entah dia merasa senang atau apa dengan adanya Eunhyuk di sini.

“Kibum ssi.”

Kibum mengangkat wajahnya, menatap Eunhyuk yang sudah berada di depannya. Tidak ada satu katapun yang terucap, walaupun hanya semacam gumaman ‘hm’ misalnya, tidak ada.

“Oh… itu…” Eunhyuk tergagap dan Kibumpun hanya menatapnya dengan tatapan ah entahlah, itu tidak bisa dijelaskan.

“Wookie bilang, eh… maksudku Ryeowook bilang…”

“Apa?” satu kata keluar dari mulut Kibum membuat Eunhyuk ternganga dan malah membuatnya semakin bingung, ini adalah kata pertama yang Eunhyuk dengar keluar dari mulut Kibum.

“Hei… ayo makan,” Hangeng langsung mendekati Eunhyuk dan Kibum yang hanya saling pandang tak jelas.

Oh… Eunhyuk, apakah sesulit itu hanya untuk mengatakan ‘Kibum, Ryeowook bilang sudah waktunya makan’?

– isfa_id –

Leeteuk berdiri dalam diam di depan pintu kamar Donghae. Sekarang sudah tengah hari dan Donghae masih belum keluar dari kamarnya. Rasanya tidak mungkin bila Donghae masih tertidur sampai sekarang. Tapi saat dia ingin membuka pintu tersebut, ternyata terkunci, hingga membuat dia hanya bisa berdiri diam, karena meskipun dia mengetuk pintu tersebut, maka tidak akan ada jawaban apapun dari dalam.

‘Cklek.’

Hingga akhirnya, setelah hampir tiga jam dia menunggu suara itupun terdengar menyentuh gendang telinganya, “Hae,” panggilnya pelan.

Sementara Donghae, seseorang yang dipanggil hanya berjalan melewati Leeteuk begitu saja dengan kepala yang menunduk, seperti enggan menatapnya.

“Hei, ada apa? Kau sakit?” Leeteuk berjalan mengikuti langkah Donghae yang kini sudah berada di depan pintu keluar tengah mengenakan sepatu sport putihnya. Tak ada jawaban apapun yang Donghae berikan seraya terus mengikatkan tali-tali sepatunya dan segera berdiri setelah itu selesai.

Donghae segera mengangkat tudung jaket yang dia kenakan dan memakainya di kepalanya, “Aku pergi,” ucapnya singkat dan pelan. Tangannyapun segera memutar knop pintu dan segera melangkahkan kakinya keluar hingga tangan Leeteuk menahannya.

“Kau mau ke mana? Siwon tidak mengizinkanmu kelu… ar…” Leeteuk berucap terbata saat melihat mata Donghae yang tiba-tiba menatapnya dengan sangat tajam.

Terlihat jelas di mata Leeteuk mata merah Donghae yang menatapnya dengan sebuah rasa kebencian yang besar, kemarahan berada di sana, dan itu terlihat sangat jelas.

Tapi perlahan mata Donghae meredup dan dia kembali menundukkan kepalanya. “Aku pergi,” kembali kata itu terucap dari mulut Donghae dengan sangat pelan, dan kemudian langsung keluar meninggalkan Leeteuk yang masih berdiri mematung di tempatnya.

– isfa_id –

‘Bugh.’

“Auw…” Heechul, yang baru saja menerima pukulan diperutnya langsung mundur beberapa langkah dengan memegangi perutnya dengan kedua tanganny. Kepalanya menunduk dan tangannya meremas perutnya sendiri membuat seorang pria manis yang tadi memukulnya segera mendekatinya.

“Hyung… hyung…” panggilnya dengan tangan yang berusaha menggapai tangan Heechul tapi dengan cepat Heechul menepisnya. “Maaf, apa sangat sakit?” sesal dan tanyanya dengan nada suara yang gemetar.

Heechul yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap pria manis itu dengan sangat tajam, hingga membuat pria manis tersebut segera menundukkan kepalanya karena tak berani menatap mata penuh kemarahan tersebut. Tapi tiba-tiba dia kembali mengangkat kepalanya saat Heechul mengeluarkan tawa yang sangat menggelegar.

