Posted in KiHae Couple

Twins – 4


Tittle : Twins

Cast : Kibum / Kyuhyun / Eunhyuk / Donghae

Warning(?): Di sini KiHyun lebih tua dari EunHae.

Summary: Dua pasang anak kembar yang berkebalikan(?)

Kibum seseorang yang dingin tapi penuh perhatian kepada adik kembarnya EunHae.

Kyuhyun kembaran Kibum yang sangat sering menjahili adik kembarnya meskipun dia sangat menyayangi mereka.

Donghae adik kembar KiHyun yang sangat ingin dimanja oleh Kibum hingga dia mengatakan ‘Kibum Hyung hanya milik Donghae’.

Dan Eunhyuk kembaran Donghae yang selalu merasa iri pada Donghae karena dia merasa Donghae selalu mendapat perhatian lebih dari Kibum sedangkan dia tidak, dan dia paling membenci Kyuhyun.

– isfa_id –

Donghae sedikit mendongak menatap seorang namja manis yang duduk di hadapannya kini, tengah mencicipi sarapan yang sama dengannya. “Hyukkie…” dia berbisik memanggil Eunhyuk yang duduk bersebelahan dengannya.

“Lanjutkan makanmu,” ucap Eunhyuk tak menoleh pada Donghae yang kini beralih menatap Kyuhyun yang tersenyum menatapnya yang membuat Donghae cemberut. Entahlah, dia tak suka pada Kyuhyun, terlebih tatapannya, baginya itu menakutkan, karena tatapannya mirip dengan seseorang yang bahkan tak ingin Donghae temui lagi sejak dia dan Eunhyuk memutuskan untuk kabur dari kediaman mereka sebelumnya.

.

.

“Cepat!”

“Aku takut,” namja kecil berusia 5 tahun itu terduduk di atas tembok dengan kedua tangan yang menggenggam erat tiang kecil di sebelahnya, sementara bocah yang satunya berdiri di bawahnya, tengah mendongak menatap dan menunggunya.

“Tak apa, ayo.”

Namja kecil itu perlahan mulai menjulurkan kakinya ke bawah, mencoba menginjak setiap celah yang akan membawanya turun dengan tangan yang terus berpegang kuat pada tiang yang menuntun tubuhnya hingga kedua kakinya menginjak tanah coklat yang terlapisi rumput-rumput hijau tipis yang sedari tadi dipijaki saudaranya.

“Ayo.”

.

.

“Heoh?”

Eunhyuk mendengus kecil melihat Sungmin, namja yang baru saja dia kenal beberapa menit yang lalu itu melambaikan tangannya mengantar kepergiannya dan Donghae ke sekolah, bahkan namja tersebut tak lupa mengusap kepalanya dan Donghae secara bergantian sebelum mereka benar-benar memasuki halaman sekolah mereka.

“Hyukkie, tunggu~” Donghae berlari mengejar Eunhyuk yang telah berjalan terlebih dahulu darinya setelah Sungmin menghilang bersama mobilnya.

Sementara Kibum dan Kyuhyun masih berdiri diam di depan gerbang sekolah mereka, dengan tujuan tatapan yang sama, Sungmin yang kini telah menghilang di persimpangan jalan di hadapan mereka.

“Kau percaya padanya?” Kyuhyun bertanya dengan mata yang tak lepas dari jalan lapang di hadapannya.

Dan Kibum hanya menjawab dengan sebuah kata “Entahlah,” dan berlalu meninggalkan Kyuhyun menuju ke kelas mereka.

“Hei!” Kyuhyunpun sukses berteriak saat menyadari bahwa kembarannya tersebut sudah meninggalkannya yang masih asyik dengan pikiran-pikirannya, “Kim Kibum, tunggu! Hei!”

.

.

Donghae mengetuk-ngetukkan pensilnya pada sisi meja membentuk lubang-lubang kecil di sana membentuk dua buah nama, dia dan Eunyuk. “Hyukkie,” panggilnya pada saudara kembarnya yang hanya terduduk diam di bangkunya menunggu guru mereka masuk kelas.

