Posted in KiHae Couple

Black Dragon vs Red Tiger – 6


BD vs RT black white - size

Tittle: Black Dragon vs Red Tiger

Cast:

– Black Dragon: Siwon, Donghae, Kyuhyun, Leeteuk, Kangin, Shindong, Henry, Zhoumi
– Red Tiger: Kibum, Eunhyuk, Sungmin, Heechul, Hangeng, Yesung, Ryeowook

Terinspirasi dari MV Blok-B – Nanrina.

Entahlah, saat melihat MV itu jadi terpikir untuk membuat FF ini, walaupun ceritanya tidak sepenuhnya mirip dengan MV tersebut.

Berharap kalian suka.

Happy reading ^^

– isfa_id –

Kibum, namja itu tengah terdiam di dalam sebuah ruang gelap yang hanya mengizinkan cahaya-cahaya menyelinap masuk melalui celah-celah jendela yang tertutup rapat dengan gorden hitam yang menyelimutinya. Dia menarik bibirnya menciptakan sebuah seringaian saat sebuah benda berwarna hitam yang berada dalam kotak berwarna senada kini berpindah dalam genggamannya.

‘Klak.’

Suara itu terdengar saat sebuah tarikan dia lakukan pada benda tersebut.

“Apa yang sebenarnya kau rencanakan?”

Kibum menoleh, dan mendapati Heechul berada di depan pintu yang baru saja ditutupnya secara perlahan. Dia tersenyum kecil, menyimpan benda yang sedari tadi dipegangnya ke dalam kotaknya kembali, menutupnya dengan kain tipis hitam sebelum akhirnya menutup rapat kotak tersebut.

“Jangan lakukan itu.”

Tak ada yang bisa Kibum katakan, karena sesungguhnya Kibum tak mesti mengatakan apapun. Heechul akan tahu apapun yang akan dilakukannya, dan itulah kenyataannya, Kibum tak berkatapun Heechul tetap akan tahu, ya… hyungnya ini seakan tahu apapun yang ada dalam otaknya.

“Kau tahu aku tak akan membiarkanmu melakukan itu bukan?”

“Tapi aku harus…”

– isfa_id –

‘Klap.’

Sebuah suara terdengar saat sepasang tangan itu menutup bukunya kasar dan menghempaskannya ke atas meja kerjanya. Dia tersenyum, senyum yang menakutkan. “Jadi dia di sana?” tanyanya yang mendapatkan jawaban berupa anggukan dari dua orang yang berada di hadapannya kini.

“Bawa dia kembali, dan habisi mereka.”

.

.

Adegan perlawanan itu terlihat, di mana seorang namja manis tengah berusaha melepaskan sebuah cengkraman dari kerah kemejanya, karena itu menyiksanya, membuat ia tak bisa bernafas, membuat dadanya sesak, mengakibatkan wajah putihnya memerah.

Namja itu terbatuk setelah berhasil melepaskan diri, dia menepuk dadanya mungkin saja itu dapat membuat ia bisa kembali bernafas normal. Tapi belum sepenuhnya ia dapat bernafas lega, kembali sebuah kesakitan ia terima. Siwon, namja tinggi itu menarik kasar rambutnya.

“Kau yang membawa dia ke sana bukan?”

‘Plak plak.’

Pria manis itu memukul tangan Siwon yang mencengkram kasar rambutnya, yang membuat surainya itu seakan dicabut paksa dari kepalanya. “Lepaskan,” pintanya.

“Oh… kau memohon sesuatu padaku tuan Leeteuk?” ujar Siwon dengan nada bicara yang teramat sangat menyebalkan, juga dengan cengkramannya yang semakin kuat, bahkan kini ia menarik tubuh Leeteuk dan ia hempaskan ke dinding di depannya.

Darah itupun keluar dari pelipis Leeteuk yang menghempas dinding.

“Kau akan lihat akibat dari perbuatanmu!”

Dan Leeteukpun hanya dapat menatap diam pintu yang kini sudah tertutup di mana Siwon segera menguncinya dari luar, yang menandakan ia tengah ‘dipenjara’ sekarang.

– isfa_id –

Kyuhyun melangkah pelan menuju ruang tengah kediamannya, kediaman Siwon, markas dari kelompoknya, Black Dragon.

Ia berjalan mendekati seseorang yang tengah berkutat dengan buku-bukunya. “Henry,” sapanya dengan nada suara penuh keraguan.

Henry menatapnya, bungkam, dan kembali pada kegiatannya.