“Buwahaha… itu geli Eunhyuk.”

“Eh?” pria manis yang bernama Eunhyuk itu bengong tidak mengerti dengan reaksi Heechul yang tiba-tiba berubah.

“Kau tidak pernah memukul seseorang eoh? Rasanya seperti digelitik, sangat geli, haha…”

Heechul terus mentertawakan Eunhyuk, bahkan yang lainpun, Hangeng, Yesung, Sungmin dan Ryeowook ikut tertwa meski dengan tangan masing-masing yang menutupi mulut mereka, sementara Eunhyuk yang ditertawakan hanya bisa tercengang dengan menggaruk tengkuknya sendiri, malu.

Mereka berenam terus tertawa tanpa memperhatikan satu orang yang hanya duduk diam memandangi pria manis yang masih sibuk menggaruk tengkuknya guna mengurangi rasa malunya.

.

.

(‘Bugh.’

“Auw…”

Kibum, pria tampat itu terlihat meringis seraya mengusap bagian wajah kanannya yang baru saja terkena pukulan seseorang.

“Kibummie…” seorang pria manis, yang adalah pelaku pemukulan itu segera mendekati Kibum, pria tampan yang baru saja dipukulnya dan memegang tangan Kibum yang masih berada di wajahnya sendiri. “Maaf, apa sangat sakit?” ucapnya penuh penyesalan.

“Hm, sangat sakit Hae,” jawab Kibum, sementara Donghae, pria manis pelaku pemukulan itu hanya bisa menunduk diam, menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan.

“Hei…” Kibum tersenyum sambil mengacak rambut kecoklatan Donghae gemas, “Kau tidak pernah memukul seseorang eoh? Rasanya sama sekali tidak sakit.”

“Tidak sakit?” tanya Donghae yang mendapatkan anggukkan dari Kibum, “Tapi kenapa kau berteriak?”

“Kau mengenai jerawatku,” jawab Kibum menunjuk satu jerawat di wajahnya yang tepat berada di tulang bawah matanya, “Ini sakit,” lanjutnya.

Donghae diam sambil memperhatikan arah tunjukkan Kibum, dan tampak di matanya jerawat Kibum yang berwarna merah, dan dia yakin akan sakit bila disentuh. “Maaf,” ucapnya menyesal.

Kibum tersenyum, menandakan bahwa itu tidak apa-apa, tapi dia terus menunjuk jerawatnya tersebut sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae.

“Apa?” tanya Donghae bingung.

“Ini,” jawab Kibum dan semakin mendekatkan wajah mereka.

“Apa?” Donghae masih bingung, hingga akhirnya wajah mereka sangat dekat dan dia mengerti dengan maksud Kibum. Donghae mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan hingga akhirnya…

‘Cup.’

Sebuah kecupan Donghae daratkan di wajah Kibum, tepat di mana sang jerawat berada.)

.

.

Kibum, pria tampan yang tengah menyendiri menyaksikan keenam sahabatnya yang bercengkrama atau lebih tepatnya mentertawakan Eunhyuk hanya bisa tersenyum kecil seraya mengusap wajahnya mengingat apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu, itu sangat manis.

“Hei…”

Kibum mendongakan kepalanya menatap Yesung yang sudah berdiri di depannya dan yang Kibum lakukan hanya mendelik, entah terkejut atau apa karena tiba-tiba Yesung sudah berada di sini, bukankah tadi dia masih melihat Yesung tertawa bersama sahabatnya yang lain, bahkan dia tidak melihat Yesung yang berjalan menghampirinya.

“Ada yang membuatmu senang?” tanya Yesung yang hanya bisa membuat Kibum bingung. “Oh…” Yesung sepertinya menemukan sesuatu yang sepertinya memang membuat Kibum senang, “Mereka memang mirip.”

“Heh?” Kibum terkejut. Terkejut karena dia tidak mengerti dengan apa yang Yesung katakan, atau malah terkejut karena sepertinya Yesung mengetahui apa yang ada di pikirannya.

Yesung yang melihat reaksi Kibum hanya bisa tersenyum.