Eunhyuk tak menjawab panggilan Donghae meski ia mendengarnya. Dan Donghaepun tak mengalihkan pandangannya pada Eunhyuk dan tetap membentuk nama mereka di sisi mejanya. “Hyung itu manis ya?” ucap Donghae karena ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Eunhyuk tentang Sungmin, namja yang mereka kenal tadi pagi di kediaman mereka, dan Eunhyuk tetap diam.

Donghae merengut saat tak mendapatkan tanggapan dari Eunhyuk dan kembali fokus pada apa yang tengah ia lakukan, hingga suara guru mereka yang menyapa ramah pada murid-muridnya itu terdengar.

– isfa_id –

Kyuhyun tengah melangkahkan kakinya ke arah kamarnya dan ketiga saudaranya setelah ia menyelesaikan tugasnya di dapur. Matanyapun menyipit saat langkahnya melewati pintu kamar berwarna coklat gelap tersebut. Kedua tangannya menyilang di depan dadanya dan mulai menyapa saudara kembarnya yang ternyata masih membuka matanya di meja belajar mereka. “Apa yang kau lakukan Kibum?” tanyanya dan melangkah mendekati Kibum, kembarannya.

Kyuhyunpun menatap layar laptop yang menyala di depannya, di mana Kibumpun tengah memandanginya sedari tadi. “Lee Sungmin,” iapun membaca sebuah nama yang tertera di layar tersebut dengan photo seseorang yang ia temui tadi pagi di rumahnya yang berada di atas biodata yang tengah Kibum amati. “Ada sesuatu dengannya?”

“Bukankah ini aneh Kyu?” ucap Kibum tanpa memalingkan tatapannya pada layar di depannya. “Kau yakin bahwa ia hyung mereka?” kali ini tatapan Kibum beralih pada dua adik kembarnya yang tengah tertidur lelap di atas tempat tidur mereka masing-masing yang dilindungi kehangatan dari selimut tebal yang mereka pakai. “Aku tak yakin,” lanjutnya dan kembali menatap laptop di depannya. “Mengapa ia baru mencari mereka sekarang?”

“Dia bilang dia baru saja pulang dari Amerika, bukan?”

Kibum meletakkan punggung jari telunjuknya pada bibirnya, dan tetap fokus pada biodata Sungmin. “Ia baru saja pulang dua hari yang lalu, bukan?” tanyanya yang mendapatkan anggukan dari Kyuhyun di mana mereka berdua tengah mereka apa yang terjadi pagi tadi di kediaman mereka ini. “Dan apakah mungkin secepat itu ia mengetahui keberadaan Donghae dan Eunhyuk?”

“Mungkin ia melakukan hal yang sama denganmu Kibum,” ucap Kyuhyun menjawab pertanyaan Kibum di mana ia kini telah menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah saudaranya. “Ia mencari informasi mengenai mereka melalui internet saat ia berada di sana.”

Kibum menggelengkan kepalanya, iapun membuka sebuah tab baru dan mengetikkan kedua nama adik kembarnya. “Data mereka tak ditemukan,” ucapnya dengan Kyuhyun yang memperhatikan halaman pada web yang tengah Kibum buka di mana terdapat beberapa data mengenai dua orang yang bernama sama dengan adik kembar mereka, Donghae dan Eunhyuk, tapi itu bukanlah mereka.

“Coba kau tambahkan Lee di depannya.”

“Sama saja,” jawab Kibum setelah ia mengetikkan marga yang merupakan kepunyaan Donghae dan Eunhyuk sebelum mereka diangkat menjadi keluarga Kim.

“Kim?”

“Tak ada.”

“Mereka hantu?”

“Hish!” Kibum mendengus kesal mendengar penuturan Kyuhyun yang malah tertawa dengan ia yang kini telah berpindah tempat di sisi tempat tidur Donghae.

