Posted in KiHae Couple

I’m a Ghost – 13 [END]


I'm a Ghost - size

Tittle : I’m a Ghost

Pairing : KyuHae / KiHae / KyuWon / HaeWon / KiWon

Chap 13 update ^^

Happy reading ^^

– isfa_id –

“Jongwoon? Kim Jongwoon?”

Yesung terdiam mendengar gumaman Donghae, ditatapnya mata Donghae yang tengah menatapnya dalam, “Dari mana kau tahu margaku?” tanya Yesung akhirnya guna menghilangkan rasa penasarannya tentang dari mana Donghae mengetahui marganya, padahal dia sama sekali tidak memperkenalkan nama aslinya pada Donghae dan Sungmin, termasuk juga Kyuhyun. Mereka bertiga hanya tahu nama panggilannya, Yesung.

Suara tawa terdengar keluar dari bibir Donghae, tawa kecil yang seolah menggambarkan bahwa dia tengah dipermainkan sekarang, dipermainkan oleh takdir, seperti itulah.

Perlahan, mata Donghae mamanas, menahan sebuah genangan air mata yang akan segera keluar begitu dia mengedipkan matanya, bahkan kini, cengkraman yang sangat kuat pada tangannya akibat Kibum sama sekali tak dia rasakan. Tubuhnya seakan tak mempunyai nyawa sekarang, hanya sebuah raga dengan perasaan tengah dipermainkan.

“Hy-yung…”

Roh Donghae seolah langsung kembali ke tubuhnya saat tiba-tiba dia mendengar suara Ryeowook yang memanggilnya. Dia menoleh menatap Ryeowook yang menggenggam jemarinya, mengisyaratkan sebuah pertanyaan ‘Ada apa?’ dari tatapannya.

Donghae mengedarkan pandangannya pada tiga sosok di hadapannya, juga pada sosok Kibum yang tengah menahan sakitnya dengan cara meremas dadanya. Ditariknya kedua tangannya dari genggaman Ryeowook dan juga cengkraman Kibum. Kembali ditatapnya bergantian empat orang tersebut dengan pandangan yang menyiratkan kemarahan meski saat dia menatap Ryeowook dan Kibum tatapannya akan meneduh, iba, kasihan. Tapi sepertinya rasa marahnya jauh lebih besar daripada rasa kasihannya pada dua orang tersebut, hingga kini Donghae melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan mereka tanpa memperdulikan panggilan dari Siwon dan Ryeowook dan juga tidak memperdulikan rintihan Kibum yang tengah menahan rasa sakitnya.

Tapi, dengan perlahan pula langkah Donghae terhenti, sebuah pemikiran terlintas di otak Donghae, rasa sakit Kibum, mimpi Ryeowook, kamar 303, Yesung. Dia berbalik kembali menatap ketiga orang di mana posisi mereka telah berubah karena Siwon kini sudah berada di belakang kursi roda Ryeowook sementara Yesung tengah berdiri membelakanginya. “Kim Jongwoon ssi,” panggilnya membuat Yesung langsung berbalik menatapnya.

Tarikan nafas dalam Donghae lakukan, semoga apa yang ada di pikirannya tidak salah, dan semoga dengan begitu dia tidak akan kembali berurusan dengan mereka semua, ya… dia berharap ini berakhir. “Orang yang Anda cari ada di dalam sana,” ucapnya pada Yesung sambil menatap ruang rawat bernomor 303 yang membuat Yesungpun menatap pintu tersebut. “Itupun jika Anda mencarinya,” lanjut Donghae dan kemudian kembali berbalik melangkah meninggalkan mereka semua yang tanpa dia sendiri sadari bahwasanya Kibum sudah tak berada bersama Siwon, Yesung dan Ryeowook lagi saat tadi dia memberitahukan hal tersebut pada Yesung.

.

.

Yesung menatap Siwon dan Ryeowook bergantian, yang ada di otaknya sekarang adalah kalimat yang baru saja Donghae lontarkan padanya, “Orang yang kucari,” gumam Yesung yang kini sudah menundukkan kepalanya mencoba berpikir tentang kemungkinan maksud dari kalimat Donghae tersebut. “Yang kucari?” Yesung terus mencoba berpikir, “Kibum?”

Kepala Yesung langsung terangkat saat nama Kibum terlontar dari mulutnya, kembali ditatapnya Ryeowook dan Siwon bergantian, “Apa yang Donghae maksud?” tanyanya pada dua orang tersebut yang hanya bisa diam, “Kibum… Kibum di dalam?”

“Hy-yung-ke-nal-Ki-bum?” pertanyaan Ryeowook sontak membuat mata Yesung terbelalak dan langsung membuka pintu ruang rawat tersebut hingga menampakkan sosok yang tengah terbaring di atas ranjang rawatnya lengkap dengan infus, selang oksigen dan beberapa kabel yang menempel di tubuhnya.

Tubuh Yesung langsung melemas, tapi tidak, dia harus benar-benar memastikan, mungkin saja itu bukan Kibum, itu bukan adiknya.

Perlahan Yesung melangkahkan kakinya mendekati ranjang tersebut, dia harus memastikannya, dan alhasil itu membuat Yesung benar-benar tersentak, karena apa yang Donghae katakan adalah benar, orang yang dia cari ada di sini, dan kini tengah terbaring tak berdaya dengan alat-alat kedokteran yang menolongnya. Tangan Yesung terkepal, emosi tiba-tiba menguasainya, hingga dia berbalik, mendekati dua orang yang masih berdiri di depan pintu dan langsung menarik kerah kemeja Siwon, “Apa yang kau lakukan?” tanyanya penuh penekanan.

Siwon yang terkejut dengan perlakuan Yesung yang tiba-tiba padanya membuat tubuhnya langsung tertarik akibat perlakuan Yesung tersebut yang membuatnya sempat menubruk kursi roda Ryeowook dan itu sukses membuat Ryeowook terjatuh.

‘Bruk.’

“Auw.” Ryeowook menjerit saat tubuhnya terjatuh menghempas lantai dingin rumah sakit, belum lagi kursi roda yang menindih tubuhnya, “Eungh…” rintihnya kesakitan.

Siwonpun langsung mendorong Yesung menyadari sesuatu terjadi pada adiknya itu, dia segera mengangkat kursi roda yang menindih tubuh Ryeowook dan segera membantu Ryeowook dengan mengangkat tubuhnya sambil berucap “Kau tidak apa-apa?” Tapi belum sempat dia mengangkat tubuh Ryeowook, tubuhnya sudah kembali ditarik oleh Yesung, tapi tentu saja langsung dia tepis, karena dia harus segera menolong Ryeowook. “Lepaskan!”

Tapi Yesung sama sekali tidak mengindahkan apa yang Siwon lakukan, karena dia terus menarik Siwon untuk mendapatkan penjelasan, hingga akhirnya membuat Siwon tersulut emosi juga dengan apa yang dia lakukan “Apa yang kau inginkan?” sentak Siwon, “Kau tidak lihat apa yang terjadi pada Ryeowook?” lanjutnya semakin emosi, tapi kemudian segera kembali mencoba mengangkat tubuh adiknya itu.

Yesung tersenyum meremehkan mendengar hal itu dan kembali menarik tubuh Siwon, “Menurutmu apa heoh?” ucapnya sinis, “Lalu kau sendiri… APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ADIKKU?”

“Apa maksudmu?” Siwon yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang Yesung katakan mencoba mempertanyaan maksud ucapan Yesung tadi, tapi akhirnya sebuah kata terlintas di otaknya, bukankah tadi Yesung mengatakan ‘adik’? “Adik? Jadi, dia adikmu?”

Yesung tertawa mendengarkan ucapan Siwon, tawa di mana dia merasa Siwon sedang mempermainkannya sekarang, meremehkannya. “Jangan berpura-pura bahwa kau tidak mengetahui apapun Choi Siwon!”

“Apa yang kau katakan? Aku sungguh tidak tahu apapun, lagipula aku tidak tahu kalau dia adikmu.”

Tawa Yesung semakin terdengar jelas, sementara Ryeowook yang masih terduduk di lantai hanya dapat diam mendengarkan setiap perkataan bahkan bentakan dari dua orang di hadapannya sembari mencoba menarik dirinya mundur hingga menyandar pada dinding di belakangnya.