“Sudahlah, lanjutkan saja latihan kalian,” ucap Kibum seraya berdiri dan langsung turun dari atap tempat tinggal mereka, meski sebelumnya dia memandang dari sudut matanya, menatap Eunhyuk yang tengah kembali berlatih bersama Heechul, ‘Manis.’

.

.

(‘Prak.’

“Arrghh.”

Kibum, pria tampan itu meringis sembari mengusap kaki kanannya yang baru saja mendapatkan tendangan dari pria manis di sampingnya. Hingga setelah beberapa saat, setelah merasa kakinya sedikit membaik  (?) dia langsung mengangkat kepalanya dan menatap pria manis tersebut dengan sebuah pandangan yang menyiratkan sedikit kemarahan. Tapi tiba-tiba rona wajah Kibum berubah saat menatap pria manis itu memunggunginya. Dia malah tersenyum dan segera memeluk pria manis tersebut dan menyandarkan dagu pada bahunya.

“Kenapa?”

“Kau menyebalkan.”

Kibum terdiam mendengar jawaban pria manis tersebut. Bingung.

“Aku ada di sini Kim Kibum, dan kau memandang pria lain di depanku dengan pandangan seperti itu, ish… kau menyebalkan.” Pria manis itu berucap panjang menghilangkan keheningan yang Kibum ciptakan karena kebingungannya.

Kibum tersenyum setelah mendengar apa yang pria manis tersebut katakan, “Jadi? Donghaeku cemburu?”

Donghae, pria manis itu memalingkan wajahnya saat Kibum berucap sambil membalikkan tubuhnya agar mereka berdua berhadapan.

“Hei…” Kibum menangkup wajah Donghae dengan kedua tangannya, tapi dia masih tidak bisa memandang mata Donghae karena kini Donghae tengah menunduk. “Hei…” kembali Kibum berucap dan kali ini sambil mengangkat wajah Donghae membuat mata mereka bertemu.

“Apa? Dia manis? Jadi kau menyukainya?” Donghae langsung menepis tangan Kibum dan kembali memunggunginya.

“Iya, dia manis,” jawab Kibum yang membuat Donghae membalik kembali tubuhnya menghadap Kibum dan menatapnya dengan pandangan ketidaksukaan atas apa yang baru saja Kibum ucapkan.

“Dia sangat manis,” Kibum kembali berucap yang akhirnya membuat Donghae bertambah kesal, “Pantas saja Yesung hyung menyukainya.”

“Eh?” Donghae bengong. Yesung? Maksudnya?

“Dia Ryeowook, Yesung hyung selalu bercerita tentangnya padaku, hingga membuatku penasaran seperti apa dia. Dan sekarang aku mengerti mengapa Yesung hyung menyukainya, dia manis, sangat manis.”

“Jadi?” Donghae berucap pelan.

Kibum langsung merengkuh tubuh Donghae dalam dekapannya, “Aku hanya menyukaimu,” bisiknya dan semakin mempererat pelukkannya.

“Benarkah?”

“Tentu saja.”

“Hanya suka?”

“Em… bukan. Cinta, sangat sangat cinta.”

Donghae langsung mendorong tubuh Kibum dan menatapnya tajam, “Awas saja kalau kau sampai menyukai orang lain selain aku!”

“Tidak akan pernah.”)

.

.

Kibum tersenyum menatap langit-langit kamarnya karena posisinya sekarang adalah berbaring di tempat tidurnya yang berbalut sprai berwarna biru cerah dengan sedikit corak berwarna kuning di setiap sudutnya. Senyuman itu semakin terkembang setelah sebuah kenangan beberapa waktu lalu menghampirinya. “Dia akan marah bila tahu aku memuji orang lain,” gumamnya. “Tapi dia memang manis.”

Kibum terus tersenyum, membayangkan seseorang yang akan berteriak padanya bila saja orang tersebut mengetahui dia yang baru saja memuji seseorang dengan kata ‘manis’. Tapi tahukah dia, bahwa di saat yang bersamaan dengan senyum yang tergambar di wajahnya, seseorang tengah menangis di lain tempat?