“Aku ingin tidur,” ucap Kyuhyun dan mulai menyembunyikan tubuhnya di balik selimut yang tengah Donghae pakai.

“Kau ingin membuatnya menangis?”

Kyuhyunpun menghembuskan nafas kesal saat Kibum mencoba memperingatkannya tentang apa yang akan terjadi esok bila Donghae bangun dan melihatnya yang tertidur di sebelahnya. “Baiklah, aku akan tidur dengan monyet kecil itu,” ujarnya dan segera berpindah ke tempat tidur Enhyuk di mana ia segera menarik tubuh adik kecilnya itu ke dalam pelukannya. “Hei, kau Lee?” Kyuhyun berucap dengan cara berbisik pada telinga Eunhyuk yang tentu saja tak dapat mendengarnya karena ia telah tertidur lelap sedari tadi. “Bukan? Lalu siapa?” ia terus berbisik di telinga Eunhyuk yang membuat ia terkikik pada ulahnya sendiri yang akhirnya membuat mata Kibum melotot padanya. “Aku tidur,” hingga akhirnya Kyuhyunpun memejamkan matanya meninggalkan Kibum yang tetap terpaku di depan layar laptopnya.

Hembusan nafaspun terdengar dari Kibum yang sudah beberapa kali menarik nafas panjang, iapun akhirnya menekan Ctrl + P pada keyboard dan kemudian menekan tombol Enter membuat data yang sedari tadi ia amati tercetak pada kertas putih yang kini ia simpan dalam laci meja belajarnya.

– isfa_id –

“Hish!” Kyuhyun mendengus sebal melihat Kibum yang masih bersembunyi di balik selimut tebalnya, terlebih kini matahari sudah semakin terik. “Kau tak ingin bangun Kim Kibum?”

“Ini hari libur Kyu,” jawab Kibum sekenanya.

“Adik-adikmu terlantar.”

“Biar saja.”

‘Bruk.’

“Hei!”

Kyuhyun menampakkan raut kesal saat tiba-tiba seseorang menabrak tubuhnya dari belakang, dan itu adalah perbuatan Eunhyuk yang kini telah melompat naik ke atas tempat tidur Kibum dan mengguncang tubuh yang masih ingin beristirahat itu.

“Hyung~” Eunhyuk mulai merengek dengan ia yang tak berhenti mengguncang tubuh Kibum yang belum ingin terbangun sepenuhnya. “Donghae mencoret buku PR-ku.”

“Hhh~” Kibum menarik nafas lelah sementara Kyuhyun sudah sejak tadi berlalu dari tempatnya.

Eunhyukpun dengan wajah cemberut memperlihatkan bukunya pada Kibum saat sang hyung membuka matanya, di mana di buku tersebut terdapat banyak coretan yang merupakan ulah Donghae seperti yang Eunhyuk adukan padanya.

“Kau tinggal menyalinnya lagi di lembar yang lain,” ucap Kibum dan kembali memejamkan matanya dengan ia yang menarik selimut menutupi kepalanya, mengubur seluruh tubuhnya.

Eunhyuk diam, dengan ia yang memeluk bukut tulisnya. Ia menatap tubuh Kibum yang tersembunyi di balik selimut tebal coklat yang serupa dengan miliknya di tempat tidur yang sudah terlihat rapi setelah Kyuhyun merapikannya. “Hyung tidak adil,” ujarnya kemudian, “Hyung selalu memarahiku bila Donghae menangis, tapi Hyung tak pernah memarahi Donghae meskipun dia menjahiliku.”

Kibumpun membuka selimutnya dan menatap Eunhyuk yang masih terduduk di sampingnya dengan wajah yang terlihat sedih. Ia menggaruk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal, karena kini ia tengah berpikir. Apa benar yang dikatakan Eunhyuk? Ia tak berlaku adil pada adik kembarnya? Dan akhirnya ia bangkit, melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, karena ia berniat untuk menegur Donghae yang telah mencoret buku PR Eunhyuk. Bukankah memang itu yang harus ia lakukan? Dan terlebih agar Eunhyuk tahu bahwa ia sama sekali tak berlaku tak adil pada adik kembarnya tersebut.