“Kau…” Yesung semakin menarik kerah kemeja Siwon membuat Siwon sedikit tercekik olehnya. “Kau sengaja melakukan ini kan? Mencelakai adikku agar kau terus  bisa memerintahku dan kau bisa bersembunyi dari tanggung jawab atas kecelakaan Sungmin, IYA KAN?”

‘Brak.’

Siwon langsung mendorong tubuh Yesung membuat tubuh itu bertabrakkan dengan dinding di belakangnya di mana Ryeowook masih terduduk di sana, hingga tanpa keinginan dari Yesung sendiri tubuhnya menindih tubuh Ryeowook yang bahkan masih sibuk menahan sakitnya saat terjatuh dari kursi rodanya tadi, dan itu membuat Siwon langsung menarik Yesung dan mendorongnya hingga tersungkur ke lantai.

“Kau tidak apa-apa?” Siwon langsung mengangkat tubuh Ryeowook yang terlihat sangat kesakitan.

“Euhhh,” rintih Ryeowook dan kemudian mendorong tubuh Siwon menjauhinya sebisanya yang membuat Siwon terkejut. “Hy-yung-ja-hat.”

“Wookie…”

– isfa_id –

Donghae melangkahkan kakinya memasuki rumahnya tepat pukul sebelas malam, entah apa yang dia lakukan hingga membuatnya harus pulang selarut ini, hanya dia yang tahu.

“Kau sudah pulang?”

“Hem,” Donghae bergumam menjawab pertanyaan seseorang yang sedang berada di ruang tengah saat dia melewati ruang tersebut untuk menuju kamarnya, tapi? Donghae langsung menolehkan pandangannya pada sosok tersebut, sosok yang awalnya dia kira adalah hyungnya, Sungmin, atau paling tidak Kyuhyun yang mungkin sedang berada di rumahnya karena ingin menjaga Sungmin. Tapi ternyata dia salah, ternyata sosok itu adalah… Kibum. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Apa?” Kibum bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Donghae tanpa menjawab pertanyaan yang baru saja Donghae lontarkan yang membuat Donghae berbalik meninggalkannya menuju kamarnya. “Hei…” Kibumpun segera berlari menyusulnya.

Kibum terdiam di depan pintu kamar Donghae saat melihat Donghae yang telah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Dia memiringkan kepalanya menatap Donghae yang tidur memunggunginya, “Kau kenapa? Kau sakit?” tanya Kibum khawatir pada Donghae, terlebih Donghae baru pulang selarut ini, ke mana saja dia pergi? Mungkin itulah yang ada di pikiran Kibum sekarang.

“Fishy…” Kibum yang kini telah duduk di sisi ranjang Donghae berusaha menyentuh Donghae meskipun dia sudah tahu itu tidak akan mungkin terjadi, tapi dia tetap melakukannya.

Dingin, dan itulah yang kini dapat Donghae rasakan setiap kali Kibum berusaha menyentuhnya, “Pergilah,” ucapnya pelan.

“Heoh?” ucap Kibum bingung dengan maksud dari satu kata yang terlontar dari bibir Donghae.

“…”

Keheningan tercipta antara mereka berdua, Donghae sama sekali tidak bergeming dari posisi berbaringnya, bahkan kini dia malah menarik selimut guna menutupi seluruh tubuhnya yang entah mengapa tiba-tiba merasa sangat kedinginan meskipun Kibum telah berhenti dengan kegiatan berusaha menyentuhnya.

“Kau kenapa?” tanya Kibum bingung dengan tingkah Donghae yang menurutnya sedikit aneh kali ini, tidak biasanya Donghae mendiamkannya seperti ini, karena biasanya Donghae pasti akan mengoceh, bahkan bisa berteriak padanya. “Huh…” Kibum menarik nafas, “Kau kenapa meninggalkanku heoh? Kau tahu, sangat sakit di sini,” ucapnya sambil menunjuk dadanya berusaha menarik perhatian Donghae, dan itu sepertinya berhasil karena sekarang Donghae merubah posisinya menjadi duduk sambil memandang arah tunjukkan Kibum, dadanya.

“Apa sangat sakit?” pertanyaan yang terlontar dari mulut Donghae membuat Kibum tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan tersebut. “Maaf,” Donghaepun mendongakkan kepalanya menatap wajah Kibum yang memang sedari tadi sudah menatapnya, “Aku tidak bisa lagi meredakan sakitmu mulai sekarang, jadi sebaiknya kau pergi, kau juga sudah menemukan tubuhmu kan?” Donghae berucap cukup panjang dengan sebuah pertanyaan tentang tubuh Kibum yang mungkin berada di rumah sakit siang tadi.

“Iya,” jawab Kibum singkat seraya menundukkan kepalanya, “Itu aku, tapi…”

“Hyungmu pasti akan menjagamu, sekarang pergilah,” potong Donghae.

“Tapi…”

“Tugasku sudah selesai bukan? Kau memintaku untuk mencari tubuhmu, dan tubuhmu sudah ditemukan, jadi pergilah, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi,” kembali Donghae memotong ucapan Kibum dan kemudian langsung kembali membaringkan tubuhnya dengan selimut yang sudah dia tarik menutupi seluruh tubuhnya, bahkan hingga kepalanya.

“Fishy…”

“Pergilah.”

“Hae…”

“Pergi!”

“Kenapa?!” Kibumpun langsung menarik tubuh Donghae keluar dari dalam selimutnya hingga membuat mereka berdua terdiam, tercengang dengan apa yang sebenarnya terjadi. “Aku…” Kibum melepaskan pegangan tangannya pada tangan Donghae, “Aku… bisa menyentuhmu,” ucapnya ragu.

– isfa_id –

“Ryeowook, buka pintunya, hyung ingin bicara,” Siwon terus menggedor pintu kamar Ryeowook yang sudah terkunci sejak adiknya itu memasuki ruangan tersebut.

“Biarkan dia sendiri dulu,” seorang pria paruh baya memegang pundak Siwon hingga membuat Siwon menghentikan kegiatannya menggedor pintu berwarna coklat gelap itu.

“Diamlah Tuan Choi!” bentak Siwon.

Tuan Choi? Ya, mereka tengah berada di kediaman tuan Choi, ayah mereka sekarang. Karena tadi Ryeowook langsung menemui tuan Choi di rumah sakit setelah dia berhasil menaiki kembali kursi rodanya dengan susah payah dikarenakan keadaannya. Dan setelah berada di ruangan tuan Choi, Ryeowook segera meminta tuan Choi membawanya pulang meski Siwon terus menahan kursi rodanya agar adiknya itu tidak kembali ke rumah ayah mereka.

Tapi akhirnya di sinilah mereka berada, di rumah sang ayah yang sangat Siwon benci meski mereka kini terpisah oleh pintu yang Ryeowook kunci dari dalam.

“Berhentilah bersikap tidak sopan pada ayahmu Wonnie,” suara seorang wanita menyentuh gendang telinga Siwon membuat dia langsung menatap tajam kea rah wanita tersebut yang kini telah berdiri di belakang tuan Choi.

“Bukan urusanmu Nyonya!” ucapnya dengan penuh penekanan di tiap katanya menandakan betapa dia membenci dua orang yang ada di hadapannya sekarang. “Dan jangan pernah memanggilku seperti tadi.”

“Dia ibumu Siwon…”

“Ibuku sudah meninggal!” Siwon berteriak saat tuan Choi mengucapkan tiga kata yang sangat menyakiti telinganya, karena seperti diketahui, bahwa Siwon sampai sekarang belum bisa menerima nyonya Choi sebagai istri ayahnya setelah ibunya meninggal. Ditatapnya kedua orang tersebut dengan sangat tajam, “Argghhtt!” geramnya dan kemudian melangkahkan kakinya cepat keluar dari ‘neraka’nya.