“Kau ingin ku bawakan cemilan?” tanya Kyuhyun mencoba berbasa-basi pada sosok di hadapannya itu.

“Tidak perlu, sebentar lagi juga selesai,” jawab Henry dengan suara pelan tanpa menatap Khyuhyun sedikitpun.

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya di sebelah Henry dan menatap wajah polos itu dari samping, “Kau marah padaku?”

Henry mengangkat kepalanya, mengalihkan pandangannya pada wajah Kyuhyun, meski akhirnya ia tak berucap apapun dan mengalihkan kembali pandangannya.

“Aku mencintainya.”

“Tapi dia mencintai Donghae hyung.”

Wajah Kyuhyun terlihat geram mendengar ucapan yang keluar dari mulut Henry, kedua tangannya terkepal, mencoba menahan amarah, tidak mungkin bila dia menghajar adik dari seseorang yang ingin ia rebut hatinya itu bukan?

“Aku tak menyukaimu,” Henry berucap dan menatap wajah kesal Kyuhyuh.

“Ke… kenapa?”

“Kau tau kenapa bukan?” Henry membalikkan pertanyaan saat Kyuhyun mengajukan sebuah pertanyaan padanya. “Kau tentu ingat apa yang kau lakukan padaku sebelum kau mengetahui bahwa aku adik dari seorang Choi Siwon, heoh?”

Henry beranjak dan segera melangkah meninggalkan Kyuhyun yang merenung di sana, mengingat apa yang telah ia lakukan pada Henry sebelumnya.

Ya… ia adalah senior Henry di sekolah, tentu saja seperti yang akan semua orang pikirkan, sebagai senior apa yang akan ia lakukan pada juniornya? Bully? Ya, benar.

Henry menjadi bulan-bulanan pembullyan Kyuhyun setiap harinya, membuat ia menangis, merengek meminta belas kasihan Kyuhyun agar tak menyiksanya lagi. Ia takut dengan rasa sakit yang ia rasakan setiap harinya. Tetapi Kyuhyun? Seakan tak ada belas kasihan sedikitpun, ia terus melakukan hal-hal yang dapat membuat Henry terluka karena itu membuat ia dapat merasakan kepuasan. Kepuasan yang seperti apa? Entahlah. Seakan saat melihat orang lain terluka maka jiwanya akan terasa sangat sangat bahagia.

– isfa_id –

Donghae terbangun dari tidur lelapnya, ia menatap ruang kosong di sebelahnya, sepertinya Kibum telah bangun lebih dahulu daripada ia.

Iapun bangkit, melangkah keluar kamarnya, menuju kamar mandi yang berada di sebelah dapur, namun langkahnya terhenti di depan meja makan saat ia melihat Eunhyuk berada di sana.

“Kau sedang apa?” tanya Donghae mencoba ramah kepada ‘teman’ barunya.

“Oh… eh…” Eunhyuk terlihat bingung berada di hadapan Donghae sekarang. “Aku… harus menemui Heechul hyung,” ucapnya dan bergegas pergi, sementara Donghae hanya tersenyum dan melangkahkan kaki ke kamar mandi seperti tujuan awalnya.

.

.

Langkah itu terhenti.

Ia, Eunhyuk, terdiam di balik pintu yang akan menuntunnya menuju atap ‘kediamannya’. Ia mendengar percakapan dua orang yang berada di sana. Dua orang yang seakan penuh emosi di setiap kata yang keluar dari bibir masing-masing.

“Bajingan!”

Kata kasar itu menembus gendang telinga Eunhyuk dengan sempurna.

“Tapi kau tak boleh melakukan itu, itu berbahaya.”

“Aku harus…”

Eunhyuk sedikit bergidik mendengar percakapan itu, meskipun ia masih belum mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

“Dia harus mati Hyung.”

Yang akhirnya membuat mata Eunhyuk membulat seketika saat kata ‘mati’ itu tertangkap oleh indra pendengarannya. Mati? Pertarungan? Maksudnya akan ada pertarungan?

Ia tak bodoh dalam hal ini meski ia baru berada di sini, tapi ia tahu tujuan dari sebuah kelompok seperti ‘mereka’. Mereka akan bertarung mempertahankan wilayah mereka, membalaskan dendam bila salah satu dari mereka disakiti oleh kelompok lain. Tapi siapa? Siapa yang akan mereka lawan sekarang? Apakah ia akan ikut? Ia tak tahu apa-apa.