Eunhyukpun melompat dari tempat tidur Kibum di mana ia mengikuti langkah kaki Kibum yang kini tengah menuju Donghae yang terduduk diam di balik meja tempat ia dan Eunhyuk mengerjakan PR mereka. Tentu kedua adiknya itu mengerjakan PR mereka pagi ini dikarenakan ini hari libur dan mereka berdua sengaja tak mengerjakannya semalam.

“Donghae,” Kibum mulai memanggil nama Donghae yang kini perlahan mengangkat kepalanya, menampakkan matanya yang memerah, tanda bahwa ia baru saja menangis.

“Eunhyuk merobek bukuku.”

Wajah Kibum terlihat malas menatap sampul buku Donghae yang sobek. Ia menggaruk kesal kepalanya, membuat rambut kusutnya semakin tak beraturan. Iapun menolehkan pandangannya pada Eunhyuk yang berdiri di belakangnya yang menampakkan wajah cemberut, yang akhirnya membuat ia melangkahkan kakinya ke ruang lain di rumahnya karena ia tak ingin mengurusi dua adik menyebalkannya tersebut.

.

.

Kibum melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia usapkan pada rambut basahnya. Diliriknya Kyuhyun yang tengah bersantai di sofa panjang di depan televisi ruang tengah mereka dengan kedua kaki yang saling menyilang yang ia sandarkan pada sandaran sofa coklat tersebut. Sementara kedua adiknya yang lain, Donghae dan Eunhyuk tengah menikmati sarapan mereka yang telat dengan sesekali mengadukan sendok dan garpu yang berada di kedua tangan mereka, menimbulkan nada berisik meski itu membuat kedua bocah tersebut tertawa riang.

Kibum mengangkat bahunya seakan tak peduli dengan apa yang tengah ia lihat sekarang. Ia segera melangkahkan kaki menuju kamarnya dan meletakkan handuk basahnya pada sudut meja belajarnya. Ia menatap kamar yang sedikit berantakkan itu, lebih tepatnya tempat tidurnya dan Donghae. Tentu saja karena ia bangun paling akhir hari ini. Ia raih selimut tebalnya dan segera melipatnya untuk selanjutnya ia letakkan di atas bantal yang telah ia tepuk-tepuk sebelumnya untuk menghilangkan debu-debu yang mungkin melekat di sana. Iapun menarik ujung sprainya dan menyelipkannya pada sudut tempat tidur, membuat peraduan malamnya itu tampak rapi kini.

“Kyuhyun!”

Kibum mendengar seseorang yang memanggil saudara kembarnya yang ia sangat tahu bahwa itu adalah Eunhyuk. Tentu saja, karena Eunhyuklah yang akan memanggil Kyuhyun tanpa embel-embel hyung, terlebih Donghae tak pernah memanggil Kyuhyun karena adiknya itu tak pernah merasa perlu dengan seseorang bernama Kim Kyuhyun tersebut.

“Hei!”

Kibum menoleh saat seseorang yang adalah Kyuhyun menyapanya.

“Aku akan mengajak setan-setan kecil itu keluar, kau ingin ikut?”

Kepala Kibum menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan padanya. Ia sedang tak ingin berada di luar rumah kali ini.

“Baiklah,” ucap Kyuhyun menerima penolakkan dari saudara kembarnya tersebut. “Kami tak akan lama, hanya ke super market di ujung jalan,” tambahnya dan segera berlalu saat Kibum menganggukkan kepalanya.

– isfa_id –

“Kau curang!”

Suara seorang bocah terdengar kesal saat ia merasa lawan mainnya berlaku curang padanya. Ia yang adalah Donghae menatap kesal Eunhyuk yang juga tak kalah kesal memandangnya.