Sementara di rumah sakit yang sudah Siwon tinggalkan beberapa saat yang lalu. Yesung tengah terduduk di samping ranjang di mana sang adik, Kibum tengah terbaring di atasnya. Ditatapnya setiap bagian tubuh Kibum meski tak semuanya dikarenakan selimut yang menutupinya. “Maaf, karena hyung kau jadi seperti ini,” gumamnya penuh penyesalan. Dia sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi pada Kibum. Dia tahu bahwa Siwon adalah orang yang licik, tapi dia sama sekali tak menyangka bila Siwon bisa melakukan hal seperti ini, mencelakai adiknya, paling tidak itulah yang ada di pikiran Yesung.

– isfa_id –

‘Tuk, tuk, trang, kring.’(?)

Donghae menarik selimutnya, mengubur tubuhnya di sana. Siapa yang sudah membuat kegaduhan sepagi ini? Belum waktunya ikan manis ini untuk terbangun dari tidurnya.

‘Tuk, tuk.’

“Ahhh…” Donghae langsung bangkit dengan mata yang masih enggan terbuka.

“Donghae lihat!”

‘Bruk.’

Donghae kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur, tidak peduli dengan seseorang yang terus menariknya, dia masih mengantuk dan masih ingin melanjutkan tidurnya.

‘Trang, trang.’

“Hentikan Kim Kibum!” Donghae kembali bangkit dan sekarang langsung membelalakan matanya menatap Kibum yang terduduk di sampingnya.

“Aku tidak melakukan apa-apa,” ucap Kibum memperlihatkan kedua telapak tangannya yang tidak menyentuh apapun.

Donghae menggaruk kepalanya bingung, Kibum sudah tidak menyentuh apapun sekarang meskipun tadi dia sangat ribut dengan mengangkat dan meletakkan barang-barang di kamarnya, sepertinya roh itu sedang bersenang-senang karena bisa menyentuh sekarang. Tapi suara yang sekarang Donghae dengar?

‘Trang, trang.’

“Dari dapur,” gumam Donghae setelah menyadari suara tersebut dari arah dapur dan bukan Kibum penyebabnya. Kembali dia membaringkan tubuhnya dan menarik selimut guna menutupi tubuhnya, “Kenapa kau masih di sini? Pergilah!” Donghae kembali berucap pada Kibum dengan cara bergumam karena dia masih lesu akibat rasa kantuknya.

“Aku…”

“Dapur!” teriak Donghae membuat Kibum menghentikan ucapannya.

Donghae bergegas turun dari ranjangnya dan segera keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk mengetahui siapa yang sudah ribut di dapurnya pagi-pagi seperti ini, hingga tampaklah di matanya seorang namja berambut ikal yang sibuk dengan peralatan dapur membelakanginya. “Kyu…”

“Oh Hae, kau sudah bangun,” ucap namja tersebut yang memang adalah Kyuhyun.

“Kenapa sepagi ini kau sudah kemari, dan… dan…” Donghae celingukan sambil memikirkan sesuatu, “Bagaimana kau bisa masuk?” akhirnya pertanyaan itu terlontar setelah dia mengacak rambutnya sendiri.

“Aku?” tanya Kyuhyun menunjuk pada mukanya sendiri yang mendapat anggukan dari Donghae. “Aku memang sudah di sini sejak kemarin Donghae, aku menemani Sungmin karena kau belum pulang,” jawab Kyuhyun akhirnya dan kembali bergelut dengan peralatan masak. “Oh ya, jam berapa kau pulang semalam? Sungmin sangat mengkhawatirkanmu, dan handphonemu juga tidak aktif.”

“Hem…” Donghae kembali bergumam dan kembali berjalan memasuki kamarnya tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun yang akhirnya membuat Kyuhyun berdecak kesal.

.

.

“Hae…”

“Hem…” selimut tebal itu semakin membungkus tubuh Donghae rapat saat seseorang mengguncang tubuhnya untuk membangunkannya.

“Hei, ayo bangun, kau tidak sekolah?”

“Tidak Hyung,” jawab Donghae.

Hyung? Ya… hyung, karena orang yang tengah berusaha membangunkan Donghae itu adalah Sungmin, sang hyung.

“Kenapa?” Sungmin kembali melontarkan pertanyaan seraya menarik selimut tebal yang menutupi tubuh Donghae hingga tampaklah wajah sang adik yang terlihat cukup kusut di matanya, “Kau sakit?” panik, Sungmin sedikit mencondongkan tubuhnya yang terduduk di kursi roda itu mendekati Donghae dan menyentuh dahinya, tapi? “Tidak panas,” gumamnya, “Ya sudah, ayo cepat bangun, nanti kau terlambat.”

“Aku tidak sekolah Hyung,” Donghaepun kembali menarik selimut dan kembali tubuhnya tertutup sempurna oleh selimut itu.

.

.

‘Tuk, tuk.’

Sedari tadi Donghae terus-menerus memukul-mukulkan sendok dan garpu yang berada di kedua tangannya ke atas meja, tanpa mempedulikan makanan yang ada di hadapannya.

“Kenapa kau tidak makan Hae?”

Donghaepun menoleh ke arah Kyuhyun saat namja itu menanyainya.

“Kenapa kau di sini? Kenapa tidak sekolah?” bukannya menjawab Donghae malah balik bertanya.

“Aku ingin menemani Sungmin, lagipula aku tidak membawa seragamku,” jawab Kyuhyun dan kemudian menyuapkan sesuap nasi ke dalam mulutnya, dan mengambilkan potongan daging untuk Sungmin.

“Oh…” Donghae hanya bisa ber‘oh’ ria mendengar jawaban Kyuhyun dan melihat apa yang dilakukan Kyuhyun pada Sungmin. “Tapi…” lanjutnya, “Kau bisa memakai seragamku.”

“Kau pikir aku akan muat memakai seragammu, pendek!” Kyuhyun terkekeh saat mengatakan itu. Tapi memang benar seperti itu adanya, Kyuhyun memang lebih tinggi dari Donghae, jadi mana mungkin seragam Donghae akan muat di tubuhnya.

“Ah ya,” gumam Donghae lesu dan meletakkan sendok dan garpu yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja, nafsu makannya sudah benar-benar hilang sekarang.

“Fishy, kenapa?” suara Kibum terdengar saat Donghae tiba-tiba berdiri dari kursinya.

“Aku tidak lapar,” jawab Donghae singkat dan kemudian segera melangkahkan kakinya keluar rumah dan itu sukses membuat Kyuhyun dan Sungmin terdiam.

Baiklah, mungkin Donghae memang berniat menjawab pertanyaan Kibum, tapi Kyuhyun dan Sungmin mengira Donghae sedang bicara pada mereka dan sepertinya Donghae memang sedang kesal sekarang.

.

.

Donghae berdiri di depan rumahnya, hanya berjarak beberapa langkah dengan jalan di depannya. Diperhatikannya jalan  tersebut yang tampak lengang, hingga akhirnya matanya membulat saat dia melihat seseorang yang tengah berjalan ke arahnya, dia…

“Mau apa kau ke sini?” Donghae bertanya sedikit ketus.

“Kenapa kasar sekali Donghae ssi?” ucap orang tersebut yang sedikit heran mendengar nada bicara Donghae yang tidak seperti biasanya.

“…” dan Donghae hanya diam.

“Aku hanya ingin memberikan ini,” ucap orang tersebut seraya memberikan plastik putih berukuran kecil pada Donghae, “Ini vitamin untuk Sungmin ssi, bukankah sudah habis? Jadi aku membelinya tadi,” lanjutnya karena Donghae belum menerima plastik tersebut.

“Berhentilah melakukan itu, Kim Jongwoon ssi!” Donghae kembali berucap dengan ketus dan kemudian berbalik meninggalkan orang tersebut yang adalah Jongwoon atau biasa dia panggil dengan Yesung.

“Donghae ssi…”

“Fishy…”

Donghae membelalakkan matanya pada Kibum yang memang sudah sedari tadi mengikutinya, dia sudah bisa menebak mengapa Kibum memanggilnya, roh itu pasti ingin mencegahnya untuk masuk kembali ke dalam rumah dan meninggalkan Yesung yang adalah hyungnya sendirian tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Donghae seketus ini padanya.

“Pergilah bersama hyungmu,” ucap Donghae santai seraya terus melangkahkan kakinya.