Dan juga, ini dendam untuk siapa? Untuk Sungmin dan Ryeowook kah? Mengingat mereka berdua diserang beberapa waktu yang lalu. Tapi apakah harus sampai membunuh?

“Tak baik menguping.”

Jantung Eunhyuk berdetak sangat kencang saat seseorang berbisik di telinganya, membuat ia membalikkan tubuhnya dan mendapati sosokYesung yang kini sudah berada di hadapannya.

“Itu… mereka…”

“Tak selayaknya kau mendengarkan pembicaraan orang lain.”

Eunhyukpun tertunduk, kemudian melangkah turun setelah mengucapkan sebuah kata maaf pada Yesung yang menatap punggungnya saat ia menapaki anak tangga tersebut.

Hingga menyisakan cahaya-cahaya yang menyusup dari balik pintu yang sedikit terbuka itu yang menghiasi pandangan Yesung dengan sebuah senyum kecil saat sebuah nama terdengar ketika salah satu dari dua orang tersebut mengucapkannya.

‘Jadi ini akhirnya?’

– isfa_id –

“Leeteuk Hyung, buka pintunya.”

Sebuah teriakan kecil Leeteuk dengar dari luar kamarnya, dan ia hapal itu adalah suara Henry.

“Kenapa kau mengunci pintunya?”

Leeteukpun hanya diam di sana, bukan ia yang mengunci pintu itu, dan ia juga tak dapat membukanya.

“Eum,” Henry merengut, “Apa dia tidur?” tanyanya pada diri sendiri yang dapat Leeteuk dengar dari dalam sana.

Hingga kini Henry melangkahkan kakinya menuju ruangannya sendiri dengan bantal yang ia peluk, yang akan ia bawa kembali ke kamarnya.

.

.

Siwon memainkan sebuah pisau di wajahnya, dengan tatapan penuh kelicikan di dalamnya, “Permainan akan segera berakhir Kim Kibum, kita akan lihat siapa pemenangnya,” ucapnya diakhiri dengan sebuah tawa menakutkan, sementara Kyuhyun hanya menatapnya diam dari tempat tidurnya di mana selimut tebal berwarna merah itu menutupi tubuh telanjangnya.

– isfa_id –

Heechul menatap langit gelap dari atap kediamannya, tarikan nafas ia lakukan berulang kali mengikuti kerlap kerlip cahaya bintang di atas sana.

“Apa ada masalah?”

Tubuh Heechul membalik, menemukan Hankyung di hadapannya kini. Tubuh tinggi itu tertutupi jaket kulit hitam dan juga celana jins dark blue, dengan sebuah apel di tangan kanannya.

‘Plap.’

Apel itupun kini telah berpindah ke tangan Heechul saat Hankyung melempar itu padanya.

“Aku melihat Kibum dari sini, ada yang kalian bicarakan?”

“Tidak,” jawab Heechul dengan kepalanya yang menggeleng kecil.

“Lalu apa maksud hari tarikan nafasmu?”

“Aku hanya lelah.”

Hankyung hanya memberikan senyuman mendengar semua ucapan Heechul. ‘Kau tak pernah bisa berbohong padaku,’ batinnya.

.

.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Oh?” Ryeowook menatap bingung pada Yesung saat namjachingunya itu melontarkan sebuah pertanyaan padanya, “Maksudmu ini?” ungkapnya pada lebam-lebam di tubuhnya. “Sudah tidak apa-apa, sudah lebih baik sekarang.”

“Hah,” Yesung menarik nafas dengan ia yang langsung menarik tubuh kecil Ryeowook dalam pelukannya, “Kau harus lebih bisa menjaga dirimu sendiri.”

“Ya, kau tak usah khawatir, aku akan lebih sering latihan dari sekarang, aku tak ingin membuat Sungmin hyung selalu terluka karena melindungiku.”

.

.

Sementara itu di ruang lain.

Donghae tersenyum malu, seraya menelan makanan yang telah ia kunyah sedari tadi, “Kenapa kau menatapku?” tanyanya yang membuahkan sebuah senyuman dari lawan bicaranya.

“Makanlah yang banyak, kau begitu kurus.”

“Iya,” jawab singkat Donghae dengan sebuah usapan lembut di kepalanya. “Eum~” ajaknya menawarkan sepotong buah pada namja yang berada di sampingnya itu.

‘Aku sangat mencintaimu.’

.

.

Hembusan angin malam itu membuat tubuh Eunhyuk bergidik, udara malam ini terasa sangat dingin baginya, namun itu tak membuat tubuhnya beranjak dari tempat duduknya, meski ia terus merapatkan jaket tebal yang ia kenakan. Kedua kakinyapun bergerak untuk menahan hawa dingin.