Donghae, terduduk dengan posisi kedua tangan yang memeluk erat kedua kakinya yang tertekuk, bahkan diapun membenamkan wajahnya di antara dua kakinya tersebut. Andai saja kita bisa melihat wajahnya, maka akan tampak wajah kusam dengan mata bengkak karena telah terlalu lama menangis, bahkan kini isakkan masih sangat terdengar.

Dia tetap terisak, tetap menangis, tetap meraung, bergumam dengan kata yang tak pernah berubah, “Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku.” Bahkan ombak-ombak yang terus menyapanya dengan menyentuh tubuhnya tak dia hiraukan, bahkan mungkin sama sekali tak berasa baginya. Karena lihatnya, betapa dirinya telah basah kerena terkena ombak-ombak yang menghampiri pantai tempat di mana dia tengah duduk, separuh tubuhnya sudah benar-benar basah.

.

.

(Donghae menggenggam atau mungkin bisa dibilang memeluk dua buah tangan yang tengah memeluk pundaknya. Dia semakin mempererat genggaman tangannya semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh seseorang di belakangnya. Deru nafas masih terdengar jelas dari keduanya dengan peluh yang menghiasi tubuh polos mereka, hanya selimut putih yang menutupi tubuh bagian bawah mereka.

Donghae terpejam, masih dengan mengatur nafasnya setelah aktifitas yang baru saja mereka berdua lakukan, aktifitas yang baru pertama kali Donghae lakukan, Donghae rasakan, hingga dia tidak pernah berhenti meneriakkan nama Kibum di setiap desahannya.

“Aku mencintaimu.”

Donghae tersenyum mendengarkan sebuah bisikkan di telinganya, belum lagi pelukkan Kibum, pria yang berada di belakangnya itu semakin erat.

“Hm,” hanya gumaman itu yang bisa Donghae berikan, dia masih teramat lelah walaupun hanya sekedar untuk berucap satu katapun.

“Kau milikku, sepenuhnya milikku, kau Lee Donghae, milikku, Kim Kibum.”

“Hm,” Donghae kembali bergumam mengiyakan apa yang Kibum katakan, apa yang Kibum bisikkan di telinganya.

“Hae,” Kibum memanggil Donghae dengan sangat lembut, melepaskan pelukkannya pada pundak Donghae membuat Donghae langsung berbalik menghadapnya dan dengan segera dia kembali memeluk tubuh itu dengan menyandarkan kepala Donghae pada dadanya.

“Berjanjilah, kau tidak akan menyerahkan apapun pada orang lain, tubuhmu, hatimu.”

“Hm,” yang Donghae lakukan hanya bisa bergumam, tapi dengan gumamannya itu Kibum tahu Donghae telah berjanji padanya, bahwa hatinya, tubuhnya dan apapun itu, seorang Lee Donghae hanya milik Kim Kibum.)

.

.

“Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku.”

“Hae…”

Donghae mengangkat kepalanya, mata merahnya tampak sedikit menyipit, mencoba mempercayai sebuah suara yang memanggilnya. Suara itu, suara yang memanggilnya, memanggilnya dengan sangat lembut, “Hae…”

“Bummie,” desahnya dan langsung berdiri, membalik tubuhnya untuk melihat seseorang yang berada di belakangnya. Senyum kecil terlukis di wajahnya meski juga tergambar jelas sebuah rona ketakutan di sana, apa yang harus dia katakan bila itu benar-benar Kibum? Tapi? Rona wajahnya seketika berubah suram saat ternyata seseorang yang ada di belakangnya bukanlah Kibum seperti yang dia pikirkan. Lagipula, mana mungkin Kibum akan menemuinya? Mana mungkin Kibum tahu dia ada di sini?

“Hae, ada apa? Kau menangis?”

Leeteuk, seseorang yang berada di hadapan Donghae sekarang berjalan perlahan mendekati Donghae, mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah sendu Donghae, tapi belum sempat tangan itu menyentuhnya Donghae sudah menepis keras tangan tersebut.

“Hei, ada apa? Cerita pada hyung.”