“Hae.”

Langkah kaki Donghae terhenti saat seseorang sudah berada di depan pintu, seseorang yang adalah Sungmin.

“Oh… Yesung ssi,” Sungminpun menoleh menatap Yesung yang ada di depannya sekarang dengan senyum yang sangat manis.

“Kita masuk Hyung,” Donghae tidak memperdulikan senyum manis yang Sungmin tujukan pada Yesung dan langsung memutar kursi roda Sungmin dan kemudian mendorongnya memasuki rumah mereka. Dan alhasil, itu membuat Yesung hanya bisa berdiri terdiam menatap pintu rumah yang sudah tertutup tersebut.

“Biarkan Yesung masuk dulu.”

“Aku ingin tidur lagi Hyung,” Donghae langsung meninggalkan Sungmin yang sama terdiamnya melihat kelakuan adiknya itu.

“Jangan biarkan dia masuk!” suara Donghae kembali terdengar yang sukses membuat pergerakkan tangan Sungmin yang tadinya ingin membukakan pintu terhenti. Sepertinya dia memang harus menuruti Donghae sekarang hingga dia memilih untuk menuju ke ruang tengah dengan cara mendorong kursi rodanya sendiri meski hanya beberapa saat saja karena kini Kyuhyun telah membantunya.

“Ada apa dengan Donghae?”

“Entahlah Kyu, sepertinya dia sedang kesal, dia bahkan tidak membiarkan Yesung masuk,” jawab Sungmin setelah Kyuhyun memindahkan tubuhnya ke atas sofa dan meletakkan bantal di belakang pinggangnya agar dia merasa nyaman.

Kyuhyun tersenyum kecil mendengarkan jawaban Sungmin dan kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Donghae dan membiarkan Sungmin menonton tv sendirian di ruang tengah.

.

.

“Fishy…”

“Kenapa kau juga belum pergi? Pergilah!” Donghae berteriak tertahan pada Kibum saat Kibum memanggilnya, sungguh, dia ingin Kibum pergi sekarang.

“Kenapa? Kau tidak mau membantuku lagi?”

“Tugasku sudah selesai Kim Kibum, jadi pergilah temui hyungmu itu, dan minta bantuan padanya.”

“Hae…”

Donghae dan Kibum serempak menolehkan kepala mereka menatap sosok Kyuhyun yang sudah berada bersama mereka.

“Kau kenapa?”

“Aku tidak apa-apa, kau temani Sungmin hyung saja,” jawab Donghae sekenanya.

“Kau marah padaku?”

“Tidak Kyu, keluarlah, temani Sungmin hyung.”

Kyuhyun diam, tapi langkahnya semakin mendekati Donghae. Digenggamnya jemari Donghae dan menatap mata bening Donghae dalam, “Kau marah padaku, kan?” ucapnya. “Kau sudah tahu perasaanku kan Hae? Aku mencintai Sung…”

“Apa yang kau bicarakan Kyu?” Donghae langsung mendorong tubuh Kyuhyun sebelum Kyuhyun menyelesaikan ucapannya.

Donghaepun melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya dan mendudukkan dirinya di sana, “Aku sama sekali tidak memikirkan itu, hubungan kita memang sudah berakhir saat Sungmin hyung kembali, lagipula aku…” ucapan Donghae terhenti saat matanya menangkap sosok Kibum yang kini sudah duduk di sebelahnya.

“Aku?” Kyuhyun yang kini sedang berdiri di depan Donghae menunggu kalimat yang akan keluar dari mulut Donghae, namun hasilnya hening.

“Baiklah,” ucap Kyuhyun mengerti bila Donghae tidak ingin membicarakan hal itu. “Kenapa kau tidak membiarkan Yesung masuk?” Kyuhyunpun mengalihkan pembicaraan mereka.

“Kyu… dia…”

“Dia?” Kyuhyun menatap Donghae penuh tanya.

“Dia…”

“Eunghhh.”

Donghae tersentak saat tiba-tiba sebuah lenguhan keluar dari mulut Kibum yang sedari tadi hanya duduk diam di sampingnya.

“Arrgghhttt.” Teriakkan Kibum semakin kencang dengan semakin mengeratnya remasan pada dadanya.

“Kibum,” Donghaepun mengulurkan tangannya guna menyentuh tangan Kibum yang tengah mengeras akibat menahan rasa sakitnya, dan itu hanya bisa membuat Kyuhyun diam, karena itulah yang harus dia lakukan bila Donghae sedang berbicara dengan Kibum, walaupun pada kenyataannya dia tidak bisa melihat sosok Kibum, hingga kini dia memutuskan untuk keluar dari kamar Donghae dan kembali menemani Sungmin di ruang tengah.

“Minnie,” tapi langkah Kyuhyun terhenti saat melihat Sungmin yang sudah berada di depan kamar Donghae, sepertinya Sungmin pindah sendiri ke kursi rodanya hingga kini dia sudah berada di sana.

“Siapa Kibum?” tanya Sungmin bingung, “Dan… apa yang sedang Donghae lakukan?” karena nyatanya Sungmin melihat Donghae yang tengah menangis, dan seolah-olah sedang berbicara dan memeluk seseorang. Ingat! Hanya Donghae yang dapat melihat Kibum.

Kyuhyunpun hanya tersenyum dan langsung mendorong kursi roda Sungmin menjauhi kamar Donghae.

.

.

“Ki-bum,” seorang namja manis berkursi roda tengah terduduk di samping ranjang rawat seseorang yang dia panggil dengan Kibum. “Ma-af-kan-a-ku,” gumamnya pelan seraya menggenggam tangan Kibum yang terasa sangat dingin. ‘Sekarang aku mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, kita adalah orang-orang yang harus menerima karma dari apa yang dilakukan oleh orang yang kita sayangi,’ lanjutnya dalam hati dan semakin mempererat genggaman tangannya.

‘Siwon hyung, semua ini karena dia, dia meminta Jongwoon hyung melakukan sebuah kejahatan, hingga akhirnya membuat aku juga melakukan sebuah kejahatan,’ Ryeowook, namja manis itu terus berucap dalam hatinya dengan sebuah isakan yang mulai terdengar. ‘Aku menabrakmu, aku hampir membunuhmu, tapi mengapa kamu yang harus mengalami ini, seharusnya aku, karena aku adik Siwon hyung, aku yang seharusnya membayar dosanya.’

“A-ku…”

.

.

“Arrgghhttt~” Kibum semakin berteriak kesakitan dan semakin mempererat pelukkannya pada tubuh Donghae membuat Donghae ikut berteriak kesakitan akibat cengkraman tangan Kibum pada punggungnya.

‘Kibum,’ batin Donghae dan ikut mempererat pelukkannya pada Kibum. ‘Mana bisa aku meninggalkanmu bila kau terus seperti ini,’ dan air matanyapun mengalir.

‘Mengapa aku merasa seperti ini? Mengapa? Mengapa aku harus menyadari ini? Mengapa aku harus menyadari bahwa aku mencintaimu? Mengapa aku harus menyadarinya di saat aku mengetahui semuanya? Mengapa?’

“Arght~”

‘Kim Jongwoon, orang yang sangat kubenci karena apa yang sudah dia perbuat pada Sungmin hyung. Kenapa? Kenapa kau harus menjadi adiknya? Kenapa Kim Kibum?’ batin Donghae terus bicara di setiap lenguhan Kibum yang tengah menahan rasa sakitnya.

“Euhhh,” lenguhan Kibum mulai terhenti diikuti dengan pelukkannya pada Donghae yang ikut merenggang. “Fishy,” panggil Kibum meski tak melepaskan pelukkan mereka berdua. “Aku sudah tahu.”

Mata sayu Donghae terbuka saat tiga kata itu keluar dari mulut Kibum, apa yang Kibum tahu?

.

Flash Back On

“Kau…” Yesung semakin menarik kerah kemeja Siwon membuat Siwon sedikit tercekik olehnya. “Kau sengaja melakukan ini kan? Mencelakai adikku agar kau terus  bisa memerintahku dan kau bisa bersembunyi dari tanggung jawab atas kecelakaan Sungmin, IYA KAN?”