Detak jarum jam tangannya terdengar jelas di telinganya karena ia yang mengusap kedua sisi wajahnya agar dapat merasakan hangat di seluruh tubuhnya. “Huh,” iapun menghembuskan nafas keras seraya mengangkat tubuhnya yang telah ia istirahatkan beberapa menit itu.

Jaket tebal itupun ia lempar ke atas kursi kayu yang sebelumnya ia duduki, dengan kakinya yang kini melangkah mendekati samsak berwarna merah terang yang tergantung di halaman belakang ‘markasnya’.

‘Plak, bugh.’

Suara pukulan dan tendangan itu terdengar setiap ia menggerakknya tubuhnya.

Entah sudah berapa lama ia berada di sana, sudah berapa lama ia melakukan hal itu. Meski tangannya yang sudah memerah itu menjadi tanda bahwa ia sudah sangat lama melakukan itu, tapi ia tak merasakan sakit, lebih tepatnya tak ingin merasa sakitnya.

Keringat itupun terlihat mengucur dari setiap pori-porinya, namun itu tak membuat ia berhenti dan terus melakukan pukulan dan tendangan pada samsak yang tak berdosa itu.

“Bukankah ia terlalu memaksakan diri?”

Seseorang dari dalam bergumam yang ternyata memang memperhatikan Eunhyuk dari balik pintu kaca yang tertutup guna menahan udara dingin malam itu agar tak memasuki kediaman mereka.

“Apa yang merasukinya?”

– isfa_id –

Namja bertubuh gembul itu tak hentinya memasukan makanan ke dalam mulutnya, lihatlah pipi tembemnya itu seakan tak akan dapat menampung makanan lagi di dalamnya.

“Kau tak bisa menghentikan itu Shindong.”

“Hah,” Shindong menarik nafas panjang saat semua makanan itu memasuki lambungnya dengan susah payah karena sempat tersendat di tengkorokannya. “Aku hanya terlalu bersemangat.”

“Dengan tubuh gemukmu itu kurasa akan sulit, kau hanya akan mengacaukan kami berdua nanti,” sungut namja bertubuh tinggi kurus yang berada bersamanya.

“Ya,” ucap satu orang lagi yang pertama menegurnya.

Shindong hanya memberikan cengiran pada keduanya dan melanjutkan makan besarnya seraya menawarkan roti keju pada dua orang tersebut.

“Sudahlah, kami pergi.”

“Kalian berdua memang tak bisa menikmati hidup.”

.

.

Kyuhyun diam di atas tempat tidurnya, menatap Siwon yang tengah tertidur lelap di sana. Entah sadar atau tidak, Kyuhyun seakan melihat sebuah seringaian dari wajah itu. ‘Apa yang kau rencanakan Siwonnie?’

Iapun mengusap wajahnya dan beranjak turun, melangkahkan kaki menuju kamar mandi yang terletak beberapa langkah dari tempat tidur mereka. Ia tatap wajahnya yang terbias di cermin yang berada di atas wastapel yang tengah ia genggam kedua sisinya.

‘Apa aku kurang baik bagimu? Apa yang belum aku lakukan untukmu? Aku mencintaimu, teramat sangat mencintaimu. Tapi mengapa dia? Mengapa kau lebih memilih dia? Apa aku hanya budak sexmu?’

‘Brash.’

Air itupun menyentuh wajahnya.

‘Klap.’

‘Kau hanya akan menjadi milikku Choi Siwon, tak ada yang lain yang berhak memilikimu, hanya aku!’

Wajah penuh amarah itu nampak dari cermin yang kini sedikit berembun akibat tangan basah yang menyentuhnya.

T.B.C

saya tahu ini sangat tidak jelas, jadi maaf, semoga bisa mengerti hehe… untuk ke depannya semoga bisa lebih baik lagi

Advertisements

12 thoughts on “Black Dragon vs Red Tiger – 6

  1. udah inget” lupa sama jalan certinya,,itu siwon dan kibum udah mau perang kah ? mudah”han semuanya happy end,terutama untuk donghae,dia udah cukup mnderita.

  2. huwaaaaa eonni… dah lama banget ini fic.. untung masing inget..
    ini fic yng aku tunggu2..
    hehehe
    iihh aku dh lma ga bka wp eoni,eh pas buka ada ini…
    kyaaaa eoni, akhirnya dilanjut…
    hae harus ama kibum ya eoni.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s