Mata Donghae langsung memancarkan sebuah kebencian saat sebuah kata ‘hyung’ terlontar dari mulut Leeteuk. Dia menatap Leeteuk dengan sangat tajam seraya mengepalkan kedua tangannya, “Kau…” ucap Donghae terputus dengan semakin mengepal kedua tangannya erat, “…bukan Hyungku.” Donghaepun berlari meninggalkan Leeteuk yang merasa terhentak mendengar penuturan Donghae. Apakah Donghae, adiknya, kembali membencinya?

‘Blash.’

Tiba-tiba bayangan Siwon melintas di otak Leeteuk, Siwon yang keluar dari kamar Donghae dengan kegiatan mengancingkan kemejanya.

Tangan Leeteuk mengepal, “Choi Siwon!”

.

.

‘Bugh.’

Siwon meringis, menyentuh sudut bibirnya yang terasa sedikit basah dan ternyata rasa basah itu berasal dari darah yang keluar dari sudut bibirnya. Dia tersenyum sinis dan menegakkan kembali badannya setelah mendapatkan sebuah pukulan dari seorang pria manis di depannya. “Kau belajar dengan baik…” ucapnya sinis.

Leeteuk, pria manis pelaku pemukulan itu langsung menarik kerah kemeja Siwon kasar, pandangan penuh kemarahan dia tujukan pada pria tinggi tersebut. “Apa yang kau lakukan pada Donghae?” tanyanya syarat dengan amarah.

Siwon tertawa meremehkan dan langsung menggenggam kedua tangan Leeteuk untuk seterusnya dia dorong kasar guna melepaskan cengkraman Leeteuk pada kerah kemejanya yang sedikit menyakiti lehernya, hingga akhirnya dia dorong tubuh Leeteuk, membuat Leeteuk meringis kesakitan sesaat setelah punggungnya terhempas pada dinding di belakangnya.

Siwon berbalik, melangkah meninggal Leeteuk yang masih mencoba menghilangkan rasa sakitnya meskipun itu sama sekali tidak mungkin. Dia terus melangkah, menjauh hingga dia merasakan sebuah langkah mendekatinya, dan… ‘Brak.’ Dia mendorong Leetuk yang kembali berusaha untuk memukulnya dari belakang, membuat Leeteuk kembali tersungkur.

Leeteuk, yang telah terhempas tengah menggeliat mencoba bangkit. Tubuhnya yang terbaring di lantai ruang kerja Siwon itu terlihat bangkit dengan sebelah tangannya yang berpegangan pada kursi hitam yang dia jadikan tumpuan. Dan saat tubuh Leeteuk sudah benar-benar kembali tegak, pintu ruang tersebut terbuka manampakkan seorang pria dengan tubuh cukup besar.

“Antar dia pulang!” perintah Siwon pada pria tersebut yang sebenarnya masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

Pria tersebut, yang adalah Kangin hanya ingin melihat apa yang terjadi di dalam ruang kerja ‘bos’nya yang terdengar sedikit gaduh dari luar. Tapi baru saja dia membuka pintu Siwon sudah memberikan perinta seperti itu padanya.

Kangin yang meskipun masih bingung segera menghampiri Leeteuk yang masih menopang tubuhnya dengan cara berpegangan pada kursi hitam yang sedari tadi dia genggam kasar. Mata Kangin sedikit terbelalak saat melihat lebam yang ada di wajah Leeteuk, “Apa yang terjadi?”

“Antar dia pulang!” kembali Siwon memberikan perintahnya dan Kangin yang hanya sebatas ‘anak buah’ hanya bisa mengikuti perintah tersebut dengan langsung membantu Leeteuk berdiri.

“Lepaskan!” Leeteuk langsung menepis tangan Kangin dan segera keluar dengan langkah gontai menahan sakit di sekujur tubuhnya. Langkahnya sedikit terhenti saat melihat seseorang yang berdiri di depan ruangan tersebut, tapi kemudian kembali melangkah pergi dengan Kangin yang segera berlari menyusulnya.

Pria yang tadi berdiri di depan ruang kerja Siwon membalik tubuhnya, memperhatikan Leeteuk dan Kangin yang semakin melangkah menjauh dari tempat tersebut. “Euh,” dia terkejut saat merasakan sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.

“Mengapa kemari?”