“Itu tiket Donghae,” suara Donghae terdengar lebih kesal lagi.

“Aku yang lebih banyak memasukkan bolanya,” jawab Eunhyuk dan melipat semua tiket yang ia dapat dari permainan yang baru saja selesai mereka mainkan.

“Tapi kau bermain dengan koinku,” Donghaepun tak ingin kalah.

Sementara seorang lagi, yang memang seharusnya berada bersama mereka, yang membawa mereka berdua kemari, Khyuhyun, hanya diam di atas kursi yang telah ia duduki sejak tadi, tetap mencoba berkonsentrasi pada permainannya agar mobil yang tengah ia ‘kemudikan’ tak menabrak dinding pembatas karena ia ingin memenangkan ‘balap’ yang tengah ia mainkan. Ia tampak tak peduli dengan pertengkaran kedua adik kembarnya tersebut, meski akhirnya ia bangkit dari posisinya saat menyadari semua pengunjung yang ada di game center tersebut merasa terganggu dengan suara berisik dari kedua bocah nakal yang ia ajak bermain itu.

“Aish!”

Kyuhyunpun bersungut dengan menarik tangan Donghae dan Eunhyuk keluar dari tempat mereka sebelumnya. Ia menatap kedua adik kembarnya itu dengan tajam meski Eunhyuk membalas tatapannya dengan lebih tajam lagi sementara Donghae hanya menunduk diam dengan ia yang bergumam tak jelas karena ia masih merasa kesal pada Eunhyuk.

“Bisakah kalian tak bertengkar? Kalian tak bosan, heoh? Kalian selalu bertengkar di rumah,” Kyuhyun berucap geram pada keduanya dengan kedua tangan yang ia letakkan di pinggangnya, menandakan bahwa ia benar-benar marah pada kedua bocah yang berada di depannya kini. Tapi itu tak membuat kedua adik kembarnya itu tampak takut padanya, karena kini Eunhyuk hanya menatap malas padanya tanpa menjawab sepatah katapun dan Donghae tetap dengan gerutu-gerutuan tak jelasnya.

“Hhh~” Kyuhyun menarik nafas malas, dan kemudian menarik Donghae dan Eunhyuk pada sebuah bangku yang ada di dekat mereka dan meminta kedua adik kembarnya itu duduk yang segera mereka turuti. “Tunggu di sini! Dan jangan bertengkar lagi,” ucapnya dan kemudian berlalu meninggalkan kedua bocah tersebut yang hanya saling diam dan tak ingin saling menatap tersebut.

.

.

Entah sudah berapa menit berlalu, dan diam menemani Donghae dan Eunhyuk yang masih tak ingin saling menyapa, sementara Kyuhyun juga belum kembali semenjak ia pergi meninggalkan kedua adik kembarnya tersebut.

Donghae mengangkat kepalanya yang sedari tertunduk secara perlahan, ia tatap Eunhyuk yang hanya terduduk diam di sebelahnya dengan tiket-tiket hasil permainan mereka yang masih ia genggam.

“Hyukkie,” akhirnya suara itupun keluar dari mulut Donghae.

“Apa?” sungut Eunhyuk dan menatap Donghae kesal.

“Donghae mau pipis.”

“Kyuhyun belum kembali,” jawab Eunhyuk karena ia ingat akan perintah Kyuhyun yang meminta mereka menunggu di sini. Ya, meskipun Eunhyuk bersikap seakan tak sopan pada Kyuhyun, tapi ia adalah anak yang penurut dan mematuhi setiap apa yang hyungnya perintahkan, termasuk Kyuhyun.

Mulut Donghae maju dengan kedua pipi yang mengembung, ia tampak merajuk dengan jawaban yang Eunhyuk berikan. Iapun memilih diam dengan kedua kaki yang ia gerak-gerakkan mencoba menahan rasa ‘kebeletnya’. Tapi akhirnya ia tak tahan lagi dan segera melompat turun dari bangkunya membuat Eunhyuk juga ikut melompat turun.

