Posted in Uncategorized

I Will Always Love You


Seorang pria manis terduduk diam di depan sebuah meja berwarna coklat dengan sebuah name tag yang terletak di atasnya, berbahan kaca mengkilap yang membuat bola matanya tergerak, membaca setiap detail huruf yang tertulis di sana. Wajah pucatnya sama sekali tak menghilangkan kadar manis padanya.

Dia tak bergeming saat seorang pria berpakaian putih khas seragam seorang dokter duduk bersebrangan dengannya di meja tersebut, yang memang adalah meja kerja seorang dokter yang namanya tertera pada name tag yang tengah pria manis tersebut lihat sedari tadi.

“Hem,” dokter muda itu berdehem agar pria manis di hadapannya tak terlalu larut dalam diam, “Saya perlu berbicara dengan keluarga Anda,” ucapnya kemudian setelah pria manis tersebut mengangkat wajah dan menatapnya dengan mata sayunya. “Kapan Anda dapat membawa mereka kemari? Besok? Lusa?”

“Tak perlu,” itulah jawaban yang terlontar dari bibir pria manis tersebut.

“Ini hal penting.”

“Aku tahu,” ucapan itu membuat dokter muda itu terdiam, ditatapnya wajah pucat pria manis yang merupakan pasien yang baru saja ia periksa beberapa saat yang lalu. “Leukemia? Kanker darah? Saya tahu, Anda tak perlu menjelaskannya lagi.”

“Keluarga Anda tahu?”

“Tidak.”

“Sahabat? Orang terdekat Anda?”

“Tak ada yang tahu,” jawab pria manis tersebut pelan.

Dokter muda itu menarik nafas panjang dan sedikit merapikan dasi hitamnya. “Sejak kapan Anda tahu.”

“Tahun lalu.”

“Dari mana Anda tahu tentang penyakit Anda?”

“Dokter yang memeriksaku sebelum Anda.”

“Bagaimana mungkin dia memberitahu hal sepenting ini, tanpa melibatkan siapapun dari orang terdekat Anda?”

– isfa_id –

Tap

Tap

Tap

Seorang pria dengan jaket hitam yang menutupi kaos biru yang tengah ia kenakan itu berlari membiarkan sepatu kets hijaunya melindungi kakinya dari panasnya jalanan yang tengah ia tapaki, hingga kini ia terhenti di depan sebuah bangunan dengan warna khas putih, dan ini entah untuk yang keberapa kalinya.

“Hah, hah,” ia mengatur nafasnya setelah berada di bagian receptionis dan mempertanyakan sesuatu pada suster jaga, yang membuat suster dengan rambut hitam terkuncir itu segera mencari sesuatu yang dipertanyakan oleh pria tersebut dalam komputernya.

Suster itu menggeleng, membuat wajah pria tersebut murung, dengan setitik keringat yang mengaliri pelipisnya.

Dengan langkah tertatih ia membalik tubuhnya setelah membungkuk lemah pertanda ucapan terima kasih.

“Kau di mana sayang? Aku sudah mencarimu sejauh ini.”

Langkah gontainya terus membimbingnya menuju pintu rumah sakit yang kesekian kalinya membuatnya kecewa, karena orang yang ia cari ternyata tak ada di sana. Ia melewati setiap langkah tanpa mengangkat kepalanya yang tertunduk seakan enggan untuk menampakkan wajah sedihnya, hingga sebuah suara menghentikan langkahnya.

“Dokter Kim?”

Dokter Kim, pria yang tengah gundah itu berhenti, mengangkat kepalanya perlahan diiringi dengan perputaran tubuhnya guna untuk mengetahui siapa yang memanggilnya, dan “Dokter Choi,” kata itulah yang keluar dari mulutnya.

Dokter Choi, bertubuh sedikit lebih tinggi darinya berjalan mendekatinya, menampakkan sebuah senyum sedikit angkuh, “Sedang apa Anda di sini? Bukankah Anda bertugas di rumah sakit Mokpo?”

“Aku mencari seseorang,” itulah jawaban yang diberikan Kim.

“Oh~” dokter Choi kembali tersenyum padanya, dengan kepala yang sedikit menoleh ke kiri, memperhatikan keramaian dari pengunjung rumah sakit di sekitar mereka. “Eum,” dia kembali bersuara, “Saya dengar ada pasien yang kabur dari rumah sakit Anda, apa Anda mencarinya?” tanyanya dengan sebuah cekikikan yang tercipta di ujung kalimatnya, “Saya tak menyangka Anda sebaik itu.”

“Dia kekasihku,” jawaban singkat dari dokter Kim, membuatnya dokter Choi terdiam.

Itu hanya sesaat, hingga tawa keluar dari mulutnya, “Benarkah? Saya dengar pasien tersebut seorang pria.”

“Siwonnie~”

Ucapan dokter Choi, Choi Siwon terhenti saat seseorang memanggilnya dengan begitu manja.