Tubuh Kibum terkulai lesu di samping ranjang rawatnya. Ya… Kibum berada di sini, di dalam ruang rawat 303 yang tentu saja tanpa disadari oleh tiga orang yang juga berada di sana. Dia sudah berada di sini sejak Donghae pergi meninggalkannya saat dia merasakan sebuah rasa sakit yang teramat sangat pada dadanya, dan dengan tertatih dia memasuki ruangan ini dengan harapan bahwa benar tubuhnyalah yang berada di sini hingga membuat rasa sakit yang dia rasakan lebih sakit dari biasanya.

Dan inilah kenyataan yang dia hadapi, dia menemukan tubuhnya, dan juga mengetahui sebuah kenyataan bahwa hyungnya adalah orang di balik kecelakaan yang dialami Sungmin, hyung Donghae. Dan entah bagaimana, kini rasa sakit yang sedari tadi dia rasakan mendadak menghilang, menghilang bersama rasa keterkejutan akan sebuah kenyataan yang selama ini tidak dia ketahui. Hyungnya… seorang pembunuh.

Flash Back Off

.

“Sekarang aku mengerti Fishy, mengapa aku hanya bisa dilihat olehmu, hanya bisa bicara denganmu, bahkan mengapa aku mengalami kecelakaan ini,” Kibum mulai berujar seraya melepaskan pelukkan mereka berdua. Kini dia menatap mata sendu Donghae yang sedikit merah karena tangisannya tadi.

“Ini takdirku, aku harus membayar apa yang hyungku lakukan pada hyungmu.”

“Kibum…” Donghae terdiam, tidak ada yang bisa dia katakan. Inikah kenyataannya? Tapi, Kibum sama sekali tidak bersalah dalam hal ini.

Hening… untuk beberapa saat keheningan melanda hingga panggilan Kibum pada Donghae menggema, “Fishy…”

Jemari Kibumpun menyentuh wajah Donghae dan mengusap jejak air matanya yang mulai mongering. “Kau ingin aku pergi kan? Aku mengerti, memang sebaiknya aku pergi, karena aku hanya akan membuatmu sakit bila terus berada di sini. Tapi…” Kibum menatap mata Donghae dalam dan memberikan sebuah senyum kecil yang membuat Donghae hanya bisa terdiam sekarang.

“Tapi… aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku mencintaimu,” mungkin inilah saat yang tepat bagi Kibum untuk mengatakan apa yang selama ini dia rasakan. Paling tidak sebelum dia pergi, Donghae mengetahui tentang perasaannya ini. Meskipun Donghae akan menolaknya, membencinya karena statusnya sebagai adik dari seorang Kim Jongwoon, dia tidak peduli.

“Aku mencintaimu Lee Donghae.”

Setetes air mata kembali jatuh dari pelupuk mata Donghae saat sebuah kecupan tercipta antara dia dan Kibum. Mengapa? Mengapa harus sesedih ini? Tentu saja dia akan merasa sedih, meskipun dia mengetahui siapa Kibum, seorang adik dari orang yang telah membuat hyungnya harus mengalami kecelakaan. Tapi bukankah perasaan tidak bisa dibohongi? Karena itulah yang Donghae rasakan sekarang, dia… juga mencintai Kibum.

Perlahan, rasa hangat di bibirnya Donghae rasakan memudar, dia membuka matanya tapi masih dapat melihat bahwa Kibum masih mengecupnya sekarang, tapi, mengapa dia sudah tidak dapat merasakannya?

Kibumpun menarik diri, tersenyum menatap Donghae yang masih terdiam.

Apa yang kamu inginkan hari ini, jika kamu meninggal besok?’

Pertanyaan yang pernah Kibum dengar, entah dari siapa itu terngiang di ingatannya.

‘Aku hanya berharap dapat menemukan seseorang yang aku cintai.’

Dan begitu juga dengan jawaban yang dia berikan.

“Aku pergi,” dua kata yang keluar dari mulut Kibum membuat Donghae tersentak, secepat inikah? Dan perlahan, sosok Kibumpun mulai memudar dari pandangan Donghae, meski kini Donghae berusaha mencegahnya tapi sosok itu telah menghilang sekarang, benar-benar menghilang.

– isfa_id –

Donghae terdiam dengan kedua tangannya yang memeluk kedua kakinya yang tertekuk, wajahnyapun dia sandarkan pada kedua kakinya itu dengan punggung yang bersandar pada kepala tempat tidurnya. Entah sudah berapa lama dia melakukan itu, bahkan sedari tadi posisinya sama sekali tak berubah, terlebih air mata yang tak pernah berhenti mengalir dari kedua matanya meski berkali-kali dia mencoba menghentikannya dengan cara mengusapnya dan bahkan sesekali dia mendongak agar air mata itu tak keluar, tapi semuanya percuma.

“Kau ingin aku pergi kan? Aku mengerti, memang sebaiknya aku pergi, karena aku hanya akan membuatmu sakit bila terus berada di sini. Tapi…”

Kalimat yang tadi Kibum katakan padanya terngiang kembali di telinganya, seperti sebuah lagu yang terus diputar ulang oleh sang pendengar.

“Tapi… aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku mencintaimu, Aku mencintaimu Lee Donghae.”

“Aku juga mencintaimu,” Donghaepun bergumam dengan pelukkan pada kakinya yang semakin mengerat.

“Aku pergi.”

“Jangan pergi, jangan pergi,” tangis Donghaepun semakin menjadi saat dua kata terakhir yang Kibum katakan padanya ikut kembali terngiang di telinganya.

“Kibum…” tiba-tiba perasaan tidak enak Donghae rasakan, apakah itu berarti Kibum…

“Tidak, tidak boleh!”

Donghae sesegera mungkin turun dari tempat tidurnya, mengambil jaket yang memang biasanya dia gantung di dekat meja belajarnya dan segera berlari keluar dari kamarnya. Tidak, apa yang ada di pikirannya tidak boleh terjadi, dan dia harus memastikan itu benar-benar tidak terjadi.

“Hae…”

Bahkan panggilan Sungmin tak Donghae hiraukan saat dia berlari menuju pintu keluar.

“Donghae!”

‘Blam.’

Donghaepun menghilang saat pintu itu sudah tertutup.

“Kyu, Donghae kenapa?”

“Kau tunggu di sini,” ucap Kyuhyun dan segera berlari keluar rumah menyusul Donghae yang ternyata masih berdiri seperti sedang menunggu sesuatu dengan wajah yang terlihat sangat cemas dan juga gerak tubuhnya yang menggambarkan sebuah ketakutan.

“Hae, ada apa? Apa yang terjadi?”

“Aku harus pergi Kyu, ahhh… kenapa tidak ada taksi yang lewat,” Donghaepun semakin terlihat cemas.

“Kau mau ke mana? Kau kenapa? Ada apa?” Kyuhyun ikut menjadi cemas melihat Donghae seperti ini di hadapannya.

“Aku harus ke rumah sakit, Kyu,” Donghae tetap menjawab pertanyaan Kyuhyun meski kepalanya berputar ke sana ke mari guna melihat mungkin ada taksi yang lewat dari arah lain.

“Rumah sakit? Memangnya ada apa?”

“Kibum… Kibum…”

“Kibum?” tanya Kyuhyun kurang percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Donghae, tapi anggukan Donghae membuat Kyuhyun mengerti, dan sepertinya dia memang mengerti, dia mengerti bahwa itu berarti Donghae sudah menemukan tubuh Kibum, meskipun itu tidak sepenuhnya benar, karena sesungguhnya Donghae sangat khawatir bila Kibum sudah benar-benar menghilang sekarang. “Jadi, kau menemukannya,” gumam Kyuhyun dan kemudian segera menyentuh pundak Donghae, “Tunggu di sini, aku akan mengantarmu,” dan kemudian Kyuhyun langsung melesat masuk kembali ke rumah Donghae mengambil jaket dan kunci mobilnya.

“Kyu…”

“Aku pergi dulu, aku akan mengantar Donghae,” Kyuhyun mendekati Sungmin yang masih berada di tempatnya tadi saat Kyuhyun memintanya untuk menunggunya.

“Ke mana?”

“Ke rumah sakit.”