“Donghae tidak tahan lagi,” ucap Donghae dan segera berlari menuju sebuah toilet yang terletak di ujung lantai yang tengah mereka sanggahi, dengan Eunhyuk yang juga turut mengejarnya ke arah yang sama.

Namun tiba-tiba langkah Eunhyuk terhenti saat ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia menatap sebuah bantal tidur berbentuk kotak dengan warna kuning dan lingkaran-lingkaran yang memenuhi beberapa bagian bantal tersebut. Ia seakan tertarik dengan apa yang tengah ia lihat sekarang, sebuah tokoh animasi yang ia tahu sangat disukai oleh kembarannya. “Spongebob,” ucapnya pelan dan kemudian kembali berlari menyusul Donghae.

.

.

“Hae… aku ada sesuatu untukmu,” ucap Eunhyuk saat ia memasuki toilet yang memang Donghae tuju sebelumnya. “Aku akan meminta Kibum hyung untuk membelikannya,” bisiknya pada diri sendiri dengan langkah kecilnya yang menyusuri toilet tersebut, di mana ia belum mendapatkan jawaban dari seseorang yang berada di dalam salah satu ruang di sana.

‘Klek.’

Pintu itu terbuka dengan seorang pria dewasa yang keluar.

Eunhyuk menampakkan wajah bingungnya karena ia kira Donghaelah yang berada di dalam sana, tapi ternyata ia salah. “Donghae,” ia memanggil saudara kembarnya tersebut karena mungkin Donghae berada di ruang lain dalam toilet tersebut, tapi ia memandang semua pintu yang terbuka, pertanda bahwa tak ada siapapun di sana kecuali dia.

Eunhyukpun keluar, melangkahkan kakinya kembali pada tempat ia dan Donghae menunggu Kyuhyun sebelumnya, karena ia kira Donghae telah kembali ke sana saat ia tengah tertarik pada bantal tidur yang ia lihat tadi. Tapi Donghae ternyata tak berada di sana, dan Kyuhyunpun tampaknya belum kembali juga.

“Donghae.”

Eunhyuk kembali mencoba memanggil Donghae yang sepertinya menghilang darinya. Iapun kembali memasuki wahana permainan yang tadi mereka sambangi karena mungkin saja saudara kembarnya tersebut kembali bermain karena ingin mendapatkan tiket yang lebih banyak lagi, agar mereka dapat menukarkannya dengan mainan yang mereka inginkan.

Bocah kecil itu, Eunhyuk, berkeliling di wahana permainan yang berukuran cukup luas itu, tapi ia tak menemukan Donghae di sana, “Donghae, kau di mana?” ucapnya lemah, dengan langkahnya yang kini keluar dari tempat tersebut. “Donghae.”

Eunhyuk tampak diam selanjutnya karena ia bingung. Apa mungkin Donghae meninggalkannya dan pulang duluan karena masih marah padanya?

“Donghae~”

“Hei!”

Eunhyuk menoleh saat suara seseorang menegurnya, memanggilnya. Ia lihat Kyuhyun yang berdiri di sana dengan dua buah eskrim yang berada di kedua tangannya.

“Kyuhyun, Donghae tidak ada.”

– isfa_id –

“Hyukkie~”

Seorang bocah terlihat tengah ketakutan di sebuah ruang gelap tempat ia berada kini. Donghae, ia tidak tahu tengah berada di mana, tapi yang ia ketahui tempat ia berada saat ini bergerak, dan ia tahu berarti sekarang ia berada di dalam sebuah mobil yang melaju. “Hyung~” iapun merengek entah pada siapa, ia takut, itulah yang kentara saat ini.

.

.