Kyuhyun, pria itu langsung membalik tubuhnya dan mendapati Siwon yang tengah memandangnya dengan sebuah seringaian. Ditatapnya mata Siwon seraya bertanya, “Apa yang terjadi?”

Siwon yang mendengar pertanyaan itu hanya kembali memberikan sebuah seringaian dan segera menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Dituntunnya wajah itu semakin mendekati wajahnya dan kemudian memberikan lumatan pada bibir tebal Kyuhyun.

Kyuhyun, yang merasa tidak suka dengan apa yang Siwon lakukan, mengacuhkan apa yang dia tanyakan, langsung mendorong tubuh Siwon menjauhinya, “Aku bertanya, apa yang terjadi?”

– isfa_id –

Leeteuk terduduk di sisi tempat tidurnya dengan tertunduk, menitikkan beberapa tetes air mata, “Arrhhh,” dia berteriak dengan mengusap wajahnya kasar. Dia merasa kesal, marah, bahkan juga bersalah, merasa bersalah pada Donghae karena telah membuat adiknya tersebut bersedih.

Kecemasan juga tergambar jelas di wajah Leeteuk terlebih saat dia menatap jam yang tergantung di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan jam sebelas malam. Donghae belum pulang, bahkan semalam ini, dan itu membuat Leeteuk benar-benar khawatir.

Mata Leeteuk beralih menatap laci meja nakas di sampingnya, beberapa saat ditatapnya laci tersebut dan kemudian menariknya perlahan. Tak ada apapun di sana selain sebuah benda berbentuk kotak yang sudah tiga tahun tak pernah dia sentuh, handphonenya.

Diambilnya benda tersebut dan mengamatinya perlahan. Dia hidupkan benda tersebut hingga kini tampaklah wallpaper dengan gambar Donghae yang tengah tersenyum dengan kedua jadi telunjuk dan jari tengahnya terangkat membentuk huruf V. Donghae memang sangat suka bergaya seperti itu saat diphoto, karena dia akan terlihat sangat manis.

Leeteuk tersenyum kecil, meski air mata masih mengalir dari sudut matanya.

(“Hyung…”

Leeteuk tersenyum saat merasakan sebuah pelukkan di pinggangnya.

“Hae…” ucapnya pelan saat memandang wajah Donghae yang tengah bersandar di pundaknya. “Ada apa?” tanyanya karena biasanya bila sudah bermanja seperti ini maka ada yang Donghae inginkan darinya ataupun ada hal yang ingin Donghae tanyakan padanya.

“Aku menyukainya.”

“Hem?” gumam Leeteuk tidak mengerti dengan apa yang sedang Donghae bicarakan.

“Aku menyukainya,” ulang Donghae.

“Siapa?”

“Kibum.”

“Kibum?” ucap Leeteuk tidak percaya. Dia tahu Kibum, dia kenal Kibum, tapi yang jadi masalah mereka baru saja berkenalan beberapa jam yang lalu saat Kibum mengantar Donghae pulang.

Beberapa jam yang lalu Kibum mendatangi kediaman mereka dan mengantar Donghae yang terlihat sedikit ketakutan dan Kibum menceritakan apa yang terjadi pada Donghae hingga membuat Donghae ketakutan seperti itu. Dan Leeteuk sangat berterima kasih pada Kibum karena telah menolong Donghae dari dua preman yang mengganggunya.)

Leeteuk menekan tombol kontak dan tampilah dua nama yang tertera di sana, Donghae dan juga… Kibum.

Keraguan dirasakan Leeteuk saat akan menekan tombol panggil, hingga akhirnya dia kembali menutup daftar kontaknya.

Kembali Leeteuk meletakkan handphonenya ke dalam laci, tapi matanya terus menatap handphone tersebut yang mana sudah tidak dia gunakan selama tiga tahun ini tapi dia tetap mengaktifkan nomornya. Entah kenapa dia melakukan itu, tapi dia tidak pernah berniat untuk membuang atau menonaktifkan nomornya, dan sepertinya dia tahu jawabannya sekarang.

Leeteuk kembali mengambil handphonenya dan membuka layar pesan. Dia menuliskan beberapa kata di sana dan berharap Kibum masih menggunakan nomor yang dulu.