“Rumah sakit? Aku ikut!”

– isfa_id –

Sungmin yang duduk di jok belakang hanya diam memperhatikan Kyuhyun dan Donghae yang ada di depan. Meski sesekali dia menolehkan pandangannya menatap gedung-gedung tinggi di setiap jalan yang mereka lewati, tapi pandangannya lebih sering berfokus pada Donghae yang terlihat sangat cemas, tapi apa yang harus dia lakukan? Dia sendiri tidak tahu. Meskipun dia bertanya, Donghae tak akan menjawab, dan hanya akan bergumam yang Sungmin dan Kyuhyun tak mengerti maksudnya.

“Jangan pergi… jangan pergi…” itulah gumaman yang terus Donghae lontarkan, dan semakin gumaman itu terlontar, raut cemaspun semakin terlihat dari wajah Donghae.

Hingga kini, Kyuhyun menghentikan laju mobilnya saat mereka sudah tiba di rumah sakit yang mereka tuju. Dan Donghae, tanpa mempedulikan apapun segera keluar dari mobil Kyuhyun dan berlari memasuki rumah sakit dan sesekali menundukkan tubuhnya guna meminta maaf kepada setiap orang yang ditabraknya. Sementara Kyuhyun dan Sungmin hanya dibuat heran karena hal itu.

Kyuhyunpun turun dan segera membantu Sungmin keluar setelah menyiapkan kursi rodanya. Sebenarnya Kyuhyun tak ingin mengajak Sungmin tadi karena itu akan merepotkan, meskipun pada kenyataannya dia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.

“Donghae ke mana?” tanya Sungmin saat sosok Donghae tak dapat lagi mereka lihat.

“Entahlah, kita masuk saja,” jawab Kyuhyun dan segera mendorong kursi roda Sungmin memasuki rumah sakit meski dia tak tahu ke mana sesungguhnya Donghae pergi, tapi dia yakin akan menemukan Donghae, mereka tinggal menghubungi Donghae nanti bila mereka tidak bisa menemukannya. Tapi alhasil pikiran Kyuhyun itu salah, karena bahkan sekarang Donghae tak mengangkat telepon darinya saat mereka sudah benar-benar kehilangan Donghae.

.

.

“Kibum…”

Donghae langsung membuka pintu ruang rawat bernomor 303 di hadapannya itu dengan kasar, hingga menimbulkan bunyi keras dari pintu yang menabrak dinding di sampingnya. Tapi Donghae terdiam, mematung melihat kenyataan bahwa tak ada siapapun di ruangan tersebut, hanya sebuah ranjang kosong yang terlihat rapi dengan seprai berwarna putih yang sepertinya memang baru saja dibenahi. Hingga seorang suster yang berada di dalam ruangan tersebut, yang baru saja keluar dari toilet di dalam ruang rawat itu tertangkap retina Donghae.

Donghae hanya menatap suster itu dengan diam, tapi sepertinya sang suster mengerti arti tatapan Donghae hingga akhirnya dia berucap “Dia tidak ada,” dan pergi meninggalkan Donghae yang masih hanya bisa mematung, hingga sebuah tangan menyentuh pundaknya. Diapun berbalik menatap seseorang yang ternyata adalah seseorang yang sebenarnya sudah sangat tidak ingin dia lihat.

“Donghae ssi,” ucap seseorang itu yang ternyata adalah Yesung.

“Arght,” Donghae langsung menepis tangan Yesung dan segera berjalan menjauhinya.

“Donghae ssi,” Yesung kembali menyentuh pundak Donghae dengan sedikit meremasnya meski tak membuat Donghae merasakan sakit, tapi itu sukses membuat Donghae menghentikan langkahnya.

Sementara di tempat yang tidak terlalu jauh dari mereka, Kyuhyun dan Sungmin tersenyum setelah berhasil menemukan Donghae, terlebih Sungmin saat dia melihat Yesung bersama dengan adiknya itu.

“Kau kenal Kibum kan? Kibummie, dia…”

“Hentikan!” Donghae langsung memotong ucapan Yesung yang mencoba memberitahukan sesuatu padanya. Diapun menatap tajam ke arah Yesung dan kemudian berucap, “Ini semua salahmu, salahmu hingga membuat Kibum harus menanggung semuanya, salahmu hingga akhirnya Kibum yang harus membayar atas apa yang telah kau perbuat, kau jahat KIM JONGWOON!”

“Kim Jongwoon?” Kyuhyun yang kini sudah bergabung dengan mereka tersentak mendengar nama yang Donghae sebutkan, apakah itu berarti? “Donghae, jadi dia?” Kyuhyunpun ingin memastikan apa yang dia dengarkan, dan diamnya Donghae meyakinkan Kyuhyun bahwa itu benar, Yesung adalah Kim Jongwoon, orang yang mereka cari, orang yang membuat Sungmin seperti sekarang, orang yang sesungguhnya berusaha membunuhnya.

‘Srek.’

Kyuhyunpun segera menarik jaket yang Yesung gunakan membuat tubuh Yesung yang memang lebih pendek dari Kyuhyun sedikit terangkat.

“Kyu, apa yang kau lakukan?” Sungminpun menarik tangan Kyuhyun agar Kyuhyun melepaskan cengkramannya pada jaket Yesung yang tentu saja tidak akan mungkin Kyuhyun lakukan. Dan yang terjadi adalah, ‘Bugh…’ Kyuhyun meninju wajah Yesung hingga kini tubuh Yesung tersungkur dengan wajah yang mengenai dinding.

“Kyu!” Sungminpun berteriak histeris dan mencoba menahan Kyuhyun dengan cara menarik tangannya meski itu sedikit sulit karena dia harus menahan dirinya sendiri di kursi roda bila dia tidak ingin jatuh. “Apa yang kau lakukan?” bentaknya.

“Aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan!” jawab Kyuhyun dan menarik tangannya dari genggaman Sungmin kemudian kembali memukul Yesung ditemani dengan teriakkan-teriakkan Sungmin yang meminta Donghae memisahkan mereka berdua. Tapi Donghae, dia langsung berlari meninggal tiga orang itu dengan tangisan yang sudah benar-benar tak dapat dia tahan lagi.

– isfa_id –

Dua minggu setelah itu, sejak kejadian di rumah sakit yang membuat semua orang harus menarik Kyuhyun bila tidak ingin melihat seseorang meninggal di depan mata mereka. Di sinilah kini Sungmin berada, di depan sebuah kantor polisi ditemani Donghae dan juga Kyuhyun.

“Minnie, seharusnya kau tak melakukan itu! Dia pastas mendapatkan hukuman atas apa yang dia lakukan padamu,” ucap Kyuhyun yang berada di belakang kursi roda Sungmin, karena mereka baru saja membebaskan Yesung dari penjara dengan alasan Sungmin yg menurut Kyuhyun tak masuk akal.

“Dia tak salah Kyu, dia juga terpaksa melakukan itu demi biaya pengobatan adiknya. Dan dia juga sudah membantuku, bila bukan karena dia kondisi tubuhku tak mungkin sebaik sekarang,” ya, itulah jawaban Sungmin, dan itu memang ada benarnya. Bahkan Sungminpun ingin agar Siwon juga dibebaskan karena selama ini yang membiayai pengobatannya adalah Siwon, meski itu tak terjadi, karena tuan dan nyonya Choi tak menginginkan itu, mereka ingin agar Siwon, anak mereka menyadari kesalahannya dan membiarkan Siwon tetap berada dalam penjara hingga waktu hukumannya berakhir.

– isfa_id –

Kibum terdiam di sebuah tempat di mana sebuah cahaya menerangi jalannya, tapi tak sepenuhnya seperti itu karena dia bahkan tak dapat melihat jalannya sama sekali. Putih, semuanya putih, bahkan cahaya itupun sangat menyilaukan baginya.

Dia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya guna menghindari cahaya itu, hingga tiba-tiba dia merasakan sebuah sapuan angin yang menerpanya, sejuk.