“Donghae~”

Seorang pemuda tampak berlari di tengah keramaian dengan bocah kecil yang berusaha menyusul langkahnya. Ia, Kyuhyun tampak risau saat ia mengetahui bahwa Donghae tak bersama mereka seperti apa yang Eunhyuk ceritakan padanya. Ia telah mencoba mengecek toilet yang mungkin Donghae singgahi sebelumnya dan tentu di sana tak ia temukan orang yang tengah ia cari, hingga akhirnya membuat ia berlari mengeliling super market yang tengah ia dan kedua adiknya kunjungi tersebut. “Donghae~”

“Hae~”

Eunhyukpun yang turut berlari di belakangnya juga mencoba memanggil saudara kembarnya itu yang memang sudah sejak tadi ia cari.

‘Bruk.’

Namun tiba-tiba tubuh mungil itu terjatuh, membuat Kyuhyun yang tak terlalu jauh darinya segera mendekatinya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun terlihat khawatir, namun Eunhyuk tak menjawab.

Eunhyuk menatap wajah Kyuhyun dalam diam, ia tatap wajah yang selalu membuatnya kesal tersebut. “Hiks,” hingga akhirnya sebuah isakan keluar dari mulutnya dengan air mata yang mulai tampak tergenang di matanya, “Hiks,” ia kembali terisak, “Donghae~” iapun akhirnya menangis dan memeluk tubuh Kyuhyun yang juga terlihat sedih.

.

.

“Hyukkie~”

Kembali pada Donghae yang kini telah berada di tempat yang berbeda dari sebelumny. Bocah itu terlihat menangis dengan tubuhnya yang bergetar. Ia yang kini terduduk di atas sebuah tempat tidur di sebuah ruang yang terkunci itu terlihat semakin takut dari sebelumnya. Ia sendirian di sini, dan terlebih ia tak tahu sedang berada di mana ia kini.

“Kibum hyung,” iapun memanggil nama lain, “Hae takut.”

Tubuh mungil itu semakin bergetar karena ia yang kembali menangis karena rasa takut yang ia rasakan. Ia tak tahu siapa yang membawanya hingga ke tempat ini. Sebelumnya ia hanya berlari ke arah sebuah toilet dari sebuah super market yang tengah ia dan kedua saudaranya kunjungi, tapi tiba-tiba seseorang mengkat tubuhnya dan membuat ia kini terkurung di tempat yang ia tak ketahui.

“Kyuhyun hyung~”

Hingga akhirnya membuat ia hanya bisa memanggil sauara-saudaranya, termasuk Kyuhyun yang bahkan selama ini tak pernah ia sebut namanya.

– isfa_id –

Kibum membungkukan tubuhnya pada kedua petugas kepolisian yang baru saja keluar dari kediamannya dan berlalu bersama kendaraan dinas mereka. Ia berjalan perlahan memasuki kembali kediamannya menuju kamarnya, menatap kedua saudaranya di mana salah satu di antara mereka tengah tertidur setelah tangisan yang terjadi.

“Maafkan aku,” Kyuhyun, yang kini tengah terduduk di sebelah Eunhyuk yang tengah tertidur itu menunduk saat Kibum mendekati mereka. Namun Kibum tak berucap apapun guna menjawab permintaan maaf Kyuhyun padanya. Ia hanya menatap wajah sedih Eunhyuk dan membelai wajah tersebut. Dan Kyuhyun hanya dapat menatap itu dalam diam.

“Polisi belum bisa melakukan apa-apa sebelum 24 jam,” ucap Kibum kemudian, memecahkan keheningan yang tercipta selama beberapa detik itu.

Kyuhyun mengangguk lemah karena ia mengerti akan apa yang baru saja Kibum katakan padanya. Seseorang akan dinyatakan hilang bila dalam 24 jam ia belum kembali dan polisi akan menunggu hingga saat itu tiba agar mereka bisa melakukan sebuah tindakan guna menemukan Donghae yang sekarang entah sedang berada di mana.