Mata mereka berdua tertuju pada sosok pria manis yang kini tengah berjalan mendekati mereka, dan kini telah memeluk sebelah tangan Siwon dengan manja meski raut wajahnya menampakkan kekesalan.

“Kau lama sekali~” rengeknya manja.

“Kekasih Anda?” dokter Kim bertanya dengan mata yang menatap pria manis tersebut. Dan pria manis tersebut mengangguk dengan sebuah senyum lebar tanpa melepaskan pelukannya pada Siwon. “Dia seorang pria?” lanjut Kim, yang berhasil membuat Siwon mendengus kesal, untuk selanjutnya dokter Kim segera meninggalkan mereka dengan sebuah tawa tertahan meski berakhir kembali wajah murung itu kembali.

“Dia siapa?” kembali pada Siwon dan kekasihnya yang melayangkan sebuah pertanyaan.

“Hanya dokter miskin yang menyebalkan!”

– isfa_id –

Kembali, langkah seorang dokter Kim berhenti pada sebuah rumah sakit yang selalu membuatnya berharap bahwa orang yang ia sayangi berada di sana. Tapi kembali ia kecewa setelah ternyata orang yang tengah ia cari tak ada di sana.

Dan untuk kesekian kalinya langkahnya membawanya menjauh dari tempat tersebut, dan kini kembali juga langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya.

“Kim Kibum?”

Kim Kibum, ya, dokter Kim, ia memutar tubuhnya dan betapa terkejut dengan sebuah rona bahagia di wajahnya menatap seseorang di hadapannya, “Kyuhyun? Cho Kyuhyun?” ucapnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, sahabatnya.

Kyuhyun tersenyum melihat keterkejutan Kibum.

“Kapan kau kembali? Bukankah kau di Amerika?”

“Aku pulang,” jawab Kyuhyun seraya mengangkat tanda pengenal yang melekat pada pakaian yang tengah ia gunakan, “Kau tak lihat heoh? Dokter Cho, dokter bedah nomor satu di rumah sakit ini!” lanjutnya bangga, membuat tawa menggelegar antara mereka berdua.

Hingga itu berakhir, dengan mereka berdua yang kini tengah terduduk di taman rumah sakit tempat Kyuhyun bertugas.

“Jadi kau telah mencarinya sejauh ini?”

“Hem,” jawab Kibum saat Kyuhyun melontarkan sebuah pertanyaan setelah ia menceritakan apa yang ia lakukan di sini, Seoul. “Seharunya ia melakukan kemoterapi sekarang.”

Tak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain menepuk pundak Kibum guna memberikannya semangat.

“Aku hanya berharap dia baik-baik saja sekarang.”

Kyuhyun tersenyum melihat sebuah senyum kecil tergambar di wajah Kibum saat ia mengucapkan kata-kata itu. Yang Kyuhyun sangat mengerti adalah, betapa sahabatnya ini sangat mencintai orang tersebut.

“Semua akan baik-baik saja,” kalimat itulah yang keluar dari bibir Kyuhyun, membuat senyum Kibum kembali tercipta setelah kemurungan yang baru saja kembali menyelimutinya.

– isfa_id –

Seorang pria manis berdiri di depan sebuah cermin yang membuatnya dapat melihat wajah pucatnya sendiri. Matanya melirik pada sesuatu yang terjatuh pada baju putih yang tengah ia gunakan, sehelai rambut yang bertengger di sana.

Ia tersenyum sendu dengan jemarinya yang mengibaskan rambut tersebut, hingga kini sehelai rambut tersebut jatuh di depan kakinya.

Setetes air mata ikut keluar dari matanya, terlebih saat ia menyibak rambutnya, membuat berhelai-helai rambut terselip pada ruas jemarinya.

“Aku baik-baik saja.”

Ia segera mengibaskan tangannya, membiarkan helaian rambut tersebut menyingkir dari jemarinya. Dengan langkahnya yang segera keluar dari kediaman sederhananya setelah ia menarik sebuah topi guna menutupi kepalanya dari terik matahari yang segera menyengat tubuhnya.

T.B.C

Pendek ya~

G’ papa, karena ini belum resmi(?)

Advertisements

14 thoughts on “I Will Always Love You

  1. pendek? mana? ini panjang kok :)) panjaaaaaaang banget , kaya gery salut #plak

    ada yg bikin saia bingung eonn -_- ini yg sakit donghae kan? trus yg kekasih siwon siapa? , dokter kim yg ketemu siwon itu kim kibum bukan? kalo iya kok siwon bilang dokter miskin yg menyebalkan? emang kibum miskin? #kepoModeOn

    masih banyak yg aku pgn tanyain, cuman takut diprotes kepo parah ^^ jadi nunggu next chap ajaa lah 🙂

  2. Donghaeeee!!! ㅠ.ㅠ

    ah,pasti donghae yg sakit kan?
    ck! dasar kuda sombong,sinis sm.kibum,tp dia sendiri pny kekasih pria. #tabokinkuda

    eh,tp knapa donghae melarikan diri dari kibum???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s