Diapun menurunkan tangannya, membuka matanya perlahan, hingga matanya menangkap sebuah pemandangan yang indah, hamparan pasir putih memberikan kehangatan pada kaki telanjangnya, dan di hadapannya terpampang laut biru yang luas di mana kemilau cahaya mentari memberi kerlap-kerlip pada gelombang-gelombang yang perlahan mulai menyapu jemari kakinya.

Kibum merasa ringan…

Menapaki pasir putih di kakinya, perlahan Kibum berjalan. Ringan adalah kata untuk tubuhnya yang ia rasa? Sangatlah ringan seolah tubuh itu tak dapat merasa sakit sedikitpun. Sakit yang selama ini menyiksanya? Mengganggunya. Semua hilang. Namun ada satu…

Perlahan ia meremas dada, di balik kemeja tipis putih yang dikenakannya. Rautnya terlihat sedih. Bibir pucatnya bergerak, lantas mengucap satu nama, “Donghae…” dengan sangat lirih.

Kepalanya mendongak, mencoba menahan aliran air dari kedua sudut matanya, namun? Tetap tak bisa. Ia menangis, kala nama Donghae melintas dalam pikirannya. Donghae yang mana, bibir manis miliknya, sama sekali tak membalas cintanya. Benar bukan?

“Kau tak memiliki perasaan yang sama denganku…” lirihnya dalam sebuah tundukkan kepala. Seolah terbebani dengan rasa tersebut. “Mungkin lebih baik jika aku pergi, bukan?”

Sesaat hening menelan dirinya, hingga…

‘Puk.’

Satu benturan kecil mengenai pundaknya.

“Kau yakin dengan apa yang kau katakan?”

Kibum membuka matanya. Dengan jelas ia dapat mengenal suara tersebut. Maka, tanpa ragu ia membalikkan badannya, lalu?

“Donghae!” ucapnya tak percaya… benarkah ini Donghaenya?

Donghae menawarkan satu uluran tangan dengan senyum hangat di bibirnya, namun Kibum terdiam. Ia malah memundurkan langkahnya, meski tetap memandang dalam ke arah mata Donghae. “Kenapa kau ada di sini?” tanyanya, menatap Donghae curiga.

“Ayo kita pulang…”

Kibum diam. Tetap diam kala mendengar ajakan Donghae.

“Kau tak ingin bersamaku, Bumie?”

Masih diam. Kibum terdiam, bahkan ketika Donghae mendekat, lantas meremas kemeja putihnya di bagian dada atasnya. Dan lalu? Satu kecupan Donghae berikan, tepat pada bibir Kibum.

“Kau tak tahu, bahwa aku juga mencintaimu…”

Kibum dapat merasakan nafas Donghae di wajahnya. Hembusan nafas Donghae, yang membuatnya merasa hidup kembali. Bahkan sudah lama ia tak dapat merasakan hembusan angin sekalipun. Dan kini? Ia benar-benar merasa hidup kembali, dengan senyum terkembang.

“Apa kau mencintaiku?” tanya Kibum akhirnya, memberanikan dirinya.

Donghae tak menjawab. Ia malah kembali menarik wajah Kibum, dan memberikan ciuman di wajah Kibum, dan terakhir, mengecup panjang bibir Kibum.

Bukankah itu seperti sebuah mimpi? Tepat.

Sementara itu? Yang terjadi dalam kehidupan nyata adalah?

“Sampai kapan kau akan menciuminya seperti itu, Hae! Jangan sampai dokter menegurmu nantinya, karena kau menciumi bibir seorang pasien di sini yang bahkan belum sadarkan diri!” suara Kyuhyun membahana, di ruangan, tepat di mana terdapat Kibum dan Donghae di dalamnya.

Kibum yang masih terbaring, dalam mata tertutup, sedang Donghae? Tak henti menciumi dirinya.

Donghae mengecupi bibir Kibum dalam sebuah senyuman terpatri di bibirnya. Dan dalam kecupannya itu? Ia berujar “Aku akan menciumnya sampai ia bangun…” dengan nada jahil.

– isfa_id –

5 bulan kemudian.

Sungmin berdiri merengut di depan rumahnya melihat seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil sport hijau miliknya, “Kenapa lama sekali?” rajuknya manja setelah orang tersebut yang adalah Kyuhyun sudah berada di depannya.

“Maaf.”

“Ya sudah ayo cepat!” Sungmin langsung menarik tangan Kyuhyun untuk kembali memasuki mobilnya yang akan mengantarkan mereka ke rumah orang tua Sungmin dan Donghae, karena Sungmin sudah sangat merindukan orang tuanya setelah selama ini tidak bertemu. Sementara Donghae lebih memilih untuk tinggal. Bukan karena ibunya yang dulu pernah mengusirnya karena menganggap Donghae adalah penyebab kecelakaan yang dialami Sungmin, karena sesungguhnya sudah tidak apa-apa di antara ibu dan anak itu setelah Sungmin kembali dan menjelaskan semuanya.

.

.

Yesung duduk di sebuah kursi kayu berwarna coklat gelap dengan sebuah bingkisan yang merupakan makanan yang diletakkan di atas meja. Dia duduk tenang menunggu seseorang yang akan dia temui. Hingga akhirnya orang tersebut keluar dari sebuah pintu jeruji, seorang pria dengan seragam nara pidananya berjalan menghampirinya dengan langkah gontai, menunduk dan meremas-remas jemarinya sendiri.

Dan seperti inilah, hening. Tak ada apapun yang terjadi sejak pria tersebut sudah duduk berhadapan dengan Yesung. Yang dilakukan pria tersebut hanyalah diam dengan kepala yang terus menggeletak di atas meja, bahkan itu membuat Yesung tak dapat melihat wajahnya.

“Siwon,” akhirnya Yesungpun memecah keheningan. Diperhatikannya Siwon, ya, Choi Siwon yang terlihat sangat tidak baik di matanya itu dengan perasaan iba. “Aku membawakan makanan untukmu,” ucapnya seraya menyerahkan bingkisan yang tadi dia bawa kepada Siwon, sementara Siwon hanya diam tak menanggapinya.

“Wookie,” suara Siwonpun terdengar, merintih memanggil nama seseorang yang Yesungpun mengenalnya. “Wookie, maafkan hyung,” gumamnya tak mempedulikan apa yang Yesung katakan, karena pada kenyataannya dia sama sekali tak menyadari siapa yang berada di dekatnya. Pikirannya hanya ada pada seseorang yang terus dia panggil namanya, Ryeowook, sang adik, yang kini telah tiada. “Wookie, maafkan hyung, maafkan hyung!” dan seketika Siwon menjambak rambutnya sendiri dengan gumaman yang perlahan menjadi teriakkan yang akhirnya membuat beberapa orang opsir segera memeganginya dan menyeretnya untuk kembali masuk ke dalam jeruji besi yang akan mengurungnya entah hingga berapa lama.

.

.

Donghae terdiam di depan sebuah gundukkan tanah yang terdapat sebuah rangkaian bunga mawar di atasnya. Bunga yang memang Donghae siapkan untuknya, untuk seseorang yang terkubur di bawahnya, seseorang yang dia harap dapat beristirahat dengan tenang di sana.

“Terima kasih,” ucap Donghae dengan sebuah senyuman yang tergambar indah di wajahnya.

“Ayo Hae.”

“Hem,” Donghae mengangguk saat seseorang memegang kedua pundaknya dan diapun segera berdiri dengan senyuman yang masih tergambar di wajahnya saat dia menatap batu nisan di depannya. “Terima kasih, Ryeowook.”

“Terima kasih,” seseorang yang berada di samping Donghaepun mengucapkan rasa terima kasihnya pada Ryeowook, orang yang telah beristirahat dengan tenang di sana. “Aku akan menjaganya,” lanjutnya seraya menyentuh dadanya, di mana sebuah jantung berdetak yang membuatnya tetap bisa bertahan hingga kini, bertahan dan tak meninggalkan orang yang dia cintai. “Ayo,” diapun segera menggenggam tangan Donghae dan membawanya pergi dari sebuah pemakaman di mana seorang Choi Ryeowook dikuburkan.

Tapi baru beberapa langkah kaki mereka berjalan, langkah merekapun terhenti akibat Donghae yang menghentikan langkahnya seraya merengut dengan manjanya.

“Ada apa?”