Keduanya, Kibum dan Kyuhyun kembali terdiam karena tak tahu apa yang harus mereka perbuat guna menemukan adik mereka. Terlebih saat mereka menatap wajah Eunhyuk yang tampak begitu sedih dalam tidurnya. Meski akhirnya salah satu dari mereka membuka suara, dan Kyuhyunlah pelakunya.

“Sungmin.”

Kibum menatap wajah Kyuhyun dengan serius saat sebuah nama terlontar dari mulut saudara kembarnya itu. Namun akhirnya iapun berpikir yang sama dengan apa yang tengah Kyuhyun pikirkan. Mungkinkah Sungmin yang membawa Donghae pergi? Seseorang yang mengaku sebagai hyung Donghae dan Eunhyuk, yang baru saja mereka temui kemarin.

Kibumpun bangkit dan menuju meja belajarnya, untuk kemudian membuka lacinya dan mengeluarkan sebuah kertas di mana di sana tertera biodata Sungmin yang tadi malam ia cetak.

Kyuhyunpun merebut kertas tersebut dan memperhatikannya dengan seksama. Ia tatap photo Sungmin yang ada di sana dan kemudian meremas kertas tersebut dengan ia dan Kibum yang saling menatap, sekaan dapat membaca pikiran masing-masing.

– isfa_id –

‘Klek.’

Seorang pria dengan pakaian rapinya terlihat memasuki sebuah ruangan yang dihuni oleh seorang bocah yang kini tengah tertidur dengan tangannya yang tampak menyilang di depan dadanya seakan menahan sebuah rasa dingin yang mungkin menerpanya.

Pria itu semakin melangkah mendekat, menatap wajah bocah tersebut dengan jemarinya yang membelai wajah polos tersebut. Sebuah senyum terlukis di wajah pria itu dengan ia yang menarik sebuah selimut menutupi tubuh bocah tersebut.

T.B.C

(/_\)

Advertisements

20 thoughts on “Twins – 4

  1. woah,,, sekian lama ga baca ff , ga buka ini blog juga,,, tiba2 pas iseng buka eh ada ‘twins’ ,,,

    dan itu, donghae diculik ato dibawa pulang sih? ‘sebuah senyum terlukis diwajah pria itu,,,’ kaya yang bawa donghae itu orang baik *soktau*

  2. Annyeong.. Aku reader baru.. ^^ hm, gk sengaja nemuin blog ni dan iseng2 bongkar2.. Dan.. Tada.. Ada ff ‘twins’..
    Hm.. Penasaran deh sama org yg ngebawa Donghae’a.? Dan iya, knp Donghae begitu tk membutuhkan Kyuhyun? Hm, kyu kan baik.. Hm, cepat dilanjut, y… ^^

  3. Ommo…!!Hae hilang?? hae tersesat..??
    jgn blg klu sungmin yg mnemukan donghae.itu srius klu sungmin saudara kandung eunhae? ??

    ck! kyu pabo.udh tau gk bsa jagain anak kecil mlh sok-sok bw eunae jalan2,ilangkan jdnya donghae.

    tp lucu jg,eunhae berebut minta peehatian sm kibum..kkkkk
    donghae manjanya klewat minta dicubit tuh bocah..xDD

  4. salam kenal. kyu oppanya diem2 sayang kayanya sama si kembar.. hii.. mau2nya ikat sepatunya hyuk hyuk oppa.. 🙂

  5. halooo kak 😀 salam kenal~^^
    sebenernya aku bukan reader baru, udah pernah baca semua ff kak isfa di ffn hehe
    tapi gatau kenapa aku pernah bisa review di ffn, maaf yaa kak >///////<
    dan maaf baru komen juga padahal aku uda baca ff ini dari bulan april O__O
    aku suka bgt ff kak isfa terutama yg family/ brothership^^
    aaa donghae dibawa sama sungmin kah? *soktau*
    ditunggu ya kak chap 5 nyaa~
    FIGHTING!!!! :^D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s