‘Pesan terkirim.’

Sebuah senyuman terlukis di wajah Leeteuk saat membaca dua kata yang tertera di layar handphonenya dan kembali dia mematikan handphone tersebut dan menyimpannya kembali ke dalam laci.

.

.

Kibum tengah berkumpul bersama sahabat-sahabatnya di ruang tengah, berdiam diri memperhatikan lelucon yang dilakoni oleh Sungmin dan Hangeng yang membuat Heechul beberapa kali berteriak karena tidak terima Sungmin yang terus memeluk tangan Hangeng, bahkan Ryeowookpun ikut membuat panas hati Heechul dengan ikut memeluk tubuh Hangeng.

“LEPASKAN!!!”

Teriakkan Heechul membuat mereka semua yang berada di ruangan tersebut tertawa, bahkan Kibumpun yang sedari tadi hanya diam juga mengeluarkan senyumnya.

‘Drrttt… drrttt…’

Kibum memperhatikan handphonenya yang berada di atas meja bergetar dan kemudian mengambilnya. Ada sebuah pesan masuk yang membuat Kibum sedikit mengernyit tidak percaya, “Leeteuk hyung,” gumamnya membaca nama pengirim pesan tersebut. Mungkin sama seperti Leeteuk yang masih menyimpan handphonenya, begitu pula Kibum yang masih menyimpan nomor Leeteuk meski sudah tiga tahun tak pernah dia hubungi.

Mata Kibum terbelalak (?) sesaat setelah membuka pesan tersebut dan membaca tiga kata yang Leeteuk kirimkan padanya. ‘Tolong cari Donghae.’

T.B.C

Saya tahu ini aneh, tapi??? Saya pusing. #plak

Advertisements

42 thoughts on “Black Dragon vs Red Tiger – 3

  1. g’ aneh malah kren bgt……
    msih penasaran knpa hae g’ d genknya kibum..
    m2f baru komen eonni…pdahal udah baca dari part 1…he..he..he…

      1. btw, aq blum baca part 2 nih…..cuz di protect….
        bleh donk mnta passwordnya oenni….
        bleh yah…aq udah 20th koq *puppy eyes*

  2. Heii….
    Ini keren banget, dengan alur flashback jd naik turun emosinya. Good job!! Suka…suka…suka, seperti biasa suka banget sm fics KiHae yg kamu tulis.

    Lagi penasaran2nya…eh tau2 TBC…belom puasss hehehe
    Oia teganya dirimu membiarkan kuda “memperkosa” ikan kesayangan Ice Prince…hiks. T_T

      1. Ditunggu yah update-an FF lainnya hehehe.
        Our Little Kihae nya makin mantap.
        Semangat dear!! Hwaiting!! 😀

  3. Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bunuh Siwon gila itu sekarang!…#plaak
    udah menyetubuhi DOnghae seenaknya trus melampiaskan kekesalannya dgn mencium bibir Kyuhyun lgi. Etdah dasar kuda liar *jitak*

    Donghae, huweeeee kasian amat dirimu udah kaga bisa menjaga kesucian(?) diri lgi, kalo jujur sama Kibum kalo Donghae udah diotak-atik(?) Siwon si Kibum ku bakalan maafin kaga yah?..ehmmm, kalo kaga bisa-bisa Donghae bunuh diri lgi #plaak

    Kibum temuin Donghae harus, trus bawa masuk kekelompok dah trus perang besar dah antar Kibum dan Siwon..

    Kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ^_<

  4. ihh siwon’y jhat ma hae…
    kibum cri hae mpe ktemu ya jgn mpe siwon yg nmuin hae nti…
    ga aneh kok eonni, bgus mlah tpi mngkn nti akn da bnyak konflik yg trjdi…
    lnjut ya eonni…
    btw eonni bangapsimnida

  5. EONIIIIIIIIIIIIIIIIII SUMPAHH ITU SIWON LUMAT KYU
    ITU ADEGAN TERBURUK YANG PERNAH ADA
    ITU MENGERIKANNN..ampe moment KIHAEnya buyarrr
    #salahkan muka sengak KYU
    ahhhhhhhhhhhhhh….DILEMAAA
    KIHAENYA MANIS< tapi WONKYUnya…
    EOttoke, aku jadi GALAU

  6. Kerennnnn banget eonni. Sumpah favorite banget sama ff ini.
    Setuju banget sama perbuatan leeteuk, yang nyuruh Kibum buat cari Hae.. Hahahaha
    Siwon emang bener” kurang ajar deh. Bukannya dia cinta sama hae ya? Kenapa disini sama Kyu begitu? Ishhhhh
    Ayo eonn, buat Kihae ketemuan lagi..
    Lanjuttttt eonnn.. Keren banget.

  7. ihh siwon’y jhat ma hae…
    kibum cri hae mpe ktemu ya jgn mpe siwon yg nmuin hae nti…
    ga aneh kok eonni, bgus mlah tpi mngkn nti akn da bnyak konflik yg trjdi…
    lnjut ya eonni…
    btw eonni bangapsimnida…
    ^_^

  8. siwon sebenernya suka sama hae ato kyuhyun sih ??????

    ah eonni aku suka *banget* pas hae marah sama leeteuk ^-^ jarang2 teukhae ga harmonis :’

    ayu dukung kibum ‘kibum pasti bisa’ *angkat banner kihae*

  9. hyaaayyyyy updated ^^

    aww kasian hae..ya jelas marah lah dia digituin, sama siwon lagi…hae kan dah janji sama kibum jangan sampai disentuh orang lain selain kibum

    ah, aku takut kalo ada kihyuk T_T hae tambah merana dong

    ahahahaha ternyata kibum punya jerawat and minta dicium sama hae aww romantic 😀

    oih dasar siwon…ishh,,, gemes deh dasar playboy…

    kasian teuki, moga hae gak kenapa-napa 😦

    oh ya, kok mereka bisa pisah sih unnie… kasian banget mereka aigoo~
    aku minta penjelasannya! kekekeke *di lain chapter maksudnya kekekke*

    aye aye tetap semangat unnie 😀 makasih udah update…..

  10. sumpah gw benci bgt ama siwon>M< #tndang bgn "bwh" tbh siwon

    huwaaa T.T knpa KiHae disni psah??? kibum temukan donghae,, buat dia brsmamu n trima dia apa adanya.

  11. Hai…aq blh komen jg g’..slm kenal dulu d….,. Dan aku jga KiHae shipper,jdi kalo nemu ff kihae pasti aq bca and sukaaa bgt..Aq sedih bca ff mu yg ini kesian amat nasib hae,tu siwon jht bgt si.tpi kenapa mrka bsa kepish si author jdi penasaran..

  12. Kok
    Black Dragon vs Red Tiger-2 ya di password??? dan knp ff yg lain juga ad yg di password??? ap ne passwordnya??
    Oya, ini kihae kan ?? bukan kihyuk??? hehehe soalnya aq lebih suka kihae,, dan kok sedihnya neh cerita???

  13. Kyaaaa…. eonnieee…. wae..?? Ikan tersiksa bgt..!!! TT___TT #mutilasi Ddangko. ga bolehhhh… kasiaaannn… ikann… #tadi baca sambil dengerin lagu nya KRY yg SKY, berasa bgt apa lagi pas flashback nya Bummie.. Hae manissnyaaa… Kyaaa… cepet up datee..!!! KiHae moment sangat di tunggu… u,u #tarik Siwon. pleaseee… chap depan jangan buat Hae nangis, boleh nangis, tp haru aja… TT____TT

    cepet up dateeee….!!! >,< #paksa author.
    oh iya, chap 2 knapa di protec…?? minta pw nyaa…!!! heheh.. 😀

  14. ou sepertinya unyuk kita merasakan sesuatu ya, kkk,

    TwT aish ini masih jauh sepertinya untuk memahami hubungan KiHae, apa yg sebenarnya terjadi, kenapa pisah aaaahhh,
    Lah si kyu ama si siwon, terus ngapain dong tuh kudaiar ke hae, aish, kesian tuh haenya TwT,

    penasaran ceritanya KiHae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s