“Aku lelah Kibummie, gendong,” Donghaepun merengek.

“Heh?”

.

Flash Back On

Ryeowook terbaring di sebuah ranjang operasi di dalam ruang operasi tentunya, di mana dia dapat melihat peralatan operasi yang siap membedah tubuhnya. Kemudian pandangannyapun tertuju pada seseorang yang tergeletak di sebelahnya, berjarak beberapa meter, tertidur di ranjang operasi juga sepertinya.

‘Inilah yang bisa aku lakukan untuk membayar semuanya.’

“Kau yakin?”

“I-ya-Ap-pa,” Ryeowook menjawab pertanyaan seseorang yang adalah ayahnya, Tuan Choi, yang merupakan dokter yang akan melakukan operasi transplantasi jantung, di mana sesaat lagi jantungnya akan berpindah pada seseorang yang terbaring di sebelahnya.

“Tapi…”

“Ap-pa,” Ryeowook menggenggam tangan Tuan Choi guna meyakinkannya, “Woo-kie-ti-dak-a-pa-a-pa.”

‘Tolong jaga jantungku dengan baik, Kim Kibum.’

Flash Back Off

.

Kibum menyentuh dadanya, di mana jantung Ryeowook berada. Dia sama sekali tak menyangka hal ini akan terjadi. Dia, seorang pengidap penyakit gagal fungsi jantung sejak lahir hanya akan bertahan hidup bila dia bisa melakukan operasi transplantasi jantung. Tapi, sampai dia menginjak usia lima belas tahunpun belum ada jantung yang cocok untuknya, hingga membuat dia tidak terlalu berharap bila dia bisa bertahan hidup lebih lama lagi.

Hingga akhirnya kecelakaan itu terjadi, kecelakaan di mana dia akhirnya dipertemukan dengan Ryeowook, orang yang secara kebetulan memiliki kecocokan jantung dengannya. Walaupun dia sama sekali belum pernah bertemu Ryeowook secara langsung.

Saat dia tersadar dari komanya, dan dipindahkan ke ruang rawat lain, saat itu Kibum dikejutkan dengan kabar bahwa dia sudah mendapatkan donor jantung yang tepat untuknya. Hingga akhirnya setelah beberapa hari setelah kondisi tubuhnya dinyatakan siap untuk menjalani operasi, operasi itupun terjadi.

‘Aku berjanji akan menjaganya dengan baik.’

“Hem,” Kibum sedikit terkejut saat tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Tapi dia sudah bisa tebak siapa pelakunya.

“Kau tidak mau masuk? Ini sudah malam, tidak baik untuk jantungmu,” seseorang itu yang adalah Donghae berucap secara membelai dada Kibum dengan sangat lembut, karena dia mengkhawatirkan keadaan Kibum yang belum terlalu fit karena baru saja keluar dari rumah sakit setelah menjalani operasi.

“Ya, sebaiknya kita masuk,” Kibumpun segera bangkit dan mengajak Donghae memasuki kediaman mereka.

.

Dua pasang manusia yang kini tengah terbaring di atas tempat tidur mereka sama-sama terdiam, seraya memberikan kehangatan pada pasangan masing-masing, dan mereka tentu adalah Kibum dan Donghae.

Donghae yang dengan lembut membelai dada Kibum di mana jantung Ryeowook berada, tersenyum dengan sangat manis, dia tak mengira keajaiban terjadi pada mereka. Tahukah saat Donghae merasa sangat sedih karena berpikir bahwa Kibumnya telah meninggal. Kibumnya? Ya, tentu saja. Kibumnya. Dan tiba-tiba sebuah perasaan yang sangat menggembirakan dia rasakan saat Yesung tiba-tiba menemuinya dan memberitahunya bahwa sebenarnya Kibum dipindahkan ke ruangan lain dan dengan segera akan melakukan operasi yang akan membuatnya bertahan hidup, dan sekarang adalah buktinya.

Sementara Kibum, dia terus membelai rambut Donghae hingga ke punggungnya dan memberikan kecupan-kecupan mesra di pucuk kepala Donghae. Dia tersenyum, sedikit terkikik tepatnya, karena lihat saja, bukankah mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang baru saja resmi menjadi sepasang ‘suami-suami’ setelah selesai mengucapkan janji mereka di depan sang pendeta, dan akan melewati malam pertama?

Hingga akhirnya keheningan menyelimuti mereka. Hening di mana keduanya telah terpejam, siap untuk menuju mimpi indah mereka, terlelap dalam senyum yang terpatri di wajah masing-masing. Tapi keheningan itu tak berlangsung lama, saat tiba-tiba Donghae berteriak.

“AH… Kibum jangan tidur dulu! Aku lupa kalau aku harus menyelesaikan tugas sekolahku!” teriak Donghae yang menggema di tengah malam, di kamar yang hanya ditempati oleh dua orang yang salah satunya baru saja mulai terlelap itu. “Cepat bangun! Bantu aku!” rengek Donghae mengguncang tubuh Kibum yang masih saja terpejam.

“Kerjakan sendiri Lee Donghae, aku mengantuk!”

“Bantu aku!”

Hah… sudahlah. Keributan itu tak akan pernah berhenti bukan?

E.N.D

END ya, END ya, sudah tamat berarti, xD

Terima kasih untuk Mea dan Jihan yang sudah memberikan sarannya untuk kelanjutan FF ini, terutama untuk Sugih yang sudah ‘menyumbangkan’ kalimat-kalimatnya hingga membuat chap ini jadi lebih baik dari sebelumnya ^^

.

.

Panjaaannnnngggggggggg~ kkk~ ini chap terpanjang yang pernah saya buat dalam setiap FF saya, *penting*

Mengecewakan? Ya, sudahlah, saya pasrah(?) maaf jika tidak bisa membuat kalian puas dengan akhir ceritanya, tapi, jangan minta sequel ya *sok kepedean saya* #plak

Maaf juga karena sangat lama updatenya ^^

Dan juga, terima kasih untuk yang sudah bersedia membaca dan memberikan commentnya.

Advertisements

38 thoughts on “I’m a Ghost – 13 [END]

  1. Happy ending yang kerennnnn eonnn..
    Ya, walopun sad buat siwon sama ryeowook sihh.. Tapi ini bagusssssss!!!

    Akhhh.. Kihae akhirnya bersatu juga. Makasih banget itu buat ryeowook yang udah mau donorin jantungnya..
    Kerennnnn eonn!!
    Yang black dragon gantian lanjutin ya eonn.. Heheh
    Kerennnnn eonn. Bagus bagus!!!

  2. kekkekek,, suami-suami heehh??? hahaha…

    akhirnya ni ff tamat juga???

    ak lupa hae tu kuliah ato sekolah sih?? klo msh skolah bisa nikah yaa???

    si siwon jd stres ya?? baru kali ini bca ff siwonnya depresi berat,, ekekkik

  3. waahhh happy ending yaayy ^^
    wookie T.T
    siwon 😦
    kihae!!! ♥
    kkkkk~ aku suka wktu hae cium kibum sampe bangun…..kkkkk~ >.<
    ah, makasih mba isfa, udah ditamatin ini fic-nya :3

  4. Whuaaaa ini udah selesai yah. 😥
    Endingnya make sense untuk setiap karakter. Emang nggak mungkin dipaksain yah ending bahagia untuk semua. Kihae-nya tetep romantis dan lucu… suka.. suka!! ^^

  5. waahhhh…. akhirnya salah satu ff favoritku berkahir juga
    thanks ifa…. *bow
    berakhir indah buat KiHae, dan donghae keluar juga manjanya,hehehehe….
    ditunggu kelanjutan ff series yg lain dan ff baruny ya….. *fighting

  6. Huwaaaaa akhirnya selesai baca hahahhaha

    Aduuuh hae kau lucu bangeet siih..
    “Aku akan menciumnya sampai ia bangun”
    Dalam hatinya kibum dia ga mau bangun tuh biar dicium terus ma hae hahah

    Haaaah akhirnya kyumin dan kihae kembali bersatu..
    Eh itu apa akan jdi wonsung?
    Kasian wokkie 😦

    Halah pokoknya daenak lah eon..
    ^^)d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s